cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
SISTEM PROTOTIPE ALAT BANTU PENGECEKAN BENTROK JADWAL KELAS UNTUK PROSES PINDAH KELAS DI JURUSAN TI ITENAS Razi, Fakhru; Rispianda, Rispianda; Nugraha, Cahyadi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.164 KB)

Abstract

ABSTRAK Makalah ini membahas tentang sistem perangkat lunak untuk  pengecekan jadwal kuliah yang memiliki jadwal bentrok. Sistem pengecekan jadwal kuliah dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa sistem aplikasi prototype. Perangkat lunak ini digunakan mahasiswa dan dosen wali untuk membantu proses pindah kelas, sebelum di mulainya proses perkuliahan. Aplikasi prototype ini dirancang dengan menggunakan metode Unified Modelling Language (UML) dan metode pengecekan menggunakan metode blackbox. Dalam implementasinya perangkat lunak ini mampu melakukan validasi secara cepat dan akurat, sehingga mahasiswa dapat terbantu dalam penyusunan ulang jadwal mata kuliah.   Kata Kunci: Perangkat Lunak, Penjadwalan Kuliah, UML     ABSTRACT This paper discusses the software system for checking the course schedule that has the same or conflicting schedules. The system checks the class schedule is done by using the tools in the form of a prototype application system. The software used by the student and faculty trustee to assist the process of moving the class , before the start of the lecture. This prototype applications designed using the Unified Modeling Language ( UML ) and the method validation using blackbox. In the implementation of this software is able to check quickly and accurately, so that students can be helped in the preparation of the schedule of courses. Keywords: Software, Scheduling Class, UML
Optimisasi Jumlah Produksi Koran Pikiran Rakyat Dengan Menggunakan Model Newsboy NURWULANDINI, WIWI; Mustofa, Fifi Herni; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.595 KB)

Abstract

Dalam menentukan jumlah produksi koran Pikiran Rakyat berdasarkan pada permintaan tetap, permintaan eceran dan pemberian gratis untuk pembuat iklan. Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah menentukan jumlah produksi permintaan eceran, karena sering terjadi fluktuasi jumlah permintaan sehingga perusahaan mengalami kerugian bila jumlah produksi tidak tepat. Untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut maka digunakan model Newsboy. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jumlah produksi koran optimum, yang memberikan ekspektasi keuntungan maksimal dan prediksi besarnya risiko atau penyimpangan dari keuntungan yang akan diperoleh. Kata kunci: Koran, jumlah produksi, Model Newsboy Abstract In determining the amount of paper production pikiran rakyat’s based on demand remains, demand for retail and free delivery for advertisers. The main problem facing the company is determining the amount of retail demand production, because of frequent fluctuations in the number of requests that the company suffered a loss if the amount of production is not appropriate. The purpose of this study is to determine the optimum number of papers produced, which can provide maximum benefit expectations and predictions magnitude of risk or deviation from the gains that. Keywords: Newspaper, amount of production, Newsboy model
USULAN JADWAL PERAWATAN PENCEGAHAN KERUSAKAN KOMPONEN KANVAS REM PADA TRUK DENGAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. X Ramadhan, Sabbihisma Robbi; Helianty, Yanti; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.625 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan beton. Dalam pengantaran beton tersebut kepada konsumen, perusahaan menggunakan kendaraan truk. Selama ini PT. X melakukan perawatan pada truk apabila terjadi kerusakan dan akibat dari kerusakan itu memerlukan penggantian komponen. Komponen kanvas rem adalah komponen kritis karena paling sering mengalami kerusakan. Komponen tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena dapat menimbulkan kerusakan pada komponen penunjangnya. Metode age replacement digunakan untuk menentukan waktu dilakukan penggantian komponen kanvas rem sebelum terjadi kerusakan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh waktu penggantian komponen kanvas rem pada kilometer 6000 dengan biaya sebesar Rp 111,47/kilometer.   Kata Kunci: Truk, Komponen Kritis, Jadwal Perawatan.   ABSTRACT PT. X is a company engaged in concrete manufacture. In the concrete delivery to consumers, the company uses trucks. During this time PT. X performs maintenance for trucks only if there are damages occurred and part changes would be needed. Brake pads are the critical component because these part damaged oftenly. The damage of these component can also affect the supporting components performance. Age replacement method is used to determine time of replacement brake pads before damage occurs. Based on the calculations, time replacement brake pads at kilometer 6000 at a cost of Rp 111,47/kilometer.  Keywords: Truck, Critical Components, Maintenance Schedule.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT X DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Dewi, Farah Chandra; Harsono, Ambar; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.862 KB)

Abstract

Rumah Sakit X sebagai lembaga penyedia layanan kesehatan harus dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat memenangkan persaingan. Adanya keluhan yang disampaikan oleh pasien Rumah Sakit X melalui kotak kritik dan saran menunjukkan terdapatnya Gap antara layanan yang diberikan dengan apa yang diharapkan pasien.Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode Service Quality. Rata-rata nilai Gap 5 yang didapatkan adalah sebesar -0,019 yang memiliki arti bahwa pelayanan yang telah diberikan oleh rumah sakit masih kurang maksimal untuk mencapai kepuasan bagi pasien, untuk nilai negatif pada Gap-Gap lain disebabkan oleh: persepsi manajemen yang salah terhadap ekspektasi pasien (Gap 1), standar yang telah dibuat perusahaan masih tidak jelas dan lengkap (Gap 2), kemampuan karyawan yang kurang terlatih (Gap 3), dan kurang dilibatkannya karyawan dalam pembuatan janji perusahaan (Gap 4). Kata kunci: Gap, Kepuasan Pelanggan, Metode Service Quality   ABSTRACT X hospital as a health service provider must be able to maintain and improve their service quality to win the competition. There are complaints by patients of X Hospitals through criticism and suggestion boxes indicate the presence of Gap between the services and the patient’s expectation. Measurements are performed by using the Service Quality Method. The average value obtained Gap 5 is equal to -0.019 which means that the service rendered by the hospital is still less than the maximum to achieve satisfaction for the patient, as for the negative score ​​in the other Gap is because of: misperception of management about patient expectations (Gap 1), a standard that has made the company are not clear and complete (Gap 2), poorly trained personnel (Gap 3), and less involvement of employees in making promises companies (Gap 4). Keywords: Gap, Customer satisfiaction, Service Quality Method
MODEL SIMULASI UNTUK PERGERAKAN MANUSIA DI RUANG DUA DIMENSIKONTINU DENGAN PEMODELAN BERBASIS AGEN DAN BERORIENTASI OBJEK Sumantri, Cyndi Odilia; Nugraha, Cahyadi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.634 KB)

Abstract

Antrean merupakan hal yang sering terjadi pada suatu fasilitas dalam sistem. Ketidaksesuain perancangan fasilitas seperti dimensi area, desain pintu, dapat mempengaruhi performansi antrean.Antrean dapat terjadi akibat adanya fasilitas yang berhubungan langsung dengan pergerakan manusia.Kompleksitas dari sebuah sistem yang melibatkan pergerakan manusia mengisyaratkan dibutuhkannya model simulasi. Model Simulasi yang digunakan adalah dengan berbasis agen dan berorientasi objek. Berbasis agen digunakan karena terdapat agen dalam sistem dan aktivitasnya mempengaruhi sistem. Berorientasi objek digunakan agar simulasi ini memiliki sistematika program yang lebih baik. Makalah ini mempresentasikan suatu alat simulasi untuk mewujudkan model simulasi mengenai pergerakan manusia di ruang dua dimensi kontinu.   Kata kunci: model simulasi, pergerakan manusia, berbasis agen, berorientasi objek. ABSTRACT The queue is a common thing at a facility in the system.Incompatibility of designing facilities such as dimension of area, door design, can effect to performance of the queue. The queue can happened because of facility which interact with humans movement.The complexity of the problems in modelling humans movement need fora simulation models. Simulation models that used is the agent-based and object-oriented modelling. Agent-based is used because there are agents in the system and its activities affect the system. Object-oriented simulation is used in order to make this simulation tool has a better systematic program. This paper presents a simulation tool to create a simulation model of the humans movement in a continuous two-dimensional space. Keywords: simulation model, humans movement, agent-based modeling, object-oriented.
Analisis Kelayakan Investasi Harumi “Home Spa” Di Kota Bandung SULISTIYO, HANIF; Saleh, Alex; Susanto, Hadi
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.547 KB)

Abstract

Tingkat stress penduduk perkotaan mulai meningkat hal ini disebabkan oleh padatnya aktivitas dan padatnya arus lalu lintas yang ada. Maka dari itu spa menjadi salah satu alternatif untuk relaksasi agar pikiran kembali relaks. Dengan adanya peluang tersebut maka harumi home spa didirikan untuk membuat para konsumen menjadi merasa lebih puas dan dimanjakan karena tidak perlu pergi keluar rumah untuk mendapatkan jasa spa. Melihat adanya kendala yang disebabkan bentuk usaha yang masih baru dan adanya kompetitor yang hanya bertahan sebentar dalam menjalankan usaha yang sejenis, maka dibutuhkan sebuah studi mengenai analisis kelayakan investasi. Metode untuk menganalisis peluang investasi ini dilakukan dengan lima aspek penelitian yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek legal, aspek sumber daya manusia, dan aspek finansial. Hasil penelitian analisis kelayakan ini layak untuk diimplementasikan. Dengan target penjualan 2.811 orang/tahun, payback period (PP) 1 tahun 2 bulan, net present value (NPV) Rp.208.602.293,-, dan interest rate of return (IRR) 81,5%. Kata kunci: Analisis Kelayakan Investasi, Spa, Harumi Home Spa Abstract Stress level of citizen began to increase it is due to the density of activity and density of the existing traffic flow. Thus it becomes an alternative spa for relaxation for the mind back relaxed. Given these opportunities then Harumi was established to create a home spa consumers become more satisfied and pampered because it does not need to go out of the house to get spa services. Seeing constraints caused fledgling establishment and existence of competitors who only a short time in running similar businesses, it takes a study on the feasibility analysis of investment. Methods for analyzing investment opportunities is done by five aspects , namely aspects of market research, technical aspects, legal aspects, aspects of human resources, and financial aspects. The results of the analysis of the feasibility study is feasible to implement. With a sales target of 2,811 person/year, the payback period (PP) 1 year 2 months, net present value (NPV) Rp.208.602.293,-, and the interest rate of return (IRR) of 81.5%. Keywords: Analyzing Investment, Spa, Harumi Home Spa
ANALISIS TINGKAT STRES DAN KANTUK MASINIS DAERAH OPERASIONAL II BANDUNG Putro, Pamor Nugraha Dwi; Wahyuning, Caecilia Sri; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.96 KB)

Abstract

Dalam melakukan pekerjaan sebagai masinis, rasa stres dapat dirasakan masinis  baik yang masih pemula dan berpengalaman sekalipun, tetapi tidak semua penyebab stres pada semua masinis sama. Rasa kantuk dan stres diduga menjadi penyebab utama masinis mengalami human error.Makalah ini membahas hubungan tingkat stress dan kantuk untuk masinis daerah operasional II bandung dari berbagai tahapan (Junior, menengah, senior). Pengerjaan dilakukan dengan melakukan observasi untuk setiap masinis mulai dari sebelum, saat, hingga akhir dinasan dengan kesamaan jalur, jam kerja, dan kondisi lingkungan kerja. pengukuran tingkat stress dilakukan secara subjektif dan objektif. Pengukuran secara subjektif menggunakan alat cocoro meter dan objektif menggunakan NIOSH General Job Stress Questionnaire. Sedangkan tingkat kantuk dilihat secara subjektif dengan menggunakan karolisnka Sleepines Scale(KSS)  dan Epworth Sleepines Scale (ESS). Hasil yang didapat adalah hubungan tingkat stress dan kantuk dan pemicu stress untuk setiap tahapan masinis memiliki perbedaan yang signifikan.   Kata kunci: Stres, Kantuk, NIOSH, karolisnka Sleepines Scale(KSS), Epworth Sleepines Scale (ESS). ABSTRACT In doing the work as a machinist, a sense of stress can be felt good machinist who are beginners and experienced, but not all of the causes of stress at all the same machinist. Drowsiness and stress is thought to be the main cause of human error machinist experience.This paper discusses the relationship of the level of stress and sleepiness for machinist operational area II duo of various stages (junior, intermediate, senior). The work done by observation for each machinist from before, while, until the end of the work with similarity of path, working hours, and working conditions. stress level measurement is done subjectively and objectively. Subjective measurements using the tool cocoro meters and objectively using NIOSH General Job Stress Questionnaire. While the degree of subjective sleepiness seen using karolisnka Sleepines Scale (KSS) and Epworth Sleepines Scale (ESS). The result is a relationship between the level of stress and sleepiness and stressors for each stage machinist has a significant difference. Keywords: Stress, Sleepiness, NIOSH, karolisnka Sleepines Scale (KSS), Epworth Sleepines Scale (ESS)
Strategi Minimisasi Potensi Bahaya Berdasarkan Metode Hazard and Operability (HAZOP) di PT. Agronesia Yuniar, Yuniar; Wahyuning, Caecilia Sri; Zen, Helda R
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.952 KB)

Abstract

PT AGRONESIA divisi industri teknik karet (Inkaba), dalam kegiatan produksinya menggunakan mesin yang kompleks yang dapat menimbulkan potensi bahaya bagi operator. Kemungkinan terjadinya potensi bahaya di Inkaba cukup besar,  oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan strategi untuk meminimasi terjadinya potensi bahaya di Inkaba. Penelitian dilakukan pada stasiun kerja kritis yaitu stasiun kerja dengan jumlah biaya kecelakaan terbesar yaitu stasiun kerja callender. Identifikasi potensi bahaya dengan menggunakan metode Hazard and Operability (HAZOP) dilakukan berdasarkan proses yang terjadi di Inkaba. Titik kajian ditentukan berdasarkan hal-hal yang menunjang proses di mesin callender. Titik kajian adalah kran saluran uap, roll mesin, werstan, kran saluran air, kran oli pelumas, dan motor penggerak mesin.  Setelah proses identifikasi, dilakukan penilaian risiko pada masing-masing titik kajian dengan menggunakan teknik Risk Index. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat risiko rendah, tinggi, dan ekstrim. Pada risiko yang masuk kategori tinggi dan ektrim dilakukan analisis dengan menggunakan fault tree analysis (FTA), sehingga dapat didiketahui basic event dan dilanjutkan dengan penentuan rekomendasi. Rekomendasi berdasarkan potensi bahaya yang mungkin terjadi dan dikelompokkan kedalam 3 kelompok rekomendasi, yaitu rekomendasi mengenai instruksi kerja, rekomendasi mengenai maintenance, dan rekomendasi mengenai design system.   Kata kunci: potensi bahaya, Hazard and Operability, stasiun kerja kritis, titik kajian, Risk Index, fault tree analysis, basic event, instruksi kerja.
USULAN RANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN AIR GALON HANAANG MENGGUNAKAN ALGORITMA NEAREST NEIGHBOUR DAN LOCAL SEARCH Suyudi, Alfian; Imran, Arif; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.24 KB)

Abstract

Penentuan rute kendaraan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada pendistribusian barang atau produk. AMDK PDAM Kota Bandung adalah perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan. Saat ini, proses pendistribusian produknya dilakukan berdasarkan pengalaman dan urutan pemesanan produk, sehingga sering terjadi keterlambatan dalam pengiriman. Dalam penelitian ini, diusulkan rancangan rute kendaraan untuk mendistribusikan produk air galon Hanaang menggunakan algoritma Nearest Neighbour sebagai rute awal dan rute tersebut akan dilakukan perbaikan menggunakan metode Local Search sehingga diperoleh waktu tempuh dan jarak tempuh yang minimum. Penelitian ini menghasilkan jarak dan waktu yang lebih pendek dengan selisih waktu 39,3 menit dan selisih jarak 13,1 km. Kata kunci: Vehicle Routing Problem, Nearest Neighbour, Insertion Intra-Route   ABSTRACT  Determining the route the vehicle is one of the problems that occur in the distribution of goods or products . AMDK PDAM Bandung City Is a company produces bottled water . Previous currently, the distribution process of the product is based on experience and order products order , so often occurred delays in delivery . In this study , the proposed design of the vehicle to distribute these products Hanaang gallons of water using the algorithm nearest neighbor as the beginning and the repair will be done using the method of Local Search in order to obtain travel time and mileage minimum . This research resulted in the distance and a shorter time with a gap of 39.3 minutes and a distance of 13.1 km difference . Keywords: Vehicle Routing Problem, Nearest Neighbour, Insertion Intra-Route
Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Rawat Inap Menggunakan Metoda Service Quality (Servqual) RUSNADI, INDRA; Arijanto, Sugih; Wahyuning, Caecilia Sri
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.67 KB)

Abstract

Rumah sakit x ingin meningkatkan daya saingnya dalam meningkatkan kualitas layanan karena selama ini masih terdapat keluhan-keluhan dari pelanggannya, sehingga dibutuhkan pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan untuk layanan rawat inap. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan usulan peningkatan kualitas layanan kepada rumah sakit. Metoda yang digunakan dalam melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan yaitu metoda service quality yang diperkenalkan oleh Parasuraman. Nilai rata-rata SERVQUAL gap 5 untuk semua layanan rawat inap pada rumah sakit x adalah -0,238 yang berarti layanan yang diberikan kurang bisa memuaskan pasien, permasalahan utama yang terjadi adalah pada gap 2, Sehingga manajemen rumah sakit membutuhkan perbaikan pada penyusunan standar.   Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, SERVQUAL, Analisis Gap, Usulan Peningkatan ABSTRACT The X hospital wants to increase its competitive in improving the quality of service because there are still have a complaints from customers, so that the measurements needed to determine the level of customer satisfaction for opname services. The purpose of this study is to provide suggestions to improve the quality of hospital services. The method used in measuring the level of customer satisfaction is service quality method that whose introduced by Parasuraman. The average value of SERVQUAL gap 5 for all opname services in the hospital x is -0.238 which means services rendered less able to satisfy patients, the main problem that occurs is at gap 2, So the management of hospital is need to fixed in standart performance. ­­­­Keywords: Customer satisfaction, SERVQUAL, Gap Analysis, Proposed Improvement

Page 8 of 45 | Total Record : 442