cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 730 Documents
PENGARUH PROPORSI PUREE STROBERI (Fragaria vesca L.) DAN TAPIOKA TERHADAP KUALITAS MASKER WAJAH TRADISIONAL WAYAN SASRI SEPTIARI, NI
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6813

Abstract

Abstrak: Masker wajah merupakan kosmetik yang digunakan pada tahapan terakhir dalam tindakan perawatan kulit wajah, yang bekerja secara mendalam karena dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh proporsi puree stroberi dan tapioka terhadap kualitas masker wajah tradisional meliputi sifat fisik, jumlah mikroba, dan kandungan kimia. Bahan yang digunakan yaitu puree stroberi dan tapioka. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah proporsi puree stroberi dan tepung tapioka yaitu (25g:75g); (50g:50g);(75g: 25g), sedangkan variabel terikatnya adalah kualitas masker wajah tradisional meliputi sifat fisik, jumlah mikroba, dan kandungan kimia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi melalui uji sifat sifat fisik yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dengan menggunakan uji anava tunggal (one way) dengan program SPSS dengan uji lanjut uji Duncan Hasil analisis anava tunggal proporsi puree stroberi dan tapioka berpengaruh terhadap kualitas masker wajah tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa kriteria aroma menghasilkan proporsi X2 (50g puree stroberi dan 50g tapioka) dan X3 (75g puree stroberi dan 25g tapioka) menghasilkan aroma yang sama yaitu beraroma stroberi dibandingkan proporsi X1 (25g puree stroberi dan 75g tapioka). Pada kriteria warna hasil uji Duncan menunjukan bahwa proporsi X3 (75g puree stroberi dan 25g tapioka) menghasilkan warna yang lebih baik dibandingkan proporsi X2 dan X1 yaitu berwarna merah muda pekat. Hasil uji Duncan pada kriteria tekstur masker menghasilkan proporsi X1 (25g puree stroberi dan 75g tapioka) menghasilkan tekstur yang lebih halus dibandingkan proporsi X2 dan X3, dan pada kriteria daya lekat hasil uji Duncan menunjukan bahwa proporsi X2 (50g puree stroberi dan 50g tapioka) dan X3 (75g puree stroberi dan 25g tapioka) menghasilkan daya lekat yang sama dibandingkan proporsi X1 yaitu melekat pada kulit. Hasil produk terbaik pada proporsi puree stroberi 75g dengan tapioka 25g menghasilkan aroma khas stroberi, berwarna merah muda pekat tekstur yang halus dan disukai panelis. Jumlah mikroba pada masker terbaik yaitu 108 pada hari kedua. Berdasarkan hasil analisis laboratorium kimia BPKI kandungan kimia pada masker adalah kandungan asam salisilat yang terkandung pada masker X1 (25g puree stroberi dan 75g tapioka) = 0,035%, X2 (50g puree stroberi dan 50g tapioka) = 0,062%, X3 (75g puree stroberi dan 25g tapioka) = 0,088%, sedangkan untuk kadar air pada masker X1 (25g puree stroberi dan 75g tapioka) = 1,42%, X2 (50g puree stroberi dan 50g tapioka) = 1,96%, dan X3 (75g puree stroberi dan 25g tapioka) =2,08%. Kata Kunci : kosmetik tradisional, masker wajah, stroberi, tepung tapioka Abstract: Face masker is cosmetic used at last stages of face skin care which works deeply to lift death skin cells. The aims of this research were to know the effect proportion of strawberry puree and tapioca on quality of traditional face masker, microbe number, and chemical contents. The ingredients used were strawberry puree and tapioca. Type of this research was experimental research. The independent variable in this research was proportion of strawberry puree and tapioca flour 25g:75g, 50g:50g, and 75g:25g, while the dependent variable was quality of traditional face masker including physical properties, microbe number, and chemical properties. Data collecting technique used was observation through physical properties test performed by 30 panelists. Data analysis used one way anava with SPSS program and continued with Duncan test. One way anava analysis result shows that proportion of strawberry puree and tapioca affected on quality of traditional face masker including aroma, color, texture, adhesiveness, and preference of panelists. Duncan test results showed that the proportion of X2 criterion produces aromas (strawberry puree 50g and 50g tapioca) and X3 (strawberry puree 75g and 25g tapioca) produce the same aroma is strawberry flavored than the proportion of X1 (strawberry puree 25g and 75g tapioca). In the color criteria Duncan test results showed that the proportion of X3 (75g and 25g tapioca strawberry puree) produce better colors than the proportion of X2 and X1 are pink solid. Duncan test results on the criterion of texture masks produce proportion X1 (strawberry puree 25g and 75g tapioca) produces smoother texture than the proportion of X2 and X3, and the adhesion criteria Duncan test results showed that the proportion of X2 (strawberry puree 50g and 50g tapioca) and X3 (strawberry puree 75g and 25g tapioca) produces the same adhesion compared the proportion of X1 that is attached to the skin. The best product was on proportion of strawberry puree 75g with tapioca 25g which produced typical strawberry aroma, dark pink color, smooth textured, and preferred by panelists. Microbe numbers on the best face masker were 108 at second days. Based on chemical laboratory analysis BPKI, chemical contents on face masker are salicylate acid on masker X1 (25g strawberry puree and 75g tapioca) = 0.035%, X2 (50g strawberry puree and 50g tapioca) = 0.062%, X3 (75g strawberry puree and 25g tapioca) = 0.088%, while water content on masker X1 (25g strawberry puree and 75g tapioca) = 1.42%, X2 (50g strawberry puree and 50g tapioca) = 1.96%, and X3 (75g strawberry puree and 25g tapioca) = 2.08%. Keywords: traditional cosmetic, face masker, strawberry, tapioca flour.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DASAR PEWARNAAN RAMBUT DI KELAS XI SMK NEGERI 3 BLITAR BANYU PUTRI, RELIGIA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6815

Abstract

Abstrak: Metode demonstrasi dapat meningkatkan kompetensi dasar melakukan pewarnaan rambut di kelas XI SMK Negeri 3 Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) keterlaksanaan sintaks metode demonstrasi, 2) aktivitas siswa, 3) kompetensi dasar melakukan pewarnaan rambut. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian siswa kelas XI SMKN 3 Blitar sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes . Instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan lembar tes. Untuk analisis data menggunakan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterlaksanaan sintaks penggunaan metode demonstrasi yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, penutup, pengelolaan kelas, susasana kelas pada siklus I diperoleh rata-rata 3,4 yang dikategorikan baik, sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata 3,7 yang dikategorikan sangat baik, maka terjadi peningkatan yaitu sebesar 0.3. 2) Aktivitas siswa dalam pengajaran menggunakan metode demonstrasi didapat pada kompetensi melakukan pewarnaan rambut pada pertemuan / siklus I dan II seluruh aktivitas yang dilaksanakan oleh siswa pada aktivitas 1 yaitu siswa memperhatikan guru pada siklus I hanya 84% dan siklus II menjadi 100%, pada aktivitas tersebut mengalami peningkatan yaitu 12%, pada aktivitas 2 yaitu siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru siklus I 79% dan siklus II 100% maka dari itu terjadi peningkatan sebesar 21%, dan pada aktivitas 11 yaitu siswa melakukan hair styling siklus I 99% mengalami peningkatan 1% pada siklus II yaitu 100%. 3) Kompetensi dasar melakukan pewarnaan rambut pada kompetensi melakukan pewarnaan rambut dengan menggunakan metode demonstrasi pada siklus I diketahui bahwa dari 25 siswa, diperoleh sebanyak 13 siswa mendapat nilai ≥ 75 dan 12 siswa mendapat nilai ≤ 75. Jika dihitung dengan menggunakan persentase penilaian kompetensi dasar secara klasikal maka 52% siswa dinyatakan “Tuntas”. Pada siklus II mengalami peningkatakan sebesar 48% dengan mendapatkan nilai ≥ 75. sehingga mereka semua 100% dinyatakan tuntas belajar. Kata kunci : Metode Demonstrasi, Melakukan Pewarnaan Abstract: Demonstration method to improve basic competence of performing hair coloring in grade XI SMK Negeri 3 Blitar. This research aims to know; 1) syntax realization of demonstration method, 2) student activity, 3) Basic competence of performing hair coloring. Type of this research was classroom action research. Research subject were students grade XI SMK Negeri 3 Blitar as many 25 students. Data collecting technique used observation and test. Research instrument were observation sheet and examination sheet. Data analysis used was mean. Result of this research shows that: 1) syntax realization of demonstration method category including introduction activity, main activity, closing, classroom management, and classroom condition at cycle I the average 3,4 obtained good category and at cycle II the average 3,7 obtained very good, so happen improvement is 0,3. 2) The activity use demonstration method be obtained competence of performing hair coloring in meeting/ cycle I and II all activity the implemented by student in activity I is student attention teacher in cycle I only 83% and cycle II to be 100%, at the activity experiencing improvement is 12%, at activity 2 is student answer the quation giving by teacher cycle I 79% and cycle II 100% so experiencing improvement is 21% and at activity II is do hair styling cycle I 99% experiencing improvement 1% at cycle II to be 100%.. 3) Basic competence of performing hair coloring use demonstration method at cycle I note that of the 25 student, obtained as many as 13 student scored ≥ 75 and 12 students received ≤ 75. If calculated using the percentage of basic competency assessments in classical then 52% of students declarates “complete”. At cycle II experiencing improvement where 48% use scored ≥75, so they all 100% appointed completed. Keywords: demonstration method, performing coloring
TATA RIAS PENGANTIN PUTRI MUSLIM TERINSPIRASI FIGUR DEWI SONGGOLANGIT DALAM CERITA REOG PONOROGO IRNAWATI, IKE
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6817

Abstract

Abstrak: Ponorogo adalah kota yang termasuk mempunyai nilai kebudayaan yang tinggi di Jawa Timur, yaitu Reog Ponorogo. Reog merupakan ikon dari kota Ponorogo. Reog merupakan suatu cerita yang menggambarkan tentang upacara perkawinan antara Klono Sewandono dan Dewi Songgolangit pada jaman dahulu. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menghasilkan desain tata rias pengantin moeslim Dewi Songgolangit dalam Cerita Reog Ponorogo yang meliputi desain tata rias wajah dan kreasi kerudung. 2) Menghasilkan bentuk tata rias pengantin moeslim Dewi Songgolangit dalam Cerita Reog Ponorogo yang meliputi bentuk tata rias wajah dan kreasi kerudung. 3) Mengetahui penilaian pakar terhadap desain dan bentuk tata rias pengantin putri moeslim Dewi Songgolangit dalam Cerita Reog Ponorogo yang telah dibuat.. Jenis penelitian ini adalah pemilihan deskriptif kualitatif. Kreasi tata rias pengantin yang dihasilkan mengikuti prosedur penciptaan karya SP Gustami, yang meliputi 4 tahapan yaitu: Eksplorasi, perangcangan, perwujudan, penilaian. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Desain tata rias pengantin putri muslim Dewi Songgolangit dalam Cerita Reog Ponorogo meliputi tata rias wajah dan kreasi kerudung. Dari tiga disain tersebut dikonsultasikan kepada para pakar dan dipilih satu disain yang mana disainnya untuk dilanjutkan proses perwujudan disain; 2) Proses perwujudan tata rias dan 3) penilaian para pakar meliputi penilaian disain dan perwujudan disain. Dari hasil penilaian tertinggi ahli rias untuk tata rias wajah pada pengaplikasian foundation konversi nilai yang di dapat adalah 4.6 ( Sangat baik), Hasil penilaian tertinggi ahli rias untuk kreasi kerudung pada pemakaian kerudung konversi nilai yang di dapat adalah pemasangan bulu merak konversi nilai nya 4.7 (sangat baik), Dari hasil penilaian tertinggi ahli agama untuk kesesuaian tata rias pengantin muslim sesuai dengan etika islam oleh ahli agama, kesesuaian riasan wajah dengan etika islam konversi nilainya 4.8 (sangat baik) dan kesesuaian busana dengan etika islam 4.8 (sangat baik). Hasil penilaian keseluruhan masing-masing mendapatkan kategori baik. Kata kunci : tata rias, pengantin muslim, Dewi Songgolangit. Abstract: Ponorogo is a city that includes having a high cultural value in East Java , the Reog Ponorogo . Reog Ponorogo is an icon of the city . Reog is a story that describes the marriage ceremony between Klono Sewandono and Goddess Songgolangit in antiquity . The purpose of this study is : 1 ) Produce design bridal Moeslim Goddess Songgolangit in covering the story Reog Ponorogo makeup designs and creations hoods . 2 ) Generate the form of bridal makeup Moeslim Goddess Songgolangit in story form Reog Ponorogo which includes makeup and creations hoods . 3 ) Knowing the expert assessment of the design and shape of the bridal Moeslim daughter Dewi Songgolangit in Reog Ponorogo story that has been made. This research is descriptive qualitative selection . Bridal creations were produced following the procedure SP Gustami creation of works , which includes four stages: exploration, perangcangan , embodiment , assessment . Data collection techniques with interviews , documentation and observation . The results of this study are : 1 ) Design bridal Muslim princess in a story Songgolangit Goddess Reog Ponorogo includes makeup and creations hoods . The design of the three experts consulted and selected a design where design is the embodiment of the design process to proceed ; 2 ) The process of embodiment cosmetology and 3 ) assessment of experts includes assessing the design and realization of design . From the results of the highest ratings for a makeup expert at applying makeup foundation conversion value in the can is 4.6 ( Very good ) , the highest assessment results to expert makeup creations hoods on veiling in conversion value is the installation of peacock feathers can convert the value of its 4.7 ( very good ) , From the highest religious expert assessment for suitability bridal Muslim according to Islamic ethics by religious experts , makeup conformity with Islamic ethics conversion value is 4.8 ( very good ) and the suitability of clothing with Islamic ethics 4.8 ( very good ) . The results of the overall assessment of each category get better . Keywords : makeup , bridal Moeslim, Dewi Songgolangit .
TATA RIAS PENGANTIN PUTERI MUSLIM TERINSPIRASI DARI TARI SPARKLING DAN PENGANTIN PEGON SURABAYA MURNIATI, WAHYU
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6819

Abstract

Abstrak: Surabaya merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang mempunyai beragam budaya, salah satu budaya daerahnya adalah Tari Sparkling dan Pegantin Pegon. Kedua budaya ini dijadikan sumber inspirasi dalam perwujudan rekayasa desain tata rias pengantin puteri muslim. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui proses rekayasa desain tata rias pengantin puteri muslim terinspirasi dari tari sparkling dan pengantin pegon Surabaya; 2) mengetahui hasil rekayasa desain tata rias pengantin puteri muslim terinspirasi dari tari sparkling dan pengantin pegon Surabaya; dan 3) mengetahui penialaian ahli terhadap hasil rekayasa desain tata rias pengantin puteri muslim terinspirasi dari tari sparkling dan pengantin pegon Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan karya seni menurut Gustami yaitu terdiri dari eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penilaian Hasil penelitian ini berupa tiga desain tata rias pengantin puteri muslim terinspirasi dari tari sparkling dan pengantin pegon Surabaya. Dari ketiga desain tersebut diwujudkan satu desain. Perwujudan salah satu desain tata rias pengantin puteri muslim meliputi : tata rias wajah dan penataan kerudung beserta aksesoris, dan penilaian para ahli meliputi penilaian tata rias wajah, penilaian penataan kerudung beserta aksesoris, dan penilaian agama menurut etika Islam. Hasil penilaian para ahli rias terhadap tata rias wajah mendapatkan kategori baik, penataan kerudung dan aksesoris mendapatkan kategori baik, dan penilaian ahli agama menurut etika Islam mendapatkan kategori sangat baik. Hasil penilaian keseluruhan masing-masing mendapatkan penilaian baik. Kata Kunci : Rekayasa desain, tari sparkling, pengantin pegon, dan tata rias pengantin puteri muslim. Abstract: Surabaya is one of the areas in East Java that has a diverse cultrure, local culture is one of Sparkling Dance and Pegon Bridal. Both of these cultures for inspiration in engineering design embodiment bridal muslim princess. The purposes of this research were: 1) to know the process of engineering design bridal muslim princess inspired sparkling dance and bridal pegon Surabaya; 2) to know the results of engineering design bridal muslim princess inspired sparkling dance and bridal pegon Surabaya.; 3) to know valuation result from the experts toward of engineering design bridal muslim princess inspired sparkling dance and bridal pegon Surabaya. This research is a qualitative study with data collection techniques such as interview, observation, and documentation. The procedure used in this research is the development procedures of Gustami which consist of exploration, designing, embodiment, and valuation. The results of this study are three design bridal muslim princess inspired sparkling dance and bridal pegon Surabaya. Of the three designs are realized one design. One embodiment of the design of a bridal muslim princess make up includes: make up and arrangement of the veil and its accessories, and expert valuation includes assessing the make up and arrangement of the veil and its accessories valuation, and valuation of religion according to Islamic ethics. The results of the expert valuation of the makeup, makeup get a good category, veil and its accessories get a good category, and expert valuation by the ethics of Islam religion get very good category. The results of the overall valuation of each to get a good valuation. Keywords: engineering design, sparkling dance, bridal pegon, and bridal muslim princess.
MINAT KONSUMEN TERHADAP PERAWATAN KULIT WAJAH DENGAN METODE MIKRODERMABRASI DI VIOTA SKIN CARE KOTA MALANG ANDRIANA, RISKA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6863

Abstract

Abstrak: Sebagian besar konsumen baik dewasa maupun remaja mengeluhkan beberapa permasalahan kulit wajah yang dialami dan mengharapkan pemulihan untuk mendapatkan kulit wajah yang sesuai dengan harapan mereka. Salah satu perawatan wajah yang dipilih konsumen untuk perawatan adalah perawatan wajah dengan metode mikrodermabrasi.Salah satu inovasi perawatan kulit wajah yang perlu dikaji lebih dalam dan memerlukan adanya suatu ketertarikan atau minat yang mendorong seseorang untuk melakukan perawatan kulit wajah dengan menggunakan metode mikrodermabrasi. Dalam hal ini minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat konsumen dalam melakukan perawatan kulit dengan metode mikrodermabrasi di Viota Skin Care Kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode yang meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Objek penelitian adalah perawatan kulit wajah dengan metode Mikrodermbrasi dan minat konsumen yang melakukan proses peremajaan kulit dengan metode Mikrodermbrasi di Viota Skin Care sebanyak 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan konsumen dengan usia 31 tahun ke atas, konsumen yang bertempat tinggal dirumah sendiri dan konsumen yang berprofesi wanita karir cenderung melakukan perawatan kulit wajah dengan metode mikrodermabrasi apabila ditinjau dari karakteristik konsumen. Apabila ditinjau dari faktor budaya, konsumen cenderung melakukan perawatan wajah dengan metode mikrodermabrasi untuk mencegah penuaan dini. Ditinjau dari faktor sosial, konsumen cenderung melakukan perawatan mikrodermabrasi karena ajakan/rekomendasi dari teman. Ditinjau dari faktor pribadi konsumen memilih melakukan perawatan mikrodermabrasi karena harga perawatan di Viota skin care terjangkau. Sedangkan apabila ditinjau dari faktor psikologi memilih perawatan di Viota skin care karena reputasi Viota Skin Care baik. Dapat ditarik simpulan bahwa reputasi Viota skin care baik. Kata Kunci : Kata kunci : Minat Konsumen, perawatan wajah, mikrodermabrasi. Abstract: This study aims to: 1) Determine the successful syntax of direct teaching in the competence of troubled face-skin care using electric tool, 2) Analyze the students’ activities, 3) Analyze the students’ competence. This study was a classroom action research using 2 cycles. The subject of the study was the XI grade students of Beauty Skin Care in SMK Negeri 2 Ponorogo consisted of 24 students. The data were collected through observation and test. The result of the study showed that: the successful syntax of direct teaching in the first cycle collected average of 3.2, while in the second cycle collected average of 3.4 which was categorized as good. Students’ activities included six aspects which have average until 87.5% in the first cycle, while in the second cycle, the average of all activities reached up to 96.6% which categorized as very good. Students’ competence as an individual in the first cycle with 18 students collected score ≥ 75, meanwhile 6 students collected score ≤ 75, classically, it can be included that 75% of students was passed the standard, however in the second cycle individually all of the students collected score ≥ 75, classically it can be included that 100% of students was succeed. Based on the result of the study, there was an increasing from the first cycle to the second cycle in the syntax process of direct teaching from the average of 3.2 to 3.4 which categorized as good, the average of students’ activities increased from 87.5% to 96.6% which categorized as very good, classically students competence was raised from 75% to 100%. Key Words: Consumer interest, face treatment, microdermabrasion
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK GAMBIR TERHADAP SIFAT FISIK DAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) PADA HASIL JADI KRIM TABIR SURYA LIONY, BETTY
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6868

Abstract

Abstrak: Tabir surya adalah salah satu kosmetik yang digunakan untuk membaurkan atau menyerap secara efektif sinar matahari, terutama daerah emisi gelombang ultraviolet dan inframerah, sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan kulit karena cahaya sinar matahari. Ekstrak gambir sebagai bahan aktif kaya akan katekin yang berperan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak gambir terhadap sifat fisik yang meliputi warna, aroma, tekstur dan pH. Untuk mengetahui nilai pH diukur menggunakan pH meter dan untuk mengetahui nilai SPF yaitu dengan menguji absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer UV-vis Shimadzu-1800. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah ekstrak gambir dengan variasi 1 gram, 2 gram, 3 gram dan 4 gram. Variabel terikat, yaitu sifat fisik krim tabir surya meliputi warna, aroma, tekstur dan pH. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui pengamatan sifat fisik yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis menggunakan anava tunggal dengan uji lanjut Duncan program SPSS 16. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh penambahan ekstrak gambir terhadap sifat fisik meliputi warna, aroma,tekstur dan nilai SPF krim tabir surya. Tetapi ekstrak gambir tidak berpengaruh pada nilai pH tabir surya. Dapat disimpulkan semakin banyak ekstrak gambir warna yang dihasilkan semakin coklat, aroma yang dihasilkan semakin menunjukkan aroma gambir, dan tekstur yang dihasilkan kurang halus. Nilai SPF yang dihasilkan meningkat sesuai dengan jumlah penambahan ekstrak gambir, penambahan 1 gram ekstrak gambir SPF 3,4; 2 gram ekstrak gambir SPF 6,5; 3 gram ekstrak gambir SPF 10,02; dan 4 gram ekstrak gambir SPF 15,21, dan nilai pH tabir surya tetap netral antara 6.05-6.08. Kata Kunci : tabir surya, ekstrak gambir, sifat fisik, nilai SPF Abstract: Sunscreen is a cosmetic preparation used to effectively assimilate or absorb sunlight, especially the ultraviolet and infrared wave emissions, so as to prevent the occurrence of skin disorders due to sun light. Gambier extracts as active ingredients rich in catechins which act as antioxidants. The purpose of this study was to determine the influence of the gambir extract towards physical character including color, scent, texture and pH. To determine the pH value was measured using a pH meter and to determine the value of the SPF is by testing the absorbance using UV-vis spectrophotometer Shimadzu -1800. The type of this research is an experimental research. The independent variable in this study is the number of gambir extract the variation of 1 gram, 2 grams, 3 grams and 4 grams. The dependent variable, namely the physical characteristic of sunscreen creams including color, scent, texture and pH . The data collection uses observation method through physical characteristic observation which was done by 30 panelists. Physical characteristic test was analyzed using a single anova followed by Duncan's test to determine the existence of the different influence with SPSS 16 program. The results of this study shows that there is influence of adding the gambir extract towards the physical characteristic including color, scent, texture and SPF sunscreen cream value. However, gambir extract had no effect on the pH value of sunscreen. It can be concluded that more gambir extract produce more brown color, the resulting scent increasingly showing gambir scent, and the textures are less smooth. The result of SPF value increases according to the number of additional gambir extract , the addition of 1 gram of gambir extract SPF 3,4; 2 gram gambir extract SPF 6,5; 3 grams of gambir extract SPF 10 , and 4 grams of extract gambir SPF 15.21 , and sunscreen pH value remained neutral between 6,05 to 6,08 Keywords: sunscreen, gambier extract, physical characteristic, SPF
KOMPETENSI APLIKASI SHADING DAN TINTING PADA MAKE UP KOREKSI UNTUK BENTUK WAJAH BULAT, PERSEGI DAN SEGITIGA TERBALIK YULIATI, RINA
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6871

Abstract

Abstrak: Pada Umumnya, bentuk wajah oval dipandang sebagai bentuk wajah yang ideal, sehingga bentuk wajah bulat, persegi, dan segitiga terbalik perlu dilakukan koreksi dengan mengaplikasikan shading dan tinting untuk mendapatkan bentuk wajah yang ideal/oval. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kompetensi aplikasi shading dan tinting pada make up koreksi pada bentuk wajah bulat, persegi dan segitiga terbalik aspek yang diamati adalah ketepatan, kehalusan dan kesesuaian dengan bentuk wajah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. (1) Variabel bebas yaitu kompetensi aplikasi shading dan tinting pada make up koreksi, (2) Variabel terikat, hasil aplikasi shading dan tinting meliputi ketepatan, kehalusan dan kesesuaian dengan bentuk wajah, (3) Variabel kontrol, jenis kulit, proses pengerjaan sehari dan dilakukan oleh peneliti, menggunakan kosmetik yang sama. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 observer. Data observasi penelitian dianalisis menggunakan uji anava tunggal dengan bantuan SPSS. Hasil uji anava tunggal menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil aplikasi shading dan tinting yaitu ketepatan dan kesesuaian pada make up koreksi untuk bentuk wajah bulat, persegi dan segitiga terbalik. Sedangkan kehalusan tidak berbeda secara nyata. Hasil uji Duncan diketahui bahwa kompetensi aplikasi shading dan tinting pada make up koreksi untuk bentuk wajah bulat dan segitiga terbalik menghasilkan riasan yang sangat tepat dibandingkan dengan bentuk wajah persegi. Kompetensi aplikasi shading dan tinting pada make up koreksi untuk bentuk wajah segitiga terbalik dan persegi menghasilkan riasan yang sangat sesuai (oval) dibandingkan pada bentuk wajah bulat. Kata Kunci: Bentuk wajah bulat, wajah persegi dan wajah segitiga terbalik, kompetensi aplikasi shading dan tinting Abstract: Commonly oval face assumed as ideal face shape, thus round face, square, and inverted triangle required correction using application of shading and tinting to get ideal face shape (oval). The aims of this research were to know the competence of shading and tinting application in correction make up on round face, square, and inverted triangle including properness, smoothness, and conformity with the face shape.Type of this research was experimental. (1) independent variable that is shading and tinting application in correction make up, (2) dependent variables, result of shading and tinting application including properness, smoothness, and conformity with the face shape, (3) control variables, oily skin face, one day treatment processing by researcher, and similar cosmetic used. Data collecting technique used was observation performed by 30 observers. Data observation resulted then analyzed using one way anova with the help of SPSS program. Result of one way anova reveals that there was different result of shading and tinting application properness conformity in correction make up on round face, square, and inverted triangle. While subtlety does not differ significantly. Duncan test results revealed that the competence application shading and tinting on the makeup for round face shape correction and inverted triangle produces a very precise makeup compared to a square face shape. Competence application shading and tinting in correction makeup for inverted triangle dan square produce makeup very appropriate ( oval ) then on round face. Keywords: round face shape, square, and inverted triangle, competence of shading and tinting application
PERBEDAAN HASIL PENYEMBUHAN KULIT WAJAH BERJERAWAT ANTARA MASKER LIDAH BUAYA DENGAN MASKER NON LIDAH BUAYA WIDIAWATI, WAHYU
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6889

Abstract

Abstrak: Masker wajah merupakan salah satu jenis sediaan kosmetik untuk mengobati jerawat pada kulit wajah berjerawat. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman fungsional karena semua bagian dari tanaman dapat dimanfaatkan, baik untuk perawatan tubuh maupun untuk mengobati berbagai penyakit (jerawat) dan kaolin mempunyai daya kerja yang lebih aktif sehingga proses pengelupasan kulit yang dilakukan lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penyembuhan kulit wajah berjerawat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas adalah jenis masker (masker lidah buaya, masker lidah buaya+kaolin, masker non lidah buaya) dan variabel terikat yaitu hasil penyembuhan kulit wajah berjerawat dengan indikator berikut, produksi minyak pada wajah, ukuran pori-pori wajah, jerawat mengempis, jerawat mengering, jerawat berubah menjadi kulit mati dan terangkat, kecerahan kulit, dan kesembuhan jerawat. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan sampel sebanyak 30 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava Tunggal menggunakan program SPSS 16 dengan taraf signifikansi 5% (P<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perbedaan jenis masker terhadap pori-pori wajah dengan P=0,00 (<0,05) dan Fhitung 13,325, jerawat mengempis dengan P=0,00 (<0,05) dan Fhitung 20,507, jerawat mengering dengan P=0,00 (<0,05) dan Fhitung 28,422, jerawat berubah menjadi kulit mati dan terangkat dengan P=0,00 dan Fhitung 15,063, kecerahan kulit dengan P=0,00 (<0,05) dan Fhitung 22,021, dan kesembuhan jerawat dengan P=0,00 (<0,05) dan Fhitung. 15,258. Tidak terdapat perbedaan jenis masker terhadap produksi minyak dengan P=0,057 (>0,05) dan Fhitung 3,198. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil penyembuhan kulit wajah berjerawat antara masker lidah buaya dengan masker non lidah buaya pada semua indikator kecuali produksi minyak. Kata kunci : masker wajah, lidah buaya, kaolin Abstract: Face mask is one of cosmetic preparation to curing on acne face. Aloe vera is a functional plant because all section of this plant could be used, for body treatment or to curing many diseases (acne) and kaolin has more active performance, thus skin peeling process performed is deeply. The purpose of this research was to know result of curing acne face. Type of this research was experimental research. The independent variable was mask variety (aloe vera mask, aloe vera+kaolin mask, non aloe vera mask), and dependent variable was result of curing acne face with indicators as oil production on face, face pores size, deflated acne, shrink acne, acne become perish skin and lifted, also brightness skin. Data collection method used was observation with 30 samples. Data analysis technique used was one way Anava using SPSS 16 program by significance 5% (P<0.05) and continued with Duncan test. Based on data analysis there were differences of mask variety toward face pores size by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 13.325, acne deflated by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 20.507, acne shrink by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 28.422, acne become perish skin and lifted by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 15.063, skin brightness by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 22.021, and acne cure by P=0.00 (<0,05) and Fcalculation 15.258. There are no different of mask variety toward oil production by significance 0.057 (>0,05) and Fcalculation 3.198. From above analysis could be concluded that there were significant different of aloe vera face mask and non aloe vera face mask toward all indicators except oil production on result of curing acne face. Keywords: face mask, aloe vera, kaolin
PENGGUNAAN EKSTRAK BUAH ALPUKAT DAN MADU SEBAGAI BAHAN AKTIF HAIR TONIC UNTUK RAMBUT RONTOK DIANA, WAHYU
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6890

Abstract

Abstrak: Hair tonic (tonik rambut) adalah sediaan kosmetik berbentuk cair yang merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang digunakan untuk membantu menguatkan, memperbaiki pertumbuhan dan menjaga kondisi rambut. Hair tonic terdiri atas campuran bahan dasar dan bahan aktif. Pada penelitian ini, campuran ekstrak buah alpukat dan madu digunakan sebagai bahan aktif hair tonic untuk rambut rontok. Hal ini karena alpukat mengandung asam oleat yang berfungsi untuk memperlambat kerontokan serta mempercepat pertumbuhan rambut dan madu mengandung pinocembrin yang berfungsi untuk menguatkan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) proporsi ekstrak buah alpukat dan madu yang sesuai kriteria hair tonic SNI. 2) uji kesukaan yang meliputi warna, aroma, dan kesan pemakaian hair tonic. 3) kadar pH dan jumlah mikrobiologi sesuai SNI pada hair tonic yang disukai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen pada pembuatan hair tonic ekstrak buah alpukat dan madu dengan proporsi 1 ml : 5 ml (H1), 3 ml : 3 ml (H2), 5 ml : 1 ml (H3). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji kesukaan pada 30 panelis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji anava tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proporsi ekstrak buah alpukat dan madu 3 ml : 3 ml (H2) merupakan produk yang sesuai kriteria SNI. 2) hair tonic dengan kriteria tampak bening dan berwarna kuning kehijauan, beraroma menthol dan khas alpukat serta khas madu, dan ketika digunakan pada kulit terasa kesat dan agak berminyak merupakan hair tonic yang disukai panelis. 3) produk H2 memiliki kadar pH 6,8 dan angka lempeng total 2,3 10&sup1;, serta negatif dari bakteri staphiloccocus aureus, psedomonas aeruginosa dan candida albican sesuai ketentuan SNI. Hal ini menunjukkan bahwa produk H2 dimungkinkan dapat digunakan untuk mengatasi rambut rontok . Kata Kunci: Hair tonic, Ekstrak buah alpukat, Madu, Rambut rontok, SNI Abstract: Hair tonic is a liquid cosmetic which compound of chemical and/or other ingredients is use to strengthen, to improve growing and to protect hair condition. Hair tonic consist of basic and active ingredients mixture. In this research avocado extract and honey mixture is use as an active ingredient for hair loss hair tonic. Because, avocados contain oleic acid which serves to prevent hair loss and to accelerate hair growth, in the other side honey contains pinocembrin which serves to strengthen hair. The aims of this research was 1) the proportion of avocado extract and honey according to the criteria of SNI hair tonic. 2) Preference test including colour, aroma, and suggests the use of hair tonic. 3) pH level and microbiology number according to SNI criteria on preferred hair tonic. This research was experimental of hair tonic avocado extract and honey proportions were as follows 1 ml : 5 ml (H1), 3 ml : 3 ml (H2), and 5 ml : 1 ml (H3). The technique of observation used to collect the data preference test to the 30 panelists. The data was analyse technique with one way anova test. The result showed that 1) the proportion of avocado extract and honey 3 ml : 3 ml (H2) was the best criteria according to SNI. 2) hair tonic with proportion of avocado extract and honey 3 ml : 3 ml (H2) witch clear and greenish yellow color, has avocado, honey mixture and menthol smells, when it used on skin feel rough and rather oily was choice by panelists. 3) the product of H2 has a pH level 6.8 and total plate count 2.3 101, and negatively staphiloccocus aureus bacteria, pseudomonas aeruginosa, and candida albicans according to SNI. This research expressed that the hair tonic product of H2 can be used to prevent hair loss. Keywords: Hair tonic, Avocado extract, Honey, Hair loss, SNI
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MERKURI PADA KOSMETIK PERAWATAN KULIT MELALUI PENYULUHAN DENGAN MEDIA LEAFLET DI SMK NEGERI 6 SURABAYA YENIAR WILIS, DYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v3n01.6891

Abstract

Abstrak: Merkuri atau air raksa merupakan satu-satunya logam dengan bentuk cair. Unsur merkuri yang terkandung pada kosmetik sangat mudah diserap kulit dan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh. Konsentrasi merkuri yang berlebihan akan memberikan efek keracunan secara kronik atau akut. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan bahaya merkuri pada kosmetik perawatan kulit di SMK Negeri 6 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Variabel penelitian ini adalah: variabel bebas yaitu penyuluhan, variable terikat yaitu pengetahuan dan variabel control yaitu waktu mengerjakan soal tes 30 menit, media yang digunakan yaitu leaflet dan penyuluhan dilakukan oleh peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar soal pretest-posttest. Teknik analisis data menggunakan rata-rata penilaian lembar observasi dan menggunakan uji paired sample T-test, dengan bantuan komputer program SPSS 16.0. Hasil keterlaksanaan kegiatan penyuluhan dinilai berjalan sangat baik dan sistematis dan skor rata-rata untuk kegiatan pembuka (3,83), kegiatan inti (3,67) dan kegiatan penutup (3,75). ceramah Hasil uji paired sample T-test menunjukkan taraf signifikan 0.000 dan dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya merkuri pada kosmetik perawatan kulit sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media leaflet. Kata kunci : Pengetahuan remaja, merkuri, kosmetik perawatan kulit, leaflet. Abstract: Mercury or Hydrargyrum is the only metal in form of liquid. Mercury contained on cosmetics is very easy to be absorbed by skin and flows through the blood to entire of body. The excessive mercury concentration will give critical poisonous effect. The purpose of this research was to improve knowledge the dangerous of mercury on skin care cosmetics in SMK Negeri 6 Surabaya. Type of this research was pre-experiment with approximation one group pretest-posttest design. The population was youth of SMKN Negeri 6 Surabaya, while samples were 65 graders X Cosmetology in SMK Negeri 6 Surabaya. Variable in this research: the independent variable was counseling, the dependent variable was knowledge, and control variables were time to answer the question test 30 minutes, media used in form of leaflet and counseling performed by researcher. Data collecting method used observation and test. Research instrument used observation sheet and pretest-posttest question sheet. Data analysis technique used was mean of observation sheet valuation and using paired sample t-test, using SPSS 16.0 computer program. The realization of counseling activity appraised very good and systematic, and mean score for introduction activity 3.83, main activity 3.67, and closing activity 3.75. Test result of paired sample t-test shows significance 0.000 and could be concluded that Ha accepted, which means there was improvement knowledge of participants about the dangerous of mercury on skin care cosmetics after given counseling using leaflet media. Keywords: youth knowledge, mercury, skin care cosmetics, leaflet.

Page 6 of 73 | Total Record : 730


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue