cover
Contact Name
Julina BR Sembiring
Contact Email
azkatepu@gmail.com
Phone
+6282162165553
Journal Mail Official
rekammedic@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekam Medic
ISSN : -     EISSN : 26146398     DOI : 10.33085
Jurnal Rekam Medic dikelola oleh Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal mencakup tema yang fokus pada bidang administrasi dan layanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Terbitan ini berisi artikel bidang berkaitan dengan Kebijakan Pelayanan, Admnistrasi dan Rekam Medik. Jurnal Rekam Medic diterbitkan berkala 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Artikel yang diserahkan ke jurnal ini akan ditinjau oleh editor dan reviewer. Naskah artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Rekam Medic mencakup ranah penelitian, penerapan, atau konseptual. JRM tersedia online dan akses terbuka, sehingga penulis dan peneliti dapat lebih mudah mengakses hasil penelitian yang telah dipublikasikan di JRM.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Komplain di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Simanjuntak, Nodis Putra; Tarigan, Andini Mentari
Jurnal Rekam Medic Vol 4, No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v4i2.5071

Abstract

Pendahuluan:Pelayanan kefarmasian rumah sakit merupakan kegiatan yang berperan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan. ketepatan waktu dalam pelayanan dapat meningkatkan kepuasan pasien dan mengurangi komplain dari pasien.Tujuan:untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan terjadinya komplain di instalasi farmasi RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Tahun 2021.Metode:Menggunakanmetode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Lokasi penelitian di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan. Populasi penelitian seluruh pasien rawat jalan yang melakukan pengobatan di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan dan sampel sebanyak 9250 orang.Hasil: Menunjukkan bahwa variabel bukti nyata dengan p-value 0,0040,05, keandalan dengan p-value 0,0080,05, daya tanggap dengan p-value 0,0000,05, jaminan dengan p-value 0,0000,05 dan empati dengan p-value 0,0020,05Kesimpulan:ada hubungan variabel bukti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dengan terhadap faktor yang berhubungan dengan terjadinya komplain di instalasi farmasi RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Medan dengan p sig 0,05. Disarankanagar petugas di instalasi farmasi tetap mempertahankan mutu pelayanan yang sudah baik dan meningkatkan mutu pelayanan yang masih kurang, sehingga pasien tetap akan merasa puas.
Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Perawat Rumah Sakit Umum Sundari Kota Medan Lestari, Debby; Moriza, Tengku; Crystandy, Muhammad; Daulay, Cahya Aisyah
Jurnal Rekam Medic Vol 7, No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v7i2.6255

Abstract

Pendahuluan: Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit adalah terciptanya cara kerja, lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan meningkatkan derajat kesehatan perawat di rumah sakit. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, ada sebanyak 10 perawat, diantaranya 3 perawat menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan 7 Perawat tidak menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan: untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerapan K3 pada Perawat. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan sampel adalah Total Sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Sikap (p= 0,0020,05) dan Pengawasan (p= 0,0000,05) dengan penerapan K3. Dan Terdapat tidak ada hubungan pengetahuan (p= 0,5730,05) dan Sosialisasi K3 (p= 0,6740,05) dengan penerapan K3 pada Perawat RSU Sundari Kota Medan Tahun 2022. Kesimpulan: penelitian ini bahwa sikap dan pengawasan ada hubungan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sedangkan pengetahuan dan sosialisasi K3 tidak ada hubungan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Disarankan: kepada perawat Rumah Sakit Umum Sundari Kota Medan untuk melalukan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dan menanyakan kepada perawat yang sudah senior sehingga pengetahuan, sikap, sosialisasi K3 dan pengawasan yang kurang baik dapat menjadikan lebih baik.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Puskesmas Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Asifa, Dira
Jurnal Rekam Medic Vol 2, No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v2i1.4253

Abstract

Pendahuluan; Berhasilnya organisasi dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung kepada kepemimpinan dan gaya kepemimpinan, juga bergantung pada kualitas SDM yaitu tentang kedisiplinan pegawai nya. Tanpa kedisiplinan kerja yang tinggi maka tugas atau pekejaan yang akan dilaksanankan tidak akan mencapai hasil yang maksimal sehingga tujuan organisasi dapat tidak tercapai dengan baik. Terdapat permasalahan di Puskesmas Pekan Labuhan yaitu tingkat disiplin kerja pegawai masih kurang baik terutama dalam hal ketaatan terhadap waktu, misalnya dalam hal tidak mematuhi ketentuan jam kerja dan tidak tepat waktu dalam penyelesaian tugas serta jarang menggunakan atribut yang lengkap seperti bad nama. Tujuan; untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di Puskesmas Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2018. Metode; Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 39 pegawai dan sampel diperoleh dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil; Dari tabel uji univariat didapatkan hasil bahwa dari 4 variabel gaya kepemimpinan, mayoritas pegawai mengatakan bahwa kepala puskesmas pekan labuhan memiliki gaya kepemimpinan bebas dengan disiplin kerja pegawai sedang. Sementara berdasarkan uji bivariat menggunakan Chi-square didapatkan hasil bahwa ada 3 gaya kepemimpinan yang berpengaruh dengan disiplin kerja yaitu gaya kepemimpinan demokratik, gaya kepemimpinan birokratik dan gaya kepemimpinan bebas Kesimpulan dan saran; Hasilnya dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala puskesmas pekan labuhan menggunakan gaya kepemimpinan bebas serta memiliki disiplin kerja yang sedang. Disarankan agar kepala puskesmas pekan labuhan bisa menerapkan gaya kepemimpinan birokratis agar disiplin kerja pegawai dapat lebih baik lagi, kepala puskesmas juga harus bisa bersikap lebih tegas lagi dalam memimpin para pegawai nya yang melanggar aturan, lebih bisa menjalin kedekatan dengan semua pegawai, serta lebih bisa lagi mempertimbangkan saran ataupun pendapat dari para pegawai nya. Untuk para pegawai juga agar lebih bisa menaati peraturan yang telah dibuat, lebih ditingkatkan lagi semangat dalam bekerja sehingga timbul rasa tanggungjawab terhadap tugas-tugas yang diberikan serta lebih bisa lagi ditingkatkan komunikasi antara semua pegawai dengan pimpinan.
Tingkat Pendidikan Berpengaruh Signifikan terhadap Prestasi Kerja Perawat Suprapto, Suprapto; Mulat, Trimaya Cahya; Kamaruddin, Muh Ihsan
Jurnal Rekam Medic Vol 6, No 2 (2023): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v6i2.6009

Abstract

Pendahuluan: Tingkat pendidikan yang lebih tinggi biasanya memberikan perawat pengetahuan yang lebih mendalam tentang praktek perawatan kesehatan, perkembangan terkini, dan meningkatkan kemampuan analitis dan pemecahan masalah perawat, memungkinkan mereka untuk memberikan perawatan yang lebih efektif. Tujuan: Tujuan penelitian mengetahui tingkat pendidikan pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja perawat. Metode: Desain penelitian adalah penelitian deksriptif analitik kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh perawat yang bekerja pada ruang perawatan interna sebanyak 26 respon dengan menggunakan teknik pengambilan sample adalah total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05, diperoleh nilai p = 0,003, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pretasi kerja perawat pelaksana. Kesimpulan: Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pretasi kerja perawat pelaksana. Perawat dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan keterampilan klinis yang lebih baik, memungkinkan mereka memberikan perawatan dengan kualitas yang lebih tinggi.
Analisis Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSU Mitra Sejati Medan Meliala, Sri Agustina
Jurnal Rekam Medic Vol 1, No 1 (2018): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v1i1.3976

Abstract

Angka Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUD Kotapinang tergolong rendah, yaitu 2,37 % pada tahun 2013 dan 5,21 pada tahun 2014. Rendahnya angka BOR ini diduga berkaitan dengan adanya ketidakpuasan pasien terhadap mutu pelayanan di ruang rawat inap RSUD Kotapinang. Tujuan: Tujuan penelitian ini  adalah untuk menganalisis pengaruh mutu pelayanan tampilan fisik (Tangible), kehandalan (Reliability), ketanggapan (Responsiveness), jaminan (Assurance), dan empati (Empathy) terhadap kepuasan pasien rawat inap di RSUD Kotapinang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan research explanatory dengan rancangan cross sectional dengan sampel pasien rawat inap berjumlah 85 orang. Metode: Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden berisi pernyataan tentang mutu pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien di RSUD Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Hasil: Hasil penelitian didapat variabel empati dengan nilai p 0,001, artinya variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kesembuhan pasien di samping obat yang dimakan, mutu layanan juga sangat berpengaruh terhadap kecepatan kesembuhan pasien. Mereka menginginkan agar dilayani tanpa membeda-bedakan golongan, suku dan agama. Kesimpulan: Diharapkan penelitian dapat memberi masukan kepada staf dan petugas RSUD Kotapinang untuk terus mengupayakan memberikan pelayanan prima kepada setiap pasien dengan ketulusan hati guna tercapainya kepuasan serta loyalitas pasien.
Analisa Kinerja Petugas TB (Tuberculosis) di Rumah Sakit yang Telah Dilatih Program HDL (Hospital Dots Lingkage) di Kota Medan Fitria, Dilla
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 2 (2020): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i2.4953

Abstract

Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yang direkomendasikan oleh WHO merupakan pendekatan yang paling tepat saat ini dan harus dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh dengan melakukan pengawasan dan pengendalian pengobatan penderita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi yaitu pengetahuan, pelatihan, sikap, motivasi; faktor pemungkin yaitu sarana dan prasarana atau fasilitas; maupun faktor penguat yaitu pengawasan dan pembinaan Direktur Rumah Sakit (kepemimpinan) terhadap kinerja petugas rumah sakit terhadap pelaksanaan strategi DOTS pada pasien TB di rumah sakit yang telah dilatih Program HDL (Hospital DOTS Lingkage) di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas P2TB di rumah sakit yang telah memperoleh pelatihan program HDL dari Dinas Kesehatan terdiri dari 3 profesi yaitu dokter, paramedis, dan petugas laboratorium dengan total sebanyak 42 orang, maka seluruh populasi diambil sebagai sampel. Tahapan analisis data yaitu univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pengetahuan (p=0,009), motivasi (p=0,045), sarana dan prasarana (p=0,013) dan kepemimpinan (p=0,016) terhadap kinerja petugas dalam pelaksanaan strategi DOTS. Variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja petugas adalah pengetahuan dengan nilai koefisien regresi 4,196. Petugas yang memiliki pengetahuan cukup, motivasi tinggi, sarana dan prasarana cukup dan kepemimpinan cukup memiliki probabilitas sebesar 99% untuk kinerja yang baik. Diharapkan rumah sakit perlu berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan P2TB dengan cara menginstruksikan, melakukan supervisi, memberikan reward, direktur langsung mengawasi pelaksanaan DOTS di rumah sakit. Dinas Kesehatan Kota Medan agar dapat melengkapi sarana maupun prasarana.
Hubungan Kualifikasi Coder dengan Kesesuaian Kode Diagnosis Rawat Jalan Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Gempol Dyawati, Nova; Ibrahim, Muhammad Malik; Sari, Ika Puspita
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 2 (2022): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i2.5341

Abstract

Pendahuluan: Ketidaksesuaian coding di Indonesia masih sering terjadi dibeberapa fasyankes tingkat pertama, salah satunya di Puskesmas Gempol. Kode diagnosa yang tidak sesuai karena tidak dilakukan sesuai kaidah coding menurut ICD-10.  Ketidaksesuaian kode diagnosis diduga oleh kualifikasi yang tidak sesuai. Tujuan: Tujuan dari penelitian yakni menganalisis kualifikasi coder dengan kesesuaian kode dagnosis rawat jalan berdasarkan ICD-10. Metode:  Jenis penelitian yaitu analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi subjek yakni seluruh petugas coder diagnosis rawat jalan dan populasi objek adalah dokumen yang dikode oleh petugas pada bulan 21 Maret – 4 April 2022. Sampel pada penelitian ini berjumlah 7 orang coder dan 245 berkas dengan teknik consecutive sampling. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan continuity correction menunjukkan bahwa p=0,001 (nilai p0,05) yang berarti ada hubungan antara kualifikasi coder dengan kesesuaian kode diagnosis rawat jalan di Puskesmas Gempol. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan petugas mengikuti pelatihan khusus pengkodean diagnosis penyakit guna meningkatkan kualifikasi coder dan menunjang kesesuaian kode diagnosis penyakit.
Pelaksanaan Retensi Berkas Rekam Medis Pada Masa Peralihan Berkas Rekam Medis Manual Ke Berkas Rekam Medis Eletronik di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru Ilham, Muhammad Adiul; Rangkuti, Dyna Safitri Rakhelmi; Sapriadi, Sapriadi; Telaumbanua, Harmonis; Sinaga, Laila Ilya
Jurnal Rekam Medic Vol 8, No 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v8i2.6732

Abstract

Pendahuluan: Retensi atau penyusutan merupakan pengurangan jumlah formulir yang terdapat di dalam berkas rekam medis dengan cara memilah nilai guna dari tiap-tiap formulir berkas rekam medis. Rekam medis elektronik (RME) di atur dalam Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No.24 Tahun 2022 dimana rekam medis elektronik merupakan rekam medis yang dibuat dengan menggunakan sistem elektroni yang diperuntukan bagi penyelenggaraan rekam medis, Tujuan: Dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan retensi berkas rekam medis pada masa peralihan berkas rekam medis manual ke rekam medis elektronik di Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru, Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara, dengan menggunakan unsur manajemen 6M yang terdiri dari Man,Money, Material, Machine, Methods, Market menurut George R. terry. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 informan yang terdiri 2 infroman utama, 1 informan pendukung, dan 2 informan triangulasi, Hasil: Penelitian didapatkan unsur Man yaitu pengetahuan petugas dalam pelaksanaan retensi, Money yaitu terdapat anggaran dalam pelaksanaan retensi dan pengadaan rekam medis elektronik, Material yaitu berkas yang di retensi merupakan berkas rekam medis manual 5 tahun terakhir, Machine yaitu peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan retensi, Methods standar operasional prosedur pelaksanaan retensi telah ada dan standar operasional prosedur penggunaan rekam medis elektronik masih dalam pengembangan, Kesimpulan: Dalam penelitian ini yaitu unsur man, money, material, machine, methods, menjadi hal penting dalam pelaksanaan retensi di Rumah Sakit. Saran dalam penelitian ini diharapkan kepada pihak Rumah Sakit untuk dapat mempercepat pelaksanaan retensi, dan melakukan perawatan berkala terhadap peralatan yang di gunakan.
Pengetahuan Perawat terhadap Pelaksanaan Hand Hygiene di RSUD Simeuleu Elianah, Elianah
Jurnal Rekam Medic Vol 3, No 1 (2020): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v3i1.4885

Abstract

Hand hygiene adalah salah satu tindakan prevensi untuk cross infection. Mencuci tangan yang tidak memadai dapat menjadi wadah terjadinya infeksi.Perawat di RSUD Simeuleu umumnya belum mengetahui dengan baik tujuan dan fungsi kebersihan tangan, serta perawat juga belum melaksanakan kebersihan tangan dengan benar, baik berdasarkan 5 (lima) momen maupun 6 (enam) langkah menurut WHO.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan hand hygiene di Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue tahun 2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik yang bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan Metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Simeulue yang keseluruhannya berjumlah 197 orang dengan sampel sebanyak 132 orang.Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi square).Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden dalam kategori kurang (74,2%) dan pelaksanaan hand hygiene amyoritas dalam kategori kurang (85,6%). Hasil penelitian dengan uji chi square diketahui ada hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan hand hygiene dengan nilai p-value sebesar 0,0060,05. Hasil penelitian analisis multivariat dengan regresi logistik diketahui Exp (B) pada pengetahuan sebesar 0,243 yang berarti bahwa perawat yang memiliki pengetahuan yang semakin baik cenderung melaksanakan hand hygiene sebesar 0,243 kali dibandingkan yang memiliki pengetahuan yang kurang.Kepada pimpinan RSUD Simeuleu melengkapi fasilitas dan jumlah kebutuhan hand hygiene baik itu handshop ataupun handrub sesuai standar yaitu di atas 60% diseluruh ruang rawat inap. Kepada perawat agar meningkatkan pengetahuan dan kepatuhannya dalaam melakukan hand hygiene baik itu dengan carahandshop ataupun handrub agar penularan HAIs tidak terjadi baik pada perawat sendiri, pasien maupun keluarga.
Tinjauan Pelaksanaan Penyusutan Rekam Medis Inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang Rahmawati, Rena Maulina; Indawati, Laela; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri
Jurnal Rekam Medic Vol 5, No 1 (2022): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v5i1.5159

Abstract

Pendahuluan: Rekam medis adalah berkas yang terdiri dari catatan dan dokumen yang berisi hasil pemeriksaan, identitas pasien, tindakan, pelayanan serta pengobatan yang telah diberikan oleh Rumah Sakit kepada pasien. Rekam medis inaktif adalah rekam medis yang tidak digunakan selama 5 tahun terkahir. Pelaksanan penyusutan rekam medis inaktif mempunyai beberapa tahap, dimulai dari pemilahan, pemindahan, penilaian, dan pemusnahan. Tujuan: pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang. Metode: penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif artinya peneliti melakukan observasi dan wawancara terkait pelaksanaan penyusutan rekam medis. Hasil: penelitian RSU Bhakti Asih Tangerang sudah memiliki SPO penyusutan rekam medis inaktif yang mencakup pelaksanaan pemilahan, pemindahan, penilaian, dan pemusnahan, serta adapula SPO pemusnahan. Dalam pelaksanaan penyusutan rekam medis inaktif di RSU Bhakti Asih Tangerang masih terdapat beberapa yang belum sesuai dengan SPO penyusutan dan kebijakan surat edaran dirjen yanmed tentang penyusutan rekam medis inaktif. Kendala dalam pelaksanaanya yaitu SDM, alat pengalihmediaan, sistem pada komputer, sarana dan prasarana, serta lokasi ruang penyimpanan rekam medis. Saran: untuk penyusutan rekam medis di RSU Bhakti Asih yaitu sebaiknya SPO penyusutan disesuaikan lagi dengan kebijakan surat edaran dirjen yanmed terkait penyusutan rekam medis inaktif sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan benar.

Page 7 of 10 | Total Record : 98