cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kajian Sistem Pencahayaan yang Mempengaruhi Kenyamanan Vsual Pada Ruang A dan Ruang Sayap Galeri Selasar Sunaryo Nur Laela Latifah; Deki Ahmad Anugrah; Miqiyassara Diandra Aynani; Karin Wiyana Garini
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.295

Abstract

Abstrak Seni rupa dewasa ini menjadi bentuk apresiasi masyarakat untuk menyuarakan pemikiran. Oleh karena itu, galeri seni kontemporer muncul untuk menjembatani kebutuhan masyarakat modern tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah memahami penerapan sistem pencahayaan alami dan buatan pada bangunan Galeri Selasar Sunaryo Bandung beserta kenyamanan visual yang dihasilkan. Kenyamanan visual sangat dibutuhkan pada bangunan galeri karena berpengaruh langsung dalam tampilan karya seni. Lingkup studi pada kajian ini mencakup sistem pencahayaan ditinjau dari sumbernya serta keterkaitannya dengan aspek desain ruang berupa desain bukaan cahaya, dimensi ruang, serta material interior ruang dan furnitur. Selain itu dibahas pula klasifikasi lampu berdasarkan sistem pencahayaan buatan, serta kualitas kenyamanan visual. Metoda analisa meliputi kualitatif, kuantitatif, dan trianggulasi. Hasil akhir berupa analisa dan kesimpulan yang bersifat kuantitatif.   Kata kunci: Sistem pencahayaan, Kenyamanan visual, Galeri Selasar Sunaryo Bandung Abstract Since ancient times until now the presence of art in the community can not be separated. Therefore, the contemporary art gallery appearing to answer the needs of modern society. The purpose of this study is to understand the application of natural and artificial lighting systems in generated visual comfort of Selasar Sunaryo Gallery building. Visual comfort is needed in the gallery building because it affects directly the display of art works. The scope of the study include the lighting system in terms of the source and associations with a design space such as design aspects of light exposure, dimensions of space, and also interior space and furniture materials. In addition, it also discusses the classification system based on artificial lighting lamps and quality of visual comfort. Analysis method includes qualitative approach, quantitative, and triangulation. The results obtained by the analysis of a form of quantitative conclusions. The results of this review are quantitative analysis conclusions.   Keywords: Lighting Systems, Visual Comfort, Selasar Sunaryo Gallery Bandung
Kajian Pengadaan, Penerapan dan Pemeliharaan Material Konstruksi Bambu pada Studio Akanoma Ditinjau dari Aspek Sustainable Nanang Suherman; Ilhamita Tripuspa Ayu; Difa Afifah Rahma Sari; Hendri Yana Sudarman; Agria Tria Noviandisti
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.453

Abstract

Abstrak Kajian pengadaan, penerapan pada konstruksi, serta pemeliharaan material bambu pada studio Akanoma ditinjau dari aspek sustainable bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan sebuah material, khususnya bambu, pada sebuah bangunan, lingkungan, sosial dan ekonomi. Aspek tersebut adalah aspek penting dalam sustainable mengingat material adalah salah satu elemen yang paling berpengaruh pada bangunan, serta material sendiri menjadi sumber pengeksploitasian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana pada penelitiannya bersifat kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan dari kualitatif yang dikuantitatifkan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai dari masing-masing proses dikaitkan dengan aspek sustainable material. Kata kunci : sustainable material, bambu, pengadaan, penerapan pada konstruksi, pemeliharaan. Abstract The study of procurement, application to construction, and maintenance of bamboo in studio Akanoma reviewed by sustainable aspect aims to know how much the influence of material, particulary to bamboo, on the buillding, enviroment, social, and economy. That aspects is really important in sustainable remembered that materials are one of the element that influenced the building and also material it self becoming environment exploitation source. This research using a descriptive method where in this research the qualitative data become quantitative. The aims of the qualitatve data becoming quantitative is to know how much each process associated with sustainable materials aspects. Key word : sustainable materials, bamboo, procurement, application to construction, maintenance.
SistemPemasangan Dan Pemeliharaan Selubung Kulit Bangunan Keramik Pada Daerah Tropis Mamiek Nur Utami; Kamal Rizki; Sandi Jatara; Ario Manggolo
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.623

Abstract

Abstrak Indonesia termasuk negara iklim tropis dengan curah hujan dan panas yang tinggi. Cahaya matahari langsung ke bangunan merupakan faktor utama yang membuat bangunan terasa panas. Salah satu solusi untuk mengatasinya yaitu dengan selubung kulit bangunan. Dalam pembuatannya, pemilihan material patut diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan kenyamanan. Rumah tinggal karya arsitek Andra Matin di kompleks Pramestha menerapkan selubung kulit bangunan berbahan keramik yang jarang dipakai sebagai selubung kulit bangunan. Oleh karena itu, bangunan ini menjadi objek studi kasus yang dipilih karena menarik untuk dikaji. Data dikumpulkan menggunakan metode kualitatif dan dianalisis berdasarkan variabel yang ditetapkan. Variabel didasari oleh pengaruh selubung kulit bangunan terhadap tropis, sistem pemasangan dan metode perawatan selubung kulit bangunan tersebut. Sehingga disimpulkansecara tropis cocok karena menyerap energi panas, pemasangan membutuhkan struktur khusus karena berat dan pemeliharaan sulit karena tidak di glassure. Kata kunci: Pemasangan, pemeliharaan, keramik, tropis Abstract Indonesia is tropical country with high rainfall and temperature. Direct sunlight are the main factor that made the building hot. One of many solution is using the building skin. The skin building design proses, it depend on choosing the material. The house that design by andra matin in Pramestha use the building skin with ceramics material. As we know, ceramic material is not very often used as building skin. Because of that, andra matin’s bulding is chosen for our research. The data is collected by using qualitative methods and analyzed by variable that have decided. Variable based on the influence of the building skin to the tropical climate, the installation system and maintenance of the building skin.  Thus concluded tropical suitable for absorbing heat energy, the installation requires a special structure because of the weight and maintenance is difficult because it is not in glassure. Keywords: Installation, maintenance, ceramics, tropical
Aksebilitas dan sirkulasi pada hunian Vertikal Apartemen Braga City Walk Bandung Satriyo Hadi Mulyono; Nanda Yudhi Permana; Riesta Sakinah; Nurtati Soewarno
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1380

Abstract

AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA  HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG   satriyo hadi mulyono, nanda yudhi permana, riesta sakinah, NURTATI SOEWARNO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : satriyohadim@gmail.com   Abstrak Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, tidak selaras dengan tersedianya lahan. Kondisi ini terlihat dari fenomena pembangunan hunian vertikal. Hunian vertikal tersebut umumnya dibangun di kawasan eks kampung kota, yang lebih mudah “dikuasai” seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui pendekatan observasi, penelitian ini mengambil kasus apartemen Braga City Walk. Lokasinya yang hanya dapat dilalui dari sebuah pintu masuk di jalan Braga yang tidak begitu luas, karena lahan yang dimiliki cukup terbatas. Pengaturan arah masuk dan sirkulasi kendaraan tidak ditemukan kendala dalam mencapai unit hunian, meskipun dengan pencapaian tidak langsung. Desain yang kreatif diperlukan dalam mewujudkan suatu perancangan hunian vertikal,sehingga dapat mengatasi masalah pencapaian pada hunian vertikal. Sebagai fenomena tinggal di hunian vertikal dapat teratasi, dan bukan menjadikan hal tersebut permasalahan dalam pencapaian menuju hunian vertikal.Diharapkan permasalahan dalam pencapaian dan sirkulasi tidak menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga tinggal di hunian vertikal dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang akan tinggal di pusat kota. Kata kunci: aksesibilitas, hunian vertikal, sirkulasi , Braga City Walk AbstractThe growing need for a place to stay in town, not in tune with the availability of land. This condition is seen from the phenomenon of vertical housing development. The vertical housing generally built in the hometown of the former, which is more easily "controlled" as has happened in several major cities in Indonesia. Through observation approach, this study takes the case of apartments Braga City Walk. Its location only accessible from an entrance on the street Braga is not so wide, because the land is owned quite limited. The setting direction of entry and circulation of vehicles not found obstacles in achieving residential units, although the indirect attainment. Creative design needed in realizing a vertical housing design, so as to overcome the problem of the achievement of the vertical housing. As the phenomenon of living in the vertical housing can be resolved, and not make it a problem in reaching toward vertikal.Diharapkan occupancy and circulation problems in achievement is not an obstacle for the community, so it stayed in vertical housing can be a solution for people who will be staying in the city center. Keywords: accessibility, vertical housing, circulation,Braga City Walk.
Tema Metafora Galaksi Pada PErancangan Sekolah Tinggi Astronomi di Kabupaten Bandung Barat Sunarto Sunarto; Utami Utami
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.286

Abstract

Abstrak Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah yang sedang berkembang dan melakukan pembangunan dari berbagai aspek. Untuk memajukan kawasan Kabupaten Bandung Barat ini diperlukan sarana pendidikan yang memadai, salah satunya dengan didirikan Sekolah Tinggi Astronomi. Dengan Adanya Sekolah Tinggi Astronomi ini dapat memberikan fasilitas pendidikan bagi masyarakat serta turut mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung Barat dengan meningkatkan kualitas SDM di bidang Astronomi. Tema galaksi sebagai metafora dari disain rancangan arsitektur Sekolah Tinggi Astronomi sesuai dengan ilmu astronomi. Pemilihan tema tersebut dipakai untuk memadukan ciri-ciri bentuk dan pola dari galaksi kedalam perancangan arsitektur sehingga dihasilkan rancangan yang memberikan nilai arsitektur yang spesifik dan unik. Permasalahannya, bagaimana menerapkan tema tersebut dalam tapak yang berkontur. Metoda yang dipakai dalam merancang adalah metoda kualitatif dan observasi lapangan. Hasil dari perancangan disain arsitektur Sekolah Tinggi Astronomi ini dapat dilihat dari pola tatanan massa dan bangunan yang mengadopsi filosofi karakter galaksi dengan pola terpusat dan massa – massa pendukung disekitarnya. Kata kunci: Pusat pendidikan, Sekolah Tinggi Astronomi, Metafora Galaksi, Abstract West Bandung Regency is a growing area and the construction of various aspects. To advance this area of ​​West Bandung regency required adequate educational facilities, one with established College of Astronomy. By The High School Astronomy can provide educational facilities for the community and contribute to realizing the vision and mission of West Bandung regency with improving the quality of human resources in the field of Astronomy. Galaxy theme as a metaphor of architecture design design High School Astronomy in accordance with the science of astronomy. The selection of the theme used to combine the characteristics of galaxy shapes and patterns into architectural design to produce a design that gives the value of the specific and unique architecture. The problem is, how to apply the theme within the contoured tread. The method is used in designing qualitative methods and field observations. Results of design architectural design High School Astronomy can be seen from the pattern of mass order and adopted the philosophy that building character galaxies with centralized patterns of galaxies with masses of supporters around them. Keywords: Education center, High School Astronomy, Galaxies metaphor
Prinsip Desain Arsitektur Prinsip Desain Arsitektur Prinsip Desain Arsitektur Galang Puja Kharisma; Mamiek Nur Utami
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.441

Abstract

ABSTRAKBandung merupakan kota besar yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Padatnya jumlah penduduk mempengaruhi banyaknya pembangunan rumah tinggal. Banyaknya penduduk terkait juga dengan beragamnya latar belakang dalam membangun. Latar belakang individu mempengaruhi suatu desain dalam membangun rumah tinggal itu sendiri. Banyak masyarakat yang merancang bangunannya dengan mengutamakan bentuk karena sesuai dengan latar belakang individu.Dalam bahasan seminar ini mengambil contoh kasus Rumah Segitiga di kawasan Dago Bandung, karya sang arsitek Baskoro Tedjo.Bahasan Seminar kali ini bertemakan Prinsip Desain Arsitektur, dengan judul Keterkaitan Gubahan Massa dan Ruang Dalam pada bangunan Rumah Segitiga di Bandung. Pada kajian ini dijelaskan beberapa penjelasan tentang keilmuan arsitektur dan juga analisis terhadap contoh kasus bangunan Rumah Segitiga.Study seminar ini dihasilkan melalui pendekatan analisis kami, dari beberapa teori arsitektur terhadap contoh kasus bangunan Rumah Segitiga. Diharapkan seminar ini dapat memberi wawasan pada masyarakat, khususnya pada mahasiswa arsitektur tentang ilmu arsitektur.Kata kunci: Prinsip desain arsitektur, Gubahan massa, Fungsi ruang dalamABSTRACTBandung is a big city that has a dense population . Rising population affects the number of residential development . The number of residents also associated with a diverse background in building . Affect an individual's background in building residential design itself. Many of the people who designed the building with emphasis on the form because it fits the background of the seminar discussion individual.take the case of Triangle Homes in Dago area above Bandung , the work of the architect Baskoro Tedjo . The colloquium discussion entitled Principles of Architectural Design , with the title Mass Linkage Composition and Space in the building Home Triangular in Bandung . In this study described some scientific explanation of the architecture and also the analysis of case building Triangle Homes .Study of this seminar is generated through our analysis approach , of some architectural theory to the case of house building Triangle . It is expected that this seminar can be members insight on society , particularly on the architecture students about the science of architecture . Keywords : Architectural design principles, mass Composition, Function interior space
Pengolahan dan Pemanfaatan Elemen Air Sebagai Kearifan Lokal pada Arsitektur Kampung Naga Shirley Wahadamaputera; Maisel Maikel Nauw; Adhariska Sondaka; Euis Kusuma Ningrum; Chandra Adhila Maulana
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.598

Abstract

Abstrak Saat modernisasi menawarkan kemudahan dan kenyamanan hidup yang berdampak pada perusakan lingkungan, masyarakat Kampung Naga memilih untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Tata nilai yang berujung pada keberlanjutan pelestarian lingkungan ini adalah kearifan lokal pada arsitektur Kampung Naga dan berharga untuk dikaji sebagai masukan dalam melakukan perencanaan bagi kehidupan masyarakat modern. Analisis dengan metode analisis deskriptif pada kajian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal yang memisahkan penataan area dalam pada kontur tertinggi dan area luar pada kontur terendah, sistem penempatan peralatan sumber air bersih pada site berpengaruh pada penataan zoning kampung dan arsitektur bangunan, sedangkan sistem pengolahan dan pembuangan air kotor, serta penyaluran air hujan bersifat melestarikan alam. Kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan pada penerapan konsep pengolahan dan pemanfaatan elemen air berkelanjutan di perkotaan. Kata kunci: kearifan lokal, elemen air, arsitektur Kampung Naga Abstract When modernization offers convenience and comfort of life that impact on enviromental destruction, Kampung Naga people choose to maintain enviromental sustainability. Values that lead to enviromental sustainability is the preservation of local wisdom in Kampung Naga and architecture to be studied as a valuable input in planning for the life of modern society. Analysis of the descriptive analysis method in this study indicate that local wisdom that separates the arrangement of the inside area the highest contour and the outside area the lowest contour, placement system equipment clean water sources on site affect the zoning arrangement of the village and the architecture of the building, while water treatment and disposal systems dirty, as well as channeling rain water that conserve nature. This study is expected to be input on the application of the concept of processing and utilization of sustainable urban water element. Keywords: local wisdom, the element of water, architecture of Kampung Naga
EKSPRESI EKSTERIOR APARTEMEN GRAND ROYAL PANGHEGAR DAN LA GRANDE TERHADAP DAMPAK VISUAL KOTA Alton Faizallino; Hadiyan Fauzan; Rizal Adinugraha; Udjianto Pawitro
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1350

Abstract

EKSPRESI EKSTERIOR APARTEMEN GRAND ROYAL PANGHEGAR DAN LA GRANDE TERHADAP DAMPAK VISUAL KOTA   ALTON FAIZALLINO, HADIYAN FAUZAN, RIZAL ADINUGRAHA, UDJIANTO PAWITRO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) – Bandung E-mail: alfaizallino@gmail.com   Abstrak Bangunan sebagai hasil karya seorang arsitek memiliki nilai estetika yang terbentuk di dalamnya. Nilai estetika tersebut dapat terlihat dari bentuk dan ekspresi pada fasad bangunannya. Pembuatan fasad bangunan selalu berkaitan dengan kondisi sekitar bangunan tersebut berdiri. Bangunan tidak dapat berekspresi dengan sendirinya, namun harus memperhatikan karakter bangunan-bangunan lain yang berada di sekitarnya. Bahasan dalam penelitian ini mengangkat Apartemen Grand Royal Panghegar dan Apartemen La Grande Merdeka Tamansari sebagai studi kasus. Dengan pertimbangan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan dengan bentuk yang atraktif sehingga memberikan pengalaman visual baru bagi kawasan di sekitarnya. Tahap analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan data-data yang didapat dari observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Temuan-temuan hasil penelitian, antara lain : (a) tampilan bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terlihat ‘cukup dominan’, (b) tampilan tampak bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terhadap lingkungan sekitar dinilai ‘kontras’ hingga ‘cukup kontras’, dan (c) penilaian terhadap dampak visual kota bangunan tersebut adalah ‘baik’. Kata kunci: Dampak Visual Kota, Ekspresi Eksterior, Fasad-Bentuk Bangunan Abstract Building as a result of an architect creation must have aesthetic value that’s formed therein. The aesthetic form of a building can be seen from it expression. Designing facade of building always related to the conditions around it place. Buildings are not be able to expressed themselves, but it should consider to other character of building around it. This study took the La Grande and Grand Royal Panghegar Apartment as an object of study, considering it is a building with an attractive shape. so as to provide a new visual experience for each building region. Analyzes steps were performed using descriptive analysis by comparing observations data with the literature and questionnaire. The results of the research, majority of respondents answered: (a) appearance of them are look 'dominant', (b) building looks of Apartment La Grande and Grand Royal Panghegar against surroundings, majority of respondents answered 'contrast' and 'quite contrast', and (c) an assessment of the visual impact of the building of the city, majority answered 'good'. Keywords: City visual, Expression of facade, Form
Kajian Penerapan Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa and Wellness Center Bandung Brunner, Thomas; Latifah, Nur Laela; Prastiti, Adityastri Budi; Irandra, Vinike; Pawening, Ajeng Sekar
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.259

Abstract

AbstrakSalon adalah tempat orang merawat kecantikan, bahkan berkembang dengan adanya fasilitas klinik, spa, dan pusat kebugaran. Selain menjual fasilitas salon juga menjual suasana dan nilai arsitektur bangunannya. Banyak bangunan salon yang menggunakan langgam arsitektur tertentu guna menarik perhatian para pengunjungnya. Contoh salon yang menggunakan langgam Arsitektur Modern adalah bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center di Jalan Pelajar Pejuang 45 nomor 76 Bandung. Penerapan langgam Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, terlihat pada tampak bangunan yang meliputi atap dan kanopi, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, proporsi, pemilihan jenis material, warna, dan tekstur serta layout ruang dalam yang meliputi bentuk denah, bentuk potongan, zonning, hubungan antar ruang, dan sirkulasi.  Bangunan Roger’s Salon, menggunakan langgam Arsitektur Modern dengan Aliran Fungsionalisme dan Kubisme. Bentuk bangunan yang berupa kubus mengalami pemanjangan menjadi bentuk balok yang merupakan proyeksi dari denah dapat disimpulkan bahwa bangunan menganut paham form follow function.Kata kunci :  Arsitektur Modern; tampak bangunan; layout ruang dalamAbstractSalonis a place where people cares for beauty, even thrive in the presence of clinical facilities, spa, and fitness center. Besides selling facility it also sells atmosphere and architectural value of the building. Many salon designs are using particular architectural style in order to attract the attention of the visitors. For examples Roger's Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center at jalan Pelajar Pejuang 45 number 76 Bandung use Modern Architecture style.The implementation of Modern Architecture style on Roger's Salon can be seen at the building facade, roof and canopies, walls, openings, ornaments, shape, proportion, choice of material, color, and texture as well as the interior layout in which includes floor plan, sections, zonning, conection between rooms, and circulation.Functionalism and Cubism style as a Modern Architecture is used at Roger's Salon. Forming a cube shape and lengthening as a beam, which its projected at the floor plan can be concluded that the building adopts a form follow function.Keywords :  Modern Architecture; facade; interior layout
Tipologi Morfologi Tangga Pada Rumah Susun dan Asrama di Kota Bandung Meta Riany; Vetrin Hanny Handoyo; Ginanjar Rifqi; Gemi Ridwan
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1403

Abstract

Tipologi Morfologi Tangga pada Rumah Susun dan Asrama di Kota Bandung Meta Riany , Vetrin Hanny Handoyo, Gemi Ridwan, Ginanjar Rifqi Jurusan Teknik Arsitektur FTSP – Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung Email :ginanjarifqi@gmail.com ABSTRAK Sirkulasi dalam arsitektur adalah hubungan antara ruang satu dengan ruang lainnya yang bisa dihubungkan baik secara vertikal maupun horizontal, selain itu dapat juga disebut sebagai pergerakan atau perputaran keluar masuk suatu hal. Tangga memiliki fungsi dan manfaat dari berbagai aspek yang menarik untuk diteliti, dilihat berdasarkan dari aspek Tipologi-Morfologi Tangga, syarat keamanan, kenyamanan, penempatan, dan bentuk tangga. Permasalahan dari berbagai aspek tersebut, membuat kami akhirnya meneliti tangga pada rumah susun dan asrama yang berada dikota Bandung apakah telah sesuai atau tidak. Metoda studi di lakukan dengan metoda deskriptif analitif secara kuantitatif dan kualitatif. Tujuan dilakukan penulisan karya ilmiah ini agar dapat mengetahui bahwa tangga pada rumah susun dan asrama dikota Bandung apakah telah sesuai syarat atau tidak. Hasil analisa menjelaskan bahwa 90% rumah susun dan asrama dikota Bandung telah memenuhi syarat. Kata kunci :Tangga, Penempatan Tangga, Tipologi-MorfologiTangga. ABSTRACT Circulation in the architecture is the relationship between one space with other spaces that can be linked either vertically or horizontally, moreover, it can also be referred to as incoming or outgoing rotation movement of a thing. Stair has the functions and benefits of the various aspects of interest to examined, based on the views of the Typology-the morphology of the stairs, the terms of the security, comfort, placement, and other appliances. The various aspects of the issue, made us finally examine the stairs bunk House and dormitory located in Bandung has been appropriate or not. Study on the method of doing with descriptive method quantitative and qualitative analitatif.The purpose of this writing of scientific works carried out in order to know that the stairs bunk House and dormitory in the city of Bandung has been appropriate terms or not. The results of the analysis explained that 90% of the flats and dormitories in Bandung are qualified Keywords: Stairs, The Placement of Stairs, Typology-Morphology of Stairs