cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1: Maret 2024" : 8 Documents clear
Analisis Life Cycle Cost pada Bangunan Sekolah SMP Islam Al Azhar 17 Pontianak Rabbani, Admiral Hazel; Priyosulistyo, Henricus
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.38

Abstract

ABSTRAKDalam rangka mendukung program wajib belajar 12 tahun yang telah diterapkan Pemerintah Indonesia, bangunan sekolah membutuhkan metode yang baik dalam pemeliharaannya agar selalu dalam kondisi yang layak guna. Salah satu metode pemeliharaan yang dapat digunakan adalah metode Life Cycle Cost yang mengacu pada ISO 15686:5. Komponen biaya pada Metode LCC yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya konstruksi awal, biaya operasional dan biaya pemeliharaan dan penggantian. Untuk mendukung penggunaan LCC, dilakukan perhitungan indeks kondisi bangunan agar dapat menentukan kondisi bangungan saat ini. Sedangkan untuk kelayakan dari segi investasi, dilakukan perhitungan Net Present Value. Dari hasil penelitian yang direncanakan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai biaya konstruksi sebesar Rp7.344.650.553 (39,91%), biaya operasional sebesar Rp7.520.911.599 (40,86%), dan biaya pemeliharaan sebesar Rp3.538.849.941 (19,23%). Total Life Cycle Cost bangunan sekolah adalah sebesar Rp18.404.412.094 (100%). Untuk nilai indeks kondisi bangunan saat ini, didapatkan nilai sebesar 91,054. Yang berarti bangunan masih dalam kondisi baik sekali dan belum membutuhkan penanganan segera. Sedangkan untuk perhitungan NPV bangunan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai positif sebesar Rp29.336.060.666. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa investasi bangunan dinyatakan layak atau menguntungkan.Kata kunci: biaya siklus hidup, indeks kondisi bangunan, pemeliharaan bangunan, NPV ABSTRACTIn order to support the 12-year compulsory education program implemented by the Indonesian Government, school buildings require good maintenance so that they are always in a usable condition. One maintenance method that can be used is the Life Cycle Cost method which refers to ISO 15686:5. The cost components of the LCC method used in this research are analysis of initial construction costs, operational costs, and maintenance and replacement costs. To support the use of LCC, a building condition index is calculated to determine the current condition of the building. Meanwhile, for feasibility in terms of investment, Net Present Value is calculated. From the results of research planned for the next 25 years, construction costs amounted to IDR 7,344,650,553 (39.91%), operational costs amounted to IDR 7,520,911,599 (40.86%), and maintenance costs amounted to IDR 3,538,849,941. (19.23%). ). Total Life Cycle Cost of school buildings is IDR 18,404,412,094 (100%). For the current building condition index value, a value of 91.054 was obtained. This means that the building is still in very good condition and does not require immediate maintenance. Meanwhile, for calculating the building's NPV for the next 25 years, a positive value of IDR 29,336,060,666 was obtained. These results can be interpreted as meaning that building investment is declared feasible or profitable.Keywords: life cycle cost, building condition index, building maintenance, NPV  
Kajian Analisis Struktur PC-I Girder Prestressed pada Jembatan Bentang 35,8 meter Darojatun, Bagas Kautsar; Nuranita, Badriana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.1

Abstract

ABSTRAKBeton prategang merupakan salah satu tipe struktur atas yang banyak diaplikasikan pada jembatan-jembatan mulai bentang pendek hingga bentang panjang. Prinsip beton prategang yang banyak digunakan pada setiap pembangunan konstruksi karena kelebihannya dapat mengatasi masalah keretakan akibat lemah menahan tegangan tarik sehingga dapat menghasilkan beton yang lebih kuat. Disisi lain, karena merupakan beton precast, maka dapat memangkas waktu pelaksanaan konstruksi. Hal tersebut menjadi bahan kajian penelitian di mana prinsip beton prategang diaplikasikan pada penampang PC-I girder jembatan bentang 35,8 meter. Analisis dilakukan dengan menghasilkan nilai tegangan dan nilai lendutan. Dari penampang tersebut didapatkan nilai tegangan yang tidak jauh dari tegangan izin. Namun, pada penampang PC-I girder khususnya pada serat bawah girder melebihi dari rasio kapasitas tegangan izin yaitu sebesar 1,000. Disisi lain, nilai lendutan dari penampang PC-I girder tersebut sudah memenuhi dari lendutan izin. Maka, penampang PC-I girder dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.Kata kunci: jembatan, PC-I girder, beton prategang ABSTRACKPrestressed concrete is one type of upper structure that is widely applied to bridges ranging from short spans to long spans. The principle of prestressed concrete is widely used in every construction because of its advantages which can overcome the problem of cracking due to not being strong enough to withstand tensile pressure so that it can produce stronger concrete. On the other hand, because the concrete is precast, it produces concrete that can reduce construction time. This is a research topic where the principles of prestressed concrete are applied to PC-I girder cross-sections. The cross-sections are compared to the stress values and deflection values. From the cross section, a stress value is obtained which is not far from the allowable stress. However, the cross-section of the PC-I girder, especially the bottom fiber of the girder, exceeds the allowable stress capacity ratio, which is 1,000. On the other hand, the deflection value of the cross-section of the PC-I girder already meets the permit deflection. So, the cross-section of the PC-I girder can be used as a consideration.Keywords: bridge, PC-I girder, prestressed concrete 
Pengaruh Subtitusi Parsial Limbah Bata Ringan terhadap Kuat Tekan Mortar Geopolimer Pratama, Nugraha Adi; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.51

Abstract

ABSTRAKDewasa ini penggunaan material pengikat berunsur alumina (Al2O3) atau silica (SiO2) seperti fly ash sebagai material substitusi semen mulai dijumpai dalam pembuatan beton berkelanjutan, yang seringkali dikenal sebagai beton geopolimer. Limbah bata ringan memiliki kandungan alumina atau silica sehingga dapat digunakan dalam campuran beton geopolimer. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kekuatan tekan mortar geopolimer akibat pengaruh substitusi parsial limbah bata ringan (LBR) baik sebagai binder terutama precursor fly ash (FA) maupun filler pasir galunggung (PG). Variasi substitusi parsial LBR terhadap FA yaitu 0%:100%; 10%:90%; 20%:80% dan 30%:70% sedangkan variasi substitusi parsial LBR terhadap PG yaitu 10%:90%; 15%:85% dan 20%:80%. Pengujian kekuatan tekan mortar dilakukan pada usia 7, 14 dan 28 hari. Pada usia 28 hari, kekuatan tekan mortar geopolimer dengan variasi 10% limbah bata ringan:90% fly ash yaitu 46,74 MPa. Sedangkan kekuatan tekan mortar geopolimer dengan variasi 10% limbah bata ringan:90% pasir hanya 26,37 MPa. Hal ini mengindikasikan bahwa substitusi limbah bata ringan sebagai agregat halus tidak direkomendasikan karena kekuatan tekan mortarnya mengalami penurunan yang diakibatkan kadar penyerapan alkali akivator begitu cepat sehingga reaksi polimerisasi dengan precursor tidak berlangsung dengan baik.Kata kunci: limbah bata ringan, mortar geopolimer, kekuatan tekan ABSTRACTNowadays, the use of binder materials containing alumina (Al2O3) or silica (SiO2) such as fly ash as a cement substitute material is starting to be found in the manufacture of sustainable concrete, which is often known as geopolymer concrete. Light brick waste contains alumina or silica so it can be used in geopolymer concrete mixtures. Therefore, this research aims to analyze the compressive strength of geopolymer mortar due to the influence of partial substitution of light brick waste (LBR) as a binder, especially fly ash (FA) precursor and Galunggung sand (PG) filler. Variations in partial substitution of LBR for FA are 0%:100%; 10%:90%; 20%:80% and 30%:70%, while the variation in partial substitution of LBR for P is 10%:90%; 15%:85% and 20%:80%. Mortar compressive strength testing was carried out at 7, 14 and 28 days. At 28 days, the compressive strength of geopolymer mortar with a variation of 10% light brick waste: 90% fly ash is 46.74 MPa. Meanwhile, the compressive strength of geopolymer mortar with a variation of 10% light brick waste: 90% sand is only 26.37 MPa. This indicates that the substitution of light brick waste as fine aggregate is not recommended because the compressive strength of the mortar decreases due to the rate of absorption of the alkali activator so quickly that the polymerization reaction with the precursor does not proceed well.Keywords: light brick waste, geopolymer mortar, compression strength 
Kajian Risiko dan Pencegahan Kebakaran pada Laboratorium Bahan Berbahaya dan Beracun, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor Julianto, Baskoro Tri; Azizah, Khusnita; Erizal, Erizal
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.10

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi risiko bencana kebakaran di Laboratorium Bahan Berbahaya dan Beracun, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan petugas laboratorium untuk menilai dimensi ruangan, okupansi, inventarisasi peralatan keselamatan kebakaran, dan jenis kegiatan yang dilakukan. Metode analisis risiko meningkuti AS/NZS 4360:2004, mengkategorikan risiko berdasarkan probabilitas dan tingkat keparahan. Hasil menunjukkan laboratorium memiliki infrastruktur keselamatan kebakaran yang memadai, termasuk APAR yang ditempatkan secara srategis, kotak P3K, dan sistem exhaust. Penilaian risiko mengidentifikasi bahaya dengan tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi pada beberapa pekerjaan laboratorium. Oleh karena itu, langkah pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko, termasuk pemahaman yang lebih baik akan prosedur keselamatan, penggunaan alat pelindung diri, dan evaluasi ulang protokol yang lebih aman. Analisis lintasan APAR mengacu pada Permen PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan untuk kebakaran kelas B yaitu kurang dari 15 m.Kata kunci: kebakaran, keparahan, laboratorium, proteksi, risikoABSTRACKThis study evaluates the risk of fire disaster in the Laboratory of Hazardous and Toxic Materials, Department of Civil and Environmental Engineering, Bogor Agricultural University. Data were obtained through direct observation and interviews with laboratory staff to assess room dimensions, occupancy, fire safety equipment inventory, and types of activities performed. The risk analysis method follows AS/NZS 4360:2004, categorizing risks based on probability and severity. Results showed that the laboratory had adequate fire safety infrastructure, including strategically placed fire extinguishers, first aid kits, and exhaust systems. The risk assessment identified some laboratory work hazards with low, medium, and high-risk levels. Therefore, preventive measures are needed to reduce risks, including a better understanding of safety procedures, use of personal protective equipment, and re-evaluating safer protocols. The APAR trajectory analysis refers to Permen PU No. 26/PRT/M/2008 concerning Technical Requirements for Fire Protection Systems in Buildings and Environments for class B fires, which are less than 15 m.Keywords: fire, laboratory, protection, risk, severity
Studi Kapasitas Daya Dukung Fondasi Tiang Pancang Baja dengan Pengaruh Negative Skin Friction dan Likuefaksi Ikhya, Ikhya; Sandwiadj, Mufidhiansyah Fahmi; Prasetyo, Priyo Adhi
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.60

Abstract

ABSTRAKKondisi tanah yang terdapat pada proyek jembatan serangan yang berada pada ruas  Tol Binjai-Langsa terdapat  lapisan tanah berpotensi likuefaksi setebal 6 meter dan terdapatnya timbunan yang berada diatas pilecap menyebabkan negative skin friction hingga kedalaman 26 m. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh negative skin friction dan likuefaksi terhadap kapasitas tiang pancang pipa baja ujung terbuka diameter 1 m. Analisis menggunakan bantuan program Apile, Lpile dan Group untuk mendapatkan kapasitas aksial, lateral, moment dan gaya akibat beban, dimana gaya akibat beban tersebut harus lebih kecil dari pada kapasitas tiang dengan perbandingan mendekati 1. dikarenakan negative skin friction dan likuefaksi memengaruhi kapasitas dan gaya akibat beban maka pada setiap kondisi memiliki jumlah tiang yang berbeda. Pada variasi kondisi normal menggunakan 12 tiang, untuk variasi kondisi negative skin friction menggunkaan 16 tiang, untuk variasi kondisi likuefaksi menggunakan 21 tiang dan kondisi negative skin friction dan likuefaksi menggunakan 45 tiang.Kata kunci: negative skin friction, likuefaksi, tiang pipa baja, kapasitas aksial, kapasitas lateral ABSTRACTThe soil condition in the Serangan bridge project which is located on the Binjai-Langsa toll road section has a layer of soil with the potential for liquefaction as thick as 6 meters and the presence of embankments above the pilecap causes negative skin friction to a depth of 26 m. The purpose of this study was to determine how the negative effect of skin friction and liquefaction on the capacity of piles of open end steel pipes with a diameter of 1 m. Analysis using the Apile, Lpile and Group programs to get the axial, lateral, moment and force due to the load, where the force due to the load must be smaller than the pile capacity with a ratio close to 1. because negative skin friction and liquefaction affect the capacity and the resulting force. load, each condition has a different number of piles. For variations in normal conditions using 12 piles, for variations in negative skin friction conditions using 16 piles, for variations in liquefaction conditions using 21 piles and for negative skin friction and liquefaction conditions using 45 piles.Keywords: negative skin friction, liquefaction, steel pipe piles, axial capacity, lateral capacity
Optimalisasi Proses Konstruksi Gedung Bertingkat dengan Building Information Modeling (BIM) Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.19

Abstract

ABSTRAKBuilding Information Modeling (BIM) mewakili konsep revolusioner bagi tenaga ahli yang terlibat dalam sektor konstruksi, menjanjikan integrasi yang lebih baik di antara berbagai pemangku kepentingan dalam sebuah proyek. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan dan efisiensi yang lebih besar di dalam proyek konstruksi. Dengan mengadopsi BIM, diharapkan bahwa kekurangan metode konvensional yang sering mengalami kesalahan karena ketidakakuratan dalam perhitungan. Mengingat hal ini, diperlukan untuk menggali lebih dalam implementasi BIM dan untuk menentukan kebutuhan material untuk pekerjaan kolom dan balok dalam struktur bangunan. Perhitungan dilakukan pada proyek akhir arsitektur dengan 2 model struktur. model pertama dengan jarak antar kolom 4 m dan model kedua dengan jarak antar kolom 8 meter. Dalam kasus ini, model 2 dengan jarak antar kolom yang lebih kecil (4,05 m) ternyata lebih ekonomis dibandingkan dengan model 1 yang memiliki jarak antar kolom yang lebih besar (8,1 m). Meskipun model 2 memerlukan lebih banyak kolom. Komponen struktur terdapat unggul di model pertama dan terdapat juga unggul di model kedua, secara keseluruhan dominan unggul di model yang memiliki antar jarak kolom 4 meter.Kata kunci: building information building, optimasi, gedung bertingkat, model struktur ABSTRACKBuilding Information Modeling (BIM) represents a revolutionary concept for professionals involved in the construction sector, promising better integration among various stakeholders in a project. This integration aims to create greater alignment and efficiency within construction projects. By adopting BIM, it is expected to overcome the shortcomings of conventional methods, which often suffer from errors due to inaccuracies in calculations. Considering this, it is necessary to delve deeper into the implementation of BIM and to determine the material requirements for column and beam work in building structures. Calculations were carried out on an architectural final project with 2 structural models. The first model has a distance between columns of 4 meters, and the second model has a distance between columns of 8 meters. In this case, model 2, with a smaller column spacing (4.05 m), turned out to be more economical compared to model 1, which has a larger column spacing (8.1 m), despite model 2 requiring more columns. Structural component advantages are found in the first model and also in the second model, but overall, dominance is seen in the model with a 4-meter column spacing.Keywords: building information modeling, optimization, high-rise buildings, structural model 
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proyek Padat Karya Preservasi pada Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores-NTT Poleng, Yosef Venansius Alvian; Teja, Antonius Walfino; Caling, Claudius Lippershey Bright; Gon, Kasmir
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.72

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pekerja, faktor penghambat proyek padat karya dan nilai produktivitas proyek padat karya preservasi di ruas Jalan Nasional (Ruas Bts. Kota Ruteng – Km.210 – Sp. Bajawa – Malanuza – Gako) yang melintasi tiga Kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada sepanjang 124,86 km; telah dilaksanakan pada Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Data yang diperoleh dari hasil wawancara responden di lapangan, diolah dan ditabulasi dengan menggunakan Microsoft Excel; kemudian dilakukan model pendekatan ekonometri dengan analisis regresi linier berganda melalui aplikasi JaSP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) sebagai alat bantu. Hasil penelitian pada proyek padat karya preservasi Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores dapat disimpulkan bahwa: 1) Umur, tingkat pendidikan formal, jenis kelamin, pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan metode sejenis adalah faktor yang mempengaruhi karakteristik pekerja. 2) Cuaca, kearifan lokal, lokasi topografi yang curam dan jenis tanah yang cadas, manajemen material proyek, perubahan volume dan desain pekerjaan, serta masalah dengan pihak lain merupakan faktor penghambat. 3) Faktor hambatan yang tidak menentu, namun dapat berjalan dengan baik apabila dikerjakan oleh perkerja sebanyak 29 orang karena dapat menghasilkan nilai produktivitas sebanyak 8,23 km.Kata kunci: jalan, proyek padat karya, faktor pengaruh, produktivitas ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the characteristics of workers, inhibiting factors of labor-intensive projects and the productivity value of preservation of labor-intensive projects on national roads (Bts. Ruteng - Km.210 - Sp. Bajawa - Malanuza - Gako) that cross three districts, namely Manggarai, Manggarai Timr and Ngada along 124.86 Km, has been carried out from December 2022 to February 2023. The data to be obtained from the results of respondents' interviews in the field are processed and tabulated using Microsoft Excel then an econometric approach model is carried out using multiple linear regression analysis through the JaSP application (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) as an auxiliary. The results of research on labor-intensive projects of national road preservation on the island of Flores can be concluded that:1) Age, level of formal education, gender, experience of carrying out work with similar methods are factors that influence the characteristics of workers. 2) Weather, local wisdom, steep topographic location and rocky soil type, project material management, changes in the volume and design of work, and problems with others are inhibiting factors. 3) The obstacle factor in the project is uncertain, but can run well if done by 29 workers because it can produce a productivity value of 8.23 Km.Keywords: road, labor-intensive projects, influence factors, productivity
Metode PVD dan Preloading sebagai Upaya Perbaikan Tanah Lunak di Proyek Jalan Tol Jambi Indonesia Pratiwi, Desti Santi; Abdurrahman, Faris Naufal
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.29

Abstract

ABSTRAKPermasalahan tanah lunak sering menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Tanah lunak akan mengalami proses konsolidasi yang merupakan proses terdisipasinya tekanan air pori berlebih akibat adanya beban dengan kurun waktu yang relatif lama. Hal tersebut dikarenakan tanah lunak memiliki ukuran dan nilai permeabilitas yang relatif kecil. Oleh karena itu upaya percepatan waktu konsolidasi perlu dilakukann untuk memangkas waktu konstruksi dan pada akhirnya dapat meminimalisisr biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi preloading dan PVD sebagai upaya perbaikan tanah lunak di area pembangunan Jalan Tol Jambi Indonesia dengan menggunakan pendekatan Metode Elemen Hingga yang berbasis Metode Numerik. Perencanaan PVD yang digunakan yaitu pola segitiga dengan spasi dan kedalaman yang divariasikan. Berdasarkan hasil analisis, PVD dengan kedalaman 4 m dan spasi 1,5m dapat mereduksi hingga 90% waktu penurunan yang akan terjadi, sehingga kombinasi tersebut disarankan dalam pengaplikasiannya di lapangan.Kata kunci: tanah lunak, konsolidasi, metode elemen hingga, PVD, waktu penurunan ABSTRACTSoft soil problems are often the main focus of infrastructure development, especially toll roads. Soft soil will experience a consolidation process that dissipates excess pore water pressure due to loads over a relatively long period of time. This is because soft soil has a relatively small size and permeability value. Therefore, efforts to accelerate consolidation time need to be made to cut construction time and ultimately minimise construction costs. This research aims to determine the combination of preloading and PVD as an effort to improve soft soil in the Jambi Indonesia Toll Road construction area using a finite element method approach based on numerical methods. The PVD plan used is a triangular pattern with varied spacing and depth. Based on the analysis results, PVD with a depth of 4 m and a spacing of 1.5 m can reduce up to 90% of the settlement time, so this combination is recommended for application in the field.Keywords: soft soil, consolidation, finite element method, PVD, settlement time  

Page 1 of 1 | Total Record : 8