cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Studi Eksperimental Batang Tarik Sambungan Baut pada Plat Baja Desi Hardianti; Bernardinus Herbudiman; Nessa Valiantine Diredja
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.118

Abstract

ABSTRAKSambungan baut pada batang tarik baja memiliki kapasitas dengan macam-macam tipe kegagalan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran untuk mengetahui salah satu jenis kegagalan pada sambungan batang tarik. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kapasitas sambungan batang tarik plat baja 70mm*300mm*3mm disambung dengan baut penyambung diameter 8mm dengan mutu A449 melalui studi analisis kapasitas dan kegagalan dengan studi eksperimental. Pada studi analisis kapasitas dan kegagalan sambungan batang tarik baja diperoleh kapasitas sambungan sebesar 44,04kN dengan tipe kegagalan geser. Pada studi eksperimental dilakukan pengujian tarik sambungan baja batang tarik, didapatkan nilai kapasitas ultimit sebesar 52,23kN. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah baik hasil perhitungan secara analitis dan pengujian eksperimental di laboratorium menunjukkan trend yang baik dan sama. Kekuatan nominal tarik rencana () dari hasil studi analitis dengan beban ultimit hasil studi eksperimental memiliki perbedaan sebesar 15,69 % dengan hasil eksperimental lebih tinggi.Kata kunci: sambungan batang tarik baja, eksperimental, analitis, kapasitas. ABSTRACTThe bolted connection of the tension rod has capacity with various types of failure. Through this research, it is hoped that it can become a learning medium to find out one of the types of failures in the tension rod joint. In this research, the comparison of 70mm*300mm*3mm angle cross-section connections using 8mm bolt connectors with A449 quality through capacity analysis studies and failure with experimental studies. In the capacity analysis and failure of the steel pull rod connection, a connection capacity of 44.04kN was obtained with a type of shear failure. In the experimental study, tensile testing of tensile rod steel was carried out, obtained the ultimate capacity value of 52.23kN. The conclusion that can be drawn from this study is that both the results of analytical calculations and experimental testing in the laboratory show a good and the same trend. The nominal strength of plan pull () from the results of analytical studies with ultimate load results from experimental studies had a difference of 15.69% with higher experimental results.Keywords: steel tension joint, experimental, analytical, capacity.
Optimasi Pelabuhan di Perairan Cirebon sebagai Alternatif Pengganti Pelabuhan Cilamaya Muhammad Ziko Rizkyargo; Muslim Muin; Yati Muliati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.89

Abstract

ABSTRAK Daerah industri Indonesia yang berpusat di daerah Jawa Barat membuat banyak perusahaan memproduksi barang  dan jasa. Salah satu prasarana dalam menunjangkegiatan tersebut yaitu pelabuhan.Pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang membuat Pelabuhan Tanjung Priok semakin padat, maka dibutuhkan Pelabuhan alternatif lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merencanakan Pelabuhan Peti Kemas di Peraian Cirebon berdasarkan kapal rencana dan biaya yang paling optimum. Lokasi Pelabuhan Peti Kemas Cirebon berada pada koordinat 6o45’3.63” LS dan 108o36’23.53” BT. Pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi kebutuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Cilamaya serta data hidrooseanografi di lokasi Cirebon.Kebutuhan Pelabuhan Peti Kemas Cirebon pada jangka pendek adalah 3.750.000 TEUs, jangka menengah 7.500.000 TEUs, dan jangka panjang 12.000.000 TEUs. Hasil Analisis didapatkan Kapal optimum yang digunakan di Pelabuhan Peti Kemas Cirebon untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sama, yaitu kapal ukuran 2.000 TEUs.Kata kunci: optimasi, pelabuhan, peti kemas, Cirebon. ABSTRACTIndustrial area of Indonesia centered in West Java, making many companies producing goods and services. One of the infrastructure that support these activities, such as ports. Economic growth in the future that make the port of Tanjung Priok increasingly crowded, it needed alternative ports. The purpose of this research is to plan a Container Port in Cirebon based on ship and the most optimum cost. The location of Cirebon Container Port at 6o45’3.63” SL and 108o36’23.53” EL. The data were derived from the secondary data including containers demand at Tanjung Priok Port and Cilamaya and environmental data on Cirebon. Port of Tanjung Priok has a demand in the short term is 3,750,000 TEUs, 7,500,000 TEUs medium term and long term 12,000,000 TEUs. Analysis of the results obtained optimum vessel used in Container Port Cirebon for short term, medium term and long term are same, the size of 2,000 TEUs vessels.Keywords: optimization, port, container, Cirebon
Tinjauan Ulang Mengenai Kadar Maksimum Lumpur Pasir dalam Campuran Beton Cara SNI Zulfikar Cozy; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.64

Abstract

ABSTRAKLumpur pada pasir akan menghalangi lekatan antara pasta semen dengan permukaan pasir, yang berakibat kekuatan mortar berkurang, dan akhirnya kuat tekan beton juga akan ikut berkurang. Kandungan lumpur dalam pasir dibatasi yaitu tidak boleh lebih dari 5% menurut SNI. Namun demikian perlu diteliti lebih lanjut seberapa besar sebenarnya kandungan lumpur dalam pasir yang menyebabkan kuat tekan beton mengalami penurunan secara signifikan. Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kadar lumpur dalam pasir terhadap kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan variasi kadar lumpur yang terdapat pada pasir yaitu 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; dan 17,5%. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 10 cm tinggi 20 cm, slump rencana yang digunakan yaitu 30 mm-60 mm dan 60 mm-180 mm dengan kuat tekan beton rencana 30 MPa. Hasil penelitian menunjukan penurunan kuat tekan beton terjadi pada kadar lumpur lebih dari 5%. Penurunan kuat tekan beton terjadi pada kadar lumpur 5% sampai dengan kadar lumpur 15%, mencapai maksimal 16%.Kata kunci: lumpur, kuat tekan beton, pasir ABSTRACTThe sludge content in the sand will block the attachment between cement paste and the surface of the sand, resulting in reduced mortar strength, and finally the compressive strength of the concrete will also decrease. The sludge content in sand is limited to not more than 5% according to SNI. However, it needs to be investigated further on how much the actual sludge content in the sand that causes concrete compressive strength has decreased significantly. In this study to determine the effect of the level of sludge in the sand on the compressive strength of concrete at 28 days with variations in the levels of sludge found in sand, namely 0%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, 15% and 17.5%. The specimens used were cylindrical with a diameter of 10 cm in height 20 cm, the planned slump used was 30 mm-60 mm and 60 mm-180 mm with a concrete compressive strength of 30 MPa planned. The results showed a decrease in concrete compressive strength in sludge content of more than 5%. Decreasing concrete compressive strength occurs at 5% sludge content up to 15% sludge content, reaching a maximum of 16%.Keywords: sludge, compressive strength, sand
Pengembangan Sistem PelaporanOnline Kerusakan Bangunan Asrama Kampus di Malaysia Mia Wimala; Ernie Kulian Abd. Karim; Yohanes Lim Dwi Adianto; Theresita Herni Setiawan; Andreas F. V. Roy
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.1

Abstract

ABSTRAKPemeliharaan bangunan merupakan suatu upaya untuk memastikan kondisi fisik suatu bangunan dalam keadaan baik selama umur pakainya bagi kepentingan para pengguna dan/atau penghuni bangunan. Informasi tentang keadaan eksisting suatu bangunan beserta elemen, bahan dan peralatan di dalamnya sangat berguna untuk pihak pengelola bangunan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemeliharaan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem online pelaporan kerusakan untuk menampung feedback dari para pengguna dan penghuni bangunan, serta pihak pengurus asrama. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung usaha Universitas X dalam melaksanakan kegiatan pemeliharan, khususnya pemeliharaan yang berbasis kondisi dan korektif pada bangunan- bangunan asrama yang dikelolanya. Sistem pelaporanini dikembangkan berdasarkan data yang didapat dari hasil observasi di lapangan dan wawancara dengan pihak pengelola bangunan, pengurus asrama,sertapara pengguna dan penghuni bangunan. Penghematan waktu pelaporan sebesar 99,97% dapat dicapai dengan menggunakan sistem online yang dikembangkan dalam penelitian ini, dibandingkan dengan sistem konvensional yang selama ini telah dilakukan.Kata Kunci: pemeliharaan, sistem pelaporanonline kerusakan, asrama kampus ABSTRACTBuilding maintenance is an attempt by which a building is ensured to be in a good condition during its lifetime for the benefit of its users and/or occupants. Information about the existing condition of a building along with its elements, materials, and equipments is essential for the building management in order to execute the proper maintenance activities. This research aims to develop an online defect reporting system to gather the feedback from the building users and occupants, as well as from the dormitory board. It is intended to support the University X in carrying out the maintenance activities, especially the corrective and condition-based. The data used for developing the system was obtained from site observations and interviews with the building management, the dormitory board, as well as building users and occupants. Using the developed system, it was verified that 99.97% time savings on reporting processcan be achieved compared to the conventional system.Keywords: maintenance, online defect reporting system, dormitory
Analisis Potensi Likuefaksi pada Tanah Pasir Akibat Gempa (Studi Kasus Mataram, Nusa Tenggara Barat) Gea Nurbani; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 3: November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i3.166

Abstract

ABSTRAKPada hari Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19:46 WITA, gempa bumi mengguncang wilayah Labuan, Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan skala magnitudo M7,0. Akibat guncangan tersebut, terjadi peristiwa likuefaksi di sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menimbulkan kerusakan yang signifikan. Peristiwa likuefaksi dapat terjadi apabila mengalami peningkatan tekanan air pori yang dipicu oleh gempa bumi sehingga mengakibatkan tanah kehilangan kekakuan dan kuat geser tanah. Likuefaksi pada umumnya terjadi pada tanah pasir lepas dengan kondisi jenuh air. Dalam menganalisis potensi terjadinya likuefaksi di lokasi penelitian, digunakan nilai percepatan puncak di batuan dasar (PGA) sebesar 4,13 m/s2dan menggunakan data tanah hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Hasil perbandingan antara ketahanan tanah atau Cyclic Resistance Ratio (CRR) dengan kemampuan tanah terlikuefaksi atau Cyclic Stress Ratio (CSR) menunjukkan bahwa likuefaksi terjadi pada rata-rata kedalaman 5,5 m – 19.5 m.Kata kunci: likuefaksi, cyclic stress ratio (CSR), cyclic resistance ratio (CRR), faktor keamanan (FK) ABSTRACTOn Sunday, August 5 2018 at 19:46 WITA, an earthquake has shook Labuan, Lombok, West Nusa Tenggara with magnitude 7.0 scale. As a result of the earthquake, liquefaction occurred in several regions of West Nusa Tenggara and caused severe damage. Liquefaction can occure when an increase in pore water pressure is triggered by an earthquake, which causes the soil losing its shear strength and stiffness. Liquefaction mostly occured in sand loose and saturated condition. Analysis of liquefaction based on Peak Ground Acceleration (PGA) at the research site 4.13 m/s2 were done according to the data of SPT (Standard Penetration Test). By comparing the value of soil resistance to liquefaction or Cyclic Resistance Ratio (CRR) and the ability of soil to be liquefied or Cyclic Stress Ratio (CSR), the analysis shows the soil in that area are liquefied at depth of 5.5 m – 19.5 m.Keywords: liquefaction, cyclic stress ratio (CSR), cyclic resistance ratio (CRR), safety of factor (SF)
Pola Hidrodinamika di Perairan Nunukan sebagai Usulan pada Permasalahan Abrasi Pulau-pulau Kecil Wulan Fitry Hardhiyanti; Yessi Nirwana Kurniadi; Eva Mustikasari; Yogi Noviadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.58

Abstract

ABSTRAKPerairan Nunukan yang berada di Provinsi Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Berada dalam wilayah terluar, Kabupaten Nunukan menyimpan banyak potensi dalam sektor kelautan dan perikanan. Sangat penting untuk menjaga zona ekonomi eksklusif pulau-pulau kecil terluar Indonesia dari abrasi. Besar abrasi yang mungkin terjadi dapat diketahui dengan melakukan analisis pemodelan mengenai hidrodinamika wilayah tersebut. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul Hydrodynamic (HD). Pemodelan yang dilakukan terdiri dari grid persegi dan mesh terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa daerah di Kabupaten Nunukan terjadi peningkatan kecepatan arus antara 0,1625 m/s sampai 0,3 m/s yang berpotensi terjadi abrasi. Abrasi terjadi di barat daya Pulau Sebatik, Perairan Nunukan sepanjang 1.014,26 meter. Penelitian sebelumnya menunjukkan, ukuran butir di wilayah tersebut sebesar pasir kelanauan sebesar 0,01 mm. Terdapat hubungan antara kecepatan dan ukuran butir yang menyatakan wilayah tersebut memiliki potensi abrasi.Kata kunci: hidrodinamika, pemodelan, arus, pasang surut, abrasiABSTRACTSebatik Island is located in Nunukan sea at North Kalimantan Province. This island is one of the outermost area in Indonesia which is in border line with Malaysia. These outlying islands keep a lot of potential in marine, and fishery. It is important to keep Indonesia exclusive economic zone by protecting this outlying island from abrasion. Abrasion can be found by analyzing hydrodynamic modelling in the area. Hydrodynamic modelling is using software MIKE 21 with Hydrodynamic modules (HD). The numerical hydrodynamic modelling was consists of rectangular grid and unstructured mesh modelling. The modelling showed there are some area in Kabupaten Nunukan are has increase of current velocity between 0.1625 m/s and 0.3 m/s that potentially to abrasion. Abrasion occurred in the southwest of Sebatik Island, Nunukan sea along 1,014.26 meters. Based on the observation before, the grain size in the area was 0.01 mm sand silt. There is correlation between the current velocity and grain size in the area has potentially to abrasion.Keywords: hydrodynamic, modelling, current, tides, abrasion
Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Trans Metro Bandung Koridor 2 Menggunakan Pendekatan Importance-Performance Analysis Ardi Suhendra; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.59

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan kemajuan dan meningkatnya jumlah pengguna jasa transportasi, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, salah satunya adalah perusahaan Trans Metro Bandung (TMB). Penentuan tingkat kepuasan pengguna TMB koridor 2 dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna TMB koridor 2. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian digambarkan dalam diagram kartesius Importance-Performance Analysis (IPA) serta nilai Customer Satisfaction Index (CSI) yang menunjukkan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Diagram kartesius IPA menunjukkan bahwa atribut keamanan dan kenyamanan penumpang, kepedulian petugas terhadap penumpang, serta kebersihan di dalam bus adalah hal yang harus ditingkatkan oleh TMB koridor 2. Tingkat kepuasan pengguna secara keseluruhan ditunjukkan dengan nilai CSI sebesar 71,74% yang berarti pengguna masih belum puas dengan pelayanan TMB koridor 2.Kata kunci: Transportasi, kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, jasa transportasi massal. ABSTRACTAlong with the progress and the increasing number of transport services user, companies engaged in the transportation services required to improve the quality of its services, one of which is the Trans Metro Bandung (TMB) company. Determining the level of user satisfaction TMB corridor 2 is done by distributing questionnaires to TMB corridor 2 user. The results of the questionnaire are then illustrated in the Cartesian diagram Importance-Performance Analysis (IPA) and the value of Customer Satisfaction Index (CSI), which shows the overall user satisfaction. IPA Cartesian diagram shows that the attributes of safety and passenger comfort, care workers to passengers, as well as the cleanliness in the bus are things that should be improved by TMB corridor 2. The level of overall user satisfaction is shown with a CSI score of 71.74%, which means that users of TMB still has not been satisfied with the service corridor 2.Keywords: Transport, service quality, customer satisfaction, mass transportation services.
Evaluasi Struktur Atas Dermaga 1.000 DWT terhadap Berbagai Zona Gempa berdasarkan Pedoman Tata Cara Perencanaan Pelabuhan Tahun 2015 Nandira Virgie Nilasari; Kamaludin Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.158

Abstract

ABSTRAKDermaga kapasitas 1000 DWT dibangun untuk jenis kapal penumpang maupun cargo.  Pentingnya akan kualitas struktur pada dermaga menjadi prioritas utama sebagai penopang beban bangunan dan gaya dari pengaruh luar bangunan seperti gempa. Penelitian ini mengkaji pengaruh dari faktor beban hidup sebesar 3 ton dan variasi kombinasi beban gempa serta kedalaman tiang pancang yang bekerja pada struktur dermaga terhadap kebutuhan penulangan pada pembalokan. Ada 4  jenis model zona gempa dengan 3 model kedalaman tiang pancang yang dilakukan yaitu: zona gempa pada 0,2 g, 0,5 g, 0,8 g dan 1,2 g dan kedalaman tiang pancang pada 15 m, 20 m dan 25 m terhadap kebutuhan akan tulangan. Hasil analisis menunjukan bahwa gaya akibat beban gempa terhadap penulangan utama pada balok dermaga mempunyai pengaruh yang tidak signifikan dibandingkan dengan gaya akibat kombinasi beban tanpa gempa, sehingga penulangan utama pada balok dermaga semua sama untuk semua zona gempa.Kata kunci: dermaga 1.000 DWT, gempa, tiang pancang, penulangan  ABSTRACTDock with capacity of 1000 DWT were built for ship type of passengers and cargo. The importance of the quality of the structure of the pier is a top priority as a load-bearing building and building force from outside influences such as earthquakes. This study examines the effect of live load factor of 3 ton and variations in seismic load combinations as well as the depth of piling work on the structure of the pier to the needs reinforcement in beam. There are four types of models quake zone with 3 models of the depth of the pile made, which is the earthquake zone at 0.2 g, 0.5 g, 0.8 g and 1.2 g and the depth of piles at 15 m, 20 m and 25 m against the need for reinforcement. Results of the analysis showed that force from earthquakes influence against prime reinforcement beam on the pier did not have significant role compared  to the combination load bearing force without earthquakes, so that the prime reinforcement on beam at the piers is the same with all earthquakes zone.Keywords: 1.000 DWT wharf, earthquakes, poles, reinforcement
Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cikadut, Kota Bandung Muhammad Daryl Marta Pratama; Elkhasnet Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.115

Abstract

ABSTRAKPersimpangan merupakan suatu bagian jalan yang menjadi pusat pertemuan dari berbagai pergerakan arus lalu lintas. Pada tipe simpang tak bersinyal, sering dijumpai titik-titik konflik arus lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas terutama pada saat jam-jam sibuk. Contoh kasus terdapat di Kota Bandung, terjadi pada persimpangan Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cikadut. Lokasi ini dipilih karena selain kemacetan yang disebabkan oleh titik-titik konflik arus lalu lintas yang tidak teratur pada saat jam sibuk, di sekitar jalan pada simpang ini juga merupakan kawasan pertokoan, pemukiman, sekolah dan juga terdapat pom bensin. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perhitungan dan analisis data pada kondisi awal simpang, didapat nilai derajat jenuh (DS) sebesar 0,983 untuk pagi hari dan 0,937 untuk sore hari. Karena hasil perhitungan simpang pada kondisi awal tidak memenuhi syarat MKJI 1997, yaitu DS < 0,85, maka perlu dilakukan perhitungan ulang dengan beberapa alternatif agar nilai DS bisa memenuhi.Kata kunci: persimpangan, kemacetan, derajat jenuh, MKJI 1997. ABSTRACTIntersection is a part of the road that becomes the center concourse of various traffic flow movements. In the type of unsignalized intersection, there are often traffic flow conflict points which cause traffic jams, especially during rush hour. Examples of cases are in the City of Bandung, occurred at the intersection of A.H. Nasution Street and Cikadut Street. This location was chosen because in addition to congestion caused by irregular traffic flow conflict points during rush hour, around the road at the intersection this is also a shopping area, residential, school and gas station. Based on these problems, data calculations and analysis are carried out in the initial intersection condition, obtained saturated degree (DS) values of 0,983 in the morning and 0,937 in the afternoon. Because the results of the intersection calculation in the initial conditions did not comply the requirements of the Indonesian Highway Capacity Manual of 1997 (IHCM 1997), that’s DS < 0,85, it is necessary to recalculate with some alternative that value of DS can comply.Keywords: intersection, congestion, degree of saturation, IHCM 1997.
Analisis Daya Dukung Tiang Tunggal Dinamik pada Tanah Lunak di Gedebage Elvina Marianna Tampubolon; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.81

Abstract

ABSTRAKDalam setiap bangunan diperlukan pondasi sebagai dasar bangunan yang kuat dan kokoh. Istilah pondasi merupakan elemen bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada struktur tersebut ke dalam tanah, sampai kedalaman tertentu yaitu sampai lapisan tanah keras. Tujuan dari studi ini adalah membandingkan kapasitas daya dukung aksial pondasi tiang tunggal secara analitis dan numeris. Secara analitis dilakukan dengan menghitung kapasitas daya dukung berdasarkan data-data dari lapangan yang didapat yaitu SPT. Numeris yaitu menghitung dengan menggunakan metode elemen hingga menggunakan program. Hasil studi ini juga berdasarkan metode formula dinamik untuk mencari kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang ( ) dengan formula Hiley, formula PCUBC, formula Gates, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Kata kunci: SPT, kapasitas daya dukung, analitis, numeris, formula dinamik. ABSTRACTIn every building a foundation is needed as a strong layer. The term foundation is building element whose function is to distribute all loads acting on the structure into the ground to a certain depth until the hard soil. The purpose of this study was to compare the axial bearing capacity analytically and numerically. Analytically done by calculating the bearing capacity based on the data obtained from the field, namely SPT. The numerical count by using the finite element method using the program. The result of this study also based on the formula dynamic for bearing capacity ultimit piles ( ) with Hiley formula, PCUBC formula, Gates formula, formula Navy-Mckay, dan formula Canadian National Building Code.Keywords: SPT, bearing capacity ultimite, analytically, numerically, dynamic formula.