cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Usulan Level Faktor Variasi Bahan untuk Mencapai Kuat Tekan Beton 50 Mpa denganMetode Perancangan Eksperimen Wahid, Kyagus Abdul; Adianto, Hari; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.097 KB)

Abstract

Perkembangan kualitas beton di Indonesia terbilang cukup inovatif dari segi bahan tambahnya.Salah satu bahan tambah tersebut yaitu abu sekam padi yang sedang dikembangkan di PU LITBANG.Namun saat ini PU LITBANG belum mempunyai variasi bahan yang tepat terkait menggunakan bahan abu sekam padi untuk pembuatan beton.Penelitian ini dilakukan untuk menentukan variasi bahan yang tepat dalam mencapai kuat tekan beton 50 Mpa. Disisi lain, pertimbangan harga juga menjadi tujuan utama sehingga perlu adanya perhitungan harga setiap variasi bahan beton. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perancangan eksperimen. Tahapan dalam metode ini adalah menentukan factor terkendali, menentukan level factor terkendali, pelaksanaan eksperimen, uji ANOVA, melakukan uji newman keuls dan uji scheffe.Berdasarkan analisis perhitungan metode perancangan eksperimen dan harga variasi bahan didapatkan hasil beton terbaik adalah komposisi abu sekam padi 10% terhadap semen dan superplasticizer 2% terhadap semen dengan harga Rp 800.000/m3. Kata kunci: Pelaksanaan eksperimen, uji ANOVA, uji setelah eksperimen, perhitungan harga. ABSTRACT Development of the quality of the concrete in Indonesia is quite innovative in terms of added material. One of the added materials is rice husk ash which is being developed in R & D Works. However, the current PU LITBANG not have the right materials related variations using rice husk ash material for the manufacture of concrete.This research was conducted to determine the variation of the right material to achieve 50 MPa compressive strength of concrete. On the other hand, the price is also a consideration that needs to be the main purpose of calculation of the price of each variety of concrete materials. The method used in this research is the design of experiments. Stages in this method is to determine the control factor, factor determining the level of control, implementation of experiments, ANOVA, Newman Keuls test and Scheffe test. Based on the analysis of experimental design methods of calculation and price variations of the best concrete results obtained material is a composition of 10% rice husk ash to the cement and superplasticizer cement by 2% to Rp 800.000/m3. Keywords: making experiments, ANOVA test, test after experiment, Calculation of price
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH MAKAN “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Marzuq, Pratama Falih; Novirani, Dwi; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.444 KB)

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini khususnya di daerah perkotaan, Rumah Makan sangatlah mudah untuk ditemukan. Salah satu rumah makan yang baru didirikan di Kota Bandung adalah Rumah Makan “X”. Rumah Makan “X” baru didirikan sejak tanggal 22 Mei 2015. Rumah Makan “X” adalah rumah makan yang menyajikan berbagai macam variasi hidangan khas sunda. Sebagai salah satu rumah makan khas sunda yang baru berdiri, tentu saja Rumah Makan “X” memiliki banyak pesaing. Oleh sebab itu, Rumah Makan “X” perlu memiliki cara tersendiri agar lebih unggul dari para pesaingnya, yaitu dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan. Maka dari itu, akan dilakukan penelitian dengan metode Service Quality (SERVQUAL). Metode ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan hasil analisis dari 5 kesenjangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan mengenai perbaikan kualitas pelayanan yang berguna untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.   Kata kunci: Usulan Perbaikan, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL   ABSTRACT In modern times such today, especially in urban areas, restaurants are easy to find. One of the newly established restaurant in Bandung is Restaurant "X". Restaurant "X" is newly established since May 22, 2015. Restaurant "X" serves a wide variety of sundanese dishes. As one of the newly established sundanese restaurant, of course Restaurant "X" has many competitors. Therefore, Restaurant "X" needs to have its own way to be more superior than its competitors, which is by improving the quality of service. Therefore, it will be examined by a research which is using a Service Quality Method (SERVQUAL). This method is used to improve the quality of service based on the analysis of the 5 gaps. The aim of this research is to provide the improvement suggestions for the quality of service that is useful for improving customer satisfaction. Keywords: Proposed Improvement, Service Quality, SERVQUAL
PENGARUH PEMBEBANAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS TERHADAP EFISIENSI BIAYA PEMBANGKITAN LISTRK (Studi Kasus di PT. Indonesia Power UBP Bali Unit Pesanggaran) Adikumoro, Bogi; Novirani, Dwi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.626 KB)

Abstract

Salah satu variabel yang menjadi penentu biaya produksi adalah biaya bahan bakar. Biaya bahan bakar akan mempengaruhi jenis konversi energi yang akan di kendalikan menjadi daya listrik dari masing-masing unit PLTG. Jumlah bahan bakar yang digunakan dipengaruhi oleh SFC (Specific Fuel Consumption). Bahan bakar yang semula menggunakan MFO (Marine Fuel Oil) diganti menggunakan solar. Untuk melakukan efisiensi terhadap masing-masing unit PLTG dibutuhkan pengendalian pengoperasian dan pembebanan unit PLTG yang optimal, jumlah unit yang dioperasikan, besar pembebanan masing-masing unit serta nilai SFC untuk masing-masing pembangkit, sehingga diperlukan persentase pembebanan kapasitas pembangkit yang optimum agar mendapatkan total biaya pembangkitan yang minimum dan penghematan biaya bahan bakar. Kata Kunci : PLTG, Specific Fuel Consumption   ABSTRACT One variable that determines the cost of production is the fuel of cost. The fuel of cost will affect the type of energy conversion that will be in control of electrical power from each power plant unit. The amount of fuel used is affected by the SFC (Specific Fuel Consumption). Original fuel use MFO (Marine Fuel Oil) is replaced with solar. To improve efficiency of each power plant unit takes control of the operation and optimum load power plant units, the number of units operated, large loading of each unit as well as the value of SFC for each plant, so that the required percentage of the optimum load generation capacity in order to obtain the minimum total generation cost and fuel of cost savings.   Keywords : PLTG, Specific Fuel Consumption
MODEL SIMULASI UNTUK SISTEM LALU LINTAS KENDARAAN PADA RUANG DUA DIMENSI KONTINU DENGAN PEMODELAN BERBASIS AGEN DAN BERORIENTASI OBJEK Islami, Muhammad Hafiz; Nugraha, Cahyadi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.191 KB)

Abstract

Rancangan sistem lalu lintas yang kurang baik dapat menyebabkan antrean kendaraan pada jalan raya. Pemecahan masalah antrean kendaraan tersebut tidak dapat dipecahkan hanya dengan menggunakan metode teori antrean karena antrean kendaraan yang terjadi pada jalan raya bukan berupa antrean yang dilakukan pada sebuah server. Hal tersebut menandakan sistem yang dikaji merupakan sistem yang kompleks. Kompleksitas permasalahan dalam memodelkan sistem mengisyaratkan dibutuhkannya model simulasi. Makalah ini menyajikan model simulasi mengenai sistem lalu lintas kendaraan dengan menggunakan model simulasi berbasis agen dan berorientasi objek. Kendaraan yang dimodelkan dapat memprediksikan langkah pergerakan kendaraan lain yang lintasannya berpotongan dengan kendaraan tersebut. Kata kunci: sistem lalu lintas, model, simulasi, pemodelan berbasis agen, berorientasi objek ABSTRACT An unproperly-designed traffic system can cause the queue of vehicles on the highway. To solve the queuing problem of vehicles can not be done simply by using the queueing theory because the line of vehicles that occurred on the road is not a line that is done on a server. This indicates that the system studied is a complex system. The complexity of the problems in the system modeling suggests the need for simulation models. This paper presents a simulation model of the vehicular traffic system by using agent-based and object-oriented simulation model. The model of a particular vehicle can predict the movement of other vehicles that may intersect with the vehicle in its trajectory. Keywords: traffic systems, model, simulation, agent-based modeling, object-oriented
Analisis Hubungan Beban Mental & Perubahan Performansi Masinis Selama Menjalankan Dinasan Di Daerah Operasional II Bandung LUDINI, NOFRI; Wahyuning, Caecilia Sri; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.48 KB)

Abstract

Beban kerja masinis yang menuntut perhatian terus-menerus mengakibatkan kelelahan mental, sehingga berpengaruh terhadap turunnya performansi masinis dalam menanggapi sistem persinyalan. Penelitian ini menganalisis hubungan beban mental dilihat dari Heart Rate (HR) dan Heart Rate Variability (HRV) dan perubahan performansi masinis dilihat dari perubahan Reaction Time selama dinasan. Pengukuran HR dan HRV yang dilakukan menggunakan POLAR RS800, diambil pada 5 menit sebelum dan sesudah dinasan, sedangkan reaction time diukur dengan software DirectRT, dilakukan sebelum dan sesudah dinasan. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa, semakin meningkat nilai HR atau menurunnya nilai HRV mengindikasikan besarnya tingkat beban mental dan fisik masinis. Kata kunci: Heart Rate, Heart Rate Variability, Reaction Time Abstract The workload of train drivers who demand sustained attention willcausethe mental fatigue so that it effect on decreasing the performance of drivers in response to the signaling system.This study will analyze the relationship between mental workload as seen from the Heart Rate (HR) and Heart Rate Variability (HRV) and changes in driver performance as seen from the changes of Reaction Time during the running of duties. HR and HRV measurements are performed using POLAR Rs800, it takes at 5 minutes before and after duties, the reaction time is measure using the software DirectRT at the time before and after duties. Based on the data processing, that increasing or decreasing the value of HR HRV values indicate the amount of mental workoad and physical level of train driver. Key words:Heart Rate, Heart Rate Variability, Reaction Time
INTERVAL PENGGANTIAN PENCEGAHAN SUKU CADANG BAGIAN DIESEL PADA LOKOMOTIF KERETA API PARAHYANGAN (STUDI KASUS DI PT. KERETA API INDONESIA) Purwadinata, Yuliantin Haryanti
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.569 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interval waktu penggantian komponen bagian mesin diesel dengan tingkat kerusakan yang meningkat yaitu suku cadang nozzle, diketahui waktu yang tepat dalam penggantian lokomotif agar keandalan tetap terjaga dan lokomotif beroperasi dengan maksimal. Obyek penelitian adalah selang waktu kerusakan nozzle, spesifikasi setiap nomor seri lokomotif. Penelitian dimulai dari mengklasifikasikan kerusakan kemudian mendata waktu antar kerusakan setelah itu menentukan distribusi data dan parameter distribusi yang akan digunakan selanjutnya melakukan perhitungan interval penggantian dengan menggunakan model age  replacement. Hasil analisis menunjukan bahwa interval waktu penggantian suku cadang nozzle dengan minimasi biaya total yang diusulkan 110 hari. Kata Kunci: Kereta api, Interval Penggantian Pencegahan, Umur Penggantian   ABSTRACT This study aims to determine the time interval replacement of diesel sub system component in Parahyagan rail locomotifwith an increasing failure rate that spares the nozzle, so that can be maintained and operated with a maximum locomotive. Object of this research is an interval of damage to the nozzle, the specifications of each locomotive’s serial number. Research starts from clarifying damage then record the time between failures after it determines the distribution of data and distribution parametersthat will be used subsequently perform preventive replacement interval calculations using modelage replacement. The analysis results show that interval replacement of parts nozzle with a proposed total cost minimization is 110 days. Keywords: Train, Preventive Replacement Interval, Age Replacement
MODEL OPTIMISASI LOT PRODUKSI PADA SISTEM PRODUKSI YANG MENGALAMI TERDETERIORASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN INSPEKSI SAMPLING UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA Nishfi, Fadhli; Prassetiyo, Hendro; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.498 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai model penentuan ukuran pemesanan yang optimal seperti metode Economic Production Quantity (EPQ). Model EPQ mengasumsikan bahwa seluruh pesanan item selalu diterima menjadi persediaan. Sistem produksi tidak pernah mengalami kegagalan dan akan menghasilkan produk baik. Pada kenyataannya proses produksi juga mengalami kegagalan sehingga produk tidak sempurna. Sistem produksi  yang tidak sempurna dapat terjadi karena kegagalan mesin seperti deteriorasi dan kesalahan inspeksi/pemeriksaan. Sistem produksi yang terdeteriorasi akan bergeser dari status in-control menjadi out-of-control sehingga menghasilkan produk cacat. Produk akan mengalami proses inspeksi secara sampling dan sensus. Selain itu, produk cacat akan mengalami proses rework. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan model optimisasi lot produksi pada sistem produksi yang terdeteriorasi yang mempertimbangkan kesalahan pemeriksaan dengan kriteria minimisasi total biaya yang terdiri atas biaya set-up, biaya produksi, biaya kegagalan internal, dan biaya penalti. Kata Kunci: deteriorasi, rework, in-control, out-of control, produk cacat ABSTRACT The model of determining the optimal ordering size as the Economic Production Quantity (EPQ). EPQ models assume that all items are always accepted orders into inventory. Production systems have never experienced a failure and will result in better products. In fact the process of production also experienced a failure that is not perfect. Imperfect production system can occur due to engine failure such as deterioration and fault inspection / examination. Terdetoriorasi production system will shift from in-control status became out-of-control resulting in a defective product. Product will undergo a process of sampling and inspection census. In addition, the defective products will experience the rework process. In this research, the development of optimization models on the production lot terdetoriorasi production system that takes into account the error checking with the total cost minimization criterion consisting of the set-up costs, production costs, internal failure costs, and penalty costs. Keywords:deterioration, rework, in-control, out-of-control, defective products
USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN Arjuna, David; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.272 KB)

Abstract

Peningkatan konsumsi roti oleh masyarakat di Kota Bandung mendorong bermunculannya toko-toko roti yang memproduksi merek roti sendiri. Salah satu toko roti yang memproduksi roti sendiri di Kota Bandung adalah Olives Bakery yang berlokasi di komplek Ruko Surapati Core Blok J3-5, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Untuk dapat memenangkan persaingan maka toko roti Olives Bakery merancang dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen baru sehingga dapat meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan metode Multidimensinal Scaling Proxscal untuk mengetahui pesaing terdekat toko roti Olives Bakery yaitu Kartikasari, dan dengan metode Multidimensinal Scaling Alscal untuk mengetahui pesaing yang memiliki kesamaan atribut paling dekat dengan toko roti Olives Bakery berdasarkan preferensi konsumen yaitu BreadTalk. Kata Kunci: Olives Bakery, Marketing Mix, Multidimensional Scalling, Peta Posisi SPSS, Usulan Strategi Pemasaran.   ABSTRACT Increased consumption of bread by people in the city to encourage the emergence of bakeries that produce their own brand of bread. One bakery that produces its own bread in the city was Olives Bakery, located in Surapatti Core Block J3-5, Cibeunying Kidul sub district, Bandung. To win the competition, bakery Olives Bakery design and implement appropriate marketing strategies in order to attract new customers, thereby increasing sales. This study uses Proxscal Multidimensinal Scaling to determine the closest competitor Olives Bakery bakery that Kartikasari, and the Scaling Alscal Multidimensinal method to determine the competitors that have similar attributes closest to the bakery Olives Bakery is based on consumer preferences that BreadTalk . Keywords: Olives Bakery, Marketing Mix 7P, Multidimensional Scalling, SPSS Position Map, Proposal Marketing Srategy.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK JAKET DI CV ASP Putra, Dinal Sukmajaya; Harsono, Ambar; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.006 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kerugian yang terjadi karena adanya produk cacat pada pembuatan produk jacket di CV. ASP dengan menerapkan metode Six Sigma Berdasarkan perhitungan terhadap data produk cacat, diketahui bahwa jenis protektor  tidak terpasang dan protektor tidak sesuai posisi merupakan jenis cacat dengan  jumlah tertinggi. Process Decision Program Chart (PDPC) digunakan sebagai alat analisa untuk melakukan identifikasi penyebab cacat dan usulan perbaikan. Berdasarkan analisa, ada 10 tindakan perbaikan yang diusulkan, namun hanya 4 usulan yang dapat diterapkan perusahaan, yaitu: inspeksi, penyediaan tempat jaket khusus dan bahan baku, serta pemberian tanda posisi protektor. Setelah dilakukan implementasi, diperoleh kenaikan nilai sigma  dari 3,384s menjadi 3,595σ. Kata Kunci: Perbaikan Kualitas, Six Sigma, PDPC   ABSTRACT This study aims to reduce the losses that occur due to a defective product in the manufacture of jacket production in CV. ASP with implementing Six Sigma method. Based on the calculation of the defective product data, the highest number of defects are the protector is not installed properly, and the protector positioned corretly. Process Decision Program Chart (PDPC) is used as an analytical tool for identifying the defective product and propose improvements. Based on the analysis, there are 10 proposed corrective actions, but only 4 proposals that can be applied to the company, namely: inspection , the provision of a special jacket and raw materials , as well as marking the position of protector. After implementation, there is increase in sigma value from 3.384σ to 3,595σ. Keywords: Quality Improvement, Six Sigma, PDPC
Analisis Six Sigma untuk Mengurangi Jumlah Cacat di Stasiun Kerja Sablon (Studi Kasus: CV. Miracle) Ghiffari, Ibrahim; Harsono, Ambar; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.287 KB)

Abstract

CV. Miracle merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi. Perusahaan ini mempunyai dua buah stasiun kerja yaitu stasiun kerja sablon dan stasiun kerja jahit. Stasiun kerja sablon merupakan stasiun kerja kritis, karena menghasilkan cacat paling banyak. Jumlah cacat paling banyak terdiri dari cacat warna leber dan cacat terkelupas. Sebelum perbaikan diperoleh nilai sigma sebesar 1,3 sigma dan nilai DPMO 595.370. Biaya yang harus dikeluarkan untuk cacat dari stasiun kerja ini sebesar Rp. 417.920. Berdasarkan cause-effect diagram di peroleh keterangan bahwa metode sablon dan manusia sebagai operator merupakan aspek yang harus di perbaiki. Berdasarkan Failure Mode Effect Analysis diperoleh bahwa cacat sablon bersumber dari metode penjemuran yang tidak sempurna dan penggunaan tinner yang tidak tepat. Perbaikan cacat penjemuran dilakukan dengan perancangan eksperimen. Perbaikan proses sablon dilakukan dengan merancang standar operational procedure. Proses perbaikan menghasilkan nilai sigma yang meningkat sebesar 2,05 dan DPMO menurun sebesar 290.741. Cost of Poor Quality akibat cacat pada stasiun kerja ini menurun sebesar Rp. 205.042,-. Kata Kunci: Six Sigma, Sigma level, DPMO, Cost of Poor Quality, Standard Operational Procedure