cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3" : 20 Documents clear
Pengolahan Elemen Pada Fasad Bangunan Apartement Cosmo Terrace Terhadap Tema Back To The City Aji, Iman; Lestari, Mutiara Dwi; Anthony, Anastasia Levina
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.57 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1402

Abstract

Pengolahan Elemen Pada Fasad Bangunan Apartement Cosmo Terrace Terhadap Tema Back To The City Utami, Iman Aji, Mutiara Dwi Lestari, Anastasia Levina Anthony Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: iman.aji1894@gmail.com ABSTRAK Apartemen  memiliki atribut-atribut yang berperan dalam mendukung fungsi apartemen sebagai hunian serta merupakan faktor yang dipertimbangkan penghuni dalam memilih apartemen. Salah satu faktor yang paling mudah dinilai oleh orang awam adalah fasade sebuah bangunan. Dimana fasade merupakan muka dan citra yang ingin ditunjukan oleh sebuah bangunan yang dirancang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi calon penghuni. Penelitian ini menganalisa keterkaitan antara tema konsep dengan fasade bangunan dengan tema yaitu “Back To The City’. Metoda yang dilakukan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis deskriptif secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suatu desain dapat mengekspresikan sesuatu pada hasil rancangan dengan tidak lagi terbatasi oleh material-material dan metode konstruksi sehingga perlakuan elemen terhadap fasade bangunan tidak dapat dikesampingkan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek dalam mendesain pengolahan elemen fasade bangunan berupa rancangan fasade yang menjadi daya tarik akibat elemen fasade bangunan yang terbentuk. Kata Kunci: Bangunan tinggi apartemen, Bentuk massa dan material fasad bangunan ABSTRACT The apartments have attributes play a role in supporting the functions of the apartment as a residence as well as a factor that is taken into consideration in selecting the apartment dweller. One of the easiest factors assessed by lay people is the façade of a building. Where is the façade of the advance and the image want to shown by a building designed which becomes attraction for prospective residents. On this penilitian will be analyzed further regarding the interconnectedness between the theme concept with the façade. The survey was conducted on apartemen in Cosmo Terrace in the form of an analysis of the elements of the façade of the building and processing dependencies with the theme concept taken by officials ' Back To The City '. The interview will also be done to the building manager in the form of the intended purpose of taking the theme concept of ' Back To The City ' and mean of the façade of the building is being designed. This study aims to clarify that a design must be reflective of the theme in the take it and applying it against the design of the building itself. So that the public can know what the theme is applied on the building. Key words: high-rise apartment, shape and material of the facade of the building mass
Penerapan Kebijakan Pemerintah Pada Rumah Susun Transit Ujung Berung Bandung Tyas, Widji Indahing; Putri, Charissa Dyanita Mulyana; Effendi, Murnia Triana; Damas, Rifqi Hadyan; Retriana, Vina
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.814 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1384

Abstract

Penerapan Kebijakan Pemerintah Pada Rumah Susun Transit Ujung Berung Bandung   widji indahing tyas, charissa dyanita mulyana putri, murnia triNana efendi, rifqi hadyan damas, vina retriana Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: wit@itenas.ac.id   Abstrak Kebutuhan akan perumahan terjangkau telah menjadi masalah serius karena keterbatasan lahan dan keterbatasan subsidi pemerintah. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan pembangunan rumah susun dengan penerapan standar perancangan rumah susun yang salah satunya adalah pembangunan rumah susun transit. Rumah Susun Transit Ujung Berung dibangun di atas tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperuntukan bagi PNS yang bekerja di wilayah sekitarnya dengan tujuan untuk memberikan hunian sementara sebelum memiliki hunian tetap. Lingkup bahasan penelitian rumah susun ditinjau dari aspek fisik bangunan berupa karakteristik unit, sarana, prasarana, dan utilitas umum dengan menggunakan metoda penelitian komparasi analisis deskriptif. Kesimpulannya adalah unit dengan luasan 24m2 sudah memenuhi kenyamanan dengan lebar muka 4m. Untuk sarana, prasarana, dan utilitas sudah cukup memenuhi kebutuhan para penghuni rusun namun pengunaannya belum optimal. Kata kunci: Peraturan Pemerintah, Perancangan, Rumah Susun Transit Abstract The need for affordable housing has become a serious problem because of limited land and limited government subsidies. This has become one of the considerations in issuing government development of this policy with the adoption of the standard design of flats, one of which is the development of this transit. Flats Transit Edge Berung built on land owned by the Provincial Government of West Java is intended for civil servants who work in the surrounding area with the aim to provide temporary shelter before having permanent housing. The scope of the research topics of flats in terms of the physical aspects of the building such as the characteristics of units, facilities, infrastructure, and public utilities using comparative research methods descriptive analysis. The conclusion is a unit with an area of 24m2 own satisfaction with a face width of 4m. For facilities, infrastructure, and utility is sufficient to meet the needs of the occupants of the towers, but its use is not optimal. Keywords: Government Regulation, Design, Transit Flats
Aksebilitas dan sirkulasi pada hunian Vertikal Apartemen Braga City Walk Bandung Mulyono, Satriyo Hadi; Permana, Nanda Yudhi; Sakinah, Riesta; Soewarno, Nurtati
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1380

Abstract

AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA  HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG   satriyo hadi mulyono, nanda yudhi permana, riesta sakinah, NURTATI SOEWARNO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : satriyohadim@gmail.com   Abstrak Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, tidak selaras dengan tersedianya lahan. Kondisi ini terlihat dari fenomena pembangunan hunian vertikal. Hunian vertikal tersebut umumnya dibangun di kawasan eks kampung kota, yang lebih mudah “dikuasai” seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui pendekatan observasi, penelitian ini mengambil kasus apartemen Braga City Walk. Lokasinya yang hanya dapat dilalui dari sebuah pintu masuk di jalan Braga yang tidak begitu luas, karena lahan yang dimiliki cukup terbatas. Pengaturan arah masuk dan sirkulasi kendaraan tidak ditemukan kendala dalam mencapai unit hunian, meskipun dengan pencapaian tidak langsung. Desain yang kreatif diperlukan dalam mewujudkan suatu perancangan hunian vertikal,sehingga dapat mengatasi masalah pencapaian pada hunian vertikal. Sebagai fenomena tinggal di hunian vertikal dapat teratasi, dan bukan menjadikan hal tersebut permasalahan dalam pencapaian menuju hunian vertikal.Diharapkan permasalahan dalam pencapaian dan sirkulasi tidak menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga tinggal di hunian vertikal dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang akan tinggal di pusat kota. Kata kunci: aksesibilitas, hunian vertikal, sirkulasi , Braga City Walk AbstractThe growing need for a place to stay in town, not in tune with the availability of land. This condition is seen from the phenomenon of vertical housing development. The vertical housing generally built in the hometown of the former, which is more easily "controlled" as has happened in several major cities in Indonesia. Through observation approach, this study takes the case of apartments Braga City Walk. Its location only accessible from an entrance on the street Braga is not so wide, because the land is owned quite limited. The setting direction of entry and circulation of vehicles not found obstacles in achieving residential units, although the indirect attainment. Creative design needed in realizing a vertical housing design, so as to overcome the problem of the achievement of the vertical housing. As the phenomenon of living in the vertical housing can be resolved, and not make it a problem in reaching toward vertikal.Diharapkan occupancy and circulation problems in achievement is not an obstacle for the community, so it stayed in vertical housing can be a solution for people who will be staying in the city center. Keywords: accessibility, vertical housing, circulation,Braga City Walk.
EKSPRESI EKSTERIOR APARTEMEN GRAND ROYAL PANGHEGAR DAN LA GRANDE TERHADAP DAMPAK VISUAL KOTA Faizallino, Alton; Fauzan, Hadiyan; Adinugraha, Rizal; Pawitro, Udjianto
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1350

Abstract

EKSPRESI EKSTERIOR APARTEMEN GRAND ROYAL PANGHEGAR DAN LA GRANDE TERHADAP DAMPAK VISUAL KOTA   ALTON FAIZALLINO, HADIYAN FAUZAN, RIZAL ADINUGRAHA, UDJIANTO PAWITRO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) – Bandung E-mail: alfaizallino@gmail.com   Abstrak Bangunan sebagai hasil karya seorang arsitek memiliki nilai estetika yang terbentuk di dalamnya. Nilai estetika tersebut dapat terlihat dari bentuk dan ekspresi pada fasad bangunannya. Pembuatan fasad bangunan selalu berkaitan dengan kondisi sekitar bangunan tersebut berdiri. Bangunan tidak dapat berekspresi dengan sendirinya, namun harus memperhatikan karakter bangunan-bangunan lain yang berada di sekitarnya. Bahasan dalam penelitian ini mengangkat Apartemen Grand Royal Panghegar dan Apartemen La Grande Merdeka Tamansari sebagai studi kasus. Dengan pertimbangan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan dengan bentuk yang atraktif sehingga memberikan pengalaman visual baru bagi kawasan di sekitarnya. Tahap analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan data-data yang didapat dari observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Temuan-temuan hasil penelitian, antara lain : (a) tampilan bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terlihat ‘cukup dominan’, (b) tampilan tampak bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terhadap lingkungan sekitar dinilai ‘kontras’ hingga ‘cukup kontras’, dan (c) penilaian terhadap dampak visual kota bangunan tersebut adalah ‘baik’. Kata kunci: Dampak Visual Kota, Ekspresi Eksterior, Fasad-Bentuk Bangunan Abstract Building as a result of an architect creation must have aesthetic value that’s formed therein. The aesthetic form of a building can be seen from it expression. Designing facade of building always related to the conditions around it place. Buildings are not be able to expressed themselves, but it should consider to other character of building around it. This study took the La Grande and Grand Royal Panghegar Apartment as an object of study, considering it is a building with an attractive shape. so as to provide a new visual experience for each building region. Analyzes steps were performed using descriptive analysis by comparing observations data with the literature and questionnaire. The results of the research, majority of respondents answered: (a) appearance of them are look 'dominant', (b) building looks of Apartment La Grande and Grand Royal Panghegar against surroundings, majority of respondents answered 'contrast' and 'quite contrast', and (c) an assessment of the visual impact of the building of the city, majority answered 'good'. Keywords: City visual, Expression of facade, Form
Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised Agti Sunaryo, Anindita; Akbar, Hanief; -, Triveni; Septianto, Eggi
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.656 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1394

Abstract

“Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised” Anindita Agti Sunaryo, Hanief Akbar, Galih Dorodjatun Diadi, Triveni, Eggi Septianto   Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Bandung diditagti@yahoo.com   Abstrak Peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi di Kota Bandung menyebabkan semakin berkurangnya ketersedian lahan untuk pemukiman. Sehingga pemerintah memberikan solusi dengan membangun Rusunawa Cingised. Pembangunan rumah susun tidak hanya terbatas pada unit huniannya saja, tetapi kebutuhan akan  ruang bersama yaitu innercourt, koridor, musholla dan ruang serbaguna juga harus dipertimbangkan. Untuk mengetahui standar kinerja ruang bersama dilakukan penelitian pada ruang bersama yang meliputi elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding dan atap. Elemen tersebut ditinjau dari dimensi, material dan aktivitas berdasarkan pada peraturan, standar, dan teori. Sehingga dengan peninjauan pada ruang bersama didapat kesimpulan kondisi eksisting dan standar kinerja ruang bersama didalam bangunan  Rusunawa Cingised. Kata kunci: Kinerja, Ruang bersama, Elemen pembentuk ruang. ABSTRACT An increase in population and urbanization in Bandung cause the decreasing availability of land for settlement. So the government provide a solution by building Rusunawa Cingised. Construction of flats is not just limited to the dwelling unit, but the need for a common room that is innercourt, corridors, prayer room and function room must also be considered. To find out the performance standards of common room, do research in a common room that includes space-forming elements, namely floor, walls and roof. These elements are reviewed of dimensions, materials and activities based on regulations, standards, and theory. So by reviewing the common room could be concluded existing condition and performance standards common room within the building Rusunawa Cingised. Keywords: Performance standards, common room, space-forming elements.
Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik Apartemen Sudirman Suites, Bandung Anita, Juarni; Pahlefi, Mochamad Marga; Putri, Dea Puspita; Sobari, Mochamad Heri; Aryanti, Desy Noor
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1351

Abstract

Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik,   Apartemen Sudirman Suites, Bandung   Anita, J. Pahlefi, M. M., Putri, D. P., Sobari, M. H., Aryanti, D. N.   Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : radendea90@gmail.com   ABSTRAK   Apartemen merupakan salah satu hunian vertikal yang sedang berkembang pesat di kota-kota besar. Pertumbuhan dan pertambahan penduduk serta semakin sedikit dan mahalnya harga tanah meyebabkan kebutuhan akan hunian ikut meningkat. Apartemen merupakan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Perencanan apartemen harus memperhatikan kebutuhan pengguna, terutama tersedianya ruang-ruang publik untuk mendukung aktivitas dan kesehatan penghuni.   Dengan bentuk seperti huruf “U” dan mengusung konsep healthy living, apartemen Sudirman Suites di Bandung tidak hanya memberikan hunian pada bangunannya, sebagai penunjang konsep healthy living ruang publik ruang publik berupa inner court untuk tempat sosialisasi penghuni. Ruang publik pada apartemen ini merupakan salah satu penunjang konsep healthy living pada bangunan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi, letak, layout, dan pola arsitektur ruang publik pada bangunan Apartemen Sudriman dan penerapan konsep healthy living pada ruang publik tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara dengan pengelola dan pengamatan langsung di lapangan. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi bagi perancang untuk merancang ruang publik atau mengaplikasikan konsep healthy living pada hunian vertikal.   Kata Kunci : apartemen, healthy living, ruang publik       ABSTRACT   Apartment is one of the vertical housing that is growing rapidly in large cities . Population growth as well as the less and high prices led to the need for residential land has increased. The apartment is one solution to these problems . Planning the apartment must be attentive to the needs of users, particularly the availability of public spaces to support the activity and health of occupants.   Shaped like the letter " U " and promote the concept of healthy living , the apartment Sudirman Hotel in Bandung not only provide shelter in the building , but also supporting the concept of healthy living. It provide inner court design as a place for the occupants to socialize with one another. The public rooms in this apartment are support facilities for concept of healthy living.   This study aims to determine the classification, location, layout and architectural patterns of public space in the Sudriman Apartment building and application of the concept of healthy living in public spaces . Methods of research conducted through interviews with employees and direct observations in the field. This study is expected to be a reference for designers to design public space or to apply the concept of healthy living in the vertical housing   Keywords : apartment, healthy living, public space
AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG Mulyono, Striyo Hadi; Permana, Nanda Yudhi; Sakinah, Riesta; Soewarno, Nurtati
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.233 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1405

Abstract

AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA  HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG   satriyo hadi mulyono, nanda yudhi permana, riesta sakinah, NURTATI SOEWARNO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : satriyohadim@gmail.com   Abstrak Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, tidak selaras dengan tersedianya lahan. Kondisi ini terlihat dari fenomena pembangunan hunian vertikal. Hunian vertikal tersebut umumnya dibangun di kawasan eks kampung kota, yang lebih mudah “dikuasai” seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui pendekatan observasi, penelitian ini mengambil kasus apartemen Braga City Walk. Lokasinya yang hanya dapat dilalui dari sebuah pintu masuk di jalan Braga yang tidak begitu luas, karena lahan yang dimiliki cukup terbatas. Pengaturan arah masuk dan sirkulasi kendaraan tidak ditemukan kendala dalam mencapai unit hunian, meskipun dengan pencapaian tidak langsung. Desain yang kreatif diperlukan dalam mewujudkan suatu perancangan hunian vertikal,sehingga dapat mengatasi masalah pencapaian pada hunian vertikal. Sebagai fenomena tinggal di hunian vertikal dapat teratasi, dan bukan menjadikan hal tersebut permasalahan dalam pencapaian menuju hunian vertikal.Diharapkan permasalahan dalam pencapaian dan sirkulasi tidak menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga tinggal di hunian vertikal dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang akan tinggal di pusat kota. Kata kunci: aksesibilitas, hunian vertikal, sirkulasi , Braga City Walk Abstract The growing need for a place to stay in town, not in tune with the availability of land. This condition is seen from the phenomenon of vertical housing development. The vertical housing generally built in the hometown of the former, which is more easily "controlled" as has happened in several major cities in Indonesia. Through observation approach, this study takes the case of apartments Braga City Walk. Its location only accessible from an entrance on the street Braga is not so wide, because the land is owned quite limited. The setting direction of entry and circulation of vehicles not found obstacles in achieving residential units, although the indirect attainment. Creative design needed in realizing a vertical housing design, so as to overcome the problem of the achievement of the vertical housing. As the phenomenon of living in the vertical housing can be resolved, and not make it a problem in reaching toward vertikal.Diharapkan occupancy and circulation problems in achievement is not an obstacle for the community, so it stayed in vertical housing can be a solution for people who will be staying in the city center. Keywords: accessibility, vertical housing, circulation,Braga City Walk.
Penghawaan Alami pada Unit dan koridor Rusunami The Jarrdin Utami, Mamiek Nur; Ibrahim, Muhammad; Aziz, Nurzaman
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.307 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1396

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email:  mamiekn@yahoo.com   Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di  bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung Kustianingrum, Dwi; Muhamad, Yudha Ariep; Rahma, M.Rizqika; Wijaya, Ardi Nasrul; Pramana, Arifin Dwi
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.15 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1401

Abstract

Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung   DWI KUSTIANINGRUM, YUDHA ARIEP MUHAMAD, MUHAMMAD RIZQIKA RAHMA, ARDI NASRUL WIJAYA, ARIFIN DWI PRAMANA Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   E-mail : kustianingrumdwie@yahoo.co.id ABSTRAK Bangunan adalah tempat berlindung bagi manusia, selain itu bangunan juga sebagai tempat beraktifitas manusianya. Untuk itu bangunan harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan terhadap manusia. Kenyamanan suatu bangunan dapat dikategorikan dalam kenyamanan termal (suhu, penghawaan), visual (penglihatan) dan akustik (kenyamanan suara). Namun kenyamanan itu sendiri lebih bersifat subjektif karena tingkat kenyamanan setiap individu berbeda, tergantung dengan kondisi fisik dan kondisi tempat tinggal atau lingkungan. Adapun untuk faktor kenyamanan visualnya, dapat dilihat dari orientasi bangunan yang terbentuk akibat gubahan massa dan penerapan desain fasad bangunan. Pada kajian ini akan dibahas mengenai kenyamanan visual di Apartemen Gateway Cicadas dengan meneliti orientasi massa bangunan dan pengolahan fasadnya dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasildari kajian terkait orientasi massa Apartemen Gatewayadalah cukup baik karena bangunan memanfaatkan orientasi matahari dan sirkulasi angin,tetapipengolahan fasadnya belum memenuhi kebutuhan standar pencahayaan alami. Kata Kunci : Kenyamanan visual, orientasi bangunan, desain fasad.  ABSTRACTA Building is a shelter place for human, except that a building is place for human activity. Therefore a building has a factor who create for human comfort. A comfortable of building can be categorized in the thermal comfort (temperature, air), visualization and acoustic (sound comfort). But a words of comfortable is subjective because an individual comfort levels is different, depending on the physical conditions and dwelling a conditions or an environment. Therefore, factor of visualization comfort in terms from building orientation  which that establish a mass composition and an application of the building façade design. In this study will be discussing about visual comfort in Cicadas Gateway Apartment by an examine the building mass orientation and its facade processing using a descriptive-analytic method. The result of Gateway Apartement is good enough because the building abuse a sun orientation and wind circulation, but the façade processing is not satisfy standard needed of natural lightning. Keywords : a visualization comfort, building orientation, facade design. 
Aplikasi Komponen Material Panel Beton Precast Pada Fasad Bangunan Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung Hidayat, Saepuloh; Satria, Cecep Yoga; Noor, Mochamad Rizky; Soewarno, Nurtati
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.559 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1397

Abstract

Aplikasi Komponen Material Panel Beton Precast Pada Fasad Bangunan Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung Saepuloh Hidayat, Cecep Yoga Satria, Mochamad Rizky Noor, Nurtati Soewarno Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Institut Teknologi Nasional Bandung Email : saepulhidayat140@gmail.com   ABSTRAK Fasad merupakan bagian terluar dari bangunan yang dapat dinikmati langsung oleh publik. Fasad direncanakan sesuai kebutuhan ruang dalam dan dibentuk oleh berbagai elemen, diantaranya permukaan dinding, tipe dan jenis struktur, pengaturan letak bukaan dan penggunaan ornamen. Fasad harus terlihat menarik sehingga material pembentuk elemen-elemen tersebut memegang peran penting dalam pembentukan fasad. Seiring perkembangan teknologi untuk mempercepat proses pembangunan, material fabrikasi sudah banyak diaplikasikan terhadap bangunan-bangunan tinggi. Makalah ini akan memaparkan hasil penelitian pada Apartemen Gateway Ahmad Yani yang menggunakan material panel beton precast sebagai elemen pembentuk fasadnya. Digunakan metoda observasi dalam penelitian ini untuk mendapatkan data rancangan block massa dan rancangan ruang dalam bangunan. Penelitian ini akan memperlihatkan kaitan antara tujuan fungsi ruang dalam dan pembentukan fasad. Fasad direncanakan sesuai fungsi ruang dalam hingga material fabrikasi, dalam hal ini panel beton precast didesain khusus sesuai kebutuhan. Hasil penelitian menunjukan adanya kesinambungan antara fungsi ruang dalam dengan penggunaan material fabrikasi, hasil elemen pembentuk fasad serta mengidentifikasi material fabrikasi yang membentuk fasad. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu fasad bangunan terbentuk karena fungsi ruang dalam. Namun, dari segi penggunaan material fabrikasi tidak menunjang terhadap kebutuhan-kebutuhan interior. Maka, untuk pembangunan yang akan datang diperlukan material-material fabrikasi yang dapat menunjang kebutuhan tersebut. Kata kunci: Fasad bangunan, Material Precast, Hunian Vertikal ABSTRACT The facade is the outermost part of the building that can be enjoyed by the public.The facade is planned according to the needs of space in and shaped by various element including the wall surface, the type and the type of structure, layout arrangement of openings, and the use of ornament. The facade must look attractive so that the material forming these elements play an important role in the formation of the facade. Along with the development of technology to accelerate the development process, the material has been widely applied to the fabrication of high-rise buildings. This paper will present the results of research on Apartment Gateway Ahmad Yani using precast concrete panels as the material elements forming the facade. Observation methods were used in this study to obtain design data and design of blocking masses of space in the building. This study will show the link between the purpose and function and formation of space in the facade. The facade is planned according to the function of the room in the fabrication material, in this case specifically designed precast concrete panels as needed. The results showed continuity of function space with the use of materials in the fabrication, results constituent elements of the facade, as well as identifying the fabrication of materials that make up the facade. The results obtained in this research is the building's facade is formed as a function of space inside. However, in terms of fabrication does not support the use of the material for the needs of the interior. So , for the impending development required fabrication materials that can support those needs. Keywords: flats, open spaces, activities

Page 1 of 2 | Total Record : 20