cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Penerapan Sistem Parkir Progresif (On Street) dalam Mempengaruhi Efektivitas Transport Demand Management Studi Kasus: Pusat Kota Bandung (Hal. 90-102) Saputra, Isro; Herdiana, Sony; Oktaviana, Wahyupi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.936 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.90

Abstract

ABSTRAKPerparkiran merupakan salah satu instrumen manajemen transportasi yang berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi transportasi. Kondisi sistem perparkiran yang belum optimal dapat memberikan gangguan sangat berarti bagi sistem lalu lintas, salah satunya adalah menimbulkan kemacetan terhadap pergerakan. Penerapan sistem parkir progresif merupakan salah satu bentuk TDM yang memiliki maksud untuk mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan kegiatan transportasi. Pemberlakuan sistem perparkiran progresif  on street dimaksudkan untuk bisa meningkatkan efektifitas transport demand management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas transport demand management jika diterapkan sistem parkir progresif dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem parkir progresif memiliki kontribusi dalam meningkatkan efektifitas transport demand management, tetapi jika dianalisis lebih mendasar pada perubahan perilakunya peran penerapan sistem parkir progresif dalam meningkatkan efektifitas TDM masih sangat kecil dikarenakan parkir progresif hanya salah satu dari bagian dari TDM.Kata kunci: parkir, Transport Demand Management (TDM), progresif ABSTRACTParking is one of the management transportation instrument that affect transportation effectiveness and efficiency. Non-optimal parking system will be cause disruption to the traffic system, one of the problems is generate traffic congestion on mobility. Progressive parking system is one form of TDM that has the goal to change people behaviors and habits in transport activity. System progressive parking (on street) implementation has purpose to increase effectiveness of transport demand management. This study aimed to determine effectiveness of transport demand management if implemented progressively parking system, which is using descriptive quantitative method. Result of analysis showed the implementation of progressive parking system has contributed to increasing effectiveness of transport demand management, but when analyzed more fundamental in the behavioural change, implementation progressive parking systems have a small role to increasing effectiveness of TDM.Keywords: parking, Transport Demand Management (TDM), progressive
Evaluasi Kinerja Parkir Sepeda Motor Institut Teknologi Nasional. (Hal. 110-119) Adyputri, Nadia Khansa; Elkhasnet, Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.297 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.110

Abstract

ABSTRAK Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang dapat menimbulkan suatu aktifitas. Sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki lebih dari 7.000 mahasiswa, Itenas tidak lepas dari masalah parkir, terutama lahan parkir untuk kendaraan sepeda motor. Data yang diperlukan dalam analisis didapatkan dari hasil survei lapangan dan diperoleh dari pengelola parkir.Berdasarkan hasil survei diperoleh lahan parkir yang tersedia di Kampus Institut Teknologi Nasional 3.798 m² dengan kapasitas 1.979 kendaraan. Jumlah kendaraan sepeda motor yang keluar masuk parkir pada pukul 04.30–22.00 adalah 4.239 kendaraan masuk dan 3.552 kendaraan keluar. Indeks parkir sepeda motor di Student Center 102,76 % dan di belakang GSG sebesar 110,61%, kondisi parkir sepeda motor sudah tidak dapat menampung kendaraan yang akan parkir. Durasi parkir sepeda motor di Student Center dan di belakang GSG adalah saat parkir lebih dari 12 jam. Pendapatan parkir yang diterima dari parkir di Student Center dan belakang GSG didapatkan Rp5.622.000,00/hari. Kata kunci: Ruang Parkir, Kebutuhan Parkir, Kendaraan ABSTRACT National Institute of Technology (Itenas) is one of the Private Universities that can generate an activity. As a university that has more than 7,000 students, Itenas cannot be separated from parking problems, especially parking lots for motorcycle vehicles. The data needed in the analysis is obtained from the results of a field survey and obtained from the parking manager. Based on the results of the survey, parking at National Institute of Technology is available at the 3,798 m² with a capacity of 1,979 vehicles. The number of motorbike vehicles coming in and out of parking at 04.30 to 22.00 is 4,239 inbound vehicles and 3,552 vehicles coming out. The motorcycle parking index at the Student Center is 102,76 % and behind the GSG is 110.61%, motorcycle parking conditions cannot accommodate vehicles that will park. Motorcycle parking duration at the Student Center and behind GSG is parking more than 12 hours. Parking revenue received from parking at the Student Center and behind GSG is Rp. 5,622,000.00/day. Keywords: Parking Space, Parking Requirements, Vehicles
Analisis Pola Operasi Mempawah-Sanggau Kalimantan Barat (Hal. 11-21) Faishal, Muhammad; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.992 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.11

Abstract

ABSTRAKModa transportasi kereta api mempunyai banyak keunggulan dibandingkan transportasi jalan antara lain kapasitas angkut besar (massal), cepat, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. Dalam studi kasus ini pembangunan jaringan jalur kereta api di Pulau Kalimantan khususnya jalur Mempawah-Sanggau adalah untuk memenuhi kebutuhan pergerakan penumpang dan pergerakan barang. Jalur Kereta Api Mempawah-Sanggau direncanakan dengan satu jalur lintasan (single track) dengan panjang lintasan ± 237 km. Dari studi terdahulu (studi kelayakan dan perencanaan jalan kereta api Pontianak-Sanggau, 2016) diketahui bahwa jumlah pergerakan penumpang pada Tahun 2060 sebesar 1.936.375 orang/tahun dan untuk jumlah pergerakan barang yang menggunakan moda transportasi kereta api pada Tahun 2060 sebesar 45.061.558 ton/tahun. Untuk Tahun 2060 kapasitas lintas kereta api barang tertutup untuk jalur Mempawah-Sanggau tidak bisa dioperasikan sehingga perlu penambahan jalur.Kata kunci: kereta api, pola operasi kereta api, Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). ABSTRACTThe railway transport have many adventages over road transportation among other large capacity, more fast, safe, energy saving and environmentally friendly and require less land. In this case study the construction of the railway network at Kalimantan Island especially track of Mempawah-Sanggau is to meet the needs of the movement of passengers and movement of item. The Mempawah-Sanggau railway is planned with a single track with length ± 237 km. From previous studies (feasibility study and railway planning Pontianak-Sangggau, 2016) it is know thar the number of passenger movements in 2060 is 1.936.375 person/year and the total of item movement using railway transport in 2060 is 45.061.558 tons/year. For the year 2060 the capacity of trainway freight train for track at Mempawah-Sanggau can not be operation and need for additional trainway.Keywords: train, pattern of rail operations, Railway Travel Graph (RTG).
Analisis Kinerja Fondasi Kelompok Tiang Bor Gedung Museum Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (Hal. 41-50) Kresnohadi, Adrianto; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.965 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.41

Abstract

ABSTRAK Kinerja suatu fondasi tiang bergantung pada nilai daya dukungnya baik daya dukung tanah maupun daya dukung tiang itu sendiri. Suatu bangunan sipil tidak terlepas dari peran fondasi dalam mendukung kekakuan struktur untuk menghasilkan sebuah nilai kenyamanan dan keamanan. Proyek gedung museum pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menggunakan jenis fondasi tiang bor dalam pelaksanaannya. Untuk itu, analisis kinerja dari fondasi tiang bor diperlukan dalam proyek tersebut. Metode konvensional diantaranya adalah Reese & Wright (1977) dan O’neill & Reese (1999) untuk daya dukung ujung, Kulhawy (1999) dan Reese & Wright (1977) untuk daya dukung selimut, Vesic (1977) dan metode elemen hingga. Hasil yang diperoleh dari beberapa metode tersebut akan dibandingkan perbedaan nilainya dan diambil sebuah kesimpulan tentang kinerja fondasi tiang bor.Kata kunci : metode konvensional, metode elemen hingga, daya dukung fondasi tiang ABSTRACT Performances of foundation are depended on bearing capacity value. Civil engineering project need the foundation to support rigidity and safety. Museum project at Indonesia University of Education uses bored pile foundation. Therefore, it needs to do analysis of bored pile foundation performance. Reese & Wright (1977), O’neill & Reese (1999), Kulhawy (1999), Meyerhof (1956), finite element method and Vesic (1977) has been choosen as methods  to do the analysis. The results of analysis are bearing capacity and the settlements of foundation. The results will be compared among them to make the conclusion of performance analysis of bored pile foundation.Key words: analysis method, bearing capacity, finite element method
Perbandingan Analisa Perkerasan Metode Bina Marga Revisi Juni 2017 dan AASHTO 1993 (Studi Kasus pada Pekerjaan Rencana Preservasi Ruas Jalan Jatibarang-Langut TA 2017) (Hal. 60-71) Sumarsono, Sony; Gultom, Heru Judi H.
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.131 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.60

Abstract

ABSTRAKJalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi di Indonesia yang sering digunakan untuk menunjang kegiatan perekonomian khususnya pada jalan nasional. Namun, seringkali di jalan nasional terdapat kerusakan-kerusakan pada perkerasan jalan yang membuat kenyamanan pengendara terganggu. Salah satu ruas jalan nasional tersebut adalah jalan Jatibarang-Langut yang berada di jalur Pantura Jawa Barat. Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui penyebab kerusakan perkerasan jalan tersebut yaitu survei traffic counting dan pengujian lendutan dengan alat Falling Weight Deflectometer (FWD) yang dalam perencanaan perhitungan tebal perkerasan akan dibandingkan menggunakan metode Bina Marga Revisi Juni 2017 dan AASHTO 1993. Data sekunder yang diperlukan adalah data daya dukung tanah dasar. Data primer yang diperoleh yaitu volume lalu lintas dan pengujian lendutan. Hasil perhitungan modulus tanah dasar 34,34 MPa dan modulus perkerasan 1.806,80 MPa. Sedangkan hasil perhitungan tebal perkerasan dengan CESA metode Bina Marga Revisi Juni 2017 47,42 cm dan CESA AASHTO 1993 38,74 cm.Kata kunci: Jatibarang-Langut, survei traffic counting, Falling Weight Deflectometer (FWD), Bina Marga Revisi Juni 2017, AASHTO 1993. ABSTRACTThe highway is one of the transportastion infrastructure in Indonesia which is often used to support economy activities especially on national road. However, often on the national road there are damages on pavement that makes disturbed rider’s comfort. The one of the national road segment is road Jatibarang-Langut located on the path Pantura, west Java. The testing done determine the cause of the pavement damege is survey traffic counting and deflection testing with Falling Weight Deflectometer (FWD) in planning pavement thickness calculation will be compared by using Bina Marga method Revision June 2017 and AASHTO 1993. The secondary data required is ground carrying capacity data. The primary data required os traffic volume and deflection testing. The calculation results of the basic soil modulus 34,34 MPa and pavement modulus 1.806,80 MPa. While the results of pavement thickness calculation by CESA method Bina Marga Revision June 2017 47,42 cm dand CESA AASHTO 1993 38,74 cm.Keywords: Jatibarang-Langut, survey traffic counting, Falling Weight Deflectometer (FWD), Bina Marga Revision June 2017, AASHTO 1993.
Analisis Daya Dukung Lateral Fondasi Tiang Tunggal Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 83-94) Elfaaz, Fadjar Mohamad; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.992 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.83

Abstract

ABSTRAKFondasi merupakan bagian dari suatu sistem rekayasa yang memikul dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah pendukung yang berada dibawahnya. Fondasi tiang sering digunakan pada konstruksi yang memikul beban berat. Pada beberapa kasus tertentu, tiang memiliki kapasitas aksial yang baik namun gagal terhadap beban lateral. Analisis daya dukung lateral fondasi tiang tunggal dilakukan dengan cara melakukan pemodelan menggunakan metode elemen hingga pada jenis tanah lempung lunak dan pasir lepas, kepala tiang bebas dan kepala tiang terjepit, serta variasi ukuran penampang tiang. Kapasitas lateral akan meningkat sebesar 33% - 40% dengan memperbesar penampang tiang, dan meningkat sebesar 22% - 37% dengan menerapkan sistem jepit pada kepala tiang. Fondasi yang memikul beban lateral akan mengalami defleksi maksimum arah lateral di daerah permukaan. Pada kondisi tanah buruk seperti lempung lunak, perbaikan tanah permukaan dengan pasir padat setebal 1,5 m – 3 m dapat dilakukan.Kata kunci: beban lateral, defleksi lateral, daya dukung lateral, tahanan friksi, metode Reese Matlock, metode elemen hingga. ABSTRACTThe foundation is part of engineering system to bear and distribute the load of the upper structure to the ground support. Pile foundation is often used in constructions that carry heavy loads. In some cases, the pile has a good axial capacity but failed to lateral loads. Lateral bearing capacity analysis of single pile by performing modeling using finite element method in soft clay and loose sand, free head and fixed head, and variety of cross-sectional size of the pile. Lateral capacity will increase 33% - 40% by enlarging the cross section of the pile, and increase 22% - 37% by applying fixed system on the head. The foundation that bears the lateral load will have a maximum lateral deflection on surface area. On poor ground conditions such as soft clay, soil improvement surfaces with dense sand thickness of 1,5 m - 3 m can be done.Keywords: lateral load, lateral deflection, lateral bearing capacity, friction resistance, Reese Matlock method, finite element method.
Peramalan Gelombang di Perairan Kabupaten Indramayu dengan Pemodelan Numerik SWAN 41.01A (Hal. 160-171) Widhiarno, Fajar; Muliati, Yati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.859 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.160

Abstract

ABSTRAKKarakteristik gelombang merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan bangunan pantai. Melakukan pengukuran gelombang dalam jangka waktu yang panjang membutuhkan biaya yang sangat mahal. Diperlukan alternatif lain untuk meramalkan gelombang yaitu dengan menggunakan data angin. Belum ada lembaga yang melakukan peramalan gelombang secara berkelanjutan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi gelombang signifikan , periode gelombang signifikan dan arah gelombang dengan menggunakan metode pemodelan numerik SWAN 41.01A yang selanjutnya divalidasi dengan menggunakan metode SPM. Hasil dari peramalan gelombang didapat nilai setinggi 0,4-0,5 m dengan selama 2-3 detik dengan musim timuran yang mendominasi arah angin, tinggi gelombang maksimum setinggi 0,8-0,9 m dengan periode 2-2,5 detik, dan adanya pembelokan arah gelombang diakibatkan oleh pendangkalan kedalaman laut.Kata Kunci: peramalan gelombang, SWAN, tinggi gelombang signifikan, periode signifikan, arah gelombang. ABSTRACTCharacteristic of wave is the important thing in seashore building construction planning. The cost for the wave forecast in long duration is very expensive. Wind data is an alternative method for the wave forecast. There is no institution yet to forecast waves sustainably in indonesia. The purpose of this research is to determine the significant wave height , significant wave period and direction of the waves using SWAN 41.01A numerical modelling method which is then validated using SPM method. The results of forecast obtains values wave height 0.4-0.5 m with during 2-3 second with easterlies season dominate the wind direction, the maximum wave height 0.8-0.9 m with a period of 2-2.5 second, and bending the direction of the waves caused by silting ocean depths.Keywords: wave forecast, SWAN, significant wave height, significant period, wave direction.
Pengaruh Serbuk Batu Kapur terhadap Uji Tekan Beton. (Hal. 13-20) Rochmah, Nurul; Sarya, Gede
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.289 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.13

Abstract

ABSTRAK Semakin banyaknya permintaan akan semen akibat dari pembangunan konstruksi yang memakai material beton semakin meningkat, mengakibatkan semakin lama harga semen mengalami kenaikan. Sehingga dalam penelitian ini untuk meminimalisir pemakaian semen dalam campuran beton, penggunaan semen disibstusikan dengan serbuk yang terbuat dari batu kapur. Dipilih batu kapur karena senyawa yang ada dalam batu kapur mirip dengan senyawa yang di kandung dalam semen. Adapun proporsi yang dipakai dalam substitusi ini menggunakan serbuk batu kapur dengan persentase kelipatan 5% mulai dari 0% sampai 20%. Dari Hasil Uji tekan diperolehuji tekan optimal dari variasi serbuk kapur dan serbuk semen adalah pada variasi 10% sebesar 12,7 N/m2. Kata kunci: campuran beton, optimal, semen, serbuk kapur, uji tekan ABSTRACT The increasing demand for cement as a result of the construction of construction that uses concrete materials has increased resulting in the longer the price of cement has increased. So that in this study to minimize the use of cement in concrete mixtures, the use of cement is discussed with powder made of limestone. Limestone is chosen because the compounds in limestone are similar to compounds contained in cement. The proportion used in this substitution uses limestone powder with a percentage of a multiple of 5% ranging from 0% to 20%. From the compressive test results obtained optimal pressure test from the variation of lime powder and cement powder is at a variation of 10% by 12.7 N/m2. Keywords: concrete mixture, optimal, cement, limestone powder, pressure test
Pengaruh Faktor Gempa terhadap Stabilitas Timbunan dengan Analisis Nume (Hal. 58-69) Alfafa, Muhamad Fadhlan; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.631 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.58

Abstract

ABSTRAKGempa bumi umumnya menggambarkan proses dinamis yang melibatkan akumulasi stress (tekanan) dan pelepasan strain (regangan). Perambatan gelombang ini bergantung pada sifat elastisitas batuan. Selama terjadinya gempa akan terjadi penjalaran gelombang dari batuan dasar ke permukaan tanah. Perjalanan perambatan gelombang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat dinamik tanah yang dilewati oleh gelombang gempa tersebut. Program NERA adalah salah satu program yang menggunakan analisis respon satu dimensi yang berarti Gelombang geser merambat secara vertikal dalam sistem berlapis satu dimensi. Analisis stabilitas timbunan yang dihitung menggunakan metode elemen hingga dengan model 2D pada program PLAXIS 2D 2016. Analisis akan menggunakan variasi dengan dan tanpa terjadi gempa dan dengan dan tanpa muka air tanah yang tepat berada dipermukaan. Analisis stabilitas gempa tanpa muka air nilai  yang diperoleh cenderung aman dengan rata-rata nilai  1,389 dan analisis stabilitas gempa dengan muka air nilai  yang diperoleh cenderung cukup aman dengan rata-rata nilai  1,279.Kata kunci: gelombang geser, NERA, percepatam gempa, stabilitas timbunan ABSTRACTEarthquakes generally describe a dynamic process that involves the accumulation of stress (pressure) and the release of strains (strain). This wave propagation depends on the elasticity of the rock. During the earthquake there will be a wave propagation from the bedrock to the ground surface. The journey of wave propagation is strongly influenced by the dynamic properties of the soil passed by the earthquake wave. The NERA program is one program that uses one-dimensional response analysis which means shear waves propagate vertically in a one-dimensional layered system. Analysis of the embankment stability calculated using finite element method with 2D model in PLAXIS 2D 2016 program. The analysis will use variations with and without earthquake and with and without proper groundwater on the surface. Analysis of seismic stability without a water surface of values obtained tended to be safe with an average value of  is 1.389 and an earthquake stability analysis with  water level obtained is likely to be quite secure with an average value of SF is 1,279.Keywords: shear waves, NERA, earthquake acceleration, embankment stability
Pengaruh Pelican Crossing terhadap Panjang Antrian dan Tundaan Kendaraan di Ruas Jalan Asia Afrika Kota Bandung (Hal. 18-27) Nugraha, Muhammad Reza; Prasetyanto, Dwi; Maulana, Andrean
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.27 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.18

Abstract

ABSTRAKPelican crossing merupakan jenis penyeberangan yang dioperasikan oleh penyeberang jalan yang bertujuan memberikan keselamatan kepada penyeberang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis penyeberangan dan mencari pemodelan tundaan dan panjang antrian akibat pelican crossing di jalan Asia Afrika Bandung. Data penelitian ini adalah frekuensi penyeberangan, jumlah penyeberang, jumlah kendaraan terhenti, arus lalu lintas, tundaan dan panjang antrian kendaraan. Analisis penentuan jenis penyeberangan menggunakan perhitungan PV2  dan analisis pemodelan tundaan dan panjang antrian menggunakan regresi linier berganda. Dari perhitungan PV2 didapatkan hasil PV2=2,49*109 yang berarti termasuk kepada jenis penyeberangan pelikan dengan lapak tunggu. Model yang mewakili hubungan antara panjang antrian (Y) dengan jumlah kendaraan terhenti (X1) dan frekuensi penyeberangan (X2) adalah Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2. Model yang mewakili hubungan antara tundaan  (Y) dengan variabel bebas yang sama adalah Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. Panjang antrian maksimum sebesar 78,072 meter dan tundaan maksimum sebesar 89,826 detik.Kata kunci: pelican crossing, panjang antrian, tundaanABSTRACTPelican crossing is a type of pedestrian cross which is operated by pedestrian with purpose is to give safety for the crosser. The aim of this study are to determine the type of crossing and find the model of delay and queue length because of pelican crossing at Asia Afrika Street Bandung. The data of this study are crossing frequency, amount of crossers, amount of stopped vehicle, traffic flow, delay and queue length vehicle. Analysis for the type of the crossing obtained by calculation of and analysis of model delay and queue length are use multiple regression. The result from the calculation of PV2  is PV2=2,49*109 which is the type of the crossing is pelican with protector. The represent model of relation between the queue length (Y) with amount of stopped vehicle  and crossing frequency (X2) is  Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2.The represent model of relation between delay (Y) with same dependent variable is Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. The maximum queue length is 78,072 meters and the delay maximum is 89,826 seconds.Keyword: pelican crossing, the queue length, delay

Page 8 of 55 | Total Record : 549