cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2" : 6 Documents clear
Penerapan Arsitektur Modern Tropis Pada Perancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial Bandung Ardyananda, Muhammad Haris; Wahadamaputera, Shirley
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13455

Abstract

ABSTRAK Pendidikan di Jawa Barat masih menghadapi tantangan, seperti kualitas yang tidak merata dan tuntutan pembentukan karakter di era globalisasi. Boarding school yang menggabungkan pembelajaran dan pemondokan dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter kuat sebagai bagian dari standar pendidikan modern. Konsep arsitektur modern yang menekankan fungsi, kesederhanaan, dan penggunaan material baru dapat diterapkan tanpa mengabaikan kebutuhan desain di kawasan tropis. Kajian ini membahas bagaimana rancangan Al-Bahru Islamic Boarding School di Ciburial, Bandung, memadukan arsitektur modern dan tropis untuk merespons tantangan iklim. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan holistik digunakan untuk memahami kebutuhan ruang. Rancangan ini berdasarkan analisis data tapak, literatur, dan studi banding yang diwujudkan dalam bentuk visual. Konsep modern tampak pada fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, ruang kelas fleksibel, laboratorium mutakhir, dan ramp untuk aksesibilitas difabel dan orang tua. Sementara itu, konsep tropis diterapkan melalui tata ruang, atap overstek lebar, bukaan besar untuk pencahayaan alami, dan secondary skin sebagai penghalang sinar matahari langsung.Hasil kajian menunjukkan bahwa perpaduan desain modern dan tropis menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan inspiratif. Boarding school ini diharapkan menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan berkualitas di Jawa Barat. Kata Kunci: Pendidikan, Arsitektur, Modern Tropis, PendidikanABSTRACT Education in West Java still faces challenges, such as unequal quality and the need for strong character development in the era of globalization. Boarding schools that integrate learning and dormitory life offer a solution for fostering strong character as part of modern education standards. A modern architectural concept that prioritizes functionality, simplicity, and innovative materials can be applied while still meeting tropical design needs. This study explores how the design of Al-Bahru Islamic Boarding School in Ciburial, Bandung, combines modern and tropical architecture to address climate challenges. A qualitative descriptive method with a holistic approach is used to analyze spatial needs. The design is based on site analysis, literature reviews, and comparative studies, presented in visual illustrations. The modern concept is reflected in technology-based learning facilities, flexible classrooms, advanced laboratories, and ramps for accessibility for people with disabilities and parents. Meanwhile, the tropical concept is applied through spatial planning, wide overhanging roofs, large openings for natural lighting, and secondary skin facades to reduce direct sunlight exposure. Findings show that integrating modern and tropical designs creates a healthy, comfortable, and inspiring learning environment. This boarding school is expected to serve as a model for other institutions in West Java in creating a high-quality educational environment. Keywords: Education, Architecture, Education, Tropical Modernism
Penerapan Tema Arsitektur Biofilik Melalui Lanskap Pada Bangunan Rumah Susun Natura Harmoni Residences Kota Bandung Rachman, Tegar Fadillah; Muhsin, Ardhiana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13481

Abstract

ABSTRAK Perencanaan rumah susun di Kota Bandung terkadang mengabaikan aspek keselarasan dengan alam yang berdampak pada kualitas hidup penghuninya, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat dan keterbatasan lahan yang tersedia. Arsitektur biofilik hadir sebagai solusi untuk menghubungkan manusia dengan lingkungan alami dalam menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep arsitektur biofilik pada lanskap bangunan Natura Harmoni Residences, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap pendekatan kualitatif dengan lima tahap penelitian, yaitu identifikasi masalah dan persoalan, pengumpulan data primer dan sekunder terkait keadaan tapak, studi literatur, studi banding, studi kelayakan, dan perancangan skematik objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur biofilik melalui integrasi elemen ruang hijau, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami berhasil menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam. Pemanfaatan elemen seperti penanaman pohon, vegetasi, kehadiran air, taman veltikultur dan taman vertikal tidak hanya berfungsi sebagai pengontrol, tetapi juga membantu menyerap polusi dan menciptakan ruang interaksi sosial yang mendukung kesehatan serta kesejahteraan penghuni secara holistik.Kata kunci: arsitektur, biofilik, rumah susun, lanskap  ABSTRACT The planning of flats in Bandung City sometimes ignores aspects of harmony with nature that have an impact on the quality of life of its residents, especially in the midst of rapid population growth and limited available land. Biophilic architecture comes as a solution to connect humans with the natural environment in creating a healthier and more sustainable living space. This research aims to examine the implementation of the biophilic architecture concept in the Natura Harmoni Residences building landscape, and evaluate its effect on a qualitative approach with five research stages, namely problem and issue identification, primary and secondary data collection related to site conditions, literature studies, comparative studies, feasibility studies, and object schematic design. The results showed that the application of biophilic architecture principles through the integration of green space elements, air circulation, and natural lighting succeeded in creating harmony between humans and nature. The utilization of elements such as tree planting, vegetation, the presence of water, velticulture gardens and vertical gardens not only functions as a controller, but also helps absorb pollution and create social interaction spaces that support the health and well-being of residents holistically. Keywords: architecture, biophilic, apartment building, landscape
Penerapan Tema Arsitektur High Tech Pada Rancangan Sentra Pemuda Bojongsoang, Kabupaten Bandung Prakoso, Dito Dwi Nasar; Subekti, Bambang; Haerdy, Ratu Sonya Mentari
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.14358

Abstract

ABSTRAK Kajian ini membahas perancangan Sentra Pemuda Bojongsoang di Kabupaten Bandung, yang bertujuan mewadahi aktivitas generasi muda yang produktif serta menjadi wadah ekspresi yang kontemporer, efektif, dan ramah lingkungan dengan tampilan ikonik. Populasi usia produktif di Kabupaten Bandung semakin meningkat dan kebutuhan mendesak akan wadah pengembangan potensi serta relasi bagi komunitas muda, terutama di bidang seni, olahraga, dan sosial sangat dibutuhkan. Dengan adanya bangunan Sentra Pemuda diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan dengan baik. Kajian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, mengintegrasikan konsep Arsitektur High Tech—yang menonjolkan struktur dan estetika futuristik—dengan prinsip Sustainable Design, yang fokus pada efisiensi energi, pemanfaatan material daur ulang seperti peti kemas, dan sumber daya terbarukan. Kebaruan yang dihasilkan adalah integrasi kedua konsep ini pada tipologi Sentra Pemuda, menciptakan efisiensi konstruksi, hemat biaya, minim limbah, serta ruang inspiratif. Hasilnya, bangunan Sentra Pemuda ini menjadi contoh desain yang kontemporer, efektif, ramah lingkungan, dan ikonik, berkontribusi pada pelestarian lingkungan.Kata kunci: bojongsoang, high tech, sentra pemuda, sustainable design  ABSTRACT This study discusses the design of the Bojongsoang Youth Center in Bandung Regency, which aims to accommodate the activities of the productive young generation and become a contemporary, effective, and environmentally friendly place of expression with an iconic appearance. The productive age population in Bandung Regency is increasing and the urgent need for a place to develop potential and relationships for the young community, especially in the fields of art, sports, and social is urgently needed. The existence of the Youth Center building is expected to be able to facilitate these needs well. This study uses a qualitative descriptive analysis method, integrating the concept of High Tech Architecture—which emphasizes futuristic structures and aesthetics—with the principles of Sustainable Design, which focus on energy efficiency, the use of recycled materials such as containers, and renewable resources. The resulting novelty is the integration of these two concepts in the Youth Center typology, creating construction efficiency, cost savings, minimal waste, and an inspiring space. As a result, the Youth Center building is an example of contemporary, effective, environmentally friendly, and iconic design, contributing to environmental conservation.Keywords: bojongsoang, high tech, sustainable design, youth center
Pendekatan Rasionalisme Dalam Perancangan SMA Islam Terpadu Al Fitria Boarding School, Ciburial Kab Bandung Utami, Utami; Jungjunan, Muhamad Taufik
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13461

Abstract

ABSTRAK Rahmatan lil alamin, artinya memberikan rahmat, berkah, dan maslahat. Maka dari itu konsep Rasinoalisme sangat cocok pada proyek kali ini karena berdasarkan dari prinsip tersebut memiliki kecocokan dalam implementasi desain, dan juga arsitektur rasionalisme mampu menerjemahkan prinsip rahmatan lil alamin tersebut. Kemudian prinsip tersebut juga sangat relevan dengan proyek kali ini yaitu pembangunan sebuah sekolah berasrama (boarding school), yang perlu menjadi poin utamanya adalah fungsi berupa fasilitas yang memadai, modern, dan efektif. Penelitian ini melalui pendekatan metode deskripsi normatif dengan menggunakan azas rasionalisme dalam melakukan proses perancangan. Penerapan tema ini digunakan dalam penentuan zoning dan juga pengolahan massa bangunan serta tata letaknya yang harus memprioritaskan aspek fungsional yang efektif. Oleh karena itu konsep ini juga sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Vitruvius yang menyatakan bahwa tujuan arsitektur adalah untuk menyusun, mengatur, dan menyelaraskan dalam pergerakan, simetri, kesesuaian, dan ekonomi. Maka dari itu dalam merancang seorang arsitek  seharusnya selalu berusaha untuk membuat rancangan yang bermakna dan memberikan manfaat bagi lingkungan atau kawasan  tempat bangunan itu dibangun, dan hasil dari desain juga bangunan yang sudah dibangun terus mengalir kebaikan serta manfaatnya bagi orang banyak. Penerapan rasionalisme dalam desain rancang bangun sebuah kawasan boarding school dapat dihasilkan desain yang fungsional dan efektif. Kata kunci: boarding school, efektif, fungsional, modern, rasionalisme.  ABSTRACT Rahmatan lil alamin, means giving grace, blessings, and benefits. Therefore, the concept of Rationalism is very suitable for this project because based on this principle it has a match in the implementation of the design, and also rationalism architecture is able to translate the principle of rahmatan lil alamin. Then the principle is also very relevant to the project this time, namely the construction of a boarding school, which needs to be the main point is a function in the form of adequate, modern and effective facilities. This research is through a normative description method approach by using the principle of rationalism in carrying out the design process. The application of this theme is used in determining zoning and also the processing of building masses and their layout which must prioritize effective functional aspects. Therefore, this concept is also in line with what was said by Vitruvius who stated that the purpose of architecture is to arrange, organize, and harmonize in movement, symmetry, suitability, and economy. Therefore, in designing an architect should always strive to make designs that are meaningful and provide benefits to the environment or area where the building is built, and the results of the design as well as the buildings that have been built continue to flow goodness and benefits for many people. The application of rationalism in the design of a boarding school area can produce a functional and effective design.Keywords: boarding school, effective , fungctional, modern, rationalism
Perancangan Pusat Perbelanjaan Bahan Bangunan Melalui Pendekatan Arsitektur Industrial di Kota Bandung Abdilah, Jana; Hendrarto, Tecky
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13462

Abstract

ABSTRAK Pusat perbelanjaan bahan bangunan adalah fasilitas komersial yang menyediakan berbagai material konstruksi terintegrasi. Kota Bandung, proyek Material Builder Center yang terletak di Jalan Ahmad Yani menawarkan lokasi strategis dengan aktivitas perdagangan tinggi, memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri konstruksi di kawasan ekonomi yang berkembang pesat ini. Proyek ini mengusung pendekatan Arsitektur Industrial dengan material mentah seperti beton ekspos, baja, dan kayu. Menggunakan konsep Open Space, desainnya mengutamakan efisiensi logistik, optimalisasi sirkulasi, serta estetika yang menarik, memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam ruang yang luas dan fungsional. Metodologi penelitian ini mencakup persiapan, survei lokasi, studi teknis, perancangan konsep, dan desain teknis. Analisis SWOT digunakan untuk menilai potensi dan tantangan. Zonasi tapak terbagi menjadi empat area utama: publik, atrium, privat, dan service & pengelola, untuk efisiensi operasional dan pengalaman belanja yang nyaman. Proyek ini bertujuan menjadi pusat perbelanjaan bahan bangunan inovatif di Bandung, menyediakan produk berkualitas, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan konsep arsitektur yang efisien dan estetis, Material Builder Center diharapkan menjadi model pusat perbelanjaan yang fungsional dan terpercaya. Kata kunci: arsitektur industrial, open space, pembelanjaan modern, pusat perbelanjaan bahan bangunan ABSTRACT A building material shopping center is a commercial facility offering an integrated range of construction materials. In Bandung, the Material Builder Center project, located on Jalan Ahmad Yani, provides a strategic location with high trade activity, catering to both the community and the construction industry in this rapidly growing economic area. The project adopts an Industrial Architecture approach, featuring raw materials like exposed concrete, steel, and wood. The Open Space concept prioritizes logistical efficiency, circulation optimization, and aesthetics, ensuring user comfort in a spacious and functional environment. The research methodology includes preparation, site survey, technical study, concept design, and technical design. A SWOT analysis is used to evaluate potential and challenges. The site is zoned into four key areas: public, atrium, private, and service & management, aiming for operational efficiency and a pleasant shopping experience. This project aspires to be an innovative building materials center in Bandung, offering quality products, improving customer experiences, and contributing to sustainable development. With a functional and aesthetic architectural design, it is expected to become a model shopping center. Keywords: industrial architecture, open space, modern shopping, building material shopping center
Penerapan Desain Kontemporer Pada Fasad Perancangan Mall Sport Gear Di Segitiga Emas Kosambi Bandung Lestari, Sindy; Sihombing, Reza Pahlevi
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i2.13472

Abstract

ABSTRAK Perancangan fasad Mall Sport Gear di Segitiga Emas Kosambi Bandung bertujuan untuk menciptakan identitas arsitektural yang modern dan menarik, sekaligus mencerminkan konsep kontemporer dalam desainnya. Fasad berperan penting dalam menentukan karakter bangunan serta memberikan pengalaman visual yang berkesan bagi pengguna. Penelitian ini menyoroti penerapan elemen-elemen desain kontemporer pada fasad, seperti penggunaan material inovatif, permainan bentuk dan tekstur, serta integrasi pencahayaan alami yang optimal. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis kontekstual lokasi, serta analisis desain yang fokus pada kenyamanan dan ketahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan material ramah lingkungan, desain fasad yang responsif terhadap iklim, serta penggunaan elemen transparansi dapat meningkatkan estetika sekaligus kenyamanan pengguna. Selain itu, penerapan teknologi smart fasad berkontribusi dalam mengoptimalkan efisiensi energi dan mendukung konsep bangunan hijau. Dengan demikian, desain fasad ini diharapkan dapat menjadi ikon arsitektur kontemporer yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi minat lingkungan perkotaan dan daya tarik komersial mall tersebut. Kata kunci: desain kontemporer, fasad, mall sport gear, segitiga emas kosambi, smart facade  ABSTRACT The façade design of the Mall Sport Gear in Segitiga Emas Kosambi Bandung aims to create a modern and attractive architectural identity while reflecting contemporary design concepts. The façade plays a crucial role in defining the building's character and providing a memorable visual experience for users. This study highlights the application of contemporary design elements in the façade, such as the use of innovative materials, the interplay of forms and textures, and the integration of optimal natural lighting. The methods used include literature studies, contextual site analysis, and design analysis focusing on comfort and resilience. The findings indicate that the use of environmentally friendly materials, a climate-responsive façade design, and the incorporation of transparency elements can enhance both aesthetics and user comfort. Additionally, the implementation of smart façade technology contributes to optimizing energy efficiency and supporting the green building concept. Thus, this façade design is expected to become a contemporary architectural icon that not only serves as an aesthetic element but also adds value to urban sustainability and the commercial appeal of the mall. Keywords: Contemporary Design, façade, mall sport gear, segitiga emas kosambi, smart facade

Page 1 of 1 | Total Record : 6