Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2016): November 2016"
:
12 Documents
clear
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU DI SMP NEGERI 1 MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN AJARAN 2015/2016
Mursalin, Wan;
Azis, Daska;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1730
Model pembelajaran memegang peranan yang penting dalam proses belajar mengajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah children learning in science (CLIS). Namum yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apakah berpengaruh penggunaan model pembelajaran CLIS terhadap hasil belajar IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Meureudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran CLIS terhadap hasil belajar IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Meureudu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan jenis eksperimen yang diawali dengan tes awal (pre-test), proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran CLIS dan diakhiri dengan tes akhir (post-test). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Meureudu tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 220 siswa. Sampel diambil dua kelas secara sengaja (purposive), yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B dengan masing-masing kelas terdiri dari 20 siswa dan 22 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, tes, dan kajian kepustakaan. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji anova dan uji-t. Uji F (anova) digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa kedua kelas sebelum diberikan perlakuan. berdasarkan hasil pengolahan data post test diperoleh nilai thitung adalah 1,74 pada taraf signifikan 5%. Nilai ttabel diperoleh dari tabel distribusi t dengan dk (n1 + n2 2 = 40) adalah 1,68. Jadi berdasarkan hasil pengolahan data dan tabel distribusi t diketahui bahwa nilai thitung = 1,74 ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Children Learning In Science dan Konvensional. Hasil belajar siswa menggunakan model Children Learning In Science lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Konvensional.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT BERBANTUAN DENGAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH
Selvia, Suci;
Abdi, Abdul Wahab;
Harun, M. Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1729
Cooperative script merupakan model pembelajaran, di mana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi pelajaran yang telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi; (2) Aktivitas guru dan siswa dengan penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi; (3) Keterampilan guru dalam mengolah pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi; dan (4) Respon siswa dalam penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMPN 8 Banda Aceh yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan angket respon siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini, dapat dilihat dari meningkatnya jumlah ketuntasan individual siswa secara keseluruhan dari 70% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. (2) Aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script berbantuan media animasi mengalami peningkatan menjadi lebih baik antara siklus I dan siklus II. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi mengalami peningkatan dari skor rata-rata pada siklus I yaitu 2,47 yang dikategori sedang, kemudian meningkat menjadi 3,35 yang dikategorikan baik pada siklus II. (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan dengan media animasi dapat dikatakan baik, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 10 BANDA ACEH
Ridha, Rahmat;
Hasmunir, .;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1728
Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran dengan membawa suatu pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan pembelajaran Konvensional Dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh ini mengangkat masalah yakni apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh? Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 10Banda Aceh yang berjumlah 407 siswa. Sampel yang diambil hanya dua kelas, yakni kelas VIIICsebanyak 21 siswa dan kelas VIIID sebanyak 20 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data post test yang diperoleh adalah thitung = 4,43 dan nilai ttabel pada taraf signifikan = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk = + 2= 21 + 20 2 = 39 adalah 1,68. Oleh karena itu terima Ha jika thitung ttabel dengan thitung = 4,43 dan ttabel = 1,68 atau 4,431,68, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Numbered Heads Together lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH
Husna, Nurul;
Abdi, Abdul Wahab;
Aziz, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1727
Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran secara bertanggung jawab. Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Adapun beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran think pair share dan group investigation yang dapat melatih siswa meningkatkan kerjasama dalam kelompok, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar geografi yang menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IS yang berjumlah 91 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas X-IS 2 sebanyak 19 siswa dan kelas X-IS 4 sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,94 dan ttabel = 1,69 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 35, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar geografi pokok bahasan mitigasi dan adaptasi penanggulangan bencana alam yang menggunakan model pembelajaran think pair share lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran group investigation dalam mata pelajaran geogarafi di SMA Negeri 12 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 2 BANDA ACEH
Balkis, Mutia;
Hasmunir, .;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1726
Model pembelajaran problem based introduction merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas XI SMAN 2 Banda Aceh dengan menerapkan model problem based introduction; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi dengan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan model problem based introduction; dan (4) Respon siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 2 SMAN 2 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan model problem based introduction. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 93% dengan 2 siswa dinyatakan tidak tuntas. Pada siklus II persentase ketuntasan individual mengalami peningkatan menjadi 96%. Hanya terdapat 1 siswa yang tidak tuntas secara individual pada siklus ini. Pada siklus III keseluruhan siswa dinyatakan tuntas belajar secara individual. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 50%, siklus II meningkat menjadi 70% dan siklus III menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I hingga siklus III sudah mencerminkan keterlaksanaan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 3,65, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3,7 dan siklus III dengan skor 3,8 yang dikategorikan baik sekali; (4) Respon siswa terhadap model problem based introduction dapat dikatakan baik sekali dengan 94% dari 32 siswa berpendapat bahwa pembelajaran menggunakan model problem based introduction dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan yang telah dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH
Ridha, Musfadli;
Abdi, Abdul Wahab;
Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1725
Salah satu model pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa, kegiatan pembelajaran relevansi dengan kehidupan serta berusaha menarik minat/perhatian siswa dan dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dengan menggunakan media video berupa tampilan gambar, video dan audio adalah model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran; (3) Keterampilan Guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 18 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual setelah pembelajaran siklus I hingga siklus II terjadi peningkatan dari 20 siswa menjadi 25 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker, pada siklus I dari 11 aktivitas diperoleh 5 aktivitas yang dikategorikan sudah sesuai dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 8 aktivitas yang dikategorikan sudah sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker mengalami peningkatan dari perolehan skor rata-rata 2,27 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,2 dengan kategori baik pada siklus II; dan (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker dapat dikatakan baik yaitu 92,16% dari 28 siswa berpendapat bahwa dengan belajar menggunakan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker siswa dapat dengan mudah memahami materi yang telah mereka ikuti.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACIEVEMENT DIVISION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF QUIZ TEAM PADA KELAS X SMA NEGERI 16 BANDA ACEH
Muhsinah, .;
Bardi, Syamsul;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1715
Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat berdampak positif terhadap hasil belajar geografi siswa. Salah satunya adalah model quiz team dan STAD. Penelitian yang berjudul Perbandingan Hasil Belajar Geografi Siswa yang Menggunakan Model Quiz Team dengan Student Team Achievement Division pada kelas X IPS di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa dan mana yang lebih baik dari kedua model yang diterapkan. Sementara itu, hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran quiz team lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran student team achievement division pada kelas X IPS di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 67 siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPS1 yang berjumlah 16 orang, dan X IPS2 sebanyak 15 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa pree test dan post test. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model quiz team adalah 73,25, sedangkan hasil belajar siswa yang menggunakan model student team achievement division adalah 72,15. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t dengan hasil pengolahan data post test diperoleh nilai thitung = 2,04 dan nilai ttabelpada taraf signifikansi 5%(Uji satu pihak) dan derajat kebebasan t adalah (N1 + N2 - 2) adalah ttabel= 1,68. Berdasarkan hipotesis penelitian jika nilai thitungttabelmaka Haditerima yang artinya hipotesis yang diajukan terbukti bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajarann quiz team lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran student team achievement division
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE DAN MODEL COMPLETE SENTENCE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM ACEH BESAR
Sarif, Muhammad;
Bardi, Syamsul;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1714
Hasil belajar adalah hasil yang didapatkan setelah adanya peroses pembelajaran melalui evaluasi dalam membentuk perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Concept Sentence dan Model Complete Sentence pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar penelitian ini mengangkat masalah yakni apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Concept Senntence lebih baik dibandingkan dengan model Complete Sentence pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 85 orang siswa. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII1berjumlah 21 siswa, dan kelas VIII2berjumlah 21 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan memberikan pre-test dan post-test. Hipotesis diuji dengan statistik Uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,85. Nilai ini selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% dengan (dk) = n1 + n2 2, maka diperoleh nilai ttabel=1,68. Berdasakan hasil tersebut terbukti bahwa nilai thitung ttabel. Sesuai kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima, dengan demikian disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Concept Sentence lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Complete Sentence.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH
Rizki, Muhammad;
Kamaruddin, Thamrin;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1713
Model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan adalah metode mind mapping berbantuan gambar. Saat pembelajaran berlangsung siswa melakukan serangkaian kegiatan mencatat atau menginventaris alternatif jawaban hasil diskusi pada tiap kelompok, tiap kelompok akan membacakan hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis, selanjutnya siswa membuat kesimpulan dan guru memberikan bandingan sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping berbantuan gambar IPS Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa dalam penerapan metode mind mapping berbantuan gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMPN 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal siklus I 78.12%, siswa yang tuntas sebanyak 25 orang dan yang tidak tuntas 7 orang. Siklus II ketuntasan klasikal 96.9% siswa yang tuntas naik menjadi 31 orang dan yang tidak tuntas hanya 1 orang. Aktivitas guru yang dominan adalah saat guru menunjukkan/memanggil salah satu siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis dan menanyakan dasar alasan dasar mengurutkan tersebut. Keterampilan guru dalam menerapkan metode mind mapping berbantuan gambar selama siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan yaitu dapat dikategori baik dengan perolehan skor 2.62, dan siklus II mendapat skor 2.87. Respon siswa terhadap metode mind mapping berbantuan gambar dapat dikatakan baik, siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui metode mind mapping berbantuan gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
PEMANFAATAN MUSEUM TSUNAMI SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA TUNA RUNGU KELAS X-B SMALB BUKESRA BANDA ACEH
., Mawardy;
Abdi, Abdul Wahab;
Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1711
Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Tuna Rungu Kelas X-B SMALB Bukesra Banda Aceh ini mengangkat masalah apakah dengan pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu kelas X-B SMALB Bukesra Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai sumber belajar, Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, Respon siswa. Anggapan dasar dalam penelitian ini yaitu Museum Tsunami Aceh merupakan salah satu sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu SMALB Bukesra Banda Aceh. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah Museum Tsunami Aceh dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar geografi oleh siswa tuna rungu SMALB Bukesra Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMALB Bukesra Banda Aceh kelas X-B (tuna rungu) Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 46 siswa (berbagai ketunaan) dengan sampel sebanyak 15 siswa tuna rungu. Teknik pengumpulan data yaitu dengan angket. Pengolahan data penelitian menggunakan rumus statistic sederhana. Mengingat pemanfaatan Museum Tsunami sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu kelas X-B pada kompetensi dasar menyajikan contoh penerapan mitigasi dan cara beradaptasi terhadap bencana alam di lingkungan masyarakat sekitar. Maka disarankan kepada guru mata pelajaran geografi untuk memanfaatkan Museum Tsunami sebagai sumber belajar pada materi yang dianggap sesuai dengan model tersebut.