cover
Contact Name
Nehru Millat Ahmad
Contact Email
nehru325@gmail.com
Phone
+628112578882
Journal Mail Official
jurnalhalaqah2024@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Soekarno-Hatta Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah 51319
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30905567     DOI : https://doi.org/10.62509/halaqah.v2i1
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies terbit dua kali setahun: yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini adalah jurnal yang bertemakan Studi Islam dengan manfaat dan tujuan bagi perkembangan Studi Islam, dengan mengedepankan sifat orisinalitas, kekhususan dan kemutakhiran artikel pada setiap terbitannya. Tujuan dari publikasi Jurnal ini adalah untuk memberikan ruang mempublikasikan pemikiran kritis hasil penelitian asli, maupun gagasan konseptual dari para akademisi, peneliti, maupun praktisi yang belum pernah dipublikasikan pada media lainnya. Fokus dan lingkup pada penulisan Jurnal ini meliputi: Studi Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Komunikasi dan Dakwah Islam, Sejarah Islam, Tradisi Islam, Tasawuf, Teologi dan Tafsir.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
DEKONSTRUKSI JIHAD DALAM PERSPEKTIF ORIENTALIS: KAJIAN TAFSIR DAN KRITIK EPISTEMOLOGIS Mirna Elisa
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.205

Abstract

Tulisan ini membahas dekonstruksi konsep jihad dalam perspektif orientalis yang sering kali dikaitkan dengan kekerasan, perang dan ancaman terhadap barat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kesalahpahaman konsep jihad yang beredar dalam wacana barat dan pentingnya klarifikasi berbasis kajian tafsir klasik dan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripikan ayat-ayat jihad dalam Al-Qur’an beserta asbab al-nuzul, pandangan mufasir klasik dan kontemporer, serta kritik orientalis terhadap jihad. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data primer berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang jihad, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel dan karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat jihad dalam Al-Qur’an mengandung makna yang beragam, mulai dari jihad melawan hawa nafsu, jihad moral, jihad dakwah, hingga jihad dalam bentuk perang sebagai upaya mempertahankan diri. Di sisi lain, Sebagian orientalis memaknai jihad semata-mata sebagai perang suci (holy war) yang identik dengan ekspansi militer dan penaklukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interpretasi jihad oleh orientalis cenderung bias dan tidak mempertimbangkan konteks historis serta keragaman makna jihad dalam Al-Qur’an. Kajian ini penting untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut agar konsep jihad tidak terus menerus dipersepsikan negatif dalam wacana global.
KONSEP ETIKA KOMUNIKASI DALAM AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PRAKTIK KOMUNIKASI DIGITAL ABAD KE-21: STUDI TAFSIR TEMATIK Kgs M Choirul Muchlis; Risan Rusli; Meiti Islamdini
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.206

Abstract

Komunikasi yang efektif memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun profesional. Banyak kegagalan yang disebabkan oleh buruknya cara berkomunikasi, seperti kegagalan seorang guru dalam mentransfer ilmu atau seorang profesional dalam mempromosikan diri. Seiring dengan berkembangnya dunia digital, etika komunikasi menjadi sangat relevan, terutama dalam mengatasi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan kejahatan di dunia maya. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif atau kajian pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an, seperti tabayyun (klarifikasi informasi), qaulan sadidan (perkataan yang benar), dan qaulan ma'rufan (perkataan yang baik), dalam konteks komunikasi digital abad ke-21, serta larangan terhadap prasangka buruk, ghibah (menggunjing), dan fitnah (penyebaran kebohongan). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa etika komunikasi yang diajarkan dalam Al-Qur'an sangat relevan dan penting untuk diterapkan dalam komunikasi digital abad ke-21. Prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur'an, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan ma'rufan (perkataan yang baik), qaulan karima (perkataan yang mulia), qaulan ma'isura (perkataan yang memudahkan), dan qaulan layyina (perkataan yang lembut), mengarahkan kita untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan, benar, dan menghargai orang lain. Dalam dunia digital, prinsip-prinsip ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang sering terjadi di media sosial. Etika komunikasi dalam Al-Qur'an juga menekankan pentingnya tabayyun (klarifikasi informasi), penghindaran dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan fitnah (penyebaran berita bohong). Penerapan prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan komunikasi digital yang lebih bertanggung jawab, menjaga keharmonisan sosial, serta mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh informasi yang salah atau merugikan.
STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI MATA KULIAH PAI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM Amir Mukminin
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.209

Abstract

Artikel ini mengkaji berbagai strategi pembinaan karakter mahasiswa melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Pembinaan karakter menjadi esensial di era modern yang penuh tantangan moral dan etika, di mana PTKIN memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muslim yang berkarakter kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur (library research) untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan karakter melalui mata kuliah PAI di PTKIN mencakup integrasi nilai-nilai karakter dalam silabus dan materi ajar, penggunaan metode pembelajaran partisipatif dan experiential learning, peran keteladanan dosen PAI, pengembangan modul ajar berbasis karakter, serta evaluasi komprehensif yang tidak hanya menilai aspek kognitif tetapi juga afektif dan psikomotorik. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran mata kuliah PAI sebagai lokomotif utama dalam pembentukan karakter mahasiswa yang religius, moderat, toleran, dan berintegritas.
PENDIDIKAN ISLAM ERA RASULLULLAHHINGGA KHULAFAUR RASYIDIN : ANALISIS HISTORIS MELALUI STUDI LITERATUR Rahmad Husain Lubis; Musahur Ayyubi; Abdusima Nasution
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.307

Abstract

This article examines the dynamics and development of Islamic education during the era of Prophet Muhammad (PBUH) and the Caliphs (Khulafaur Rasyidin) through a literature study approach. The focus of this study lies on the values, methods, institutions, and objectives of Islamic education that emerged in the early Islamic period as the foundation of Islamic civilization. This research uses a qualitative method with a library research approach, drawing from both classical and contemporary sources on Islamic education. The findings reveal that education during the Prophet’s era emphasized moral and faith development through exemplary behavior, dialogue, and habituation, with mosques serving as the main educational centers. During the Caliphs’ period, the system became more organized, leading to the establishment of educational institutions and the expansion of scholars’ and teachers’ roles. In conclusion, the classical Islamic education system during these eras served as the conceptual and moral basis for Islamic education throughout history.
ARSITEKTUR MANAJEMEN PENDIDIKAN ALA MAQASID SYARIAH Wildan Miftahussurur; Rayhan Rayhan; Silfin Aisyah
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.311

Abstract

Penelitian ini mengkaji rekonstruksi tata kelola pendidikan Islam melalui pendekatan maqasid syariah dengan menempatkannya sebagai fondasi epistemik dan kerangka nilai dalam proses perumusan kebijakan pendidikan. Pendidikan Islam selama ini cenderung terjebak dalam birokratisasi yang menekankan indikator administratif, sehingga menjauh dari ruh nilai yang menjadi tujuan pendiriannya. Melalui studi kepustakaan mendalam terhadap karya-karya klasik seperti al-Ghazali, al-Syatibi, dan al-Mawardi, serta literatur kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa maqasid syariah tidak hanya berfungsi sebagai tujuan normatif, tetapi juga sebagai paradigma sistemik yang mengatur cara lembaga pendidikan menyusun struktur dan mengambil keputusan. Penelitian ini menegaskan bahwa terdapat tiga dimensi penting dalam membangun arsitektur governansi pendidikan Islam berbasis maqasid, yakni qashd al-ta’sis sebagai arah pendirian lembaga, mas’uliyyah sebagai kerangka akuntabilitas moral dan spiritual, dan legitimasi syar‘i sebagai dasar stabilitas kelembagaan. Integrasi ketiga dimensi tersebut membentuk model tata kelola bernilai yang mampu menjawab tantangan modern tanpa kehilangan identitas keagamaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rekonstruksi governansi pendidikan Islam harus dimulai dari pembaruan paradigma nilai, bukan sekadar perbaikan administratif. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai institusi peradaban yang menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menjaga kemaslahatan publik.
DIAGNOSA DAN SOLUSI QUR’ANI ATAS DEGRADASI MORAL PENDIDIK MELALUI MUNASABAH SURAH AL-ANFAL 27–29 Muhammad Imaduddin
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.312

Abstract

Profesi guru memegang kedudukan mulia dalam Islam sebagai teladan moral dan pembimbing spiritual. Namun, telah terjadi krisis degradasi moral pendidik, yang ditandai dengan maraknya kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan korupsi di lingkungan pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis munasabah struktur tiga ayat dalam Surah Al-Anfal ayat 27–29 sebagai kerangka tematik yang menggambarkan proses diagnosis dan penyembuhan moral manusia, khususnya dalam konteks degradasi moral pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir maudhū‘ī (tematik) dengan metode analisis munasabah sebagaimana dijelaskan oleh ar-Rāzī dalam Mafātīḥ al-Ghayb dan al-Biqā‘ī dalam Naẓm al-Durar fī Tanāsub al-Āyāt wa al-Suwar. Hasil menunjukkan adanya keterkaitan tematik yang harmonis antara tiga ayat yang membentuk satu rangkaian moral yang utuh. Ayat 27 menegaskan nilai amanah sebagai dasar etika, ayat 28 mengingatkan bahaya fitnah dunia yang melemahkan kontrol diri, dan ayat 29 menampilkan takwa sebagai solusi ruhani yang melahirkan furqan dan ‘izzah. Melalui analisis nilai-nilai tersebut, dapat didiagnosis bahwa degradasi moral pendidik berakar pada pengkhianatan amanah, lemahnya pengendalian diri, dan pudarnya takwa. Ketiganya menjadi penyebab runtuhnya integritas dan marwah spiritual pendidik. Adapun solusinya terletak pada peneguhan amanah, penguatan kontrol diri, serta penanaman takwa sebagai puncak penyucian hati. Jika ketiga nilai ini dihidupkan, pendidik akan menjadi pribadi berintegritas, mampu menuntun jiwa peserta didik dengan keteladanan moral dan spiritual yang sejati.
TRANSFORMASI MODEL PENDIDIKAN MATHLA’UL ANWAR: INTEGRASI NILAI DAKWAH DAN MODERNISASI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Rahmi Nur Azizah; Suparto Suparto
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.313

Abstract

This study aims to analyze the transformation of the educational system within the Islamic organization Mathla’ul Anwar (MA) and to examine how da’wah values are integrated into its educational practices. Employing a qualitative approach through library research, this study draws upon primary and secondary sources, including scholarly journals, organizational archives, and historical literature on Islamic education in Indonesia. The findings reveal that since its establishment in 1916 in Menes, Banten, MA has developed an integrative educational model that combines religious and general sciences as a manifestation of da’wah bil-ḥāl, preaching through social and institutional action. The transition from a traditional to a modern educational system is reflected in the implementation of an integrated curriculum, the adoption of a classical classroom structure, and the institutional strengthening up to the university level. Moreover, the values of sincerity, nationalism, and progress serve as the moral foundations for all educational activities within MA. In conclusion, MA’s educational model represents a form of transformative cultural da’wah that harmonizes Islamic values, modern rationality, and national spirit. Through education, MA has positioned itself as a strategic agent of social reform and the development of a progressive Islamic civilization in Indonesia.
KAJIAN MUNASABAH QS. AL-ḤADĪD AYAT 20–24 SEBAGAI SOLUSI QUR’ANI TERHADAP FENOMENA FOMO Sidik Amirulloh
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.338

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) has become one of the most prominent psychological issues in the modern digital culture, marked by anxiety to remain constantly connected and the fear of being left out of social experiences. This article examines QS al-Ḥadīd verses 20–24 through the approach of munasabah to offer a theological framework as a Qur’anic solution to FOMO. This study addresses three questions: how verses 20–24 are interpreted; how the munasabah between these verses constructs a proper life orientation; and how their embedded values can be implemented to reduce FOMO. This research employs a library-based qualitative method by analyzing major tafsīr sources, including the works of ar-Rāzī and Wahbah az-Zuḥaylī, along with supporting literature such as journals, books, and scholarly articles discussing FOMO in the context of modern social life. The findings indicate that verses 20–21 redirect human focus from worldly rivalry toward spiritual musābaqah; verses 22–23 reinforce emotional stability through belief in divine decree; and verse 24 warns of the moral consequences of worldly orientation. The study concludes that the integration of worldly impermanence, righteous competition, belief in qadar, and inner spaciousness forms a comprehensive solution capable of alleviating the psychological roots of FOMO and reorienting human life in the digital age.
MEDIA BENDA NYATA DALAM PEMBELAJARAN PAI: UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PRAKTIK IBADAH PESERTA DIDIK Rifqil Muslim; Dini Anjani; Camila Fatah Suroyya
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i2.358

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menginternalisasi dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, realitas pembelajaran PAI di sekolah masih menunjukkan kecenderungan verbalistik dan berorientasi pada aspek kognitif semata, sehingga pemahaman praktik ibadah peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep ibadah dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan karakteristik media benda nyata, mengkaji perannya dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah peserta didik, serta mengkaji implikasi pemanfaatannya terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media benda nyata memiliki kemampuan untuk mengkonkretkan konsep-konsep ibadah yang bersifat abstrak menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna. Pemanfaatan media ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat pemahaman praktik ibadah secara menyeluruh pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta membantu peserta didik mengaitkan materi ibadah dengan konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian media pembelajaran PAI serta rekomendasi praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran praktik ibadah yang lebih aplikatif dan bermakna.