cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PERBANDINGAN PENGGUNAAN EYEBROW CREAM DAN EYEBROW CHALK SEBAGAI KOSMETIK PEMBENTUKAN ALIS TERHADAP HASIL FOTO MAKE UP UNDERWATER VEGA ARUMSARI, DHINI; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.31817

Abstract

Abstrak Make up dalam Bahasa Indonesia disebut dengan tata rias adalah suatu kegiatan mengubah penampilan seseorang dengan bantuan bahan, alat, dan kosmetik. Make up underwater adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menunjang penampilan dalam kesempatan foto underwater dengan mengaplikasikan kosmetik yang tahan air atau yang biasa disebut waterproof. Salah satu kosmetik yang digunakan yaitu eyebrow. Eyebrow merupakan kosmetik yang digunakan untuk membentuk dan mempertegas alis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kerapihan bentuk alis, ketegasan karakter mata, proporsi bentuk alis setelah melakukan foto make up underwater (2) mengetahui hasil tata rias wajah setelah melakukan foto make up underwater. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah make up underwater. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-Test. Hasil terbaik dalam penelitian ini yaitu penggunaan eyebrow jenis cream. Penggunaan eyebrow jenis cream terbukti dapat menunjang penampilan khususnya pada bagian alis dalam kegiatan foto make up underwater yang dapat dilihat pada 2 menit ketiga setelah dilakukan penyelaman kedalam air, alis tetap terlihat rapi karena tidak terjadi perubahan pada bentuk alis, ketegasan karakter mata tetap sama seperti sebelum dilakukan penyelaman hal ini dapat dilihat dari tingkat ketajaman warna, proporsi bentuk alis tetap sesuai dengan bentuk mata. Hasil rata-rata penggunaan eyebrow jenis cream dari 4 aspek yaitu aspek kerapihan pembentukan alis memperoleh nilai 3,8, aspek ketegasan karakter mata memperoleh nilai 3,64, aspek proporsi bentuk alis memperoleh nilai 3,88, aspek keseluruhan hasil akhir riasan memperoleh nilai 3,92. Kata kunci : make up underwater, eyebrow cream, eyebrow chalk Abstract Make up, in Indonesian called tata-rias, is an activity to change ones appearance with the help of materials, tools, and cosmetics. Underwater make up is an action taken to support the appearance of underwater photo opportunities by applying waterproof cosmetics or commonly called waterproof. One of the cosmetics used is eyebrow. Eyebrow is a cosmetic used to shape and emphasize eyebrows. This study aims to (1) determine the sharpness of the color, the firmness of eye character, the proportion of the shape of the eyebrows after taking underwater makeup photo (2) to know the results of facial makeup after doing underwater makeup photo. This type of research is experimental research. The subjects in this research is underwater makeup. Data collection methods in this study used observation sheets and assessment rubrics. The data analysis technique used is the Independent Sample T-Test. The best results in this study are the use of eyebrow cream. The use of eyebrow cream type is proven to support the appearance, especially on the eyebrows in underwater make up photo activities which can be seen in the third 2 minutes after the brow dive still looks neat because there is no change in the shape of the eyebrows, the firmness of the eye character remains the same as before diving it can be seen from the level of color sharpnees, the proporation of eyebrow shape remains in accordance with the shape of the eye. The results of the average use of eyebrow cream type are shown in 4 aspects, namely the aspect of the neatness of the formation of eyebrows, which obtained a value of 3.8, the aspect of the firmness of the eye character, that received a value of 3.64, the aspect of the shape of the eyebrows obtained a value of 3.88, the overall aspect of the final makeup result obtained a value of 3.92. Keywords : make up underwater, eyebrow cream, eyebrow chalk
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ICT PADA MATERI SENI MELUKIS KUKU (NAIL ART) UNTUK KELAS XI SMK NEGERI 8 SURABAYA AGUSTIN RIDWAN, VITA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.31999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur perancangan media interaktif berbasis ICT, kelayakan media dan respon peserta didik setelah menggunakan media materi seni melukis kuku(Nail Art). Media tersebut dapat digunakan sebagai sarana pendukung proses kegiatan belajar dan mengajar. Media ini dirancang dan dibuat dengan mengkombinasikan berbagai macam obyek multimedia seperti teks, gambar, animasi dan tombol interaktif. Materi pelajaran yang digunakan dalam media ini adalah teori-teori seni melukis kuku(Nail Art). Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan model Pengembangan menggunakan model penelitian dan pengembangan research and development (R&D) dengan 7 tahapan yaitu : potensi dan masalah, mengumpulkan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk. Peneliti mencoba menghasilkan produk berupa media interaktif pembelajaran materi Seni melukis kuku. Validasi media dan uji coba dilaksanakan di SMKN 8 Surabaya, maka didapat kualitas, kelayakan media interaktif. Hasil validasi oleh ahli : 1) ditinjau dari segi kualitas media mendapatkan persentase sebesar ( 88,64% ), kualitas materi mendapat persentase sebesar ( 93,75% ), dan kualitas bahasa mendapatkan persentase sebesar ( 93,18% ), dari ketiga nilai validasi media dapat dinyatakan media sangat layak digunakan. 2) Respon Siswa setelah menggunakan media interaktif sangat layak terhadap media interaktif dengan persentase 93,33% dengan kategori sangat layak. Kesimpulan peneliti yaitu media interaktif materi seni melukis kuku ini sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Kata kunci1 : Media Interaktif , ICT, Seni melukis kuku (Nail Art) Abstract1 The purpose of this research is to Procedure of Designing ICT-Based Interactive media, worthiness of interactive media, and Student Response after using media of nail art matter. This media can used as and learning process fasilities. Thus learning media is designed and made with combain of several kinds multimedia object such as text, picture, animation, and interactive button. Learning matter this media is nail art theories.This research method uses qualitative research and model of Interactive Media Development material of this nail art using research and development (R & D) model with 7 steps are: potential and problems, collecting data, product design, design validation, design revision, product trial, product revision. Researchers try to produce products in the form of nail art interactive media and test the worthiness of the product. After validation of media and testing at Vocational High School State 8 Surabaya, it can be known the quality, worthiness of interactive media. The results of validator: 1) in terms of media quality get percentage of (88.64%), the quality of the material gets a percentage of (93.75%), and the quality of the language gets a percentage of (93.18%) of the three media validation values ??can be declared that its very feasible to use. 2) Student Response after using the interactive media student response is very good to the interactive media with 93,33% percentage with very feasible category. From the results of the analysis conducted, it is concluded that the interactive media of nail art term is very feasible to be used as a learning medium in the process of teaching and learning activities. Keywords: Interactive Media, ICT, Nail Art
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu ARIVA PUTRI, DILA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32394

Abstract

Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luka
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu ARIVA PUTRI, DILA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32395

Abstract

Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luka
Perbandingan Hasil Jadi Efek Luka Mata dengan Menggunakan Lateks Cair dan Lem Bulu Mata Pada Tata Rias Karakter Hantu ARIVA PUTRI, DILA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32396

Abstract

Tata rias karakter adalah tata rias yang merubah karakter wajah seseorang menjadi karakter wajah tertentu yang dibutuhkan untuk keperluan sebuah pementasan atau film, mendukung karakter tokoh yang akan diperankan dalam sandiwara, seni peran, halloween make up, dan sejenisnya. Perias pada umumnya menggunakan lateks cair untuk membuat efek khusus (karakter) karena sifatnya yang lentur, mudah dibentuk, elastis, melekat dan praktis. Lem bulu mata juga memiliki sifat lentur, elastis, dan melekat, maka kosmetik ini dapat digunakan dalam pembuatan efek khusus tata rias karakter. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lateks cair. 2) Mengetahui hasil jadi rias karakter hantu efek luka mata menggunakan bahan lem bulu mata. 3) Mengetahui perbandingan hasil jadi efek luka mata rias karakter hantu antara menggunakan bahan lateks cair dan lem bulu mata. 4) Mengetahui respon panelis terhadap hasil tata rias karakter hantu efek luka mata antara penggunaan bahan lateks cair dan lem bulu mata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan angket dengan jumlah observer sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data uji statistik independent sample t test dengan bantuan SPSS 21.0. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut : 1) Hasil efek luka mata melalui penggunaan lateks cair dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,2, kesesuaian hasil dengan objek asli 3,23, daya tahan 3,3, efisiensi waktu 3,33, tingkat kesukaan observer 3,2. 2) Hasil jadi efek luka mata menggunakan lem bulu mata dengan rincian aspek proses pengaplikasian 3,43, kesesuaian dengan objek asli 3,57, daya tahan 3,6, efisiensi waktu 3,37, tingkat kesukaan observer 3,7. 3) Perbandingan hasil dari efek luka melalui penggunaan lateks cair dan lem bulu mata sebanyak 5 aspek pada lateks cair tergolong dalam kategori baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,25 dan pada lem bulu mata tergolong dalam kategori sangat baik dengan keseluruhan nilai rata-rata 3,53. 4) Respon panelis terhadap penggunaan kosmetik lateks cair dan lem bulu mata pada 7 aspek (bentuk, warna, elastisitas, tekstur, daya tahan, kelenturan dan daya rekat). Presentase hasil setuju dengan penggunaan lateks cair secara keseluruhan mendapat nilai 75% sehingga termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil setuju dengan penggunaan lem bulu mata secara keseluruhan mendapat nilai 85% sehingga termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: Tata rias karakter, lateks cair, lem bulu mata, efek luka
Kajian Bentuk dan Makna Tata Rias Tari Bedhaya Bedhah Madiun di Pura Mangkunegaran Surakarta DWI AGUSTIN, NANA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk dan makna tata rias meliputi tata rias wajah dan penataan rambut (2) bentuk dan makna busana (3) bentuk dan makna aksesoris tari bedhaya bedhah Madiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari bedhaya bedhah Madiun adalah: (1) bedak warna kulit sawo matang, eyeshadow berwarna merah bermakna keberanian, biru melambangkan seseorang yang berwatak luas dan memiliki sifat pemberi maaf, dan kuning gading memiliki makna kemuliaan dan kemakmuran. Eyeliner berwarna hitam, alis nanggal sepisan berwarna hitam, blush on perpaduan warna merah dan orange, hidung mancung shading berwarna coklat, bibir ideal berwarna merah, laler menclok berbentuk segitiga dengan titik pada bagian bawah berwarna hitam. Penataan rambut menggunakan kantong gelung. Makna tata rias menonjolkan karakter putri luruh di medan peperangan. Kantong gelung digunakan untuk menghasilkan kesan rambut penari memiliki bentuk penataan yang sama dan rapi.(2) busana meliputi: rompi tanpa lengan warna biru melambangkan seorang prajurit wanita diadaptasi dari busana wayang orang, sampur cinde berwarna merah melambangkan kasepuhan (yang dianggap tua) mencerminkan sifat sabar, tidak terburu nafsu. Jarik motif parang kusumo seling lasem warna coklat bermakna kekayaan.(3) aksesoris meliputi: jamang Cirebon bentuk cringih melambangkan karakter prajurit, garuda mungkur bermakna sebagai sesuatu yang sakral. Cunduk jungkat, sumping, suweng, klat bahu, gelang, bross dan sabuk pending sebagai pelengkap penampilan. Kalung penanggalan berbentuk bulan sabit bermakna seseorang yang berwatak bulan, mampu memberikan sinar kebahagiaan, ketentraman, dan damai. Cundrik yang bermakna sebagai pusaka kyai gumarang milik Retno Dumilah. Kata Kunci: Tata Rias, Retno Dumilah, Bedhaya Bedhah Madiun, Pusaka Kyai Gumarang. Abstract This research is to know (1) the shape and meaning of makaeup include face makeup and hairdo. (2) shape and meaning of fashion (3) shape and meaning of accessories bedhaya bedhah Madiun. The research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques are interviews, observations, and documentation. The result of the makeup research bedhaya bedhah Madiun is: (1) The powder color is saw ripe skin colour, red eyeshadow means courage, blue symbolizes a person who is wide disposition and has a forgiving nature, and yellow ivory has meaning glory and prosperity. Black eyeliner, nanggal sepisan eyebrows black color, blush on the blend of red and orange colors, nose angular a brown shading, the ideal lip is red, a triangular-shaped laler menclok with dots on the bottom is black. Hairdouses a tramp bag. The meaning of makeup brings out the character of the princess in battle field. The tramp bag used to produce the impression of a dancers hair has the same and neat arrangement. (2) clothing includes: The blue sleeveless vest symbolize a woman soldier adapted from the fashion of wayang wong, red sampur cinde is symbolize the kasepuhan (which is considered old) reflects the nature of patience, not lust. Jarik parang kusumo seling lasem of brown color means wealth. (3) Accessories include: jamang Cirebon form of cringih used to symbolize the character of soldiers with a strict line shape. Garuda mungkur with tongues stretched red color means as something sacred. Cunduk jungkat, sumping, suweng, shoulder clings, bracelets, bross and the pending belts give meaning as a complement to appearance. A crescent-shaped penanggalan necklace means one who is a moon-disposition, is able to provide ray of happiness, tenderness, and peace. The weapons used is a meaningful cundrik as an inheritance of the Kyai Gumarang owned Retno Dumilah. Keywords: Cosmetology, Retno Dumilah, Bedhaya Bedhah Madiun, Kyai Gumarang weapon.
Pengaruh Lima Dimensi Kepuasan Konsumen pada Jasa Perawatan Rambut Di Saliha Salon & Spa Muslimah Surabaya Rana Wangsi, Ratna; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.32870

Abstract

AbstrakSaliha Salon & Spa Muslimah Surabaya adalah salon kecantikan yang menawarkan jasa kecantikan seperti salon pada umumnya. Salon ini didirikan pada bulan November 2018. Meskipun tergolong salon kecantikan yang baru namun konsumennya bertambah setiap bulannya terutaama pada jasa perawatan rambut. Kepuasan konsumen erat kaitannya dengan kualitas pelayanan. Bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati adalah lima dimensi dari kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuaan konsumen baik secara parsial maupun secara simultan. Subyek penelitian ini adalah 100. Jenis penelitian menggunakan teori analitik korelasional. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji TCR. Hasil penelitian menunjukkan kelima dimensi baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pada jasa perawatan rambut di Saliha Salon & Spa Muslimah Surabaya. Dan hasil analisis data penelitian menunjukkan dimensi bukti fisik hasil uji t = 2,401 dan hasil uji TCR = 86,8% dengan kategori baik. Dimensi kehandalan hasil uji t = 2,129 dan hasil uji TCR = 88,4% dengan kategori baik. Dimensi daya tanggap hasil uji t = 2,177 dan hasil uji TCR = 88,2% dengan kategori baik. Dimensi jaminan hasil uji t = 2,148 dan hasil uji TCR = 87,6% dengan kategori baik. Dimensi empati hasil uji t = 2,122 dan hasil uji TCR = 87,9% dengan kategori baik. Kelima dimensi secara simultan hasil uji F = 9,205 dan hasil uji R2 = 0,329 atau 32,9%. Kata Kunci : lima dimensi, kualitas pelayaan, kepuasan konsumen
BENTUK DAN MAKNA PADA TATA RIAS BUSANA SERTA AKSESORIS TARI REMO JOMBANGAN APRILIANI, ULFA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.33109

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan Tari Remo membuat jenis Tari Remo salah satunya Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah kesenian yang berasal dari Jombang, namun karena sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan membuat banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna tata rias, demikian pula aksesoris Tari Remo Jombangan. Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tata rias wajah, busana serta aksesoris Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan tentang bentuk makna dan warna meliputi bentuk alis, bentuk kumis, bentuk jewes (dagu) dan bentuk godheg (jambang), serta pengunaan warna bedak, blush on , eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna tata rias Tari Remo Jombangan berpikir, ketegasan, kewibawan dan memahami. 2) Bentuk dan makna busana Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna baju baju atau hem, celana panji, kain jarit, ada , rapek , bara-bara , stagen , sabuk waladan decker yang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna tata busana pada Tari Remo Jombangan berpikir, kewibawaan, keagungan dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan ada pada makna bentuk dan warna menyertakan bentuk udheng (sampul), sampur , dan binggel dan gongseng(gelang kaki) dan keris yang menggunakan warna merah, hijau dan kuning emas. Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan menarik kehidupan, keberanian, keindahan, dan kegembiraan. Penggambaran sikap senang dapat ditemukan pada tata rias, busana dan juga aksesoris dari Tari Remo Jombangan, hal ini karena Tari Remo Jombangan merupakan perjuangan Tarian yang penuh dengan keberanian. Ditempatkan dengan tata rias wajah, busana dan aksesoris semakin memenangkan kegagahan dan keberanian seorang penari Remo. Kata kunci: Bentuk, Makna, RemoAbstractPesatnya perkembangan Tari Remo telah menyebabkan munculnya jenis Tari Remo, salah satunya adalah Tari Remo Jombangan. Tari Remo Jombangan adalah seni yang berasal dari Jombang, tetapi karena kurangnya sumber buku dan literatur tentang Tari Remo Jombangan, banyak orang tidak mengerti bentuk dan makna makeup, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna makna riasan wajah, pakaian dan aksesoris untuk Tari Remo Jombangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Bentuk dan makna tata rias wajah Tari Remo Jombangan mengandung makna dan warna, termasuk bentuk mata, alis, kumis,jewes (dagu) dan godheg , dan aplikasi warna bedak, blush on, eyeshadow dan lipstik yang menggunakan warna putih, hijau, dan merah. Bentuk dan makna rias Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, ketegasan, martabat dan kebijaksanaan. 2) Dari dan makna dari busana Tari Remo Jombangan terdiri dari kemeja atau hem, panji-panji, jarit , ther , rapek , bara-bara , stagen , wala belt dan deckeryang menggunakan 5 warna yaitu hijau, merah, kuning (emas), hitam dan putih. Bentuk dan makna fashion Tari Remo Jombangan menggambarkan tentang keberanian, otoritas, kemegahan, dan keindahan. 3) Bentuk dan makna aksesoris tari Remo Jombangan mengandung makna bentuk dan warna termasuk udheng (penutup kepala), sampur (selendang), dan binggel atau gongseng (angklet) dan creese yang menggunakan warna merah, hijau, dan emas . Bentuk dan makna aksesoris Tari Remo Jombangan adalah descibes tentang kehidupan, keberanian, keindahan, dan sukacita. Representasi keberanian dapat ditemukan dalam rias wajah, pakaian, dan aksesoris dari Tari Remo Jombangan, ini karena Tari Remo Jombangan adalah tarian stuggle yang penuh dengan keberanian. Didukung oleh riasan wajah, fashion, dan aksesoris yang lebih mengungkap keberanian dan keberanian seorang Penari Remo Jombangan. Kata kunci: Bentuk, Makna, Remo
KEMAMPUAN MERIAS KARAKTER PENARI THENGUL MELALUI PELATIHAN DI SANGGAR SAYAP JENDELA BOJONEGORO APRILIASARI, RIZKI; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.33114

Abstract

Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna Tata Rias Pengantin Adat Banjar Bagajah Gamuling Baular Lulut di Banjarmasin ULIMA ZADA, ALVINA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.33126

Abstract


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue