cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Usulan Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja di Bagian Water Based PT.X Berdasarkan Analisis Beban Kerja Ridha, Iqbal Rasyid; Rispianda, Rispianda; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.218 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan industri yang bergerak memproduksi produk berupa cat, memiliki bagian produksi Water Based dan sistem produksi bersifat make to order. Tercapainya target produksi dipengaruhi oleh faktor diantaranya penentuan jumlah tenaga kerja.  Permasalahan yang terjadi banyaknya tenaga kerja bagian Water Based  yang menganggur hal ini disebabkan oleh penentuan tenaga kerja yang tidak tepat. Pemecahan permasalahan dalam penentuan jumlah tenaga kerja perlu dilakukanya analisis beban kerja (ABK), Analisis beban kerja dilakukan dengan menghitung waktu yang dibutuhkan tenaga kerja untuk menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai dengan job description. Ketersedian jumlah tenaga kerja matching colour  sebesar 7 tenaga kerja dan hasil usulan jumlah tenaga kerja sebesar 4 tenaga kerja, Hasil perhitungan beban kerja menunjukan adanya kelebihan tenaga kerja yang mengakibatkan tenaga kerja mengganggur. Hal tersebut dibutktikan dengan tingkat utilitas ketersedian tenaga kerja 40,13 % dan tingkat utilitas usulan tenaga kerja 80,77%. Hasil usulan jumlah tenaga kerja tersebut berhasil meningkatkan tingkat utilitas. Kata kunci : Analisis Beban Kerja, Penentuan Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Utilitas
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENYEWAAN SOUND SYSTEM DI KOTA BANDUNG Prayudi, Ferdian; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.805 KB)

Abstract

Kota Bandung memiliki peluang usaha penyewaan sound system yang cukup besar. Untuk melihat peluang usaha penyewaan sound system perlu dilakukan analisis kelayakan usaha. Analisis kelayakan usaha ditinjau dari aspek pasar, teknis, manajemen sumber daya manusia, legal, dan finansial. Usaha penyewaan sound system dinyatakan layak berdasarkan 5 aspek. Berdasarkan analisis aspek finansial didapatkan nilai payback period selama 3 tahun 9 bulan, nilai NPV sebesar Rp. 1.968.068.308 dan nilai IRR sebesar 28,88% lebih besar dari MARR sebesar 12,88% untuk kapasitas layanan pesta sebanyak 4 acara dan ramai 12 acara. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas usaha penyewaan sound system masih layak jika tidak terjadi penurunan jumlah permintaan dan harga sewa lebih dari 17,16%, dan kenaikan investasi lebih dari 28,1%. Kata Kunci: Sound System, Analisis kelayakan, Investasi Abstract Bandung has great opportunities is sound system rental business. Feasibility analysis is needed to be done to know the opportunities of this rental business. Analysis of the feasibility is reviewed from the aspects of the market, technical, human resources management, legal, and financial. Sound system rental businessis declared eligible based on five aspects. According to the analysis of the financial aspect, this business obtains payback period for 3 years and 9 months, its NPV (Nett Percent Value) is Rp. 1.968.068.308 and its IRR (Internal Rate of Return) (28,88%) which is more than MARR (12,88%) for party service capacity of 4 events and a bustling 12 events. Based on the result of the sensitivity analysis of sound system rental business is still feasible if the demand of sound system decrease and the rents is more than 17,16% and the investment increase more than 28,1%.   Keywords: Sound System, Feasibility Analysis, Investment
Evaluasi Pengaruh Kemampuan Kognitif Terhadap Kecepatan Reaksi Pekerja Shift dan Non Shift ERAWAN, REDY; Wahyuning, Caecilia Sri; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.364 KB)

Abstract

Pelayanan keamanan dan pelayanan peminjaman buku bergantung pada kinerja satpam dan petugas perpustakaan. Satpam merupakan pekerja shift dan petugas perpustakaan merupakan pekerja non-shift. Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan kognitif berdasarkan Cognitive Failure Questionnaire (CFQ) terhadap kecepatan reaksi berdasarkan tes Reaction Time. Kemampuan kognitif diukur menggunakan kuesioner CFQ. Tes Reaction Time diukur menggunakan software kecepatan reaksi yaitu “DirecRT” dengan stimulus visual (T5) serta stimulus audio dan visual (T6). Data kuesioner CFQ dan tes kecepatan reaksi diolah menggunakan uji statistika seperti uji linieritas dan uji korelasi. Berdasarkan hasil uji linieritas menunjukkan kegagalan kognitif mempengaruhi kecepatan reaksi seseorang dalam mengambil keputusan. Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Kecepatan Reaksi   ABSTRACT Security service and borrowing book service base on work of security guard and library staff. Security guards are shift workers and library staffs are non-shift workers. This research discusses about the influence of cognitive ability based on Cognitive Failure Questionnaire (CFQ) to there action speed of shift workers and non-shift workers seen by the Reaction Time test. The cognitive ability was measured by using CFQ. The Reaction Time test was measured by using reaction speed software that "DirecRT" with a visual stimulus (T5) as well as audio and visual stimulus (T6). Data of CFQ and reaction speed test analysed by using statistic test such as linearity test and correlation test. According to linearity test result show that cognitive failure influence reaction speed someone on making decision. Keywords: Cognitive Ability, Reaction Speed
MODEL PENJADWALAN NO-WAIT JOB SHOP MENGGUNAKAN ALGORITMA VARIABLE NEIGHBOURHOOD DESCENT DENGAN THRESHOLD UNTUK MEMINIMISASI MAKESPAN Respati, Yoni Adityo; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.93 KB)

Abstract

Permasalahan no-wait job shop didefinisikan sebagai masalah penjadwalan job shop dengan batasan no-wait didalamnya. Batasan no-wait yaitu kondisi dimana antar dua operasi pada satu job harus dikerjakan secara kontinu tanpa adanya jeda waktu. Pada penelitian ini digunakan algoritma variable neighborhood descent dengan threshold untuk meminimisasi makespan. Algoritma usulan menggunakan threshold sebagai batas untuk mendapatkan current solution dimana nilai ini diambil dari makespan terbaik dari setiap iterasi. Set data dari literatur digunakan untuk menguji algoritma. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma memberikan hasil yang sama baiknya dengan hasil yang telah dipublikasikan. Kata kunci: penjadwalan, job shop, variable neighborhood descent, threshold, neighbor   ABSTRACT No-wait job shop scheduling problems is defined as a job shop scheduling problems with no-wait constraints therein . No-wait constraint is a condition in which between two operations in one job should be done continuously without any lag time. In this study will be used variable neighborhood descent with threshold algorithm to minimize the makespan. Proposed algorithm uses a threshold as a limit to get current solution where the value is taken from the best makespan of each iteration. Several data set from literature are used to test the algorithm. The results show that the algorithm gives equally good results with the results that have been published . Keywords: scheduling, job shop, variable neighborhood descent, threshold, neighbor
Usulan Perbaikan Role Behavior Perusahaan Berdasarkan Karakteristik Manajemen Sumber Daya Manusia Nurdiansyah, Suhendar; Bakar, Abu; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.761 KB)

Abstract

Perbaikan peran perilaku pada karyawan adalah satu cara untuk meningkatkan keuntungan pada perusahaan. Salah satu pengembang model peran perilaku (role behavior) adalah  Schuler. Variabel role behavior yang dikembangkan Schuler (1987) adalah karakteristik perilaku, fokus perencanaan, ketergantungan dan kerjasama, perhatian pada kualitas, perhatian pada kuantitas, tindakan terhadap resiko, perhatian/orientasi kerja, sikap terhadap tanggung jawab, fleksibilitas terhadap perubahan, toleransi pada keadaan. Pada saat ini harapan perusahaan adalah menerapkan strategi bersaing yang lebih fokus terhadap perbaikan inovasi (differentiation by innovation) proses kerja. Berdasarkan hasil analisis data yang mengacu kepada strategi differentiation by innovation, prioritas variabel yang harus diperbaiki dalam penelitian ini adalah karakteristik perilaku, fleksibilitas terhadap perubahan, dan toleransi pada keadaan karena memiliki hasil pemetaan sebesar 0%. Kata kunci: peran perilaku (role behavior), strategi bersaing Schuler, differentiation by innovation, karakteristik perilaku, fleksibilitas terhadap perubahan, toleransi pada keadaan.ABSTRACT One way to increase benefit for company is to improve role behavior of employments. One developers of role behavior model is Schuler (1987). Role behavior model whom develop by Schuler is behavioral characteristic, focus of planning, dependence and coorperation, focus on quality, focus on quantity, measure against risk, orientation of work, attitude of responsibility, flexibility of change, and tolerance of circumstances. The current expectations of the company is to apply competitive strategi which focus to differentiation by innovation strategi. In order to result by data analyze refers to differentiation by innovation strategi, improvement priorities that should do by company is behavioral characteristic, flexibility of change, and tolerance of circumstances because it have result 0% by mapping. Keyword: role behavior, competitive strategi by Schuler, differentiation by innovation, behavioral characteristic, lexibility of change, tolerance of circumstances.
USULAN STRATEGI PENGEMBANGAN UKM SENTRA PENGOLAHAN KICIMPRING DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS PERUMUSAN STRATEGI Yusup, Ahmad; Bakar, Abu; Kurniawan, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.309 KB)

Abstract

Strategi Pengembangan UKM Sentra Pengolahan Kicimpring menggunakan matriks perumusan strategi. Sentra pengolahan kicimpring merupakan salah satu UKM yang bergerak didalam bidang makanan ringan. Desa Pager Wangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung merupakan satu satunya UKM pengolahan kicimpring di Kabupaten Bandung. Proses produksi pengolahan kicimpring tidak terlepas dari bahan baku yaitu berupa singkong. UKM sentra pengolahan kicimpring perlu merancang strategi dengan tepat untuk dapat bersaing dipasaran, sehingga harus memperhatikan beberapa aspek, seperti aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, serta memperhatikan faktor-faktor kemampukembangan UKM. Penyusunan strategi dilakukan menggunakan matriks perumusan strategi. Salah satu hasil dari matriks perumusan strategi menonjolkan kualitas produk untuk menarik investor. Kata Kunci: Pengembangan UKM Sentra Pengolahan Kicimpring, faktor-faktor kemampukembangan, Matriks Perumusan Strategi   ABSTRACT SME Development Strategy Sentra Pengolahan Kicimpring Using Matrix Strategy Formulation. Sentra Pengolahan Kicimpring is one of the SMEs engaged in the field of snacks. Pager village Wangi District Lembang Bandung Regency is the only SME kicimpring processing in Bandung. The production process is inseparable from the kicimpring processing of raw materials in the form of cassava. SME Sentra Pengolahan Kicimpring need to design a strategy with the right to be able to compete in the market, so it must consider several aspects, such as aspects of the strengths, weaknesses, opportunities and threats, as well as pay attention to the factors kemampukembangan SMEs. Preparation of the strategy is done using a matrix formulation of the strategy. One of the results of the matrix formulation of the strategy highlight the quality of products to attract investors. Keywords: SME development of Kicimpring Manufacture, Development Factors, Formulation Strategy Matrix
RANCANGAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI BAGIAN PRESS II PT. XYZ Nurfaizah, Ulfi; Adianto, Hari; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.887 KB)

Abstract

ABSTRAK Mesin/peralatan yang digunakan perlu dijaga kondisinya agar terhindar dari kerusakan paling tidak mengurangi waktu kerusakan. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik. Bagian Press II merupakan bagian produksi yang memiliki kerusakan tertinggi. Sistem perawatan periodik saat ini tidak berjalan sesuai rencana sehingga perawatan tetap dilakukan secara corrective. Penelitian ini menentukan rancangan penerapan Total Productive Maintenance (TPM) untuk dapat menghilangkan six big losses dan meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil penelitian pada mesin Dobby 50 No.4, ISIS 40 No.1, menggunakan jadwal perawatan sehingga dapat meminimasi downtime. Melakukan perawatan terhadap item yang dapat menyebabkan six big losses tertinggi. Rata-rata nilai OEE meningkat setelah menerapkan rancangan TPM dalam melakukan perawatan. Kata kunci: Perawatan, (Total Productive Maintenance) TPM, Six Big Losses, OEE   ABSTRACT The condition of machines need to be maintained to avoid failure or at least reduce the failure time. PT. XYZ is company that produces electrical appliances. The machine that has high frequency of failure is found at Press II section. However, maintenance system didn’t go according to plan, so maintenence is still conducted in a corrective maintenance. This research determine the implementation Design of Total Productive Maintenance (TPM) to be eliminate of six big losses and improve Overalls Equipment Effectiveness (OEE). The result of this research to Dobby 50 no.4, ISIS 40 no 1, using maintenance schedule to minimization downtime. Applying maintenance to the item that could caus six big losses. Can increase OEE value with applying TPM in maintenance. Keywords: Maintenance, (Total Productive Maintenance) TPM , Six Big Losses, OEE
PENGUKURAN PERFORMANSI BERDASARKAN MALCOLM BALDRIGE FOR PERFORMANCE EXCELLENCE (MBCFPE) PADA KRITERIA PENGUKURAN, ANALISIS DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN DI HOTEL X Nusantari, Nurina Khoirunisa; Taroepratjeka, Harsono; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.476 KB)

Abstract

Pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui pencapaian, kekuatan dan perbaikan yang dapat dilakukan pada Hotel X. Metode pengukuran kinerja yang digunakan yaitu Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence untuk kriteria analisis kinerja dan manajemen pengetahuan. Penelitian ini menghasilkan dokumen aplikasi, score kinerja ekselen, kekuatan, dan peluang perbaikan di Hotel X. Score kinerja ekselen dilakukan melalui review ADLI (Approach, Deployment, Learning, Integration). Score yang diperoleh untuk kriteria 4 sebesar 45 poin dari 90 poin dan score keseluruhan sebesar 449,75 poin dari 1000 poin, sehingga Hotel X berada pada level “early improvement”.   Kata kunci: Pengukuran kinerja, Malcolm Baldrige, analisis kinerja, manajemen pengetahuan ABSTRACT Performance measurement is performed to determine achievment , strengths and  improvements that can be made of Hotel X. Performance measurement method  used in this research is the Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence criteria for performance analysis and knowledge management . This research resulted is the application documents , strength , and opportunities for improvement at the Hotel X. Score performance excellence carried through reviews ADLI ( Approach , Deployment , Learning , Integration ). Score obtained for criteria 4 is 45 points from 90 points and a total score of 449,75 points from 1000 points , so the Hotel X at the level of "early improvement". Keywords: performance measurement, Malcolm Baldrige, performance analysis, knowledge management
Pemodelan dan Simulasi Berbasis Agen untuk Analisis Pengaruh Penerapan Otomasi Industri terhadap Lapangan Kerja Devi, Feny Okenia; Nugraha, Cahyadi; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.968 KB)

Abstract

Otomasi didefinisikan sebagai teknologi yang bersangkutan dengan aplikasi mekanik, elektronik, dan sistem berbasis komputer untuk mengendalikan produksi. Penerapan teknologi otomasi memunculkan beberapa anggapan yang mengarah kepada pergeseran permintaan tenaga kerja tidak terampil kepada tenaga kerja terampil atau bahkan pada profesi lain. Permasalahan tersebut tergolong cukup kompleks sehingga dibutuhkan suatu model simulasi yang dapat memprediksi pengaruh penerapan otomasi terhadap jumlah lapangan kerja. Makalah ini menyajikan peneitian dengan menggunakan teknik pemodelan dan simulasi berbasis agen untuk menjawab kebutuhan tersebut. Setiap perusahaan yang terlibat dalam proses penerapan alat otomasi dimodelkan sebagai entitas-entitas (agen-agen) yang bersifat otonom dan saling berinteraksi. Output model yang dihasilkan dapat digunakan untuk memperkirakan efek penerapan alat otomasi terhadap jumlah lapangan kerja ditinjau dari reduksi jumlah pekerja akibat otomasi dan penambahan jumlah karyawan di perusahaan lainnya yang terkait dalam pasokan alat otomasi. Kata kunci: Otomasi, Lapangan Kerja, Pemodelan dan Simulasi Berbasis Agen Abstract Automation is defined as the technology that concerns with the application of mechanics, electronics, and computer-based system for controlling production. Implementation of the automation technologies has brought about some presumption that refers to the changes in demand for unskilled labors to skilled labors or even in other professions. The problem is quite complex and requires a simulation model that can predict the effect of the automation applications to the number of jobs. This paper presents an agent-based modeling and simulation to answer the problem. Every companies that involved in the process of implementing automation tools are modeled as the autonomous and interacting entities (agents). The resulting model output can be used to estimate the effect of the application of automation tools on the number of jobs, in terms of the reduction of the number of workers due to automation and the increase of the number of employees in other companies related to the supply of automation tools. Keywords: Automation, Employment, Agent-based Modelling and Simulation
RANCANGAN FIXTURE MILLING UNTUK PROSES FACING PEMBUATAN KOMPONEN REM FRONT PAGE BREAK PADA MOBIL Syahda, Fajar Fitra; Prassetiyo, Hendro; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu produk yang membutuhkan alat bantu dalam pengerjaan nya adalah komponen pada mobil yaitu front page break. Pada produk front page break berasal dari bahan baku berupa plat besi yang memiliki tebal 4 mm dan panjang 90 mm. Pada pengerjaan produk terdapat kendala pada proses penipisan ketebalan benda kerja. Hal tersebut terjadi karena benda kerja sulit untuk diposisikan menjadi rigid sehingga membuat waktu setup menjadi lama. Perancangan dilakukan dengan tahapan perancangan landasan, set block, lokator, dan clamping. Rancangan dibuat agar benda kerja yang dapat diproses menjadi lebih dari satu untuk sekali produksi. Selain dari itu, rancangan dibuat agar dapat menjamin penahanan gaya yang bekerja pada benda kerja dengan dilakukannya perhitungan matriks kesetimbangan gaya pada titik lokator. Sehingga didapat suatu rancangan yang kuat dengan produktifitas pengerjaan yang optimal. Kata kunci: Setup, Fixture, Rigid ABSTRACT One product that requires a tool in his workmanship is a component of the car is front page breaks. On the product front page breaks derived from raw materials such as iron plate which has a thickness of 4 mm and a length of 90 mm​​. There are constraints on product workmanship on the depletion process workpiece thickness. This happens because the workpiece is difficult to be positioned so as to make a rigid setup time becomes longer. The design is done by grounding the design stage, block sets, a locator, and clamping. The design is made so that the workpiece can be processed into more than one to one production. Aside from that, the design is made in order to ensure containment forces acting on the workpiece with a force equilibrium matrix calculations done on a locator point. In order to get a robust design with optimal work productivity. Keywords: Setup, Fixture, Rigid

Page 7 of 45 | Total Record : 442