cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
PENGARUH LAHAN BERKONTUR TERHADAP TATANAN RUANG LUAR DAN RUANG DALAM PADA DESAIN RUMAH TINGGAL Utami Utami; Yosa Gunawan Oktavianus; Hanung Norenza Putera; Rahmat Permadi Yogo Hardianto
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.493

Abstract

Abstrak Kota bandung mengalami pertumbuhan di semua bidang. Terutama di bidang  pembangunan infrastruktur. Dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk, merubah   lahan – lahan hijau  menjadi daerah pemukiman. Daerah lahan hijau mempunyai fungsi yang penting sebagai lahan resapan untuk mencegah banjir. Seperti pada kasus analisa bangunan rumah tinggal tipe alea di Pramestha Resort Town di Dago Giri Bandung, di bangun di daerah perbukitan dengan kondisi berkontur yang sebenarnya fungsi dari kawasan seputar Dago Giri  adalah sebagai lahan terbuka hijau. Oleh karena itu, bangunan ini diperlukan agar dapat diketahui bagaimana pengaruh dari pengolahan lahan di daerah berkontur terhadap tatanan  ruang  di dalam dan di luar bangunan, secara khusus pada bangunan  rumah tinggal agar fungsi dari kawasan sebagai lahan resapan air hujan tetap terjaga. Dengan Metoda penelitian analisis deskriptif, yaitu penggambaran suatu kondisi sesuai dengan kenyataan melalui pengamatan (observasi) dan studi documenter. Dari hasil analisa, ditemukan beberapa kekurangan dalam perencanaan bangunan ini. Seperti luas koefisien dasar bangunan (KDB) bangunan yang melebihi acuan dari pemerintah daerah, tingginya biaya konstruksi yang diakibatkan oleh perencanaan yang kurang matang dan kurang terpenuhinya acuan Green Building yang ditetapkan oleh Green Building Council Indonesia. dapat disimpulkan bahwa perencanaan bangunan di lahan berkontur sebaiknya memiliki data lahan secara lengkap seperti, kondisi tanah, kontur, akses dengan lingkungan sekitar. Hal ini diperlukan agar setiap informasi yang didapat dapat diolah dan diterapkan sesuai dengan  acuan perencanaan terutama tata ruang dan prinsip arsitektur berkelanjutan. Sehingga bangunan yang terbangun akan menjadi sesuai dengan acuan tata ruang dan prinsip arsitektur berkelanjutan dengan baik. Kata kunci : lahan berkontur,rumah tinggal, tatanan ruang, arsitektur berkelanjutan  Abstract Bandung city experienced growth in all areas . Especially in infrastructure development . With the high rate of population growth , changing green land into residential areas . The area of green land has an important function as a catchment area to prevent flooding . As in the case of the analysis of residential building types in Pramestha Alea Resort Town in Dago Bandung Giri , built on hilly terrain with a contoured shape that the actual function of the area around Dago Giri is as green open land . Therefore , the building is necessary in order to know how the influence of land management in the area contoured to the fabric of space inside and outside the building , particularly in residential buildings that region as a function of land - resa rain water pan is maintained. With descriptive analysis method , namely the depiction of  reality through observation ( observation ) and documentary studies . From the analysis , it was found several deficiencies in the planning of this building . Such as building a building coverage area ( BCR ) buildings that exceed the reference of local government , the high cost of construction diakibat - right by poor planning and lack of fulfillment of reference set by the Green Building Green Building Council Indonesia . it can be concluded that the building plans in contoured land should have a complete data field , soil conditions , contour , access to the surrounding environment . This is necessary so that any information obtained can be processed and applied in accordance with the planning especially spatial reference and the principle of sustainable architecture . So the building that is built will be in accordance with the spatial reference and the principle of sustainable architecture well . Keywords : contoured land , residential , room configuration , sustainable architecture
Kajian Transformasi Bentuk dan Fungsi Alun-alun Bandung Sebagai Ruang Terbuka Publik Aria Dirgantara Putra; Muhammad Azwir; Vera Octaviany; Rasty Nilamsuci
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.696

Abstract

Abstrak Alun-alun Bandung sebagai ruang terbuka publik telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk dan fungsi sejak tahun 1800 s/d perubahan 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada aspek bentuk yang meliputi elemen pembentuk ruang terbuka yang terdiri dari taman, jalur hijau kota, lapangan, perabot taman dan jalur pedestrian serta tipologi ruang terbuka dan aspek fungsi yang meliputi fungsi administratif dan sosial budaya. Metoda yang digunakan adalah studi literatur, wawancara dan observasi lapangan. Transformasi bentuk di analisis dengan mengolah gambar menjadi estimasi terukur dan transformasi fungsi di analisis berdasarkan perubahan bentuk yang terjadi, karena perubahan bentuk juga mempengaruhi perubahan fungsi pada Alun-alun Bandung sebagai ruang terbuka publik. Hasil penelitian perubahan transformasi bentuk dan fungsi Alun-alun Bandung terjadi sebanyak 7 kali perubahan. Kata kunci: Ruang Terbuka Publik, Alun-alun, Ruang Terbuka Hijau Publik, Bentuk dan Fungsi Alun-alun. Abstract Alun-alun as public open space has undergone several changes in form and function since the 1800 s/d changes in 2014. The purpose of this study was to determine the changes that occur in the form aspect which includes elements forming an open space consisting of parks, green belt of the city, field, garden furniture and pedestrian pathways and open space typology and aspects of functioning which includes administrative and socio- cultural functions. The method used is the study of literature, interviews and field observations. Transformation in the form of analysis by processing images into scalable and transformation function estimates in the analysis based on the deformation that occurs, due to changes in the shape also affects changes in the function of Alun alun Bandung as public open space. The results of the study changes in the shape and function transformation occurred 7 times change.  Keywords: Public Open Space, Square, Public Green Open Space, Form and Function Square.
Kajian Proporsi Ruang-Dalam Bangunan Baru Hotel Concordia Bandung Tecky Hendrarto; M. Rachman S.; Okky Sulastio; Dodi Afrinaldi
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.42

Abstract

AbstrakPermintaan akan jumlah hotel di kota-kota besar seperti kota Bandung terusberkembang seiring dengan meningkatnya tingkat hunian baik tamumancanegara maupun domestik. Terkadang peningkatan ini tidak diimbangidengan perancangan yang baik pada ruang-dalam hotel khususnya secaradimensional yang dapat mempengaruhi kenyamanan ruang bagi penghuninya.Pendekatan terhadap kenyamanan ruang dapat menggunakan pendekatansistem proporsi ruang maupun terhadap furnitur yang melengkapinya. HotelConcordia merupakan hotel dengan skala kecil dimana kenyamanan ruangdalamdidasarkan pada ketepatan dan ketelitian dalam merancang tiap unitkamar hotel, baik dimensi ruang-dalam, furnitur dan segala aktivitas didalamnya diukur berdasarkan skala manusia. Penelitian ini bertujuan untukmelihat dan menganalisa kembali apakah perancang sudah mengaplikasikanproporsi dan standar dimensi dalam perancangan ruang-dalam yang sering kalitidak direncanakan dengan baik serta untuk mengetahui dan memahami bahwaproporsi yang baik dapat menghasilkan kualitas ruang-dalam dengan tingkatkenyamanan ruang yang diinginkan.Kata kunci : proporsi, ruang-dalam, kenyamanan ruang, hotel concordia
Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised Anindita Agti Sunaryo; Hanief Akbar; Triveni -; Eggi Septianto
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1394

Abstract

“Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised” Anindita Agti Sunaryo, Hanief Akbar, Galih Dorodjatun Diadi, Triveni, Eggi Septianto   Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Bandung diditagti@yahoo.com   Abstrak Peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi di Kota Bandung menyebabkan semakin berkurangnya ketersedian lahan untuk pemukiman. Sehingga pemerintah memberikan solusi dengan membangun Rusunawa Cingised. Pembangunan rumah susun tidak hanya terbatas pada unit huniannya saja, tetapi kebutuhan akan  ruang bersama yaitu innercourt, koridor, musholla dan ruang serbaguna juga harus dipertimbangkan. Untuk mengetahui standar kinerja ruang bersama dilakukan penelitian pada ruang bersama yang meliputi elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding dan atap. Elemen tersebut ditinjau dari dimensi, material dan aktivitas berdasarkan pada peraturan, standar, dan teori. Sehingga dengan peninjauan pada ruang bersama didapat kesimpulan kondisi eksisting dan standar kinerja ruang bersama didalam bangunan  Rusunawa Cingised. Kata kunci: Kinerja, Ruang bersama, Elemen pembentuk ruang. ABSTRACT An increase in population and urbanization in Bandung cause the decreasing availability of land for settlement. So the government provide a solution by building Rusunawa Cingised. Construction of flats is not just limited to the dwelling unit, but the need for a common room that is innercourt, corridors, prayer room and function room must also be considered. To find out the performance standards of common room, do research in a common room that includes space-forming elements, namely floor, walls and roof. These elements are reviewed of dimensions, materials and activities based on regulations, standards, and theory. So by reviewing the common room could be concluded existing condition and performance standards common room within the building Rusunawa Cingised. Keywords: Performance standards, common room, space-forming elements.
Kultural Kontemporer pada Perancangan Akademik Tata Boga Parahyangan Kabupaten Bandung Barat Ari Fakhriansyah; Achsien Hidajat
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.302

Abstract

Abstrak Melihat Kota Bandung yang ramai dikunjungi salah satunya ialah dikarenakan kulinernya yang memiliki cita rasa unik, maka dari semakin banyak pula dibutuhkan tenaga ahli di bidang ini.  Maka dari itu KBB menyediakan sarana pendidikan “akademik” di bidang kuliner, sebagai fasilitator untuk mendukungan dan mencetak tenaga ahli di bidang kulinari. Pembangunan yang mengacu pula pada visi misi Kabupaten Bandung Barat, diterapkan dalam desain dan perancangannya. Penerapan tema dan konsep memadu dan mengaitkan pola tatanan massa dengan unsur lokal budaya setempat. “Kultural Kontemporer” merupakan tema yang diambil sebagai perwujudan dari perancangan bangunan pendidikan kontmporer yang tidak melupakan unsur lokal, baik dari segi site planning hingga penerapan tiap bangunan, sehingga dapat menjadi icon setempat. Kata kunci: Akademik, Kulinari, Kultural Kontemporer             Abstract Fow a well known for city, The people visited Bandung because of its infamous culinairy that have unique taste, then  then of the more experts are needed in this field. Therefore KBB provides a means of education "academic" in the culinary field, as a facilitator for It supports and printing experts in the culinary field. Development which also refers to the vision and mission of Kabupaten Bandung Barat, applied in the design and drafting. Application of themes and concepts unite and associate patterns mass order with the local elements of local culture. "Cultural Contemporary" is a theme that is taken as the embodiment of the design of education buildings kontmporer not forget that local elements, both in terms of site planning to the implementation of each building, so it can be a local icon.   Keywords :  Academic , Culinary, Cultural Contemporary
KAJIAN DESAIN GEDUNG GRHA WIKSA PRANITI TERHADAP TATA KELOLA AIR BERKELANJUTAN Shirley Wahadamaputera; Abdullah Abdullah; Jeffray Enokh Bayoe; Fachri Abdau Ramadhan; Michael Rahmadita
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.458

Abstract

Abstrak Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki sitem drainase yang kurang baik, sehingga sering mengakibatkan banjir dibeberapa daerah kota yang biasa disebut banjir ‘cileuncang’. Gedung Grha Wiksa Praniti merupakan bangunan yang dibangun PuslitbangKim dan dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan, berdasarkan konsep yang memecahkan masalah air limpasan permukan dengan cara memanfaatkan air hujan sebagai sumber cadangan air bersih di samping sumber PDAM dan Sumur Bor. Konsep yang mendukung lingkungan berkelanjutan ini dapat dijadikan contoh dan diperhatikan oleh perencana sejak tahap awal perencanaan. Guna mengetahui aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendesain bangunan  dengan konsep pemanfaatan air berkelanjutan, dilakukan kajian terhadap gedung ini. Metoda kajian analisis deskriptif terhadap teori tentang desain gedung serba guna, pengolahan air hujan, pengolahan air kotor, dan penempatan alat pada desain bangunan dan lahan dibandingkan dengan penerapan. Analisis di lapangan menunjukkan bahwa bangunan dengan konsep desain pengolahan air yang berkelanjutan akan berpengaruh terhadap penataan zona ruang luar dan zona ruang dalam pada sebuah desain bangunan. Kata kunci:    Pemanfaatan Air Berkelanjutan, Desain Zona Ruang Luar Dan Zona Ruang Dalam. Abstract Bandung is a city with a poor drainage system , which often results  floods in some areas of the city called ' banjir cileuncang ' . Grha Wiksa Praniti PuslitbangKim built and designed  based on the concept which solves problems surface water runoff by utilizing rainwater as a source of clean water reserve in addition to the PDAM and Drilling taps water . This concept would  be a good example to  support a sustainable environment concept and should be considered by planners since the early stages of planning . A study on Grha Wiksa Praniti conducted to find out  aspects which  needed to be considered in designing a building with the concept of sustainable use of water . Find outs through a  descriptive analysis method which   compares  theory  and application on  designing a multi-purpose building , rain water treatment , sewage treatment , and placement of tools in the design of buildings and site analysis, indicates that building with the concept of sustainable water treatment design will affect the arrangement of  inside out  space zonning in the building design. Keywords: Sustainable Water Utilization, inside building zonning, outside building zonning
Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal pada Rumah Susun Leuwigajah Cimahi Widji Indahing Tyas; Fairuz Nabilah; Annisa Puspita; Suci Indah Syafitri
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.628

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan rumah susun di kota-kota besar seperti di Kota Bandung terus berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat hunian untuk penduduk Kota Bandung. Rumah Susun Leuwigajah merupakan rumah susun skala kecil dimana kenyamanan didalamnya didasarkan pada kenyamanan tiap unit kamar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa bangunan rumah susun dari aspek kenyamanan thermal nya. Kajian objek studi kasus yang akan dianalisis adalah Rusunawa Leuwigajah Cimahi, karena bangunan tersebut masih baru dan belum lama beroperasi, mengingat proyek rumah susun tersebut merupakan salah satu usaha pemerintah Kota Cimahi dalam rangka penataan kawasan kumuh dengan menciptakan sebuah tempat tinggal yang baik dari segi estetika.Metoda yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara pada penghuni serta menganalisis menggunakan software Ecotect untuk pencahayaan alami. Selain itu untuk mendapat pengetahuan arsitektural bahwa dalam merancang bangunan tidak hanya aspek estetika saja yang diperhatikan, tetapi aspek kenyamanan juga menjadi acuan dari perancangan sebuah rumah susun sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk ditinggali.   Kata Kunci:rumah susun, kenyamanan thermal Abstract The need of a public housing in a large city such as Bandung kept developed as the increase of the inhabitant of Bandung. Leuwigajah public housing is a small-scale public housing where the pleasures inside are based on the pleasure of each units. The purpose of this research is to analized the building from the thermal condition. The object of this research is leuwigajah public housing, because it is a newly build and it is newly operated, remembering that the building is a Cimahi Government project in order to arranging the low area of this city with build a nice and neat housing. The methods used are direct observation, interviewing the residents and using Ecotect software tpo analized the lighting inside the buiding. In order to gain an architectural knowledge, to build a building, not just an aecthethic is important, but also a thermal condition, for make a better housing to live. Keywords: public housing, thermal condition
Desain Ruang Luar Ditinjau Dari Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa Ardhiana Muhsin; M. Azhar Wibisono; Trina Zahara; M. Reidina Keisha
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1385

Abstract

Desain Ruang Luar Ditinjau Dari  Pola Aktivitas Dalam Optimalisasi Lahan Pada Rusunawa   Ardhiana muhsin, triana zahara, muhamad azhar wibisono, Mochamad reidina keisya Jurusan Teknik Arsitektur - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : trianazahara@gmail.com   Abstrak Tumbuhnya kantong-kantong kumuh baru perkotaan. Hal ini telah mendorong  pemerintah terutama pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan lahan seoptimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan perumahan berupa pembangunan perumahan secara vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah yaitu Rumah Susun. Seperti halnya pada Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi yang merupakan salah satu wilayah padat dan kumuh. Penelitian ini bertempat di Rusunawa Cigugur-Cimahi bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana mengoptimalkan ruang luar seperti pemanfaatan lahan-lahan kosong yang tersedia agar dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan pola aktifitas  penghuni rumah susun tersebut. Data dikumpulkan dari satu sampel rumah susun di Rusunawa Cigugur Tengah. Kajian dengan metoda analisis deskriptif terhadap data lapangan yang diperoleh dan literatur terkait, menunjukan bahwa desain ruang luar yang optimal dapat digunakan sebagai sarana sosial seperti tempat anak-anak bermain, tempat berkumpul warga, dsb. Kata kunci: bangunan rumah susun, ruang luar, pola aktifitas penghuni rumah susun. Abstract The increasing number of new slums in urban area had encourage the government, especially local government to optimize the land for fulfill housing needs by built vertical housing for low-income people such as in Middle District of Cimahi, West Java which is dense and lot of slums area. This research placed in Rusunawa Cigugur-Cimahi is aim to discuss optimizing open space area and its uses and match as well as the occupant activities. All data were collected from one building that act as a sample in Rusunawa Cigugur-Cimahi.  The method of this research is using a descriptive analysis from field data, obtained and related literature, to indicates that the optimal design for open spaces can be used as social facilities such as a children’s playground, a gathering place for the resident, etc. Keywords: public vertical housing, open space, activity of the occupant.  
Kajian Hubungan Antar Fungsi pada Kawasan Cihampelas Walk Bandung Dewi Parliana; Odi Adiatma; Muhammad Said Baumar; Rizki Ananda Putra
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.291

Abstract

Abstrak Cihampelas Walk merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada pada koridor jalan Cihampelas. Berdampingan dengan pusat perbelanjaan Cihampelas walk dengan kawasan hunian serta toko-toko di sekitaran ruas jalan Cihampelas. Dikarenakan fungsi – fungsi yang berbeda dan letak fungsi – fungsi tersebut terpisah satu sama lain maka terbentuk sebuah linkage yang menghubungkan fungsi – fungsi tersebut yang berupa sirkulasi, taman dan ruang terbuka. Arsitektur sangat penting dalam proses pembentukan kawasan Cihampelas Walk baik secara fungsi maupun visual. Bagaimana terhubungnya fungsi satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah linkage yang sehingga dimana linkage/hubungan antar fungsi tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan pengunjung dan menjadi salah satu parameter bagi pengunjung untuk mengunjungungi Cihampelas Walk. Cihampelas Walk memiliki konsep yang berbeda dengan mall – mall lain dibandung sehingga Cihampelas Walk memiliki daya tarik tersendiri pagi pengunjung. Yang dimana daya tarik tersebut adalah hubungan antar ruang (linkage) pada Cihampelas Walk yang berupa ruang terbuka,taman serta sirkulasi yang didesain menarik. Kata kunci : Fungsi, Alur hubungan bangunan (linkage), Alur fungsi ruang luar Abstract Cihampelas Walk is one of the shopping centers are on the road corridor Cihampelas . Adjacent to the shopping center with residential Cihampelas walk and shops in the surrounding streets Cihampelas. Due to the function - different functions and layout functions - these functions are separated from each other then formed a linkage that connects the function - the function is in the form of circulation , parks and open spaces. The architecture is very important in the formation of both the Cihampelas Walk and visual function . How interlinked functions of one another , forming a linkage so that where the linkage / relationship between these functions greatly affect the comfort of visitors and become one of the parameters for visitors to mengunjungungi Cihampelas Walk. Cihampelas Walk has a different concept to the mall - another mall dibandung so Cihampelas Walk has its own attraction morning visitors. Which is where the attraction is the relationship between space ( linkage ) on Cihampelas Walk the form of open space , parks and attractive designed circulation. Keywords: function , building relationships groove (linkage) , groove outer space function
Kajian Fasilitas Pedestrian, Open Space, dan Ruang Di Antara Bangunan pada Kawasan Cihampelas Walk Dewi Parliana; Sandi Firmansyah; Luthfi Wildan; Solomon Lubis; Like Yani
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.449

Abstract

Abstrak Perkembangan arsitektur sejalan dengan perkembangan masyarakat, budaya dan teknologi. Dalam pembangunan pada saat ini belum memperhatikan aspek lingkungan, dimana buruknya kondisi iklim yang mengakibatkan global warming. Sehingga muncul isu konsep sustainable yang sangat memperhatikan kehidupan masa mendatang  dan mengedepankan 3 aspek, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Penerapannya di bidang arsitektur, yaitu pada site, desain, material dan struktur. Dimana setiap komponennya memiliki syarat-syarat sustainable yang dinilai dalam Greenship. Salah satunya adalah site, dimana terdapat syarat menyediakan fasilitas pedestrian yang aman, nyaman dan bebas dari perpotongan akses kendaraan bermotor untuk menghubungkan minimal 3 fasilitas umum di atas, dan atau dengan stasiun transportasi massal. Kajian fasilitas pedestrian, open space dan ruang di antara bangunan pada kawasan Cihampelas Walk bertujuan untuk mengetahui syarat sustainable pada suatu kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Kajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pembelajaran kepada masyarakat tentang teori sustainable. Kata kunci: Greenship, sustainable, pedestrian, material, Open space. Abstract Architectural development in line with the development of its society, culture and technology. In construction at the moment isn’t yet paying attention to the environmental aspects, where bad of the climatic conditions that lead to the global warming. So it appears issues of the sustainable concept which is concerned to life of the future and emphasizes three aspects of social, economic and environmental. Its application in the architecture, i.e. on site, design, materials and structures. Where in any of its components have requirements in terms of sustainable value in the Greenship benchmarks. One of them is the site, where on the terms contained of Greenship benchmarks provide pedestrian facilities that are safe, comfortable and free from the intersection of motor vehicle acces to public facilities connect at least three of the components and with the mass transport station. Study of pedestrian facilities, open space, and the space between buildings in the area of Cihampelas Walk aims to find out terms of sustainable in one area. The method used is the qualitative methods. This study is expected to provide benefits of learning to people about sustainable theories. Keywords: Greenship, sustainable, pedestrian, material, Open Space.