cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2023): October" : 8 Documents clear
The Correlation of Age and Knowledge on Behavior to Take the Supplement during The COVID 19 Pandemic (Study Case: in Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas) Hawini, Laudia; Yuwindry, Iwan; Riduansyah, Muhammad
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.3619

Abstract

Changes in people's lifestyles and consumption patterns during the COVID-19 pandemic led to an increase in the use of supplements. Supplements are basically taken to supplement nutrition, not to replace it. Age is known to have an effect on knowledge and behavior of supplement consumption. Researchers want to know the relationship between age and level of knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic. The research design used was cross sectional with analytical observational research. The population and sample are people who use supplements in the Selat District of Kapuas Regency in November 2020-July 2021, totaling 44 people. This study aims to determine the relationship between age and knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Selat District, Kapuas Regency. Based on data analysis, it was found that there was no relationship between age and knowledge (p=0.264 > 0.05) and there was no relationship between age and behavior (p=0.538 > 0.05). So it can be concluded that age has no effect on knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Straits District of Kapuas Regency.
Efektivitas Metode Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi di Dusun Wonorejo Purwadi, Faizal Akbar; Rissa, Mexsi Mutia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4578

Abstract

World Health Organization mendefinisikan swamedikasi merupakan suatu proses pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang mulai dari penanganan keluhan hingga pemilihan atau penggunaan obat. Swamedikasi upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat sebelum mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di dusun Wonorejo. Metode penelitian menggunakan Pre-eksperimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test, dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang memenuhi kriteria iklusi. Analisis data menggunakan SPSS 23 dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi sebelum dilakukan penyuluhan kategori baik sebanyak 39 responden (46,42%), pengetahuan cukup 34 responden (40,47%), pengetahuan kurang 11 responden (13,09%), kemudian hasil setelah dilakukan penyuluhan diperoleh pengetahuan baik sebanyak 71 responden (84,53%). Hasil nilai uji statistik diperoleh Asymp. Sig 0,00 kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di Dusu Wonorejo.
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Kombinasi Infusa Daun Salam dan Daun Kemangi pada Mencit Putih Jantan (Mus Muscullus) yang Diinduksi Potassium Oksonat Aprilianti, Rakhmadani Gadis
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4886

Abstract

Hiperurisemia merupakan suatu kondisi meningkatnya kadar asam urat atau uric acid pada darah. Hiperurisemia terjadi karena faktor penurunan ekskresi asam urat dari ginjal dan pembentukan asam urat yang berlebih. Kadar asam urat yang berlebih dapat dikurangi dengan mengkonsumsi antioksidan. Manusia tidak mempunyai banyak cadangan antioksidan dalam tubuhnya, sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen apabila terpapar radikal bebas berlebih. Antioksidan eksogen dapat berupa antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami yaitu Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Walp dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kombinasi ekstrak infusa daun kemangi dan daun salam dapat menurunkan kadar asam urat. Hasil penapisan fitokimia adanya senyawa flavonoid yang terdapat didalam kedua tanaman ini yang berpotensi sebagai antihiperurisemia karena flavonoid berperan sebagai inhibitor xantin oksidasi. Pada penelitian ini kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 3, 5, dan 7g/kgBB terbukti memiliki efek yang sama dengan kontrol positif allopurinol 100mg/kgBB yaitu dapat menurunkan kadar asam urat, namun dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat paling besar terdapat pada kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 5g/kgBB. 
Penentuan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Kandungan Fenol Total dalam Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau Christiani, Grace Joy; Rawar, Ellsya Angeline; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4893

Abstract

Sirih hijau telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menginang. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih hijau beranekaragam, salah satunya adalah minyak atsiri sebesar 0,8-1,8 %. Fenol adalah salah satu jenis senyawa dalam minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total dalam minyak atsiri daun sirih hijau. Distilasi uap-air digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau. Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, sedangkan metode kolorimetri dengan reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kandungan fenol total. Rendemen dari hasil isolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau dengan distilasi uap-air adalah 0,1% dengan kandungan fenol total sebesar 595,4 mg GAE/100 gram dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,67 µg/mL. Minyak atsiri daun sirih hijau berpotensi sebagai sumber antioksidan.
Formulasi Serbuk Effervescent Buah Mangga Manalagi (Mangifera indica L.var manalagi) Sebagai Antibakteri Escherichia coli Yuliana, Anna; Nurdianti, Lusi; Farid, Rifa Agnia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4912

Abstract

Buah Mangga Manalagi merupakan salah satu buah-buahan yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya yaitu penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pada penelitian ini buah mangga manalagi diformulasikan menjadi sediaan serbuk effervescent antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan buah mangga manalagi menjadi sediaan serbuk effervescent dan untuk mengetahui aktivitas sediaan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Standarisasi yang dilakukan pada simplisia buah mangga ini meliputi kadar air, kadar abu total, kadar sari larut etanol dan kadar sari larut air. Adapun untuk evaluasi yang dilakukan untuk menguji sediaan effervescent ini meliputi uji organoleptik, uji waktu alir, sudut istirahat, uji kelembapan, tinggi buih, waktu larut, uji pH dan juga uji hedonik. Kemudian dilakukan uji aktifitas bakteri untuk mengetahui formula yang memiliki zona hambat paling baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula sediaan yang paling baik terdapat pada formula III. Sedangkan untuk hasil dari uji hedonik, formula yang paling banyak disukai yaitu pada formula II dari segi aspek warna, bentuk, rasa dan aroma.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) Amalia, Angelina Divanny; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4931

Abstract

Kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebih memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan sehingga perlu dikontrol untuk menghindari resiko yang membahayakan tubuh. Alternatif pengobatan kolesterol selain dengan obat-obat sintetis dapat juga dengan memanfaatkan kandungan senyawa dalam tumbuhan seperti sayuran, buah, dan lain sebagainya. Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) merupakan salah satu sayuran mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin dan fenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kale dalam menurunkan kadar kolesterol. Analisis kualitatif ekstrak kale menunjukkan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Analisis kuantitatif aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard dengan seri konsentrasi ekstrak 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kale memiliki aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 sebesar 32,350 ppm.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Hijau (Coffea canephora var Robusta) dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis (L.)) Lamsari, Lamsari; Taurhesia, Shelly; Djamil, Ratna
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.5082

Abstract

Kopi robusta mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kafein dan fenol, sedangkan daun teh hijau mengandung senyawa katekin. Senyawa fenol pada kopi dan katekin pada daun teh hijau memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi krim dari kombinasi ekstrak biji kopi hijau dan daun teh hijau, yang memiliki aktivitas antioksidan. Biji kopi hijau diekstraksi secara maserasi kinetik menggunakan pelarut kombinasi Isopropanol : air (60:40) sedangkan daun teh hijau diekstraksi dengan pelarut Etanol 70%. Setelah diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan uji mutu ekstrak serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak biji kopi hijau (EBKH) adalah 22.37 ppm, ekstrak daun teh hijau (EDTH) adalah 7.02 ppm, sedangkan kombinasi EBKH : EDTH (1:1) adalah 11.59 ppm. Kemudian dikembangkan formula krim mengandung kombinasi kedua ekstrak dengan variasi perbandingan EBKH : EDTH = 1:2 (F1) ; 1:1 (F2) dan 2:1 (F3). Diperoleh Krim tipe M/A, berwarna putih kekuningan, berbau khas, tekstur lembut, homogen, rentang pH 7.3 – 7.5, viskositas 190.000 – 205.000 cPs, diameter daya sebar 5.9 – 6.3 cm, dan nilai aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari F1 sebesar 25.62 ppm. Ketiga formula stabil pada suhu 40 °C selama 4 minggu penyimpanan, dan hasil uji iritasi menunjukkan F2 memberikan respon iritasi sangat ringan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8