cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pemodelan Transportasi pada Jalan Trans Bangka Menggunakan Aplikasi PTV Visum (Hal. 83-94) Yunus, Ghina Ariqoh Ufairoh; Herman, Herman; Maulana, Andrean
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.261 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.83

Abstract

ABSTRAKDalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dengan namanya transportasi, namun transportasi saat ini kurang diimbangi dengan fasilitas yang ada. Pada penelitian ini lokasi yang ditinjau adalah Jalan Trans Bangka dengan zona kabupaten di Pulau Bangka. Pemodelan dilakukan dalam empat tahap pemodelan transportasi dan pembebanan dilakukan dengan metode pembebanan Keseimbangan Wardrop menggunakan aplikasi PTV Visum. Berdasarkan hasil validasi arus lapangan dengan arus model dapat dikatakan valid karena yang didapat dari grafik memiliki nilai mendekati 1 yaitu 0,86. Pergerakan yang terjadi setelah dibangunnya jalan Trans Bangka pada tahun 2020 menunjukkan hasil arus rata-rata untuk kendaraan penumpang sebesar 170 smp/jam dengan kecepatan 52 km/jam dan kendaraan barang sebesar 165 smp/jam dengan kecepatan 51 km/jam. Hal ini dapat diartikan kendaraan penumpang yang melewati jalan Trans Bangka lebih besar dibandingkan dengan kendaraan barang. Derajat kejenuhan yang didapat pada jalan Trans Bangka tahun 2020 menunjukkan nilai yang relatif kecil atau <0,85.Kata kunci: jaringan jalan, PTV Visum, keseimbangan wardrop ABSTRACTEveryday life people can’t escape with the name of transportation, but the current transportation is less balanced with existing facilities. In this study the location reviewed is Trans Bangka Road with the district zone in Bangka Island. Modeling is done in four stages of transport modeling and loading is done by loading method of Wardrop Balance using PTV Visum application. Based on the results of validation results that the flow field with the flow of the model can be said to be valid because  obtained from the graph has a value close to 1 that is 0.86. The movement occurring after the construction of Trans Bangka road in 2020 shows the average current flow for passenger vehicles of 170 smp/hour with speed 52km/hour and for goods vehicles of 165 smp/hour with speed 51km/hour. It can be interpreted that passenger vehicle passing through Trans Bangka road is bigger compared to goods vehicle. The degree of saturation obtained on the Trans Bangka road in 2020 shows a relatively small value of <0.85.Keywords: road network, PTV Visum, wardrop equilibrium
Pemodelan Vertical Drain Dengan Menggunakan Model Elemen Hingga Pada Analisis Konsolidasi Di Bendungan Marangkayu Kalimantan Timur (Hal. 1-16) Mulyana, Raden Wahyu; Hamdhan, Indra Noer; S., Bemby
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.36 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.1

Abstract

ABSTRAKAnalisis penurunan tanah pada kondisi setelah dilakukan perbaikan tanah berdasarkan data settelement plate pada proses preloading dan vertical drain Bendungan Marangkayu (2012- 2013) menunjukan penurunan sebesar -1,366 meter. Parameter tanah diperoleh dengan cara coba-coba menggunakan Plaxis 2D AE, dimana parameter tanah yang mendekati penurunan lapangan yang akan digunakan dalam analisis. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh besarnya penurunan dan waktu selama proses preloading dan vertical drain dengan jarak antar vertical drain yang sesuai untuk mempercepat proses konsolidasi dan mempercepat penurunan nilai Pore Water Pressure (PWP). Hasil analisis konsolidasi dengan software Plaxis 2D AE pada kondisi tanah jenuh air dengan kombinasi preloading dan vertical drain menunjukan bahwa jarak antara PVD yang sesuai dengan output analisis data lapangan adalah dengan jarak PVD 1 meter dengan kedalaman PVD 10 meter dari total kedalaman tanah lunak 30 meter atau (floating pvd).Kata Kunci : preloading, vertical drain, metode elemen hingga. ABSTRACTAnalysis of soil settlement after improved soil conditions based on the settlement plate data on the preloading and vertical drains Marangkayu Dam (2012-2013) shows a decrease of - 1.366 meters. Soil parameter was analysed by trial and error method using Plaxis 2D AE, where the parameters are closer to field settlement that will be used in the analysis. This analysis aimed to obtain the reduction in magnitude and time during the process of preloading and vertical distance between the vertical drain with drain corresponding to speed and accelerate the consolidation process Pore Water Pressure dissipation (PWP). The consolidation analysis using Plaxis 2D AE with PVD 1 meter spacing and 10 meter depth show good agreement with the field data, which total of soft soil 30 meter (floating PVD).Keywords: preloading, vertical drains, finite element method.
Pengukuran Nilai Infiltrasi Lapangan dalam Upaya Penerapan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kampus UMY (Hal. 14-25) Nursetiawan, Nursetiawan; Pratama, Arwi Imam
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.295 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.14

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai infiltrasi tanah di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka untuk menerapkan sistem drainase berkelanjutan. Pengukuran nilai infiltrasi dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer pada 6 Lokasi yang terdiri dari 2 jenis penutup lahan (tanah dan rumput). Pada peneilitian ini juga dilakukan pengukuran nilai permeabilitas, kepadatan tanah lapangan dan kadar air tanah sebagai pendukung hasil pengukuran nilai infiltrasi yang didapatkan.Berdasarkan hasil pengujian permeabilitas pada lahan di kawasan kampus UMY, diperoleh data bahwa koefisien permeablitas rata-rata berkisar antara 4,31*10-3 -4,37*10-3 cm/s. Hal ini menunjukkan bahwa golongan tanah dari kedua jenis penutup lahan di atas adalah kerikil halus/pasir (medium permeability) dan cukup baik digunakan sebagai media resapan air limpasan untuk pengaplikasian model sistem drainase berkelanjutan. Hasil nilai pengujian kapasitas infiltrasi diperoleh 1,36-2,21 cm/jam untuk jenis penutup tanah dan 0,84-1,88 cm/jam untuk jenis penutup tanaman rumput.Kata kunci: kapasitas infiltrasi, koefisien permeabilitas (), kepadatan tanah lapangan, sistem drainase berkelanjutan ABSTRACTThis study aims to examine the value of infiltration rate in the yard area of Yogyakarta Muhammadiyah University (UMY) campus in order to promote the implementationof sustainable drainage system. Field infiltration rate wasmeasured directly at 6 locations usinga double ring infiltrometer,for two types of land covers (bare soil and grass). In addition, the permeability value, insitu soil compactness and soil water content were also measured tosupport the infiltration test results.The test results obtained for the yard area of UMY campus show that the average permeability range from 4.31*10-3 cm/s to 4.37*10-3 cm/s. This shows that the soil class for the two types of soil coverstested isfine gravel /sand (medium permeability) which meansthat the soil type is good to be used as a infiltration mediafor reducing the surface runoff. The infiltration rate from the tests are 1.36 to 2.21 cm/hr for bare soil and 0.84 to 1.88 cm/hr for grass cover.Key words: infiltration rate, permeability, soil compactness, sustainable drainage system
Studi Mengenai Pengaruh Faktor Air-Semen dan Nilai Slump Beton Segar terhadap Permeabilitas Beton. (Hal. 33-40) Rizky, Chandra Budhi; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.659 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.33

Abstract

Abstrak Permeabilitas beton memiliki peran penting dalam mempertahankan umur suatu struktur bangunan, serta dipengaruhi oleh faktor air-semen, dan porositas beton. Dari suatu nilai faktor air-semen yang sama maka dapat dibuat campuran beton dengan nilai slump yang berbeda. Nilai slump yang berbeda membutuhkan jumlah air yang berbeda hal ini diduga akan mengakibat nilai koefiesien permeabilitas yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan membuat campuran beton menggunakan cara Dreux Gorrise - ITENAS, untuk faktor granular [G] 0,55; faktor air-semen 0,4; 0,5; dan 0,6; serta slump rencana 30-60 mm dan 60-180 mm. Hasil penelitian ini menunjukan grafik hubungan antara faktor air-semen dan nilai slump dengan nilai koefisien permeabilitas. Hasil dari grafik menunjukan faktor air-semen 0,5 dengan nilai slump 30-60 mm nilai koefisien permeabilitasnya adalah 5,790 x 10-9 m/dtk. Sedangkan untuk faktor air-semen 0,5 dengan nilai slump 60-180 mm nilai koefisien permeabilitasnya adalah 7,674 x 10-9 m/dtk. Kata kunci: permeabilitas beton, porositas beton, nilai slump, faktor air-semen Abstract Permeability of concrete has an important role in maintaining the life of a building structure, also influenced by a water-cement ratio and porosity of the concrete. From a value of the same water-cement ratio, concrete mixtures can be made with different slump values. Different slump values require different amounts of water, this is thought to result in higher permeability coefficient values. This research was carried out by making a concrete mixture using the Dreux Gorrise - ITENAS method, for granular factors [G] 0.55, water-cement ratio 0.4, 0.5, and 0.6, and slump plans 30-60 mm and 60-180 mm. The results of this study show a graph of the relationship between the water-cement ratio and slump value with the permeability coefficient value. The results of the graph show a water-cement factor of 0.5 with a slump value of 30-60 mm the value of the permeability coefficient is 5.790 x 10-9 m/sec. While for the water-cement factor 0.5 with a slump value of 60-180 mm the value of the permeability coefficient is 7.674 x 10-9 m/sec. Keywords: permeability of concrete, porosity of concrete, slump value , water-cement ratio
Analisis Keruntuhan Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Condotel di Parongpong Bandung (Hal. 82-91) Zordin, Rinto; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.408 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.82

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah pada proyek pembangunan Condotel Kyriad Village Bandung mengalami keruntuhan pada akhir Desember 2016. Sebelum terjadinya keruntuhan, bagian puncak dinding penahan tanah mengalami perpindahan sebesar 82 cm. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mencari penyebab keruntuhan dari dinding penahan tanah tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis ini menggunakan metode elemen hingga dengan Software PLAXIS 2D. Dari hasil analisis diperoleh faktor keamanan = 1,437, displacement = 52 cm, displacement  pada fondasi bagian kiri = 9 cm dan displacement  pada fondasi bagian kanan = 8 cm. Fondasi mengalami perpindahan yang menyebabkan bagian puncak fondasi juga ikut mengalami perpindahan yang lebih besar dan kemudian menyebabkan terjadinya keruntuhan.Kata kunci: dinding penahan tanah, runtuh, perpindahan ABSTRACTRetaining wall on the construction project Condotel Kyriad Village Bandung collapsed at the end of December 2016. Before the collapse, the top of the retaining wall experienced a displacement of 82 cm. Therefore, an analysis is needed to find the cause of the collapse of the retaining wall. The method used in this analysis uses finite element method with PLAXIS 2D Software. Analysis results safety factor = 1.437, displacement  = 52 cm, displacement  on the left foundation = 9 cm and displacement  on the right foundation = 8 cm. The foundation undergoes a movement that causes the top of the foundation experiencing greater displacement and then lead to collapse.Keywords: retaining wall, collapse, displacement
Evaluasi Pembebanan Jembatan Box Girder Beton Prategang dengan Pendekatan Probabilitas Menggunakan Hasil Pengukuran Beban Kendaraan Bergerak. (Hal. 136-150) Pribadi, Amatulhay; Sidi, Indra Djati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.834 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.136

Abstract

ABSTRAKPerancangan dari jembatan membutuhkan konsep dasar perancangan struktur yang mencakup keamananan dan utilitas. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi terhadap peraturan pembebanan yaitu SNI 1725:2016, berdasarkan pengukuran beban aktual kendaraan dalam kendaraan bergerak. Data beban kendaraan (WIM) yang diperoleh dari Puslitbang Jalan dan Jembatan diolah secara probabilistik dan statistik dengan bantuan software Microsoft Excel dan EasyFit 5.5 untuk memperoleh kombinasi beban maksimum pada struktur jembatan beton prategang box girder dengan total panjang 160 m dan lebar 9 m yang dimodelkan dengan software Midas Civil 2011. Dari hasil analisis struktur diperoleh bahwa gaya dalam momen lentur maksimum akibat beban nominal standar dalam SNI 1725:2016 sebesar 29.768,24 kNm, lebih tinggi dibanding momen lentur maksimum akibat kombinasi beban terukur WIM yaitu 24.443 kNm. Sebaran momen lentur akibat beban kendaraan hasil pengukuran WIM mengikuti distribusi lognormal. Kemungkinan momen lentur maksimum akibat beban SNI terlampaui adalah  0,00139%. Indeks reliabilitas dari struktur jembatan terhadap beban hasil pengukuran WIM yaitu 4,30 yang terjadi pada girder bagian lapangan serat bawah. Resiko kegagalan yang diperoleh yaitu  = 8,577 x 10-6. Hal ini menunjukkan bahwa struktur jembatan telah didesain secara konservatif karena memiliki resiko kegagalan yang lebih kecil dari target reliabilitas β = 3,50 atau 3,72.Kata kunci: jembatan, beton prategang, standar pembebanan kendaraan, WIM, probabilitas ABSTRACTBridge requires basic concept of structural design which includes security and utilities. To ensure those requirements, an evaluation of the load regulation standards, SNI 1725:2016, based on actual vehicular moving load is needed in order to know whether the quantity of the load is too conservative or not. The vehicular load data (WIM) which obtained from Puslitbang Jalan dan Jembatan is processed probabilistic and statistically using Microsoft Excel and EasyFit 5.5 to obtain the maximum load combination on the structure of prestressed concrete box girder bridge with a total length of 160 m and a width of 9 m which was modeled using Midas Civil 2011. The analysis result showed that the maximum bending moment due to standard nominal load of SNI 1725:2016  is 29,768.24 kNm, higher than the maximum bending moment due to the combination of the measured load (WIM) which is 24,443 kNm. The distribution of bending moment due to measured vehicular load (WIM) is lognormal. The maximum bending moment due to standard nominal vehicular load (SNI) has probability of exceedance of 0.00139%. Realibity index of the bridge structure to the load measurement (WIM) is 4,3 which occurred in the bottom fiber of mid-span girder. The risk of failure obtained by  = 8.577 x 10-6. This indicates that bridge structure has been designed conservatively because the risk of failure is lower than the reliability target β = 3.50 or 3.72.Keywords: bridge, prestressed concrete, vehicular load standard, WIM, probability
Perbaikan Tanah Untuk Meningkatkan CBR Dengan Bahan Aditif Serbuk Bata Merah Dan Abu Sekam Padi (Hal. 12-22) Herfiantino, Erway; Yakin, Yuki Ahmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.992 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.12

Abstract

ABSTRAKTanah berjenis lempung relatif tidak stabil untuk pembangunan struktur diatasnya, karena lempung bersifat kembang dan susut tinggi. Adiktif Abu Sekam Padi dan Serbuk Bata Merah menjadi alternatif perbaikan tanah, karena bahan mudah didapat juga ekonomis. Bahan adiktif ini mengandung unsur kimia silikat dan aluminat yang berguna sebagai bahan pengisi pori, pengikat, dan penyerapan kadar air berlebih. Dalam penelitian ini, perbaikan tanah dilakukan untuk meningkatkan nilai CBR dengan menggunakan persentase variasi campuran bahan adiktif 5%, 10%, dan 15% dalam tiga kondisi campuran. Hasil analisa pengujian CBR campuran adiktif 5% Abu Sekam Padi adanya peningkatan persentase pada nilai CBR. Hasil untuk perbandingan yang menggunakan Abu Sekam Padi 10% terjadi penurunan dan juga penggunaan Serbuk Bata Merah 5% tidak optimal dibandingkan Abu Sekam Padi 5%. Kata kunci:Lempung, Adiktif, CBR, silikat, aluminat ABSTRACTSoildiversified clay relatively unstable for on structure development, because clay has the quality swelling and high shrinkage. Addictive of ash rice husks and red brick powder become alternative for soil improvement, easliy obtainable materials also economical. This addictive materials contain chemical elements silicate and aluminate of use as pore filler, fastener, and absorption excess of water content. In this research, soil improvement is done to increase the value of CBR with as the percentage of mix variation addictive materials 5%, 10%, and 15% in three mix condition. Examination analysis value of mix addictive 5% ash rice husks existence increase in value CBR. Result for comparison shows that use ash rice husks 10% decrease and use red brick powder 5% not optimal compared to ash rice husks 5%.Keywords: Clay, addictive, CBR, silicate, aluminate
Pembesaran Gaya Dalam dan Rasio Kekuatan Elemen Struktur Baja untuk berbagai Zona Gempa di Indonesia. (Hal. 74-84) Nazila, Kamila Shaomi; Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.925 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.74

Abstract

ABSTRAKStruktur bangunan dapat dikatakan kuat jika dapat memikul semua beban salah satunya, beban gempa. Waktu mendesain struktur akibat beban gempa lebih lama daripada akibat beban tanpa gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembesaran gaya dalam dan prediksi rasio kekuatan pada struktur akibat adanya beban tanpa gempa. Penelitian ini dilakukan terhadap gedung 10 lantai dengan material baja. Tujuh model variasi beban pada gedung sebagai berikut: beban tanpa gempa,beban tanpa gempa dan percepatan 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; 1,0 ; juga 1,2 . Analisis gaya dalam dan pengecekan kekuatan struktur bangunan menggunakan software ETABS 2015. Hasil yang diperoleh pada balok yaitu, gaya lentur ( ) dengan pembesaran momen maksimum kurang lebih 0,9 kali terhadap momen akibat beban tanpa gempa. Pembesaran momen relatif antar variasi beban kurang lebih 1,2. Hal ini mengakibatkan rasio untuk desain awal kurang lebih 30% untuk daerah gempa kuat.Kata kunci: struktur baja, beban gempa, pembesaran momen, pembesaran rasio. ABSTRACTThe structure of the building can be said to be strong if it can carry all the loads, such as the earthquake loads. Time to design structures due to earthquake loads is longer than without earthquakes loads. This study aims to predict the magnification of internal forces and the ratio of strength to structures due to without earthquake loads. This research was conducted on 10-storysteel building. Seven models of load variations in the building are as follows: load without earthquake, load without earthquake and acceleration of 0.2 , 0.4 , 0.6 , 0.8 , 1.0 , and 1.2 . The internal force analysis and checking of building structure strengthare using ETABS 2015. The results obtained that flexural force ( ) with a maximum moment magnification of approximately 0.9 times the moment due to without earthquake loads on the beam. Enlargement of relative moments between load variations is approximately 1.2. Therefore, ratio of the initial design is approximately 30% for strong earthquake areas. Keywords: steel structure, earthquake load, moment magnification, ratio enlargement.
Analisis Geoteknik Terowongan Batuan Geurutee Aceh Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 78-88) Fadhillah, Ryan Achmad; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.112 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.78

Abstract

ABSTRAKGunung Geurutee Aceh memiliki kondisi standar alinyemen vertikal maupun horizontal masih belum terpenuhi, begitu juga waktu tempuh efektif. Timbul wacana pembangunan terowongan di kawasan Gunung Geurutee Aceh. Analisis geoteknik terowongan batuan Geurutee dibutuhkan untuk mengetahui gaya dalam yang terjadi pada terowongn tersebut dengan adanya sistem perkuatan sementara, nilai faktor keaamanan (FK) , dan face stability menggunakan metode elemen hingga. Metode konstruksi terowongan menggunakan metode New Austrian Tunneling Methode (NATM) dan Metode penggalian mengacu pada metode Japanese Society of Civil Engineers (JSCE). Model yang dibuat adalah terowongan dengan perkuatan sementara dengan tanpa perkuatan sementara, untuk membandingkan total displacement yang terjadi pada model tersebut dimana perkuatan sementara yaitu menggunakan rock bolt dan shotcrete. Kedua model tersebut menghasilkan nilai SF 7,076 untuk model dengan perkuatan sementara dan 4,525 untuk model tanpa perkuatan.Kata kunci: terowongan batuan,  analisi geoteknik, face stability, metode elemen hingga NATM, JSCE, rock bolt, shotcrete. ABSTRACTMount Geurutee Aceh has a standard condition horizontal and vertical alignment that are still not fulfilled, as well as effective travel time. Arising discourse construction of tunnels in the area of Mount Geurutee Aceh. Geurutee rock tunnel geotechnical analysis is required to determine the force that occurs in the tunnel with temporary reinforcement system, the value of the safety factor (SF), and face stability using the finite element method. Tunnel construction method using the New Austrian Tunneling Method (NATM) and the excavation method refers to the method of Japanese Society of Civil Engineers (JSCE). The model created is temporary reinforcement system tunnels and without temporary reinforcement system, to compare the total displacement that occurred on that model where temporary reinforcement system while using rock bolt and shotcrete. Both models come SF value 7.076 for the model with temporary reinforcement system and 4,525 for the model without temporary reinforcement system.Keywords: rock tunnel, geotechnical analysis, face stability, finite element method NATM, JSCE, rock bolt, shotcrete.
Tinjauan Ulang Mengenai Kadar Maksimum Lumpur Pasir dalam Campuran Beton Cara SNI. (Hal. 64-73) Cozy, Zulfikar; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.217 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.64

Abstract

ABSTRAKLumpur pada pasir akan menghalangi lekatan antara pasta semen dengan permukaan pasir, yang berakibat kekuatan mortar berkurang, dan akhirnya kuat tekan beton juga akan ikut berkurang. Kandungan lumpur dalam pasir dibatasi yaitu tidak boleh lebih dari 5% menurut SNI. Namun demikian perlu diteliti lebih lanjut seberapa besar sebenarnya kandungan lumpur dalam pasir yang menyebabkan kuat tekan beton mengalami penurunan secara signifikan. Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kadar lumpur dalam pasir terhadap kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan variasi kadar lumpur yang terdapat pada pasir yaitu 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; dan 17,5%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 cm tinggi 20 cm, slump rencana yang digunakan yaitu 30 mm-60 mm dan 60 mm-180 mm dengan kuat tekan beton rencana 30 MPa. Hasil penelitian menunjukan penurunan kuat tekan beton terjadi pada kadar lumpur lebih dari 5%. Penurunan kuat tekan beton terjadi pada kadar lumpur 5% sampai dengan kadar lumpur 15%, mencapai maksimal 16%.Kata kunci: lumpur, kuat tekan beton, pasir ABSTRACTThe sludge content in the sand will block the attachment between cement paste and the surface of the sand, resulting in reduced mortar strength, and finally the compressive strength of the concrete will also decrease. The sludge content in sand is limited to not more than 5% according to SNI. However, it needs to be investigated further on how much the actual sludge content in the sand that causes concrete compressive strength has decreased significantly. In this study to determine the effect of the level of sludge in the sand on the compressive strength of concrete at 28 days with variations in the levels of sludge found in sand, namely 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, 15% and 17.5%. The specimens used were cylindrical with a diameter of 10 cm in height 20 cm, the planned slump used was 30 mm-60 mm and 60 mm-180 mm with a concrete compressive strength of 30 MPa planned. The results showed a decrease in concrete compressive strength in sludge content of more than 5%. Decreasing concrete compressive strength occurs at 5% sludge content up to 15% sludge content, reaching a maximum of 16%.Keywords: sludge, compressive strength, sand