cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Hidrodinamika dan Transformasi Gelombang bagi Re-design Breakwater di Pelabuhan Klungkung Bali. (Hal. 95-105) Darmawan, Alif Farhan; Kurniadi, Yessi Nirwana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.625 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.95

Abstract

ABSTRAKPelabuhan Gunaksa Klungkung, Bali memerlukan breakwateruntuk melidungi pelabuhan dari gelombang tinggi. Analisis saat ini menunjukan bahwa breakwater yang ada tidak dapat mereduksi tinggi gelombang yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa breakwater yang ada saat ini tidak dapat mereduksi tinggi gelombang yang terjadi dengan analisis hidrodinamika dan transformasi gelombang. Pemodelan hidrodinamika di Pelabuhan Gunaksa dilakukan dengan cara mensimulasi gelombang dan melakukan kalibrasi data pasang surut pemodelan dengan pengamatan. Hasil dari simulasi ini menunjukkan bahwa saat pasang purnama arus bergerak daribarat daya ke timur laut dengan elevasi muka air tertinggi 0,9 m dan tinggi gelombang sebesar 0,56–0,64 m. Pada kondisi pasang perbani arus bergerak dari timur laut ke barat daya dengan elevasi muka air terendah -1,02 m dan tinggi gelombang sebesar 0,48 – 0,56 m.Tinggi gelombang yang terjadi melebihi 0,5m, oleh sebab itu Pelabuhan Gunaksa membutuhkan re-design breakwater.Kata kunci: pemodelan, hidrodinamika, transformasi gelombang ABSTRACTGunaksa Harbour Klungkung, Bali needs breakwater to protect the harbour from high waves. Former analysis shows that the existing breakwater cannot reduce the height waves. The purpose of this research is to proves that the existing breakwater cannot reduce the height waves by hydryodynamic conditions and wave transformation.. Hydrodynamic modeling of Gunaksa Harbour, simulating waves and calibrated against data from a substantial field. Modeling results indicated that atspring tide, the current waves from southwest to northeast with the highest water level 0,9 m with the wave height is 0,56- 0,64 m, while at neap tide, the current waves from northeast to southwest with the lowest water level-1,02 m with the wave height is 0,48 – 0,56 m. The wave height requirements for harbour is 0,5 m, however the wave height is higher than 0,5 m, therefore Gunanksa Harbour could need re-design breakwater.Keywords: modeling, hydrodynamic, wave transformation
Pengaruh Bentuk Bracing terhadap Kinerja Seismik Struktur Beton Bertulang (Hal. 48-58) Aryandi, Darin; Herbudiman, Bernardinus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.462 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.48

Abstract

ABSTRAKSistem rangka bresing baja konsentrik merupakan salah satu sistem struktur tahan gempa yang biasanya digunakan di Indonesia. Bresing konsentrik memiliki ragam bentuk diantaranya tipe Z, X, V dan É…. Penelitian ini bertujuan mengetahui kapasitas dan kinerja seismik struktur masing-masing bentuk bresing melalui pemodelan analisis pushover. Objek penelitian membandingkan 2 tipe struktur simetris yaitu tipe 1 berupa portal terbuka dan tipe 2 berupa portal terbuka yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk bresing konsentrik. Hasil penelitian menunjukan bresing bentuk X memiliki sifat paling kaku untuk arah UX dan UY dengan rasio sebesar 0,34 dan 0,41 dari struktur tipe 1, sedangkan bresing bentuk É… memiliki sifat paling daktail diantara bentuk bresing lainnya. Kapasitas gaya geser lantai dasar mengalami peningkatan paling besar untuk bresing bentuk X dengan rasio sebesar 1,63 untuk arah UX dan UY. Level kinerja untuk struktur tipe 1 dan 2 adalah immediate occupancy berdasarkan metode ATC-40.Kata kunci: bresing, pushover, simetrisABSTRACTConcentrically steel bracing system is one of earthquake-resistant structure system that usually used in Indonesia. Concentrically bracing have a variety of shape configuration including Z-type, X, V and É…. The purpose of this study is to determine structural capacity and seismic performance building for each bracing configuration with pushover analysis. The object of this study have two different symmetrical structures that is open frame for type 1 and type 2 is combined open frame with concentrically bracing configuration variety. The study result show that X-brace has the most rigid for direction UX and UY with ratio is 0.34, 0.41 of the structure type 1, while É…-brace has the most ductile between other bracing configuration. The most increase base shear capacity has a X-brace with ratio is 1.63 for direction UX and UY. Performance level for structure type 1 and 2 is immediate occupancy according to ATC-40 method.Keywords: bracing, pushover, symmetric
Analisis Perkuatan Fondasi Sumuran Jembatan Krueng Seulekat pada Ruas Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam Kabupaten Aceh Selatan (Hal. 53-64) Nazda, Nabila Naqya; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.882 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.53

Abstract

ABSTRAK Struktur bawah Jembatan Krueng Seulekat terdiri dari 2 abutment dengan fondasi yang digunakan adalah fondasi sumuran diameter 3 m. Kedalaman fondasi sumuran pada abutment 1 yaitu 5,5 m dan pada abutment 2 yaitu 6,5 m. Jembatan tersebut perlu dilakukan pelebaran, dengan adanya pelebaran maka akan berpengaruh terhadap kapasitas daya dukung fondasi jembatan. Setelah jembatan dilebarkan, fondasi yang ada tidak lagi mampu menyalurkan beban aksial yang bekerja di atasnya (9503,63 kN). Perkuatan fondasi sumuran yang dilakukan adalah dengan cara melebarkan diameter fondasi agar kapasitas daya dukungnya mampu menahan beban struktur di atas nya. Analisis daya dukung yang digunakan yaitu dengan perhitungan manual dan pemodelan program PLAXIS 2D. Perencanaan perkuatan fondasi sumuran baru yang dipilih yaitu pada abutment 1 diameter fondasi sumuran menjadi 3,6 m dan pada abutment 2 diameter fondasi sumuran menjadi 3,4 m dengan kedalaman fondasi sumuran tetap seperti awal dan jumlah fondasi sumuran di setiap abutment adalah 1 unit. Kata kunci: fondasi sumuran, kapasitas daya dukung, pelebaran jembatan, perkuatan. ABSTRACT The substructure of Krueng Seulekat Bridge is consist of 2 abutment with the foundation namely a caisson foundation with a diameter of 3 m. The depth of the caisson on abutment 1 is 5,5 m and on abutment 2 is 6,5 m. The bridge needs to be widened, with the widening of the bridge structure it also affect the bearing capacity of the bridge foundations. Once the bridge is widened the foundation is no longer able to support the axial load that working on it (9503,63 kN). Reinforcement of the caisson foundation is planned by expanding the foundation diameter so that its bearing capacity is able to support the load of the upper structure after the bridge widening. Analysis is using the calculation of manual formula and modeling in software Plaxis 2D. The reinforcement planning for the new diameter of foundation is, in abutment 1 the diameter of caisson foundation becomes 3,6 m and in abutment 2 the diameter becomes 3,4 m with the depth of the caisson foundation remains as the beginning and the number of caisson foundation in each abutment is 1 unit. Keywords: caisson foundation, bearing capacity, bridge widening, reinforcement
Analisis Daya Dukung Kelompok Tiang Bor pada Jembatan Moh Toha (di Proyek Penambahan Lajur Tol Kopo – Buah Batu) (Hal. 104-114) Nurachim, Luthfi; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.758 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.104

Abstract

ABSTRAKFondasi adalah struktur bawah yang di gunakan untuk menyalurkan beban yang berasal dari struktur atas. Pada proyek penambahan lajur Tol Kopo - Buah Batu di ruas jembatan Moh Toha di gunakan fondasi tiang bor dengan struktur jembatan yang terdiri dari 2 pier dan 2 abutment. Perhitungan analisis daya dukung kelompok fondasi tiang bor hanya di lakukan di Pier 2 dan Abutment 2 dengan masing masing teridiri 9 buah titik bor dengan panjang tiang 28 m dan 6 buah titik bor  dengan panjang tiang 32 m. Diameter yang digunakan sebesar 60 cm. Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan perhitungan rumus manual dan pemodelan software. Didapat hasil daya dukung kelompok fondasi tiang bor dan lalu di bandingkan dengan hasil uji daya dukung di lapangan menggunakan uji PDA dengan selisih terdekat pada pier 2 sebesar 16,27 % menggunakan software All Pile dan pada abutment 2 sebesar  37,53% menggunakan software All Pile.Kata kunci: fondasi tiang bor, hasil daya dukung, selisih   ABSTRACTFoundation is a bottom structure that is used to distribute loads from upper structure. Bore pile foundation is used on Toll Kopo - Buah Batu additional lane  project on Moh Toha bridge that consist of 2 pier and 2 abutment. The calculation of bearing capacity analysis of bore  pile group is only done at Pier 2 and Abutment 2, each consisting of 9 drill points with a pile length of 28 m and 6 bore points with a length of 32 m piles. The diameter is 60 cm.   Analysis is using the calculation of manual formulas and modeling software. The result of bearing capacity bore pile group foundation and then compared to the result of  bearing capacity in the field using PDA test with the nearest different on Pier 2 is 16,27 % and on abutment 2 of 32,53 % using software All Pile.Keywords: foundation bored pile, result of bearing capacity, difference
Kajian Distribusi Tegangan Sambungan Material Fiber Reinforced Polymer pada Kondisi Elastik Linier dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 61-72) Primasari, Putri; Herbudiman, Bernardinus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.627 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.61

Abstract

ABSTRAK Pengembangan fiber reinforced polymer untuk menjadi suatu material yang dapat diperhitungan dalam konstruksi jembatan, yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Puslitbang Jalan dan Jembatan) merupakan suatu langkah penting untuk memajukan bidang infrastruktur teknik sipil. Penggunaan FRP masih terbatas pada aplikasi perkuatan jembatan. Untuk menjadikan suatu struktur utama jembatan, diperlukan kajian guna memahami perilaku dan mengetahui dasar-dasar perencanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan konsentrasi tegangan pada sambungan spesimen FRP dan membandingkan grafik gaya terhadap deformasi hasil pemodelan dengan hasil eksperimental. Untuk itu, metode penelitian yang dilakukan ialah menganalisis spesimen FRP melalui pendekatan numerik menggunakan software Ansys Workbench.Hasil analisis pemodelan menunjukkan peningkatan konsentrasi tegangan yang terbesar terdapat pada konfigurasi 5 lubang baut dengan nilai tegangan tekan sebesar 76,52%, dan luas sebaran lebih dari 1/2 D lubang. Selain itu, persentase perbedaan terbesar uji numerik terhadap uji eksperimental sekitar 12%.Kata kunci: fiber reinforced polymer, ANSYS Workbench versi 14, konsentrasi tegangan, sambungan.ABSTRACT Development the fiber reinforced polymer to be a material which can be counted in contruction of bridges, that is being conducted at the Center for Research and Development Road and Bridge is a important stride for developing indonesian civil engineering infrastruktur. Utilization of FRP is still limited to the application of strengthening bridges. For making a main structural of bridge, required to study for understanding behaviour and knowing their design basics. This research aims to give the description of increasing consentration of stress for FRP connection. And compare the force-deformation curves of the modelling to labour’s test. Therefor, the method which is used to analyze the specimens approach modelling the specimen using Ansys Workbench.Otherwise, the result showed the largest compressive stress is 76,52 %, and its spreading is more than a half of diameter of bolt hole. Beside that, the largest percentage difference between the modelling and experimental is about 12%.Keywords: fiber reinforced polymer, ANSYS Workbench version 14, stress consentration, connection
Pengembangan Kategori Edukasi Berkelanjutan dalam Penilaian Green Campus di Indonesia (Hal. 12-19) Qomaruzzaman, Irvan; Evelina, Rindu; Wimala, Mia
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.601 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.12

Abstract

ABSTRAKGreen campus adalah konsep yang memanfaatkan kampus sebagai media untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan keberlanjutan ke dalam kebijakan, manajemen maupun kegiatan perguruan tinggi. Berdasarkan standar yang telah ada, edukasi menjadi hal mendasar yang dipertimbangkan dalam penilaian suatu green campus. Dengan perkembangan isu keberlanjutan yang sangat pesat, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kategori Education (ED) dari UI GreenMetric untuk menjadi standar yang lebih efektif. Pengembangan kategori dilakukan dengan membandingkannya dengan kategori sejenis dari STARS. Pembobotan ulang terhadap sub kategori, beserta indikator dan sub indikator baru selanjutnya dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Empat sub kategori yang berhasil dikembangkan meliputi Akademik Berkelanjutan, Pengembangan Profesional Berkelanjutan, Dukungan Berkelanjutan, dan Penilaian Berkelanjutan. Studi kasus di Universitas Katolik Parahyangan juga dilakukan untuk tujuan verifikasi dari kategori Edukasi Berkelanjutan (EB) yang baru.Kata kunci: green campus, standar penilaian, UI GreenMetric, STARS ABSTRACTGreen campus is a concept that leverages the campus as a medium to integrate the concept of sustainability into policy, management and university activities. Based on existing standards, education has been regarded as one of the fundamental things considered in green campus assessment both in Indonesia and in some other countries. With the rapid development of sustainability issues in recent years, this research aims to develop GreenMetric UI into a more effective green campus assessment standard, focusing on the Education (ED) category. The development of this ED category was done by comparing it with similar categoriesof STARS, the green campus standard in the United States. The re-weighting of sub categories, together with the new indicators and sub-indicators contained in this category, was subsequently carried out using the Analytic Hierarchy Process method. The four sub-categories which were successfully developed in this research include Sustainable Academic, Sustainable Professional Development, Sustainable Support, and Sustainable Assessment. For verification purpose, a study on campus performance at Universitas Katolik Parahyangan was conducted using the newly developed category. Kata Kunci: green campus, asssessment standard, UI GreenMetric, STARS
Kajian Eksperimental Kapasitas Sambungan Material Fiber Reinforced Polymer (Hal. 29-38) Widyaningsih, Euneke; Herbudiman, Bernardinus; Hardono, Setyo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.962 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.29

Abstract

ABSTRAKMaterial Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah alternatif baru dalam perencanaan struktur yang memiliki keunggulan rasio strength terhadap berat sendiri yang sangat tinggi. Khususnya pada pembangunan jembatan yang hingga saat ini memiliki waktu perakitan yang lama dan material yang sulit dibawa tanpa alat berat, FRP menjadi pilihan dalam mendapatkan suatu struktur jembatan yang ringan, cepat dalam instalasi, dan memiliki kapasitas terhadap beban lalu lintas yang cukup besar.  Pada pengujian ini menggunakan 9 buah benda uji berupa pelat FRP dengan dimensi 100 mm x 400 mm x 9 mm dengan variasi lubang baut sebanyak 3 buah, yaitu 2, 4, dan 5 buah. Parameter yang dikaji adalah pola keruntuhan, nilai P, dan nilai stroke. Pengujian dilakukan di Laboratorium Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan di Puslitbang Jalan dan Jembatan Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola kerusakan pada FRP didominasi oleh kerusakan pada arah geser, nilai P hasil pengujian terhadap nilai P hasil perhitungan memiliki faktor koreksi sebesar 0,2%, 23%, dan 32%.Kata kunci : Fiber Reinforced Polymer, variasi jumlah lubang baut, pola keruntuhan, nilai P, nilai stroke ABSTRACTFiber Reinforced Polymer is a new alternative in the design of structure that has advantage of a very high strength to weight ratio. Especially in the construction of the bridge which has long time to assemble and difficult to transport the material without using heavy equipment, FRP is an option in getting a bridge structure that is lightweight, fast in installation, and has the capacity to load large amount of traffic. This study uses 9 specimens of FRP plates with dimensions of 100 mm x 400 mm x 9 mm and variations bolt holes of 2, 4, and 5 holes. The parameters studied is the collapse pattern, the value of P, and the value of the stroke. The test has been done at the Laboratory of Center of Bridge and Roads Complementary Buildings at The Center of Roads and Bridges Bandung. The results showed that the pattern of damage for the FRP dominated by shearing failure, as P value from the test result to P value from the calculation have correction factors of 0.2%, 23%, and 32%.Key words: Fiber Reinforced Polymer, bolt holes variation, damage pattern, P value, stroke value
Kajian Pemakaian Shear Wall dan Bracing pada Gedung Bertingkat (Hal. 100-111) Hutahaean, Santi Gloria; Aswandy, Aswandy
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.448 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.100

Abstract

ABSTRAKDinding geser dan bresing merupakan elemen penahan gempa yang banyak digunakan pada gedung bertingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kinerja dinding geser dan bresing dengan menggunakan metode analisis pushover. Obyek penelitian yang digunakan adalah dua sistem stuktur asimetris, yaitu Model 1 berupa gedung dengan dinding geser dan Model 2 berupa gedung dengan bresing. Hasil penelitian simpangan atap saat titik kinerja tercapai pada Model 1 dalam arah X, -X, Y dan -Y (0,225 m, 0,287 m, 0,225 m and 0,234 m) lebih kecil daripada Model 2 (0,344 m, 0,349 m, 0,317 m and 0,357 m) sedangkan besarnya gaya geser dasar pada Model 1 dalam arah X, -X, Y dan -Y (15.322,977 kN, 20.038,897 kN, 22.564,376 kN and 21.371,845 kN) lebih besar daripada Model 2 (11.459,977 kN, 12.957,979 kN, 69,839 kN and 10.912,926 kN). Hal ini menunjukan bahwa Model 1 lebih kaku dan kuat daripada Model 2. Level kinerja kedua model menurut ATC-40 adalah Immediate Occupancy (IO).Kata kunci: dinding geser, bresing, asimetris, pushover, level kinerja ABSTRACTShear wall and bracing are retaining earthquake elements that are widely-used in high-rise buildings. This research aims to determine the performance of shear wall and bracing using pushover analysis method. The objects of the research are two asymmetrical structure system, Model 1 is building using shear wall and Model 2 is building using bracing. The results of the research show that the roof displacement of Model 1 when performance point is reached in the direction of X, -X, Y and -Y (0,225 m, 0,287 m, 0,225 m and 0,234 m) are lower than Model 2 (0,344 m, 0,349 m, 0,317 m and 0,357 m). While the amount of base shear of Model 1 in the direction of X, -X, Y and -Y (15.322,977 kN, 20.038,897 kN, 22.564,376 kN and 21.371,845 kN) higher than the amount of base shear of Model 2 (11.459,977 kN, 12.957,979 kN, 69,839 kN and 10.912,926 kN). Those show that the Model 1 is more rigid and stronger than Model 2. The level of the performance of both models according to ATC-40 is Immediate Occupancy (IO).Keywords: shear wall, bracing, asymmetric, pushover, peformance level
Pembesaran Gaya Dalam dan Rasio Kekuatan Elemen Struktur Baja untuk Berbagai Koefisien Modifikasi Respon (R). (Hal. 86-96) Komara, Wahyu Satria; Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.144 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.86

Abstract

ABSTRAKPerencanaan struktur bangunan yang elastis membuat dimensi struktur yang di desain menjadi lebih besar sehingga biaya pembangunan struktur menjadi meningkat. Struktur bangunan harus di desain dengan suatu konsep tertentu sehingga bangunan tersebut dapat menahan beban yang terjadi secara efisien. Perencanaan struktur bangunan gedung dengan menggunakan koefisien modifikasi respon () ialah merencanakan bangunan untuk mengalami proses plastifikasi pada elemen struktur ketika terjadi gempa. Penelitian ini membandingkan model struktur bangunan dari rangka baja yang terdiri dari 10 lantai, dengan variasi koefisien modifikasi respon () yaitu, =3; 3,5; 4,5; 5; 6; 7; dan 8. Ketujuh model ini juga di dianalisis sesuai dengan sistem penahan gaya seismiknya. Analisis pada penelitian ini menggunakan program ETABS2015. Dari hasil analisis, diperoleh bahwa Semakin kecil nilai koefisien modifikasi respon () yang digunakan mempengaruhi rasio lentur yang terjadi. Perbesaran lentur pada kolom 18 (C18) ketika nilai =3 sebesar 52,47%.Kata kunci: koefisien modifikasi respon (), daktilitas, pembesaran gaya dalam ABSTRACTPlanning an elastic building structure makes the dimensions and designed structures larger and it can increases the cost of the construction itself. The building structures must be designed with a certain concept so, that the building can withstand the loads efficiently. A structure planning using the response modification coefficient () is to plan the building to experience a process of plasticization of the structural elements during an earthquake. This study compares the building structure model of a steel frame consisting of 10 floors, with variation in the modification coefficient of response () from =3; 3,5; 4,5; 5; 6; 7; until 8. The seven models are also analysed according to the seismic force retaining system.  The analysis in this study using the ETABS2015 program. From the results of the analysis, it was found that the smaller the value of the  response modification coefficient used will affects the bending ratio that occurs. The flexural force when the value of =3 in column 18 (C18) is 52.47%.Keywords: response modification coeffient, ductility, inner force enlargement
Kajian Ekonomis Perancangan Sistem Sambungan Struktur Baja pada Rangka Atap dengan Variasi Ukuran Baut, Konfigurasi Baut, dan Mutu Baut (Hal. 1-11) Setialaksana, Andre Pranata; Herbudiman, Bernardinus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.607 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.1

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya kebutuhan manusia terhadap penggunaan material baja yang berdampak pada meningkatnya harga material baja. Hal ini mendorong para teknisi untuk berusaha menghemat biaya struktur bangunan. Oleh karena itu setiap elemen pembentuk struktur harus didesain ekonomis, efesien, dan memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi sambungan yang paling ekonomis berdasarkan harga material pelat baja dan baut. Hasil dari kajian ekonomis perancangan sistem sambungan baja dengan studi kasus rangka atap Pasar Sae Sarijadi yang menggunakan metode variasi ukuran baut, konfigurasi baut, dan mutu baut, kombinasi yang dapat menghemat biaya struktur adalah kombinasi A4 (27D, 6 baut, 2 baris), kombinasi B2 (27D, 8 baut, 2 baris), kombinasi C3 (27D, 8 baut, 2 baris), kombinasi D4 (24D, 6 baut, 2 baris), dan kombinasi E2 (16D, 6 baut, 3 baris).Kata kunci:  struktur baja, ekonomis, kombinasi sambunganABSTRACTThe increasing needs for the use of steel material that impacts the rising prices of steel materials, encourages technicians to spare the cost of building structures, therefore every element of the structure must be designed to be economical, efficient, and meet the requirements. This research is intended to find the most economical combination based on the price of steel plate and bolt. The results of the economical study of the design of steel connection systems with the case studies of the roof truss of Pasar Sae Sarijadi using method of bolt size variation, bolt configuration, and bolt quality, the combination that can save the structure cost is combination A4 (27D, 6 bolt, 2 line), combination B2 (27D, 8 bolt, 2 line), combination C3 (27D, 8 bolt, 2 line), combination D4 (24D, 6 bolt, 2 line), and combination E2 (16D, 6 bolt, 3 line).Keywords: steel structure, economical, combination of connections

Page 6 of 55 | Total Record : 549