cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
USULAN PERBAIKAN PENINGKATAN KUALITAS PROSES PENGISIAN TABUNG GAS ELPIJI 3 KG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Fakhrudin, Fadly Dzil Faza; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.749 KB)

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam aktivitas niaga produk-produk bukan bahan bakar minyak dan mengoperasikan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Banyaknya tabung-tabung gas elpiji 3 kg yang beredar luas di kalangan konsumen dalam kondisi yang kurang baik, seperti yang dikeluhkan oleh konsumen, misalnya kerusakan yang terdapat pada pegangan tabung (handguard), kerusakan pada bagian kaki tabung (footring), dan kebocoran yang terjadi pada tabung (valve, neckring), serta sirkum yang tidak rapih (undercut). Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas tabung gas elpiji 3 kg yang beredar secara keseluruhan. Metode SIX SIGMA digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan yang terjadi pada PT X. SIX SIGMA merupakan metode peningkatan kualitas yang sistematis melalui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data serta implementasi yang dilakukan didapatkan penurunan nilai DPMO sebesar 17095,238 dan nilai sigma mengalami kenaikan sebesar 0,277 . Dengan meningkatnya nilai sigma dari 3,977 menjadi 4,254 dan berkurangnya jumlah cacat per sejuta kesempatan menandakan bahwa implementasi yang dilakukan dapat dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan performansi perusahaan. Kata kunci: Kualitas, Six Sigma, Peningkatan Performansi ABSTRACT PT X is one of the companies engaged in the commercial activity of the products instead of fuel oil and operates LPG Bulk Filling Station (SPBE). The number of gas cylinders of LPG 3 kg were circulated widely among consumers in adverse conditions, such as those complained about by consumers, such damage is found on the handle tube (handguard), damage to the tube feet (footring), and leaks that occur in tube (valve, neckring), as well as the circum untidy (undercut). Therefore, needs to be done for improving the quality of 3-kg LPG cylinder outstanding overall. SIX SIGMA method used to help solve the problems that occur in the PT X. SIX SIGMA is a systematic method of quality improvement through the stages Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. Based on the results of data collection and processing and implementation conducted found impairment amounted 17095.238 DPMO and sigma value increased by 0.277. With increasing sigma value of 3.977 into 4.254 and a reduced number of defects per million opportunities indicates that the implementation is done can be said to be successful because it can improve the performance of the company. Keywords: Quality, Six Sigma, Improved Performance
PENGUKURAN PERFORMANSI BERDASARKAN MBCFPE PADA KATEGORI PROSES PERENCANAAN STRATEGIS SERTA KATEGORI HASIL ITEM PROSES DAN PEMBELAJARAN SISWA DI PERGURUAN TINGGI X BANDUNG Prayitno, Valiana Novani; Taroepratjeka, Harsono; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.091 KB)

Abstract

Perguruan tinggi X adalah suatu perguruan tinggi swasta di Bandung yang belum melakukan pengukuran kinerja secara menyeluruh dan terintegrasi, sehingga belum diketahui tingkat kinerjanya saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur bagian dari kinerja perguruan tinggi tersebut dengan menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE), untuk menghasilkan dokumen aplikasi proses khususnya pada perencanaan strategis, proses dan pembelajaran siswa, untuk menemukan kekuatan (strength) dan peluang-peluang perbaikan (opportunity for improvement) berdasarkan hasil dari pengukuran kinerja.   Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Malcolm Baldrige Abstract College X is a private university in Bandung, has never conducted an integrated and comprehensive measurement for its organizational performance, so it is not known the level of performance the college at the moment. This research is conducted to measure a part of the college organizational performance using Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE), to produce application document, especially in strategic planning, student learning and process outcome, as well as to find its strength and opportunity for improvement based on the performance measurement.   Keywords: Performance Measurement, Malcolm Baldrige
USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA PADA PT. SINAR ADVERTAMA SERVICINDO (SAS) BERDASARKAN HASIL EVALUASI MENGGUNAKAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK (EQC) Adha, Ezi Rezia; Yuniar, Yuniar; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.906 KB)

Abstract

PT. Sinar Advertama Servicindo (SAS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang advertising dimana perusahaan ini kurang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi karyawannya. Hampir seluruh stasiun kerja yang ada di PT. SAS ini merupakan stasiun kerja yang manual dan hampir seluruh pekerjaannya dilakukan oleh manusia. Aktivitas pekerjaan manual yang dilakukan secara berulang-ulang dan dalam jangka waktu yang lama sering kali menimbulkan cidera maupun kecelakan kerja. Untuk itu perlu dilakukan perancangan stasiun kerja baru yang efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE) berdasarkan evaluasi menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC). Hasil perhitungan menujukan bahwa nilai exposure level rata-rata tertinggi terdapat pada stasiun kerja jahit/obras yakni sebesar 64,81%, sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap stasiun kerja yang ada. Usulan yang diberikan yaitu berupa rancangan stasiun kerja baru berupa rancangan kursi dan meja untuk operator dengan menggunakan data antropometri. Diharapkan usulan rancangan baru ini dapat meminimasi terjadinya risiko cidera terutama risiko cidera pada otot rangka sehingga hal tersebut dapat meningkatkan performansi dari pekerja itu sendiri. Kata Kunci : ergonomi, pengukuran beban postur tubuh, Quick Exposure Check ABSTRACK PT. SINAR ADVERTAMA SERVICINDO (SAS) is advertising company who generally less attention to aspects of health and safety for their employees. Almost work stations in the PT. SAS are doing by manual handling and most of the work done by human beings. Manual work activities performed repeatedly and in a long period of time often leads to injuries and work accidents. It is necessary to design effective new work stations, comfortable, safe, healthy, and efficient based evaluation using the method Quick Exposure Check (QEC). From the calculation results that the value of the average exposure level is highest in the sewing work station which is equal to 64.81%, so it is necessary to amend the existing work stations. The proposal is given in the form of a draft new work station design chairs and tables for operators using anthropometric data. It is expected that this new proposed design can minimize the risk of injury, especially the risk of injury in skeletal muscle so that it can improve the performance of the workers themselves. Keywords: ergonomics, load measurement posture, Quick Exposure Check
Pengembangan Perangkat Lunak untuk Penempatan Pegawai Itenas Berdasarkan Kompetensi Adiputra, Renaldy Dwityo; Bakar, Abu; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.255 KB)

Abstract

Institut Teknologi Nasional (Itenas) terus berupaya mengembangkan diri melalui perencanaan dan pengembangan sumber daya manusianya. Setiap pegawai memiliki data dan kompetensi individu masing-masing. Untuk pendataan pegawai dan pengukuran nilai kinerja, dibutuhkan suatu perangkat lunak agar proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat. Penelitian ini berisi mengenai perancangan perangkat lunak pendukung sistem sumber daya manusia dirancang guna menyimpan data pegawai dan menghitung nilai kinerja pegawai berdasarkan gap kompetensi antara kebutuhan kompetensi jabatan (KKJ) untuk setiap jabatan administratif yang ada di Itenas dengan kompetensi individu (KI) masing-masing pegawai. Nilai kinerja pegawai digunakan sebagai acuan dalam proses penempatan pegawai pada suatu jabatan. Perangkat lunak ini menghasilkan rekomendasi urutan prioritas 10 jabatan terbaik untuk tiap pegawai berdasarkan nilai kinerja. Perangkat lunak yang dikembangkan menyimpan data mengenai pegawai serta rekomendasi penempatan pegawai sehingga data yang dibutuhkan dalam sistem manajemen sumber daya manusia dapat dengan mudah diakses.   Kata Kunci:MSDM-BK, penempatan pegawai, perangkat lunak
SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE (KATEGORI 1 – KEPEMIMPINAN) BERBASIS PENGUKURAN KPKU-BUMN Hadrian, Muhammad Hafidz; Nugraha, Cahyadi; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.79 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang perancangan sistem perangkat lunak untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan proses internal assessment dengan menggunakan metode Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) berbasis pengukuran KPKU-BUMN. Perancangan perangkat lunak ini disusun menggunakan Visual Basic .NET. Penelitian ini difokuskan untuk menghasilkan sistem perangkat lunak untuk kategori 1 (Kepemimpinan).   Kata kunci: Internal Assessment, KPKU-BUMN, Sistem perangkat lunak, MBCfPE, Kepemimpinan   ABSTRACT This paper explains the design of software systems to facilitate the company in conducting internal assessment process using the Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) based on measurements KPKU - BUMN. The design of software systems compiled using Visual Basic .NET. This study is focused to resulted a software system for 1st category (Leadership). Keywords: Internal Assessment, KPKU-BUMN, Software system, MBCfPE, Leadership
Usulan Peningkatan Employee Engagement Pada Karyawan Administrasi Itenas GUNTARI, RITA; Yuniati, Yoanita; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.298 KB)

Abstract

Unsur employee engagement (EE) sebagai pengelolaan SDM, diharapkan dapat mendorong karyawan agar memiliki kinerja yang baik dan komitmen yang tulus demi kesuksesan Institut Teknologi Nasional (Itenas). Penelitian ditujukan untuk menghasilkan usulan peningkatan EE karyawan administrasi Itenas. Penelitian diawali dengan pengukuran EE berdasarkan teori Development Dimension Internasional (DDI) dan National Institute of Standars and Techonology (NIST) dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 65 orang menghasilkan nilai indeks EE 2.83, yang berarti karyawan administrasi belum mencapai tingkat engaged. Dua item dengan indeks terendah adalah mengenai umpan balik serta kesempatan yang sama dan perlakuan yang adil. Usulan peningkatan EE terkait kedua item tersebut adalah perbaikan sistem komunikasi atasan dan bawahan serta sistem reward dan punishment yang adil untuk seluruh karyawan.   Kata kunci: employee engagement dan karyawan administrasi ABSTRACT Elements of employee engagement (EE) as HRM, is expected to encourage employees to have a good performance and a genuine commitment to the success of National Institute of Technology (Itenas). The study aimed to generate an increase in EE proposal Itenas administrative employees. The study begins with the measurement of EE is based on the theory of Development Dimension International (DDI) and the National Institute of Standards and Techonology (NIST) by using a questionnaire. Total sample of 65 people produce EE index value is 2.83, which means that the employee has not reached the level administration engaged. The two items with the lowest index is the feedback as well as equal opportunity and fair treatment. Proposed increase in EE is related to the second item is the improvement of communication systems superiors and subordinates as well as reward and punishment system that is fair to all employees. Keywords: employee engagement and employee administration
USULAN PERANCANGAN JALUR EVAKUASI MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA (STUDI KASUS: GEDUNG 21 ITENAS) Siregar, Edwin Syalli; Yuniar, Yuniar; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.11 KB)

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), saat ini masih banyak gedung bertingkat yang belum memenuhi standar bidang konstruksi dan bangunan. Saat ini Itenas sudah memiliki banyak gedung bertingkat yang digunakan sebagai fasilitas belajar mengajar. Gedung bertingkat tersebut masih belum memiliki display jalur evakuasi untuk mempermudah proses evakuasi apabila terjadi suatu bencana. Untuk mempermudah proses evakuasi diperlukan jalur evakuasi. Untuk menghitung jarak jalur evakuasi, pada penelitian ini digunakan algoritma djikstra. Jalur evakuasi harus disertai dengan display yang mendukung. Oleh karena itu pada penelitian ini selain menentukan jalur evakuasi juga akan dilakukan perancangan display. Perancangan display jalur evakuasi harus menarik bagi pembacanya, tetapi tidak mengurangi unsur kemudahan pada saat membaca dan informasi yang tertera pada display jalur evakuasi tersebut. Hasil akhir dari penelitian ini adalah dapat menentukan jalur evakuasi yang memiliki jarak terpendek dan merancangan display untuk mempermudah proses evakuasi. Kata Kunci: gedung bertingkat, bencana, jalur evakuasi, algoritma djikstra, display   ABSTRACT Based on data obtained from the National Standardization Agency (BSN), there are still many who have not met the high rise building construction and building standards. Currently Itenas already has a lot of high rise building which is used as a teaching and learning facilities. The multi-storey building still has no evacuation route display to facilitate the evacuation in the event of a disaster. To simplify the evacuation process required the evacuation path. To calculate the distance evacuation routes, in this study used Djikstra algorithm. Evacuation route must be accompanied by a display that support. Therefore, in this study besides determining the evacuation route will also be design the display. The design of evacuation route display should appeal to readers, but does not reduce the element of ease in reading and display the information contained in the evacuation path. The end result of this study is able to determine the evacuation route that has the shortest distance and design a displays to simplify the evacuation process. Keywords: high rise building, disaster, evacuation route, djikstra algorithm, display
Usulan Rute Distribusi Roti Dengan Menggunakan Metode Clarke – Wright Algorithm Chrystianto, Heru; Adianto, Hari; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.166 KB)

Abstract

Pengiriman roti berdasarkan keinginan marketing sehingga terdapat beberapa lokasi retailer yang berdekatan di distribusikan dengan menggunakan kendaraan yang berbeda. Perlu menyusun kembali pola rute yang diterapkan oleh perusahaan sehingga jarak pengiriman produk lebih efisien. Mengatasi masalah rute distribusi yang yang melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan yang berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan yang tersebar secara geografis dengan permintaannya masing-masing dengan pendekatan model. Model yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan yang distribusi dengan rute dan sejumlah kendaraan angkut adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Metode yang digunakan yaitu Clarke – Wright Algorithm, algoritma ini merupakan algoritma heuristik yang digunakan sebagai pendekatan masalah Vehicle Routing Problem (VRP). Total roti yang dikirim perusahaan setiap harinya sama, terkecuali terdapat penambahan atau pengurangan permintaan sehari sebelum pengiriman. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rute yang diterapkan perusahaan sebelum penelitian dengan rute perusahaan yang digunakan setelah penelitian. Penelitian menghasilkan pola rute yang lebih baik karena memiliki total jarak tempuh lebih pendek dengan selisih 10,4 km. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan lagi dengan rute yang memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan yang mengirimkan roti. Selisih yang dihasilkan yaitu 5,2 km dengan selisih biaya berdasarkan konsumsi bahan bakar sebesar Rp 2.738,1 per hari. Kata kunci: Rute, Jarak, Ongkos,VRP
UKURAN JUMLAH PEMESANAN OPTIMAL KOMPONEN WEDGE DAN TAPER PADA MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (CONTINUOUS REVIEW METHOD) Prayudha, Herdian; Leksananto, Kusmaningrum; Amila, Khuria
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.165 KB)

Abstract

Makalah ini membahas permasalahan yang terjadi pada PT TAKA Turbomachinery dimana mesin-mesin yang digunakan untuk melakukan proses perbaikan bekerja selama hampir 24 jam untuk memenuhi target. Diantara semua mesin, mesin bubut merupakan mesin yang mengalami beban kerja paling berat dan komponen yang sering mengalami kerusakan adalah wedge dan taper. Penggantian komponen yang rusak harus dilakukan secepat mungkin karena jika mesin berhenti maka akan berpotensi menambah kerugian. Pada saat ini bagian maintenance melakukan pemesanan komponen jika komponen mengalami kerusakan. Pemesanan komponen cukup memakan waktu yang lama karena komponen tersebut dipesan dari luar negeri. Penelitian ini mencoba untuk mengaplikasikan EOQ dengan model Q dengan menghasilkan jumlah pemesanan optimal kedua komponen sehingga dapat mengurangi biaya akibat keterlambatan datangnya komponen. Kata kunci: sistem inventori, inventori probabilistik, model Q   ABSTRACT This paper discusses the problems that occurred in PT TAKA Turbomachinery where the machines are used to perform the repair process works for nearly 24 hours to reach the target. The lathe is a machine that has a heavy workload so sometimes the components often damaged as a component wedge and taper. Replacement of damaged components must be done as soon as possible because if the machine stops it will potentially increase the cost. Ordering of a components commonly do when the components are broken. Ordering parts takes quite a long time because the components ordered from abroad. This problem can be approximated by calculating the optimal order size of components with Q models so that if a component is always available, the replacement of the damaged engine components would not take a long time and can reduce the losses due to delay penalty. Keywords:inventory system, probabilistic inventory,Q model
USULAN PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN PADA AREA BONDING COMPOSITE DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP LEAN MANUFACTURING Purwayana, Angga; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.963 KB)

Abstract

Proses produksi yang dilakukan oleh PT X secara job order masih terdapat pemborosan. Pemborosan dapat terlihat dari ketidaksesuaian schedule start time yang telah dijadwalkan dan actual start time yang dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada area produksi Bonding Composite. Data produksi diperoleh dari sistem SAP perusahanaan. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan konsep Lean Manufacturing. Pada tahap awal, informasi mengenai aliran proses dibuat menggunakan value stream mapping. Pada tahap analisis, identifikasi pemborosan dilakukan menggunakan metode tree diagram, 5 why dan 5W-1H. Pada tahap usulan, perbaikan sistem produksi dilakukan pada work center dengan pemborosan yang paling tinggi. Pemborosan yang paling tinggi terjadi pada work center Insert Asy dan CNC Profiling Machine Core Mill untuk delays, Fitter Composite dan Interior Decoration Inspection untuk over processes dan Composite Inspection untuk defective product. Kata kunci: Lean manufacturing, value stream mapping, pemborosan   ABSTRACT Production process that carried out by PT X in job order is still waste. Waste can be seen from a mismatch schedule start time and actual start time. This case focused on the area production of bonding composite. Production data was obtained from the company SAP system. The problem solved by using the concept of Lean Manufacturing. In the early stages, information about the process flow is created by using value stream mapping. At this stage of the analysis , identification of waste carried out by using tree diagrams, 5 why and 5W - 1H. At the proposal stage, improvement of production systems carried on work center with the highest waste. The highest wastage occurs in work center Insert Asy and CNC Machine Profiling Core Mill for delays, Fitter Composite and Interior Decoration Inspection for over processes and Composite Inspection for defective product. Keywords: Lean manufacturing, value stream mapping, waste