cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
PENJADWALAN PERAWATAN PENCEGAHAN KOMPONEN KOPLING DAN REM PADA MOBIL PANCAR DI DINAS PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN KOTA BANDUNG Khoirunnisa, R Neneng; Leksananto, Kusmaningrum; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.122 KB)

Abstract

ABSTRAK Mobil pemadam kebakaran merupakan salah satu sarana yang penting untuk membantu kelancaran proses kerja pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran selayaknya berada dalam kondisi yang baik agar selalu siaga saat dibutuhkan. Dari semua jenis mobil yang dimiliki, mobil pancar merupakan mobil yang selalu diberangkatkan ketika kejadian kebakaran berlangsung. Saat ini belum terdapat tindakan perawatan pencegahan bagi perawatan mobil tersebut. Komponen yang sering mengalami kerusakan (kritis) adalah kopling (plat kopling) dan rem (pirodo rem). Kerusakan komponen kritis dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena mengakibatkan keterlambatan pihak damkar datang ke lokasi kejadian. Oleh karena itu diperlukan penjadwalan perawatan yang optimal. Metode yang digunakan untuk menghitung interval penggantian kerusakan adalah metode age replacement   Kata kunci: Mobil pancar, penjadwalan perawatan, age replacement   ABSTRACT A fire truck is an important vehicle to help the process of firefighters’s work. A fire truck should be in a good condition when needed. From all of the vehicles that firefighter use, a fire engine is a vehicle that always used when a fire incident happens. There is currently no preventive action for the vehicle’s maintenance. Parts which are most often damaged (critical) are the clutch (clutch plate) and the brake (pirodo brake). A damaged critical parts can cause harm to the community, thus it cause firefighters’ delayed to the scene. Therefore, it is necessary to make an optimal maintenance scheduling. The method used to calculate the damage replacement interval is age replacement method. Keywords: Fire engine, maintenance scheduling, age replacement
Algoritma Guided Greedy Randomized Adaptive Search Procedures with Fixed Threshold Untuk Keseimbangan Lintasan Perakitan Mixed Model dengan Kriteria Minimisasi Jumlah Stasiun Kerja Ulma, Fajar; Saleh, Alex; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.39 KB)

Abstract

ABSTRAK   Assembly line balancing (ALB) adalah suatu penugasan pekerjaan pada stasiun kerja yang saling berhubungan antar lintasan produksi untuk memperoleh target laju produksi yang terpenuhi. Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini adalah tentang keseimbangan lintasan perakitan menggunakan lintasan mixed model. Penelitian ini bertujuan untuk  mengembangkan algoritma Guided GRASP With Fixed Treshold terhadap lintasan perakitan mixed model dengan kriteria minimisasi jumlah stasiun kerja. Pengujian algoritma usulan dilakukan dengan menggunakan tiga skenario, skenario 1 menggunakan set data Bedworth dan Bailey (1982) yang terdiri dari 2 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 11, skenario 2 menggunakan set data Thomopoulos (1970) yang terdiri dari 3 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 19, dan skenario 3 menggunakan set data penelitian Su dan Lu (2007) yang terdiri dari 3 variasi produk dengan jumlah elemen kerja (n) = 17. Hasil pengujian ketiga skenario menunjukkan bahwa algoritma usulan dapat memberikan solusi yang lebih baik pada efisiensi lintasan dan smoothness index dengan jumlah stasiun kerja yang sama bila dibandingkan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan. Kata Kunci: Keseimbangan Lintasan, Mixed Model, Guided GRASP With Fixed Threshold ABSTRACT Assembly line balancing (ALB) is a job placement assignment on workstations that are interconnected across the track to get the target production rate of production is met. The discussion carried out in this study is about the balance of mixed model track assembly. The study aims to develop Guided GRASP With Fixed threshold algorithm to address assembly line mixed model with a minimization criterion number of work stasions. The algorithm is then tested using three three scenarios, scenario 1 using data sets Bedworth and Bailey (1982) which consists of 2 variations of the product by the number of working elements (n) = 11, scenario 2 using data sets Thomopoulos (1970) which consists of 3 variations product by the number of working elements (n) = 19, and scenario 3 using data sets Su and Lu (2007) which consists of 3 variations of the product by the number of working elements (n) = 17. The results obtained show that the proposed algorithm can provide  better solution to efficiency line and smoothness index with the same number of work stasions when compared  to previous studies that have been published. Keywords: Line Balancing, Mixed Model, Guided GRASP With Fixed Threshold
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PASS 17 EVENT ORGANIZER BANDUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Taryana, Farisa Azhari; Yuniar, Yuniar; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.293 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di jasa event organizer PASS 17 Bandung untuk meningkatkan kualtas jasa dengan menggunakan Service quality (SERVQUAL). Data yang digunakan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner yang terdiri dari 20 atribut kualitas pelayanan yang diturunkan berdasarkan 5 dimensi pokok kualitas jasa (Zeithaml, et al, 1990). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 7 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Terdapat 3 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada Gap 1,  terdapat masing-masing 2 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu, dari 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Kata kunci: perusahaan event organizer, kualitas pelayanan, SERVQUAL, gap   ABSTRACT This research was being done in an event organizer company “PASS 17” Bandung to increase the quality of the service using a method “service quality” (SERVQUAL). The data used in this research are based from the results of the questionnaire consisting of 20 service quality attributes which were decreased based on 5 service quality fundamental dimension (Zeithaml, et al, 1990). The calculated result shows that there are 7 service quality attributes with negative values on Gap 5, which mean that there are gaps between the consumer perceptions with consumer expectations. There are 3 negative valued attributes on Gap 1 showing that the management not yet truly understand some attributes consumer needs. From 4 attributes, there are 2 attributes with negative values on Gap 2 and 3, which caused the negative value on Gap 5. Beside, from 3 attributes that have been promised and communicated externally by the company, all have negative values on Gap 4 based on calculation. Keywords: event organizer Company, Service Quality, SERVQUAL, Gap
Analisis kelayakan bisnis restauran berjalan fourspeed nomad Adiprawira, Erick Rachman; Yuniar, Yuniar; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.91 KB)

Abstract

To be edited
RANCANGAN USULAN PERBAIKAN PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN DENGAN LEAN MANUFACTURING Saputra, Muhamad Gilang; Prassetiyo, Hendro; Kurniawan, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.018 KB)

Abstract

PT. Wahana Interfood Nusantara merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis produk coklat. Dalam menjalankan produksinya perusahaan ini belum efisien dikarenakan masih banyak ditemukan pemborosan yang terjadi dilantai produksinya. Pemborosan yang terjadi tersebut merupakan aktifitas yang tidak memberi nilai tambah atau non value adding activities (NVA). Permasalahan tersebut dapat diminimisasi dengan menggunakan lean manufacturing. Lean manufacturing mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) yang diakibatkan non value adding activities. Pada kasus ini, rancangan perbaikan untuk mengurangi pemborosan berupa alat bantu serta perbaikan prosedur dan metode kerja. Dengan rancangan perbaikan ini, non value adding activities yang terjadi berkurang dari 126 menit menjadi 86.5 menit.   Kata kunci: Lean manufacturing, non value adding activities, waste ABSTRACT PT. Wahana Interfood Nusantara is a company engaged in manufacturing industry. The company produces various types of chocolate products. In running the production the company has not been efficient because there are still many wastes that occur in the production floor. The wastes are non value adding activities (NVA). That problem can be minimized by using lean manufacturing. Lean manufacturing identify and eliminate wastes caused by non value adding activities. In this case, proposed improvement to reduce waste is a material handling and procedure and work method improvement. By this improvement, non value adding activities is reduced from 126 minutes to 86.5 minutes. Keywords: Lean manufacturing, non value adding activities, waste
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN RESTORAN “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINESERV DAN SERVQUAL Angakusumah, Mochamad Noviar; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.626 KB)

Abstract

Restoran “X” harus dapat memenuhi harapan serta kebutuhan pelanggan lebih baik dibandingkan para pesaingnya dengan cara melakukan perbaikan terhadap pelayanan jasa yang diberikan. Metode DINESERV digunakan untuk menurunkan atribut kualitas jasa di restoran , dan metoda SERVQUAL digunakan untuk menganalisis Gap 1, Gap 2, Gap 3, dan Gap 5 yang terjadi sebagai dasar perbaikan kualitas pelayanan.. Berdasarkan 25 buah atribut yang diturunkan dari DINESERV , ada 10 atribut dengan nilai Gap 5 bernilai positif. Dari 15 atribut pada Gap 5 yang bernilai negatif, ada 11 atribut yang bernilai negatif pada Gap 1 . Dari 4 atribut yang bernilai positif pada Gap 1, 1 atribut  bernilai negatif  pada Gap 2 dan  3 atribut  bernilai negatif pada Gap 3. Gap 1 , gap 2 dan gap 3 negatif  akan dicari penyebabnya dengan kuesioner tambahan. Berdasarkan hasil analisa, prioritas utama adalah perbaikan pelayanan restoran antara lain membuat standar kebersihan, memperbaiki tampilan buku menu supaya lebih menarik secara visual, dan memodifikasi kursi dan meja agar lebih nyaman. Kata kunci: restoran, perbaikan kualitas pelayanan jasa, gap, DINESERV, SERVQUAL ABSTRACT Restaurant "X" must be able to meet the expectations and needs of customers better than its competitors by  improving  the services provided. DINESERV  method was used to derive attributes of quality of service in the restaurant, and SERVQUAL  method was used to analyze Gap 1, Gap 2 Gap 3, and Gap 5 that occurred as a basis for improvement of service quality. From 25  attributes derived from DINESERV, there are 10 attributes with positive value in Gap 5. Out of  15 attributes with negative value in Gap 5 , there are 11 attributes with negative value at Gap 1. Out of 4 attributes with positive value in Gap 1, there is one attribute that is negative at Gap 2 and 3 attributes is negative at Gap 3. The cause of attributes with negative values in Gap 1, Gap 2 and Gap 3 which will be analyze with  additional questionnaires. Based on the analysis, the main priority is the improvement of restaurant’s services, such as developing restaurant hygiene standards, improving the appearance of the menu guide to make it more visually appealing, and modifying the chairs and tables to make it more comfortable. Keywords: restaurant, quality service, gap, DINESERV, SERVQUAL
ANALISIS KELAYAKAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KOTA X Afandi, Irfan; Fitria, Lisye; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.159 KB)

Abstract

Kota x memiliki zona hijau yang sangat luas. Sehingga biaya retribusi sampah organik yang dihasilkan dari landscape menjadi meningkat, Selain meningkatnya biaya retribusi biaya pembelian pupuk juga meningkat karena luasnya lahan hijau. Untuk mengurangi biaya retribusi dan biaya pembelian pupuk maka dipilihlah pengolahan sampah dengan menggunakan pengkomposan, karena diperkirakan akan memberikan benefit yang besar apabila pengolahan sampah ini didirikan. Untuk  membuktikan pendirian pengelolaan sampah organik lebih baik dibandingkan dengan membayar retribusi maka digunakan metode analisis kelayakan dengan mengunakan lima aspek, aspek yang digunakan adalah aspek pasar, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek MSDM, dan aspek finansial. Berdasarkan hasil perhitungan dari kelima aspek tersebut didapat bahwa analisis kelayakan pendirian pengelolaan sampah organik di Kota x dinyatakan layak.   Kata kunci: Meningkatnya Biaya Retribusi dan Pembelian Pupuk, Pengelolaan Sampah Organik City x have a green zone that is really broad. So the cost of organic waste levy fees that produce from a landscape will increase. In addition to the rising cost of levy fees also increased the cost of purchasing fertilizer, so the chosen processing waste is using composting. Because it is expected to provide great benefit if this waste is established. To prove the establishment of organic waste management is better than paying levy fees, so the feasibility analysis method using the five aspects, aspects that are used are market aspects, technical aspects, legal aspect and environmental aspects, Human Resource Management aspects, and financial aspects. Based on the calculation of the five aspects that analysis of the feasibility of establishing obtained organic waste management in the City x declared eligible.   Keywords: Increased Cost Levy and Purchasing Fertilizers, Organic Waste Management
RANCANGAN MESIN BRIKET BIOMASSA TENAGA DIESEL DI PT HIDRO DAYA KINEJA Mardika, Lakrisman S; Prassetiyo, Hendro; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.021 KB)

Abstract

Mesin briket biomassa adalah sebuah mesin penghasil briket dengan menggunakan bahan baku dasar ampas gergaji. Untuk mengoperasikan mesin ini dibutuhkan daya energi listrik sebesar 20.000 watt/jam. Konsumen terbanyak mesin bricket biomassa ini berada pada di Lampung Selatan, Provinsi Lampung dan daerah Sampit, Kalimantan Tengah. Namun, daerah ini masih belum mendapatkan pasokan sumber energi listrik dari PT. PLN PERSERO dengan daya yang besar. Daya yang dibutuhkan untuk daerah lampung selatan sekitar 15,92 MW, sedangkan daya yang terpasang sekitar 13,85 MW dan untuk daerah Sampit kebutuhan listrik sekitar 12,88 MW dengan daya terpasang 8,90 MW. Pada penelitian ini perusahaan mencoba merekaya mesin briket biomassa yang asalnya bertenaga listrik menjadi mesin briket biomassa tenaga diesel. Dengan kondisi seperti ini maka perusahaan akan mencoba meneliti bahan bakar diesel sebagai pengganti energi listrik yang diharapkan akan lebih murah dari energi listrik. Kata kunci: Briket Biomassa, Mesin Briket Biomassa Tenaga Listrik, Mesin Briket Biomassa Tenaga Diesel   ABSTRACT Briquette machine is a machine producing biomass briquette using basic raw material pulp saws. To operate this machine is needed electrical energy power of 20,000 watts / hour. Most consumers biomass bricket machine is located in South Lampung, Lampung and Sampit Distric, Central Kalimantan. However, this region is still not getting supply source of electrical energy from PT. PLN Persero with great power. The power needed for the area around the southern Lampung 15.92 MW, while installed power of about 13.85 MW and for the Sampit area electricity needs of about 12.88 MW with an installed power of 8.90 MW. In this study, the company tries to design biomass briquette machine originally powered electricity into biomass briquette machine diesel power. With these conditions, the company will try to examine diesel fuel as a substitute for electrical energy is expected to be more cheaper than electricity. Keywords: Biomass Briquettes, Briquette Biomass Machine with Electricity Power, Biomass Briquette Machine with Diesel Power
Algoritma Penjadwalan Job Shop Alternatif Routing Menggunakan Greedy Randomized Adaptive Search Procedure With Fixed Threshold Untuk Minimisasi Makespan SYAILANDRA, KHARIZA; Imran, Arif; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.041 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas algortima penjadwalan job shop dengan alternatif routing menggunakan greedy randomized adaptive search procedure with fixed threshold dengan fungsi tujuan minimisasi makespan. GRASP with fixed threshold adalah metode metaheuristik dua tahap untuk menyelesaikan masalah-masalah optimasi kombinatorial. Tahap pertama adalah tahap konstruksi jadwal inisial. Tahap kedua adalah tahap local search untuk memperbaiki jadwal inisial. Performansi algoritma usulan diuji melalui 2 skenario dengan menggunakan set data dari literatur. Hasil pengujian kedua skenario menunjukkan bahwa algoritma usulan memberikan solusi yang kompetitif jika dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Kata Kunci: Penjadwalan Job Shop, Alternatif Routing, GRASP, Threshold Accepting ABSTRACT In this paper we present algorithms job shop scheduling with alternative routing using a greedy randomized adaptive search procedu with a fixed threshold with makespan minimization objective function. GRASP with fixed threshold is a two-phase metaheuristic methods for solving combinatorial optimization problems. The first stage is the initial stage of construction. The second stage is the stage of local search to improve the initial schedule. Performance of the proposed algorithm was tested through two scenarios using data sets from the literature. Theresults indicate that the proposed algorithm provides a competitive solution when compared with previous studies. Key words: Job Shop Scheduling, Alternative Routing, GRASP, Threshold Accepting
RANCANGAN SISTEM PENJADWALAN BUKU FIKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS DI PT. MIZAN GRAFIKA SARANA Shabrina, Dina Nur; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.539 KB)

Abstract

Makalah ini membahas penjadwalan buku fiksi dengan menggunakan pendekatan Theory of Constraints. Pendekatan ini mencari stasiun kerja yang menjadi konstrain dalam produksi kemudian memaksimalkan utilitas dari stasiun kerja tersebut. Penjadwalan dilakukan pada stasiun kerja konstrain tersebut kemudian melakukan penjadwalan pada stasiun non-konstrain. Penjadwalan pada stasiun kerja non-konstrain sebelum stasiun kerja konstrain dilakukan secara backward, sedangkan stasiun kerja non-konstrain setelah stasiun kerja konstrain dilakukan secara forward. Hasil yang diinginkan dari penjadwalan ini yaitu makespan yang minimum.   Kata kunci:Flow shop, maksimasi utilitas stasiun konstrain, makespan minimum   ABSTRACT This paper discusses the scheduling fiction book by using the Theory of Constraints approach. This approach looking for work stations be constrained in production then maximize the utility of the work station. Scheduling is done on the workstation and then perform the scheduling constraints on the non-constrained station. Scheduling on a non-constraint work station before the constraints work station done backward, whereas the non-constraint work station after constraints work station carried forward. The desired result of this scheduling is the minimum makespan. Keywords:Flow shop, maximum utility of constraints, workstation minimum makespan

Page 6 of 45 | Total Record : 442