cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Kinerja Persimpangan dengan dan Tanpa Lampu Lalu Lintas pada Jalan Sangkuriang-Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi. (Hal. 10-19) Elkhasnet, Elkhasnet; Gunawan, Muhamad Bagus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.822 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.10

Abstract

ABSTRAKPersimpangan Jalan Sangkuriang–Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi sering mengalami kemacetan karena tingginya volume lalu lintas. Lampu lalu lintas yang tersedia pun tidak digunakan karena dinilai kurang efektif, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei langsung di ruas jalan pada tiap lengan simpang dan juga persimpangannya pada waktu puncak yaitu pukul 06.00–08.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB. Kinerja simpang dianalisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Pada kondisi eksisting, yaitu simpang tak bersinyal, diperoleh nilai derajat kejenuhan ( ) sebesar 1,299 dan 1,323 pada periode pagi dan sore hari, dimana nilai tersebut tidak memenuhi syarat, karena memiliki nilai lebih dari 0,85. Pada kasus simpang bersinyal, harus dilakukan penyesuaian geometri, dimana pada kasus ini, dilakukan percobaan penambahan lebar efektif pada tiap lengan menjadi sebesar 4 m, dan dihasilkan rata-rata nilai derajat kejenuhan ( ) sebesar 0,76 dan memenuhi syarat, dimana nilai kurang dari 0,85. Kata kunci: simpang tak bersinyal, simpang bersinyal, derajat kejenuhan. ABSTRACTSangkuriang St.–Kolonel Masturi St. Intersection, Cimahi City often faces the traffic jam because of the high traffic volume. The existing traffic lights are not used because they are considered to be less effective, so the research needs to be done to solve these problems. This research was conducted with using a survey method directly on the road section on each approach and also its intersection at the peak times, specifically at 06.00–08.00 WIB and 16.00–18.00 WIB. The intersection performance was analyzed using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. In the existing conditions, unsignalised intersections obtained the value of Volume Capacity Ratio ( ) of 1.299 and 1.323 in the morning and evening periods, where the value does not meet the requirements, because the value that obtained is more than 0.85. In the signalised intersection case, geometry adjustments must be made, where in this case, we did a trial with increasing the effective width to 4 m, and we achieved the average value of Volume Capacity Ratio ( ) of 0.76 and it met the requirements where the value is less than 0.85.Keywords: unsignalised intersection, signalised intersection, volume capacity ratio.
Kajian Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Pekerja Konstruksi dengan Latar Belakang Berbeda (Studi Kasus: Pekerja Konstruksi di Kota Bandung dan DKI Jakarta) (Hal. 28-39) Evelina, Rindu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.025 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.28

Abstract

ABSTRAKFokus utama produktivitas dalam industri konstruksi adalah produktivitas tenaga kerja. Kemampuan manajer dalam manajemen pekerja menjadi dasar dalam pencapaian kesuksesan proyek. Dalam segi kemampuan, setiap pekerja memiliki kelebihan yang membuatnya relatif lebih unggul dibandingkan pekerja lain dalam melakukan tugas atau pekerjaan tertentu. Sebagian besar keterampilan pekerja diperoleh turun-temurun dari pendahulu mereka, dan mayoritas kelompok pekerja dalam satu proyek berasal dari daerah yang sama atau berdekatan. Pemilihan tenaga kerja biasanya dilakukan oleh mandor berdasarkan relasi, dan kurang memperhatikan faktor keterampilan secara detail. Pekerja dengan latar belakang yang berbeda membutuhkan manajemen yang baik guna meningkatkan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek konstruksi di Bandung dan DKI Jakarta belum memperhatikan latar belakang dalam pengelolaan sumber daya manusia.Kata kunci: latar belakang pekerja, manajemen sumber daya manusia ABSTRACTThe main focus of productivity in the construction industry is labor productivity. The ability of managers in the management of labor becomes the basis for the achievement of the project's success. In terms of ability, every worker has advantages that make it relatively more superior than other workers in performing a specific task or job. Most of the workers' skills acquired to the tradition of their predecessors, and the majority of the group of workers in the project come from the same or adjacent areas. Workers selection by the foreman is usually based on relationships, and less attention to the skill factor in. Workers with different backgrounds requires good management to improve productivity. The results showed that the construction project in Bandung and Jakarta have not noticed a background in human resources management.Keywords: labor background, human resource management
Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung (Hal. 133-143) Sanjaya, Heru; Supriyani, Pertiwi; Sufanir, Angga Marditama Sultan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.747 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.133

Abstract

ABSTRAKPeningkatan volume kendaraanberdampak terhadappeningkatan kebisingan lalu lintas yang menimbulkangangguan pendengaran bagi pengguna jalan dan masyarakat disekitarnya.Tujuan penelitian ini yaitumenghitung kebisingan pada kawasan rumah sakit dan sekolah akibat arus lalu lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung dengan menggunakan Metode Bina Marga Pd.T-10-2004-B tentang Prediksi Kebisingan Akibat Lalu Lintas dengan ModelCalculation of Road Traffic Noise (CoRTN).Dari hasil perhitungan diperoleh tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati sebesar 62,46 dBA (weekdays) dan 62,01 dBA (weekend), sedangkan tingkat kebisingan dikawasan Sekolah Taruna Bakti sebesar 66,06 dBA (weekdays) dan 66,21 dBA (weekend). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati dan Sekolah Taruna Bakti sudah melebihi baku mutu yang diijinkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 55 dBA, sehingga untuk menurunkan tingkat kebisingan perlu dilakukan mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan.Kata kunci: kebisingan pada kawasan rumah sakit, kebisingan pada kawasan sekolah, ModelCalculation of Road Traffic Noise ABSTRACTThe increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is The increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is caused sense of hearing interruptionto the road user, pedestrian, and the society in that area. This research’s purpose is to calculate the traffic noise in hospital and school area which is caused by the traffic in Jalan L.L. R.E. Martadinata, Kota Bandung. The method used is Bina Marga Pd.T-10-2004-B about The Prediction of Noise caused by Traffic using Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN) Model. Based on the calculation, the number of traffic noise in RSIA Limijati area for about 62,46 dBA (weekdays) and 62,01 dBA (weekend), while Taruna Bakti School for about 66,06 dBA (weekdays) and 66,21 dBA (weekend).In conclusion, the number of traffic noise in RSIA Limijati and Taruna Bakti School area exceed the standard grade permission from Keputuan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 is about 55 dBA. For decreasing the number of traffic noise, it is a must for doing mitigation toward the effect of noise which is caused by traffic.Keywords: The traffic noise in hospital area, the traffic noise in school, Calculation of Road Traffic Noise Model
Menuju Pembangunan Berkelanjutan: Tinjauan Terhadap Standar Green Building Di Indonesia Dan Malaysia (Hal. 119-130) Ruhendra, Heilia Nur; Akmalah, Emma; Sururi, Rangga
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.241 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.119

Abstract

ABSTRAK Dampak pemanasan global telah mendorong pergerakan ke arah pembangunan berkelanjutan dengan meningkatkan efisiensi ekonomi, perlindungan terhadap ekosistem, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan adalah proses konstruksi yang berkelanjutan. Bangunan memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan, termasuk menghasilkan emisi karbon yang berbahaya. Hal tersebut telah mendorong dikembangkannya standar green building dan proses sertifikasinya untuk mengurangi dampak dari pembangunan terhadap lingkungan. Tulisan ini menyajikan sebuah tinjauan terhadap green building dan hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan, khususnya mengenai standar terkait efisiensi energi dan kualitas udara, serta proses sertifikasi green building di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan variabel dan parameter serta proses sertifikasi green building di kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun dari segi variabel Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan tujuan, namun dari segi parameter memiliki perbedaan yang signifikan. Malaysia memiliki standar yang lebih terukur dan proses sertifikasi yang lebih baik.Kata kunci: pemanasan global, green building, standar, sertifikasi. ABSTRACT Global warming and its consequences are encouraging the movement towards a sustainable development, with its increasing economic efficiency, environmental protection, and human well-being improvement. One of the key aspects in sustainability development is sustainable construction. Buildings have extensive impacts on the environment, which includ producing potentially harmful carbon emissions. These facts have prompted the development of green building standards and certifications to mitigate the impacts of buildings on the environment. This paper provides an overview of how green building relates to sustainable development with respect to green building standards (i.e. energy efficiency and air quality) and certification in Indonesia and Malaysia. This research aims to compare the green building variables and parameters as well as the certification procedure between the two countries. The results show that despite having the same purpose in variables, the parameters have significant differences. Malaysia has more measurable standards and improved certification process compared to Indonesia.Keywords: global warming, green building, standards.
Kajian Karakteristik Beton Memadat Sendiri yang Menggunakan Serat Ijuk (Hal. 54-65) Nurjamilah, Iis; Sihotang, Abinhot
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.276 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.54

Abstract

ABSTRAKKajian karakteristik beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk merupakan sebuah kajian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap karakteristik beton memadat sendiri (SCC). Beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk (PFSCC) didesain memiliki campuran yang encer, bermutu tinggi (= 40 MPa) dan memiliki persentase kekuatan lentur yang lebih baik. PFSCC  didapatkan dari hasil pencampuran antara semen sebanyak 85%, fly ash 15%, superplastizicer 1,5%, serat ijuk 0%, 0,5%; 1%; 1,5%; 2% dan 3% dari berat binder (semen + fly ash), kadar air 190 kg/m3, agregat kasar 552,47 kg/m3 dan pasir 1.063 kg/m3. Semakin banyak persentase penambahan serat ijuk ke dalam campuran berdampak terhadap menurunnya workability beton segar. Penambahan serat ijuk yang paling baik adalah sebanyak 1%, penambahan tersebut dapat meningkatkan kekuatan tekan beton sebesar 13% dan lentur sebesar 1,8%.Kata kunci: beton memadat sendiri (SCC), beton berserat, beton memadat sendiri yang menggunakan serat ijuk (PFSCC), serat ijuk ABSTRACTThe study of characteristics self compacting concrete using palm fibers is a study conducted to determine the effect of adding palm fibers to characteristics of self compacting concrete (SCC). palm fibers self compacting concrete (PFSCC) is designed to have a dilute mixture, high strength (= 40 MPa), and have better precentage flexural strength. PFSCC was obtained from mixing of 85% cement, 15% fly ash, 1.5% superplastizicer, 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2% and 3% palm fibers from the weight of binder  (cement + fly ash), water content 190 kg/m3, coarse aggregate 552.47 kg/m3 and sand 1,063 kg/m3. The more persentage palm fibers content added to the mixture makes workability of fresh concrete decreases. The best addition of palm fiber is 1%, this addition can increases the compressive strength 13% and flexural strength 1.8%.Keywords: self compacting concrete (SCC), fiber concrete, Palm fiber self compacting concrete (PFSCC), palm fiber
Pengembangan Pelabuhan Batu Panjang Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau (Hal. 22-32) Yuwanda, Muhammad Ridho; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.542 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.22

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan perekonomian di wilayah Batu Panjang, fasilitas pelabuhan yang dimiliki masih terbatas jika dibandingkan dengan mobilitas pengunjung yang datang dari Kota Dumai menuju Pelabuhan Batu Panjang yang setiap tahunnya meningkat. Selain itu, kondisi Pelabuhan Batu Panjang yang merupakan pelabuhan tradisional tidak memadai untuk menampung kapal-kapal yang berkapasitas besar untuk bersandar. Pelabuhan Batu Panjang perlu dilakukan pengembangan pada fasilitas darat maupun fasilitas laut sesuai dengan prediksi kebutuhan dimasa yang akan datang.Perencanaan pada dermaga Pelabuhan Batu Panjang menggunakan dermaga tipe T sesuai untuk kapal rencana penumpang maupun barang hasil perkebunan. Kapal penumpang rencana menggunakan armada eksisting yaitu Dumai Ekspress, sedangkan untuk kapal barang menggunakan jenis kapal General Cargo berkapasitas 1.000 DWT dengan jam operasional pelabuhan selama 12 jam. Kedalaman alur pelayaran adalah -4,73 m LWS dengan radius kolam putar 27.357 m2.Kata kunci: pelabuhan penumpang, pelabuhan barang, Batu Panjang ABSTRACTAlong with the economic development in Batu Panjang distric, the facilities of port is limited compared to mobility of visitors from Dumai City to Batu Panjang port that increasing every year. In addition, conditions of Batu Panjang Port which is a traditional port is not adequate to accommodate the large capacity shipsto mooring. According to the prediction of the future that Batu Panjang port need the development facilities of onshore and offshore. The design of Batu Panjang pier used T-type pier which is suitable for passanger and cargo ship.The passanger ship plans is using the existing armada which is Dumai Express, meanwhile for the cargo ship is using the General Cargo which has 1,000 DWT capacity with 12 hour of port operational hour. The depth of navigation plot is      -4.73 m LWS with the radius of Turning basin 27,357 m2.Keywords: passanger port, port of goods, Batu Panjang
Analisis Kinerja Bundaran Leuwigajah Kota Cimahi. (Hal. 50-60) Putra, Andika Diarsa; Purwanti, Oka
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.435 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.50

Abstract

ABSTRAKBundaran Leuwigajah merupakan salah satu bundaran penting di Kota Cimahi yang tepatnya terletak di Cimahi Selatan. Bundaran Leuwigajah melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Leuwigajah, Jl. Baros dan Jl. Kerkof. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja persimpangan dengan pengendalian bundaran yaitu kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arus lalu lintas terhadap kinerja bundaran. Hasil penelitian pada pagi pukul 08:30 – 09:30 menghasilkan kapasitas ( ) terbesar pada Jl. Leuwigajah – Jl. Kerkof dengan nilai 3715 smp/jam, Derajat kejenuhan ( ) bundaran adalah 0,54 dan tundaan bundaran (DR) adalah 6,7 det/smp. Peluang antrian bundaran mempunyai batas bawah 6,8% dan batas atas 15,8%. Berdasarkan hasil perhitungan, kinerja Bundaran Leuwigajah masih memenuhi persyaratan MKJI 1997 dengan catatan hanya pada jam 08:30 – 09:30. Setelah dilakukan skenario peningkatan arus lalu lintas, bundaran masih memenuhi persyaratan dengan kondisi peningkatan arus maksimum 40% dari kondisi eksisting karena menghasilkan nilai DS 0,75.Kata Kunci: Bundaran, Jalinan, MKJI 1997, Leuwigajah ABSTRACTLeuwigajah Roundabout is one of the most important roundabouts in the city of Cimahi precisely located in South Cimahi. Leuwigajah Roundabout serves traffic flows from various directions, namely the flow of traffic coming from Leuwigajah St., Baros St., and Kerkof St. The purpose of this research is to analyze the performance of intersections with roundabout control, namely capacity, degree of saturation, delay and the queue opportunities. The results of the research at 8:30 - 9:30 a.m. produced the largest capacity on Jl. Leuwigajah - Jl. Kerkof C = 3715 pcu/hour, roundabout degree of saturation DS = 0.54 ; and roundabout delay DR = 6.7 sec/pcu. Opportunities for roundabout queues have a lower limit of 6,8% and an upper limit of 15.8%. Based on the results of calculations, the performance of the Leuwigajah Roundabout still meets the requirements of IHCM 1997 with a note only at 08:30 - 09:30. After increasing traffic flow scenario, roundabout still meets the requirements with a maximum current increase of 40% from the existing condition because it produces DS value 0.75.Keywords: Roundabout, Weaving, IHCM 1997, Leuwigajah
Desain Pelabuhan Penyeberangan di Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau (Hal. 13-25) Sucilestari, Resti; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.042 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.13

Abstract

ABSTRAKTambelan merupakan salah satu pulau terluar dan terpencil di Kabupaten Bintan. Hal tersebut membuat kurangnya akses transportasi di wilayah tersebut. Masyarakat Tambelan umumnya berprofesi sebagai nelayan sehingga dalam memenuhi kebutuhan keseharian, masyarakat Tambelan memasok barang dan jasa dari luar pulau melalui pelabuhan laut Tambelan. Aktivitas pelabuhan laut yang lambat menjadi salah satu kendala utama dalam pendistribusian kebutuhan pokok dan mobilisasi masyarakat Tambelan dari luar pulau, oleh karena itu Tambelan membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan untuk memudahkan mobilisasi dan aksesbilitas masyarakat dari luar pulau.Desain pelabuhan dipengaruhi oleh volume angkutan dan tinggi gelombang yang berada di sekitar rencana lokasi pelabuhan. Tinggi gelombang rencana didapatkan dengan proses hindcasting yang berupa peramalan gelombang dengan data angin jam-jaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum (H25) sebesar 0,815 m selama 4,455 detik.Desain Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini berdasarkan analisis proyeksi pergerakan penumpang dan barang untuk kapal feri tipe Ro-Ro 1.000 GRT dengan elevasi dermaga 4,5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 6 m. Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini dilengkapi fasilitas darat dengan luas total 2.491,2 m2 dan area kolam pelabuhan seluas 53.000 m2.Kata kunci: hindcasting, pelabuhan, penyeberangan. ABSTRACTTambelan is one of the outer island and isolated area of district of Bintan. It made the lack of access to transport in that region. Population of Tambelan generally work as fisherman and to get supply of daily needs from outside the island through the seaports Tambelan. The fishermen needs the a convenience port to sells their fish to outside Bintan island. Tambelan also requires a ferry ports to facilitate the mobilization and accessibility of people from outside the island.Port design is influenced by the volume of freight and high waves that were around the planned location of the port. High waves hindcasting plan determine by the process in the form of forecasting waves with wind data an hour. The analysis showed that the maximum wave height is 0.815 m for 4.455 seconds.Design Tambelan ferry port is based on passanger and commodity movement analysis, that suit to ferry ship type Ro-Ro 1,000 GRT with dock elevation of 4.5 m and a depth of the shipping lanes is 6 m. Tambelan ferry ports is equipped many facilitiy with a total area of 2,491.2 m2 dan port basin area of 53,000 m2.Keywords: hindcasting, port design, ferry.
Kajian Tarif Kereta Api Penumpang Pontianak – Sanggau Kalimantan Barat (Hal. 33-44) Fatharani, Azka Qonita; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.989 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.33

Abstract

ABSTRAKPenetapan tarif kereta api yang berlaku adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh penyedia jasa angkutan kereta api. Penyedia jasa angkutan kereta api dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan tarif yang dikeluarkan oleh penumpang kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran tarif kereta api penumpang yang berlaku berdasarkan biaya operasional kereta api. Perhitungan biaya operasional kereta api dan tarif kereta api mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa pola operasi kereta api, besaran penumpang kereta api, dan komponen biaya operasional kereta api. Dari hasil analisis data di dapatkan Biaya Operasional Kereta Api sebesar Rp63.749.645/lintas, besaran tarif dasar Rp998/penumpang km, dan  besaran tarif jarak untuk rute Pontianak-Sanggau sebesar Rp178.764/penumpang.Kata kunci: tarif, kereta api, biaya operasional kereta api ABSTRACTApplicable railway fare is one of the problems faced by the railway service providers. Railway service providers are required to provide facilities and infrastructure and services as well as possible to fit the fare issued by rail passengers. The purpose of this research is to know the amount of railway passengers fare that applies based on rail operational cost. The calculation of rail operational cost and railway fare refers to Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number: 69 of 2014 on Guidelines for Calculating and Stipulating Transit of People by Railway. The data used are secondary data in the form of railway operation pattern, railway passenger size, and rail operational cost component. From the result of data analysis, obtained the railway operational cost Rp63,749,645/cross, the basic cost Rp998/passenger km, and the distance cost for Pontianak-Sanggau route is Rp178,746/passenger.Keywords:  fare, train, train operational cost
Analisis Konsolidasi dengan Menggunakan Metode Preloading dan Vertical Drain pada Areal Reklamasi Proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan Tahap II (Hal. 1-11) Ohoimas, Muhammad Yanuar; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.878 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.1

Abstract

ABSTRAKPenurunan tanah merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari, hal ini menyebabkan perbaikan tanah sangat dibutuhkan, seperti yang terjadi pada proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan Tahap II. Dua metode perbaikan tanah adalah yang sering digunakan yaitu metode pemberian beban awal dan metode vertical drain. Analisa akan dilakukan untuk menentukan jarak antar vertical drain dan juga untuk mengetahui besar penurunan tanah (U) dan lama waktu yang dibutuhkan (t) dengan analisa manual dan Metode Elemen Hingga dengan software PLAXIS 2D AE. Hasil analisa akan dibandingkan untuk mengetahui perbedaan besar penurunan dan waktu yang dibutuhkan dan juga untuk mengetahui pengaruh jarak antar vertical drain terhadap lama waktu penurunan. Data yang digunakan dalam analisa ini adalah data hasil pengujian SPT di lapangan dan pengujian di laboratorium yang meliputi consolidation test, triaxial compression test dan index properties test. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, penurunan yang terjadi adalah 0,835m dengan lama waktu untuk perbaikan tanah dengan menggunakan preloading adalah 178000 hari, sedangkan untuk perbaikan tanah dengan menggunakan metode preloading dan vertical drain adalah 120 hingga 135 hari.Kata kunci :Penurunan tanah, perbaikan tanah, preloading, vertical drain, Metode Elemen Hingga, PLAXIS 2012 AE ABSTRACTSoil settlement is a problem that can not be avoided, this causes the need of soil improvement, as in the case of Belawan Port Development Project Phase II. There are two soil improvement methods commonly used that are the preloading method and the vertical drain method. Analysis will be performed to determine the distance between the vertical drain and also to determine the soil settlement occurred (U) and the length of time it takes (t) by manual analysis and also the Finite Element Method with software PLAXIS 2D AE. The results of the analysis will be compared to determine differences the settlement and the time required and also to determine the effect of the distance between the vertical drains to the duration of settlement. Data used in this analysis are the SPT test data in the field and laboratory testing which includes the consolidation test, triaxial compression test and index properties test. Based on the analysis results, the settlement is obtained at 0.835 m with the duration it takes for soil improvementby using preloading is 178000 days, while soil improvement by using preloading and vertical drains method is 120 until 135 days.Keywords : Soil settlement, soil improvement, preloading, vertical drain, Finite Element Method, PLAXIS 2012 AE