Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017"
:
15 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH
Patikawa, Nince;
Hasmunir, .;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5088
Model pembelajaran student facilitator and explaining merupakan model yang penyajian materi ajar diawali dengan menyampaikan kompetensi lalu menjelaskan dengan mendemonstrasikan, kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulangi kembali dan menjelaskan pada rekan-rekannya. Media gambar adalah simbol-simbol kumunikasi saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) pre-test dan post-test soal, (2) pengamatan aktivitas guru dan siswa,(3) pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan (4) angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitan menunjukan bahwa; (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 81 persen pada siklus I menjadi 84 persen siklus II, dan 90 persen siklus III; Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60 persen pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian guru dan siswa dari 9 aktivitas, diperoleh 4 aktivitas sesuai di siklus I menjadi 5 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III dari 9 aktivitas guru dan siswa yang ada. (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yaitu dengan skor 2,68 dengan kategori baik untuk siklus I, menjadi 3,08 kategori baik untuk siklus II dan 3,50 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya respon siswa atau sebanyak 95 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model student facilitator and explaining berbantuan media gambar sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN EARTH SCIENCE COMMUNITY DAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ENVIRONMENTAL LEARNING DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH
Mukhlisah, .;
Abdi, Abdul Wahab;
Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5087
Keefektifan proses pembelajaran dapat ditingkatkan apabila guru dapat memilih model pembelajaran yang tepat sehingga peserta didik dapat termotivasi untuk belajar, dengan demikian dapat meningkatkan hasil belajarnya. Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran secara bertanggung jawab. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran ialah model pembelajaran earth science community dan environmental learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 90 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 sebanyak 26 siswa dan kelas XI-IS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 4,13 dan ttabel = 1,68 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 49, berarti thitung ttabel, sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar geografi pokok bahasan mitigasi dan adaptasi penanggulangan bencana alam yang menggunakan model pembelajaran earth science community lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran environmental learning dalam mata pelajaran geogarafi di SMA Negeri 5 Banda Aceh
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GIRING QUESTION AND GETTING ANSWER DENGAN BERBANTUAN TAKTIK PENGHASIL PERTANYAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMAN 16 BANDA ACEH
Zakian, Mia;
Hasmunir, .;
Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5086
Metode pembelajaran Giving Question and Getting Answer adalah metode pendukung pengembangan pembelajaran kooperatif yang memfokuskan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Taktik penghasil pertanyaan merupakan gaya yang dilakukan untuk mempermudah guru dalam mengajar dan menjadikan tingkat kemampuan siswa dalam pembelajaran semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap metode pembelajaran Giving Question and Getting Answer dengan berbantuan taktik penghasil pertanyaan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS SMAN 16 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 14 siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa tuntas pada siklus II, dan 19 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,64 pada siklus I dengan kategori baik, skor 3,42 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,55 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa, terhadap metode pembelajaran Giving Question and getting answer dengan berbantuan taktik penghasil pertanyaan dapat dikatakan baik. 95 persen dari 20 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui metode Giving Question and Getting Answer dengan berbantuan taktik penghasil pertanyaan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi dasar-dasar ilmu geografi yang telah dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH
Maulizah, .;
Hasmunir, .;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5085
Model pembelajaran explicit instruction merupakan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Media gambar merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual media gambar media yang paling umum dipakai yang merupakan bahasan umum dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran explicit instruction berbantuan media gambar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-7 SMP Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 26 siswa yang tuntas pada siklus I, 29 siswa tuntas pada siklus II, dan 31 siswa tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,53 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 2,7 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,19 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Explicit Instruction berbantuan media gambar 93,7% siswa dari 32 siswa berpendapat bahwa mereka berminat mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR STRUKTUR BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH
Irha, M. Firman;
Kamaruddin, Thamrin;
Harun, M. Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5083
Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran; (3) Keterampilan Guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa setelah mengituki pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 23 siswa menjadi 28 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual, pada siklus satu dari 12 aktivitas diperoleh 6 aktivitas yang sudah sesuai, sementara pada siklus kedua aktivitas guru maupun aktivitas siswa sudah mengalami perubahan lebih baik dan sudah dikatagorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,58 dengan katagori sedang menjadi 3,29 dengan katagori baik; dan (4)Respon siswa terhadap pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual dapat dikatakan baik yaitu 96,6 persen dari 30 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Kooperatif Tipe Kepala Bernomor Struktur berbantuan media Audiovisual siswa dapat memahami materi yang telah mereka ikuti.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN ANGKUP ACEH TENGAH
Irawati, .;
Hasmunir, .;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5082
Model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op mengizinkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil, pertama untuk kemajuan pemahaman mereka mengenai diri mereka sendiri dan berbagi pemahaman dengan teman-teman sebayanya, Co-op Co-op lebih mementingkan keterlibatan siswa sehingga siswa dapat berinteraksi dengan kelompoknya. Video merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audio visual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan/materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video. Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN Angkup Aceh Tengah yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan individual pada siklus I 65%, pada siklus II 84% dan pada siklus III 96%. Ketuntasan klasikal pada siklus pertama 50%, pada siklus kedua 70% dan pada siklus ketiga 90%, aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah terjadi perubahan lebih baik dan sudah dikategorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh skor 2,6 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 2,9 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,50 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat dikatakan baik,dengan persentase 96,2% dari 26 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PREZI DENGAN MEDIA POSTER PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN 2 BANDA ACEH
Mulia, Intan;
Hasmunir, .;
Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5081
Media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu untuk mempermudah dan membantu tugas guru dalam menyampaikan berbagai bahan dan materi pelajaran, Dengan adanya media pembelajaran, anak didik dapat belajar dengan mudah dan merasa senang dalam mengikuti pelajaran. Adapun beberapa media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran ialah media prezi dan media poster sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media Prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan media Poster dalam mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN 2 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 263 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VII-1 sebanyak 40 siswa dan kelas VII-2 sebanyak 40 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 3,63 dan ttabel = 1,67 padataraf signifikansi 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 78, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media prezi lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan media poster
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL DENGAN MEDIA KOLASE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP 18 BANDA ACEH
Ikram, .;
Hasmunir, .;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5080
Media belajar merupakan suatu alat bantu yang dapat ditangkap oleh pancaindera yang berisi pesan yang ingin disampaikan kepada siswa yang dapat digunakan oleh setiap orang dan berhubungan dengan materi ajar dengan fungsi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang membantu menjelaskan materi, adapun media pembelajaran yang dapat digunakan adalah audio visual dan kolase. Media audio visual dan Kolase memiliki kesamaan dalam penyajian materi sedangkan perbedaannya adalah media audio visual dapat menampilkan sesuatu yang detail dari benda yang bergerak sedangkan kolase menekankan pada indera penglihatan dan tetap tidak memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan media audio visual lebih baik dari pada media kolase pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 18 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 152 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini hanya dua kelas yakni kelas VIII-3 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-4 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,31 yang lebih besar dari ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 0,05 dan dk = 58, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar IPS Terpadu yang menggunakan media pembelajaran Audio Visual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran kolase pada siswa SMP Negeri 18 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONCEPT MAPPING BERBANTU MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH
Husnizar, Hendri;
Hasmunir, .;
Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5079
Model pembelajaran cooperative concept mapping merupakan salah satu strategi yang dipakai pada pelaksanaan proses pembelajaran melalui pendekatan kelompok dengan menuntut siswa berfikir dalam membuat pemetaan konsep berkaitan dengan materi yang telah dipelajari secara berkelompok. Media gambar yang dipakai dalam pembelajaran bukan hanya dapat menyampaikan saja tetapi dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir serta dapat mengembangkan kemampuan imajinasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran cooperative concept mapping berbantu media gambar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-2 SMA Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru; dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 16 siswa menjadi 20 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus satu sampai dengan siklus tiga telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,50 berkatagori sedang menjadi 3,55 berkatagori sangat baik; dan (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar dapat dikatakan baik. 92 persen dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui pembelajaran Cooperative Concept Mapping berbantu media gambar siswa dapat memahami materi pelajaran yang telah mereka ikuti.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI-IIS DI SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
Nurasma, Cut;
Kamaruddin, Thamrin;
Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i1.5077
Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IIS SMAN 7 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang disajikan menggunakan model pembelajaran Take And Give lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IIS SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 89 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IIS 1 sebanyak 29 siswa kelas XI-IIS 3 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 1,5 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikan 5% dengan peluang 0,95 dan dk = 52, artinya thitung ttabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Simpulan yang dapat diambil hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Take And Give sama dengan hasil belajar siswa yang disajikan dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 7 Banda Aceh