cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Save Earth Education Theme Park Di Situ Cileunca, Pangalengan Rahli, Azura Nur Islami; Soewarno, Nurtati; Hartati, Etih
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.10041

Abstract

ABSTRAK Arsitektur bioklimatik tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap penghuni bangunan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam konteks taman edukasi lingkungan. Penerapan arsitektur bioklimatik dapat memberikan manfaat dalam mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung. Berbagai strategi seperti pemanfaatan energi matahari, ventilasi alami, penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, dan pengaturan tata letak yang memaksimalkan ketersediaan cahaya alami diimplementasikan dalam desain theme park ini. Theme park ini berfungsi sebagai sarana pendidikan tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komprehensif terhadap proyek-proyek arsitektur bioklimatik yang telah direalisasikan. Dengan demikian, penerapan arsitektur bioklimatik dalam Save Earth Education Theme Park tidak hanya memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, tetapi juga berkontribusi pada kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan pelestarian alam. Memberikan pandangan tentang bagaimana arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam proyek-proyek rekreasi dan pendidikan yang bertujuan untuk menginspirasi kesadaran lingkungan dan bertindak sebagai model untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: bioklimatik, edukasi, theme park  ABSTRACT Bioclimatic architecture not only has a positive impact on the environment, but also on the occupants of the building. The purpose of the research is to analyze how the principles of bioclimatic architecture can be applied in the context of an environmental education park. The application of bioclimatic architecture can provide benefits in reducing environmental impacts, increasing energy efficiency, and creating a comfortable environment for visitors. Various strategies such as the utilization of solar energy, natural ventilation, the use of environmentally friendly building materials, and layout arrangements that maximize the availability of natural light are implemented in the design of this theme park. This theme park serves as a means of education about the importance of environmental conservation. The research method used is a literature study and a comprehensive analysis of bioclimatic architecture projects that have been realized. Thus, the application of bioclimatic architecture in Save Earth Education Theme Park not only provides significant environmental benefits, but also contributes to public awareness about climate change and nature conservation. Provides a view on how bioclimatic architecture can be applied in recreational and educational projects that aim to inspire environmental awareness and act as a model for future sustainable development. Keywords: bioclimatic, education, theme park.
Penerapan Konsep Arsitektur Industrial Pada Perancangan Rumah Susun Di Bandung Tumbelaka, Farrell Ramadhan; Anita, Juarni; Hamdhan, Indra Noer
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 12, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v12i3.13447

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Bandung, kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin meningkat, sehingga diperlukan solusi perancangan yang efisien dan berkelanjutan. Rumah susun menjadi salah satu alternatif strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan menerapkan konsep arsitektur industrial pada perancangan Rumah Susun Soetta Bandung, dengan fokus pada efisiensi biaya, fungsionalitas, dan keberlanjutan desain. Arsitektur industrial dipilih karena karakteristiknya yang memanfaatkan material ekspos, struktur sederhana, serta fleksibilitas ruang, sehingga menciptakan desain yang ekonomis tanpa mengurangi kenyamanan dan nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan konsep desain arsitektur industrial secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, survei lapangan, analisis tapak, dan studi banding dengan proyek serupa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan arsitektur industrial mampu menghadirkan solusi hunian vertikal yang relevan dengan mengintegrasikan efisiensi struktur, ruang komunal yang mendukung interaksi sosial, serta fasilitas yang menunjang kebutuhan penghuni. Selain itu, pendekatan ini juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan material ramah lingkungan dan optimalisasi ventilasi alami. Kata kunci: arsitektur industrial, jalan soekarno-hatta bandung, hunian vertikal, rumah susun  ABSTRACT As the population in Bandung continues to grow, the demand for housing among low-income communities is increasing, necessitating efficient and sustainable design solutions. Apartment housing has become one of the strategic alternatives to meet this demand. This study aims to apply the industrial architecture concept in the design of Rumah Susun Soetta Bandung, focusing on cost efficiency, functionality, and design sustainability. Industrial architecture was chosen for its characteristics, which utilize exposed materials, simple structures, and spatial flexibility, creating an economical design without compromising comfort and aesthetic value. The research method used is qualitative descriptive, describing the concept of industrial architectural design qualitatively. Data collection was conducted through literature studies, field surveys, site analysis, and comparative studies with similar projects. The design results show that the implementation of industrial architecture can provide a relevant solution for vertical housing by integrating structural efficiency, communal spaces that support social interaction, and facilities that accommodate residents' needs. Moreover, this approach also considers environmental sustainability through the use of eco-friendly materials and the optimization of natural ventilation. Keywords: apartment housing, industrial architecture, soekarno-hatta street bandung, vertical housing
Perancangan Eco-Pesanteren Dengan Pendekatan Gaya Arsitektur Ustmani Di Desa Ciburial Kabupaten Bandung Melalui Metode Atumics Adryan, Alman Zaky; Rahadian, Erwin Yuniar
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i3.13482

Abstract

ABSTRAK Proyek pembangunan boarding school dalam bentuk pesantren di Kabupaten Bandung bukanlah hal baru. Model pendidikan pesantren sudah cukup populer di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki jumlah peminat pesantren terbanyak di negara ini.Pesantren ini dibangun di atas lahan seluas 40.000 m² dengan mempertimbangkan aspek geografis, demografi, kurikulum, dan sejarah arsitektur. Tujuan proyek ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan berkelanjutan. Pesantren ini dirancang sebagai kombinasi antara tempat tinggal dan sarana pendidikan bagi para siswa dalam mempelajari agama Islam serta pelajaran lainnya, dengan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai sejarah pesantren sejak era Turki Utsmani dan ekologi tropis Jawa Barat.Teori Transforming Tradition oleh Adhi Nugraha melalui metode ATUMICS digunakan untuk menggabungkan arsitektur tropis Jawa Barat dengan gaya arsitektur Utsmani. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan pesantren berbasis ekologi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis dan memiliki nilai budaya tinggi, dengan penerapan elemen-elemen bangunan bersejarah Utsmani yang disesuaikan dengan adaptasi arsitektur tropis di Jawa Barat. Kata kunci: arsitektur tropis, arsitektur ustmani, boarding school, metode atumics, pesantren  ABSTRACTThe project to build boarding schools in the form of Islamic boarding schools in Bandung Regency is not new. The pesantren education model is quite popular in Indonesia, especially in West Java, which has the largest number of pesantren enthusiasts in the country. This pesantren was built on an area of 40,000 m² by considering geographical, demographic, curriculum, and architectural history aspects. The goal of this project is to create a harmonious and sustainable learning environment. This pesantren is designed as a combination of housing and educational facilities for students in learning Islam and other subjects, with an approach that integrates the historical values of the pesantren since the Ottoman era and the tropical ecology of West Java.The Transforming Tradition theory by Adhi Nugraha through the ATUMICS method is used to combine the tropical architecture of West Java with the Ottoman architectural style. This project aims to realize an ecology-based pesantren that is not only functional, but also aesthetic and has high cultural value, with the application of Ottoman historical building elements adapted to the adaptation of tropical architecture in West Java. Keywords: atumics method , boarding school, islamic boarding school, tropical architecture, ustmanic architecture,
Evaluasi penerapan prinsip Nature-Based Solutions pada Desain Guest House dan Meeting Room di Samboja, Kalimantan Timur Naazhir Nadzrin Najiib, Muhammad Nibraas; Muhsin, Ardhiana
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v13i3.15341

Abstract

ABSTRAKStudi ini menginvestigasi sejauh mana prinsip-prinsip Solusi Berbasis Alam (Nature-Based Solutions/NBS) tercermin dalam desain sebuah Guest House dan Meeting Room yang berlokasi di Samboja, Kalimantan Timur, Indonesia. NBS didefinisikan sebagai strategi perencanaan dan desain yang memanfaatkan proses dan ekosistem alami untuk mengatasi tantangan sosial sembari meningkatkan kesejahteraan ekologis dan manusia. Dalam arsitektur tropis, prinsip-prinsip ini sering diekspresikan melalui pengembangan dampak rendah (low-impact development), penempatan yang peka terhadap tapak, responsivitas iklim, dan adaptasi material terhadap konteks lokal, dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Penelitian ini menguji data survei lokasi, dokumentasi desain, dan pengembangan konseptual untuk mengevaluasi keselarasan proyek dengan kerangka kerja NBS. Temuan menunjukkan adanya keselarasan parsial: proyek ini mempertahankan pohon-pohon yang sudah ada dan menggunakan sistem lantai panggung yang meminimalkan galian dan urugan (cut and fill), konsisten dengan prinsip pelestarian ekosistem. Namun, keterbatasan teridentifikasi pada penggunaan kaca mati (fixed glazing) tanpa ventilasi yang dapat dioperasikan (operable), strategi peneduhan yang terbatas, dan ketergantungan pada material industri yang hanya meniru estetika alami. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa meskipun proyek secara intuitif menggabungkan elemen-elemen NBS tertentu, diperlukan penerapan prinsip-prinsip NBS yang lebih sistematis untuk mencapai arsitektur yang berkelanjutan dan responsif terhadap iklim di Indonesia.Keywords: Arsitektur Berkelanjutan, Guest House dan Meeting Room, Kalimantan Timur, Solusi Berbasis Alam.ABSTRACT This study investigates the extent to which Nature-Based Solutions (NBS) principles are reflected in the design of a Guest House and Meeting Room located in Samboja, East Kalimantan, Indonesia. NBS are defined as design and planning strategies that utilize natural processes and ecosystems to address societal challenges while enhancing ecological and human well-being. In tropical architecture, these principles are often expressed through low-impact development, site-sensitive placement, climate responsiveness, and material adaptation to local contexts. Using a qualitative case study approach, this research examines site survey data, design documentation, and conceptual development to evaluate the project’s alignment with NBS frameworks. The findings indicate partial alignment: the project preserved existing trees and employed a raised-floor system that minimized cut and fill, consistent with ecosystem preservation principles. However, limitations were found in the use of fixed glazing without operable ventilation, limited shading strategies, and reliance on industrial materials that merely imitate natural aesthetics. These results suggest that while the project intuitively incorporates certain NBS elements, a more systematic application of NBS principles is needed to achieve sustainable and climate-responsive architecture in Indonesia.Kata kunci: East Kalimantan, Guest House and Meeting Room, Nature-Based Solutions, Sustainable Architecture.