cover
Contact Name
Sinonim Journal of Language and Literature
Contact Email
sinonimjournaloflanguageandlit@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sinonimjournaloflanguageandlit@gmail.com
Editorial Address
Mailing Address Sinonim Journal of Language and Literature Cattleya Darmaya Fortuna Marindal 1, Pasar IV Jl. Karya Gg. Anugerah Kecamatan. Patumbak, Medan - Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinonim : Journal of Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 2987162X     DOI : https://doi.org/10.54209/sinonim.v3i02
Core Subject :
Embracing the field of linguistics and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles, research reports, and conceptual paper addressing linguistics and literature, including: Critical Discourse Analysis, Pragmatics, Sociolinguistics, Applied Linguistics, Anthropological Linguistics, Literary Theory, Literary History, Literary Criticism.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Naratif Trauma dan Memori Kolektif: Pembacaan Psikoanalitik pada Novel Pasca-Konflik Lubis, Sudirman
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 2 No. 02 (2024): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v2i02.441

Abstract

Penelitian ini mengkaji naratif trauma dalam novel pasca-konflik dengan pendekatan psikoanalitik untuk mengungkap bagaimana trauma individu dan kolektif digambarkan serta dibangun dalam teks sastra. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana teknik naratif, seperti fragmentasi waktu, pergeseran fokalisasi, dan penggunaan arsip, digunakan oleh penulis untuk menggambarkan pengalaman traumatik yang sering kali terpecah, terputus, dan tidak dapat disampaikan dengan cara yang linear. Memori kolektif berfungsi sebagai mekanisme penting dalam proses rekonsiliasi dan pemulihan pasca-konflik, dan narasi ini berperan dalam memfasilitasi komunikasi antara trauma individu dan ingatan sosial yang lebih luas. Dengan menganalisis tiga novel pasca-konflik yang berlatar perang dan krisis sosial di Asia Tenggara, penelitian ini menemukan bahwa teknik-teknik seperti fragmentasi waktu dan fokalisasi berganda menciptakan ruang bagi pembaca untuk memahami bagaimana ingatan kolektif dibangun melalui kesaksian bersama. Penggunaan arsip (seperti foto, dokumen, dan surat) dalam teks menggambarkan bagaimana memori dapat dikonstruksi melalui materi yang dapat diakses dan diperbarui secara sosial. Sementara itu, kesunyian dalam teks—baik melalui ruang kosong dalam narasi maupun ketidakmampuan untuk menggambarkan pengalaman kekerasan secara verbal—menjadi simbol dari trauma yang tidak dapat sepenuhnya diungkapkan, namun tetap hadir dalam bentuk yang tersembunyi. Penelitian ini juga menyarankan bahwa naratif trauma pasca-konflik berfungsi bukan hanya sebagai rekonstruksi kekerasan masa lalu, tetapi juga sebagai mekanisme berduka yang memungkinkan masyarakat untuk bernegosiasi dengan ingatan kolektif yang sering kali penuh dengan ketegangan. Dengan demikian, temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana sastra pasca-konflik berperan dalam menciptakan ruang untuk rekonsiliasi memori dan membantu masyarakat untuk merawat trauma bersama yang dihadapi oleh individu dan kelompok.
Task-Based Language Teaching untuk Literasi Akademik: Efektivitas pada Mahasiswa Tahun Pertama Sinaga, Frans Tama
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 2 No. 02 (2024): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v2i02.442

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam meningkatkan literasi akademik pada mahasiswa tahun pertama di program studi bahasa Inggris. Dalam konteks pendidikan tinggi, pengajaran literasi akademik yang efektif sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik yang semakin kompleks. TBLT, yang berfokus pada penggunaan tugas-tugas autentik untuk mendorong pengembangan keterampilan bahasa, diyakini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis, membaca, dan berkomunikasi secara akademis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol, di mana satu kelompok mahasiswa menerima pengajaran literasi akademik menggunakan pendekatan TBLT, sementara kelompok lain menggunakan metode pengajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test yang mengukur keterampilan literasi akademik, termasuk kemampuan menulis esai, analisis teks, dan penggunaan referensi yang sesuai. Selain itu, wawancara dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif mengenai pengalaman mahasiswa dengan pendekatan TBLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajarkan menggunakan TBLT menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis dan pemahaman teks akademik dibandingkan dengan kelompok kontrol. TBLT terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran, karena tugas yang diberikan berhubungan langsung dengan aplikasi nyata dari literasi akademik. Mahasiswa juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi tugas-tugas akademik dan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam konteks akademik. Secara keseluruhan, penelitian ini mendukung penggunaan TBLT sebagai pendekatan yang efektif untuk mengembangkan literasi akademik pada mahasiswa tahun pertama, khususnya dalam meningkatkan keterampilan menulis dan membaca secara akademis. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kurikulum dan metodologi pengajaran literasi akademik di perguruan tinggi.
Pergeseran Kode di Komunitas Urban Multietnik: Dampak Identitas dan Mobilitas Sosial Laia, Domi
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 2 No. 02 (2024): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v2i02.443

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pergeseran kode dalam komunitas urban multietnik, dengan fokus pada bagaimana identitas etnis dan mobilitas sosial mempengaruhi pola penggunaan bahasa di lingkungan perkotaan. Pergeseran kode, yang merujuk pada perubahan antara dua atau lebih varian bahasa dalam percakapan, sering kali terjadi di komunitas yang memiliki keragaman budaya dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pergeseran kode ini berfungsi sebagai alat untuk membangun identitas sosial dan menavigasi mobilitas sosial dalam konteks masyarakat perkotaan yang heterogen. Melalui analisis percakapan di tiga lokasi urban multietnik di Indonesia, penelitian ini menemukan bahwa pergeseran kode sering terjadi sebagai respons terhadap dinamika sosial, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam konteks yang lebih formal, seperti di tempat kerja dan ruang publik. Pergeseran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti status sosial, posisi etnis, serta mobilitas ekonomi individu. Individu dengan status sosial lebih tinggi dan mereka yang memiliki akses lebih besar pada pendidikan formal atau mobilitas sosial lebih cenderung menggunakan bahasa dominan dalam interaksi, sedangkan mereka yang berada di kelas sosial bawah atau dalam posisi marginal lebih sering menggunakan bahasa lokal atau bahasa campuran untuk menegaskan identitas kultural mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran kode bukan hanya fenomena linguistik, tetapi juga proses yang terkait dengan perubahan sosial. Penggunaan bahasa dalam pergeseran kode mencerminkan negosiasi identitas etnis dan sosial, serta strategi untuk menyesuaikan diri dengan kelompok sosial tertentu atau meningkatkan posisi dalam struktur sosial. Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana mobilitas sosial mempengaruhi cara individu membentuk identitas bahasa dan bagaimana hal ini memperkuat atau memodifikasi hubungan sosial dalam masyarakat multietnik.
Kesantunan Algoritmik: Strategi Pragmatik dalam Chatbot Pemerintah dan Pengaruhnya terhadap Kepatuhan Warga Sidabutar, Daniel
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 2 No. 02 (2024): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v2i02.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan strategi kesantunan pragmatik dalam chatbot pemerintah dan pengaruhnya terhadap kepatuhan warga dalam interaksi layanan publik berbasis digital. Dengan semakin berkembangnya teknologi chatbot, terutama dalam pelayanan administrasi publik, penting untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip kesantunan dalam komunikasi berperan dalam memengaruhi respons warga. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatik untuk menganalisis percakapan antara chatbot dan pengguna, mengidentifikasi penggunaan strategi kesantunan verbal seperti penyampaian permintaan, penggunaan mitigasi, dan strategi untuk menjaga solidaritas sosial dalam konteks layanan publik. Melalui analisis percakapan chatbot yang digunakan dalam beberapa layanan pemerintah digital di Indonesia, penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi kesantunan, baik dalam bentuk kesopanan positif maupun kesopanan negatif, berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan warga terhadap instruksi yang diberikan chatbot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang lebih sopan dan empatik dapat meningkatkan kepercayaan warga terhadap sistem digital, serta mempengaruhi kemauan mereka untuk mengikuti prosedur yang disarankan. Sebaliknya, kurangnya strategi kesantunan dalam percakapan dapat menyebabkan ketidakpuasan dan penurunan kepatuhan. Penelitian ini juga membahas hubungan antara desain chatbot dan faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi cara warga merespon layanan digital. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembang chatbot dalam merancang interaksi yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga sensitif terhadap konteks budaya dan sosial warga. Implikasi praktisnya adalah pentingnya memperhatikan prinsip kesantunan dalam desain chatbot pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan dan partisipasi warga dalam layanan publik berbasis teknologi.
Memori Dialogis dan Waktu Terfragmentasi: Narasi Trauma Pasca-Konflik dalam Novel Kontemporer Asia Tenggara Sinaga, Bobi
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 2 No. 02 (2024): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v2i02.445

Abstract

Studi ini mengkaji narasi trauma pasca-konflik dalam novel kontemporer Asia Tenggara, dengan fokus pada bagaimana memori dialogis dan waktu terfragmentasi berfungsi dalam memetakan pengalaman luka sosial. Berdasarkan pendekatan psikoanalitik dan teori memori, penelitian ini meneliti bagaimana teknik naratif—seperti fragmentasi waktu, pergeseran fokalisasi, dan analepsis/prolepsis terputus—digunakan untuk menggambarkan proses trauma dan pemulihan. Melalui close reading terhadap tiga novel terpilih yang berlatar konflik politik dan sosial di Asia Tenggara, penelitian ini menunjukkan bagaimana penulis membangun narasi yang tidak hanya menampilkan pengalaman pribadi korban, tetapi juga menegosiasikan ingatan kolektif yang terbentuk pasca-konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmentasi waktu dalam narasi menciptakan ketegangan antara kenangan pribadi dan memori sosial yang lebih luas, di mana waktu yang terputus-putus mencerminkan ketidakmampuan untuk mengintegrasikan pengalaman kekerasan dalam narasi yang utuh. Teknik fokalisasi berganda dan staging arsip (foto, dokumen, testimoni) memungkinkan pembaca untuk melihat trauma dari berbagai perspektif—baik individu, keluarga, maupun masyarakat luas. Di sisi lain, kesunyian atau ruang kosong dalam teks juga berfungsi sebagai indikator dari trauma yang tidak dapat diungkapkan, tetapi tetap hadir dalam ketidakhadirannya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan bahwa narasi trauma pasca-konflik di Asia Tenggara tidak hanya bertujuan untuk menceritakan kembali kekerasan yang terjadi, tetapi juga untuk membangun ruang dialogis yang memungkinkan rekonsiliasi memori antara yang terdampak dan masyarakat secara lebih luas. Implikasi teoretisnya adalah pentingnya memahami narasi pasca-konflik sebagai proses dinamis yang melibatkan dialog antara ingatan individu dan kolektif, serta perlunya pendekatan naratif yang sensitif terhadap ketegangan antara dokumentasi dan kesunyian dalam pengalaman trauma.
Analisis Wacana Politik pada Media Sosial: Strategi Persuasi dan Pembentukan Opini Publik Sidabutar, Taraja
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 01 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i01.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi persuasi dalam wacana politik di media sosial serta bagaimana strategi tersebut memengaruhi pembentukan opini publik. Di era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu platform utama untuk komunikasi politik, di mana aktor politik dan partai menggunakan bahasa secara strategis untuk memengaruhi persepsi dan sikap masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) untuk menelaah konten politik yang dipublikasikan di platform seperti Twitter dan Facebook selama periode kampanye politik tertentu. Fokus analisis meliputi penggunaan retorika, metafora, framing isu, dan strategi bahasa persuasif yang ditujukan untuk membangun dukungan publik atau memengaruhi narasi politik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bahasa dalam wacana politik di media sosial tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga secara aktif membentuk opini publik melalui penguatan stereotip, framing isu, dan penggunaan bahasa emosional. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa pesan politik yang menggunakan strategi persuasif tertentu cenderung lebih mudah diterima dan disebarluaskan oleh pengguna, sehingga meningkatkan pengaruh aktor politik terhadap persepsi publik. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami implikasi bahasa dalam konteks politik digital dan bagaimana strategi wacana dapat memengaruhi dinamika opini masyarakat di era media sosial.
Integrasi Internet of Things (IoT) dalam Pengelolaan Energi Cerdas pada Gedung dan Infrastruktur Kota Siregar, Musa
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 01 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i01.447

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan energi cerdas pada gedung dan infrastruktur kota dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya operasional, dan menjaga kenyamanan pengguna. Sistem yang dikembangkan menggabungkan sensor IoT, model prediktif berbasis machine learning, dan modul optimasi pengendalian energi secara real-time. Data dari sensor digunakan untuk memantau konsumsi energi, kondisi lingkungan, dan beban sistem, sementara algoritma prediktif dan optimasi mengatur perangkat listrik secara adaptif. Evaluasi dilakukan pada tiga gedung uji dan skenario simulasi kota pintar, menunjukkan pengurangan konsumsi energi rata-rata sebesar 21–22,5% dan penghematan biaya operasional 21,9–22,9% dibandingkan kondisi sebelumnya, dengan suhu, kelembaban, dan pencahayaan tetap berada pada tingkat kenyamanan optimal. Sistem juga mampu merespons lonjakan beban secara real-time dan menyesuaikan operasi gedung secara otomatis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan IoT berbasis prediksi dan optimasi dapat mendukung pembangunan Smart Building dan Smart City yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Model Prediktif Berbasis Pembelajaran Penguatan untuk Kendali Robot Mobile dengan Kendala Keselamatan Sebayang, Nova
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 01 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i01.448

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem kendali robot mobile berbasis Model Prediktif yang diintegrasikan dengan Pembelajaran Penguatan (Reinforcement Learning, RL) untuk memastikan kinerja optimal sekaligus menjaga keselamatan robot di lingkungan dinamis. Model prediktif digunakan untuk memproyeksikan trajektori jangka pendek robot, sementara RL mengoptimalkan kebijakan kendali melalui pengalaman interaksi dengan lingkungan, dengan reward yang mempertimbangkan efisiensi jalur dan penalti keselamatan. Evaluasi dilakukan melalui simulasi pada skenario dengan rintangan statis dan dinamis, serta dibandingkan dengan kendali tradisional dan prediktif saja. Hasil menunjukkan bahwa integrasi prediktif-RL menghasilkan jalur yang lebih pendek dan waktu tempuh lebih cepat (peningkatan efisiensi hingga 33%), serta tingkat keselamatan 100% tanpa tabrakan. Reward cumulative meningkat selama pelatihan, menandakan kebijakan RL berhasil menyeimbangkan kinerja dan keselamatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan prediktif-RL memungkinkan robot mobile mengambil keputusan kendali adaptif dan aman secara real-time, memberikan potensi signifikan untuk aplikasi robotik di lingkungan dinamis.
Strategi Kesantunan Pragmatik dalam Interaksi Digital: Studi pada Chatbot Layanan Publik Aritonang, Denis
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 01 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i01.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kesantunan pragmatik yang diterapkan dalam interaksi digital antara chatbot layanan publik dan pengguna, serta bagaimana strategi tersebut memengaruhi kepatuhan dan respons pengguna. Dalam konteks layanan publik, chatbot menjadi media penting untuk memberikan informasi dan memfasilitasi berbagai prosedur administratif secara otomatis. Penggunaan kesantunan pragmatik, termasuk kesantunan positif, negatif, dan formula sosial seperti salam, terima kasih, dan permintaan maaf, diyakini berperan dalam meningkatkan kenyamanan pengguna dan efektivitas komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana pragmatik, melibatkan 50–60 interaksi chatbot dari beberapa layanan publik digital di Indonesia. Data dianalisis untuk mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan dan dampaknya terhadap kepatuhan pengguna dalam mengikuti instruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kesantunan positif dan mitigasi instruksi secara signifikan meningkatkan kepatuhan pengguna, sementara formula sosial berperan dalam membangun hubungan yang lebih baik antara pengguna dan sistem. Interaksi yang sopan dan empatik membuat pengguna lebih nyaman, responsif, dan cenderung mengikuti prosedur yang diberikan chatbot. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan strategi kesantunan pragmatik dalam interaksi digital sangat penting untuk meningkatkan efektivitas layanan publik berbasis chatbot. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pengembang chatbot dalam merancang interaksi yang lebih manusiawi, efektif, dan sensitif terhadap konteks sosial pengguna.
Implicature, Kesantunan, dan Kewajiban Sosial dalam Tuturan Layanan Publik: Studi Pragmatik Berbasis Korporus” (Pragmatics) Sianipar, Fitri
Sinonim : Journal of Language and Literature Vol. 3 No. 01 (2025): Sinomim Journal of Language and Literature
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/sinonim.v3i01.450

Abstract

Studi ini menyelidiki bagaimana implikatur, strategi kesantunan, dan kewajiban sosial (deontik) diwujudkan serta saling memengaruhi dalam tuturan layanan publik lintas-kanal. Menggunakan rancangan pragmatik berbasis korpus dengan pendekatan mixed-methods, kami membangun korpus multi-kanal (tatap muka, telepon, chat/aplikasi, email/portal) yang beranotasi pada tiga lapis: tindak tutur, tipe implikatur (percakapan generik/spesifik; konvensional), dan penandaan kesantunan serta enactment kewajiban (rujukan SOP, tenggat, bukti layanan). Reliabilitas anotasi memenuhi ambang κ≥0,70. Analisis mencakup statistik korpus (distribusi, kolokasi, dependency), model regresi untuk peluang pemenuhan kewajiban dan analisis survival untuk waktu respons, dilengkapi pembacaan kualitatif berbutir sekuens (CA). Hasil menunjukkan dominasi implikatur percakapan, dengan varian spesifik lebih tinggi pada kanal sinkron (telepon), sedangkan kanal tertulis menampilkan proporsi lebih besar implikatur konvensional dan catatan deontik yang lebih eksplisit. Negative politeness paling prevalen, sementara positive politeness dan off-record menengahi penolakan/penundaan secara empatik. Indeks kinerja pragmatik yang diusulkan—CPI (clarity-with-politeness) dan CEI (compliance-with-empathy)—berkorelasi positif dengan pemenuhan kewajiban dan percepatan respons. Kebaruan studi terletak pada integrasi simultan implikatur–kesantunan–deontik dalam korpus lintas-kanal, yang memetakan trade-off antara kepatuhan prosedural dan pemeliharaan muka, serta memberikan dasar praktis bagi desain skrip layanan dan pelatihan frontliner.

Page 1 of 2 | Total Record : 20