cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3: November 2023" : 8 Documents clear
Evaluasi Struktur Rangka Kuda-Kuda Atap Baja Canai Dingin Wisma Perhutani Jakarta Selatan Berdasarkan SNI 7971:2013 Putri, Alya Nisrina Nabilah; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.246

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, material baja canai dingin seringkali diaplikasikan terutama struktur rangka kuda-kuda atap pada konstruksi gedung dewasa ini karena harga yang terjangkau dan mudah dalam pemasangan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kembali terhadap struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan berdasarkan SNI 7971:2013 yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan material baja canai dingin profil kanal dengan dimensi C75x35x0,75. Analisis profil kanal menggunakan metode LRFD berdasarkan SNI 7971:2013 dengan melakukan pemodelan pada software SAP2000 sebagai struktur rangka 2D statis tertentu. Dari hasil analisis, didapatkan 5 batang tekan melebihi rasio kapasitas penampang dengan nilai rasio terbesar sebesar 1,638. Sementara itu, lendutan yang terjadi sebesar 4,653 mm masih memenuhi nilai lendutan izin. Oleh karena itu, didapatkan simpulan bahwa struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan tidak dapat menahan kombinasi beban luar berdasarkan peraturan SNI 1727:2020, karena terdapat batang yang tidak memenuhi syarat rasio kapasitas penampang.Kata kunci: rangka kuda-kuda atap, baja canai dingin, rasio kapasitas penampang, deformasi ABSTRACTIn Indonesia, nowadays cold-formed steel material is often applied in building construction as roof truss frame structures, because of its affordable price and easy installation. In this research, a re-evaluation was carried out of Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure based on SNI 7971:2013 which aims to determine the effectiveness of using channel profile cold formed steel material with dimensions of C75x35x0.75. Channel profile analysis uses the LRFD method based on SNI 7971:2013 by modeling in SAP2000 software as a certain statistical 2D frame structure. From the analysis results, there are 5 compresision members exceeded its maximum capacity ratio as 1.638. Meanwhile, deflection that occurs is 4.653 mm below the allowable deflection. Therefore, it could be concluded that Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure could not restrain load combinations based on SNI 1727:2020, because of some members exceeded the allowable capacity ratio.Keywords: roof truss, cold-formed steel, cross-sectional capacity ratio, deflection
Identifikasi Kondisi Perkerasan Kaku Menggunakan Pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B (Studi Kasus: Ruas Jalan Cangkorah, Kabupaten Bandung Barat) Aisyah, Linda
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.207

Abstract

ABSTRAKPengukuran kondisi perkerasan dapat dilakukan dengan cara melakukan survei langsung dilapangan secara visual. Salah satu pedoman yang digunakan untuk mengindentifikasi kondisi perkerasan ialah menggunakan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Indentifikasi kondisi perkerasan dilakukan di ruas jalan Cangkorah Kabupaten Bandung Barat dengan jenis perkerasan ialah perkerasan kaku dengan panjang jalan 1 km. Metodologi diawali dengan melakukan survei lapangan dengan membagi perkerasan menjadi 20 unit sampel masing-masing per 50 meter, menganalisis hasil survei menggunakan pedoman Pd-01-2016-B, menentukan nilai rata-rata IKP yang menunjukkan skala kondisi perkerasan kaku. Hasil pengukuran kondisi perkerasan dilapangan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penanganan yang tepat pada kerusakan jalan. Dari hasil survei dan analisis  menggunakan pedoman IKP didapatkan rata-rata nilai IKP perkerasan kaku ialah 51 yang menunjukan skala kondisi jelek dimana presentase  kondisi perkerasan 10% sangat baik, 15% baik, 20% sedang, 20% jelek, 20% parah serta 15% sangat parah sehingga direkomendasikan penanganan 55% rekonstruksi, 20% peningkatan struktural, 15% pemeliharaan berkala, dan 10% pemeliharaan rutin atau dapat direkomendasikan secara umum penanganan yang tepat untuk perkerasan kaku sepanjang 1 km di jalan Cangkoarah ialah rekonstruksi.Kata kunci: kondisi perkerasan, perkerasan kaku, IKP, rekonstruksi ABSRACTThe measurement of Pavement condition can be visually assessed through field surveys. Pavement Condition Index (IKP) Pd-01-2016-B was used as national guideline in identifying the pavement condition. It was determined that Cangkorah Street in Kabupaten Bandung Barat has a rigid pavement, extending for a length of 1 km. The following steps were carried out to assess the pavement condition, road condition survey, segmentation of the road into 50-meter segments, data collection and analysis based on Pd-01-2016-B, and the calculation of the average value of IKP, which represents the scale of the rigid pavement condition. Based on the IKP result, the pavement condition on Cangkorah Street is 10% good, 15% satisfactory, 20% fair, 20% poor, 20% very poor, and 15% in serious condition. The average IKP value for the rigid pavement is 51 which shows that the road is in poor condition that need to be improved by reconstructing the road along 1 Km. The needed improvement could also classify with 55% reconstruction, 20% structural improvement, 15% periodic maintenance, and 10% routine maintenance.Keywords: pavement condition, rigid pavement, IKP, reconstruction
Validasi Perhitungan Kapasitas Saluran Drainase Menggunakan Metode Rasional Modifikasi dengan Software HEC-RAS & SWMM (Studi Kasus: Drainase Jalan Raya Bungbulang, Kabupaten Garut) Pratama, Bagas Yoga; Munandar, Almudatzir
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.216

Abstract

ABSTRAKSuatu negara tropis salah satunya yaitu Indonesia, permasalahan erosi yang sering menjadi perusak tata air pada suatu ruang lingkup DAS (Daerah Aliran Sungai). Pada fakta lapangan terdapat masalah saluran drainase yaitu konektivitas saluran yang terputus maupun rusak akibat erosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi sistem drainase berdasarkan analisis hidrologi serta hidraulika yang dikalkulasi secara teknis dan program. Hasil penelitian ini diperoleh debit banjir rencana (𝑄𝑟) menggunakan metode rasional modifikasi sebesar 2,408 m3/s. Sedangkan kapasitas pada tampungan saluran (𝑄𝑠) didapatkan hasil sebesar 1,677 m3/s. Analisis secara program dilakukan menggunakan software HEC-RAS 6.0 dan SWMM 5.2 yang dapat mensimulasikan tinggi genangan di atas saluran drainase. Oleh karena itu, sangat diperlukan perencanaan ulang pada saluran drainase. Perencanaan ulang saluran drainase yang baru harus memperbesar daya tampung saluran dengan memperdalam dimensi penampang saluran drainase agar dapat menampung debit rencana.Kata kunci: drainase, debit rencana, HEC-RAS, SWMM ABSTRACTIn a tropical country, Indonesia is one of them, the problem of erosion is often a destroyer of water management in a watershed scope (Watershed). In the field facts, there is a drainage channel problem, namely channel connectivity that is disconnected or damaged due to erosion. The purpose of this research is to determine the condition of the drainage system based on hydrological analysis and hydraulics calculated technically and programmatically. The results of this study obtained a planned flood discharge (𝑄𝑟) using the modified rational method of 2.408 m3/s. While the channel storage capacity (𝑄𝑠) obtained a result of 1,677 m3/s. The program analysis was carried out using HEC-RAS 6.0 and SWMM 5.2 software, which can simulate the inundation height above the drainage channel. Therefore, it is very necessary to redesign the drainage channel. The redesign of the new drainage channel must increase the capacity of the channel by deepening the cross-sectional dimensions of the drainage channel to accommodate the designed discharge.Keywords: drainage, plan discharge, HEC-RAS, SWMM
Analisis Pengaruh Penggunaan Retarder pada Mortas Geopolimer Widyaningsih, Euneke; Burhanudin, Irsyad Akbar
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.178

Abstract

ABSRAKBeton, yang terdiri dari campuran semen, air, agregat halus, serta agregat kasar telah mengalami pengembangan dengan penggunaan bahan pengikat anorganik seperti alumina - silicate polymer atau geopolimer. Geopolimer ini adalah pilihan yang ramah lingkungan jika dibandingkan dengan beton konvensional berbasis semen Portland yang memiliki jejak karbon yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara penambahan bahan kimia retarder mempengaruhi waktu ikat dan kekuatan tekan pada beton geopolimer. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase retarder yang ditambahkan pada fly ash sebagai bahan penyusun beton geopolimer, rata-rata kekuatan tekan cenderung menurun (kuat tekan usia 28 hari berurutan dari variasi 0%; 1,5%; 2%; 2,5% adalah 44,93 MPa; 44,86 MPa; 32,81 MPa; 26,87 MPa), sementara waktu ikat meningkat dari 420 detik menjadi 600 detik. Ini mengindikasikan bahwa retarder secara efektif memperlambat proses pengerasan, tetapi mempengaruhi kekuatan tekan beton.Kata kunci: beton geopolimer, retarder, waktu ikat akhir ABSTRACTConcrete, which consists of a mixture of cement, water, fine aggregate and coarse aggregate, has undergone development with the use of inorganic binders such as alumina - silicate polymer or geopolymer. This geopolymer is an environmentally friendly choice when compared to conventional Portland cement-based concrete which has a lower carbon footprint. This research aims to analyze how the addition of chemical retarders affects the setting time and compressive strength of geopolymer concrete. The results show that the higher the percentage of retarder added to fly ash as a constituent of geopolymer concrete, the average compressive strength tends to decrease (compressive strength aged 28 days sequentially from variations of 0%, 1.5%, 2%, 2.5% are 44.93 MPa, 44.86 MPa, 32.81 MPa, 26.87 MPa), while the binding time increases from 420 seconds to 600 seconds. This indicates that the retarder effectively slows down the hardening process, but affects the compressive strength of the concrete.Keywords: geopolymer concrete, retarder, final setting time
Pengaruh Bakteri Bacillus Megaterium sebagai Self-Healing Agent pada Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Fauziah, Lulu; Murhayati, Siti Mutiara; M, Luthfi Muhammad; Aisyah, Linda
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.228

Abstract

ABSTRAKSifat beton yang lemah terhadap tarik memungkinkan terjadinya retakan mikro dan dapat merambat menjadi retakan makro, apabila retakan tersebut tidak terdeteksi. Oleh karena itu, muncul inovasi yang disebut dengan Self-healing concrete (SHC), yaitu beton dapat menutupi retakan mikro secara mandiri tanpa adanya perlakuan dari manusia. Pada penelitian ini, digunakan bakteri Bacillus megaterium sebagai healing agent kemudian diterapkan pada beton mutu tinggi rencana 45 MPa berdasarkan pedoman ACI 211-4r.93, dengan kadar subtitusi semen oleh fly ash sebanyak 25% dan persentase bakteri sebesar 2% dari komposisi air yang digunakan. Hasilnya, diperoleh peningkatan nilai kuat tekan pada beton bakteri umur 28 hari sebesar 12,662% terhadap beton kontrol. Dimana nilai kuat tekan rata-rata 62,199 MPa pada beton bakteri dan 55,208 MPa untuk beton kontrol. Selain itu, beton bakteri mulai menunjukkan proses self-healing pada hari ke-21 pasca pengujian dan lebar ukuran retakan mikro yang dapat diperbaiki bakteri adalah berkisar 0,66-2,76 mm.Kata kunci: beton mutu tinggi, self-healing concrete, bacillus megaterium, kuat tekanABSTRACTThe weak tensile properties of concrete allow micro-cracks to occur and propagate into macro-cracks if they are not detected. Therefore, an innovation called Self-healing concrete (SHC) emerged, where concrete can cover micro-cracks independently without human treatment. In this study, Bacillus megaterium bacteria were used as a healing agent. Then they applied to high-strength concrete plan 45 MPa based on ACI guideline 211-4r.93, with a cement substitution content by fly ash of 25% and a percentage of bacteria of 2% of the composition of the water used. As a result, an increase in compressive strength value was obtained in bacterial concrete aged 28 days by 12.662% against control concrete. Where bacterial concrete was 7,524 MPa and control concrete was 7,399 MPa. In addition, bacterial concrete began to show a self-healing process on the 21st day after the compressive test, and the width of the size of micro-cracks that bacteria can repair is in the range of 0.66-2.76 mm.Keywords: high strength concrete, self-healing concrete, bacillus megaterium, compressive strength
Kajian Variabel Risiko Kecelakaan Kerja dan Upaya Mitigasi Risiko Berdasarkan pada Proyek Pembangunan SUTT 150 kV di Kota X Berdasarkan Standar AS/NZS 4360:2004 Shima, Ratih Dewi; Puspadewi, Selly; Hazairin, Hazairin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.186

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan pembangunan SUTT 150 kV terdapat kemungkinan potensi risiko kecelakaan kerja, sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut untuk menganalisis faktor penyebab posibilitas kecelakaan kerja selama proses pembangunan SUTT. Hal ini disebabkan oleh minimnya penerapan SMK3. Penelitian ini menggunakan metode tingkat kemungkinan (likelihood) dan matriks level, sedangkan untuk standar yang digunakan pada penilaian tingkat risiko adalah AS/NZS 4360:2004. Berdasarkan hasil penelitian pada pembangunan SUTT 150 kV di Kota X diperoleh hasil indeks risiko dan matriks risiko (level) potensi risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan erection dan pekerjaan stringing memiliki variabel risiko non-teknis, seperti dehidrasi dan tersambar petir.Kata kunci: AS/NZS 4360:2004, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ABSTRACTHigh Voltage Transmission Lines (HVTL or SUTT in Indonesia terms) 150 kV construction has the potential risk of work accidents, therefore action is needed in the implementation of the construction 150 kV SUTT has the potential risk of work accidents, so that action is needed to analyze various factors that cause work accidents that may occur during the SUTT construction process. This can be caused by the lack of implementation of the Occupational Health and Safety Management System. The methods used are likelihood and matrix level, while the standard used in the risk level assessment in this study is AS/NZS 4360:2004. Data were obtained from the results of discussions, interviews and questionnaires distributed to several respondents. Based from research on the X City 150 kV SUTT Development Project, the results that obtained from the analysis are value of the risk index and risk analysis matrix (level) of the potential risk of work accidents in erection tower work and in stringing tower work has a non-technical risk variable.Keywords: AS/NZS 4360:2004, Occupational Health and Safety Management System (SMK3), High Voltage Transmission Lines (SUTT)
Studi Perbandingan Respon Struktur pada Gedung Menggunakan Profil Baja Kastela dan WF Diredja, Nessa Valiantine; Desimaliana, Erma; Adhitomo, Ibnu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.240

Abstract

ABSTRAKPenggunaan material beton bertulang sebagai material konstruksi struktur gedung masih sangat populer khususnya pada bangunan tinggi. Namun saat ini, material baja sudah tidak asing di dunia konstruksi karena kekuatan tarik dan tekan yang cukup tinggi dibandingkan beton bertulang. Adapun inovasi dari baja profil salah satunya adalah baja kastela. Baja kastela dapat menambah kapasitas kekuatan penampang tanpa menambah berat sendirinya. Penelitian ini mengkaji respons struktur dari 3 model gedung 9 lantai berupa struktur eksisting menggunakan material beton bertulang, struktur gedung dengan material baja dan struktur gedung baja yang menggunakan balok dari baja kastela. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa dari ketiga variasi model struktur, gedung dengan menggunakan baja kastela pada elemen balok menghasilkan periode serta simpangan antar lantai yang lebih kecil di segala arah dibandingkan dengan bangunan dari struktur beton bertulang dan struktur baja.Kata kunci: beton bertulang, baja, baja kastela ABSTRACTThe use of reinforced concrete as a construction material for building structures is still very popular, especially in high rise building. However, currently, steel material is also common to use because its tensile and compressive strength is quite high compare to reinforced concrete. One of the innovations in steel profile is castellated steel. Castellated steel can increase the strength capacity especially in bending strength without increasing its own weight. This research examines the structural response of three models of 9 story buildings in the form of existing structure using reinforced concrete material, building structure using steel material and steel building with the use of castellated beam. Based on the result of the analysis, it was concluded that of the three structural model variations, building using castellated beam produced period of structure and story drift that smaller in all direction compared to buildings using reinforced concrete and steel structures.Keywords: reinforced concrete, steel, castellated steel
Analisis Perencanaan dan Kelayakan Ekonomi Kolam Retensi pada Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi Hidayat, Samsul; Andajani, Sih; Prasetyo, Ryan Faza
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.197

Abstract

ABSTRAKPerumahan Griya Bintara Indah di Kecamatan Bekasi Barat sering mengalami genangan pada saat hujan dengan intensitas tinggi. Pada saat hujan tinggi, genangan pada Perumahan Griya Bintara Indah disebabkan sebagian saluran drainasenya sudah tidak mampu menampung air hujan dan elevasi muka air saluran drainase di hilir lebih rendah dari pada elevasi muka air di outletnya sehingga terjadi aliran balik. Penanganan genangan harus komprehensif, diusulkan dimensi saluran drainase eksisting di bagian hulu perumahan diperbesar dan di bagian hilir dibangun kolam retensi dengan pompa. Ada 2 alternatif yang diteliti, yaitu alternatif 1 kolam retensi tanpa merubah dimensi dan alternatif 2 kolam retensi dengan merubah dimensi. Metode studi kelayakan ekonomi yang digunakan adalah Metode Analisis Sensitivitas. Hasil dari analisis hidrologi dan hidraulika ada 37 ruas saluran eksisting sudah tidak mampu menampung debit banjir kawasan, sehingga diusulkan saluran eksisting diperbesar dengan U-ditch 500/500 dan kolam retensi dibangun dengan volume 35.481,62 m³. Dari hasil studi kelayakan ekonomi alternatif 2 mempunyai kelebihan dibanding alternatif 1. Biaya pengeluaran untuk alternatif 2 lebih kecil dari alternatif 1 sehingga penghematan biaya alternatif 2 lebih besar dari alternatif 1. Selanjutnya, dampak dari genangan akan hilang total pada alternatif 2.Kata kunci: saluran drainase, kolam retensi, studi kelayakan ekonomi ABSTRACTThe Griya Bintara Indah Housing Complex in West Bekasi District often experiences inundation during high-intensity rains. During heavy rains, inundation in the Griya Bintara Indah Housing Complex is caused by fact that some of the drainage channels are no longer able to accommodate rainwater and the water level of the downstream drainage channels is lower than the water level at the outlet, resulting in backwater. Management of inundation must be comprehensive in the upstream part of the housing it is proposed to enlarge the dimensions of the existing drainage channels and in the downstream part to build a retention pond with pumps. There are 2 alternatives studied, namely alternative 1 the retention pond without changing the dimension and alternative 2 the retention pond by changing the dimensions. The economic feasibility study method used is the Sensitivity Analysis Method. The results of the hydrological and hydraulics analysis show that 37 existing canal sections are no longer able to accommodate regional flood discharges, so it is proposed that the existing canals be enlarged with U-ditch of 500/500 and a retention pond built with a volume 35,481.62 m3. From the results of the economic feasibility study, alternative 2 has advantages over alternative 1. Expenditure cost for alternative 2 is smaller than alternative 1. The amount of cost savings for alternative 2 is greater than alternative 1. Furthermore, the impact of inundation will disappear completely in alternative.Keywords: drainage channel, retention pond, economic feasibility study

Page 1 of 1 | Total Record : 8