cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Ketahanan Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash terhadap Sulfat dan Klorida Rafli Andaru Ikomudin; Bernardinus Herbudiman; Rulli Ranastra Irawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.33

Abstract

ABSTRAKKetahanan beton dalam lingkungan yang korosif sangat diperlukan, beton geopolimer memiliki ketahanan yang lebih baik dari beton biasa. Beton geopolimer dalam penelitian ini menggunakan campuran fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2 sebagai material pengganti semen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan beton geopolimer berbasis fly ash terhadap zat kimia berupa asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi sebesar 10%. Parameter yang diamati adalah kuat tekan, cepat rambat gelombang dan pH yang dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Benda uji kuat tekan dan pH menggunakan kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm sebanyak 3 buah dan benda uji cepat rambat gelombang menggunakan silinder berukuran 10 cm × 20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi larutan sebesar 10% yang digunakan untuk perendaman beton geopolimer berbasis fly ash terlalu tinggi sehingga ketahanan beton geopolimer tersebut mengalami penurunan yang signifikan baik dari segi kekuatan, kepadatan, kandungan dan kondisi fisik.Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, kuat tekan, ketahanan ABSTRACTResistance concrete in corrosive environments is necessary, geopolymer concrete have better resistance than ordinary concrete. Geopolymer concrete in this study using mixing fly ash Suralaya 1 and Suralaya 2 as a cement replacement material. The study was conducted to determine the resistance of geopolymer concrete based on fly ash use chemicals such as sulfuric acid (H2SO4) and hydrochloric acid (HCl) at a concentration of 10%. The observed parameter is compressive strength, fast propagation and pH that was made on the concrete 7, 14 , 21 and 28 days. The test specimen compressive strength and pH using a cube of 5 cm × 5 cm × 5 cm 3 pieces and fast propagation of the test specimen using cilinder measuring 10 cm × 20 cm. The results of the study showing that the concentration of 10% were used for soaking of fly ash-based geopolymer concrete is too high so that the resistance of geopolymer concrete is experiencing a significant decline both in terms of strength, density, content and physical condition.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, compressive strength, resistance
Kinerja Persimpangan dengan dan Tanpa Lampu Lalu Lintas pada Jalan Sangkuriang-Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi Elkhasnet Elkhasnet; Muhamad Bagus Gunawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.10

Abstract

ABSTRAKPersimpangan Jalan Sangkuriang–Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi sering mengalami kemacetan karena tingginya volume lalu lintas. Lampu lalu lintas yang tersedia pun tidak digunakan karena dinilai kurang efektif, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei langsung di ruas jalan pada tiap lengan simpang dan juga persimpangannya pada waktu puncak yaitu pukul 06.00–08.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB. Kinerja simpang dianalisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997. Pada kondisi eksisting, yaitu simpang tak bersinyal, diperoleh nilai derajat kejenuhan ( ) sebesar 1,299 dan 1,323 pada periode pagi dan sore hari, dimana nilai tersebut tidak memenuhi syarat, karena memiliki nilai lebih dari 0,85. Pada kasus simpang bersinyal, harus dilakukan penyesuaian geometri, dimana pada kasus ini, dilakukan percobaan penambahan lebar efektif pada tiap lengan menjadi sebesar 4 m, dan dihasilkan rata-rata nilai derajat kejenuhan ( ) sebesar 0,76 dan memenuhi syarat, dimana nilai kurang dari 0,85. Kata kunci: simpang tak bersinyal, simpang bersinyal, derajat kejenuhan. ABSTRACTSangkuriang St.–Kolonel Masturi St. Intersection, Cimahi City often faces the traffic jam because of the high traffic volume. The existing traffic lights are not used because they are considered to be less effective, so the research needs to be done to solve these problems. This research was conducted with using a survey method directly on the road section on each approach and also its intersection at the peak times, specifically at 06.00–08.00 WIB and 16.00–18.00 WIB. The intersection performance was analyzed using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. In the existing conditions, unsignalised intersections obtained the value of Volume Capacity Ratio ( ) of 1.299 and 1.323 in the morning and evening periods, where the value does not meet the requirements, because the value that obtained is more than 0.85. In the signalised intersection case, geometry adjustments must be made, where in this case, we did a trial with increasing the effective width to 4 m, and we achieved the average value of Volume Capacity Ratio ( ) of 0.76 and it met the requirements where the value is less than 0.85.Keywords: unsignalised intersection, signalised intersection, volume capacity ratio.
Studi Lanjut Mengenai Faktor Granular Tinggi pada Perancangan Beton Cara Dreux Gorrise Edwan Muhammad Nurdin; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.40

Abstract

ABSTRAKKuat tekan beton oleh Dreux Gorrise dirumuskan berbanding lurus dengan rasio semen terhadap air (c/w), serta berbanding lurus pula dengan faktor granular (G). Besarnya faktor granular (G) oleh Dreux ditentukan pada rentang 0,35-0,65. Penelitian lebih lanjut oleh Saelan dan Thesia (2013) mengungkapkan bahwa formulasi yang diajukan dapat digunakan cukup akurat untuk perancangan komposisi campuran beton dengan nilai faktor granular 0,40-0,60. Semakin besar nilai G maka semakin hemat kadar semen dalam 1 m3  beton. Penelitian mengenai faktor granular tinggi oleh Azka (2016) mengungkapkan bahwa faktor granular tinggi yaitu 0,65-0,70 dapat diformulasikan secara terukur menggunakan rumus G= 0,26 m3 dengan volume pasir tetap sebesar 0,26 m3 . Berdasarkan penelitian Azka dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meninjau kembali batasan-batasan faktor granular tinggi agar volume pasir tidak tetap sebesar 0,26 m3 yaitu 0,24 m3  dan 0,28 m3 . Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada uji kuat tekan yang dilakukan tidak mencapai kuat tekan yang telah direncanakanKata kunci: kuat tekan beton, faktor granular tinggi, Dreux Gorrise ABSTRACTCompressive strength of concrete formulated by Dreux Gorrise is linierly propotional to cement-water ratio (c/w), and granular factor G. The value of G suggested by Dreux is 0.35-0.65. Futher research by Saelan and Thesia revealed that the formulation can be used quite accurately for designing composition of concrete with value of granular factor 0,40-0,60. The higher value of G the more efficient cement content in 1 m  concrete. Research on high granular factors by Azka revealed that the research can be used by using G= 0.26 k with a fixed volume of 0.26 m3 . Based on the result of Azka, the research is developed by using sand volume 0.24 m3  and 0.28 m3 . The result showed that concrete strength is reduced.Keywords: compressive strength of concrete, high granular factor, Dreux Gorrise.
Uji Eksperimental Pengembangan Turbin Hidrokinetik Savonius Berdasarkan Bentuk Profil Distribusi Kecepatan Aliran Raditya Yudistira; Dwi Anung Nindito; Raden Haryo Saputra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.215

Abstract

ABSTRAKTurbin Tornado Savonius terinspirasi dari bentuk pola distribusi kecepatan yang kecil pada bagian bawah blade turbin kemudian membesar pada bagian atas blade turbin, yang bertujuan memperbesar area bidang tangkap aliran pada bagian atas turbin. Uji eksperimental dilakukan pada saluran prismatik dan membandingkan kinerja antara turbin hidrokinetik Savonius dan turbin Tornado Savonius. Berdasarkan hasil uji eksperimen, turbin Tornado Savonius memiliki performa optimum pada saat kedalaman air di saluran sama dengan tinggi turbin yang diuji coba. Bentuk blade turbin hidrokinetik Tornado Savonius mampu memperbesar area bidang tangkap aliran yang mengenai turbin, sesuai dengan bentuk distribusi kecepatan aliran untuk kondisi kedalaman yang sama dengan tinggi turbin.Kata kunci: savonius, hidrokinetik, tornado savonius, distribusi kecepatan aliran. ABSTRACKTornado Savonius turbine inspired by velocity distribution pattern shape which small at the bottom and getting bigger the upper part of turbine blade. Such shape aims to enlarge the flow catchment area at the turbine’s upper part. Experimental test performed in prismatic channel by comparing the performance of Savonius hydrokinetic turbine and Tornado Savonius turbine. Based on the result of experimental test, Tornado Savonius turbine has optimum performance at the time of water depth in channel equal to height of the examined turbine. Blade shape of Tornado Savonius hydrokinetic turbine is able to enlarge the flow catchment area in accordance with flow speed distribution shape at the same depth as turbine height.Keywords: savonius, hydrokinetic, tornado savonius, flow velocity distribution.
Analisis Percepatan Waktu Proyek Perumahan Menggunakan Metode PERT dan Fast Track Dian Perwitasari; Ahmad Fahreza; Kirana R. Ririh
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.226

Abstract

ABSTRAKProyek konstruksi perumahan tipe 120 yang dibangun di Jakarta Timur mengalami keterlambatan pada awal pekerjaan akibat adanya kesalahan pada pekerjaan kolom struktur, kolom praktis dan bekisting. Kesalahan ini berpengaruh terhadap penjadwalan proyek dan biaya pekerjaan. Durasi rencana awal pengerjaan proyek  yaitu 135 hari, namun karena adanya kendala yang terjadi sehingga menambah durasi 8 hari dan mengakibatkan durasi penyelesaian pengerjaan proyek menjadi 143 hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas proyek yang termasuk jalur kritis dengan menggunakan metode CPM-PERT dan efisiensi waktu dan biaya optimum dengan metode fast track. Dari hasil analisis diperoleh percepatan waktu sebesar 11 hari dan berdampak pada penghematan biaya proyek 2,70% dan probabilitas ketercapaian sebesar 1,53%. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan usulan solusi pada permasalahan keterlambatan yang terjadi pada proyekKata kunci: CPM-PERT, efisiensi, biaya, Fast Track ABSTRACTThe housing construction project type 120 which was built in East Jakarta experienced delays at the start of work due to errors in the structural column, practical column and formwork work. This error affects project scheduling and work costs. The initial plan duration for the project was 135 days, but due to constraints that occurred, it increased the duration of 8 days and resulted in the duration of completion of project work to 143 days. This study aims to analyze project activities including the critical path using the CPM-PERT method and optimum time and cost efficiency using the fast track method. From the analysis result, it is obtained that the time acceleration is 11 days and has an impact on the project cost savings of 2.70% and the probability of achievement is 1.53%. The research results are expected to be able to provide proposed solutions to the delays that occur in the project.Keywords: CPM-PERT, efficiency, cost, Fast Track
Analisis Penilaian Risiko Program Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Pada Infranstruktur Jalan Tol Daliman Daliman; Herman Herman; Oka Purwanti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.236

Abstract

ABSTRAKPentingnya ketersediaan infrastruktur yang memadai dalam keterbatasan sumber daya pemerintah, menuntut dikembangkannya mekanisme kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sebelumnya hanya pemerintah yang menanggung segala risiko pada pembangunan infrastruktur, kini risiko bisa terbagi dengan badan usaha. Sejak awal risiko ini teridentifikasi oleh badan usaha sebelum kesepakatan KPBU dilakukan. Guna mengetahui bagaimana risiko yang menjadi beban badan usaha, maka penelitian ini dilakukan. Metode three box method digunakan untuk mendeskripsikan risiko tersebut. Mengacu pada alokasi risiko pada PT Penjaminan Infrastruktur Hasil penelitian menyatakan bahwa distribusi risiko pada setiap fase tahapan proyek berbeda. Faktor risiko tinggi pada fase prakonstruksi meliputi finansial dan desain, konstruksi dan uji operasi, pada fase konstruksi meliputi faktor finansial dan pada fase operasi dan pemeliharaan meliputi finansial dan kepemilikan aset. Langkah mitigasi digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan potensi risiko yang ada.Kata kunci: risiko, manajemen proyek, jalan tol, KPBUThe importance of adequate infrastructure availability in the limitations of government resources, demands the development of government cooperation mechanisms with business entities (PPP). Previously only the government that bear all the risks to infrastructure development, now the risk can be divided with business entities. This risk should be identified from the beginning by the business entity before the PPP agreement is carried out. In order to find out how the risks are burdened by business entities, this research was conducted. The three box method is used to describe the risk. Referring to the risk allocation in PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, there are 11 risk faktors with 70 indikators following mitigation measures.ABSTRACTThe results stated that the distribution of risk in each phase of the project stages is different. In the preconstruction phase, risk faktors with high risk levels were financial and design, construction and operating tests. In the construction phase, the risk faktor with a high level of risk is financial. In the operating and maintenance phase the risk faktors with high risk levels are financial and asset ownership. Mitigation measures are used to reduce and even eliminate potential risks.Keywords:risk, project management, toll road, PPP
Evaluasi Daya Dukung Pondasi Boredpile Menggunakan Metode Numerik 3 Dimensi dengan Hasil Uji di Lapangan Andika Gerry Habrianto; Desti Santi Pratiwi; Imam Aschuri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.246

Abstract

ABSTRAKPondasi tiang bor merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang sudah sangat populer, terutama untuk pembangunan gedung-gedung megastruktur. Pada perencanaan suatu pondasi tiang sangat penting dilakukan analisis daya dukung dan penurunan untuk memastikan bahwa pondasi tersebut mampu menahan beban struktur di atasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pondasi tiang bor menggunakan pemodelan numerik 3 dimensi dalam Program Plaxis. Pada pemodelan tiang bor digunakan model struktur Soil Cluster dan Embeded Beam, sedangkan pemodelan tanah menggunakan model tanah Hardening Soil (HS) dan Mohr Coulomb (MC). Hasil dari analisis numerik berupa nilai daya dukung dan penurunan ini akan dibandingkan dengan hasil pengujian PDA dan Beban Statik di lokasi pekerjaan Pembangunan Kantor PT. Daya Adicipta Mustika Bandung.Kata kunci: pondasi tiang, daya dukung, penurunan, model numerik, uji PDA ABSTRACTBored pile foundation is a popular deep foundation type, mainly for the construction of megastructural buildings. For designing a pile foundation, it is important to analyze the bearing capacity and settlement to ensure that the foundation is able to restrain the structure load. The objective of this paper is to analyze bored pile foundation using 3D numerical model in Plaxis software. In the bored pile modeling the Soil Cluster and Embeded Beam structural models are used, while the soil model uses Hardening Soil (HS) and Mohr Coulomb (MC). The numerical analysis results of bearing capacity and settlement will be compared with PDA and Static Loading test result at the PT. Daya Adicipta Mustika Bandung.Keywords: pile foundation, bearing capacity, settlement, numerical model, PDA test
Optimasi Bentuk Penopang Pelat Beton Apung Hazairin Hazairin; Erma Desmaliana; Imas Anggi Meylani
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.44

Abstract

ABSTRAKBencana banjir seringkali terjadi di Indonesia, bahkan Istana negara tidak luput terendam karena tidak terbendungnya volume air yang meningkat. Kerusakan yang terjadi pada sarana dan prasarana akibat banjir tidaklah kecil dan satu cara untuk menghindari kerusakan tersebut yaitu dengan menggunakan pelat beton apung. Pemodelan pelat beton apung di atas fondasi elastis menggunakan perangkat lunak Ansys, dengan nilai tumpuan elastis sebesar 10 kN/m3 dan beban sebesar 2.500 N pada bagian ujung pelat beton apung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk penopang pelat beton apung terhadap keseimbangan apung, serta nilai deformasi maksimum akibat pembebanan. Pelat beton apung berukuran 3x4 meter dengan variasi bentuk penopang segitiga, trapesium dan lengkung baik satu arah maupun dua arah. Dari hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelat beton apung dengan bentuk penopang segitiga 300 dua arah memiliki nilai deformasi terkecil sebesar 0,194 m; volume pelat sebesar 9,328 m3 serta deviasi draft sebesar 0,191 mKata Kunci : pelat beton apung, bentuk penopang pelat, deformasi ABSTRACTFlood disasters often occur in Indonesia, even the state palace is not spared from being submerged because the increasing volume of water cannot be stopped. The damage that occurs to facilities and infrastructure due to flooding is not small and one way to avoid this damage is to use floating concrete slabs. Modeling of floating concrete slab on an elastic foundation using Ansys software, with an elastic support value of 10 kN/m3 and a load of 2,500 N at the end of the floating concrete slab. This study aims to determine the effect of the shape of the floating concrete slab support on the buoyancy balance, as well as the maximum deformation value due to loading. Floating concrete slab measuring 3x4 meters with various forms of triangular, trapezoidal and curved supports in one direction or two directions. From the results of the analysis and discussion, it can be concluded that the floating concrete slab with a triangular shape of 300 two-way supports has the smallest deformation value of 0.194 m, the plate volume is 9.328 m3 and the draft deviation is 0.191 mKeywords : floating concrete plate, plate support geometry, deformation
Uji Eksperimental Pengaruh Dimensi Lebar Rectifier Guide Vanes terhadap Kinerja Turbin Hidrokinetik Savonius Nur Ichsan; Dwi Anung Nindito; Raden Haryo Saputra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 2: Juli 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i2.96

Abstract

ABSTRAKKarakteristik blade sisi cekung turbin hidrokinetik Savonius yang memiliki nilai torsi negatif mengakibatkan kelemahan berupa efisiensi turbin yang relatif rendah, sehingga diperlukan sistem pengarah aliran berupa rectifier guide vane. Studi ini bertujuan membandingkan performa yang dihasilkan turbin Savonius tanpa guide vanes dan turbin Savonius menggunakan guide vanes dengan memvariasikan lebar rectifier L=Rt/4, L=Rt/2 dan L=3Rt/4, dimana Rt adalah jari-jari turbin. Metode pengujian dilakukan secara eksperimental di saluran prismatik dengan kecepatan aliran 0,111–0,1415 m/s. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan guide vanes dengan variasi lebar rectifier L=Rt/4, L=Rt/2 dan L=3Rt/4 masing-masing menghasilkan peningkatan torsi sebesar 29,9%; 33,3%; dan 36,3%. Turbin Savonius menggunakan guide vanes dengan lebar rectifier L=3Rt/4 menghasilkan coefficient of torque (Ct) dan coefficient of power (Cp) yang lebih tinggi dibandingkan variasi lebar rectifier (L) lainnya, sehingga kinerja turbin meningkat.Kata kunci: coefficient of power, hidrokinetik, savonius, rectifier guide vanes ABSTRACTThe characteristic of the concave side blade of the Savonius hydrokinetic turbine which has a negative torque value, it leads to the weakness in the form of a relatively low turbine efficiency, thus a flow steering system is needed in the form of a rectifier guide vane. The aim of this study was to compare the performance of the Savonius turbine without guide vanes and the Savonius turbine using guide vanes by varying the width of the rectifier L=Rt/4, L=Rt/2 dan L=3Rt/4, where Rt is the turbine radius. The test method was undertaken experimentally in a prismatic channel with a flow velocity of 0.111–0.1415 m/s. The results of the study pointed out that the addition of guide vanes with variations in the width of the rectifier was L=Rt/4, L=Rt/2 dan L=3Rt/4 and each of them had an increase in torque of 29.9%, 33.3% and 36.3%. The Savonius turbine used guide vanes with a rectifier width of L=3Rt/4 and it resulted a higher coefficient of torque (Ct) and coefficient of power (Cp) compared to other variations of rectifier width (L), thus, the performance of turbine increased.Keywords: coefficient of power, hydrokinetic, savonius, rectifier guide vanes
Perancangan Geometri Ruas Jalan Gudang Cijambu STA 1+400 s/d STA 3+400 Menggunakan AutoCAD Civil 3D 2018 Elkhasnet Elkhasnet; Nisa Fahira Sabillah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 1: Maret 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i1.56

Abstract

ABSTRAKRuas jalan Gudang-Cijambu STA 1+400 s.d STA 3 + 400  di Sumedang, Jawa Barat berperan sebagai sektor penghubung distribusi hasil pertanian dari desa ke kota dan penunjang laju pertumbuhan ekonomi pedesaan. Dilakukan perancangan geometrik jalan baru menggunakan software AutoCAD Civil 3D yang mengacu pada AASHTO 2004 dan dibandingkan volume galian dan timbunan dengan perancangan konsultan. Hasil perancangan jalan baru secara manual dan menggunakan AutoCAD Civil 3D menghasilkan 9 lengkung horizontal sedangkan perancangan konsultan sebanyak 22 lengkung horizontal. Perancangan ulang menghasilkan panjang trase yang semula 2.000 m menjadi 1.747,41 m. Perancangan menggunakan data konsultan didapat selisih jumlah volume galian dan timbunan sebanyak 135.209,48 m³, ini lebih banyak dari perencanaan ulang dengan AutoCAD Civil 3D dimana selisih jumlah volume galian dan timbunan sebanyak 11.398,85 m³. Dengan AutoCAD, perancangan semakin mudah dan efisien dalam memilih trase.Kata Kunci: perancangan geometri jalan, trase, galian, timbunan ABSTRACTThe Gudang-Cijambu road section STA 1 + 400 s.d STA 3 + 400 in Sumedang, West Java acts as a connecting sector for the distribution of agricultural products from villages to cities and to support the rate of rural economic growth. In this study, a new geometric road design was carried out using AutoCAD Civil 3D software which refers to AASHTO 2004 and will compare the volume of excavation and fill with consultant design. The results of manual redesign and using AutoCAD Civil 3D resulted in 9 horizontal curves while consultant design was 22 horizontal curves. Changes in the number of bends and differences in PI coordinate points resulted in the length of the original line of 2,000 m to 1,747.41 m. Design using consultant data obtained a difference of 135,209.48 m³ of excavated and stockpile volume, more than the redesign with a difference of 11,398.85 m³ of excavated and stockpiled volume. With AutoCAD, design will be easier and more efficient to choose line.Keywords : geometric road design, line, excavated, stockpile