cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Usulan Rancangan Rute Distribusi Produk Sepatu Menggunakan Metode Vehicle Routing Problem Vandiko, Givo; Adianto, Hari; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi dan transportasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting didalam proses siklus manufaktur yang terjadi pemindahan produk dari penjual kepada pembeli dari satu tempat ke tempat lain. Efisiensi yang terjadi pada pola distribusi dan transportasi produk dapat memberikan kontribusi yang cukup besar pada penurunan biaya produk sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan daya saing bagi perusahaan. PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu fashion, casual, dan sporty. Perusahaan melakukan pendistribusian dengan memberikan tugas sepenuhnya kepada perusahaan logistik untuk pendistribusian ke distributor yang berada di seluruh Indonesia. Pada saat ini perusahaan memiliki dua jenis kendaraan untuk pendistribusian tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Khusus untuk pendistribusian di kota Bandung perusahaan wajib memaksimalkan sumber daya yang ada dengan melakukan pendistribusian sendiri tanpa mengeluarkan biaya yang besar kepada perusahaan lain. Usulan rancangan rute distribusi dapat digunakan sebagai acuan perusahaan untuk mendistribusikan produknya di masa yang akan datang.  Dalam literatur, dinyatakan masalah penentuan rute ini dikenal dengan istilah metode transportasi yaitu Vehicle Routing Problem. Algoritma yang digunakan untuk pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan nearest neighbor untuk menentukan rute awal dan memperbolehkan menggunakan algoritma split deliveries vehicle routing problem with single depot and multiple trips. Pengolahan data menghasilkan jumlah tur dengan hasil akhir yang didapatkan adalah jumlah kendaraan minimum dengan beberapa alternatif kendaraan dilihat dari total jarak keseluruhan dan konsumsi bahan bakar terkecil. Kata kunci: distribusi, transportasi, rancangan rute, nearest neighbor, vehicle routing problem.
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PABRIK WIRE ROD MILL BERDASARKAN METODE SWIFT (STUDI KASUS DI PT X) Hakim, Hadi Luqman; Yuniar, Yuniar; Irianti, Lauditta
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.91 KB)

Abstract

PT X bergerak dibidang industri manufaktur baja. PT X termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pabrik WIRE ROD MILL merupakan bagian dari PT X. Persentase kecelakaan pabrik WIRE ROD MILL sebesar 40%, paling besar dibandingkan dengan pabrik lain yang ada di PT X. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan kesehatan Kerja (SMK3) yang kurang maksimal menyebabkan kecelakaan terjadi. Kecelakaan yang terjadi bisa diminimalisir dengan mengidentifikasi bahaya yang terjadi. Metode identifikasi bahaya yang digunakan yaitu metode SWIFT. Hasil yang diperoleh dari identifikasi bahaya ini yaitu penentuan prioritas bahaya yang terjadi, kemudian dibuat rekomendasi perbaikan bagi perusahaan. Rekomendasi perbaikan diantaranya berupa standar operasional prosedur dan penyediaan fasilitas. Kata kunci: SMK3, SWIFT, kecelakaan   ABSTRACT PT X engaged in steel manufacturing industry. PT X including the State Owned Enterprises. WIRE ROD MILL mill is part of PT X. Percentage WIRE ROD MILL plant accidents by 40% highest if compared with other factories in PT X. Implementation of Occupational Safety and Health Management System which is less than the maximum caused the accident occurred. Accidents that occur can be minimized by identifying hazards occur. Hazard identification method used is the method of SWIFT. The results obtained from this hazard identification ie hazard prioritization that occurs, then made recommendations for improvements to the company. Recommendations for improvements in the form of standard operating procedures, provision of facilities and others. Keywords: Occupational Safety and Health Management System, SWIFT, accidents
Analisis Kecelakaan Kerja Untuk Meminimisasi Potensi Bahaya Menggunakan Metode Hazard and Operability dan Fault Tree Analysis (Studi Kasus Di PT X) PITASARI, GIA PRATIWI; Wahyuning, CAECILIA SRI; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.706 KB)

Abstract

Kecelakaan kerja pada lantai produksi di PT. X cukup besar. Kecelakaan paling banyak terjadi pada pada operator mesin gerinda tangan, sehingga stasiun kerja ini dijadikan sebagai titik kajian penelitian. Pada penelitian ini, identifikasi potensi bahaya menggunakan metode hazard and operability. Setelah melakukan identifikasi potensi bahaya, selanjutnya dilakukan penilaian risiko menggunakan metode risk index. Berdasarkan penilaian risiko, untuk nilai risiko sedang dan tinggi dilakukan analisis menggunakan Fault Tree Analysis (FTA), sehingga dapat diketahui basic event dan dapat diberikan rekomendasi dari masalah tersebut. Rekomendasi berdasarkan potensi bahaya yang mungkin terjadi, yaitu rekomendasi mengenai instruksi kerja mesin gerinda tangan, rekomendasi mengenai maintenance terhadap mesin gerinda tangan dan batu gerinda, rekomendasi mengenai lingkungan kerja dan rekomendasi mengenai display. Kata kunci: Hazard and Operability, Titik Kajian, Risk Index. Abstract Work accident on the floor of production at PT. X big enough. An accident most occur on operators hand, grinding machine so workstations used as a point of asseement research, in this research, identification of the potential danger uses the method Hazar and Operability. After doing the potential of danger. Next the studies the risk of using methods risk index. Based on research, the risk, to value the risk of medium and high kinds of analysis using Fault Tree Analysis, so as to be of basic be given a recommendation, recommendation, base on potential harm occured that is a recommmendation on instruction of machine work hand, a grindstone about maintenance against of millstones grinding, and machinery about the environment of work and on display. Keywords: Hazard and Operability, guidewords, Risk Index
Usulan Jumlah Teknisi Maintenance Mesin Menggunakan Model Antrean dengan Kriteria Minimasi Ekspektasi Total Ongkos Putro, Irnando Handiko; Susanty, Susy; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.867 KB)

Abstract

Fasilitas produksi memegang peranan penting dalam menentukan kondisi produk sehingga perawatan fasilitas perlu direncanakan. Beberapa tahun terakhir, PT. Agroplast tidak mencapai target produksi karena mesin yang sering off. Penggunaan mesin secara terus menerus membuat mesin seringkali mengalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu direncanakan ketersediaan teknisi maintenance agar performansi mesin tetap terjaga. Bila jumlah teknisi kurang, maka mesin menunggu cukup lama untuk diperbaiki sebaliknya bila berlebih, maka akan ada teknisi mengganggur. Hal ini dapat dipecahkan  dengan model antrean. Jumlah mesin yang akan mengantre untuk diperbaiki telah diketahui secara pasti sehingga model antrean yang paling cocok adalah M/M/s/N=7  dengan sumber input terbatas. Berdasarkan hasil pengolahan data, jumlah teknisi yang paling optimal pada PT. Agroplast adalah sebanyak 2 orang teknisi dengan ekspektasi total cost sebesar Rp.135.037,13/jam.   Kata kunci: maintenance, antrean, ongkos total ABSTRACT Production facilities have important role in determining the condition of the product, so that facilities treatment should be planned well. In recent years, PT. Agroplast not achieve production targets because the engine is often off. Using machines production continuously makes them damaged oftentimes. Therefore, it is necessary to plan the availability of maintenance technicians in order to maintain engine performance. If the number of technicians is less, then the engine just long enough to be fixed, otherwise there will be unemployed technician. This can be solved by the queue model line. The machine will be fixed in line to have known for certain, so that the most suitable queue model is M/M/s/N=7 with limited input source. Based on data processing results , the optimal number of technicians in the PT. Agroplast are 2 technicians with a total expected cost about Rp.135.037, 13/hour. Key word: maintenance, queue, total cost
USULAN RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE COMPUTERIZED RELATIONSHIP LAYOUT PLANNING (CORELAP) DI PERUSAHAAN KONVEKSI Dwianto, Qodri Azis; Susanty, Susy; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.397 KB)

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas bagi perusahaan konveksi merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan dalam suatu sistem perusahaan. Permasalahan yang timbul saat ini di perusahaan konveksi yang diteliti yaitu minimnya luas lantai Fasilitas di bagian pabrik dan sistem tata letak yang kurang teratur sehingga berdampak pada fleksibilitas karyawan dalam bekerja, maka perlu dilakukan perancangan tata letak baru. Berdasarkan permasalahan yang ada, metode yang digunakan adalah algoritma computerized relationship layout technique (CORELAP), algoritma ini merupakan salah satu dari metode konstruksi yang menggunakan peringkat hubungan kedekatan yang dinyatakan dalam total closeness rating (TCR) dalam pemilihan penempatan fasilitas. Penempatan fasilitas dapat berdasarkan placing rating dengan melihat nilai weight closeness rating atau jumlah bobot antar fasilitas. Kata Kunci: Perancangan tata letak fasilitas, Computerized relationship layout technique (CORELAP), Weight Closeness Rating. ABSTRACT Designing the layout of the facility for convections company is an important thing to consider in an enterprise system. The problems that arise currently in convections company studied are about the narrowness of the factory area and systems that are less regular layout so the impact on employees flexibility in work, so it is necessary to design a new layout. Based on the existing problems, the method used is a computerized algorithm relationship layout technique (CORELAP), this algorithm is one of the construction method that uses rank close relationship that is expressed in total closeness rating (TCR) in the selection of the placement of the facility. Placement of the facility can be based Placing Rating to see the value or amount of weight closeness rating weighs between facility.Keywords: Design layout of the facility, Computerized relationship layout technique (CORELAP), Weight Closeness Rating
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) BERDASARKAN HASIL METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN PENDEKATAN SAFETY CULTURE Rachmansyah, Arief; Yuniar, Yuniar; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.049 KB)

Abstract

PT. X adalah perusahaan bidang konstruksi bangunan. PT. X telah menggunakan aturan SMK3 yang ditentukan oleh pemerintah. Tetapi pada kenyataannya masih ditemukan kurangnya rasa kepedulian dan pengawasan  dari perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Metode yang digunakan adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari metode FMEA menghasilkan nilai RPN. RPN terbesar digolongkan sebagai potensi bahaya kritis. Nilai RPN yang tergolong potensi bahaya kritis adalah nilai RPN 320, 288 dan 252. Setelah dilakukan perhitungan dengan metode FMEA dilakukan analisis Safety Culture. Analisis Safety Culture dilakukan untuk mengetahui kondisi atau budaya sistem keselamatan di Perusahaan. Safety Culture digunakan sebagai faktor untuk menentukan rekomendasi perbaikan kepada perusahaan.   Kata Kunci : SMK3, Metode FMEA, Safety Culture ABSTRACT PT. X is a building construction company. PT. X has used SMK3 rules set by the government. But in fact still found to lack a sense of awareness and control of the company. This study was done to reduce the risk of accidents. The method used is the method of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). The results of the FMEA method produces RPN value. Largest RPN classified as potential critical hazards. RPN values ​​were classified as potential hazards is a critical value of the RPN 320, 288 and 252. After calculating the FMEA analysis methods Safety Culture. Safety Culture Analysis was conducted to determine the condition of a system or culture of safety in the Company. Safety Culture is used as a factor to determine recommendations for improvement to the company. Keywords: SMK3, FMEA Method, Safety Culture
PERANCANGAN PRODUK TAS RANSEL ANAK MENGGUNAKAN METODE THEORY OF INVENTIVE PROBLEM SOLVING (TRIZ) Ramos, Ferdian; Wahyuning, Caecilia Sri; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.276 KB)

Abstract

Tas ransel untuk anak sekolah yang memiliki desain yang menarik tidak sepenuhnya aman, banyak diantaranya tidak memiliki komponen yang dapat menunjang pertumbuhan anak. Sebaliknya, tas ransel ergonomis yang terjual di pasaran memiliki desain yang kurang menarik. Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Proses pemecahan masalah dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan merancang tas ransel. Tahap identifikasi kebutuhan konsumen dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kebutuhan konsumen. Tahap perancangan tas ransel dilakukan menggunakan innovation situation questionnaire, situation model, dan  inventive principles  guna menyelesaikan masalah kontradiksi desain dan tingkat ergonomi tas ransel dengan cara yang inovatif.   Kata kunci: Tas ransel, TRIZ, kontradiksi desain, dan ergonomis.   ABSTRACT Backpacks for school childrens that have an attractive design is not fully secure, many of it do not have components that can support the growth of the child. Instead, the ergonomic backpack are sold in the market do not have attractive design. Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) used to solve that problem. The troubleshooting process performed by identifying consumer needs and designing backpack. Consumer needs identification phase is done by spreading consumers needs questionnaire. Backpack design phase made with innovation situation questionnaire, situation model, and inventive principles in order to solve the contradiction of backpack design and level of ergonomic with an innovative way. Keywords: Backpack, TRIZ, contradiction of backpack design and ergonomic.
Usulan Pemilihan Lokasi National Conference AIESEC LC Bandung dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Utama, Muhammad Reza; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.624 KB)

Abstract

AIESEC adalah organisasi pemuda internasional yang fokus kepada pengembangan potensi kepemimpinan. Salah satu kegiatan AIESEC adalah konferensi. AIESEC Bandung akan mengadakan konferensi nasional, tetapi belum bisa memutuskan lokasi konferensi sehingga dibutuhkan metode untuk mengambil keputusan. AHP adalah metode untuk mengambil sebuah keputusan pada suatu permasalahan multikriteria dengan menyusun prioritas kriteria/subkriteria dalam sebuah hirarki. Kriteria dalam hirarki untuk menentukan lokasi konferensi adalah aksesibilitas, fasilitas akomodasi, fasilitas konferensi, informasi, dan lingkungan lokasi. Berdasarkan perhitungan dengan metode AHP, lokasi yang paling diprioritaskan adalah Harris Hotel & Convention dengan nilai 0,392. Sedangkan nilai terbesar untuk kriteria yang paling diprioritaskan adalah kriteria fasilitas konferensi dengan nilai 0,336.   Kata kunci: AIESEC, Prioritas, Multikriteria, Kriteria, Subkriteria, Konferensi ABSTRACT AIESEC is an international youth organization that focused on developing leadership potential. AIESEC is one of the activities of the conference. AIESEC Bandung will hold a national conference, but have not been able to decide the location yet, so a method needed to make a decision. AHP is a method to take a decision on a multicriteria problem by doing prioritization for criteria / subcriteria in a hierarchy. Those criteria in the hierarchy is accessibility, accommodation facilities, conference facilities, information, and neighborhood location. Based on calculations, the highest value for the most prioritized location is Harris Hotel & Convention by the value of 0.392, while the greatest value for the criteria is conference facility by the value of 0.336. Keywords: AIESEC, Priority, Multicriteria, Criteria, Subcriteria, Conference
MODEL OPTIMISASI PENENTUAN LOT PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI YANG TERDETERIORASI DENGAN PEMERIKSAAN SAMPLING GANDA UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA Permadi, Adik Satria; Desrianty, Arie; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.886 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan model Economic Production Quantity (EPQ). EPQ mengasumsikan bahwa sistem produksi berjalan selalu sempurna sehingga seluruh pesanan dapat menjadi persediaan. Sistem produksi pada kenyataannya tidak dapat selalu berjalan sempurna, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya deteriorasi dan kesalahan pemeriksaan. Pada penelitian ini, produk akan mengalami inspeksi sampling ganda dengan 3 (tiga) kemungkinan keputusan, yaitu diterima, diambil sampel kedua, dan inspeksi dengan ukuran ATI. Penelitian ini merupakan pengembangan model dengan menggunakan tools pemrograman dinamis probabilistik untuk menghasilkan model optimisasi penentuan lot produksi akibat deteriorasi dan mempertimbangkan kesalahan inspeksi sampling dengan kriteria minimisasi total ongkos yang terdiri dari ongkos setup, ongkos produksi, biaya kegagalan internal dan ongkos penalti. Kata Kunci: deteriorasi, sampling, produk cacat, lot produksi ABSTRACT This study discusses developing model of Economic Production Quantity (EPQ). EPQ assumes that the system of production runs are always perfectly so that all orders can be a stock item. Production system in fact can not always run perfectly, this is caused by several factors, such as its deterioration and error proofing. In this study, the product will undergo a double sampling inspection, with three possibilities of decision, accepted, taken second samples, and conducted inspections with ATI. This study is a model development using dynamic programming tools to produce probabilistic optimization model production due to deterioration determination lot and consider the inspection sampling error criteria comprising minimizing the total cost of setup costs, production costs, internal failure costs and penalty charges. Keywords: deterioration, sampling, defective products, production lot
Analisis beban kerja dan gap kompetensi teknisi laboratorium di FTSP dan FSRD Itenas Fadhilah, M Azka; Yuniati, Yoanita; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.173 KB)

Abstract

PTS (Perguruan Tinggi Swasta) XYZ adalah perguruan tinggi yang perlu melakukan perencanaan sumber daya manusia baik meliputi jumlah maupun kompetensi terkait teknisi laboratorium.Penelitian ini dilakukan di Fakultas Xdan Y PTS XYZ. Hasil perhitungan analisis beban kerja waktu yang didapat, sebanyak 11% kekurangan jumlah teknisi, dan 89% sudah cukup. Penambahan jumlah teknisi laboratorium dengan kode B1 dan E3  sebanyak 1 teknisi. Berdasarkan hasil pengukuran nilai gap kompetensi menggunakan rancangan alat bantu didapatkan dua hal, pertama yaitu 94% teknisi belum memiliki kompetensi yang sesuai dan 6% sudah sesuai. Dari hasil penelitian didapatkan teknisi yang sudah sesuai kompetensi atau tidak memiliki gap negatif adalah teknisi dengan kode F1. Kedua, kompetensi yang memiliki nilai gap  negatif tertinggi adalah kompetensi pengendalian diri dan manajemen perawatan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi. Kata kunci:Teknisi, Perencanaan sumber daya manusia, Analisis Beban Kerja waktu, Kompetensi Abstract PTS (Private Universities) XYZ is one of the college that need to do human resource planningincludes both the number and competence related laboratory technician. In this research conducted in Faculty X and Y PTS XYZ. The calculation of workload analysis time pointed out that there is as many as 11 % shortages laboratory technicians and 89% had enough. The research findings suggest that it is necessary to increasethe quantity of each laboratory of code B1 and E3 by 1 technician. Thecompetency gap measurement gaps by using the design tool discovered two important things. First 94 % of technicians don’t have ideal competence and 6 % is in compliance.From the research found the technician who is already based on competence is technician with a codeF1, while the second thing is competence which embeds in it values gap is negative highest self controland maintenance managementcompetence. Accordingly, efforts should be made to increase the competency. Keywords: Technician, Human resource planning,Workload Analysis Time, Competence