cover
Contact Name
-
Contact Email
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Phone
+62215713827
Journal Mail Official
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Editorial Address
Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikdasmen Building E Floor 19, Jenderal Sudirman -- Senayan Street, Jakarta 10270
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Published by Kemendikdasmen
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : https://doi.org/10.24832/jpkp
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal that publishes research and analysis-based articles on education policy. The journal publishes a range of education policy topics such as education management, educational evaluation and assessment, curriculum, education technology, and educational innovations.
Articles 133 Documents
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MELALUI TUGAS PROYEK BERBANTUAN WEBSITE DI SDN GEGUNUNG KULON, KAB. REMBANG -, Parlan -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.180

Abstract

Abstrakujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran, mengetahui peningkatan prestasi siswa, dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran PKn melalui tugas proyek berbantuan website. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 Siklus dengan subjek siswa kelas IV SD Negeri Gegunung Kulon, Kabupaten Rembang, semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif komparatif, membandingkan proses dan hasil belajar antara praSiklus, Siklus I dan Siklus II. Hasil penelitian yang dilaksanakan 2 Siklus menunjukkan peningkatan aktivitas siswa sampai 86 persen baik. Hasil belajar siswa juga meningkat ditandai Siklus I nilai rata-rata kelas 67,86 dan ketuntasan mencapai 57 persen. Siklus II nilai rata-rata kelas 78,57 dan ketuntasan 86 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat dalam mengikuti pembelajaran serta ada perubahan perilaku siswa untuk mengikuti pembelajaran PKn melalui tugas proyek berbantuan website yang semula pasif menjadi lebih aktif. Semua siswa berminat dalam melaksakanan tugas dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan dalam menjelajah website atau internet. AbstractThe objective of this research was to describe learning process, to know how students’ learning achievement improve, and to describe the change of student behavior on civics learning through website-assisted project task. The research was done through two cycles, with grade IV students in SD Negeri Gegunung Kulon throughout the second semester of school year 2014/2015 as the subject. Research data analysis was done using descriptive comparative method, comparing the learning process and result between pra-cycle, first cycle and second cycle. The result showed positive increase of students’ activities as much as 86 percent. The improvement of students’ learning achievement in cycle I could be seen by the class average grade of 67,86 and mastery learning of 57 percent, while in cycle II the class average grade was 78,57 and mastery learning of 86 percent. The conclusion was that students’ learning activities and achievement improved and there was also a changing in students’ behavior in learning civics through website-assisted project task, from passive learning to active learning. Every student showed interest in doing the project and gaining enjoyable experience browsing the internet.
KAJIAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA DAN SMK -, Sudiyono -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.181

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan pendidikan karakter, guna mendapatkan opsi kebijakan tentang strategi pendidikan karakter di sekolah. Metode penelitian menggunakan survei, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Penelitian dilaksanakan di 10 kab/kota dengan sampel 40 SMA dan 40 SMK. Responden adalah kepala dinas pendidikan 10 orang, kepala sekolah 80 orang, guru 320 orang, dan siswa 800 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kebijakan pemerintah daerah sebagian besar belum menerbitkan peraturan daerah yang terkait dengan pendidikan karakter. Sementara pada tingkat sekolah, kebijakan pelaksanaan pendidikan karakter umumnya dilaksanakan mengacu pada visi dan misi sekolah, sebagian besar sekolah mengintegrasikan dalam pembelajaran, pembiasaan, dan pembudayaan. Pelaksanaan pembiasaan dan pembudayaan yang dilakukan oleh guru masih belum konsisten, dan belum dievaluasi secara periodik. Direkomendasikan perlu adanya penguatan dan pembudayaan secara konsisten pelaksanaan pendidikan karakter dengan mengacu pada praktik sekolah terbaik dan meminimalkan hambatan pelaksanaannya. AbstractThis study aimed to obtain information on the implementation of character education in academic and vocational high school in order to develop strategic policy options on character education in schools. The method used was survey, descriptive qualitative approach and data analysis using descriptive statistics. The research was conducted in 10 districts/cities with a sample of 80 schools (40 academic schools and 40 vocational schools). Respondents involved were 10 district head of education offices, 80 principals, 320 teachers, and 800 students. The results showed that in terms of policy, most regional government had yet to issue local regulations related to character education. While at the school level, policy implementation was generally implemented in reference to the vision and mission of the school. The vast majority of schools integrated learning, habituation, and familiarization. Implementation of habituation and familiarization done by teachers were still inconsistent, and had not been evaluated periodically. One of policy recommendation is the need to strengthen and develop a consistent implementation of character education referencing to the best practices and to minimize obstacles in implementation.  
EFEKTIVITAS PEMBERIAN DANA INSENTIF AKREDITASI PROGRAM BETTER EDUCATION THROUGH REFORMED MANAGEMENT AND UNIVERSAL TEACHER UPGRADING (BERMUTU) PADA PRODI PGSD Ulumudin, Ikhya -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.182

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan dampak pemanfaatan program bantuan DIA BERMUTU. Penelitian ini dilakukan pada 12 perguruan tinggi yang mendapatkan program bantuan DIA BERMUTU dengan metode survey dan teknik pengumpulan datanya adalah wawancara. Hasil penelitiannya adalah program DIA BERMUTU telah dimanfaatkan dan digunakan oleh penerima bantuan untuk peningkatan pengelolaan prodi PGSD. Pemanfaatannya dilakukan melalui program dan kegiatan diantaranya peningkatan kapasitas SDM, peningkatan mutu proses pembelajaran, peningkatan kelengkapan sarana prasarana dan system informasi, dan peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dampak dari pemanfaatan tersebut adalah terfasilitasinya prodi PGSD untuk memperoleh akreditasi lebih baik, serta menjadi stimulus prodi PGSD dalam merencanakan pengelolaan yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian output yang BERMUTU secara berkesinambungan. AbstractThis research was carried out to find out the utilization of DIA BERMUTU Program and the effect of its utilization. The research was conducted in 12 universities, the grantees of DIA BERMUTU program, using survey method and interview as its data collection technique. The result showed that DIA BERMUTU program had been utilized and used by the grantees to improve the PGSD study program management through various programs and activities such as human resource capacity development, learning process quality improvement, enhancement of information system and infrastructure, and development of research and community services. DIA BERMUTU program could facilitate the PGSD Study Program to get a better accreditation level. Beside that, this program can also stimulate PGSD Study Program to have better plan toward more qualified, accountable, and sustainable-qualified-output-oriented management.  
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 1, NO. 1 TAHUN 2016 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Litjak
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS PROJECT CITIZEN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN DI ERA GLOBAL Sumartini, Ai Tin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.185

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untukmenguji dan menemukan perbedaan pengembangan kompetensi warganegara lyang meliputi kompetensi pengetahuan, watak dan keterampilan kewarganegaraan di era global melalui pembelajaran PKn berbasis project citizen.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain “nonequivalent control group pre-test dan post-test design.”. Dalam desain ini terdapat kelompok eksperimen (kelas IX B) dan kelompok kontrol (kelas IX A) yang tidak dipilih secara random, dengan populasi siswa SMP Negeri 5 Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melaluidengan pretes, postes,angket, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kompetensi warganegara di era global dalam pembelajaran PKn yang berbasis project citizen dengan pembelajaran PKn yang tidak berbasis project citizendengan nilai mean kelas eksperimen lebih besar daripada nilai mean kelas kontrol (40,37>20,63). Secara parsial terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pengembangan kompetensi pengetahuan kewarganegaraan (37,30>23,70), watak kewarganegaraan (36,70>24,30), dan keterampilan kewarganegaraan (38,42>22,58). Simpulan penelitianini adalah pengembangan kompetensi warganegara yang mencakup kompetensi pengetahuan warganegara, kompetensi watak warganegara dan kompetensi keterampilan warganegara di era global berbeda antara pembelajaran PKn berbasis project citizen dengan pembelajaran PKn yang tidak berbasis project citizen. AbstractThe aim of the research is to analyze and to find the differencebetween civic competence developments which include the competence of knowledge, character, and citizenshipskills in global era through civic learning based on citizen project.The method used in the research is a method of Quasi Experiments with design of “nonquivalent control group pre-test and post-test”. In this design there is the experimental group (class IX B) and the control group (class IX A) which are not chosen randomly, with a population of students of SMP Negeri 5 Tasikmalaya.The data was collected by pre-test, post-test, filling out the questionares, and doing interviews.The result of the research shows that;first; there is the difference between civic competence development of civic learning based on citizen project in global era and civic learning that is not based on citizen project by the mean experiment class has greater value than control class (40,37 > 20,63). Second; partially, there is the difference between experiment class and control class in civic knowledge competence development (37,30 > 23,70), civic character (36,70 > 24,30), and citizenshipskills (38,42 > 22,58).The conclusion of the research iscivic competence development in global era that include civic knowledge competence,civic disposition competence and civic skills competences is the difference between civic learning based on citizen project and civic learning which is not based on citizen project.  
PEMANFAATAN TKA SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN DI DAERAH PINGGIRAN SECARA OUT OF BOX Abu Bakar, Kosasih Ali
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.186

Abstract

AbstrakTeknologi komputasi awan saat ini sedang berkembang dengan pesat, hal ini tentunya dikarenakan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan serta karakteristik layanannya yang menjadikan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah alat yang lebih efisien dan efektif. Dunia pendidikan yang sudah mulai banyak menggunakankomputasi awanatau disebut dengan pendidikan awan. Penelitian kali ini dilakukan dengan sebuah kajian analisis pemanfaatan dari komputasi awan dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang berada di daerah-daerah pinggiran sesuai dengan program Nawacita dari Pemerintahan Jokowi-JK, pemenuhan 21st century learning skills dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Dalam kajian ini memperlihatkan bahwa pendidikan menggunakan komputasi awantidak hanya menawarkan sebuah cara dan model pembelajaran baru yang bersifat out of box untuk menghilangkan permasalahan geografis dan ketidakmerataan sumber daya pendidikan yang ada pada “daerah pinggiran”, akan tetapi lebih kepada upaya untuk membangun budaya baru dalam belajar. Sehingga dalam rangka pengintegrasian teknologi komputasi awan ke dalam sistem pendidikan diperlukan peranan pemerintah melalui regulasi pendukung, mendukung peran dari PUSTEKKOM sebagai pusat pelayanan dan pembangunan budaya baru belajar menggunakan teknologi komputasi awan. AbstractAbstract: Today the developing of cloud computing technology is arising, this is because of the advantages that offering and service characteristic by cloud computing what making information and communication technology as an effective and efficiency device. This is also making education world starts to use cloud computing technology or we can call cloud education.This research will discuss about cloud education role to help increasing quality of education, especially where at the edge areas as Nawa Cita of Jokowi-JK’s Government, 21stcentury learning skills and education for sustainable development. In this study, education using cloud computing not only offers a new stance of learning and a new model of learning but also solving problem with out of box way such as geographical obstacles and unbalance educational resources in “daerah pinggiran”, but rather to build a new culture of learning. So, in order to further integration of cloud computing to education system through government with supporting regulation, supporting PUSTEKKOM as serviced central of cloud education and preparing for a new stance of learning using cloud computing technology.  
PERMAINAN MATEMATIKA MONOPOLI TIC TAC TOE YANG EFEKTIF DALAM MEMPELAJARI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT Mangkubumi K, Negara -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.187

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan matematika monopoli tic tac toe yang efektif dan praktis untuk menarik siswa mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penelitian ini dilatarbelakangi masih banyaknya siswa yang belum mahir melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang merupakan materi awal yang diajarkan di kelas VII SMP sehingga keberhasilan pembelajaran kurang maksimal. Model desain pembelajaran yang digunakan adalah desain model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluate). Pada tahap pengembangan (Development), metode pengembangan media pembelajaran ini menggunakan beberapa langkah model pengembangan (Borg and Gall), terdiri dari 5 tahapan utama, yaitu 1) Desain awal produk, 2) uji coba produk tahap I, 3) Revisi produk operasional, 4) Uji coba produk tahap II, dan 5) Produk. Subyek uji coba penelitian sejumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi kelayakan media pembelajaran, angket respon siswa, dan foto dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan telah berhasil membangkitkan minat siswa untuk mempelajari matematika khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat karena aspek keefektifan dan kepraktisan pada kriteria layak untuk digunakan serta respon siswa yang semakin positif sehingga media yang dikembangkan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada umumnya. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan monopoli tic tac toe mampu membuat siswa untuk berusaha mencari tahu tentang materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dan dapat memberikan pengalaman baru yang berarti bagi siswa. Dengan adanya penelitian ini diharapkan para guru maupun peneliti termotivasi menemukan formula-formula baru bagi sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan. AbstractAbstract: This research was aimed developing the mathematics game media named monopoli tic tac toe which attrack students to learn about additon and substraction of integer number more effectively and practically. It was based of some students still uncapable to solve this operation number in grade VII SMP therefore impact deficient of learning success. The procedure used in this research was the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluate). The Development used Borg and Gall model which consisted of five stages, namely: 1) first product design, 2) first trial, 3) revise operational product, 4) second trial, and 5) final product. The subjects were 28 students. The instruments consist of validation learning media form, student response form, and documentation photos. The result of research showed the increase of student interests to learn mathematics, specially the addition and substraction integer number. It causes by effective and practical aspects of suitables criteria and response of students more positive therefore this media could increase the result of learning in generally.The conclution of the results are monopoli tic tac toe interests student to have more effort to know about addition and substraction of integer number. Then, giving new experience for the student also. Hopefully by this research, the teacher and researcher were motivated to discover new formulas of teaching and learning inovation which improve the education quality.  
KEEFEKTIFAN SEKOLAH DILIHAT DARI DELAPAN STANDART NASIONAL PENDIDIKAN DI WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA Parwanto, Parwanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keefektifan sekolah dilihat dari delapan standar nasional pendidikan. mengetahui tingkat ketecapaian keefektifan sekolah dilihat dari delapan standar nasional pendidikan dan mengetahui dari kedelapan standart nasional pendidikan butir mana disetiap standart yang masih perlu mendapatkan perhatian secara serius. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode survai yakni upaya mengumpulkan informasi dari responden yang merupakan contoh dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Populasi dari penelitian ini adalah jumlah satuan pendidikan Sekolah Mengengah Pertama (SMP) sebanyak 349 sekolah yang bersatatus sekolah negeri yang menyebar di wilayah eks karesidenan Surakarta. Sampel diambil sebanyak 172 sekolah dengan pendekatan area probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner tertutup dengan skala likert. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari standar isi; standar proses; standar kompetensi kelulusan; standar pendidikan dan tenaga kependididkan; standar sarana dan prasarana ; standar pengelolaan; standar pembiayaan; dan standar penilaian sudah cukup baik. Ketercapaian delapan standar nasional pendidikan seluruh sekolah sampel sudah mencapai tingkat yang cukup tinggi yakni di atas 90%, kendati masih ada beberapa dari sub butir standart yang masih perlu lebih diperbaiki AbstractAbstract: The aim of this research is to discover the school effectiveness seen from eight components of standards of national education. From these eight components, we will find out which components still need to be regenerated. This research is using survey method by structured questionnaire to gather information from respondents. The population is 349 Government Junior High Schools in a region of ex Surakarta Residence. Total of samples from population is 172 schools, using area probability sampling approach. To collect the data, we used closed questionnaire with Likert scale as the instrument. After all data collected, then we analyze it descriptively with quantitative approach. The result shown that all the components of standards of national education, including content standards; process standards; competence of graduates standards; educational standards and human resource standards; facilities standards; management standards; funding standards; and assesment standards are fairly good. The achievement of eight standards of national education from all sample schools already achieved high level, i.e. above than 90%. But still there are several sub components needs to be regenerated.  
PENINGKATAN PRESTASIBELAJAR MATEMATIKATENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI PERMAINAN MISTAR BILANGAN DI SEKOLAH DASAR Umiyati, Titik
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.189

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses pembelajaran matematika dan menganalisis peningkatan prestasi belajar melalui permainan mistar bilangan. Metode penelitian yang digunakanadalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Temengeng Kabupaten Blora pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Teknikanalisis yang digunakandeskriptif komparatif, yaitu membandingkan data hasil antara prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian yang dilaksanakan 2 siklus menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika dengan menggunakan permainan mistar bilangan sangat menyenangkan siswa, sehingga aktivitas pembelajaran meningkat dari 62,5 menjadi 84,5. Hasil belajar siswa juga meningkat ditandai hasil siklus I nilai rata-rata kelas 60,48 dan ketuntasan mencapai 57,10%. Siklus II nilai rata-rata kelas 75,24 dan ketuntasan 85,70%. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui permainan mistar bilangan dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran dan hasil belajar menunjukkan semua siswa berminat dalam melaksanakan tugas dan memperoleh pengalaman yang menyenangkan dalam permainan mistar bilangan. AbstractAbstract: The purpose of this research is to study the learningprocess ofmath and analyse increasing of learning achievement through rulernumbers game. The method usedin this research is class action which is done in2 cycles. The subject of the research are fourth grade students of Number 2 PublicElementary Schoolat Temengeng, Blora district in second semester of the school year 2014/2015. The analysetechnicusedby comparingthe data from precycle, first cycle and second cycle. The results of the research that is done two cycles indicate that math learning process by using ruler numbers game can make the students feel pleased so thatlearning activities increase from 62.5 to 84.5. The results of student learning alsoincrease, it can be showed from the average score of the first cycle is 60.48 and the completeness score reaches57.1%. The average score of thesecond cycle is 75.24 and the completeness score reaches 85.7%. The conclusion of the research ismath learning about addition and deduction of integer through ruler numbers game can improve learning activity and the results of student learning show that all students are interested to obtain the task and get moreenjoyable experience in using rulernumbers game.  
KAJIAN PENYELENGGARAAN PAUD DI KOTA BANJARMASIN DITINJAU DARI ASPEK PERENCANAAN Sari, Lisna Sulinar
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.190

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini yaitu dari jumlah lembaga PAUD yang ada di Kota Banjarmasin belum semuanya memiliki perencanaan khususnya pada analisis peningkatan legalitas kelembagaan PAUD dan analisis kebutuhan pendidikan untuk anak usia dini (AUD). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan analisis data deskrtif kuantitatif dan kualitataif. Hasil studi menunjukkan bahwa: i) Disdik Kota Banjarmasin dan Lembaga PAUD sampel tidak melakukan perencanaan yang baik untuk pendataan analisis kebutuhan pendidikan AUD; ii) Belum semua lembaga PAUD sampel memiliki izin operasional dikarenakan adanya persyaratan yang belum dapat dipenuhi karena memerlukan biaya yang cukup besar seperti, pembuatan akta notaris; iii) Belum semua lembaga PAUD memiliki sarpras sesuai dengan pedoman sarana dan prasarana dari pusat; iv) untuk membantu ketersediaan sarpras, Disdik Kota Banjarmasin sudah mengalokasikan dana APBD II berupa bantuan RKB, rehab kelas rusak ringan dan berat, serta bantuan APE Dalam dan Luar berupa barang. AbstractThe problem in this study is from the number of early childhood institutions in the city of Banjarmasin not all have plans in particular to the analysis of institutional legality increase early childhood education and educational needs analysis for early childhood (AUD). This study uses a case study approach to data analysis of quantitative and qualitative deskrtif. The study shows that: i) Disdik Banjarmasin and Institutions ECD sample is not doing better planning for data analysis AUD educational needs; ii) Not all the samples of early childhood institutions have an operating permit because of the requirements can not be met because it requires significant costs such as notary deed; iii) Not all early childhood institutions have infrastructure accordance with the guidelines of the central infrastructure; iv) to assist the availability infrastructure, Disdik Banjarmasin already allocated budget II in the form of classroom assistance, rehabilitation of damaged light and heavy classes, as well as the In and Out APE assistance in the form of goods.  

Page 2 of 14 | Total Record : 133