cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pengembangan Indikator untuk Penilaian Kategori Edukasi Green Campus. (Hal. 70-81 Sita, Rininta Rolia; Akmalah, Emma; Ainun, Siti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.961 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.70

Abstract

ABSTRAKGreen campus  merupakan suatu konsep yang mengutamakan praktik dari upaya perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan pada institusi-institusi pendidikan. Salah satu penilaian green campus adalah penilaian kategori edukasi berbasis sustainable development yang dapat mengarahkan civitas akademica dalam mendukung pembangunan ekonomi yang seimbang dengan faktor lingkungan dan sosial. Penilaian edukasi perlu dilakukan untuk menilai sejauh mana pengetahuan dan penerapan konsep sustainable development dilakukan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengintegrasikan indikator-indikator penilaian kategori edukasi UI GreenMetric dan STARS, yang didukung dengan hasil observasi lapangan seluruh aspek edukasi di Itenas. Hasil pengembangan kategori edukasi ini adalah penentuan indikator, penentuan sub-indikator, dan bobot penilaian dari setiap indikator dan sub-indikator. Bobot tertinggi dari seluruh indikator edukasi adalah indikator academic courses dengan nilai bobot 25%.Kata kunci: green campus, edukasi, sustainable development ABSTRACTGreen campus is a concept that prioritizes the practice of sustainable environmental protection, management and preservation of educational institutions. One aspect of green campus is the assessment of education-based sustainable development category that can direct the academic community in supporting economic development that is balanced with the environment and social factors. Educational assessments should be conducted to assess the extent to which knowledge and application of sustainable development concepts are carried out. The methodology used in this research is integrations the assessment indicators of education category from UI GreenMetric and STARS, supported by field observation of all aspects of education in Itenas. The results of this education category development are the determination of indicators, the determination of the sub-indicators, and the weight of the assessment of each indicator and sub-indicators. The highest weight of all educational indicators is the indicator of academic courses with a weighted value of 25%.Keywords: green campus, education, sustainable development
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Perkuatan Tanaman Switchgrass (Hal. 71-82) Nugraha, Fikri Yudhistira; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.891 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.71

Abstract

ABSTRAKFaktor cuaca merupakan salah satu faktor yang menyebabkan longsor, upaya penanganan longsor pada lereng melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah membutuhkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal. Adapun cara alternatif, yaitu dengan sistem soil bioengineering berupa pemanfaatan tanaman, akar merupakan bagian terpenting karena keberadaan akar pada tanah berpengaruh terhadap meningkatnya nilai kohesi tanah. Tanaman yang dapat digunakan yaitu tanaman Switchgrass, yang memiliki panjang akar mencapai kedalaman maksimal 3-4 m. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, kedalaman akar, dan diameter akar. Hasil analisis menggunakan Program PLAXIS 2D AE yang berbasis Elemen Hingga menunjukkan kenaikan nilai faktor keamanan akibat perkuatan tanaman Switchgrass. Persentase kenaikan terbesar kondisi tanpa hujan dan kondisi dengan hujan terjadi pada tanah pasir dengan kemiringan lereng 1 : 1,5 terhadap diameter akar 0,75 mm dengan kedalaman akar 1,5 m, yaitu sebesar 13,79% untuk kondisi tanpa hujan dan 16,24% untuk kondisi dengan hujan.KataKunci: soil bioengineering, tanaman Switchgrass, nilai faktor keamanan, stabilitas lereng. ABSTRACTWeather factor is one of many factors that causes landslides, efforts to handling the landslide on slope through geotechnical engineering with soil reinforcement technique require completion at a cost that’s very expensive. As an alternative way, soil bioengineering system in the form of utilization of plants can be chosen and the root is the most important part because the existence of the root on the ground affects on increasing the value of soil cohesion. The plants that can be used namely Switchgrass, which has long roots reaching a maximum depth of 3-4 m. The modeling have been done by considering the rain factor, inclination of slope, soil type, root depth and root diameter. The result of analysis with Program PLAXIS 2D AE indicate the value of the safety factor are increased due to plant Switchgrass. The largest increase in the percentage of the condition without rainfall and conditions with rainfall are sand, with a slope 1:1.5 root diameter 0.75 mm, depth of root 1.5 m, that is 13.79% for the condition without rainfall and 16.24% for the condition with rainfall.Keywords: soil bioengineering, Switchgrass, safety factor, slope stability.
Karakteristik Penumpang Kereta Api Komuter Sulam (Hal. 1-9) Hartatik, Nurani; Ratri, Ika Wahyuning; Lesmana, Yudha
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.911 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.1

Abstract

ABSTRAKKereta api komuter Sulam merupakan salah satu transportasi umum massal alternatif yang dapat melayani pergerakan pekerja komuter dari Kabupaten Lamongan ke Kota Surabaya. PT. KAI DAOP 8 selaku pengelola harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengguna kereta api komuter Sulam, sehingga jumlah penumpang dapat meningkat seiring dengan peningkatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penumpang kereta api komuter Sulam, sehingga dapat dijadikan dasar identifikasi awal. Metode survei wawancara dilakukan kepada 300 reseponden yang dilakukan pada hari kerja pada jam sibuk pagi dan sore hari. Hasil penelitian berdasarkan survei wawancara didapat 55% penumpang adalah perempuan, dengan maksud perjalanan bekerja sebesar 53% dan 40% berusia 21 30 tahun. Sebanyak 51% responden menggunakan kereta api komuter lebih dari 3 kali dalam satu minggu, responden menggunakan kereta api komuter untuk berangkat dan pulang kerja setiap harinya. Besarnya penghasilan 32% responden adalah Rp2.000.000,00  Rp3.000.000,00. Sebanyak 40% penumpang beralasan menggunakan kereta api komuter Sulam karena biaya yang lebih murah dibanding sarana transportasi lain dengan tujuan yang sama ke Kota Surabaya.Kata kunci: kereta api komuter Sulam, karakteristik penumpang, layanan. ABSTRACTThe Sulam commuter train is one of the alternative mass public transportation that can serve the movement of commuter workers from Lamongan Regency to Surabaya City. PT. KAI DAOP 8 as the manager must be able to provide maximum service for users of the Sulam commuter train, so that the number of passengers can increase along with the increase in service. This study aims to determine the characteristics of passenger commuter train, so that it can be used as the basis for initial identification. The interview survey method was conducted for 300 prescribers who were carried out on weekdays in the morning and evening rush hours. The results of the study based on interview surveys found 55% of passengers were women, with the intention of working trips of 53% and 40% aged 21 30 years. Amounting to 51% of respondents use commuter trains more than 3 times a week, respondents use commuter trains to leave and go home from work every day. The amount of income 32% of respondents is Rp2,000,000,00 Rp3,000,000,00. Amounting to 40% of passengers have reason to use the Sulam commuter train because the cost is cheaper than other transportation facilities with the same destination to Surabaya City.Keywords: sulam commuter train, passenger characteristic, service.
Kajian Perancangan Komposisi Beton Memadat Mandiri dengan Menggunakan Batu Apung (Hal. 1-10) Taufik, Mohamad Mugni; Herbudiman, Bernardinus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.666 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.1

Abstract

ABSTRAKBeton ringan memadat mandiri atau Lightweight Self-Compacting Concrete (LWSCC) merupakan suatu inovasi teknologi beton. Memiliki kelecakan tinggi, bobot ringan dan kuat tekan struktural, penggunaan LWSCC diharapkan dapat memangkas biaya konstruksi secara signifikan. Bahan yang digunakan antara lain batu apung, RCC-15 serta superplasticizer. Komposisi yang digunakan adalah volume agregat kasar dari volume agregat total ( ) sebesar 40 %; kadar RCC-15 17,5 %,  20 % dan 22,5 % dari powder; dosis superplasticizer 0,9 %, 0,95 %, 1,0 %, 1,05 % dan 1,1 % dari powder. Terdapat 15 mix design dengan 3 benda uji untuk setiap mix design. Pengujian yang dilakukan adalah uji slump flow, uji kuat tekan, dan penimbangan benda uji untuk mengetahui berat isi. Semua benda uji memenuhi syarat karakteristik SCC, dengan slump flow antara 53,5 cm hingga 74,5 cm, dan diketahui bahwa slump flow membesar apabila dosis superplasticizer ditambah. Semua mix design menghasilkan beton ringan, dengan berat isi maksimum 1.592 kg/m3. Namun kuat tekan seluruh benda uji tidak mencapai kuat tekan struktural, dengan kuat tekan yang dihasilkan maksimum sebesar 14,21 MPa.Kata kunci: beton memadat mandiri, perancangan komposisi, batu apung ABSTRACTLightweight concrete that compact independently or Lightweight Self-Compacting Concrete (LWSCC) is an innovation in concrete technology. Having a high workability, light in weight, and structural compression strength, LWSCC expected to cut construction costs significantly. The materials used include pumice, RCC-15 and superplasticizer. Composition used is coarse agregat volume of total aggregate ( ) is 40 %; RCC-15 level is 17.5 %, 20 % and 22.5 % of powder; superplasticizer dosage 0.9 %, 0.95 %, 1.0%, 1.05 % and 1.1 % of powder. There are 15 mix designs and 3 specimens for each mix design. Tests run are slump flow test, compression strength test, and weighing to determine bulk density of concrete. All specimens eligible the SCC characteristics, with slump flow of 53.5 cm to 74.5 cm, and it is known that the slump flow enlarged if the superplasticizer dose added. All mix designs produce lightweight concrete, with maximum bulk density 1,592.19 kg/m3. Nevertheless, no specimens reach structural compression strength, with maximum compression strength gained of 14.21 MPa.Keywords: self compacting concrete, mix design, lightweight aggregate
Model Hubungan antara Angka Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Faktor Penyebab Kecelakaan pada Jalan Tol Purbaleunyi. (Hal. 124-132) Fridayanti, Virlia Dian; Prasetyanto, Dwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.177 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.123

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor penyebab  yang yang terdiri dari faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel dominan dari beberapa faktor penyebab kecelakaan dengan memodelkan hubungan antara angka korban kecelakaan lalu lintas dengan variabel faktor penyebab kecelakaan di Jalan Tol Purbaleunyi pada tahun 2015–2017. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri dari data jumlah korban dan jumlah kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor-faktor penyebab kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji linearitas dan uji korelasi terlebih dahulu. Uji linearitas digunakan untuk memastikan apakah data yang akan dianalisis dapat menggunakan analisis regresi linear atau tidak, sedangkan uji korelasi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel baik antara sesama variabel bebas maupun antara variabel peubah bebas dengan variabel peubah tidak bebas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015–2017, variabel utama faktor kecelakaan diakibatkan oleh faktor manusia dan faktor kendaraan yaitu variabel mengantuk ( ) dan rem blong ( ).Kata kunci: Kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, regresi linear berganda. ABSTRACTTraffic accidents are the result of a combination of factors causes which consists of the human factor, vehicle, road, and environment. This study aims to determine the majority of the accidents variable of several factors that cause accidents by modeling the relationship between the numbers of traffic accident victims with variable factors causing the accident on Highway Purbaleunyi in 2015–2017. The data used in this study of secondary data consists of data on the number of victims and the number of accidents caused by factors that cause accidents. The method used in this research is multiple linear regression analysis to test the linearity and correlation test beforehand. Linearity test used to determine whether the data will be analyzed using linear regression analysis or not, whereas the correlation test was used to determine the relationship between both variables among the independent variables and the independent variables with the variable variable variable is not free. Based on the results of research conducted in 2015–2017, the main variable of the accident factor is caused by human factors and vehicle factors, which are variable drowsiness ( ) and brake failure ( ).Keywords: Traffic accidents, the causes of traffic accidents, multiple linear regression.
Kajian Eksperimental Perilaku Lentur Balok Laminasi Lengkung dari Kayu Jabon (Hal. 12-19) Desmaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.983 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.12

Abstract

ABSTRAKKayu laminasi merupakan salah satu produk kayu rekayasa berupa kayu komposit sebagai representasi yang baik dalam efisiensi penggunaan sumber daya alam yang tersedia dari HTI dan HTR. Penggunaan kayu laminasi bertujuan untuk mengatasi keterbatasan dimensi kayu untuk aplikasi komponen struktural. Pada penelitian ini dibuat balok kayu laminasi menggunakan kayu Jabon (kayu cepat tumbuh) dengan dimensi 50 mm * 50 mm * 760 mm (dengan tebal tiap lamina 5 mm) dan tinggi pelengkung 5 cm, serta variasi bentuk yaitu horizontal dan lengkung. Perekat yang digunakan yaitu perekat sintesis tipe Poly Urethane merek Excel One. Pembebanan pada balok dilakukan di atas tumpuan sederhana dengan metode one point loading. Hasil pengujian memperlihatkan kapasitas lentur balok kayu glulam lengkung dalam memikul beban maksimum meningkat sebesar 18,67% dibandingkan dengan balok kayu glulam horizontal.Kata kunci: kayu cepat tumbuh, kayu laminasi, lengkung, Jabon, HTI, HTR ABSTRACTLaminate wood is one of wood engineering products in the form of composite wood as a good representation in the efficient use of natural resources available from HTI and HTR. The use of laminated wood aims to overcome the limitations of wood dimensions for the application of structural components. In this study, laminated wooden beams using Jabon wood (fast growing tree) with dimensions of 50 mm * 50 mm * 760 mm (with a thickness of 5 mm each lamina) and 5 cm high arch and horizontal and curved shape variations. The adhesive used is Poly Urethane type synthesized adhesive of Excel One. The loading on the beam is done on a simple pedestal with one point loading method. The test results show that the flexural capacity of the arched laminated beam in carrying peak load is increased by 18.67% compared to the horisontal laminated wooden beam.Keywords: fast growing tree, laminated wood, arch, Jabon, HTI, HTR
Kajian Ketersediaan Air di Sungai Cimande untuk Kebutuhan Air bagi Masyarakat di Kecamatan Cimanggung Sumedang (Hal. 112-121) Hanafi, Moch Hanhan; Yosananto, Yedida
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.562 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.112

Abstract

ABSTRAKSungai merupakan salah satu sumber air permukaan, sehingga banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan. Pada tahun 2016 PDAM TIRTAMUKTI menggunakan Sungai Cimande sebagai sumber utama air. Masyarakat merasa khawatir  dengan digunakannya sungai ini sebagai sumber utamanya, karena sungai ini banyak digunakan untuk kebutuhan masyarakat lainya. Saat musim hujan pengurangan debit Sungai Cimande tidak terasa akan tetapi pada saat kemarau kemungkinan besar pengurang debit akan terasa pada penduduk, selain itu meningkatnya jumlah penduduk pada tiap tahun akan mempengaruhi kebutuhan air yang terus meningkat. Metode perhitungan yang digunakan dalam mencari ketersediaan air adalah metode debit andalan dan weibull, sedangkan perhitungan untuk proyeksi penduduk dan proyeksi jumlah pelanggan adalah metode geometrik. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa ketersediaan air pada tahun 2036 adalah 3,3 m3/detik sedangkan untuk kebutuhan air dari irigasi, PDAM, industri dan penduduk pada tahun 2036 adalah 0,4034 m3/detik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air mampu memenuhi kebutuhan air penduduk pada tahun 2036.Kata kunci: Cimanggung, debit andalan, kebutuhan air, ketersedian air ABSTRACTRiver is one of the many source of surface water, because of that river often use for many activities. In 2016 PDAM TIRTAMUKTI use Cimande river for mainly source. People is worried about that because the river also use for many things. At rainy season decrease of discharge is not see but at summer decrease of discharge maybe will felt for a people, then incrase of the population every year  will make incrase of the water need. Calculation methods use look for water availability is depenable discharge and for projection of population and PDAM customer is  geometric metohds. Base of calculation in 2036 water availability is 3,3 m3/sec and water need for irigation, PDAM, and people  are 0,4034 m3/sec. Base of that the conclusion is water availability in 2036 can fullfilled water need in 2036.    Keywords: Cimanggung, dependable discharge, water needs, water availability
Optimasi Waktu Siklus Lampu Sinyal Lalu Lintas Pada Dua Persimpangan Terkoordinasi Menggunakan Program PTV Vissim 6 (Hal. 96-106) Fikri, Imam Muhammad; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.048 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.96

Abstract

ABSTRAKPersimpangan adalah bagian dari sistem jaringan jalan yang merupakan daerah atau titik dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu atau bersilangan. Lancar tidaknya pergerakan dalam suatu jaringan jalan sangat ditentukan oleh pengaturan dan pengendalian pergerakan di persimpangan. Secara umum kapasitas persimpangan dapat dikontrol dengan mengendalikan arus lalu lintas dalam sistem jaringan jalan tersebut. Hasil analisis pada kondisi isolated actual menggunakan MKJI 1997 menghasilkan waktu siklus 90 detik dengan tundaan rata-rata 44,048 det/smp pada persimpangan pertama dan  waktu siklus 85 detik dengan tundaan rata-rata 40,095 det/smp pada persimpangan kedua, Sementara untuk kondisi persimpangan terkoordinasi tanpa optimasi dan kondisi persimpangan terkoordinasi dengan optimasi menghasilkan waktu siklus masing-masing sebesar 90 detik dan 60 detik, dengan tundaan sistem sebesar 59,060 det/smp dan 53,790 det/smp. Hasil analisis menyatakan bahwa kondisi persimpangan terkoordinasi dengan optimasi waktu siklus menghasilkan tundaan sistem lebih baik dibandingkan dengan kondisi isolated actual MKJI 1997 and kondisi persimpangan terkoordinasi tanpa optimasi.Kata Kunci: MKJI 1997, terkoordinasi tanpa optimasi, terkoordinasi dengan optimasi.ABSTRACT The intersection is part of the road network system that is an area or point where two or more roads meet or crosss. Smooth movements in the absence of a road network is determined by the setting and control of movement at the crossing. In general, the intersections capacity can be controlled by controlling the flow of traffic on the road network system. The analysis of the isolated actual condition uses MKJI 1997 resulted in a cycle time of 90 seconds to delay an average of 44,048 sec/pcu on the first intersection and a cycle time of 85 seconds to delay an average of 40,095 sec/pcu on the second intersection. For the intersection coordinated without optimization condition and the intersection coordinated with optimization conditions produces each cycle time of 90 seconds and 60 seconds, the system delay of 59.060 sec/pcu and 53.790 sec/pcu. The Results of the analysis states that the condition of the intersection coordinated with the optimization of the cycle time delay generation system is better than the isolated actual condition and the intersection coordinated without optimization condition.Keyboard: MKJI optimization. 1997, coordinated without coordinated with optimization,
Kajian Analisis Struktur Jembatan Gantung Pejalan Kaki Asimetris Ganda (Hal. 32-42) Arifin, Altie Santika; Herbudiman, Bernardinus; Sukmara, Gatot
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.201 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.32

Abstract

ABSTRAKKeberadaan jembatan sangat membantu perkembangan ekonomi penduduk, karena terhubungnya satu wilayah dengan wilayah lainnya. JUDESA (Jembatan Untuk Pedesaan Asimetris) adalah jembatan gantung yang dikembangkan oleh Puslitbang Jalan Jembatan, didesain tipikal dapat mengakomodasi kebutuhan panjang jembatan dengan bentang 30 m hingga 120 m. Terdapat dua tipe JUDESA yaitu asimetris tunggal dan asimetris ganda. Penelitian ini mengkaji JUDESA asimetris ganda dengan bentang 120 m. Perubahan geometrik pada jembatan gantung memberi efek yang signifikan dalam aspek kekuatan struktur.  Pada penelitian ini diajukan alternatif konfigurasi batang penggantung dengan menggunakan dimensi dan mutu yang sama. Konfigurasi 1 menempatkan batang penggantung dengan jarak 2m sepanjang setengah bentang dan konfigurasi 2 menempatkan batang penggantung sepanjang bentang dengan jarak pisah 4m.  Pemodelan dan perencanaan jembatan gantung menggunakan SAP2000 ver.20. Dari hasil pemodelan dan pengecekkan, didapatkan konfigurasi model 2 menunjukan perilaku struktur yang lebih baik dengan beberapa parameter yang dijadikan acuan.Kata Kunci: jembatan gantung, asimetris ganda, konfigurasi batang penggantung ABSTRACTThe existence of the bridge is very helpful economic development of the population, because the connected one region with other areas. JUDESA (Jembatan Untuk Pedesaan Asimetris) is a suspention bridge that developed by Puslitbang Jalan Jembatan, designed to accommodate a tyipical bridge with span 30 m to 120 m. In this study will analysis double asymmetrical bridge with span 120 m. Changes of geometric have a significant effect on the suspention bridge. Type 1 have the configuration that hanger placed in every 2 m on the half-sapan. Type 2 have the configuration that hanger places ini every 4 m along the span. This suspention bridge modeling by used SAP2000 ver. 20. From the modeling and analysis, type 2 shows that configuration give the better structure performance with the parameter that used.Keywords: suspention bridge, double asymmetric, configuration of hanger
Pembesaran Gaya Dalam pada Elemen Struktur untuk Berbagai Zona Gempa di Indonesia. (Hal. 26-38) Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1930.014 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.26

Abstract

ABSTRAKKombinasi beban pada struktur bangunan harus diperhitungkan dalam mendesain penampang elemen struktur. Hasil kombinasi beban gempa mempengaruhi peningkatan pembesaran gaya-dalamnya terhadap hasil kombinasi beban tanpa gempa. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembesaran gaya-dalam akibat beban gempapada menara pandang 6 lantai bermaterial beton dengan 8 model variasi beban, yaitu: beban tanpa gempa, dan beban dengan percepatan 0,2g; 0,4g; 0,6g; 1,0g; 1,2g; 1,5g dan 2g. Analisis struktur dengan software ETABS v.9.7.2 menghasilkan pembesaran lentur sebesar 11,4 untuk tumpuan dan 2,49 kali untuk lapangan; geser sebesar 3,99 kali pada tumpuan dan 40,72 kali pada lapangan; dan normal tidak signifikan perubahannya pada balok. pembesaran gaya-dalam pada kolom tumpuan yaitu sebesar 1,27 kali normal, 663,2 kali geser; 55,84 kali lentur M2 dan 487,2 kali lentur M3. Hasil nilai pembesaran ini dapat digunakan sebagai referensi nilai pembesaran momen maksimum terhadap kombinasi beban tanpa gempa dalam desain awal.Kata Kunci: struktur gedung, beban gempa, pembesaran, momen, geser, normal. ABSTRACTThe combination of loads on building structures must be calculated in designing the cross-section of structural elements. The results of combination of earthquake loads influenced an increasing magnitude of the force againts the results of a combination of without earthquake loads. This study intends to predict the magnification of the internal force due to the without earthquake loads on a 6-story tower with concrete material, with 8 variation models of load such as: load without earthquake, and load with acceleration of 0,2g; 0,4g; 0,6g; 1,0g;, 1,2g; 1,5g; and 2g. Structural analysis using ETABS v9.7.2 software results that the magnification of the flexural is 11,4 and 2,49 times for the center of the beam, and insgnificant changes for normal in the beam. The magnification of internal force in the pedestal column is 1,27 time for normal, 663.2 time for shear, 55.84 times for M2 and 497.2 times for M3. The results of this magnification value can be used as a reference to the value of the maximum moment magnification of a combination without earthquake in the initial design.Keywords: building structure, earthquake load, magnication, moment, shear, norma.

Page 7 of 55 | Total Record : 549