cover
Contact Name
Julina BR Sembiring
Contact Email
azkatepu@gmail.com
Phone
+6282162165553
Journal Mail Official
rekammedic@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekam Medic
ISSN : -     EISSN : 26146398     DOI : 10.33085
Jurnal Rekam Medic dikelola oleh Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal mencakup tema yang fokus pada bidang administrasi dan layanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Terbitan ini berisi artikel bidang berkaitan dengan Kebijakan Pelayanan, Admnistrasi dan Rekam Medik. Jurnal Rekam Medic diterbitkan berkala 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Artikel yang diserahkan ke jurnal ini akan ditinjau oleh editor dan reviewer. Naskah artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Rekam Medic mencakup ranah penelitian, penerapan, atau konseptual. JRM tersedia online dan akses terbuka, sehingga penulis dan peneliti dapat lebih mudah mengakses hasil penelitian yang telah dipublikasikan di JRM.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Elektronik Penyakit Demam Berdarah Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Zebua, Rezekieli
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6897

Abstract

Latar Belakang:: Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit dapat didirikan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau swasta. Rekam medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis, menjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data rekam medis, mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis yang berbasis digital dan terintegrasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kelengkapan berkas rekam medis pasien demam berdarah pada lembar identitas pasien, anamnesis, informed consent, Resume medis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 76 rekam medis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist. Hasil penelitian diperoleh persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 88,2% berkas terisi lengkap, anamnesis sebesar 89,5%, informed consent sebesar 100%, Resume medis sebesar 100%. Kesimpulan: Penyebab ketidaklengkapan karena kurangnya ketelitian dan kedisplinan dalam pengisian berkas rekam medis elektronik. Diharapkan bagi petugas rekam medis, ketelitian dan kedisiplinan dalam melengkapi rekam medis
Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kode Diagnosis Obstetri Rawat Inap Di Rumah Sakit Marinir E.W.A. Pangalila Surabaya Wahyuningsih, Siti Kholifah
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6901

Abstract

Latar Belakang: Ketepatan pengkodean diagnosis merupakan indikator penting dalam pengelolaan data rekam medis khususnya pada kasus obstetri yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Kesalahan dalam pengkodean diagnosis dapat memengaruhi akurasi data statistik rumah sakit, klaim asuransi, serta mutu pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis obstetri rawat inap di Rumah Sakit Marinir E.W.A. Pangalila Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang memiliki keterlibatan langsung dalam proses pengkodean diagnosis obstetri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta divalidasi menggunakan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis difokuskan pada lima unsur penyebab yaitu man, method, machine, material, dan money. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan kode diagnosis obstetri rawat inap disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor man berupa keterbatasan pengetahuan dan kompetensi petugas dalam memahami serta menerapkan kode secara tepat, faktor money yang berkaitan dengan belum adanya pelatihan koding dan faktor material terkait berkaitan dengan kurang lengkapnya isi berkas rekam medis yang berdampak pada kesulitan dalam menetapkan kode diagnosis yang tepat. Kesimpulan: Adapun faktor method dan machine tidak termasuk sebagai faktor penyebab ketidaktepatan pengkodean diagnosis obstetri. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan perlunya upaya perbaikan melalui pelatihan rutin, pelaksanaan audit koding, serta evaluasi berkala terhadap proses pengkodean agar akurasi data guna meningkatkan ketepatan dalam pengkodean diagnosis khususnya kasus obstetric
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Elektronik Penyakit Demam Berdarah Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Rezekieli Zebua
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6897

Abstract

Latar Belakang:: Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit dapat didirikan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau swasta. Rekam medis adalah dokumen yang berisikan data identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis, menjamin keamanan, kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data rekam medis, mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis yang berbasis digital dan terintegrasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kelengkapan berkas rekam medis pasien demam berdarah pada lembar identitas pasien, anamnesis, informed consent, Resume medis di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 76 rekam medis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist. Hasil penelitian diperoleh persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 88,2% berkas terisi lengkap, anamnesis sebesar 89,5%, informed consent sebesar 100%, Resume medis sebesar 100%. Kesimpulan: Penyebab ketidaklengkapan karena kurangnya ketelitian dan kedisplinan dalam pengisian berkas rekam medis elektronik. Diharapkan bagi petugas rekam medis, ketelitian dan kedisiplinan dalam melengkapi rekam medis
Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kode Diagnosis Obstetri Rawat Inap Di Rumah Sakit Marinir E.W.A. Pangalila Surabaya Siti Kholifah Wahyuningsih
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6901

Abstract

Latar Belakang: Ketepatan pengkodean diagnosis merupakan indikator penting dalam pengelolaan data rekam medis khususnya pada kasus obstetri yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Kesalahan dalam pengkodean diagnosis dapat memengaruhi akurasi data statistik rumah sakit, klaim asuransi, serta mutu pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis obstetri rawat inap di Rumah Sakit Marinir E.W.A. Pangalila Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang memiliki keterlibatan langsung dalam proses pengkodean diagnosis obstetri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta divalidasi menggunakan triangulasi teknik. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis difokuskan pada lima unsur penyebab yaitu man, method, machine, material, dan money. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan kode diagnosis obstetri rawat inap disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor man berupa keterbatasan pengetahuan dan kompetensi petugas dalam memahami serta menerapkan kode secara tepat, faktor money yang berkaitan dengan belum adanya pelatihan koding dan faktor material terkait berkaitan dengan kurang lengkapnya isi berkas rekam medis yang berdampak pada kesulitan dalam menetapkan kode diagnosis yang tepat. Kesimpulan: Adapun faktor method dan machine tidak termasuk sebagai faktor penyebab ketidaktepatan pengkodean diagnosis obstetri. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan perlunya upaya perbaikan melalui pelatihan rutin, pelaksanaan audit koding, serta evaluasi berkala terhadap proses pengkodean agar akurasi data guna meningkatkan ketepatan dalam pengkodean diagnosis khususnya kasus obstetric
Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dokter Komang Makes Belawan Deby Laras Andira; Dian Maya Sari Siregar; Khoirotun Najihah
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v6i2.6238

Abstract

Pendahuluan: Kinerja perawat adalah tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang dilakukan oleh perawat dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan profesi dan sasaran unit. Kerja yang berlebihan akan menimbulkan stres kerja pada perawat. Menurut survei awal peneliti pada perawat pelaksana bahwa stress kerja yang dialami oleh perawat di rumah sakit tersebut berasal dari stres kepribadian (personal stress) dan beban kerja dengan tuntutan yang banyak yang harus dikerjakan perawat. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Dokter Komang Makes Belawan. Metode :  Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit Angkatan Laut Dokter Komang Makes Belawan berjumlah 48 orang, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan metode uji Chi-Square, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik. Hasil : Penelitian menunjukkan variabel stress kerja memiliki nilai (p = 0,004) dan variabel beban kerja  memiliki nilai (p = 0,980). Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel stress kerja lebih berpengaruh sebesar 82,79% terhadap kinerja perawat, serta terdapat 17,20% pengaruh dari variabel lain yang belum diteliti. Kesimpulan : Penelitian ada pengaruh stres kerja yang lebih signifikan terhadap kinerja perawat, sedangkan tidak ada pengaruh beban kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Dokter Komang Makes Belawan. Disarankan kepada perawat untuk lebih memanfaatkan waktu secara efektif dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan.
Analisis Kualitas Penyimpanan Berkas Rekam Medis Dirumah Sakit Rajawali Citra Bangunyapan Yogyakarta Abdul Muchlis
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6957

Abstract

Latar belakang: Penyimpanan berkas Rekam Medis (filling) sangat penting untuk dilakukan dalam suatu institusi pelayanan kesehatan karena dapat mempermudah dan mempercepat ditemukan kembali berkas rekam medis yang disimpan dalam rak penyimpanan, mudah dalam pengambilan dari tempat penyimpanan, mudah pengembaliannya, melindungi berkas Rekam Medis dari bahaya pencurian, bahaya kerusakan fisik, kimiawi, dan biologi. Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui bagaimana Kualitas Penyimpanan Rekam Medis di Rumah Sakit Rajawali Citra. Metode penelitian: ini menggunakan kualitatif deskriptif. Rancangan penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rajawali Citra Banguntapan Bantul Yogyakarta yang dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Obyek dan subyek pada penelitian ini adalah petugas rekam medis khususnya pada bagian Filling sebanyak 4 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: menunjukan bahwa kualitas penyimpanan berkas rekam medis dirumah sakit rajawali citra banguntapan yogyakarta masih belum memenuhi standar indikator mutu yang telah ditetapkan. Kesimpulan: masih terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh petugas dikarenakan adanya fasilitas yang belum memadai.
Pengaruh Pengelolaan Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Arief Hidayat Guci; Sri Agustina Meliala; Chairulsyah Putra
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6898

Abstract

Pendahuluan; Pengelolaan rekam medis di rumah sakit untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya mencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan; untuk mengetahui Pengaruh Pengelolaan Rekam Medis Rawat di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere. Metode; Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah kepala rekam medis, staf rekam medis, dan perawat rawat jalan. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi, data sekunder diperoleh dari dokumen rekam medis Rumah Sakit Mitra Medika Premiere. Hasil; Penelitian didapatkan Alur Rekam Medis rawat jalan, terlalu panjang. SDM kurang di bagian indeksing, dan untuk analising, assembling, pelaporan merangkap satu orang. Kualifikasi Pendidikan staf tidak sesuai standar profesi rekam medis. SIMRS belum pernah terlaksana. Serta staf tidak mengetahui isi dari SPO. Kesimpulan; Penelitian ini adalah Alur Rekam Medis Rawat Jalan tidak sesuai dengan standar rekam medis rumah sakit di indonesia. SDM kurang, SIMRS belum pernah berjalan. SPO tidak berjalan, karena tidak adanya sosialisasi dari pimpinan.
Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) DiRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar Tahun 2025 Sri Wahyuni; Darmawati Junus; Reski Dewi Pratiwi
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i1.6896

Abstract

Latar Belakang, Adanya kebijakan pemerintah mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengimplementasikan RME sesuai dengan Permenkes No.24 Tahun 2022.Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar tahun 2025. Metode, yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Hasil dan Kesimpulan, menunjukkan bahwa kesiapan RSUD Haji Makassar dalam menerapkan RME masih menghadapi beberapa tantangan, terutama pada aspek pelatihan sumber daya manusia dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Namun, terdapat komitmen dari pihak manajemen untuk terus meningkatkan kesiapan melalui pelatihan, penguatan budaya kerja, dan perbaikan sistem tata kelola. Saran, dari penelitian ini adalah diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan SDM serta penguatan infrastruktur agar implementasi RME dapat berjalan optimal.
Pengaruh Pengguna Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Imam Muhammad; Manisha Manisha
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i2.7068

Abstract

Latar Belakang, Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dapat dicirikan dengan fungsinya melalui informasi dan jenis layanan yang ditawarkan. Namun, di RS Bhayangkara Makassar, beberapa unit seperti keuangan dan kepegawaian belum terintegrasi dengan baik. Kendala yang dihadapi mencakup kurangnya keterampilan pengguna, fitur yang tidak lengkap, dan kesalahan data yang memperlambat pelayanan pasien. Tujuan penelitian, Untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Metode, Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study dengan sampel 177 responden. Teknik analisis menggunakan analisis univariat, dan bivariat dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil dan kesimpulan, terdapat pengaruh penggunaan SIMRS pada SDM (0,039), Hardware (0,029), Software (0,011), network (0,039), monitoring (0,024), terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Saran : Perawatan perangkat keras secara teratur, pembaruan perangkat lunak berkala, dan jaringan yang handal adalah kunci untuk meningkatkan kinerja SIMRS. Implementasi sistem monitoring yang menyeluruh juga penting untuk mengawasi kinerja SIMRS secara real-time dan mendeteksi masalah lebih awal. Langkah-langkah ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit.
Faktor Yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Kerja di Unit Kerja Rekam Medis Widiya Nisa
Jurnal Rekam Medic Vol 9, No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v9i2.7115

Abstract

dan juga kepada pasien karena berkas rekam medis memiliki nilai terhadap administrasi, hukum, penelitian, dokumentasi, dan medis. Semua pasien yang masuk pada pelayanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan prosedur operasional kerja diunit kerja rekam medis Rumah Sakit Islam Malahayati. Metode: menggunakan total sampling dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian dengan jumlah responden 32 orang. Hasil: Hasil yang minoritas pengetahuan kurang dengan pelaksanaan SPO kurang 1 orang (3,1%). minoritas sikap baik dengan pelaksanaan SPO kurang 1 orang (3,1%). minoritas pengawasan kurang dengan pelaksanaan SPO kurang 3 orang (9,4%). dan minoritas pelatihan kurang degan pelaksanaan SPO kurang 2 orang (6,3%). Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan faktor pengetahuan dengan pelaksanaan SPO oleh Unit kerja rekam medis.Ada hubungan signifikan faktor sikap, faktor pengawasan, faktor pelatihan dengan pelaksanaan SPO oleh unit kerja rekam medis.

Page 11 of 12 | Total Record : 112