cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Pengaruh Kerja Lembur terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi pada Pekerjaan Struktur Bawah Wanda Kurniawan; Afrizal Nursin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.108

Abstract

ABSTRAKProduktivitas tenaga kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek. Salah satu cara untuk mempercepat durasi proyek dengan menerapkan jam kerja lembur. Tujuan penelitian untuk menjabarkan produktivitas pada jam kerja normal dan lembur serta faktor yang mempengaruhi produktivitas lembur. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian didapatkan produktivitas pekerjaan tiang pancang jam normal 3,489 m'/manhours dan 3,941 m'/manhours jam lembur; produkivitas pekerjaan pembesian capping beam pada jam normal 8,610 kg/manhours dan 12,415 kg/manhours jam lembur; pekerjaan bekisting jam normal 0,462 m²/manhours dan 0,763 m²/manhours jam lembur; pekerjaan pengecoran normal  0,170 m³/manhours. Performa proyek dihitung menggunakan rumus indeks produktivitas dan menghasilkan angka > 1 artinya cukup baik, pekerjaan pengecoran memiliki performa yang kurang baik karena nilai indeks produktivitas < 1. Hasil kuesioner menggunakan metode RII didapatkan sepuluh faktor yang mempengaruhi produktivitas lembur pada struktur bawah, diantaranya variabel faktor lingkungan, pengalaman kerja, metode kerja, keselamatan kerja dan variabel material dan alat.Kata kunci: kerja lembur, kerja normal, produktivitas, relative importance index ABSTRACTLabor productivity is one of the determining factors in the success of a project. There is one way to accelerate the project forward is to apply overtime hours. This research intends to describe the productivity during normal working hours and overtime hours, as well as the factors that affect the overtime productivity. The method of data collection was carried out by site observations. The results of the research on the productivity of pile work at normal hours are 3.489 m'/manhours and 3.941 m'/manhours at overtime hours, the productivity of reinforcing capping beam work at normal hours is 8.610 kg/manhours and 12.415 kg/manhours at overtime hours, formwork work normal hours is 0.462 m²/manhours and 0.763 m²/manhours of overtime hours, the normal rate is 0.170 m³/manhours. The project performance is calculated with the formulation of the productivity index and the result should be more than 1 (> 1), which means achieved is quite good. Casting work's performance is not really good enough, because the index number is less than 1 (< 1). The results of the questionnaire using the Relative Importance Index Method obtains ten factors that affect overtime productivity in lower structure, those are environmental factors variable, work experience, work methods, health and safety environment, as well as material and equipment variables.Keywords: work overtime, normal work, productivity, relative importance index
Pengaruh Penambahan Abu Ampas Tebu dan Bubur Kertas Koran terhadap Kuat Tekan Beton Mutu K-225 Shandy Pebriyanto; Amiwarti Amiwarti; Syahril Alzahri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.67

Abstract

ABSTRAKTebu merupakan tanaman untuk bahan baku pembuatan gula, dan nira tebu juga dapat kita temui dijual dengan dicampur es atau sering kita kenal dengan es tebu. Permasalahan yang mencuat dari kegiatan tersebut menghasilkan limbah dari perasan tebu yang belum  dimanfaatkan secara maksimal. Maka dari itu dilakukan penelitian dilaboratorium dengan  mengubah fisik ampas tebu tersebut menjadi abu ampas tebu kemudian dicampurkan ke beton  mutu K-225. Tujuan percobaan ini ialah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton K-225 dengan tambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran dengan kuat tekan beton normal. Metode yang digunakan pada penelitian ini uji coba di laboratorium. Dari hasil uji labor didapatkan hasil bahwa penambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran mengalami  penurunan kualitas kuat tekan betonnya. Penambahan kuat tekan beton dengan penambahan abu ampas tebu dan bubur kertas koran hasil yang didapat masing-masing yaitu AAT 5% + BK 3% = K-200 , AAT 5% + BK 5% = K-175 , AAT 5% + BK 7% = K-137 , AAT 5% + BK 9% = K-113.Kata kunci: abu, ampas tebu, additive betonABSTRACTSugarcane is a plant that is used as raw material for making sugar, and sugar cane juice can also be found sold mixed with ice or often known as sugarcane ice. The problems that arise from these activities produce waste from sugarcane juice in the form of bagasse that has not been utilized optimally. Therefore, a research was carried out in the laboratory by physically changing the bagasse into bagasse ash then mixed into K-225 quality concrete. The method used in this study was a laboratory trial. From the resultssof laboratory tests, it was found that the additions of bagasse ash and newsprint pulp decreased the quality of the compressivesstrength of the concrete. For each addition of the compressives strength of concrete with the additionsof bagasse ash and newsprint pulp, the results obtained are: AAT 5% + BK 3% = K-200 , AAT 5% + BK 5% = K-175 , AAT 5% + BK 7% = K-137 , AAT 5% + BK 9% = K-113.Keywords: ash, bagasse, concrete additive
Evaluasi Konfigurasi Sambungan Baut Jembatan Rangka Baja dengan Pola Staggered Fastener (Studi Kasus: Jembatan Way Bobot, Pulau Seram) Euneke Widyaningsih; Erma Desmaliana; Muhammad Ihsan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.119

Abstract

ABSTRAKJembatan rangka baja merupakan tipe jembatan yang materialnya menggunakan rangka-rangka baja disambungkan oleh pelat buhul dan diikat oleh las, baut, atau gabungan dari keduanya. Jembatan rangka baja yang dianalisis merupakan Jembatan Way Bobot tipe transfield yang berada di Pulau Seram, Maluku dengan panjang bentang 60 meter. Jembatan ini dianalisis dengan menggunakan software SAP2000. Pembebanan dan perancangan jembatan mengacu pada SNI 1725:2016 dan SNI 1729:2015. Dari hasil pemodelan dan analisis pada SAP2000, dilanjutkan analisis variasi konfigurasi sambungan baut menggunakan perhitungan manual dengan metode staggered fastener. Dari hasil analisis variasi konfigurasi baut, luas penampang netto diperoleh tidak berbeda jauh sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi konfigurasi sambungan baut sedikit berpengaruh terhadap kegagalan akibat fraktur penampang efektif netto.Kata kunci: jembatan rangka baja, konfigurasi sambungan baut, staggered fastener ABSTRACTSteel truss bridge is a type of bridge whose material uses steel frames connected by gusset plates and fastened by welding, bolts, or a combination of both. The steel truss bridge analyzed is the Transfield Way Weight Bridge located on Seram Island, Maluku with a span of 60 meters. This bridge was analyzed using SAP2000 software. The loading and design of the bridge refers to SNI 1725:2016 and SNI 1729:2015. From the results of modeling and analysis on SAP2000, continued analysis of variations in the configuration of bolted connections using manual calculations with the staggered fastener method. From the results of the analysis of variations in bolt configurations, the net cross-sectional area obtained is not much different so it can be concluded that variations in the configuration of bolted connections have little effect on failure due to fracture of the net effective cross-section.Keywords: steel truss bridge, configuration of the bolt connection, staggered fastener
Studi Perbandingan Respon Struktur Rangka Baja Pemikul Momen terhadap Beban Gempa dan Beban Angin Amatulhay Pribadi; Erma Desmaliana; Mohammad Keneeth Rafni Prayoga
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.76

Abstract

ABSTRAKPerancangan struktur gedung yang baik diperlukan agar struktur dapat kuat dalam menahan beban gempa. Beban angin juga sebaiknya diperhitungkan sebagai beban lateral pada struktur gedung yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon struktur gedung terhadap beban gempa dan beban angin yang terjadi pada tujuh wilayah di Indonesia berdasarkan SNI 1727:2020 dan SNI 1726:2019. Struktur gedung baja 10 lantai menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus. Dari hasil penelitian, desain gedung telah aman terhadap simpangan antar tingkat yang disyaratkan. Pada penelitian ini, gaya geser dasar dari yang terbesar sampai yang terkecil menurut perhitungan gaya geser statik ekivalen dan respon spektra berturut-turut adalah Gorontalo, Jayapura, Banda Aceh, Kupang, Surabaya, Samarinda, dan Tanjung Pinang. Berdasarkan hasil analisis ini, beban gempa lebih berisiko mengakibatkan kegagalan struktur dibandingkan dengan beban angin.Kata kunci: struktur rangka baja, beban gempa, beban anginABSTRACTA good structure design is necessary to ensure that the structure can resist the earthquake load. Wind load is also important to be accounted as lateral loads especially on tall buildings. This study aims to determine the building structural responses due to eathquake and wind loads which occur in seven regions in Indonesia based on SNI 1727:2020 and SNI1726:2019. The steel building structure is a 10-floor special moment resisting frame. Based on this research result, the design of the building is safe for displacement as required by the code. In this study, the base shear forces from the largest to the smallest consecutively based on equivalent static and response spectrum analysis are Gorontalo, Jayapura, Banda Aceh, Kupang, Surabaya, Samarinda, and Tanjung Pinang. Based on this research result, earthquake load has higher risk of causing structural failure than wind load.Keywords: steel frame structure, earthquake load, wind load
Tinjauan Manajemen Risiko Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Proyek Konstruksi Bekas Daerah Pembuangan Sambirejo di Masa Pandemi Covid-19 Aden Firdaus; Hazairin Hazairin; Ghea Puspita Partadisastra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.87

Abstract

ABSTRAKProyek konstruksi merupakan penyumbang angka kasus kecelakaan kerja terbanyak di Indonesia. Pandemi Covid-19 mempengaruhi cara kerja di bidang konstruksi. Banyak perusahaan yang telah memiliki sintem manajemen K3, namun sistem manajemen K3 tersebut belum berbasis manajemen risiko. Tujuan utama dari manajemen risiko adalah mengukur, mengidentifikasi, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko serta mendorong tingkat manajemen untuk proaktif mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja. Data yang diambil untuk penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Dari hasil penelitian pada proyek Pembangunan bekas daerah pembuangan sambirejo ditemukan 92 variabel bahaya, yang terdiri dari 2 risiko tinggi, 34 risiko rendah, dan 56 risiko sedang. Resiko tertinggi adalah penyebaran virus Covid-19.Kata kunci: manajemen risiko, konstruksi, K3, Covid-19 ABSTRACTConstruction projects are the largest contributor to the number of work accident cases in Indonesia. The Covid-19 pandemic has affected the way construction works. Many companies already have an OHS management system, but the OHS management system is not yet based on risk management. The main purpose of risk management is to measure, identify, map, develop alternative risk management and encourage management levels to proactively reduce the risk of losses caused by work accidents. The data taken for this study used a questionnaire instrument. From the results of research on the development project of the former Sambirejo dumping area, 92 hazard variables were found, consisting of 2 high risk, 34 low risk, and 56 moderate risk. The highest risk is the spread of the Covid-19 virus.Keywords: risk management, construction, OHS, Covid-19
Kajian Analisis Perbandingan Rangka Atap Kuda-Kuda Menggunakan Kayu LVL dan Baja Ringan Nessa Valiantine Diredja; Badriana Nuranita; Erma Desmaliana; Anissa Cahyani Pertiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.148

Abstract

ABSTRAKPenggunaan baja ringan sebagai material rangka atap sudah sangat umum ditemui. Selain baja ringan, terdapat alternatif material lain yaitu kayu LVL atau Laminated Veneer Lumber. Pada penelitian ini dibahas mengenai penggunaan material baja ringan dan LVL sebagai rangka atap kuda-kuda pada hunian. Berdasarkan perhitungan, luas penampang  antara kayu LVL terhadap baja ringan pada batang bawah memiliki perbandingan 7,31 dan 55,64, batang vertikal 6,10 dan 124,30, batang diagonal atas 33,67 dan untuk batang diagonal bawah 90,46 dan 5,33. Perbandingan tersebut menghasilkan  yang lebih besar untuk kayu LVL. Meskipun didapatkan  yang lebih kecil pada material baja ringan, namun terdapat persyaratan kelangsingan yang menyebabkan baja ringan memerlukan profil yang lebih besar. Sedangkan untuk lendutan didapatkan lendutan sebesar 0,88 mm rangka baja ringan dan 2,69 mm untuk kayu LVL, keduanya memenuhi persyaratan terhadap lendutan ijinnya. Untuk perbandingan berat, rangka baja ringan memiliki berat 24,99 kg dan kayu LVL sebesar 7,71 kg.Kata kunci: rangka atap kuda-kuda, baja ringan, kayu Laminated Veneer Lumber ABSTRACTThe use of cold-formed steel as a roof truss material is very common. In addition to cold-formed steel, there is other material alternatives that has a fairly light weight namely LVL or Laminated Veener Lumber. This study disscussed the used of cold-formed steel and LVL as a roof truss. The analysis result indicated that the section area  between LVL to cold-form steel for bottom chord in the range of 7,31-55,64, and 6,10-124,30 for vertical beam, 33,67 for diagonal bottom chord, and 90,46-5,33 for diagonal top chord. As a result,  of LVL was larger than cold-form steel. However, there are slendersness requirements that the cold-form steel was needed the larger profil than LVL. In terms of structure stiffness, the cold-form steel roof truss have 0,88 mm deflection and 2,69 mm for LVL, however they were able to accomodate the deflection requirements. The total weight of cold-formed steel is 24,99 kg and 7,71 kg for LVL.Keywords: roof truss, cold-formed steel, Laminated Veneer Lumber
Analisis Potensi Likuefaksi dengan Berbagai Metode Berdasarkan Data Cone Penetration Test pada Jalan Tol Seksi II Probolinggo – Banyuwangi Ahmad Faris Aldzulfikar; Ikhya Ikhya; Desti Santi Pratiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.167

Abstract

ABSTRAKKerusakan infrastruktur yang terjadi di Indonesia bukan hanya diakibatkan oleh beban dinamis gempa, namun juga dipengaruhi oleh respon tanah di bawahnya ketika gempa terjadi, salah satu contohonya adalah fenomena likuefaksi. Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi, Jawa Timur berada pada zona kerentanan likuefaksi sedang dan berada dekat dengan sesar Probolinggo yang memiliki pegerakan 0,2mm per tahun dan memiliki besar magnitudo 6.5 Mw. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur potensi likuefaksi yang mungkin terjadi pada proyek pembangunan tol Probolinggo – Banyuwangi dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT) berdasarkan metode analisis Shibata & Terapaksa, Robertson & Wride, Youd & Idriss, Juang et. al dan Idriss & Boulanger untuk mencari nilai rasio tegangan siklik (CSR) dan rasio tahanan siklik (CRR). Data pendukung lainnya pada analisis potensi likuefaksi ini adalah peta bahaya gempa 2017 dengan klasifikasi situs tanah lunak dan sedang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanah yang terlikuefaksi adalah tanah pasir dan lanau kepasiran, jenis tanah ini sangat berpengaruh terhadap nilai CRR, sedangkan nilai CSR dipengaruhi oleh percepatan puncak gempa dan klasifikasi situs tanah.Kata kunci: gempa, likuefaksi, metode analisis, CSR, CRR, CPT, percepatan puncak ABSTRACTInfrastructure damages that have been found in Indonesia were not only caused by dynamic loads of earthquake, but also by the soil response underneath it while an earthquake occurs and one of it being a phenomenon called liquefaction. The project of Probolinggo-Banyuwangi Toll Road in East Java is within a moderate zone of liquefable soil, located near Probolinggo fault which is moving 0.2mm every year, and a magnitude of 6.5 Mw. This research estimated the liquefaction potential of this project with the soil data obtained by Cone Penetration Test, analyzed by using the method of Shibata & Terapaksa, Robertson & Wride, Youd & Idriss, Juang et. al and Idriss Boulanger, calculating the Cyclic Stress Ratio and Cyclic Resistance Ratio. This analysis of the potential of liquefaction used the map of earthquake in 2017 applied to soft and medium soil class. This research shows that the type of soil liquefied is sand soil and sandy silt soil. Both of these types gave a significant influence in calculating the CRR value, while the CSR value in influenced by the maximum acceleration of earthquake and the soil classification.Keywords: earthquake, liquefaction, analysis method, CSR, CRR, CPT, maximum acceleration
Kajian Kepekaan Aspal terhadap Temperatur pada Aspal dengan Pemanfaatan Subtitusi Getah Karet Alam Barkah Wahyu Widianto; Mochammad Isa Faisal
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.179

Abstract

ABSTRAKAspal merupakan material pengikat perkerasan lentur yang sangat peka terhadap temperatur. Salah satu cara mengurangi sifat kepekaan tersebut adalah melakukan modifikasi aspal dengan subtitusi getah karet alam sebagai pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini didukung dengan peningkatan penghasilan rata-rata karet alam di Indonesia tahun 2015-2020 adalah 1,5%; dimana penghasilan karet terbesar 28,77% di Provinsi Sumsel. Penelitian ini bermaksud menganalisis tingkat kepekaan aspal terhadap temperatur dengan nilai indeks penetrasi (IP) aspal dengan nilai penetrasi 60/70 disubtitusi pada persentase tanpa getah dari karet alam; subsitusi 2,5%; subsitusi 5%; dan subsitusi 7,5%. Hasil penelitian menghasilkan bahwa nilai IP semakin meningkat dengan ditambahnya Persentase karet alam; yaitu -0,347 untuk 0%; -0,179 untuk 2,5%; 0,419 untuk 5%;, dan 0,557 untuk 7,5%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya persentase karet sehingga aspal bertambah keras dan kurang peka terhadap temperatur karena kandungan getah karet alam yang non bitumen. Hal ini dapat diindikasi bahwa dengan bertambahnya Persentase karet maka aspal semakin tahan terhadap deformasi tetapi rentan terhadap retak.Kata kunci: indeks penetrasi, getah karet alam, aspal ABSTRACTAsphalt is a flexible pavement binder which is very sensitive to temperature. One way to reduce this sensitivity is to modify asphalt by substituting natural rubber latex for the use of natural resources. This is supported by an increase in natural rubber production in Indonesia by an average of 1.5% in 2015-2020, where the largest rubber production is 28.77% in South Sumatra Province. This study aims to assess the sensitivity level of bitumen to temperature with the penetration index (IP) value of 60/70 pen asphalt substituted with natural rubber latex levels of without subtitution, 2,5% subtitution, 5% subtitution, and 7,5% subtitution. The test results showed that the IP value increased with the addition of natural rubber content, namely -0.347 for 0%, -0.179 for 2.5%, 0.419 for 5%, and 0.557 for 7.5%. This shows that with increasing rubber content, the asphalt is getting harder and not sensitive to temperature because of the non-bituminous natural rubber latex. It can be indicated that asphalt is increasingly resistant to deformation but susceptible to cracking.Keywords: penetration index, natural rubber latex, asphalt
Penanganan Sedimentasi di Pelabuhan Tanjung Api-Api pada Sungai Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Ken Wiralino Taredja; Eka Oktariyanto Nugroho
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.117

Abstract

ABSTRAKPenumpukan sedimentasi adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh terminal pelabuhan. Terminal pelabuhan dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyebrangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan sedimentasi yang terjadi pada Pelabuhan Tanjung Api-Api. Sedimentasi yang terjadi pada Pelabuhan Tanjung Api-Api dihitung dengan perhitungan numerik menggunakan aplikasi MIKE 21. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa batimetri, pasang surut, gelombang, dan debit. Dari hasil pemodelan didapatkan penumpukan sedimentasi pada pelabuhan penyebrangan sebesar 0,24 mdalam 3 bulan dan dipilih penanganan dengan cara melakukan pengerukan alur hingga -5 m.Kata kunci: pelabuhan, sedimentasi, alur ABSTRACTSedimentation is one of the problems in the port terminals. Port terminals are required to provide facilities, infrastructure and services as written in the regulation PM 51 2015 on the Port Distribution Port. This research aims to explore how to deal with the sedimentation at Tanjung Api-Api Port. Sedimentation that at Tanjung Api-Api Port was calculated by numerical calculation using MIKE 21 application. The data input for numerical model is used form previous study. The input data are bathimetry, tidal, wave, and discharge. The computation shows than the dredging channel by –5 m is proven to be the best design among afters scenario. The calculation of sedimentation depth is similar as primary data and has acknowledge 0,24 in 3 month.Keywords:  port, sedimentation, channel
Kajian Substitusi Transportasi Online pada Perjalanan Menuju Simpul Transportasi di Kota Bandung Muhamad Rizki; Alia Maemunannisa; Oka Purwanti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.130

Abstract

ABSTRAKPenelitian sebelumnya menemukan bahwa transportasi online menggantikan kebutuhan angkutan umum dan pribadi. Namun penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada perjalanan sehari-hari, sedangkan investigasi pengaruh substitusi transportasi online pada perjalanan menuju simpul transportasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplokrasi pengaruh substitusi pengguna transportasi online pada perjalanan menuju simpul transportasi di Kota Bandung. Model diskriminan digunakan pada data yang dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner secara online kepada pengguna transportasi online. Deksripsi data menunjukkan terdapat tiga moda yang digunakan untuk perjalanan menuju simpul sebelum adanya moda transportasi online yaitu kendaraan pribadi, angkutan kota, dan bus/shuttle bus. Analisis juga menemukan bahwa saat ini jika angkutan online berhenti beroperasi, pengguna angkutan umum sebelumnya akan berpindah kepada angkutan pribadi. Substitusi dari angkutan umum ditemukan terjadi pada simpul transportasi udara.Kata kunci: substitusi, angkutan online, analisis diskriminan ABSTRACTPrevious research has found that the rise of online transportation replaces the need for public and private transportation. However, previous research has generally focused on daily commuting, whereas investigations on the effect of online transportation substitution on transport station trips are still limited. This study aims to explore the substitution effect of online transport in transport stations trips in Bandung City. The discriminant model is used in the data collected by distributing questionnaires online to online transportation users. The decriptive analysis show that there are three modes used to travel to the node before the existence of online transportation modes, namely private vehicles, paratransit (angkot), and buses/shuttle. The analysis also found that currently if online transportation stops operating, previous public transport users will switch to private transportation. The substitution of public transport is found to occur at air transportation nodes.Keywords: substitution, online transportation, discriminant analysis