cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
KAJIAN PERKEMBANGAN TATANAN MASSA BANGUNAN PADA KAMPUNG VERNAKULAR “KAMPUNG MAHMUD” Pebby Adriansyah; Nia Yunia Lestari; Herdi Herdi; Emiral Akbara; Nurtati Soewarno
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.604

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku. Masing-masing suku mempunyai adat budaya yang berbeda, salah satunya tercermin dari bentuk sebuah kampung. Kampung  yang dimaksud dalam makalah ini adalah kampung vernakular, yaitu sebuah kampung yang didirikan berdasarkan keadaan alam, tradisi, memiliki citra arsitektur tradisional dan orientasi massa bangunannya disusun berdasarkan hubungan antara manusia dengan lingkungan dan budaya berdasarkan kemampuan dan kecerdasan masyarakat setempat . Kemajuan teknologi meningkatnya kondisi ekonomi mempunyai peran dalam mendorong terjadinya suatu perubahan, demikian pula yang terjadi pada sebuah kampung vernakular. Dengan metoda kualitatif, penelitian ini akan melihat langsung ke lokasi mengenai perubahan tatanan massa bangunan yang terjadi di kampung Mahmud, sebuah kampung vernakular yang terletak di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung. Dengan mempelajari latar belakang sejarah berdirinya kampung, kemudahan aksesibilitas saat ini cenderung memicu terjadinya perubahan di kampung tersebut. Oleh karenanya diperlukan campur tangan pemerintah dan masyarakat setempat untuk dapat melestarikan keaslian kampung vermakular tersebut. Kata Kunci : Kampung vernakular, orientasi massa bangunan, aksesibilitas. Abstract Indonesia is a country that has a wide variety of parts. Each tribe has a different cultural customs, one of which is reflected in the form of a village. Villages referred to in this paper is the vernacular village, a village that was established based on the state of nature, tradition, traditional architecture has the image and the orientation of the building masses are arranged based on the relationship between humans and the environment and the culture based on ability and intelligence communities. Advances in technology have increased the economic conditions led to a role in the changes, so it is with a village vernacular. With qualitative methods, this study will look directly to the location of the mass of the building structure changes that occurred in the village Mahmud, a vernacular village located in Mekar Rahayu village, Kecamatan Marga Asih, Bandung regency. By studying the historical background of the founding of the village, easy accessibility currently tend to trigger the changes the village. Therefore, government intervention is required and the local community to be able to preserve the authenticity of the vermakular village. Keywords: vernacular village, building mass orientation, accessibility.
Perencanaan Tata Ruang Hunian Vertikal ditinjau dari sistem pembuangan air limbah bangunan The Suites@Metro.Bndung Theresia Pynkyawati; Zeila Sifa Rosa; Tb. Gaia Cassia Montana; Robbi Fadhlan S
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1376

Abstract

Perancangan Tata Ruang Hunian Vertikal Ditinjau Dari Sistem Pembuangan Air Limbah Bangunan The Suites@Metro Bandung theresia pynkYawati, ZEILA SIFA ROSa, TB GAIA c montana, ROBBI FADHLAN S Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: thres@itenas.ac.id   ABSTRAK Perkembangan kota dapat dilihat dari tingkat pembangunan yang sedang berlangsung, termasuk infrastruktur fungsi hunian. Namun terkadang pembangunan infrastruktur ini juga dapat menjadi suatu permasalahan yang kompleks. Permasalahan yang terjadi ialah keterbatasan lahan pada kawasan urban, dan solusi yang dapat dilakukan dari keterbatasan lahan ini dengan membuat hunian vertikal. Perancangan tata ruang bangunan yang kurang baik dari segi zona pembuangan, dapat memicu permasalahan sarana pembuangan yang berdampak pada tata ruang dalam termasuk ketinggian lantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitif deskriptif kualitatif dengan membandingkan landasan teori tata ruang pada tapak dan bangunan serta sistem pembuangan limbah dengan data lapangan pada bangunan The Suites@Metro. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam merancang tata ruang bangunan hunian vertikal dengan mempertimbangkan ruang-ruang servis untuk mengakomodir kebutuhan sistem pembuangan air limbah yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan teori yang ada. Kata kunci: perancangan, tata ruang, hunian, air limbah. ABSTRACT The development of a city can be seen from the level of infrastructure development taking place in an urban district, including residential infrastructure function. Unfortunetely sometimes the development of this infrastructure can also be a complex problem. the problem that occur is a limited land in the urban district, and the solution for a limited land is to make vertical housing. A failed spatial design of the building can trigger wastewater disposal problems in the building and it will lead to building spatial desgin including its elevation. The methods used in this study is analytic descriptive qualitative by comparing the spatial design theoretical either on site or building  and sewerage systems with field data on The Suites@Metro as the object of study. The results are expected to be a reference of a spatial design on vertical residential building considered the service rooms to accommodate the needs of a propered wastewater disposal system according the regulation and theorical. Keywords: design, spatial planning, housing, waste water.
Konsep Dinamis Dalam Formalitas pada Perancangan Sekolah Tinggi Seni Budaya di Kabupaten Bandung Barat Windy Ahdini; Dewi Parliana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.268

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat di suatu kawasan maka semakin maju perkembangan kawasan tersebut. Sarana dan prasarana pendidikan sudah seharusnya dijadikan prioritas di dalam pembangunan di suatu kawasan. Dataran Sunda memiliki berbagai macam kebudayaan yang sarat dengan nilai kesenian. Oleh karena itu pendidikan secara formal mengenai kebudayaan dinilai sangat penting bagi masyarakat di Indonesia. Suatu kompleks pendidikan terdiri dari beberapa bangunan multi massa. Perlu diperhatikan bahwa identitas pendidikan di dalam karakteristik bangunan harus tercermin di dalamnya. Salah satu unsur yang dinilai perlu untuk dicirikan di dalam bangunan pendidikan yaitu unsur fomalitas. Latar belakang lain yang perlu diperhatikan di dalam pembangunan identitas suatu kawasan pendidikan yaitu jenis kegiatan pendidikan yang terlaksana di dalamnya. Sekolah seni budaya terdiri dari beberapa kegiatan seni musik dan tari dimana di dalamnya terdapat unsur dinamis. Sehingga, dalam perancangan sekolah tinggi senibudaya ini diambil tema bangunan dinamis dalam formalitas. Kata kunci: Sekolah Tinggi, Senibudaya, Dinamis dalam Formalitas Abstract Education is a measure of the progress of a nation. The higher education level of the people in an area, the more advanced development of the region. Therefore, the educational facilities should be a priority within the development of the region. Sunda Land have a wide range of cultures that is loaded with the value of the arts. Therefore, formal education of culture considered to be very important for the people in Indonesia. An educational area consists of several multi building mass. It should be noted that educational identity on the characteristics of the building should be reflected in it. One of the elements that is necessarily considered to be characterized in an educational building is a formality element. Another background reason to be considered in the identity development of an educational area is the type of educational activity that is happen in it. School of art and culture consists of several music and dance arts activities which there is a dynamic element in it. Thus, dynamic in formality theme is taken  for the design of sekolah tinggi senibudaya. Keywords: College, Arts and Culture, Dynamic in Formality 
Kajian Desain Fasad Baru Grand Royal Panghegar Bandung Dalam Perspektif Arsitektur Posmodern Jerry Adam; Rizki Swandara Respati
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.359

Abstract

ABSTRAKSetiap bagunan memiliki identitas yang memberi ciri khas dan perspektif pada sebuah bangunan. Identitas tersebut salah satunya terbentuk dari perkembangan gaya arsitektur pada periode tahun tertentu. Arsitektur posmodern adalah salah satu gaya arsitektur yang muncul pada periode tahun 1970-an dan merupakan bentuk kritikan terhadap gaya arsitektur modern. Pada periode tahun tersebut arsitektur modern dianggap cenderung international style dan monoton karena menerapkan prinsip fungsionalisme. Sedangkan arsitektur posmodern lebih menghargai keunikan lokalitas suatu tempat serta menerima kehadiran ornamen dan dekorasi. Grand Royal Panghegar Bandung adalah bangunan yang menghargai keunikan lokalitas, bermain-main dengan ornamen Art Deco yang dipadu padankan dengan gaya Arsitektur Modern.Kata kunci: arsitektur posmodern, ornamen, Art Deco AbstractEach buildings has an identity that characterize and perspectives on the building. Identity is one of them formed from the development of architectural styles in the period specified. Arsitrektur postmodern is one of the architectural style that evolved in the 1970s and is a form of criticism of the modern architectural style. In the period of the year is considered a modern architectural style tends international and monotonous because applying the principles of functionalism. While the postmodern architecture appreciate the uniqueness of the locality of a place and accept the presence of ornaments and decorations. Grand Royal Panghegar Bandung is a building that respects the uniqueness of the locality, play around with the Art Deco ornaments matching combined with stylish modern architecture.Keywords: post-modern architecture, ornament, Art Deco
Adrenalin Sports Park di Kawasan BSD Kota Tanggerang Selatan Ramdan Mardani; Meta Riany
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.594

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan Kota Tanggerang Selatan saat ini sangat pesat, baik dari aspek demograsi (populasi penduduk), alat transportasi, perdagangan, industri perumahan, pariwisata, tempat terbuka umum, fasilitas-fasilitas lainnya. Seiring dengan kebutuhan fasilitas-fasilitas tersebut, Kota Tanggerang Selatan belum mempunyai taman bertema yang nyaman untuk rekreasi atau bersantai. Maka proyek yang direncanakan adalah theme park.Tujuan dari proyek ini adalah menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang mampu mewadahi semua aktivitas, dalam bidang Extreme Sports yang dapat memacu adrenalin namun juga memberikan manfaat kesehatan serta menciptakan Theme Park yang ramah terhadap alam dan lingkungan disekitar manusia.Konsep perancangan pada bangunan Theme Park di BSD, Tanggerang Selatan ini menggunakan konsep fungsional dengan pengolahan fasade bangunan utama di jadikan area panjat tebing sebagai salah satu dari permainan Extreme Sports dan juga dapat menjadi vocal point bangunan tersebut.Kata kunci: Extreme Sports, Fungsional, Theme Park, BSD Tanggerang SelatanABSTRACTThe growth of the city Tangerang Selatan the current is very fast either of the aspect of demograsi (population), a means of transportation, trade, housing, industry tourism, the open general, other facilities. Along with the needs of those facilities, city tangerang selatan do not yet have garden a theme that is comfortable for recreation or relax.The purpose of this project is provides a facility in form of facilities and infrastructures capable of all activities, in the extreme sports that could in adrenaline but also provide health benefits and creating theme park friendly against nature and environment around man.The concept of designing buildings on Theme Park in BSD, Tanggerang Selatan uses the concept of functional with the processing of the façade of the main building in rock climbing area as one of the game's Extreme Sports and can also be a vocal point of the building.Keywords: Extreme Sports, Fungsional, Theme Park, BSD Tanggerang Selatan
Orientasi Bangunan dan Penggunaan Material Pendukung Kenyamanan Termal pada Ruang Dalam Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Asep Rendi Raharja; Rizka Anna Meilina; Derry Surendra; Citra Fatwa Nurindah; Achsien Hidayat
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1346

Abstract

Orientasi Bangunan dan Penggunaan Material Pendukung Kenyamanan Termal pada Ruang Dalam Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised   ASEP RENDI RAHARJA , CITRA FATWA NURINDAH, RIZKA ANNA MEILINA, DERRY SURENDRA, ACHSIEN HIDAjAT Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : citra.fatwa@yahoo.com   Abstrak Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat di Indonesia mengharuskan pemerintah melakukan antisipasi dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal. Persediaan lahan yang terbatas membuat pemerintah memberikan solusi dengan membangun hunian vertikal. Rumah susun adalah bangunan bertingkat yang dibangun untuk dijadikan alternatif hunian diperkotaan. Pembangunan rumah susun masih perlu dikaji kembali dalam hal kenyamanan bangunan yang berkaitan dengan kondisi iklim di Indonesia. Salah satu rumah susun yang dikelola oleh pemerintah adalah Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised. Kajian dilakukan dengan metoda penelitian kuantitatif yaitu membandingkan teori mengenai orientasi massa bangunan dan penggunaan material dengan keadaan di lapangan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan desain yang berkaitan dengan orientasi matahari, orientasi view, orientasi bukaan udara, lokasi bukaan udara, tipe bukaan udara, pengaruh bukaan udara, penghalang dalam ruang, material struktur, material pengisi, dan material finishing sebagai acuan standar kenyamanan termal. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa orientasi massa bangunan dan penerapan material bangunan berpengaruh terhadap kenyamanan termal. Kata kunci: Kenyamanan termal, material, orientasi, rumah susun Abstract The increase of population growth in Indonesia requires the governments act to anticipate fulfillment needs of living place. A limited place of land made the government to provide a solution to build a residential vertically. Flats are a building to be used as an alternative residence in the city. Contruction of flats still need to be examined in terms of comfort building related to the climatic conditions in Indonesia. Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised is one of the flats that is maintained by the governments. The study will be conducted by the method of quantitative research, that is compare theories about the mass of building orientation and the material used with the field circumstances. The purpose of this study is to determine the design application related to solat orientation, view orientation, air-openings orientation. Air-openings location, air-openings type, air-openings effect, space barrier, structure materials, fillers, and finishing as the reference of standard thermal comfort. This research concluded that the building mass orientation and application of building materials affect a thermal comfort. Keywords: Thermal comfort, material, orientation, flats
TELAAH GAYA ARSITEKTUR MODERN PADA BENTUK DAN FASADE BANGUNAN NIRVANA AVANA APARTEMEN JAKARTA Meta Riany; Darojatun Ajikusumah; Rikas Driwari; Rizal Fauzi
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.60

Abstract

AbstrakDewasa ini, kebutuhan akan tempat tinggal atau hunian dirasakan semakin meningkat. Hal ini menjadi permasalahan karena peningkatan kebutuhan hunian ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan, terutama di kota-kota besar yang hanya memiliki lahan terbatas. Konsep hunian pun berkembang akibat keterbatasan tersebut, yaitu dari konsep hunian horizontal berubah menjadi konsep hunian vertikal,dimana salah satunya adalah bangunan Apartemen. Konsep baru ini umum diterapkan di kota besar seperti kota Jakarta.Bangunan yang menjadi objek kajian dalam penulisan karya tulis ini adalah bangunan Nirvana Apartemen di Jalan Kemang Raya Timur nomor 72 Jakarta Selatan. Apartemen ini dipilih karena dari sisi periodisasinya dimana Nirvana Avana Apartemen ini menganut aliran Neo Modern. Hal ini dapat dilihat dari massa bangunan yang fungsional dan bentuk yang geometris.Aspek teoritis yang menjadi parameter analisis dalam penelitian ini adalah sisi bangunan yang tertangkap secara visual, yaitu kulit dan bentuk bangunan. Spesifikasi yang dianalisis berupa atap dan kanopi, dinding bangunan, bukaan, transformasi bentuk, main entrance, serta pemilihan tekstur dan warna bangunan.Dari hasil analisis yang dikaitkan dengan studi literatur, maka dapat disimpulkan bahwa bangunan Nirvana Apartemen merupakan bangunan yang memenuhi aspek dalam penerapan gaya arsitektur modern.Kata Kunci: Arsitektur Modern; tampak bangunan; bentuk bangunan
Ekspresi Eksterior Apartemen Grand Royal Panghegar dan La Grande Terhadap Dampak Visual Kota Alton Faizallino; Hadiyan Fauzan; Rizal Adinugraha; Udjianto Pawitro
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1399

Abstract

EKSPRESI EKSTERIOR APARTEMEN GRAND ROYAL PANGHEGAR DAN LA GRANDE TERHADAP DAMPAK VISUAL KOTA   ALTON FAIZALLINO, HADIYAN FAUZAN, RIZAL ADINUGRAHA, UDJIANTO PAWITRO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) – Bandung E-mail: alfaizallino@gmail.com   Abstrak Bangunan sebagai hasil karya seorang arsitek memiliki nilai estetika yang terbentuk di dalamnya. Nilai estetika tersebut dapat terlihat dari bentuk dan ekspresi pada fasad bangunannya. Pembuatan fasad bangunan selalu berkaitan dengan kondisi  sekitar bangunan tersebut berdiri. Bangunan tidak dapat berekspresi dengan sendirinya, namun harus memperhatikan karakter bangunan-bangunan lain yang berada di sekitarnya. Bahasan dalam penelitian ini mengangkat Apartemen Grand Royal Panghegar dan Apartemen La Grande Merdeka Tamansari sebagai  studi kasus. Dengan  pertimbangan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan dengan bentuk  yang  atraktif sehingga memberikan pengalaman visual baru bagi kawasan di sekitarnya. Tahap  analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif  dengan  membandingkan  data-data  yang  didapat  dari observasi lapangan dan penyebaran kuesioner. Temuan-temuan hasil penelitian, antara lain : (a) tampilan bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terlihat ‘cukup dominan’, (b) tampilan  tampak bangunan Apartemen La Grande dan Grand Royal Panghegar terhadap lingkungan sekitar dinilai ‘kontras’ hingga ‘cukup kontras’, dan (c) penilaian terhadap dampak visual kota bangunan tersebut adalah ‘baik’. Kata kunci: Dampak Visual Kota, Ekspresi Eksterior, Fasad-Bentuk Bangunan Abstract Building as a result of an architect creation must have aesthetic value that’s formed therein. The aesthetic form of a building can be seen from it expression. Designing facade of building always related to the conditions around it place. Buildings are not be able to expressed themselves, but it should consider to other character of building around it. This study took the La Grande and Grand Royal Panghegar Apartment as an object of study, considering it is a building with an attractive shape. so as to provide a new visual experience for each building region. Analyzes steps were performed using descriptive analysis by comparing observations data with the literature and questionnaire. The results of the research, majority of respondents answered: (a) appearance of them are look 'dominant', (b) building looks of Apartment La Grande and Grand Royal Panghegar against surroundings, majority of respondents answered 'contrast' and 'quite contrast', and (c) an assessment of the visual impact of the building of the city,  majority answered 'good'. Keywords: City visual, Expression of facade, Form
KAJIAN TATANAN MASSA DAN BENTUK BANGUNAN SAUNG ANGKLUNG UDJO TERHADAP OPTIMALISASI PENGGUNAAN ENERGI Widji Indahing Tyas; Yudi Bijak Laksono; Ahmad Taufiq; Khairul Mahfud; Imam Munandar
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.463

Abstract

ABSTRAK Saung Angklung Udjo merupakan objek wisata dan pembelajaran budaya Sunda. Konsep perpaduan alam dan budaya menyatu dalam desainnya. Secara tidak langsung telah selaras dengan konsep sustainable  yang dapat dilihat dari desain tatanan massa dan bentuk bangunan. Oleh karena itu, perancangan tatanan massa dan bangunan diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan energi bagi kebutuhan bangunan dan penggunanya. Hal ini sangat penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan dalam rangka sustainable site. Tatanan massa dan bangunan Saung Angklung Udjo akan dianalisis dengan metoda deskriptif analisis yang dilakukan dengan data fisik di lapangan. Hasil kajian ini diharapkan akan menjadi rujukan untuk penerapan konsep sustainable site dalam merancang tatanan massa dan bangunan pada pembangunan selanjutnya serta mendukung kelestarian alam di masa depan. Kata kunci : tatanan massa, bangunan, energi, sustainable site ABSTRACT Saung Angklung Udjo an attractionand learning Sundanese culture. The concept mix of nature and culture together in his design. Indirectly aligned with the concept of sustainable design that can be seen from the order of the mass and shape of the building. Therefore, designing and building a mass order is expected to optimize the use of energy for the needs of the building and its users. It is very important in the achievement of social objectives, economic and environmentally in the context of sustainable site. Order the masses and building Saung Angklung Udjo will be analyzed with descriptive methods of data analysis done with the physical on the field. The results of this study are expected to be a reference to the application of the concept of sustainable site in order to design and mass of the building next to the construction and support the conservation of nature in the future. Keywords: mass order, building, energy, sustainable site
ADAPTASI BANGUNAN BARU TERHADAP BANGUNAN LAMA DI KAWASAN KONSERVASI GEDUNG SATE BANDUNG Muhammad Sadli; Chandra Jaya Prawira; Rahmat Irfan Dikusuma
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.694

Abstract

Abstrak Bandung merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki beberapa situs bangunan bersejarah serta kawasan bekas hunian bangsa Belanda yang memiliki nilai sejarah tinggi, salah satunya adalah kawasan Gedung Sate. Seiring dengan berjalannya waktu serta kemajuan teknologi, saat ini pada kawasan tersebut terdapat beberapa bangunan baru menggantikan bangunan lama. Keberadaan bangunan baru tersebut dapat dengan mudah dikenali dari perbedaan gaya arsitektur bangunannya. Bangunan baru cenderung tampil dengan gaya modern, berlantai banyak dan mengunakan struktur dan material yang berbeda dari bangunan – bangunan lama. Dengan menggunakan metoda deskriptif studi ini akan membahas beberapa kasus bangunan – bangunan baru di kawasan Gedung Sate. Ditemukan berbagai upaya adaptasi dari bangunan baru tersebut untuk dapat serasi dengan bangunan dan lingkungan Gedung Sate. Untuk mempertahankan keharmonisan lingkungan dan keselarasan bangunan baru diperlukan campur tangan pemerintah daerah agar kawasan Gedung Sate terjaga keharmonisannya sebagai salah satu kawasan konservasi di Bandung. Kata kunci: Adaptasi Bangunan, Kawasan Konservasi Gedung Sate, Gaya Arsitektur Bangunan Abstract Bandung is one of the largest cities in Indonesia that has several historic buildings as well as the site of the former residence of the Netherlands that has a high historical value, one of which was the Building of Satay. As time goes by as well as current technological advances, in the area there are several new buildings replaced the old building. The existence of these new buildings can be easily identified from the difference in the architectural style of the building. New buildings are likely to appear in a modern style, and use the many-floored structure and different materials of the building – the old building. By using descriptive method this study will discuss some cases buildings – new building come within the Sate Building. Found numerous adaptations of the new building to be in harmony with the environment and building houses of Sate. To preserve the harmony of the environment and the alignment of the new building required the intervention of local governments so that the Building itself came up as one of the keharmonisannya conservation area in Bandung. Keywords: Adaptation of buildings, Gedung Sate conservation area, the architectural style of the building