cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2: Juli 2024" : 9 Documents clear
Pemanfaatan Fly Ash Sebagai Substitusi Sebagian Semen pada Papan Serat Ringan Susilowati, Anni; Satria, Kevin Muhammad; Pratikto, Pratikto
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.82

Abstract

ABSTRAKPapan serat ringan merupakan papan yang berasal dari pengolahan mortar yang terdiri dari campuran semen, pasir, air, foam, dan fly ash. Fly ash memiliki kandungan silica dan alumina yang mencapai 80%, dimana kandungan tersebut merupakan kandungan yang terdapat juga pada semen, sehingga fly ash dapat menjadi material alternatif sebagai pengganti semen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan acuan pengujian sifat fisik dan mekanik berdasarkan SNI 15-0233-1989 dan SNI 01-4449-2006. Variasi yang digunakan adalah 0,6 – 1 PC: 0,1 – 0,4 fly ash: 1,2 Pasir: FAS 0,233 dengan ditambahkan serat gelas sebanyak 4 lapis serta ditambahkan foam agent guna menciptakan mortar busa dengan perbandingan mortar dan foam agent adalah 0,45: 0,55. Hasil analisis menunjukan penggunaan fly ash menurunkan nilai kerapatan dan berat jenis papan serat ringan. Didapatkan papan serat ringan yang memiliki kemampuan dipaku yang baik serta nilai kuat lentur optimum didapatkan pada variasi 10% fly ash dengan nilai sebesar 67,19 kg/cm².Kata kunci: fly ash, mortar busa, papan serat ringan, serat gelas ABSTRACKLightweight fiberboard is a board derived from mortar processing, consisting of a mixture of cement, sand, water, foam, and fly ash. Fly ash contains a silica and alumina content of up to 80%, which is also present in cement, making fly ash a potential alternative material to replace cement. The research uses reference tests for physical and mechanical properties based on SNI 15-0233-1989 and SNI 01-4449-2006. The variations used are 0.6 – 1 PC: 0.1 – 0.4 fly ash: 1.2 Sand: FAS 0.233, with the addition of 4 layers of glass fibers and foam agent to create foam mortar with a mortar to foam agent ratio of 0.45: 0.55. The analysis results show that the use of fly ash decreases the density value and specific gravity of the light fiberboard. A lightweight fiberboard with good nail-holding capability is obtained, and the optimum flexural strength value is achieved at the 10% fly ash variation with a value of 67.19 kg/cm².Keywords: fly ash, foam mortar, lightweight fiberboard, fiberglass 
Evaluasi Kinerja Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut dengan Analisis Pushover Metode ATC-40 Fathoni, Rifqi Mukhlis; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.133

Abstract

Penentuan Tingkat Pelayanan Jalur Sepeda di Jalan Asia-Afrika Kota Bandung Budiharto, Lulu Nabila Aulia; Adisty, Zenitha Ratna; Sufanir, Angga Marditama Sultan
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.93

Abstract

ABSTRAKPemerintah Kota Bandung membangun beberapa jalur sepeda di ruas jalan Kota Bandung, salah satunya di Jalan Asia-Afrika. Jalan Asia-Afrika merupakan jalan arteri primer yang berada di pusat kota serta dikelilingi oleh gedung perkantoran dan tempat akomodasi wisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan jalur sepeda bagi seluruh pengguna jalan menggunakan metode Bicycle Level of Service. Metode ini memerlukan beberapa data, diantaranya: data jumlah kendaraan yang melintas, data kecepatan kendaraan, data kondisi perkerasan, serta data mengenai geometrik jalan. Studi ini menunjukkan bahwa Jalan Asia-Afrika Kota Bandung merupakan lingkungan dengan kondisi cukup baik bagi para pesepeda dengan nilai BLOS 2,887..Kata kunci: jalur sepeda, bicycle level of service ABSTRACTThe Government of Bandung has built several bicycle lanes on Bandung, including Asia-Afrika Street. The street is categorized as a primary arterial road downtown and surrounded by office buildings and tourist accommodation places. This study aims to analyze the level of bicycle lane service for all road users using the Bicycle Level of Service method. This method requires some data: traffic counting data, vehicle speed data, pavement conditions data, and geometrical data. This study shows that Asia-Afrika Street has a quite enough environment with a BLOS score of 2,887.Keywords: bicycle lane, bicycle level of service  
Analisis Perilaku Struktur Gedung Ber-Layout L Delapan Lantai dengan Penambahan Sistem Dilatasi Sabila, Fatihah Salma; Sari, Wulan; Gunadi, Riawan; Wusqo, Urwatul
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.140

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan Peraturan Menteri PU no 29/PRT/M/2006 menyatakan bahwa bangunan gedung dengan bentuk T, L atau U harus dilakukan pemisahan struktur atau dilatasi untuk menghindari terjadinya benturan elemen akibat gempa atau penurunan tanah. Terlebih pada daerah dengan risiko terhadap gempa yang cukup tinggi. Maka dari itu bentuk denah bangunan pada daerah rawan gempa disarankan memiliki bentuk yang beraturan atau simetris dan sederhana agar memiliki perilaku struktur yang baik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis perilaku struktur pada bangunan layout L dengan penambahan dilatasi. Analisis yang digunakan adalah analysis respon spectrum dan static ekuivalen mengacu pada SNI 1726:2019. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa penambahan dilatasi pada bangunan gedung dapat mengurangi kekakuan bangunan dan hal ini berpengaruh pada perilaku struktur bangunan yang terjadi. Kemudian, penggunaan dilatasi mampu mencegah terjadinya konsetrasi tegangan pada pelat yang cukup besar pada bangunan dengan layout L.Kata kunci: gempa, perilaku struktur, dilatasi, SNI 1726:2019 ABSTRACTBased on “Peraturan Menteri PU No. 29/PRT/M/2006” states that buildings with a T, L or U shape must be separated from the structure or dilated to avoid collisions with elements due to earthquakes or land subsidence. First, in areas with a high risk of earthquakes. Therefore, it is suggested that the shape of a building plan in an earthquake-prone area should have a regular or symmetrical and simple shape so that it has good structural behavior. In this study, an analysis of the structural behavior of the L layout building was carried out with the addition of dilation. The analysis used is response spectrum analysis and static equivalent which refers to SNI 1726:2019. The results of this study indicate that the addition of dilation to buildings can reduce the rigidity of buildings and this affects the behavior of building structures that occur. Then, the use of dilation is able to prevent the stress concentration on the slab which is quite large in buildings with L layout.Keywords: earthquake, structural behavior, dilation, SNI 1726:2019 
Pengaruh Serat Polypropylene pada Beton Oesman, Mardiana; Herawati, Risma; Jauza, Zalfa Nuur
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.103

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini melakukan pengujian pada campuran PFRSCC dan beton kontrol untuk mengetahui sifat mekanis beton tersebut. Komposisi campuran PFRSCC dan beton kontrol merujuk kepada penelitian Hafizhul (2023), melakukan penelitian terhadap UHPC (ultra high performance concrete) dengan menggunakan material lokal, yaitu pasir alam dan batu pecah lolos saringan 4,75mm. Komposisi PFRSCC dan beton kontrol menggunakan semen jenis Portland Slag Cement (PSC); 1% superplaticizer dari total binder; 30% Silica Fume dari total binder; serat Polypropylene sebesar 1% dari volume beton total; rasio pasir alam terhadap batu pecah 45%: 55%; rasio w/b sebesar 0,23. Namun demikian, campuran beton kontrol tidak mengandung serat PP. Hasil pengujian beton segar dengan flow table dicapai 250 mm dengan w/b 0,23. Hasil pengujian sifat mekanis PFRSCC pada umur 28 hari menunjukan kuat tekan sebesar 42,73 MPa; kuat tarik sebesar 4,33 MPa; kuat lentur sebesar 8,98 MPa; serta modulus elastisitas sebesar 45,51 GPa. Sedangkan, hasil pengujian sifat mekanik beton kontrol pada umur 28 hari menunjukan kuat tekan sebesar 47,66 MPa; kuat tarik sebesar 1,95 MPa; kuat lentur sebesar 6,29 MPa; serta modulus elastisitas sebesar 38,79 GPa. Apabila dibandingkan sifat mekanis PFRSCC terhadap beton kontrol, maka serat PP memberikan pengaruh dalam meningkatkan kuat tarik sebesar 2,38 MPa (122,05%), kuat lentur sebesar 2,67 MPa (42,77%), dan modulus elastisitas beton sebesar 6,67 GPa (17,32%). Namun, 1% serat PP menurunkan kuat tekan, lebih rendah 4,93 (10,34%) dibandingkan terhadap beton kontrol.Kata kunci: SCC, PFRSCC, Polypropylene, sifat mekanis ABSTRACTThis study conducted tests on a mixture of PFRSCC and control concrete to determine the mechanical properties of the concrete. The composition of the mixed PFRSCC and control concrete refers to Hafizhul's research (2023), research on UHPC (ultra high-performance concrete) using local materials, namely natural sand and crushed stone passing a 4.75mm filter. The composition of PFRSCC and control concrete uses Portland Slag Cement (PSC); 1% superplasticizer of total binder; 30% Silica Fume from total binder; Polypropylene fiber of 1% of the total concrete volume; ratio of natural sand to crushed stone 45%: 55%; w/b ratio of 0.23. However, the control concrete mix did not contain PP fiber. The results of testing fresh concrete with a flow table reached 250 mm with w/b ratio of 0.23. The results of testing the mechanical properties of PFRSCC at the age of 28 days showed a compressive strength of 42.73 MPa; tensile strength of 4.33 MPa; flexural strength of 8.98 MPa; and a modulus of elasticity of 45.51 GPa. Meanwhile, the results of testing the mechanical properties of the control concrete at the age of 28 days showed a compressive strength of 47.66 MPa; tensile strength of 1.95 MPa; flexural strength of 6.29 MPa; and a modulus of elasticity of 38.79 GPa. When compared to the mechanical properties of PFRSCC on control concrete, PP fiber has an influence in increasing the tensile strength of 2.38 MPa (122.05%), flexural strength of 2.67 MPa (42.77%), and the elastic modulus of concrete is 6.67 GPa (17.32%). However, 1% PP fiber decreased the compressive strength, 4.93 (10.34%) lower than the control concrete.Keywords: SCC, PFRSCC, Polypropylene, sifat mekanis  
Perencanaan Ulang Struktur Rangka Atap Baja Truss pada Bangunan Industri Prasetyo, Agung Budi; Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.151

Abstract

ABSTRAKBangunan Industri adalah struktur fisik yang dirancang dan digunakan untuk memfasilitasi proses produksi, penyimpanan, dan distribusi produk dalam skala industri, salah satunya adalah gudang. Pada bangunan industri, terdapat salah satu jenis rangka atap yang umum digunakan, yaitu truss, suatu sistem rangka dari elemen struktural lurus yang saling terhubung dan membentuk segitiga-segitiga tertutup. Perencanaan rangka atap perlu mempertimbangkan efisiensi penggunaan material, karena baja merupakan material yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang struktur atap Gudang Bahan Baku PT Petrokimia Gresik dengan menggunakan beban angin berdasarkan peraturan beban minimum untuk perencanaan gedung yaitu SNI 1727: 2020 yang pada perencanaan awalnya menggunakan SNI 1727:1989. Hasil menunjukkan bahwa dengan pemodelan analisis struktur tiga dimensi dengan software SAP2000, didapatkan profil atap gudang dengan perencanaan ulang adalah 2L 250x250x25 dengan hasil lendutan bertambah sebesar 59,82% dan berat struktur bertambah 86,76% lebih berat daripada perencanaan awal yang menggunakan profil 2L 150x150x15.Kata kunci: perencanaan ulang, gudang, baja, truss, SAP2000 ABSTRACTAn Industrial Building is a physical structure designed and used to facilitate the production, storage, and distribution of products on an industrial scale, such as a warehouse. One common type of roof frame used in industrial buildings is the truss, a frame system made of straight structural elements connected to form closed triangles. Roof frame planning must consider material efficiency since steel is an expensive material. This study aims to redesign the roof structure of the Raw Material Warehouse at PT Petrokimia Gresik using wind loads based on the minimum load regulations for building structure planning, specifically SNI 1727:2020, as opposed to the original plan that used SNI 1727:1989. The results show that with the three-dimensional structural analysis modeling using SAP2000 software, the redesigned warehouse roof profile is 2L 250x250x25, resulting in a deflection increase of 59.82% and the structural weight increasing by 86.76% compared to the original plan using the 2L 150x150x15 profile.Keywords: redesign, warehouse, steel, truss, SAP2000 
Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Volume Lalulintas Purwanti, Oka; Widianto, Barkah Wahyu; Triana, Sofyan; Aji, Dilham Surya
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.114

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan bermotor. Lokasi pengamatan berada di sebuah rumah sakit yang memiliki baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kebisingan pada siang hari (06.00-22.00) telah melebihi batu tingkat kebisingan semenasa pada malam hari (22.00-06.00) tingkat kebisingan masih berada di bawah baku tingkat kebisingan. Model tingkat kebisingan menggunakan valume lalulintas total dan volume lalulintas terklasifikasi sebagai variabel yang berpengaruh. Hasilnya menunjukkan nilai R2 bervariasi antara 57,99% sampai 92,68% (menggunakan volume lalulintas total) dan 60,74% sampai 94,50% (menggunakan volume lalulintas terklasifikasi). Prediksi tingkat kebisingan menghasilkan nilai kebisingan pada siang hari menunjukkan nilai yang melampaui baku tingkat kebisingan sedangkan pada malam hari, sampai tahun 2030 tingkat kebisingan masih dibawah baku tingkat kebisingan.Kata kunci: tingkat kebisingan, volume lalulintas ABSTRACTNoise is a factor that can cause various diseases. One source of noise comes from the sound of motorized vehicles. The observation location is in a hospital which has a standard noise level of 55 dB. Observation results show that the noise level during the day (06.00-22.00) has exceeded the noise level while at night (22.00-06.00) the noise level is still below the standard noise level. The noise level model uses total traffic volume and classified traffic volume as influential variables. The results show that the R2 value varies between 57.99% to 92.68% (using total traffic volume) and 60.74% to 94.50% (using classified traffic volume). The noise level prediction produces noise values during the day that show values that exceed the standard noise level, while at night, until 2030 the noise level will still be below the standard noise levelKeywords: noise level, traffic  
Pengujian Kuat Rekat Sambungan Kayu Menggunakan Cyanoacrylate Adhesive dengan Pengisi Serbuk Soda Kue, Serbuk Sketsa, Serbuk Kopi dan Serbuk Kayu Jualiana, Ervananda Putri; Arnandha, Yudhi; Rakhmawati, Anis
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.124

Abstract

ABSTRAKKayu yang dipasarkan di pasaran mempunyai keterbatasan dalam ukuran, sehingga dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode penyambungan kayu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kuat rekat sambungan kayu menggunakan cyanoacrylate adhesive dan isian serbuk soda kue, serbuk sketsa, serbuk kopi, dan serbuk kayu serta mengetahui serbuk yang paling baik sebagai pengisi perekatan untuk meningkatkan kekuatan rekatnya. Pembuatan benda uji pada penelitian ini berjumlah 20 buah dengan 5 jenis varian yang masing-masing variasi dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan, Program Studi Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Pengujian ini didasarkan pada standar ASTM D905-03. Hasil perhitungan kuat rekat sambungan kayu mahoni menggunakan variasi beda isian yang tanpa isian, serbuk soda kue, serbuk sketsa, serbuk kopi, dan serbuk kayu memiliki rata-rata sebesar 4,97 MPa; 2,58 MPa; 0,61 MPa; 2,54 MPa; dan 6,15 MPa. Variasi isian serbuk kayu memiliki kuat rekat tertinggi dikarenakan sifat serbuknya yang mampu menyerap cairan dengan baik dari pada serbuk yang lainnya sehingga perekatnya lebih menyerap dengan merata serta karena jenis yang sama dengan bidang rekatnya.Kata kunci: kayu mahoni, kuat rekat, cyanoacrylate adhesive, serbuk pengisi ABSTRACTWood that is marketed in the market has limitations in size, so it can be done by utilizing the wood splicing method. The purpose of this study was to determine the adhesive strength value of wood joints using cyanoacrylate adhesive glue and baking soda powder filling, sketch powder, coffee powder, and wood powder; not only to determine the best powder for gluing fillers but also to increase the adhesive strength. The manufacture of test objects in this study amounted to 20 pieces with 5 types of variants, each of which was repeated 4 times. Testing was carried out at the Building Materials Laboratory, Civil Engineering and Planning Study Program, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University. This test is based on the ASTM D905-03 standard. The results of the calculation of the adhesion strength of mahogany wood joints using different variations of fillings without fillings, baking soda powder, sketch powder, coffee powder, and wood powder have an average of 4.97 MPa, 2.58 MPa, 0.61 MPa, 2.54 MPa, and 6.15 MPa. The wood powder filling variation has the highest adhesive strength due to the nature of the powder which is able to absorb liquid better than other powders so that the adhesive absorbs more evenly and because of the same type as the adhesive field.Keywords: mahogany wood, adhesive strength, cyanoacrylate adhesive, filler powder  
Evaluasi Kinerja Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut dengan Analisis Pushover Metode ATC-40 Fathoni, Rifqi Mukhlis; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.133

Abstract

ABSTRAKPerancangan struktur bangunan gedung bertingkat di Indonesia memiliki tantangan yang harus dihadapi, yaitu risiko bencana alam berupa gempa bumi. Indonesia terletak di persimpangan empat lempeng tektonik: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Filipina yang dikenal juga sebagai Cincin Api Pasifik. Analisis seismik non linier biasanya digunakan untuk mengetahui kinerja struktur bangunan bertingkat dan tidak beraturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktur Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut, baik dengan analisis sesimik linier respon spektra maupun analisis seismik non linier pushover, menggunakan software SAP2000 yang diselidiki berdasarkan gaya geser dasar, perpindahan, dan simpangan. Penelitian ini menghasilkan gaya geser maksimum pada arah X sebesar 61.045,515 kN dengan perpindahan sebesar 33,811 mm; sedangkan arah Y gaya geser maksimum sebesar 90.114,592 kN dengan perpindahan 1,799 mm. Berdasarkan metode ATC-40, Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut memiliki level kinerja struktur Immediate Occupancy (IO). Hal ini terlihat dari nilai simpangannya sebesar 0,0005 untuk arah X dan 0,00001 untuk arah Y halmana level kinerja struktur Immediate Occupancy bernilai ≤0,01.Kata kunci: bangunan gedung bertingkat, analisis pushover, level kinerja struktur, ATC-40 ABSTRACTThe structural design of multi-story buildings in Indonesia confronting challenges that is the risk of natural disasters such as earthquakes. Indonesia is located at the intersection of four tectonic plates: the Indo-Australian Plate, the Pacific Plate, the Eurasian Plate, and the Philippine Plate, which is also known as the Pacific Ring of Fire. Non-linear seismic analysis is usually used to determine the structural performance of multi-story and irregular building. The aim of this research is to evaluate the structural performance of the West Stand Structure of the RAA Adiwijaya Stadium, Garut Regency, both with linear seismic analysis of spectral response and non-linear pushover seismic analysis, using SAP2000 software which is investigated based on base shear forces, displacements and drifts. This research produces a maximum base shear force in the X direction of 61,045.515 kN with a displacement of 33.811 mm; while in the Y direction the maximum base shear force is 90,114.592 kN with a displacement of 1,799 mm. Based on ATC-40 method, the West Stand structure of the RAA Adiwijaya Stadium, Garut Regency has an Immediate Occupancy (IO) structural performance level. This can be seen from the drift value of 0.0005 for the X direction and 0.00001 for the Y direction, where the Immediate Occupancy structural performance level is ≤0.01.Keywords: multi-story buildings, pushover analysis, compression strength, structural performance level, ATC-40 

Page 1 of 1 | Total Record : 9