cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Penetapan Tarif pada Reaktivasi Kereta Api Bandung – Ciwidey dengan Metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) Herman Herman; Reginawati Tamara
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.54

Abstract

ABSTRAKCiwidey adalah kecamatan di Kabupaten Bandung yang merupakan sentra produksi pertanian dan wisata. Pertumbuhan pergerakan orang dan barang dari dan ke daerah ini semakin tinggi. Menindak lanjuti hal ini PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mereaktivasi atau menghidupkan kembali jalur kereta api Bandung - Ciwidey. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya tarif kereta api berdasarkan kesediaan dan kemampuan membayar pengguna potensial dengan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Hasil analisis mendapatkan nilai ATP sebesar Rp9.274,00 dan WTP sebesar Rp17.909,00. Sehingga dapat terlihat bahwa WTP responden lebih besar dari ATP.Kata Kunci: penetapan tarif, reaktivasi kereta api, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP) ABSTRACTCiwidey is a district in the Bandung Regency which is a centre agricultural production and tourism. The growth of people and goods movement to and from this area is continuously increase. As a response, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) plans to reactivate or revive the Bandung - Ciwidey railroad. This study aims to calculate railway tariffs based on the willingness and ability to pay of the potential users using the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) methods. The result found that ATP is Rp9.274,00 and WTP is Rp17.909,00. Therefore, WTP is higher than the ATP.Key Words: fare determination, railway reactivation, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP)
Kajian Hidrodinamika bagi Pengembangan Budidaya Laut di Sekotong, Nusa Tenggara Barat Ai Didih Hendrianti; Yessi Nirwana Kurniadi; Aida Heriati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.101

Abstract

ABSTRAKSekotong adalah salah satu pulau di Indonesia yang berada pada provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu potensi perairan Sekotong ini adalah usaha budidaya mutiara. Jenis mutiara yang umum dibudidayakan dari spesies Pinctada maxima. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya mutiara salah satunya adalah pemilihan lokasi yang tepat yaitu harus terletak pada perairan yang tenang dan terhindar dari gerakan arus yang besar. Kecepatan arus yang optimal untuk budidaya kerang mutiara berkisar antara 10−25 cm/detik. Analisis kecepatan arus dan pasang surut dilakukan dengan software MIKE 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola hidrodinamika serta mengkaitkannya dengan kondisi perairan Sekotong, NTB apakah baik dijadikan sebagai lokasi budidaya tiram mutiara. Hasil pemodelan dan pengukuran didapat tipe pasang surut campuran cenderung ganda (mixed predominantly semi diurnal) dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa lokasi perairan sekotong ini sesuai untuk dijadikan lokasi budidaya mutiara yang ditunjukkan oleh kecepatan arus hasil pemodelan adalah 20,11 cm/detik.Kata kunci: hidrodinamika, budidaya mutiara, arus, pasang surut ABSTRACTSekotong is one of the islands in Indonesia located in the province of West Nusa Tenggara. One of potential Sekotong waters is pearl farming. The type of pearl is commonly cultivated from the Pinctada maxima species. One of the factors that affect the successfulof pearl farming is the selection of the right location that must lie in the calm waters and must avoid the movement of large currents. The optimal flow rate for pearl cultivation ranges from 10−25 cm/sec. Analysis of current and tidal velocity is done with MIKE 21 software. The purpose of this research is to analyze hydrodynamics and relate it to the condition of Sekotong waters is West Nusa Tenggara well used as the location cultivation. The modeling and measurement result, there are mixed tidal type tend to be double (mixed predominantly semi diurnal) and the modeling results show that the location of the sekotong waters is suitable for the pearl cultivation location shown by the velocity of modeling current is 20.11 cm/sec.Keywords: hydrodynamics, cultivation of pearl, currents, tidal
Pengaruh Core terhadap Kinerja Seismik Gedung Bertingkat Meky Saryudi; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.83

Abstract

ABSTRAK Sistem struktur dinding geser terus berkembang menjadi beberapa sistem struktur yang populer digunakan dalam perancangan bangunan tinggi seperti struktur inti (core) yang merupakan modifikasi dari dinding geser (shear wall). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh core terhadap kinerja seismik gedung bertingkat. Obyek penelitian yaitu 2 tipe struktur yang berbeda dengan bentuk asimetris. Sistem struktur tipe 1 berupa portal terbuka dan struktur tipe 2 berupa portal terbuka yang dikombinasikan dengan core. Salah satu metode analisis untuk mengetahui kinerja suatu bangunan adalah analisis statik nonlinear pushover. Hasil penelitian menghasilkan, struktur tipe 2 memiliki nilai kapasitas maksimum  roof displacement untuk arah +UX , –UX, +UY dan -UY dengan rasio sebesar 1,67, 1,55, 0,23, dan 0,24 dari struktur tipe 1. Kapasitas maksimum gaya geser dasar untuk struktur tipe 2 mengalami peningkatan untuk keempat arah +UX , –UX, +UY dan -UY  dengan rasio 2,0, 1,99, 1,26 dan 1,27. Level kinerja untuk tipe struktur 1 dan 2 adalah immediate occupancy menurut peraturan ATC-40Kata kunci: pushover, core wall, asimetris ABSTRACTThe shear wall structure system evolve into some popular structural systems used in the design of tall buildings such as core structure which is a modification of the shear wall. The purpose of this study is to determine core effect on the seismic performance of tall building. The object of this study is two different types of structures with asymmetrical shape. System structure type 1 is open frame and structure type 2 is open frame combined with core. One of analysis method for determine the performance of a building is nonlinear static pushover analysis. The study results, structure type 2 has a maximum capacity roof displacement for direction +UX, –UX, +UY and –UY with ratio is 1.67, 1.55, 0.23 and 0.24 of the structure type 1. The maximum capacity base shear force for structure type 2 has increase to four directions +UX, –UX, +UY and –UY with ratio is 2.0, 1.99, 1.26, and 1.27. Performance level for structure type 1 and type 2 is immediate occupancy according to ATC-40 regulation. Keyword: pushover, core wall, asymmetrical
Studi Mengenai Perlakuan Agregat Berukuran 2,38 mm ­ 4,75 mm sebagai Agregat Kasar dalam Campuran Beton Ahmad Ramdani; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.22

Abstract

ABSTRAKBatu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm tidak digunakan dalam campuran beton. Jika campuran beton dirancang menggunakan batu pecah ini sebagai agregat kasar, maka campuran beton yang dihasilkan diduga tidak akan mengalami segregasi untuk semua kelecakan, lebih homogen, dan jika diberi bahan tambahan superplasticizer diduga dapat dengan mudah berperilaku sebagai campuran beton memadat mandiri. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan dugaan tersebut. Penelitian dilakukan dengan kuat tekan rencana 30 MPa, slump 40 mm dan 100 mm, tanpa dan dengan bahan tambahan superplasticizer dengan dosis 1% dan 1,5%. Perancangan campuran beton dengan cara Dreux menggunakan faktor granular 0,40; 0,45; 0,50; dan 0,55. Pengujian kuat tekan pada benda uji silinder diameter 10 cm dan tinggi 20 cm membuktikan bahwa dugaan tersebut adalah benar, dan perancangan campuran beton dengan memperlakukan batu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm sebagai agregat kasar dapat dilakukan untuk faktor granular 0,40 – 0,50.Kata kunci: batu pecah berukuran 2,38 mm – 4,75 mm,agregat kasar,superplasticizer ABSTRACT2.38 mm – 4.75 mm crushed aggregate size is not used in concrete mix. If this crushed aggregate is used as coarse aggregate, the resulting concrete mix is assumed will not segregate in all workability, more homogeneous, and it will behave easily as self-compacting concrete by adding superplasticizer. This research was conducted to prove these assumption. Concrete mix with compressive strength of 30 MPa, 40 mm and 100 mm slump is made using Dreux method with granular factor 0.40; 0.45; 0.50; and 0.55. The doses of superplasticizer is 1% and 1.5% by cement weight. Compressive strength tests of 10 cm diameter and 20 cm height cylinder diameter showed these assumption is true, and concrete mix can be designed using granular factor 0.40 – 0.50.Keywords: 2,38 mm – 4,75 mm crushed aggregate size, coarse aggregate, superplasticizer
Analisis Penentuan Debit dan Muka Air Rencana Bagi Perencanaan Dermaga dan Alur Pelayaran Batubara di Sungai Eilanden, Papua Indriyadi Anugrah Ibrahim; Yati Muliati; Fachrul Madrapriya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.95

Abstract

ABSTRAK PT. Obio Indo Energi membutuhkan pendistribusian batubara dari lokasi tambang ke mother vessel, menyebabkan dibutuhkannya suatu fasilitas terminal khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk melakukan perencanaan dermaga dan alur pelayaran, diperlukan beberapa analisis. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode HSS Nakayasu dimana hujan harian maksimum dihitung menggunakan distribusi frechet. Analisis hidraulika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 4.1 untuk mengetahui elevasi muka air.Ukuran kapal rencana adalah 1.000 DWT yang ditarik oleh tugboat dimana kebutuhan kedalaman minimal untuk alur pelayaran dan kolam putar sebesar 3,6 meter dari muka air minimum. Lebar alur pelayaran untuk dua jalur kapal sebesar 112 meter dengan luasan kolam putar sebesar 4.537 m2. Tipe dermaga yang dipilih adalah tipe jetty dilengkapi dengan 3 buah breasthing dolphin dan 2 buah mooring dolphin. Elevasi dermaga agar tidak tenggelam adalah +5,2 meter dari 0 meter.Kata kunci: analisis hidrologi, analisis hidraulika, HEC-RAS, muka air minimum ABSTRACTPT. Obio Indo Energi have to distribute coal from the mine to the mother vessel, causes a special terminal facility needed for fullfil they need. To planning the jetty and navigation channel, it may take some analysis. The discharge plan determinded by HSS Nakayasu method which the maximum daily rainfall determine by frechet distribution. Analysis hydraulics using software  HEC-RAS 4.1 for known the water surface.The switch of the ship size as 1.000 DWT who being towed by a tugboat which the minimally deep needs for navigation channel and turning basin as big as 3,6 meters from the minimum water surface. Navigation channel width for 2 ships as 112 meters with turning basin area as big as 4.537 m2. The result for jetty type is jetty type, which using 3 pieces breasthing dolphin and 2 pieces mooring dolphin. Jetty elevation that not floods is +5,2 meters from 0 meters.Keywords: hydrologic analysis, hydraulics analysis, HEC-RAS, minimum water surface
Kajian Analisis Respon Struktur Bangunan Baja di Bawah Pengaruh Kombinasi Beban Termal (Kebakaran) dan Beban Angin Amatulhay Pribadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.13

Abstract

ABSTRAKBeban termal yang terjadi pada bangunan dapat mengakibatkan degradasi pada struktur baja dan menyebabkan keruntuhan. Penelitian ini menganalisis pengaruh beban termal disertai beban angin terhadap respon dari struktur bangunan baja lima belas lantai yang berfungsi sebagai perkantoran dengan mempertimbangkan degradasi propertis baja, reduksi beban hidup dan beban mati tambahan, serta kecepatan penanganan pemadaman. Simulasi terbagi menjadi tiga kasus yaitu penanganan pemadaman kebakaran cepat, penanganan pemadaman kebakaran lambat, dan penentuan beban termal kritis. Analisis struktur dilakukan dengan bantuan software ETABS. Hasil simulasi kebakaran menunjukkan semakin tinggi temperatur maka stress ratio dari elemen struktur makin membesar. Pada penentuan beban termal kritis diperoleh bahwa besar beban termal yang dapat menyebabkan minimal satu elemen struktur utama mengalami kegagalan pada umumnya berbeda pada lantai level bawah, tengah, dan atas. Pada studi kasus ini diperoleh beban temperatur kritis paling besar yaitu pada lantai level atas.Kata kunci: beban termal, degradasi propertis baja, kegagalan struktur ABSTRACTThermal load on the building can lead into the degradation of steel structure and cause collapse. This study analyze the effect of thermal along with wind loads on the response of fifteen stories steel structure building which serves as an office by considering the degradation of steel properties, the reduction of live load and super imposed dead load, and the speed of handling the extinguishing. This simulation is divided into three cases which are fast handling of extinguishing, slow handling of extinguishing, and the determination of the critical thermal load. Structural analysis will be done using the ETABS software. The result of fire simulation showed that when the temperature is higher, the stress ratio of structural elements will also expand. In the determination of the critical thermal load, it is obtained that the thermal loads which can cause failure in minimum one major structural element are generally different at the bottom, middle, and top level of stories. In this case study, the highest critical temperature load is on the top level.Keywords: thermal load, steel properties degradation, structure failure
Mewujudkan Perencanaan Tata Ruang yang Ramah Lingkungan melalui Analisis Emisi Berbasis Lahan Iredo Bettie Puspita
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.81

Abstract

ABSTRAKSaat ini pergeseran isu pembangunan ke arah keberlanjutan pembangunan memaksa perencanaan tata ruang tidak lagi berpikir secara tradisional yang hanya memikirkan alokasi pembangunan fisik, sosial, dan ekonomi, serta dampak pembangunannya secara lokal di dalam wilayah perencanaan saja. Perencanaan tata ruang dituntut untuk memikirkan dampak pembangunan fisik, ekonomi, dan sosial  terhadap lingkungan sekitar wilayah perencanaan, sehingga perencanaan tata ruang yang disusun dapat lebih ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan analisis emisi berbasis lahan. Dengan menggunakan kasus Kota Batam dan Kota Bandar Lampung, teridentifikasi bahwa analisis emisi berbasis lahan ini mampu membantu perencana untuk mengidentifikasi arahan ruang yang rendah emisi yang berarti pula ramah lingkungan. Dalam implementasinya dalam proses dan prosedur penyusunan rencana tata ruang yang berlaku di Indonesia, analisis emisi berbasis lahan ini dapat langsung diintegrasikan, terutama pada tahap analisis dan perumusan konsep pengembangan tanpa memberikan tambahan tahapan.Kata kunci: perencanaan tata ruang ramah lingkungan, emisi berbasis lahanABSTRACTThe shift towards sustainable development issues forced the development of spatial planning is no longer think traditionally that only think about the allocation of physical, social and economic development, as well as development impact locally. Spatial planning is required to consider the impact of physical, economic, social and the environment development surrounding the planning area, so that the spatial planning prepared can be more ecofriendly. One effort to do this is by analyzing land-based emissions. Using Batam and Bandar Lampung as case study, identified that the land-based emission analysis is able to help planners to identify the direction of low-emission space. In the implementation process and procedure of preparation of spatial plans in force in Indonesia, the analysis of land-based emissions can be directly integrated, especially at this stage of the analysis and planning concept formulation without providing additional stages.Keywords: ecofriendly spatial plan, land based emissions
Analisis Tingkat Akurasi Uji Pemadatan dengan Pendekatan Numerik Berbasis Elemen Hingga Dedi Rahdianata; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.87

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang simulasi model pemadatan antara uji laboratorium dibandingkan lapangan menggunakan PLAXIS 2D 2017 berbasis elemen hingga. Simulasi model kedua pengujian tersebut dilakukan dengan variasi beban energi yang sama untuk membandingkan perbedaan hasilnya. Simulasi model pemadatan di lapangan dilakukan dengan variasi beban, siklus dan tebal lapis pemadatan, sedangkan di laboratorium hanya variasi beban energi dan tebal lapis pemadatan berdasarkan berat isi kering. Hasil uji pemadatan berat isi kering di laboratorium sebesar 1,546 kN/m2, sedangkan hasil simulasi model sebesar 1,6 kN/m2, sehingga tingkat akurasi perbedaannya sebesar 3,49%. Simulasi model pemadatan lapangan dengan variasi beban pada tebal lapis pemadatan yang sama menunjukan bahwa semakin besar beban pemadatan akan menghasilkan jumlah lintasan (siklus) lebih sedikit, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tebal lapis pemadatan nilai penurunannya akan semakin besar. Kata Kunci: simulasi model analisis pemadatan, pemadatan laboratorium dan lapangan, tebal lapis pemadatan, nilai penurunan. ABSTRACT This research studied compaction modelling between laboratory simulation test and field test using PLAXIS 2D 2017 based on finite element method. Each tests was carried out with the same energy variations to compare the discrepancy of the result. A model with the variation in load energy, cycle and thickness of compaction layer was made to simulate the field test, while for the laboratory test, only variation in load energy and thickness of compaction layer is used based on dry unit weight. The results of the laboratory compaction test of dry unit weight was 1.546 kN/m2, while the model simulation were 1.6 kN/m2. So the accuracy difference between both is 3.49%. Simulation of field model with variations in load at the same thickness of compaction layer shows that the greater load of compaction will produced less number of cycles. It can be concluded that the thicker compaction layer will increased settlement value. Keywords: compaction model analysis, field and laboratory compaction, thickness compaction and settlement.
Perkuatan Elemen Struktur Akibat Perubahan Fungsi Bangunan Priskila Uli Fransiska Simarmata; Nur Laeli Hajati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.1

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia banyak sekali bangunan yang dialihfungsikan sehingga beban yang direncanakan pada awal pembangunan tidak sesuai lagi dengan beban pada bangunan yang sudah diubah fungsinya. Dalam penelitian ini elemen struktur yang mengalami perlemahan diberikan perkuatan dengan memberikan pelat baja setebal 10 mm pada bagian sisi luar elemen struktur. Dari hasil penelitian, struktur yang sudah mengalami perlemahan karena perubahan fungsi bangunan kembali kuat menahan beban yang sudah ditambahkan. Hal ini dibuktikan dengan nilai momen lentur kolom pada saat beban berlebih sebesar 366,749 kNm dan setelah diberi perkuatan berubah menjadi 471,379 kNm lebih kecil dari 1.088,652 kNm. Pada elemen balok momen lentur setelah diberikan beban berlebih 94,956 kNm kurang dari 163,782 kNm sehingga tidak diperlukan perkuatan pada balok. Kondisi Performance Point, struktur berada pada level B sampai dengan Immadiate Occupancy (IO) yaitu kondisi dimana ketika terjadi gempa, tidak ada kerusakan struktural maupun non-struktural yang berarti pada struktur.Kata kunci: perkuatan, pelat baja, pushover ABSTRACTAlong with the economic growth in Indonesia a lot of buildings are converted so that the planned load at the beginning of the construction is no longer in accordance with the load on the building that has been changed its function. In this study, the structural elements that are weakened are given a reinforcement by providing a 10 mm thick steel plate on the outer side of the structural elements. From the results of the study, the structures that have experienced weakness due to changes in the function of the back building strongly withstand the load that has been added. This is evidenced by the bending moment value of the column at the time of excess load of 366.749 kNm and after being given a reinforcement change to 471.379 kNm less than 1,088.652 kNm. In the beam element of the bending moment after being overloaded 94,956KNm less than 163.782 kNm so no reinforcement is required on the beam. Performance Point condition, structure is at level B up to Immadiate Occupancy (IO) that is condition where when happened earthquake, there is no structural damage or non structural meaning on structure.Keywords: reinforcement, steel plate, pushover
Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan Peningkatan Jalan Seksi II Rancabuaya KM.BD.111+450 – 114+850 Herman Reonaldo Situmeang; Herman Herman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.20

Abstract

ABSTRAKRencana Anggaran Biaya (RAB) pada suatu pembangunan infrastruktur adalah perhitungan banyak nya biaya yang diperlukan untuk bahan, alat dan upah, serta biaya- biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek. Anggaran biaya merupakan harga dari bahan atau material, alat dan upah yang dihitung dengan teliti dan cermat. Anggaran biaya pada proyek yang sama akan berbeda-beda di masing- masing daerah, disebabkan karena perbedaan harga bahan dan upah tenaga kerja. Pada penelitian ini akan membahas pekerjaan peningkatan jalan seksi 2 Rancabuaya KM. BD. 111 + 450 – 114 + 840 yang meliputi pekerjaan divisi 4 pelebaran perkerasan dan bahu jalan, divisi 5 perkerasan berbutir  dan divisi 6 perkerasan aspal. Dari perhitungan yang dilakukan untuk pekerjaan divisi 4, divisi 5 dan divisi 6, dapat disimpulkan bahwa jumlah biaya yang di butuhkan untuk pekerjaan peningkatan jalan seksi 2 Rancabuaya KM. BD. 111 + 450 – 114 + 840 dengan panjang jalan 4 km, lebar  jalan existing 4 m, pelebaran jalan 3 m, lebar bahu jalan 3 m adalah Rp 2.808.476.106.Kata kunci : Rencana Anggaran Biaya ; Pekerjaan Peningkatan Jalan ; Seksi II Rancabuaya Km. Bd. 111+ 450 – 114 + 840 ABSTRACTBudget plan on an infrastructure development is a calculation of the cost amount that required for materials, equipment, and wages, along with the cost that related with the implementation of the project. The budget plan is the price of the materials, equipment and wages that calculated carefully and accurate. The budget plan in same project will be difference in each area, cause the difference of  materials and manpower wages prices.This research will discuss the road improvement works Rancabuaya section 2 KM. BD.  111+ 450 - 114 + 840 that contains divisions 4 covering jobs pavement and shoulder widening roads, Division 5 grained pavement and Division 6 asphalt pavement. From the calculations carried out for the work division 4, Division 5 and Division 6, it can be concluded that the amount of bugdet is needed for road improvement works Rancabuaya section 2 KM. BD. 111 + 450 - 114 + 840 with 4 km road length, road width existing 4 m, 3 m road widening, road shoulder width of 3 m is Rp 2.808.476.106.Key words : Budget plan ; road improvement ; section 2 Rancabuaya Km. Bd. 111 + 450 - 114+ 840