cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Perbandingan Kinerja Struktur Baja SRBKK Tipe Inverted-V pada Gedung Bertingkat 12, 16, dan 20 Lantai Diva Rahma Benita; Erma Desmaliana; Amatulhay Pribadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.65

Abstract

ABSTRAK Konstruksi baja merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan dalam pembangunan gedung tinggi. Salah satu cara untuk memperbesar kekakuan suatu gedung dengan memasang bresing. Pada kasus ini sistem struktur baja yang digunakan yakni Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus menggunakan bresing tipe Inverted-V. Dalam Penelitian ini dilakukan perencanaan struktur baja bertingkat 12, 16 dan 20 lantai yang dimana nantinya juga dilakukan evaluasi kinerja struktur bangunan menggunakan analisis pushover untuk menentukan struktur bangunan yang paling efektif dalam perencanaan struktur menggunakan bresing Inverted-V. Dalam Penelitian ini, didapat level kinerja struktur pada struktur baja bertingkat 12, 16 dan 20 lantai berada pada kinerja Immediate Occupancy (IO). Dari hasil-hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa struktur baja bertingkat 12 lantai menggunakan bresing konsentrik tipe Inverted-V memiliki perioda struktur yang paling kecil dan berat struktur yang lebih kecil dibandingkan sistem rangka bresing struktur lainnya.Kata kunci: struktur baja, pushover, kinerja strukturABSTRACTSteel construction is an alternative that can be used in the construction of tall buildings. One way to increase the rigidity of a building by installing the bracing. In this case the steel structure system that will be used is the Steel Special Concentrically using Inverted-V type bracing. In this thesis, steel structure planning of 12, 16 and 20-storey will be carried out, which will also evaluate the performance of the building structure using pushover analysis to determine the most effective structure in the structure planning using Inverted-V bracing. In this thesis, it obtained the level structural performance in steel structure 12, 16 and 20-storey floors are in the performance of Immediate Occupancy (IO). From the result of the analysis that was obtained, it can be concluded that the 12-storey steel structure steel structure using concentrically Inverted V-braced frames has the smallest structural period and smaller structural weights compared to other structural bracing systems.Keywords: steel structure, pushover, structure performance 
Analisis Keandalan Tampungan Waduk Molintogupo untuk Kebutuhan Air Baku di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo Heri Susanto; Yedida Yosananto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.127

Abstract

ABSTRAKWaduk Molintogupo direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di 2 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Penelitian ini mengkaji ulang perencanaan Waduk Molintogupo terhadap kebutuhan masyarakat. Pentingnya akan keandalan tampungan pada sebuah Waduk Molintogupo menjadi prioritas utama sebagai pemenuhan akan kebutuhan terhadap air baku. Penelitian ini menganalisis keandalan Waduk Molintogupo. Beberapa analisis yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik yaitu analisis frekuensi, analisis debit banjir rencana, analisis ketersedian air, analisis kebutuhan air, analisis sedimen dan analisis tampungan. Hasil analisis menunjukan bahwa dibutuhkannya Waduk, kekurangan air sebesar 1.555.200 liter atau selama 3 hari sepanjang tahun, kapasitas tampungan waduk yang memenuhi kebutuhan air baku sebesar 3.874,95 m3 membutuhkan tinggi spillway 5 m dan elevasi muka air + 183,5 m. Usia guna waduk selama 10  tahun harus bisa menampung angkutan sedimen sebesar 0,0000125 m3/detik.Kata kunci: keandalan waduk, air baku, usia guna waduk, tampungan ABSTRACTMolintogupo Reservoir is planned the meet domestic needs in two sud-districts in Bone Bolango regency of Gorontalo province. This study reviewed the planning of Molintogupo Reservoir to the meet domestic needs. The importance of the reliability of Molintogupo Reservoir to the reservoirs is a high priority as the fulfillment of the need for raw water. This study analyzed the Molintogupo Reservoir operation. There are several analyzes performed to obtain good results, which is frequency analysis, flood analysis, water availability analysis, water demand analysis, sediment analysis and storage analysis. The result of the analysis showed that the need of Reservoir, water shortage is 1,555,200 liter during 3 days per year, dam capacity that meet domestic needs as 3,874.95 m3. The dam has to designed with 5 m height of spillway and mean water level + 183.5 m. The dam that designed for ten years useful life has to carry sediment transport as 0.0000125 m3/sec.Keywords: reliability of reservoir, raw water, age of reservoir, storage
Kajian Perilaku Lentur Perbaikan Balok Beton Bertulang dengan Metode External Prestressing Dida Khrisna; Bernardinus Herbudiman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.12

Abstract

ABSTRAKSeiring jalannya umur pemakaian beton bertulang pada struktur bangunan, banyak kondisi beton yang sudah rusak atau tidak aman untuk digunakan dikarenakan degradasi kekuatan akibat bencana alam, penempatan beban yang melebihi kapasitas, kebakaran, dan juga material bermutu rendah. Melihat kenyataan di lapangan tidak semua pelaku industri memiliki peralatan yang canggih ataupun budget yang mumpuni untuk melakukan perbaikan struktur, oleh karena itu metode external prestressing muncul sebagai salah satu opsi perbaikan struktur pada beton bertulang. Pada cara ini batang atau kabel prestressing ditanam pada beton yang rusak, memberikan tegangan padanya sampai suatu tegangan tarik tertentu sehingga elemen yang rusak mendapat gaya tekan. Hasil pengujian terhadap 4 balok dengan dimensi 25 cm x 15 cm dan panjang bentang 90 cm menunjukan bahwa perbaikan perilaku lentur balok dengan metode external prestressing menghasilkan persentase nilai-nilai sebagai berikut; 76,647%; 81,369%; 77,763%; 90,041%.Kata kunci: external prestressing, perilaku lentur, perbaikan struktur ABSTRACTAfter long service of reinforced concrete structure, concrete beam element become damage due to natural disasters, overloading, burned, and degradation of material strength. Repairing this element to achieve initial the strength capacity needs high cost. Then, the external pre-stressing method appears as alternative method to repair the element structure with relatively simple method and low cost. In this method, the pre-stress cable is attached beside the damaged concrete beam, giving the post-tension force, then the concrete section has compression force. The result of the 4 testing beams with 25 cm x 15 cm and length 90 cm shows that the improvement of beams flexural behavior with external prestressing method produces several percentage improvement values with these improvement; 76.647%; 81.369%; 77.763%; 90.041%.Keywords : external prestressing, flexural behavior, structural improvement
Studi Penggunaan Limbah Las Karbit Untuk Bahan Tambah Pada Perkerasan Laston Gradasi AC-WC Shezy Nurhayati; Dwi Prasetyanto; Rahmi Zurni
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.94

Abstract

ABSTRAKJalan merupakan prasarana transportasi yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya serta meningkatkan proses perkembangan ekonomi masyarakat. Seiring berkembangnya kendaraan semakin bervariasi mulai dari jenis kendaraan dan berat kendaraan, hal tersebut mengakibatkan lapisan perkerasan sering mengalami kerusakan, oleh karena itu diperlukan adanya penelitian perkerasan yang kuat menahan deformasi pada beban lalu lintas.Penelitian ini dilakukan pada Laston AC-WC menggunakan aspal pen 60 bercampur dengan limbah las karbit 2,5 % dan 5 %. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui parameter Marshall dari karakteristik beton aspal dengan jenis aspal yang berbeda. Hasil dari parameter Marshall didapat kadar aspal optimum (KAO) untuk aspal 0 % sebesar 6,6 %, aspal karbit 2,5 % didapat 6,7 %, dan untuk aspal karbit 5 % sebesar 6,8 %.Kata kunci : Limbah Las Karbit, Laston AC-WC, Bahan Tambah. ABSTRACTThe road is the infrastructure of transportation which connects an area to the others, then able to increase economic development. By increasing the number of vehicles, the projection plan of pavement could not be the reference, where the layer of pavement having decay considerably is the surface of the layer. Therefore, it is necessary to have a study of pavement which is able to sustain deformations regarding to loads of traffic.This research was conducted for Laston AC-WC using penetration 60 of asphalt mixing waste carbide of weild 2.5% and 5%. The purpose of this study is to understand the Marshall parameter as characteristic of the asphalt concretes and samples. The results of Marshall parameter showed that  the Optimum Asphalt Content, which was obtained were 6.6%;6.7%; and 6.8% for asphalt 0%; waste of carbide of weild 2.5% and 5%.Keywords : asphalt modification, waste carbide of weild, Laston AC-WC
Desain Tahan Gempa Jembatan Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat - Indonesia Nurul Hakim; Engkon K. Kertapati; Edward V. M.
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.19

Abstract

ABSTRAKJembatan Ngarai sianok dibuat dengan struktur jembatan cable stayed dengan panjang bentang 685 m. Memiliki tinggi pilar 173,5 m. Jembatan ini berada di samping sesar aktif Ngarai sianok sejauh 162 m. Kondisi jembatan yang berada sangat dekat dengan lokasi sumber gempa sesar Ngarai Sianok, membuat analisis bahaya gempa Jembatan Ngarai Sianok mengacu pada perilaku khusus Sesar. Dalam perencaan struktur bangunan, beban gempa rencana untuk analisis respon dinamik digunakan respon spektrum dari karakteristik sesar Ngarai Sianok.Metoda analisis yang digunakan yaitu metode Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) dan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Analisis perambatan gelombang menghasilkan rekomendasi respon spektrum desain permukaan untuk periode ulang gempa 950 tahun dengan PBA = 0,973 . Perbandingan respon spektrum permukaan di lokasi jembatan Ngarai Sianok menunjukkan bahwa hasil analisis perambatan gelombang cendrungan lebih dekat ke Tanah Keras untuk klasifikasi site dari SNI 03-1726-2016 untuk PBA = 0,97 .Kata kunci: cable-stayed, sesar, ground motion, respon spektrum. ABSTRACTNgarai Sianok Bridge is made with a Cable Stayed bridge structure with a span length of 685 m. Has a pillar height of 173.5 m. This bridge is beside the active canyon sianok as far as 162 m. The condition of the bridge which is very close to the location of the Ngarai Sianok fault source, made an earthquake hazard analysis of the Ngarai Sianok Bridge referring to the special behavior of Fault. In planning the structure of the building, the earthquake load planned to analyze the dynamic response used a spectra response from the characteristic character of the Ngarai Sianok fault.The analytical method used is the Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) method and Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Wave propagation analysis results in a recommendation of a surface design response for the return period of a 950 year earthquake with PBA = 0.973 . Comparison of the surface spectrum response at the Ngarai Sianok bridge location shows that the results of the wave propagation analysis tend to be closer to hard soil for the site classification of SNI 03-1726-2016 for PBA = 0.97 .Keywords: cable stayed, fault, ground motion, spectra response.
Analisis Hidrodinamika Menggunakan Software SMS 8.1 dalam Rangka Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Kaledupa, Sulawesi Tenggara Angga Rizki Pratama; Yati Muliati; Fachrul Madrapriya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.124

Abstract

ABSTRAKPulau Kaledupa membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan, untuk memudahkan mobilisasi roda 4 agar pembangunan infrastruktur tidak terhambat. Perencanaan pelabuhan Kaledupa membutuhkan beberapa data, antara lain hidro-osenografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gelombang dan arus menggunakan software SMS 8.1 dan merencanakan pelabuhan. Hasil pemodelan software digunakan untuk menentukan posisi dermaga dalam kondisi aman, perencanaan fasilitas menggunakan Keputusan Menteri Perhubungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum di dermaga 0,065 m < 1 m, dan kecepatan arus 0,0018 m/s < 2 m/s  sehingga dermaga aman untuk kapal berlabuh dari arah arus timur laut. Tenggang pasut sebesar 1,90 m, maka dermaga yang digunakan adalah tipe moveable bridges untuk kapal feri tipe Ro-Ro. Kedalaman kolam pelabuhan adalah 5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 5,6 m.Kata kunci: desain pelabuhan, gelombang, arus, SMS 8.1 ABSTRACTKaledupa island need a ferry port to facilitate 4 wheels mobilization to ease an infrastructure. The planning of Kaledupa port need takes some data and one of it is hydro-oceanography data. The purpose of this study are to analyze wave and tides using SMS 8.1 software and to design a port. The result from software modelling used to determine the position of port in safety condition, design of facilities using The Transport Minister’s Decision. The analysis result shows that the maximum wave height at the dock was 0.065 m < 1 m and the speed’s current 0.0018 m/s < 2 m/s so the dock is safe for berthing the ship from Northeast direction. The tidal range is 1.90 m so the dock will be using is a “moveable bridges” for the ferry ship Ro-Ro type. The depth of the turning basin is 5 m and the depth of shipping channel is 5.6 m.Keywords: port design, waves, current, SMS 8.1
Analisis Tebal Lapis Perkerasan Jalan dengan Meninjau Sifat Fisik Agregat Lapis Fondasi Bawah pada Ruas Jalan Sofi-Wayabula Pulau Morotai Nurul Fauziah Endah Ningtyas; Samun Haris
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.97

Abstract

ABSTRAKJalan sebagai sarana penunjang transportasi darat memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu material penting dalam pembuatan jalan adalah agregat. Sifat fisik agregat menjadi salah satu faktor penentu tebal lapisan struktur perkerasan. Ruas jalan Sofi–Wayabula adalah ruas jalan nasional strategis di Pulau Morotai dengan menggunakan perkerasan lentur. Agregat yang digunakan untuk lapis fondasi bawah pada ruas jalan ini adalah kombinasi agregat Eks. Palu dengan agregat Eks. Morotai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tebal lapis fondasi bawah berdasarkan koefisien kekuatan relatif ( ) yang didapat dari nilai CBR kombinasi agregat Eks. Palu dengan agregat Eks. Morotai dan agregat Eks. Palu pada struktur perkerasan lentur. Dari hasil perhitungan metode Manual Perkerasan Jalan 2017 didapatkan tebal lapis fondasi bawah sebesar 15 cm, bernilai sama, baik menggunakan kombinasi agregat Eks. Palu dengan agregat Eks. Morotai, maupun agregat Eks. Palu. Sedangkan, dengan menggunakan Pedoman Perkerasan Jalan Lentur 2011 didapat tebal lapis fondasi bawah sebesar 15,054 cm untuk kombinasi agregat Eks. Palu dengan agregat Eks. Morotai dan 14,608 cm untuk agregat Eks. Palu.Kata Kunci: perkerasan lentur, koefisien kekuatan relatif, lapis fondasi bawah. ABSTRACTRoads as a means of supporting land transportation have an important role to meet human needs. One of important material in road construction is aggregate. The aggregate physical properties become one of the determinants of the pavement thickness structure layer. The road segment of Sofi-Wayabula is a strategic national road in Morotai Island by using flexible pavement. The aggregate used for the sub-base course of the road is combination of aggregate Ex. Palu with Ex. Morotai aggregate. The purpose of this research is to analyze the thickness of the sub-base course based on relative strength coefficient  (a3) obtained from the value of CBR combination of aggregate Ex. Palu with Ex. Morotai aggregate and aggregate Ex. Palu on flexible pavement structures. From the calculation results of the Pavement Road Manual method 2017, the thick of sub-base course is 15 cm, have equal value using the combination of Ex. Palu aggregate with Ex. Morotai aggregate or the Ex.Palu aggregate. Meanwhile, by using Flexible Road Pavement Guideline 2011 the thickness of the sub-base course is 15,054 cm for combination of Ex.Palu aggregate with Ex. Morotai aggregate and 14,608 cm for Ex.Palu.Keywords: flexible pavement, relative strength coefficient, sub-base course.
Studi Pengaruh Temperatur terhadap Modulus Kekakuan Campuran Menggunakan Aspal Berpolimer Bitu Bale Ricksan Rachdiaman Faroz; Herman Herman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.24

Abstract

ABSTRAKJalan merupakan infrastruktur dasar yang berperan sangat penting dalam menunjang kehidupan masyarakat sehari-hari. Untuk memenuhi peranan itu maka dikembangkan campuran beton aspal menggunakan aspal berpolimer BituBale, diharapkan campuran ini dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh perubahan cuaca yang tidak menentu. Untuk menjaga ketahanan campuran beton aspal agar tercapai sesuai dengan kebutuhan selain dengan pemilihan jenis material adalah dengan memperhatikan tegangan dan regangan yang menunjukkan kekakuan dari suatu campuran. Dari hasil penelitian didapat persamaan modulus kekakuan campuran terhadap temperatur yaitu  untuk metode Shell, dan  untuk metode Nottingham. Nilai korelasi yang didapat antara modulus kekakuan campuran terhadap temperatur sangat baik sebesar 98,2% untuk metode Shell, dan 99,5% untuk metode Nottingham.Kata kunci: aspal polimare bitubale, modulus kekakuan campuran, temperatur ABSTRACTRoad is a basic infrastructure that have a very important role in supporting the daily life of society. To fulfill that role, a mixture of asphalt concrete using BituBale polymeryzed asphalt was developed, it is expected that this mixture can reduce the damage caused by unpredictable weather changes. To maintain the durability of the asphalt concrete mix in order to be fit as required in addition with the selection of the material is with consideration to the stress and strain that shows the stiffness of a mixture. From the research it was obtained that the equation of mixed stiffness modulus to temperature is  for Shell method, and  for Nottingham method. The value of the correlation obtained between the stiffness modulus of the mixture with the temperature was 98.2% for the Shell method, and 99.5% for the Nottingham method which was excellent.Keywords: polymeryzed asphalt bitubale, stiffness modulus mix, temperature
Karakteristik Gelombang Laut pada Rencana Pembangunan Breakwater di Pelabuhan Tanjung Adikarto Fitri Suciaty; Hasan Murtadho
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 3: November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i3.204

Abstract

ABSTRAKDesain breakwater pada pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto telah beberapa kali mengalami perubahan sejak tahun 2003. Pelaksanaan konstruksi breakwater sisi barat dan sisi timur pada tahun 2007 dan 2008 mengalami kegagalan akibat gelombang tinggi dari Samudera Hindia yang dianggap merusak. Desain review dengan sudut breakwater yang bergeser untuk membuka jalur navigasi dibuat pada tahun 2011 dan proses konstruksinya terhenti pada tahun 2012. Desain tinjauan ketiga dibuat pada tahun 2013 namun hingga saat ini konstruksinya belum dimulai. Berdasarkan laporan Proyek Yogya yang disupervisi oleh TU Delft, diketahui bahwa belum pernah dilakukan penelitian mengenai kondisi hidrodinamika untuk perencanaan pelabuhan. Pada penelitian ini, pemodelan hidrodinamika dan pemodelan transformasi gelombang dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji karakteristik gelombang di sekitar breakwater. Pemodelan dilakukan untuk skenario desain tahun 2011 dan desain tahun 2013. Simulasi dilakukan pada bulan bulan Januari (musim barat) dan bulan Juli (musim timur) selama 30 hari guna mengetahui efektifitas dari breakwater dalam meredam gelombang.Kata kunci: breakwater, pemodelan, hidrodinamika, gelombang. ABSTRACTSince 2003, the breakwater design in the development planning for the Tanjung Adikarto Port has changed several times. The construction of the west and east side breakwaters in 2007 and 2008 failed due to high waves from the Indian Ocean which were considered destructive. A review design with a shifted breakwater angle to open the navigation chanel was made in 2011 and the construction also stopped in 2012. The third review design was made in 2013 but the construction has yet to begin. Based on the Yogya Project report supervised by TU Delft, it is known that hydrodynamic conditions have never been assessed for port planning. In this study, hydrodynamic and wave transformation modeling were carried out in order to study the characteristics of the waves around the breakwater. Modeling was carried out for the 2011 design scenario and also for 2013 review design scenario to determine the effectiveness of the breakwater in reducing waves.Keywords: breakwater, modeling, hydrodynamics, wave.
Analisis Karakteristik Gelombang di Perairan Pulau Enggano, Bengkulu Akbar Hadiraksa Usmaya; Yati Muliati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.94

Abstract

ABSTRAKPulau Enggano merupakan pulau kecil terluar bagian Indonesia yang terletak di Samudra Hindia. Pulau ini memiliki beberapa potensi yang bisa meningkatkan ekonomi di daerah tersebut. Pemerintah sedang mengkaji berbagai sumber energi baru salah satunya adalah energi gelombang laut di perairan Pulau Enggano, maka pemerintah melakukan pengukuran gelombang laut di Perairan enggano. Alternatif lain untuk lain untuk mendapatkan informasi tinggi gelombang adalah memanfaatkan data altimetri dengan satelit. Data gelombang dari satelit perlu divalidasi dengan data hasil pengukuran di lapangan dengan metode statistik, sehingga dapat dirumuskan karakteristik gelombang. Faktor koreksi yang didapatkan dari validasi adalah sebesar 0,466. Faktor koreksi ini akan dikalikan dengan data gelombang altimetri dan menampilkan besaran tinggi gelombang di perairan Enggano.Kata kunci: validasi, tinggi gelombang, Perairan EngganoABSTRACTEnggano island are of small island of Indonesia located in the Indian Ocean. The island has some potentials that could generate the economy in the area. The Government is improve a non fosil energy by using wave energy of Enggano Island. The wave height is measured to determine of enggano. Altimetry data is another way to get wave height is utilizing satellite data with altimetri. Wave data from satellites needs to be validated with field measurements of results data with statistical methods, so it can be deduced the characteristics of waves. Correction factors obtained from validation is of 0.466. This correction factor will be multiplied by altimetri and wave data showing high wave magnitudes in the waters of Enggano.Keywords: validation, wave haight, Water’s of Enggano