cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Studi Penggunaan Batu Kapur Kalipucang sebagai Substitusi Sebagian Agregat Halus Beton Aspal Jenis AC-BC Lucky Budiman; Silvia Sukirman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.45

Abstract

ABSTRAKPerkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat, berfungsi melayani beban lalu lintas. Agregat yang biasa digunakan untuk perkerasan jalan adalah batu pecah dan bahan lainnya. Batu kapur adalah batuan sedimen yang terusun dari kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Batu kapur merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan oleh sektor industri dan konstruksi. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui karakteristik batu kapur dan penggunaan batu kapur Kalipucang sebagai substitusi agregat halus dari campuran beton aspal jenis AC-BC, dengan penambahan batu kapur sebanyak 50% dari dari agregat halus. Berdasarkan hasil analisis data pengujian didapatkan nilai stabilitas dari beton aspal substitusi batu batu kapur lebih tinggi dibandingan dengan campuran beton aspal tanpa batu kapur, yaitu 1.800 kg untuk campuran substitusi batu kapur dan 1.600 kg untuk campuran tanpa batu kapur. Sifat volumetrik beton aspal dari kedua campuran yaitu    dan  memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.Kata kunci: laston AC-BC, batu kapur, substitusiABSTRACTThe pavement street is a mixture between of aggregates and binders,the function is serving the traffic load. The aggregate commonly used for street pavement are broken stone and other materials. Limestone is sedimentary rock are composed of calcium carbonate (caCO3) in the mineral form of calcite.Limestone is one of a mineral an industry that is much used by the industrial and construction sectors. The purpose of this research include to know characteristic limestone and the use of limestone Kalipucang as a substitution of fine aggregate from a mixture of asphalt concrete of AC-BC,by the addition of limestone 50% of the fine aggregate. Based on the results of data analysis testing obtained the value of the stability from concrete asphalt  the substitution of limestone higher than being with a mixture of asphalt concrete without limestone, that is 1,800 kg to mixed the substitution of limestone and 1,600 kg to mix without limestone. Volumetric properties of asphalt concrete of two mixetures is    and meet specifications which has been determined.Keywords: laston AC-BC, limestone, substitution
Studi Pemanfaatan RAP Dan Aspal Elvaloy Pada Campuran Laston AC-BC Ardi Seno; Silvia Sukirman; Rahmi Zurni
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.14

Abstract

ABSTRAKDalam meningkatkan kualitas jalan secara efektif, efisien, dan ekonomis dilakukan penelitian diantaranya dengan pemanfaatan RAP. KAA sesuai gradasi target adalah 5,5%, oleh karena itu dibuat benda uji dengan kadar aspal 4.5%, 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, dan 7% pada benda uji, maka diperoleh nilai KAO sebesar 6,1% yang hasil tersebut menjadi acuan untuk pembuatan benda uji selanjutnya. Pengujian untuk benda uji dengan campuran RAP sebanyak 5%, 7,5%, dan 10% dengan menggunakan KAO 6% diperoleh nilai VIM dan VMA campuran yang menggunakan agregat RAP 5% dan 7,5% cenderung menurun, bertambahnya kadar RAP memungkinkan agregat RAP mampu mengisi pori campuran serta rongga agregat pada campuran. Nilai stabilitas dengan menggunakan agregat RAP semakin meningkat. Meningkatnya nilai stabilitas dipengaruhi oleh nilai VIM dan VMA yang semakin kecil, tetapi agregat RAP 10% menunjukan nilai sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan agregat RAP 7,5% menghasilkan campuran aspal beton terbaik.Kata Kunci: Laston AC-BC,  aspal Elvaloy,  RAP ABSTRACTIn improving the quality of roads in an effective, efficient, and economical research including the use of RAP. KAA according gradation is the target of 5.5%, therefore, made the specimen with a bitumen content of 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, and 7% in the test object, the obtained value KAO 6.1% the result is a reference for the preparation of the next test object. Testing for specimens with a mixture of RAP as much as 5%, 7,5%, and 10% by using KAO 6% VIM and VMA values obtained mixture using RAP aggregate 5% and 7,5% decline, increased levels of RAP allows aggregate RAP able to fill pores and cavities aggregate mixture in the mix. Value stability using RAP aggregate increase. Increasing the value of stability is affected by the value of VIM and VMA are getting smaller, but the aggregate 10% RAP showing the opposite value. These results indicate that the use of 7,5% RAP aggregate produce asphalt concrete mix bestKeyword: Laston AC-BC, ELvaloy Asphalt, RAP
Analisis Stabilitas Tubuh Bendungan Raknamo Dwi Nanda Putra; Sri Hetty Susantin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.95

Abstract

ABSTRAKBendungan Raknamo merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak pada tubuh bendungan. Bendungan urugan berpotensi mengalami keruntuhan akibat berubahnya tegangan dalam tanah akibat aliran air. Untuk menghindari keruntuhan, maka diperlukan analisis stabilitas yang dihitung secara bersamaan antara aliran air dan deformasi menggunakan metode elemen hingga dan model 2D pada program PLAXIS 2D 2016. Kondisi yang dianalisis yaitu saat selesai konstruksi, muka air normal, muka air maksimum dan muka air minimum, yang akan dikombinasikan dengan beban gempa. Untuk kondisi surut cepat, faktor beban gempa diabaikan. Analisis dengan gempa menggunakan metode gempa pseudostatik. Hasil analisis berupa faktor keamanan (FK) terkritis di hilir terjadi pada kondisi muka air maksimum 1,890 sebelum ada gempa. Faktor keamanan yang dianalisis memenuhi kriteria yang mengacu pada RSNI M-03-2002, dimana nilai faktor keamanan yang diperoleh lebih besar dari kriteria minimum yang disyaratkan.Kata kunci: bendungan Raknamo, analisis stabilitas, faktor keamanan ABSTRACTThe Raknamo dam is an embankment with a center of core rock fill dam. Embankment dam is risky to collapse due to changes of stress while ground water flow. To avoid collapse, it is necessary to do stability analyzes which were calculated simultaneously between water flow and deformation using the finite element method and 2D models in PLAXIS 2D 2016 program. The conditions to be analyzed are after construction, normal water level, high water level, minimum water level, which will be combined with the earthquake load. For rapid drawdown conditions, earthquake loads are ignored. Analysis with earthquake use the pseudostatic earthquake method. The result of analysis in the form of critical safety factor (SF) in the downstream occurred on high water level condition is 1,890. The safety factors analyzed meet the criteria referring to the RSNI M-03-2002, where the value of the safety factor obtained is more than the required minimum criteria.Keywords: the Raknamo dam, stability analysis, safety factor
Analisis Konsolidasi Dengan Prefabricated Vertical Drain Untuk Beberapa Soil Model Menggunakan Metode Elemen Hingga Ketut Devy Apriyani; Ikhya Ikhya; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.17

Abstract

ABSTRAKPembangunan di atas tanah lunak merupakan tantangan di bidang konstruksi. Sifat tanah lunak yang memiliki kuat geser rendah, kompresibilitas tinggi, dan koefisien permeabilitas rendah menjadi kendala untuk dimanfaatkan dalam pekerjaan tanah sehingga diperlukan adanya perbaikan tanah. Dua metode perbaikan tanah yang umum digunakan untuk mempercepat waktu konsolidasi adalah preloading dan vertical drain. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsolidasi menggunakan PLAXIS 2D untuk mengetahui soil model mana yang paling mampu menggambarkan kondisi tanah di lapangan. Pemodelan yang dilakukan akan menggunakan tiga dari banyak soil model yang dimiliki PLAXIS 2D yaitu Mohr Coulomb model dan dua Advanced Soil Model: Hardening Soil, dan Soft Soil. Selanjutnya nilai penurunan yang dihasilkan ketiga soil model tersebut akan dibandingkan terhadap pengukuran di lapangan dan dianalisis. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa Hardening Soil model merupakan model yang paling cocok digunakan untuk menganalisis konsolidasi karena mengghasilkan selisih nilai penurunan paling kecil bila dibandingkan dengan dua soil model lainnya.Kata kunci : prefabricated vertical drain, tanah lunak, konsolidasi, soil model, PLAXIS 2D ABSTRACTConstruction on soft soil is a challenge in construction’s world. Soft soil is characterized by a low shear strength, a high compressibility, and a low coeffiecient of permeability which makes it difficult for soil engineering so ground improvement is needed. Vertical drain combined with preloading have become common technique for speeding up time of consolidation. The purpose of this study is to analyse consolidation with PLAXIS 2D and define which soil model is closest to the field condition. PLAXIS 2D has so many soil models that can be used for modelling soil condition but this study will only use three models and those models are Mohr Coulomb model and two Advanced Soil Model:  Hardening Soil, and Soft Soil. Settlement value from those models will be compared to field measurement and being analysed. Based on the analysis, Hardening Soil model is the most suitable model for analysing consolidation because it generates settlement value closest to the field measurement.Keywords: prefabricated vertical drain, soft soil, consolidation, soil model, PLAXIS 2D
Studi Perbandingan Analisis Struktur Rumah 2 Lantai Menggunakan Kayu Glulam dan Kayu Solid Terhadap Beban Gempa Ramdhan Taufik; Erma Desmaliana; Amatulhay Pribadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.85

Abstract

ABSTRAKKondisi geografis Indonesia memiliki struktur tektonik kompleks. Kondisi ini membuat perencanaan rumah tinggal 2 (dua) lantai membutuhkan pertimbangan khusus dari segi kekuatan dan kekakuan. Penggunaan material kayu sebagai bahan konstruksi di Indonesia masih jarang digunakan. Kayu glulam adalah suatu produk kayu rekayasa yang dibuat dari beberapa bilah kayu yang direkatkan dengan arah sejajar serat menggunakan perekat berupa lem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon struktur pada rumah tinggal menggunakan material kayu glulam dan solid dengan bantuan program ETABS 2016. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai periode struktur, gaya geser dasar, dan simpangan antar lantai antara seluruh model menunjukan hasil yang berbeda, perbedaan diakibatkan dari hasil konversi berat jenis dan modulus of elastisity berdasarkan BS EN 1194:1999. Berdasarkan analisis non-linier pushover didapatkan bahwa kayu glulam Nyatoh (kayu kelas III) berada pada level pada kinerja B to IO (Immediate Occupancy), dimana hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan kayu solid Bangkirai (kayu kelas I).Kata Kunci: rumah tinggal, kayu glulam, non-linier pushover ABSTRACTGeographical condition of Indonesia has a complex tectonic structure. These conditions create  2-storyhome-planning that require special consideration in terms of strength and rigidity. The use of wood as a construction material in Indonesia is still rarely used. Glulam wood is a wood products engineering made from wooden slats several glued with the direction of the parallel fibers using adhesives. This research aims to identify the structure of the response at home using basic material glulam and solid wood with the help of ETABS 2016 programs. Based on the analysis that has been done, obtained the value of the structure periode, base shear force, and interstory drift between all models show different results, the difference is due to the results of specific gravity conversion and modulus of elasticity base on BS EN 1194:1999. Based on non-linear pushover analysis, it shows that Nyatoh glulam wood (class III wood) was at the level of the B to IO (Immediate Occupancy) performance, where the results were not much different from Bangkirai solid wood (class I wood).Keywords: home livingstructure, glulam wood, non-linear pushover
Transformasi Gelombang pada Batimetri Ekstrim dengan Model Numerik SWASH Studi Kasus: Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi Yessi Nirwana Kurniadi; Wiwin Windupranata
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.26

Abstract

ABSTRAKSWASH adalah model numerik yang dikembangkan oleh Deltares dan DELFT University of Technology. Model ini telah dikaji dalam kemampuannya memodelkan gelombang di daerah nearshore, gelombang pecah maupun run up gelombang. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji model numerik SWASH pada perairan dengan batimetri yang ekstrim. Kemampuan model numerik SWASH untuk simulasi hidrodinamika di daerah pantai pada kondisi ekstrim dikaji pada penelitian ini. Lokasi studi yang dipilih adalah Teluk Pelabuhan Ratu. Pada lokasi ini profil batimetri beragam terdiri dari teluk, tanjung, pantai curam, dan pada lokasi sekitar 500 m sebelah barat daya, kedalamannya mencapai lebih dari 100 m. Kondisi batimetri yang ekstrim ini sangat baik guna menguji dan mengkaji kemampuan model hidrodinamika SWASH. Hasil analisis selama 40 menit waktu simulasi menunjukkan transformasi gelombang, yaitu refraksi, refleksi, shoaling dan interferensi gelombang. Gelombang ekstrim terjadi dari hasil interferensi gelombang dan model numerik tetap stabil pada kondisi ekstrim ini. Model numerik SWASH terbukti dapat memodelkan kondisi hidrodinamika ekstrim pada batimetri ekstrim dengan baik.Kata kunci: SWASH, model numerik, gelombang, batimetri, ekstrim ABSTRACTSWASH model is numerical model developed by Deltares and DELFT University of Technology. The applicability of this model has been investigated for nearshore waves, breaking waves and also wave run up. However, there are still need to test this model into extreme condition. This numerical model has been tested for bathymetry extreme in this research. Pelabuhan Ratu Bay is choosen for this test due to its bathymetry profiles, where there are steep beach, bay, cape, and also a very deep trough. The result shows that in 40 minutes simulation time, there are wave transformation such as refraction, reflection, shoaling, and wave interference. Extreme wave due to wave interference was simulated during simulation and the numerical model was still stable. It is proofed that SWASH model can do the hydrodynamic simulation on extreme wave and also extreme bathymetry profile.Keywords: SWASH, numerical model, wave, bathymetry, extreme
Studi Mengenai Pengaruh Faktor Air-Semen dan Nilai Slump Beton Segar terhadap Permeabilitas Beton Chandra Budhi Rizky; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.33

Abstract

Abstrak Permeabilitas beton memiliki peran penting dalam mempertahankan umur suatu struktur bangunan, serta dipengaruhi oleh faktor air-semen, dan porositas beton. Dari suatu nilai faktor air-semen yang sama maka dapat dibuat campuran beton dengan nilai slump yang berbeda. Nilai slump yang berbeda membutuhkan jumlah air yang berbeda hal ini diduga akan mengakibat nilai koefiesien permeabilitas yang lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan membuat campuran beton menggunakan cara Dreux Gorrise - ITENAS, untuk faktor granular [G] 0,55; faktor air-semen 0,4; 0,5; dan 0,6; serta slump rencana 30-60 mm dan 60-180 mm. Hasil penelitian ini menunjukan grafik hubungan antara faktor air-semen dan nilai slump dengan nilai koefisien permeabilitas. Hasil dari grafik menunjukan faktor air-semen 0,5 dengan nilai slump 30-60 mm nilai koefisien permeabilitasnya adalah 5,790 x 10-9 m/dtk. Sedangkan untuk faktor air-semen 0,5 dengan nilai slump 60-180 mm nilai koefisien permeabilitasnya adalah 7,674 x 10-9 m/dtk. Kata kunci: permeabilitas beton, porositas beton, nilai slump, faktor air-semen Abstract Permeability of concrete has an important role in maintaining the life of a building structure, also influenced by a water-cement ratio and porosity of the concrete. From a value of the same water-cement ratio, concrete mixtures can be made with different slump values. Different slump values require different amounts of water, this is thought to result in higher permeability coefficient values. This research was carried out by making a concrete mixture using the Dreux Gorrise - ITENAS method, for granular factors [G] 0.55, water-cement ratio 0.4, 0.5, and 0.6, and slump plans 30-60 mm and 60-180 mm. The results of this study show a graph of the relationship between the water-cement ratio and slump value with the permeability coefficient value. The results of the graph show a water-cement factor of 0.5 with a slump value of 30-60 mm the value of the permeability coefficient is 5.790 x 10-9 m/sec. While for the water-cement factor 0.5 with a slump value of 60-180 mm the value of the permeability coefficient is 7.674 x 10-9 m/sec. Keywords: permeability of concrete, porosity of concrete, slump value , water-cement ratio
Analisis Daya Dukung Fondasi Kelompok Tiang pada Tanah Lempung Cimencrang Yumita Meisari; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.92

Abstract

ABSTRAKFondasi kelompok tiang merupakan penggabungan beberapa tiang menggunakan pile cap. Penentuan kapasitas daya dukung fondasi adalah faktor penting dalam perencanaan, terlebih jika fondasi ditempatkan pada tanah yang relatif berjenis lempung. Fondasi tersebut harus mampu memikul seluruh beban diatasnya. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui nilai kapasitas daya dukung fondasi kelompok tiang. Analisis daya dukung fondasi kelompok tiang dilakukan dengan cara membandingkan hasil uji di lapangan dengan hasil yang diperoleh dari beberapa metode yaitu metode statik, Meyerhof berdasarkan nilai NSPT dan pemodelan menggunakan bantuan perangkat lunak Plaxis 3D, Group8 3D, serta All Pile. Berdasarkan hasil analisis tersebut, yang paling mendekati dengan hasil uji di lapangan adalah hasil pemodelan menggunakan Plaxis 3D. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil selisih terkecil yaitu 3,93%.Kata kunci: fondasi kelompok tiang, tanah lempung, kapasitas daya dukung, perangkat lunak. ABSTRACTGroup pile foundation is a combination of piles using pile cap. Determination the bearing capacity of the foundation is an important factor in planning, moreover if the foundation was placed on relative clay type soil. The foundation must be able to carrying the whole loads above it. Therefore, the analysis need to be done to identify the value of bearing capacity of group pile foundation. Analysis of group pile bearing capacity was done by comparing the result of test in field and the result obtained from several methode that is static method, Meyerhof method based from the value of NSPT and modelling use software Plaxis 3D, Group8 3D, and All Pile. From the result of the analysis, the closest to the result test in field was the result of modelling used Plaxis 3D. It can be seen from the smallest difference result was 3.93%.Keywords: group pile foundation, bearing capacity, clay soil, software.
Kajian Perilaku Jembatan Cable Stayed terhadap Variasi Kemiringan Lantai Jembatan Studi Kasus: Jembatan Satu, Barelang Dewi Safitri; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.73

Abstract

ABSTRAKCamber atau desain kemiringan dek yang terdapat pada jembatan cable stayed mempengaruhi perilaku struktur jembatan. Berdasarkan kondisi tersebut dalam penelitian ini dikaji dua desain camber yang dirancang berdasarkan variasi panjang kabel dan variasi sudut kabel. Tipe camber I adalah desain camber sebelum modifikasi dengan kemiringan sidespan sebesar 5% dan kemiringan mainspan sebesar 2%. Tipe camber II adalah desain camber setelah modifikasi dengan kemiringan sidespan sebesar 5% dan kemiringan mainspan sebesar 4% hingga 1%. Untuk mengetahui perubahan perilaku jembatan pada tipe camber I dan tipe camber II dilakukan pengujian pembebanan pada model struktur jembatan. Pembebanan yang diaplikasikan mengacu pada RSNI T-02-2005. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 versi 14. Hasil analisis yang dikaji adalah nilai lendutan struktur pylon, nilai lendutan struktur dek, serta nilai tegangan kabel. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perubahan pada nilai lendutan struktur pylon dan nilai lendutan struktur dek untuk kedua kasus camber. Perubahan ditemukan pada nilai tegangan kabel. Pada sidespan persentase perbedaan tegangan kabel maksimum adalah sebesar 17,43% dan persentase perbedaan tegangan kabel minimum adalah sebesar 0,14%. Pada mainspan persentase perbedaan tegangan kabel maksimum adalah sebesar 40,27% dan Persentase perbedaan tegangan kabel minimum adalah sebesar 0,85%.Kata kunci: jembatan cable stayed, camber, panjang kabel, sudut kabel, tegangan kabel ABSTRACTCamber or curvature deck design on cable stayed bridge, give an influence to the bridge behaviour. Based on its condition, this study perform two type of camber. The camber design arranged by variation of cable length and cable angle. First type is camber I. This camber is a camber design before modification with deck curvature consist of 5% slope in the sidespan and 2% slope in the mainspan.  Second type is camber II. This camber is a camber design after modification with deck curvature consist of 5% slope in the sidespan, and 4% to 1% slope in the sidespan. To discover the change of bridge behaviour on camber I and camber II loading test has given to the bridge models. Loading test that apply based on RSNI T-02-2005. Analysis was done by using SAP2000 version 14. Output from SAP2000 to be consider on this study are the value of pylon deformation, deck deformation,  and cable strength. The result show there are no different value for pylon deformation and deck deformation in both camber type, but There is a difference on the value of cable strength. For sidespan the maximum different value of cable strength is 17,43% and the minimum different value of cable strength is 0,14%. For mainspan the maximum different value of cable strength is 40,27% and the minimum different value of cable strength is 0,85%.Keywords: cable stayed bridge, camber, cable length, cable angle, cable strength
Upaya Penurunan Energi di Bidang Konstruksi dalam Rangka Mengurangi Dampak Pemanasan Global Subrata Aditama K. A. Uda; Mochamad Agung Wibowo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.1

Abstract

ABSTRAKBangunan hijau (green building) merupakan salah satu upaya menekan pengaruh negatif kegiatan konstruksi terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mencari upaya dalam menurunkan Embodied Energy (energy terkandung) dan Operational Energy (energi yang digunakan selama masa umur bangunan) pada bangunan konstruksi dalam rangka mengurangi dampak terhadap pemanasan global berdasarkan studi literatur. Metode penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dengan mengidentifikasi dan mereview beberapa literatur yang berhubungan dengan upaya penurunan energi pada proyek konstruksi. Hasil penelitian berupa rekomendasi dalam upaya meminimalkan energi yaitu menerapkan peraturan secara tegas tentang green building pada sektor konstruksi, desain/perancangan yang dapat mengurangi energi dengan memanfaatkan cahaya serta sirkulasi udara yang maksimum untuk mengurangi penggunaan AC, memilih material yang rendah energi dan karbon, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan menerapkan construction waste management plan, dan mengoptimalkan supply chain baik dalam distribusi material maupun peralatan konstruksi akan berdampak pada pengurangan jumlah energi dari bahan bakar dan karbon akibat transportasi yang digunakan.Kata kunci: bangunan hijau (green building), embodied energy, operational energy.