cover
Contact Name
Madarina
Contact Email
litbang.bp3d@gmail.com
Phone
+6285926576489
Journal Mail Official
jidboyolali@boyolali.go.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali Jl. Dr. Soepomo, Siswodipuran, Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Kode Pos: 57311
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Inovasi Daerah
ISSN : 29625904     EISSN : 2962178X     DOI : -
Focus and Scope of Jurnal Inovasi Daerah is: Local Products and Industries Research and studies on superior local products, industrial innovation, and technological innovation that support regional competitiveness, including the development of creative industries, agriculture, and other potential sectors of the region. Innovation Systems and Governance Articles on the regional innovation system, the system of innovation in general, and innovation in local governance. This includes institutional arrangements, collaboration among government, academia, business, and community (quadruple helix), as well as policies that strengthen the innovation ecosystem. Public Policy and Services Studies related to innovation in public services and public affairs within the authority of local government. This scope covers administrative innovations, digital governance, participatory public services, and other regional innovations that align with mandatory and optional government affairs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Perkembangan Aspek Ekonomi Dalam Wisata Di Kabupaten Boyolali Dio Samudra; Miftahul Jinan; Tri Handayani
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan aspek ekonomi pada sektor pariwisata di Kabupaten Boyolali sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Analisis difokuskan pada tiga indikator utama: (1) pertumbuhan destinasi dan kunjungan wisatawan, (2) kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta (3) pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis wisata. Penelitian juga melakukan analisis kualitatif terhadap kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat daerah terkait, serta dokumen perencanaan pembangunan periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata Boyolali mengalami pertumbuhan signifikan, ditandai peningkatan jumlah desa wisata dari 11 pada tahun 2020 menjadi 47 pada tahun 2023—pertumbuhan kumulatif 327% yang didorong program insentif pemerintah dan inisiatif pengembangan berbasis masyarakat. Perkembangan desa wisata mendorong tumbuhnya ekosistem pariwisata terintegrasi serta memperkuat peran UMKM lokal dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Sektor pariwisata juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan PDRB dan penyerapan tenaga kerja, didukung pembangunan infrastruktur dan dukungan kebijakan pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pariwisata berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kualitas Demokrasi Sebagai Variabel Mediasi Antara Inovasi Daerah dan Pembangunan Manusia Berbasis SDGs Di Indonesia Sunardi Sunardi; Aprianto Aprianto; Welly Welly; Fenty Astrina; M. Fahmi; Nurul Hutami Ningsih
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi daerah terhadap pembangunan manusia dengan menempatkan kualitas demokrasi sebagai variabel mediasi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel terhadap 34 provinsi di Indonesia selama periode 2020–2024. Model estimasi terbaik ditentukan melalui uji Chow dan Hausman, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan pendekatan yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia. Selain itu, inovasi daerah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas demokrasi, sementara kualitas demokrasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia. Hasil uji mediasi mengonfirmasi bahwa kualitas demokrasi berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara inovasi daerah dan pembangunan manusia. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis mediasi kualitas demokrasi dalam model regresi data panel lintas provinsi yang mengaitkan inovasi daerah dan pembangunan manusia berbasis SDGs. Simpulan penelitian menegaskan bahwa inovasi daerah akan lebih efektif meningkatkan pembangunan manusia apabila didukung oleh kualitas demokrasi yang kuat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah daerah tidak hanya mendorong inovasi kebijakan, tetapi juga memperkuat institusi demokratis yang inklusif dan akuntabel sebagai pilar pembangunan manusia berkelanjutan.
Talent Mapping sebagai Strategi Manajemen Talenta dalam Mengurangi Stres Kerja Aparatur Sipil Negara di Pemerinta h Daerah: Sebuah Tinjauan Literatur Bintang Wijaya; Fitria Khoirun Nisa
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep talent mapping dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan daerah serta menganalisis hubungannya dengan penurunan work stress pada aparatur sipil negara berdasarkan studi literatur. Meskipun berbagai penelitian telah membahas talent management dan pengembangan kompetensi aparatur, kajian yang secara khusus menghubungkan penerapan talent mapping dengan upaya penurunan work stress dalam konteks pemerintahan daerah masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan perspektif manajemen talenta, kesejahteraan psikologis aparatur, dan penerapan sistem merit dalam tata kelola pemerintahan daerah.. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kajian pustaka melalui analisis peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talent mapping merupakan instrumen strategis dalam manajemen talenta yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan menyelaraskan kompetensi serta potensi aparatur dengan tuntutan jabatan berdasarkan prinsip sistem merit. Penerapan talent mapping mampu meningkatkan person-job fit, distribusi beban kerja proporsional, serta mendorong pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Selain itu, talent mapping memiliki hubungan yang signifikan dalam menurunkan work stress melalui peningkatan kemampuan individu dalam menghadapi tuntutan kerja serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif. Dengan demikian, talent mapping tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis aparatur pemerintah.
The Development of Dairy Farming Inclusion Its Economics Transformation Local Production for Supporting Sustainable Development in Regional Boyolali Fathimah Tsabitah Al-Khairiyah; Surya Bagus Mahardika; Muhammad Abiyyu Al-Hammam
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.65

Abstract

This research aims to analyze economic and environmental impact from dairy farm inclusion in Regional Boyolali. The research used method qualitative with resources type field analyze with random sampling responden dairy farm in Boyolali. This results case study to showed that the role Villagers Units Cooperative (KUD) in sub district Musuk smooth comprehensive and passive activities to membership (dairy farm), the product from dairy farm not purpose of outcome or output and the government policy focus on economic and environmental impact failed with priorities program is food discovery economic with empowerment local dairy farm practice. Therefore, this suggestion for future, government and stakeholder needs synergic, KUD dairy farm and the output dairy farm product (to guide entrepreneur and citizen) but also creating sustainable development goals with economic transformation focus successfully and economics value chain best practice.
Inovasi Pembangunan Daerah Berbasis Tata Kelola Ekosistem Lestari di Kabupaten Boyolali: Tinjauan Literatur Sistematis Fikri Danang Himawan
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.66

Abstract

Kabupaten Boyolali adalah lanskap produksi kompleks dengan keterkaitan erat antara sektor pertanian, peternakan, perairan, dan pariwisata, namun sintesis ilmiah lintas sektornya masih sangat terbatas. Permasalahan utama mencakup fragmentasi kelembagaan, degradasi ekosistem perairan akibat polusi, konversi lahan produktif, serta lemahnya ekosistem inovasi dalam perumusan kebijakan berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berbasis protokol PRISMA 2020 terhadap 42 artikel terindeks Scopus guna mengidentifikasi peluang inovasi dan hambatan struktural di wilayah tersebut. Analisis tematik mengungkap enam domain utama: pertanian organik, agribisnis susu, degradasi perairan, perubahan penggunaan lahan, ekowisata, dan tata kelola kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi ekonomi-ekologis Boyolali terhambat oleh masalah modal, eksternalitas lingkungan, dan integrasi lintas sektor yang lemah. Sebagai solusi, dirumuskan lima strategi operasional meliputi revitalisasi pertanian organik, restorasi daerah aliran sungai, transformasi rantai nilai susu, integrasi ekowisata, dan pembentukan tata kelola lanskap multipihak. Temuan ini menjawab tantangan melalui pemetaan peluang inovasi pada enam domain produksi serta identifikasi hambatan dalam lima kluster utama. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan pembangunan berbasis lanskap yang terpadu sangat krusial untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi sekaligus menjaga ketahanan ekosistem daerah secara menyeluruh di Kabupaten Boyolali demi masa depan yang lebih baik serta mewujudkan sinergi kuat bagi seluruh pemangku kepentingan.
Model Community-Based Experimental Tourism Mlipiria sebagai Inovasi Pengembangan Industri Kreatif Pariwisata Zharifah Amalia Ramadhani; Dian Azizah Sadriansyah Wijaya; Yahya Yusron Naufal; Fikri Wahiddinsyah; Daffa Fakhri Maulana
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66094/jid.v5i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan community-based experiential tourism yang dikembangkan oleh Komunitas Mlipiria di Selo, Boyolali, sebagai inovasi pengembangan pariwisata daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola komunitas, pelaku usaha lokal, wisatawan, serta pemangku kepentingan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata yang dikembangkan oleh Mlipiria mengintegrasikan empat aktivitas utama berbasis pengalaman, yaitu walking tour desa, keterlibatan dalam kegiatan pertanian, interaksi budaya dan kuliner, serta konservasi lingkungan melalui penanaman pohon. Kegiatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan pariwisata sehingga mendorong pemberdayaan ekonomi, sosial, pengetahuan, dan kelembagaan. Selain itu, pendekatan ini mencerminkan inovasi melalui integrasi pengalaman wisata yang bersifat rekreatif, edukatif, dan konservatif, serta didukung oleh kolaborasi multipihak. Meskipun terdapat tantangan dalam kapasitas pengelolaan dan promosi, terdapat peluang besar melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kelembagaan. Secara keseluruhan, community-based experiential tourism di Mlipiria menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing destinasi serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.