cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6282295838368
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Civic and Character Education
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30906709     EISSN : 30906717     DOI : https://doi.org/10.57235
Core Subject : Education, Social,
JCCE: Journal of Civic and Character Education dengan nomor ISSN terdaftar 3090-6709 (Cetak - Print) dan 3090-6717 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JCCE: Journal of Civic and Character Education bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. JCCE: Journal of Civic and Character Education diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan Januari dan Juli.
Articles 30 Documents
Analisis Pelaksanaan Pidana Penjara di Lembaga Pemasyarakatan terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembuangan Bayi Rahfiani, Divanka Audri; Monica, Dona Raisa; Maulani, Diah Gustiniati
Journal of Civic and Character Education Vol 2, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7870

Abstract

Pertimbangan hakim merupakan aspek fundamental dalam proses peradilan pidana karena menjadi dasar dalam penjatuhan putusan dan pelaksanaan pemidanaan di lembaga pemasyarakatan. Pertimbangan tersebut tidak hanya mencerminkan penerapan norma hukum positif, tetapi juga mencerminkan nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi terpidana maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim sebagai dasar pelaksanaan pemidanaan di lembaga pemasyarakatan serta implikasinya terhadap pembinaan narapidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim memiliki peran strategis dalam menentukan jenis pidana, lamanya pidana, serta pola pembinaan yang dijalankan di lembaga pemasyarakatan. Pertimbangan yang komprehensif dan proporsional diharapkan mampu mendukung tujuan pemidanaan, yaitu rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana, sehingga pelaksanaan pemidanaan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga berorientasi pada pembinaan dan pencegahan pengulangan tindak pidana.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila Sharma, Raffasya; Nurgiansah, T Heru
Journal of Civic and Character Education Vol 2, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kondisi Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia pada masa kini. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran sentral dalam membangun karakter bangsa sehingga setiap warga Negara mampu berperilaku baik, berpikir cerdas, serta menjunjung tinggi budi pekerti sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Keberadaan Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk diajarkan pada setiap jenjang pendidik, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun demikian, implementasi Pendidikan Kewarganegaraan di kalangan generasi muda menunjukkan adanya penurunan yang signifikan, yang tercermin dari berkurangnya moral, etika, dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan tidak dapat hanya mengandalkan proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga harus ditanamkan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menginternalisasikan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Permainan Petualangan Dunia Hewan Dalam Meningkatkan Pengetahuan AUD Tentang Jenis dan Habitat Hewan Simajuntak, Lulu C W; Naibaho, Claudia Damarish
Journal of Civic and Character Education Vol 2, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7599

Abstract

Pembelajaran mengenai hewan dan habitatnya merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kognitif dan bahasa anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan edukatif “Petualangan Dunia Hewan” dalam meningkatkan kemampuan anak mengenal jenis hewan, suara, gerakan, serta habitatnya. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek 30 anak usia 5–6 tahun di PAUD Generasi Amanah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara informal kepada guru dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan edukatif berbasis audio-visual dapat meningkatkan daya serap anak terhadap materi pengenalan hewan secara bertahap. Anak mampu menyebutkan nama hewan, menirukan suara dan gerakannya, serta mengklasifikasikan habitat hewan dengan tepat. Selain itu, terjadi peningkatan keberanian anak untuk berbicara di depan teman selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan bermain efektif menstimulasi perkembangan kognitif dan bahasa anak usia dini.
Konsep Kemitraan Usaha Ayu, Zelda Puspa; Lestari, Alya Putri; Rambe, Riswan
Journal of Civic and Character Education Vol 2, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7871

Abstract

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia namun sering menghadapi kendala akses modal, teknologi, pasar, dan sumber daya manusia, sehingga kemitraan usaha muncul sebagai solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan meningkatkan daya saing UKM; penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai landasan utama serta metode deskriptif kualitatif untuk analisis mendalam, yang menunjukkan bahwa kemitraan usaha secara konseptual adalah kolaborasi strategis dan saling menguntungkan antara berbagai skala usaha yang juga diatur dalam peraturan perundang-undangan Indonesia, dengan unsur utama meliputi kerjasama antar usaha, kewajiban pembinaan oleh usaha menengah/besar, serta prinsip saling memerlukan, memperkuat, dan menguntungkan, sementara tujuannya antara lain menciptakan sinergi, meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan besar; pengembangan kemitraan merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan strategi komunikasi efektif, evaluasi kinerja, dan pengembangan kapasitas, dengan hubungan kemitraan dengan UKM bersifat simbiosis mutualisme di mana UKM mendapatkan akses sumber daya yang lebih luas sementara mitra lebih besar memperoleh keuntungan dari inovasi dan fleksibilitas UKM, dan keberhasilan kemitraan bergantung pada komitmen, komunikasi, kepercayaan, dan kesepakatan yang adil serta kemampuan mengatasi tantangan yang muncul, sehingga diharapkan pemahaman yang komprehensif tentang kemitraan usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, dengan kata kunci: Kemitraan Usaha, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kolaborasi Bisnis, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Saling Menguntungkan.
Penguatan Nasionalisme Generasi Muda di Era Digital melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sya’ban, Walid; Nurgiansah, T Heru
Journal of Civic and Character Education Vol 2, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i1.7063

Abstract

Nasionalisme generasi muda Indonesia menghadapi tantangan besar di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Ruang digital kini menjadi arena baru bagi interaksi sosial yang tidak jarang menimbulkan disinformasi, polarisasi, dan pergeseran nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan nasionalisme generasi muda melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan mengintegrasikan literasi digital, pedagogi berbasis nilai, serta ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian menggunakan metode kajian literatur naratif terhadap artikel ilmiah terindeks nasional maupun internasional periode 2015–2025, termasuk karya Casmana et al. (2022), Sari Pujiono (2019), serta beberapa penelitian lain yang relevan. Hasil kajian menunjukkan lima strategi utama: (1) pedagogi bernilai yang mengintegrasikan Pancasila dalam pembelajaran, (2) habituasi ritual kewargaan, (3) proyek kewargaan berbasis Profil Pelajar Pancasila, (4) kemitraan sekolah, keluarga, dan komunitas, serta (5) literasi kewargaan digital kritis. Temuan ini menegaskan pentingnya model ekosistemik yang menempatkan sekolah sebagai pusat, tetapi tetap terhubung dengan ruang digital dan masyarakat luas. Kesimpulannya, penguatan nasionalisme di era digital harus berbasis kolaborasi lintas aktor dengan dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
Pancasila sebagai Sistem Filsafat: Landasan Nilai bagi Identitas Bangsa Indonesia Nopa Sari Br Sembiring; Lydia Cristina F Siregar; Nabila Arifianto; Florence C Pansing; Putri Sari Margaret Julianty Silaban
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8159

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai landasan konstitusional, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang mengandung nilai-nilai fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pancasila sebagai sistem filsafat serta menjelaskan perannya sebagai landasan nilai dalam pembentukan identitas bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan kajian filsafat Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang saling berkaitan dan membentuk suatu sistem pemikiran yang utuh. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial menjadi pedoman moral dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai landasan filosofis yang membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi.
Strategi Manajemen Komunikasi Penyiaran Masjid Ar-Ridwan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Kelurahan Sei Putih Tengah Anisah Luthfiah; Yasmin Nafisah; Nur Siti Dahlia Daulay; Ainul Mardiyah
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8754

Abstract

Strategi komunikasi dalam manajemen merupakan aspek yang penting dalam pengelolaan organisasi keagamaan di masjid, yang berfungsi dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan partisipasi masyarakat. Pengelolaan komunikasi yang efektif untuk penyiaran menjadi bagian esensial dalam merumuskan metode penyampaian pesan agama agar informasi dapat disampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Dengan sistem komunikasi yang baik, masjid dapat menjalin hubungan yang harmonis antara pengurus dan juga masyarakat serta mendorong ikut serta dalam mereka dalam berbagai kegiatan keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana strategi pengelolaan komunikasi penyiaran di Masjid Ar-Ridwan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di Kelurahan Sei Putih Tengah dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang mencakup perencanaan pesan, pemanfaatan media penyiaran, dan pendekatan personal dapat mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas keagamaan. Manajemen komunikasi penyiaran berperan penting dalam memperkuat hubungan antara masjid dengan masyarakat untuk mencapai tujuan dakwah
Studi Literasi Fungsi Manajemen Komunikasi Dalam Organisasi Windiyani; Gischa Aulia; Sopiyah; Ainul Mardiyah
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8764

Abstract

Komunikasi merupakan elemen penting dalam organisasi yang berperan dalam mendukung koordinasi, penyampaian informasi, serta pencapaian tujuan organisasi. Namun, dalam praktiknya masih sering ditemukan hambatan komunikasi yang menyebabkan kesalahpahaman, kurangnya koordinasi, dan menurunnya efektivitas kerja organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk memahami pentingnya manajemen komunikasi dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut serta menjelaskan fungsi-fungsi komunikasi dalam organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep komunikasi organisasi dan fungsi manajemen komunikasi dalam mendukung keberhasilan organisasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi memiliki peran penting dalam mengelola arus informasi, membangun koordinasi, serta meningkatkan efektivitas hubungan kerja dalam organisasi. Fungsi manajemen komunikasi meliputi fungsi informatif, regulatif, persuasif, dan integratif yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang terorganisasi dan produktif. Kesimpulannya, manajemen komunikasi merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan organisasi karena mampu mendukung terciptanya komunikasi yang efektif dan efisien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lapangan pada berbagai jenis organisasi guna memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai implementasi manajemen komunikasi dalam praktik.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah Mahasiswa KPI Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Pramita Kesuma; Nur Intan Kayla Zein; Asyah Apriliani; Miftahur Raihan; Ainul Mardiyah
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8772

Abstract

Studi ini berupaya mengkaji bagaimana mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Sumatera Utara Medan memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. Era teknologi digital yang berkembang pesat telah menjadikan media sosial sebagai salah satu jalur ampuh untuk menyebarkan ajaran agama kepada publik, khususnya generasi muda. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif berupa survei. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan angket kepada para mahasiswa KPI UINSU Medan yang aktif bermain media sosial. Untuk menganalisis data, dipakai analisis statistik deskriptif untuk memahami sejauh mana media sosial dimanfaatkan dalam kegiatan dakwah. Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa KPI UINSU Medan giat menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyiarkan nilai-nilai Islam melalui berbagai bentuk muatan, mulai dari video tausiah, kutipan Al-Qur'an dan hadis, poster informatif, hingga tulisan bernuansa Islami. Media sosial dinilai mampu memperluas cakupan dakwah, menguatkan interaksi dengan audiens, dan menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara kreatif dan mudah dipahami. Kendati demikian, pemanfaatan media sosial untuk dakwah juga dihadapkan pada bermacam kendala, seperti maraknya informasi palsu, minimnya pemahaman literasi digital sebagian pengguna, serta persaingan dengan konten hiburan. Maka dari itu, penting untuk meningkatkan keterampilan digital dan etika bersosial media agar aktivitas dakwah di ranah digital dapat berjalan optimal, penuh tanggung jawab, serta memberikan pengaruh baik bagi masyarakat.
Strategi Komunikasi Krisis Public Relations Dalam Menangani Isu Pemerintahan Ahmad Haris Al Hafiz; Gading Muhammad Thoriq; Halif Riadin; Ainul Mardiyah
Journal of Civic and Character Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcce.v2i2.8780

Abstract

Di era digital, penyebaran informasi yang berlangsung secara cepat melalui media massa dan media sosial menyebabkan isu pemerintahan mudah berkembang menjadi krisis yang dapat memengaruhi citra institusi serta tingkat kepercayaan masyarakat. Dalam situasi tersebut, Public Relations (PR) atau humas pemerintah memiliki peran penting dalam mengelola komunikasi agar informasi yang beredar dapat dikendalikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis Public Relations dalam menangani isu pemerintahan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penanganan krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber literatur yang relevan mengenai komunikasi krisis dan public relations pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi krisis yang efektif dilakukan melalui identifikasi isu secara dini, penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan transparan, pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi publik, serta koordinasi yang baik antarinstansi pemerintah. Selain itu, komunikasi dua arah dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan mengurangi dampak negatif dari isu yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanganan krisis sangat dipengaruhi oleh kesiapan humas dalam merespons isu secara profesional, konsisten, dan berorientasi pada kebutuhan informasi publik. Dengan demikian, strategi komunikasi krisis yang tepat dapat membantu pemerintah menjaga reputasi institusi dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Page 3 of 3 | Total Record : 30