cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Desain Pelabuhan Penyeberangan di Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau Sucilestari, Resti; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.13

Abstract

ABSTRAKTambelan merupakan salah satu pulau terluar dan terpencil di Kabupaten Bintan. Hal tersebut membuat kurangnya akses transportasi di wilayah tersebut. Masyarakat Tambelan umumnya berprofesi sebagai nelayan sehingga dalam memenuhi kebutuhan keseharian, masyarakat Tambelan memasok barang dan jasa dari luar pulau melalui pelabuhan laut Tambelan. Aktivitas pelabuhan laut yang lambat menjadi salah satu kendala utama dalam pendistribusian kebutuhan pokok dan mobilisasi masyarakat Tambelan dari luar pulau, oleh karena itu Tambelan membutuhkan sebuah pelabuhan penyeberangan untuk memudahkan mobilisasi dan aksesbilitas masyarakat dari luar pulau.Desain pelabuhan dipengaruhi oleh volume angkutan dan tinggi gelombang yang berada di sekitar rencana lokasi pelabuhan. Tinggi gelombang rencana didapatkan dengan proses hindcasting yang berupa peramalan gelombang dengan data angin jam-jaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum (H25) sebesar 0,815 m selama 4,455 detik.Desain Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini berdasarkan analisis proyeksi pergerakan penumpang dan barang untuk kapal feri tipe Ro-Ro 1.000 GRT dengan elevasi dermaga 4,5 m dan kedalaman alur pelayaran adalah 6 m. Pelabuhan Penyeberangan Tambelan ini dilengkapi fasilitas darat dengan luas total 2.491,2 m2 dan area kolam pelabuhan seluas 53.000 m2.Kata kunci: hindcasting, pelabuhan, penyeberangan. ABSTRACTTambelan is one of the outer island and isolated area of district of Bintan. It made the lack of access to transport in that region. Population of Tambelan generally work as fisherman and to get supply of daily needs from outside the island through the seaports Tambelan. The fishermen needs the a convenience port to sells their fish to outside Bintan island. Tambelan also requires a ferry ports to facilitate the mobilization and accessibility of people from outside the island.Port design is influenced by the volume of freight and high waves that were around the planned location of the port. High waves hindcasting plan determine by the process in the form of forecasting waves with wind data an hour. The analysis showed that the maximum wave height is 0.815 m for 4.455 seconds.Design Tambelan ferry port is based on passanger and commodity movement analysis, that suit to ferry ship type Ro-Ro 1,000 GRT with dock elevation of 4.5 m and a depth of the shipping lanes is 6 m. Tambelan ferry ports is equipped many facilitiy with a total area of 2,491.2 m2 dan port basin area of 53,000 m2.Keywords: hindcasting, port design, ferry.
Kajian Parameter Marshall Campuran Hangat Lataston (HRS-WC) Menggunakan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Mega Meilani; Ranna Kurnia
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.120

Abstract

ABSTRAK Pemanasan global di Indonesia semakin meningkat dengan bertambahnya waktu yang diakibatkan oleh banyaknya limbah, dan penggunaan bahan bakar dalam pembuatan jalan. Untuk mengurangi dampak tersebut, maka digunakan pemanfaatan material perkerasan beraspal lama (RAP) dan digunakan metode campuran hangat (Warm Mix) dengan Spesifikasi Umum 2018 Direktorat Jendral Bina Marga. Penelitian bertujuan untuk mengkaji parameter marshall campuran hangat lataston (HRS-WC) dengan menggunakan material Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Tiga campuran disiapkan dalam penelitian ini yang terdiri dari 0% RAP, 20% RAP, dan 30% RAP. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya persentase agregat RAP yang digunakan mempengaruhi nilai KAO, hal tersebut akan membuat KAO semakin kecil dikarenakan agregat RAP telah memiliki kandungan aspal. Hasil parameter marshall menunjukan ketiga campuran memenuhi persyaratan. Namun, campuran 20% menunjukan kinerja yang lebih baik dibandingan kedua campuran yang lain dapat dilihat dengan nilai stabilitas yang lebih besar disebabkan oleh kecilnya rongga udara yang dimiliki pada campuran 20% RAP. Kata kunci: Marshall, HRS-WC, Campuran Hangat, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) ABSTRACT Global warming in Indonesia is increasing with increasing time due to a large amount of waste, and the use of fuel in road construction. To reduce this impact, the use of old asphalt pavement material (RAP) is used and the Warm Mix method is used with General Specifications 2018 of the Directorate General of Highways. This research aims to study the parameters of Marshall Warm Mix Hot Rolled Sheet Wearing Course using Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Three mixtures were prepared in this study consisting of 0% RAP, 20% RAP, and 30% RAP. Based on the results of the study, the large percentage of RAP aggregates used affects the value of KAO, this will make KAO smaller because RAP aggregates already have asphalt content. Marshall parameter results show that all three mixtures meet the requirements. However, the 20% mixture showed better performance compared to the other two blends, which can be seen with a greater stability value due to the small air cavity that has on the 20% RAP mixture. Keywords: Marshall, HRS-WC, Warm Mixture, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP)
Kajian Tarif Kereta Api Penumpang Pontianak – Sanggau Kalimantan Barat Azka Qonita Fatharani; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.33

Abstract

ABSTRAKPenetapan tarif kereta api yang berlaku adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh penyedia jasa angkutan kereta api. Penyedia jasa angkutan kereta api dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan tarif yang dikeluarkan oleh penumpang kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran tarif kereta api penumpang yang berlaku berdasarkan biaya operasional kereta api. Perhitungan biaya operasional kereta api dan tarif kereta api mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa pola operasi kereta api, besaran penumpang kereta api, dan komponen biaya operasional kereta api. Dari hasil analisis data di dapatkan Biaya Operasional Kereta Api sebesar Rp63.749.645/lintas, besaran tarif dasar Rp998/penumpang km, dan  besaran tarif jarak untuk rute Pontianak-Sanggau sebesar Rp178.764/penumpang.Kata kunci: tarif, kereta api, biaya operasional kereta api ABSTRACTApplicable railway fare is one of the problems faced by the railway service providers. Railway service providers are required to provide facilities and infrastructure and services as well as possible to fit the fare issued by rail passengers. The purpose of this research is to know the amount of railway passengers fare that applies based on rail operational cost. The calculation of rail operational cost and railway fare refers to Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number: 69 of 2014 on Guidelines for Calculating and Stipulating Transit of People by Railway. The data used are secondary data in the form of railway operation pattern, railway passenger size, and rail operational cost component. From the result of data analysis, obtained the railway operational cost Rp63,749,645/cross, the basic cost Rp998/passenger km, and the distance cost for Pontianak-Sanggau route is Rp178,746/passenger.Keywords:  fare, train, train operational cost
Analisis Konsolidasi dengan Menggunakan Metode Preloading dan Vertical Drain pada Areal Reklamasi Proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan Tahap II Muhammad Yanuar Ohoimas; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.1

Abstract

ABSTRAKPenurunan tanah merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari, hal ini menyebabkan perbaikan tanah sangat dibutuhkan, seperti yang terjadi pada proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan Tahap II. Dua metode perbaikan tanah adalah yang sering digunakan yaitu metode pemberian beban awal dan metode vertical drain. Analisa akan dilakukan untuk menentukan jarak antar vertical drain dan juga untuk mengetahui besar penurunan tanah (U) dan lama waktu yang dibutuhkan (t) dengan analisa manual dan Metode Elemen Hingga dengan software PLAXIS 2D AE. Hasil analisa akan dibandingkan untuk mengetahui perbedaan besar penurunan dan waktu yang dibutuhkan dan juga untuk mengetahui pengaruh jarak antar vertical drain terhadap lama waktu penurunan. Data yang digunakan dalam analisa ini adalah data hasil pengujian SPT di lapangan dan pengujian di laboratorium yang meliputi consolidation test, triaxial compression test dan index properties test. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, penurunan yang terjadi adalah 0,835m dengan lama waktu untuk perbaikan tanah dengan menggunakan preloading adalah 178000 hari, sedangkan untuk perbaikan tanah dengan menggunakan metode preloading dan vertical drain adalah 120 hingga 135 hari.Kata kunci :Penurunan tanah, perbaikan tanah, preloading, vertical drain, Metode Elemen Hingga, PLAXIS 2012 AE ABSTRACTSoil settlement is a problem that can not be avoided, this causes the need of soil improvement, as in the case of Belawan Port Development Project Phase II. There are two soil improvement methods commonly used that are the preloading method and the vertical drain method. Analysis will be performed to determine the distance between the vertical drain and also to determine the soil settlement occurred (U) and the length of time it takes (t) by manual analysis and also the Finite Element Method with software PLAXIS 2D AE. The results of the analysis will be compared to determine differences the settlement and the time required and also to determine the effect of the distance between the vertical drains to the duration of settlement. Data used in this analysis are the SPT test data in the field and laboratory testing which includes the consolidation test, triaxial compression test and index properties test. Based on the analysis results, the settlement is obtained at 0.835 m with the duration it takes for soil improvementby using preloading is 178000 days, while soil improvement by using preloading and vertical drains method is 120 until 135 days.Keywords : Soil settlement, soil improvement, preloading, vertical drain, Finite Element Method, PLAXIS 2012 AE
Perbaikan Tanah Untuk Meningkatkan CBR Dengan Bahan Aditif Serbuk Bata Merah Dan Abu Sekam Padi Erway Herfiantino; Yuki Ahmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.12

Abstract

ABSTRAKTanah berjenis lempung relatif tidak stabil untuk pembangunan struktur diatasnya, karena lempung bersifat kembang dan susut tinggi. Adiktif Abu Sekam Padi dan Serbuk Bata Merah menjadi alternatif perbaikan tanah, karena bahan mudah didapat juga ekonomis. Bahan adiktif ini mengandung unsur kimia silikat dan aluminat yang berguna sebagai bahan pengisi pori, pengikat, dan penyerapan kadar air berlebih. Dalam penelitian ini, perbaikan tanah dilakukan untuk meningkatkan nilai CBR dengan menggunakan persentase variasi campuran bahan adiktif 5%, 10%, dan 15% dalam tiga kondisi campuran. Hasil analisa pengujian CBR campuran adiktif 5% Abu Sekam Padi adanya peningkatan persentase pada nilai CBR. Hasil untuk perbandingan yang menggunakan Abu Sekam Padi 10% terjadi penurunan dan juga penggunaan Serbuk Bata Merah 5% tidak optimal dibandingkan Abu Sekam Padi 5%. Kata kunci:Lempung, Adiktif, CBR, silikat, aluminat ABSTRACTSoildiversified clay relatively unstable for on structure development, because clay has the quality swelling and high shrinkage. Addictive of ash rice husks and red brick powder become alternative for soil improvement, easliy obtainable materials also economical. This addictive materials contain chemical elements silicate and aluminate of use as pore filler, fastener, and absorption excess of water content. In this research, soil improvement is done to increase the value of CBR with as the percentage of mix variation addictive materials 5%, 10%, and 15% in three mix condition. Examination analysis value of mix addictive 5% ash rice husks existence increase in value CBR. Result for comparison shows that use ash rice husks 10% decrease and use red brick powder 5% not optimal compared to ash rice husks 5%.Keywords: Clay, addictive, CBR, silicate, aluminate
Pembesaran Gaya Dalam dan Rasio Kekuatan Elemen Struktur Baja untuk berbagai Zona Gempa di Indonesia Kamila Shaomi Nazila; Kamaludin Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.74

Abstract

ABSTRAKStruktur bangunan dapat dikatakan kuat jika dapat memikul semua beban salah satunya, beban gempa. Waktu mendesain struktur akibat beban gempa lebih lama daripada akibat beban tanpa gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembesaran gaya dalam dan prediksi rasio kekuatan pada struktur akibat adanya beban tanpa gempa. Penelitian ini dilakukan terhadap gedung 10 lantai dengan material baja. Tujuh model variasi beban pada gedung sebagai berikut: beban tanpa gempa,beban tanpa gempa dan percepatan 0,2 ; 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ; 1,0 ; juga 1,2 . Analisis gaya dalam dan pengecekan kekuatan struktur bangunan menggunakan software ETABS 2015. Hasil yang diperoleh pada balok yaitu, gaya lentur ( ) dengan pembesaran momen maksimum kurang lebih 0,9 kali terhadap momen akibat beban tanpa gempa. Pembesaran momen relatif antar variasi beban kurang lebih 1,2. Hal ini mengakibatkan rasio untuk desain awal kurang lebih 30% untuk daerah gempa kuat.Kata kunci: struktur baja, beban gempa, pembesaran momen, pembesaran rasio. ABSTRACTThe structure of the building can be said to be strong if it can carry all the loads, such as the earthquake loads. Time to design structures due to earthquake loads is longer than without earthquakes loads. This study aims to predict the magnification of internal forces and the ratio of strength to structures due to without earthquake loads. This research was conducted on 10-storysteel building. Seven models of load variations in the building are as follows: load without earthquake, load without earthquake and acceleration of 0.2 , 0.4 , 0.6 , 0.8 , 1.0 , and 1.2 . The internal force analysis and checking of building structure strengthare using ETABS 2015. The results obtained that flexural force ( ) with a maximum moment magnification of approximately 0.9 times the moment due to without earthquake loads on the beam. Enlargement of relative moments between load variations is approximately 1.2. Therefore, ratio of the initial design is approximately 30% for strong earthquake areas. Keywords: steel structure, earthquake load, moment magnification, ratio enlargement.
Pengukuran Nilai Infiltrasi Lapangan dalam Upaya Penerapan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kampus UMY Nursetiawan Nursetiawan; Arwi Imam Pratama
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.14

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai infiltrasi tanah di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka untuk menerapkan sistem drainase berkelanjutan. Pengukuran nilai infiltrasi dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer pada 6 Lokasi yang terdiri dari 2 jenis penutup lahan (tanah dan rumput). Pada peneilitian ini juga dilakukan pengukuran nilai permeabilitas, kepadatan tanah lapangan dan kadar air tanah sebagai pendukung hasil pengukuran nilai infiltrasi yang didapatkan.Berdasarkan hasil pengujian permeabilitas pada lahan di kawasan kampus UMY, diperoleh data bahwa koefisien permeablitas rata-rata berkisar antara 4,31*10-3 -4,37*10-3 cm/s. Hal ini menunjukkan bahwa golongan tanah dari kedua jenis penutup lahan di atas adalah kerikil halus/pasir (medium permeability) dan cukup baik digunakan sebagai media resapan air limpasan untuk pengaplikasian model sistem drainase berkelanjutan. Hasil nilai pengujian kapasitas infiltrasi diperoleh 1,36-2,21 cm/jam untuk jenis penutup tanah dan 0,84-1,88 cm/jam untuk jenis penutup tanaman rumput.Kata kunci: kapasitas infiltrasi, koefisien permeabilitas (), kepadatan tanah lapangan, sistem drainase berkelanjutan ABSTRACTThis study aims to examine the value of infiltration rate in the yard area of Yogyakarta Muhammadiyah University (UMY) campus in order to promote the implementationof sustainable drainage system. Field infiltration rate wasmeasured directly at 6 locations usinga double ring infiltrometer,for two types of land covers (bare soil and grass). In addition, the permeability value, insitu soil compactness and soil water content were also measured tosupport the infiltration test results.The test results obtained for the yard area of UMY campus show that the average permeability range from 4.31*10-3 cm/s to 4.37*10-3 cm/s. This shows that the soil class for the two types of soil coverstested isfine gravel /sand (medium permeability) which meansthat the soil type is good to be used as a infiltration mediafor reducing the surface runoff. The infiltration rate from the tests are 1.36 to 2.21 cm/hr for bare soil and 0.84 to 1.88 cm/hr for grass cover.Key words: infiltration rate, permeability, soil compactness, sustainable drainage system
Modifikasi Cara Penentuan Kandungan Pasir pada Perancangan Campuran Beton Cara SNI dengan Metode Dreux Gorrise Admiral Hazel Rabbani; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.21

Abstract

ABSTRAK Pencampuran beton cara SNI menunjukkan bahwa kuat tekan hanya dipengaruhi oleh faktor air-semen, sedangkan jika dievaluasi dengan metode Dreux Gorisse diduga akan menghasilkan kuat tekan yang berbeda karena kuat tekan juga dipengaruhi oleh volume pasir. Modifikasi sedemikian rupa pada penentuan pasir dalam agregat gabungan pada cara SNI agar tidak mempengaruhi kuat tekan beton yang akan dihasilkan, dilakukan dengan cara Dreux Gorisse. Pengujian yang dilakukan menggunakan agregat maksimum 10 mm dan 20 mm, slump rencana 30-60 mm dan 60-180 mm. Modulus kehalusan pasir yang ditinjau adalah 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; dan 3,5. Hasil pengujian modifikasi menggunakan agregat maksimum 10 mm dengan slump 30-60 mm dan slump 60-180 mm pada modulus kehalusan pasir 1,5; 2,0; dan 2,5 membuktikan kuat tekan beton tidak dipengaruhi oleh kadar volume pasir. Pada pengujian modifikasi menggunakan agregat maksimum 20 mm dengan slump 30-60 mm dan slump 60-180 mm pada modulus kehalusan pasir 1,5; 2,0; dan 2,5 membuktikan juga bahwa kuat tekan beton tidak dipengaruhi oleh kadar volume pasir. Kata kunci: modulus kehalusan pasir, volume pasir, SNI, kuat tekan ABSTRACT Concrete mixing with the SNI method shows that compressive strength is only influenced by water-cement factors, whereas if evaluated by the Dreux Gorisse method it is assumed that the compressive strength value will be different because the compressive strength is also influenced by the volume of sand. Modifications are made in such a way as to the determination of sand in the combined aggregate on the SNI method so as not to affect the compressive strength of the concrete to be produced by Dreux Gorisse. Tests carried out using a maximum aggregate of 10 mm and 20 mm, slump plans are used 30-60 mm and 60-180 mm. The modulus of sand smoothness reviewed was 1.5, 2.0, 2.5, 3.0 and 3.5. The modified test results using a maximum aggregate of 10 mm with 30-60 mm slump and 60-180 mm slump on sand fineness modulus 1,5, 2,0, and 2,5 prove that the compressive strength of the concrete is not affected by the sand volume level. In testing the modification using a maximum aggregate of 20 mm with 30-60 mm slump and 60-180 mm slump on sand smoothness modulus of 1.5, 2.0, and 2.5 also prove that the compressive strength of the concrete is not affected by the volume level of the sand. Keywords: sand fineness modulus, sand volume, SNI, compressive strength
Analisis Keruntuhan Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Condotel di Parongpong Bandung Rinto Zordin; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.82

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah pada proyek pembangunan Condotel Kyriad Village Bandung mengalami keruntuhan pada akhir Desember 2016. Sebelum terjadinya keruntuhan, bagian puncak dinding penahan tanah mengalami perpindahan sebesar 82 cm. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mencari penyebab keruntuhan dari dinding penahan tanah tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis ini menggunakan metode elemen hingga dengan Software PLAXIS 2D. Dari hasil analisis diperoleh faktor keamanan = 1,437, displacement = 52 cm, displacement  pada fondasi bagian kiri = 9 cm dan displacement  pada fondasi bagian kanan = 8 cm. Fondasi mengalami perpindahan yang menyebabkan bagian puncak fondasi juga ikut mengalami perpindahan yang lebih besar dan kemudian menyebabkan terjadinya keruntuhan.Kata kunci: dinding penahan tanah, runtuh, perpindahan ABSTRACTRetaining wall on the construction project Condotel Kyriad Village Bandung collapsed at the end of December 2016. Before the collapse, the top of the retaining wall experienced a displacement of 82 cm. Therefore, an analysis is needed to find the cause of the collapse of the retaining wall. The method used in this analysis uses finite element method with PLAXIS 2D Software. Analysis results safety factor = 1.437, displacement  = 52 cm, displacement  on the left foundation = 9 cm and displacement  on the right foundation = 8 cm. The foundation undergoes a movement that causes the top of the foundation experiencing greater displacement and then lead to collapse.Keywords: retaining wall, collapse, displacement
Evaluasi Pembebanan Jembatan Box Girder Beton Prategang dengan Pendekatan Probabilitas Menggunakan Hasil Pengukuran Beban Kendaraan Bergerak Amatulhay Pribadi; Indra Djati Sidi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.136

Abstract

ABSTRAKPerancangan dari jembatan membutuhkan konsep dasar perancangan struktur yang mencakup keamananan dan utilitas. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi terhadap peraturan pembebanan yaitu SNI 1725:2016, berdasarkan pengukuran beban aktual kendaraan dalam kendaraan bergerak. Data beban kendaraan (WIM) yang diperoleh dari Puslitbang Jalan dan Jembatan diolah secara probabilistik dan statistik dengan bantuan software Microsoft Excel dan EasyFit 5.5 untuk memperoleh kombinasi beban maksimum pada struktur jembatan beton prategang box girder dengan total panjang 160 m dan lebar 9 m yang dimodelkan dengan software Midas Civil 2011. Dari hasil analisis struktur diperoleh bahwa gaya dalam momen lentur maksimum akibat beban nominal standar dalam SNI 1725:2016 sebesar 29.768,24 kNm, lebih tinggi dibanding momen lentur maksimum akibat kombinasi beban terukur WIM yaitu 24.443 kNm. Sebaran momen lentur akibat beban kendaraan hasil pengukuran WIM mengikuti distribusi lognormal. Kemungkinan momen lentur maksimum akibat beban SNI terlampaui adalah  0,00139%. Indeks reliabilitas dari struktur jembatan terhadap beban hasil pengukuran WIM yaitu 4,30 yang terjadi pada girder bagian lapangan serat bawah. Resiko kegagalan yang diperoleh yaitu  = 8,577 x 10-6. Hal ini menunjukkan bahwa struktur jembatan telah didesain secara konservatif karena memiliki resiko kegagalan yang lebih kecil dari target reliabilitas β = 3,50 atau 3,72.Kata kunci: jembatan, beton prategang, standar pembebanan kendaraan, WIM, probabilitas ABSTRACTBridge requires basic concept of structural design which includes security and utilities. To ensure those requirements, an evaluation of the load regulation standards, SNI 1725:2016, based on actual vehicular moving load is needed in order to know whether the quantity of the load is too conservative or not. The vehicular load data (WIM) which obtained from Puslitbang Jalan dan Jembatan is processed probabilistic and statistically using Microsoft Excel and EasyFit 5.5 to obtain the maximum load combination on the structure of prestressed concrete box girder bridge with a total length of 160 m and a width of 9 m which was modeled using Midas Civil 2011. The analysis result showed that the maximum bending moment due to standard nominal load of SNI 1725:2016  is 29,768.24 kNm, higher than the maximum bending moment due to the combination of the measured load (WIM) which is 24,443 kNm. The distribution of bending moment due to measured vehicular load (WIM) is lognormal. The maximum bending moment due to standard nominal vehicular load (SNI) has probability of exceedance of 0.00139%. Realibity index of the bridge structure to the load measurement (WIM) is 4,3 which occurred in the bottom fiber of mid-span girder. The risk of failure obtained by  = 8.577 x 10-6. This indicates that bridge structure has been designed conservatively because the risk of failure is lower than the reliability target β = 3.50 or 3.72.Keywords: bridge, prestressed concrete, vehicular load standard, WIM, probability