cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Numerik Tekuk Kolom Variasi Penampang Profil Baja Tunggal Biqi Banusha; Erma Desmaliana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.157

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang umumnya sering terjadi pada kolom bangunan yaitu deformasi tekuk. Deformasi tekuk dapat terjadi jika suatu kolom dibebani oleh gaya aksial tekan yang nilainya besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan desain kolom dan membandingkan nilai beban tekuk dan faktor panjang tekuk, baik dengan menggunakan perhitungan AISC maupun pemodelan software ANSYS. Kolom dengan variasi penampang profil baja IWF, C, T, L, Hollow Square dan Hollow Pipe dan variasi kondisi tumpuan jepit-bebas dan jepit-sendi; dimodelkan memiliki panjang 5 meter dan mutu baja BJ41. Berdasarkan hasil analisis tekuk elastis, nilai kekuatan desain terbesar yaitu 1.317,587 kN untuk penampang profil baja Hollow Square dengan kondisi tumpuan jepit-sendi. Persentase terbesar perbandingan perhitungan AISC terhadap pemodelan software ANSYS untuk nilai beban tekuk yaitu 5,780% (tekuk lentur) dan 24,179% (tekuk torsi lentur) pada profil L serta 38,354% (tekuk torsi) pada profil IWF; sedangkan untuk nilai faktor panjang tekuk yaitu 2,926% pada profil L.Kata kunci: deformasi tekuk, kekuatan desain, beban tekuk, faktor panjang tekuk ABSTRACTGenerally, buckling deformation occurs in building columns and loaded by a large compressive axial force. This study aims to analyze the design strength of column and compare the buckling load and the buckling length factor, using both AISC and ANSYS software modeling. Columns with cross-sectional variations of IWF, C, T, L, Hollow Square and Hollow Pipe steel profiles and support variations of free-fixed and pinned-fixed; have 5-meters-length and BJ41 steel quality. Based on the elastic buckling analysis, the largest design strength is 1,317.587 kN for a Hollow Square steel profile section with a pinned-fixed support. The largest percentage of comparison between AISC calculations and ANSYS software modeling for buckling load is 5.780% (flexural buckling) and 24.179% (flexural torsional buckling) on the L profile and 38.354% (torsional buckling) on the IWF profile, while the buckling length factor is 2.926% in the L profile.Keywords: buckling deformation, design strength, buckling load, buckling length factor
Pengaruh Variasi Bottom Ash terhadap Sifat Fisik dan Sifat Mekanik pada Mortar Semen Anni Susilowati; Tsana Oktaviana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.139

Abstract

ABSTRAKPenggunaan batu bara untuk pembangkit listrik semakin meningkat mengakibatkan menumpuknya limbah bottom ash yang berbahaya untuk lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh campuran bottom ash terhadap sifat fisik dan mekanik mortar semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perbandingan campuran yaitu 1PC: 3PS dan  variasi bottom ash sebesar 0%,20%,40%,60%,80% terhadap berat pasir. Hasil analisis menunjukkan penggunaan bottom ash menurunkan nilai konsistensi sebesar 1,82% sampai dengan 45,45% dibandingkan tanpa penggunaan bottom ash. Penggunaan bottom ash 20% mampu meningkatkan kuat tekan sebesar 50% dan kuat lentur sebesar 28,3% pada umur 28 hari dibandingkan mortar semen tanpa bottom ash. Mortar semen termasuk mortar tipe S sesuai SNI 03-6882-2002.Kata kunci: abu dasar, mortar semen, pengganti agregat halus ABSTRACTThe increasing use of coal for power generation results in the accumulation of bottom ash waste which is harmful to the surrounding environment. This study aims to analyze the effect of bottom ash mixture on the physical and mechanical properties of cement mortar. The research method used is an experimental method with a mixture ratio of 1PC: 3PS and bottom ash variations of 0%,20%,40%,60%,80% by weight of sand. The results of the analysis show that the use of bottom ash reduces the consistency value by 1.82% to 45.45% compared to without the use of bottom ash. The use of bottom ash 20% was able to increase the compressive strength by 50% and flexural strength by 28.3% at the age of 28 days compared to cement mortar without bottom ash. Cement mortar including type S mortar according to SNI 03-6882-2002.Keywords: bottom ash, cement mortar, substitute for fine aggregate
Perbandingan Metode Perhitungan Faktor Jam Puncak PDAM Tirta Rangga di Kecamatan Pabuaran – Kabupaten Subang Fransiska Yustiana; Wahdan Nurfa Afani Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.189

Abstract

ABSTRAKPola penggunaan air suatu daerah pemukiman berfluktuasi dan sangat bergantung pada ketersediaan air. Gaya hidup dan kondisi cuaca penyebab penggunaan air berfluktuasi. Penelitan ini bertujuan menentukan penggunaan air maksimum yaitu dengan menghitung faktor jam puncak maksimum, yang menjadi kriteria perencanaan jaringan distribusi air bersih. Perbandingan faktor jam puncak berdasarkan hasil Dari perhitungan beberapa metode, yaitu metode Red, Tricaricol, Briere, Martinez-solano, Diao dibandingkan dengan nilai faktor jam puncak yang dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, yaitu faktor jam puncak sebesar 1,5 sedangkan faktor harian maksimum adalah 1,1. Nilai faktor jam puncak dipengaruhi oleh pola penggunaan air yang bervariasi menurut lokasinya, ketersediaan air bersih, perkiraan permintaan puncak dalam sistemnya. Faktor puncak dengan metode red merupakan metoda yang lebih akurat karena memiliki nilai faktor jam puncak 1,05 mendekati nilai faktor jam puncak yang ditetapkan Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar 1,5. Metoda Red dianggap dapat mengakomodir perencanaan instalasi penyediaan air di Indonesia, khususnya untuk daerah dengan ketersediaan air terbatas.Kata kunci: faktor jam puncak, penggunaan air ABSTRACTWater consumption always fluctuative in area will from time to time. Human activities change over time that make fluctuative water consumption. This study determine the maximum or peak water consumption rate by calculate the maximum peak faktor. Maximum peak faktor used to design a domestic water plant and domestic water distribution network.  Maximum peak faktor value that determined by  several methods such as the Red method, Tricaricol, Briere, Martinez-solano, Diao are compared to  maximum peak faktor that establised by Direktorat Jenderal Cipta Karya (1.1 for maximum daily faktors and 1.5 for maximum peak faktors). Maximum peak faktor is effected by water consumption rate, life style, and fresh water supply. The Red method give more accurate result in determining maximum peak faktor. In this study, maximum peak faktor that determined by Red method is 1.05 approxt to maximum peak faktor of Direktorat Jenderal Cipta Karya 1.5. Maximum peak faktor that determined by Red method more appropriate to design domestic water supply and distribution instalation in any region in Indonesia that has less fresh water supply.Keywords: maximum peak faktor, water consumption
Implementasi Konsep Green Campus di Kampus Itenas Bandung Berdasarkan Kategori Tata Letak dan Infrastruktur Nur Diyanti Santoso; Emma Akmalah; Ira Irawati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.139

Abstract

ABSTRAKGreen campus merupakan konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan  lahir dari kesadaran manusia akan pentingnya berbagai kegiatan ramah lingkungan di lingkungan kampus. Kampus dinilai sebagai sarana yang tepat untuk mempromosikan konsep pembangunan yang berkelanjutan kepada civitas academica dan juga masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konsep green campus dalam kategori tata letak dan infrastruktur di kampus Itenas. Observasi, pengukuran, dan wawancara  dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan, sedangkan untuk pengolahan data digunakan  metode scoring dan mixed method research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas mendapatkan poin sebesar 730 poin dari poin maksimalnya yaitu 1500 poin. Secara keseluruhan, kekurangan yang Itenas miliki adalah lahan yang kurang untuk tanaman hutan, ruang terbuka yang kurang dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan area yang tidak dapat diresapi air yang cukup besar. Kata kunci: green campus, tata letak dan infrastruktur, scoringABSTRACTGreen campus is a concept that support sustainable development and come from human awareness about the importance of varied eco-friendly activities in campus. Campus is considered to be a proper place to promote sustainable development concept  implementation to its community and surrounding society. This research aims to examine about the implementation of the green campus concept in the category of setting and infrastructure at the Itenas campus. Observation, measurement, and interview were conducted to gather required data, and scoring as well as mixed method were used for data processing and analysis. The results showed that  Itenas earned 730 points from its maximum points of 1500 points. In general, the shortcomings that Itenas has are inadequate area for forest vegetation, open space that can not be utilized optimally, and large area on campus covered in non retentive surface. Keywords: green campus, setting and infrastructure, scoring
Optimasi Penempatan Tower Crane terhadap Waktu Siklus pada Proyek X Hendri Muliawan; Afrizal Nursin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.22

Abstract

ABSTRAKKegiatan konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan mempunyai tujuan tertentu. Tujuan dari proyek konstruksi adalah mampu merealisasikan kegiatan proyek secara efektif dan efisien dengan batasan biaya, mutu dan waktu. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya diperlukan keefektifan dari masing-masing komponen kegiatan di dalamnya. Salah satu kegiatan yang sangat berperan menjamin keberlangsungan proyek konstruksi adalah kinerja alat berat Tower Crane. Tower Crane akan efektif apabila penempatannya optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari posisi optimal agar Tower Crane dapat bekerja secara efektif dan efisien. Dengan melakukan pendekatan permodelan skenario penempatan Tower Crane, juga hasil wawancara dan studi literatur, maka akan memperoleh hasil yaitu dua titik optimal di masing-masing Tower Crane berdasarkan perbandingan waktu siklus dan produktivitas di posisi eksistingnya.Kata kunci: permodelan skenario, produktivitas, proyek konstruksi, tower crane, waktu siklus ABSTRACTConstruction activities are a series of activities that are interrelated and have a specific purpose. The purpose of a construction project is to be able to realize project activities effectively and efficiently within the constraints of cost, quality and time. To achieve this goal, of course, the effectiveness of each component of the activities in it is needed. One of the activities that play a very important role in ensuring the sustainability of construction projects is the performance of Tower Crane. Tower Crane will be effective if the placement is optimal. Therefore, this research aims to find out the optimal position so that the Tower Crane can work effectively and efficiently. By approaching the Tower Crane placement scenario modeling, also the results of interviews and literature studies, it will obtain the results of two optimal points in each Tower Crane based on the comparison of productivity in its existing position.Keywords: bottom ash, cement mortar, substitute for fine aggregate
Studi Perilaku Fisika Modulus Kehalusan Agregat dalam Campuran Beton Rezaldy Wahyu; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.67

Abstract

ABSTRAKModulus kehalusan agregat berperan dalam membentuk workability campuran beton segar. Pada perancangan campuran beton cara SNI 03-2834-2000, parameter modulus kehalusan agregat gabungan tidak diikutsertakan dalam penentuan kebutuhan jumlah air yang diperlukan untuk mencapai nilai slump rencana tetapi menentukan workability beton segar. Mengingat SNI 03-2834-2000 tidak menyertakan parameter ini, maka dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui fenomena fisika modulus kehalusan agregat dalam campuran beton. Berdasarkan analisis formulasi modulus kehalusan, hasilnya menunjukkan bahwa fenomena fisika yang terjadi pada modulus kehalusan adalah fenomena rangkaian seri pegas yang berperan dalam membentuk kekakuan campuran beton segar. Penelitian berdasarkan data sekunder ini membuktikan bahwa sesungguhnya parameter modulus kehalusan agregat gabungan telah disertakan dalam menentukan kebutuhan jumlah air, namun dipersyaratkan di dalam persyaratan batas gradasi agregat gabungan dalam bentuk rentang nilai modulus kehalusan yang dengan sendirinya menghasilkan nilai slump dalam bentuk rentang tanpa menyebutkan parameter modulus kehalusan agregat gabungan.Kata kunci: modulus kehalusan, campuran beton, slump ABSTRACTThe aggregate fineness modulus plays a key role in the function of freshly mixed concrete workability. In the concrete mix design based on SNI 03-2834-2000, the combined aggregate fineness modulus parameter is not included in determining the amount of water required to achieve the planned slump value but determining the workability of fresh concrete. In view of this parameter is not included in the SNI 03-2834-2000, so further research was carried out to evaluate the physical phenomena found in the aggregate fineness modulus in the concrete mixtureThe results of the analysis of the fineness modulus formulation indicated that the physical phenomenon found in the fineness modulus was the phenomenon of a series of springs that played a role in forming the stiffness of the fresh concrete mix. This research was successfully conducted based on secondary data, and the results showed that the aggregate fineness modulus parameter had actually been included in determining the amount of water required, but was included in the aggregate gradation limit requirements in the form of a fine modulus value range, which in turn automatically generated the slump value in  range form without specifying the parameter.Keywords: fineness modulus, concrete mix design, slump
Penilaian Pelayanan Pengguna Jasa Terminal Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya Readi Herdiansyah; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.32

Abstract

ABSTRAKTerminal bandar udara merupakan suatu fasilitas penunjang perpindahan transportasi untuk menghubungkan moda transportasi darat dengan udara. Terminal Bandar Udara harus dapat melayani jumlah penumpang waktu sibuk. Standar pelayanan harus memadai persyaratan yang telah ditentukan. Kualitas pelayanan perlu dinilai dari sudut pandang pengguna jasa bandar udara. Penilaian kinerja dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap PM 178 2015. Untuk penilaian berdasarkan persepsi pengguna dilakukan kuesioner dan analisis dengan metode Importance and Performance Analysis. Tujuan dari penelitian ini yauntuk mengetahui kinerja operasional dan penilaian sudut pandang pengguna. Hasil analisis menunjukkan nilai tingkat pelayanan sebesar 12,77 - “D” Cukup sedangkan nilai untuk proses keberangkatan dan kedatangan sebesar 70 “C” Baik, fasilitas memberikan kenyamanan memperoleh nilai 100 “A” Istimewa, fasilitas nilai tambah memperoleh nilai 40 “C” Baik. Dari 43 atribut pertanyaan, hasil analisis menunjukkan kuadran A - 12 butir pertanyaan, B - 2 butir pertanyaan, C - 27 butir pertanyaan serta kuadran D - 2 butir pertanyaan.Kata kunci: tingkat pelayanan, kepuasan pengguna, PM 178 Tahun 2015, analisis kepentingan dan kinerja ABSTRACTAn airport terminal is a transportation support facility to connect land and air transportation modes. Airport terminals must be able to serve the number of passengers at busy times. Service standards must meet the specified requirements. Service quality needs to be assessed from the perspective of airport service users. Performance assessment is carried out by comparing the existing conditions to PM 178 2015. For the assessment based on user perceptions, questionnaires and analysis using the Importance and Performance Analysis method are carried out. The purpose of this study is to determine the operational performance and assessment of the user's point of view. The results of the analysis show that the service level value is 12.77 - "D" Enough while the value for the departure and arrival processes is 70 "C" Good, facilities providing comfort get a value of 100 "A" Special, value added facilities get a value of 40 "C" Good . Of the 43 question attributes, the results of the analysis show quadrant A - 12 questions, B - 2 questions, C - 27 questions and quadrant D - 2 questions.Keywords: level of service, user satisfaction, PM 178 2015, importance and performance analysis
Aplikasi Modified Method SNI 03-2834-2000 pada Campuran Self Compacting Concrete Riyan Nehemia Situmorang; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.130

Abstract

ABSTRAKSelf Compacting Concrete ( SCC ) adalah beton yang dapat memadatkan dirinya sendiri tanpa pemadatan eksternal. Kadar pasir pada komposisi campuran SCC harus lebih dari 50% dari agregat gabungan. Perhitungan komposisi campuran SCC belum dilakukan seperti pada perhitungan beton biasa, perhitungan komposisi lebih banyak dilakukan dengan cara trial dan error. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan Modified Method SNI 03-2834-2000 pada perancangan campuran SCC, dengan cara mengevaluasi metode lain perancangan campuran SCC, sehingga diketahui apakah cara Modified Method SNI 03-2834-2000 dapat digunakan pada perancangan campuran SCC. Analisis data sekunder dari komposisi bahan serta kaji banding kuat tekan prediksi mengunakan Modified Method SNI 03-2834-2000, dan hasil uji kriteria SCC membuktikan bahwa Modified Method SNI 03-2834-2000 dapat digunakan menjadi salah satu acuan untuk merancang SCC.Kata kunci: self compacting concrete (SCC), modified method SNI 03-2834-2000, komposisi campuran betonABSTRACTSelf Compacting Concrete (SCC) is a type of concrete that can be placed and consolidated under its own weight without any external compaction. The sand content in the SCC mix composition should be more than 50% of the combined aggregate. The calculation of the SCC mix composition is different from ordinary concrete, because its composition calculation is mostly done by trial and error. This research aimed to apply the Modified SNI Method 03-2834-2000 in the SCC mix design. This research was conducted by evaluating the SCC mix design that used other methods. Thus, the effectiveness of the Modified SNI Method 03-2834-2000 for use in the SCC mix design could be identified significantly. In this research, analysis of secondary data from material composition and comparative assessment of predictive compressive strength by utilizing Modified SNI Method 03-2834-2000 had been successfully carried out, and the results of the SCC criteria test indicated that Modified SNI Method 03-2834-2000 is able to be used as  one of the references for designing SCC.Keywords: self compacting concrete (SCC), modified method SNI 03-2834-2000, concrete mixed design
Kajian Penerapan Carbon Tax pada Industri Konstruksi di Singapura dan Indonesia Jannuar Yeremy; Joshua Irawan; Mia Wimala
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.42

Abstract

ABSTRAKPerumahan Tataka Puri merupakan salah satu kawasan berkembang di Kabupaten Tangerang. Perlu diperhatikan masalah hidrologi yang mungkin akan terjadi dikarenakan pada awalnya daerah ini merupakan daerah resapan air, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk sistem drainasenya. Untuk itu akan direncanakan konsep zero delta run off dengan teknologi ekodrainase, agar tidak menambah beban drainase menuju outlet. Dicobakan 5 skenario sistem drainase pada penelitian ini, skenario 1 (saluran drainase konvensional), skenario 2 (saluran drainase dengan kolam retensi), skenario 3 (saluran drainase dengan bioretensi), skenario 4 (saluran resapan) dan skenario 5 (kombinasi bioretensi dan kolam retensi). Dengan acuan debit banjir 5 tahun sebelum kawasan terbangun sebesar 0,331 m3/detik, dari 5 skenario yang diteliti terdapat 2 skenario yang memenuhi konsep zero delta run off, yaitu skenario 2 dan skenario 5 dengan debit banjir 5 tahun pada perumahan dapat ditampung seluruhnya dengan teknologi ekodrainase sehingga tidak ada debit banjir menuju outlet.Kata kunci: kebijakan pajak karbon, emisi karbon, carbon tax ABSTRACTA carbon tax is a policy scheme to support carbon emission reduction. Since 2019, Singapore has implemented a policy of carbon pricing. Currently, Indonesia is in the early stages of implementing the policy, which is planned to be effective in 2022. However, several things eed to be carefully prepared. This research aims to study the implementation of carbon tax policies in Singapore and Indonesia through literature review and interviews. Furthermore, a comparative analysis was carried out to identify the potential implementation of Indonesia's carbon tax policy in the future, particularly in the construction industry. It is due to its significant impact on carbon emissions in Indonesia. Several parameters that need to be immediately regulated by Indonesia are the limit/cap, carbon exchange, reporting system, and responsible institutions. In addition, the determination of the threshold value, the exchange of carbon emissions including the reporting system, the qualifications of the experts involved, as well as the integration between the ministries responsible for the carbon tax in Indonesia also need to be well planned.Keywords: carbon tax policy, carbon emissions, carbon tax
Penerapan Konsep Zero Delta Run-Off pada Perumahan Tataka Puri, Kabupaten Tangerang Avila Warsaning Ayu; Sih Andajani
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.1

Abstract

ABSTRAKPerumahan Tataka Puri merupakan salah satu kawasan berkembang di Kabupaten Tangerang. Perlu diperhatikan masalah hidrologi yang mungkin akan terjadi dikarenakan pada awalnya daerah ini merupakan daerah resapan air, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk sistem drainasenya. Untuk itu akan direncanakan konsep zero delta run off dengan teknologi ekodrainase, agar tidak menambah beban drainase menuju outlet. Dicobakan 5 skenario sistem drainase pada penelitian ini, skenario 1 (saluran drainase konvensional), skenario 2 (saluran drainase dengan kolam retensi), skenario 3 (saluran drainase dengan bioretensi), skenario 4 (saluran resapan) dan skenario 5 (kombinasi bioretensi dan kolam retensi). Dengan acuan debit banjir 5 tahun sebelum kawasan terbangun sebesar 0,331 m3/detik, dari 5 skenario yang diteliti terdapat 2 skenario yang memenuhi konsep zero delta run off, yaitu skenario 2 dan skenario 5 dengan debit banjir 5 tahun pada perumahan dapat ditampung seluruhnya dengan teknologi ekodrainase sehingga tidak ada debit banjir menuju outlet.Kata kunci: zero delta run off, ekodrainase, debit banjir kawasan ABSTRACTTataka Puri Housing is one of the developing areas in Tangerang Regency. It is necessary to pay attention to hydrological problems that may occur because initially this area was a water catchment area in the form of rice fields and gardens, so good planning for the drainage system is needed. For this reason, a zero delta run off concept will be planned, so as not to increase the drainage load to the outlet. 5 scenarios of the drainage system were tested in this study, scenario 1 (conventional drainage channels), scenario 2 (drainage canals with retention ponds), scenario 3 (drainage canals with bioretention), scenario 4 (infiltration canals) and scenario 5 (combination of bioretention and ponds). retention). With reference to the 5-year flood discharge before the built-up area was 0.331 m3/second, from the 5 scenarios studied there were 2 scenarios that met the zero delta run off concept, scenario 2 and scenario 5 with 5-year flood discharge in housing that could be accommodated entirely with ecodrainage technology so there is no flood discharge to the outlet.Keywords: zero delta run off, ecodrainage, area flood discharge