cover
Contact Name
Andri Agus Rahman
Contact Email
jurnal@brin.go.id
Phone
+6281239910372
Journal Mail Official
ijoa@brin.go.id
Editorial Address
Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Bacharuddin Jusuf Habibie, Jl. Raya Puspiptek 60, Tangerang Selatan 15310
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Aerospace
ISSN : -     EISSN : 30320895     DOI : https://doi.org/10.55981/ijoa
Indonesian Journal of Aerospace provides a broad opportunity for the scientific and engineering community to report research results, disseminate knowledge, and exchange ideas in various fields related to aerospace science, technology, and policy. Topics suitable for publication in the IJoA include (but are not limited to) Space science (astrophysics, heliophysics, magnetospheric physics, ionospheric physics, etc.), Aeronautics technology (dynamic, structure, mechanics, avionics, etc.), Space technology (rocket, satellite, payload system, control, etc.), Propulsion and energetic technology (propellant, rocket static-test, thermodynamics of propulsion system, etc.), Aeronautics and space policy, and Application of aerospace science and technology.
Articles 365 Documents
RANCANGAN DAN ANALISIS AERODINAMIKA SUDU TURBIN ANGIN KAPASITAS 300 KW Atmadi, Sulistyo; Fitroh, Ahmad Jamaludin
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Perancangan SKEA 300 kW. Rotor dirancang dengan diameter 45 m dengan jumlah sudu tiga buah. Penampang sudu berbentuk airfoil NACA 4424, 4418, dan 4412 berurutan dari pangkal hingga ujung. Prestasi airfoil dihitung dengan simulasi secara CFD dengan mempertimbangkan efek bilangan Reynolds dan bilangan Mach. Geometri sudu mempunyai puntiran sebesar 15º. Dengan memperhitungkan rugi-rugi antara rotor dan generator, maka sudu akan mampu menghasilkan 350 kW pada kecepatan angin nominal 10 m/det dengan sudut pasang sudu sebesar 2º pada putaran 35 rpm dan tip speed ratio λ = 8,24.
PENGEMBANGAN DETEKTOR SIGNAL RADIO MULTI CHANNEL UNTUK RADIO TRACKING ROKET MENGGUNAKAN LOGARITMIK AMPLIFIER Zain, Satria G.; Susanto, Adi; Widodo, Thomas Sri; Widada, Wahyu; Kliwati, Sri
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kuat signal radio telemetri roket sangat penting dilakukan untuk mengetahui hubungan kualitas signal dan data yang diterima. Power meter ini juga dapat diaplikasikan untuk deteksi perubahan sudut elevasi dan azimuth trayektori roket dengan menggunakan array antena yagi yang telah dikembangkan metodenya. Power meter radio mempunyai rentang pengukuran yang sempit, sehingga terjadi saturasi untuk pengukuran radio dengan power yang cukup besar. Tulisan ini membahas desain dan pengembangan power detektor untuk mendeteksi signal radio pada sistem telemetri roket dengan maksimum pengukutan 1 watt dan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Signal power meter ini berbasis logarithmic amplifier dengan lebar band sampai dengan 100 db dengan ketelitian 0.02 dB.
APLIKASI PERANGKAT LUNAK SISTEM AKUISISI KECEPATAN REACTION WHEEL (SOFTWARE APPLICATION OF REACTION WHEEL SPEED ACQUISITION SYSTEM) Septanto, Harry
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 15 No. 2 Desember (2017): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2017.v0.a2870

Abstract

Kegiatan alih teknologi melalui reverse engineering merupakan upaya yang dilakukan oleh negara berkembang dalam rangka memperkecil jarak ketimpangan dari negara maju dalam hal teknologi, termasuk teknologi satelit. Melakukan pengukuran dan akuisisi data dalam rangka mengurai informasi desain suatu komponen satelit adalah tahap pertama proses reverse engineering. Makalah ini melaporkan hasil penelitian mengenai pengembangan perangkat lunak sistem akuisisi data kecepatan wheel dari sebuah aktuator satelit yang disebut reaction wheel unit. Dalam aspek fase pengembangan satelit, sistem akuisisi data ini dapat digunakan sebagai perangkat pengujian untuk verifikasi di tingkat komponen. Data kecepatan wheel, yang diperoleh dari eksperimen yang dilakukan, ditampilkan dengan grafik respon transien. Berdasarkan analisis atas data tersebut, sistem akusisi data yang dikembangkan menjanjikan untuk digunakan dalam rangka pengukuran karakteristik dinamik reaction wheel sebagai upaya mengurai informasi desainnya. Selain itu, analisis yang telah dilakukan merepresentasikan bagian dasar dari tahap verifikasi di tingkat komponen. Hal ini menunjukkan bahwa sistem akusisi data ini menjanjikan untuk digunakan sebagai perangkat pengujian di dalam fase pengembangan satelit.
Back Pages JTD Vol 15 No 2 Desember 2017 Jurnal, Redaksi
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 15 No. 2 Desember (2017): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
TINJAUAN ASPEK KESELAMATAN UJI STATIK ROKET DENGAN PROPELAN KEROSEN–ASAM NITRAT TERHADAP MANUSIA DAN LINGKUNGAN Hakim , Afif Nur; Trianto, Azis; Widiatmoko, Pramujo; Darmawan, Risky
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roket propelan cair memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan roket propelan padat. Jumlah dan perbandingan bahan bakar terhadap oksidator dapat diatur untuk menghasilkan gaya dorong yang diinginkan. Salah satu propelan yang digunakan saat ini adalah pasangan kerosen dan asam nitrat. Namun, penggunaan propelan ini memunculkan masalah akibat karakter propelannya. Asam nitrat adalah cairan yang sangat korosif dan dapat menyebabkan efek yang serius terhadap tubuh manusia. Tinjauan terhadap keselamatan dalam uji statik roket cair telah dilakukan. Pada uji statik, kerosen dan asam nitrat akan diinjeksi ke dalam ruang bakar dan bereaksi sehingga menghasilkan gas bertekanan dan bertemperatur tinggi yang kemudian disemburkan melalui nosel untuk menghasilkan gaya dorong. Dari hasil kajian, daerah pengujian dibagi menjadi 5 zona. Zona 1, daerah yang paling berbahaya berjarak 0 – 3 m, dan zona 2, 3 – 40 m, adalah daerah yang masih dipengaruhi oleh gas-gas berbahaya. Pengamatan langsung dapat dilakukan pada jarak 50 m dengan perlindungan bangunan.
ANALISIS SISTEM PAYLOAD UNTUK SATELIT IMAGER LAPAN Prabowo, Gunawan S; Fitrianingsih, Ery
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbasis pada informasi persyaratan misi dan berbagai masukan tentang kebutuhan satelit untuk mendukung program ketahanan pangan, serta dikaitkan dengan program LAPAN dalam proses penguasaan teknologi sistem satelit mikro, maka dibuatlah sebuah konsep pengembangan satelit yang memadukan penguasaan teknologi dan aplikasi riel untuk remote sensing. Dalam paper ini akan disampaikan analisa beberapa sistem muatan untuk mendukung program ketahanan pangan, dianalisis 3 buah sistem kamera yang akan dipergunakan sebagai muatan pokok dari satelit Imager LAPAN.
ORBITAL HEATING RATES ANALYZING ON G2-SAT MATERIAL Arifin, Bustanul
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dianalisa orbital heating rates pada material body G2-SAT, salah satu program pengembangan satelit di bidang Mekatronika LAPAN Rancabungur. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui apakah material body pada G2-SAT memerlukan kontrol lebih lanjut seperti pemakaian material pelindung dalam hal ini MLI (Multy Layer Insulation dan penggunaan whitepaint pada solar array) jika G2-SAT mengalami pemanasan di orbitnya. Peralatan yang dipakai untuk menganalisa orbital heating rates ini adalah perangkat lunak Thermal Desktop 5.0 dengan menggunakan pendekatan Monte Carlo yang terdapat di dalamnya serta dengan mempertimbangkan semua data yang berhubungan dengan properties material, power dan orbit. Dalam pendekatan Monte Carlo ini berkas cahaya (array) dipancarkan dari permukaan sedangkan hal yang harus dilakukan adalah mencari permukaan mana yang terkena berkas cahaya. Selain itu, analisis tersebut dilakukan dengan berpijak dari konsep awal sistem thermal satelit yang telah ditentukan serta sumber radiasi panas yang terjadi pada G2-SAT. Hasil yang diperoleh berupa grafik yang menggambarkan besaran distribusi total absorbed flux yang terjadi pada G2-SAT body selama mengalami heating rates di orbitnya. Dari hasil analisa diketahui, sampai di orbit material tersebut memerlukan kontrol thermal lebih lanjut.
PENENTUAN POTENSIAL SEL TEORITIS PROSES ELEKTROLISIS NATRIUM KLORIDA MENJADI NATRIUM PERKLORAT Bayu Prianto Prianto, Bayu
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natrium klorida (NaCl) dapat dioksidasi menjadi natrium perklorat (NaClO4) dengan menggunakan metode elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensial sel teoritis proses elektrolisis NaCl hingga menjadi NaClO4. Proses elektrolis dibagi dalam empat (4) tahapan reaksi pembentukan, yaitu pembentukan : 1) natrium hipoklorit (NaClO), 2) natrium klorit (NaClO2), 3) natrium klorat (NaClO3) dan 4) natrium perklorat (NaClO4). Potensial sel teoritis dipelajari dengan menggunakan metode komputasi dengan perhitungan mekanika kuantum. Dalam penelitian ini digunakan himpunan dasar B3LYP/6-31++G(3df,3pd) dan B3LYP/6-311+G(2d,p) untuk mencari nilai potensial sel teoritis yang mendekati nilai sebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa himpunan dasar B3LYP/6-31++G(3df,3pd) lebih akurat untuk menentukan potensial reduksi standar reaksi 2Cl Cl2  2e dibandingkan dengan himpunan dasar B3LYP/6-311+G(2d,p), dengan nilai potensial sel teoritis yang diperlukan untuk proses elektrolisis NaCl hingga menjadi NaClO4 adalah 2,362 Volt sampai dengan 2,918 Volt.
ANALISIS SISTEM DINAMIKA TERBANG (FLIGHT DYNAMICS) SATELIT LAPAN TUBSAT Rahman, Abdul; Nuryanto, Agus
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phase peluncuran dan awal orbit (Launch and Early Orbit Phase – LEOP) merupakan tahapan kritis dalam siklus pengoperasian sebuah satelit. Aktivitas utama dalam phase peluncuran dan awal orbit satelit terdiri dari pelacakan, pengecekan sistem satelit, pengendalian sikap dan pengujian muatan. Dalam makalah ini akan diulas tahapan-tahapan tersebut terkait dengan sistem dinamika terbang (Flight Dynamics) Satelit LAPAN-TUBSAT atau Satelit LAPAN-A1.
PENGEMBANGAN METODE PARAMETER AWAL ROTOR TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL TIPE SAVONIUS Atmadi, Sulistyo; Fitroh, Ahmad Jamaludin
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dikembangkan metode penentuan parameter awal rotor turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius. Dengan daya dan kecepatan angin tertentu, maka kisaran luas, diameter, tinggi, dan kecepatan putar rotor dapat diketahui. Luas rotor sangat dipengaruhi oleh koefisien daya, cP. Kecepatan putar rotor rancangan dapat dihitung setelah diameter rotor dihitung dan Tip Speed Ratio ditentukan. Penelitian ini menggunakan harga koefisien daya (cP), Tip Speed Ratio (TSR), dan rasio diameter terhadap tinggi rotor (D/t) masing – masing 0,1 ; 0,8 ; dan 0,8. Hasil metode ini berupa tabel daya, kecepatan angin, luas rotor, diameter, tinggi serta kecepatan putar, dapat digunakan sebagai rancangan awal turbin angin Savonius bagi para pemula maupun bagi yang awam tentang turbin angin namun ingin membuat, karena turbin angin Savonius dapat dibuat secara sederhana.

Page 11 of 37 | Total Record : 365


Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2025): Indonesian Journal Of Aerospace Vol. 22 No. 2 (2024): Indonesian Journal Of Aerospace Vol. 22 No. 1 (2024): Indonesian Journal Of Aerospace Vol. 21 No. 2 (2023): Indonesian Journal Of Aerospace Vol. 21 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Aerospace Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 20 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 19 No. 2 (2021) Vol. 19 No. 1 (2021) Vol. 18 No. 2 Desember (2020): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 18 No. 1 Juni (2020): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 17 No. 2 Desember (2019): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 17 No. 1 Juni (2019): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 16 No. 2 Desember (2018): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 16 No. 1 Juni (2018): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 15 No. 2 Desember (2017): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 15 No. 1 Juni (2017): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 14 No. 2 Desember (2016): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 14 No. 1 Juni (2016): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 13 No. 2 Desember (2015): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 13 No. 1 Juni (2015): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 12 No. 2 Desember (2014): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 12 No. 1 Juni (2014): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No. 2 Desember (2013): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 11 No. 1 Juni (2013): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 10 No. 2 Desember (2012): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 10 No. 1 Juni (2012): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 9 No. 2 Desember (2011): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 9 No. 1 Juni (2011): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 8 No. 2 Desember (2010): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 8 No. 1 Juni (2010): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 7 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 7 No. 1 Juni (2009): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 6 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 6 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2007): Vol 5, No.1 Juni (2007) Vol. 5 No. 2 (2007): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2006): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 4 No. 1 (2006): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2005): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2004): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 2 No. 1 (2004): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 1 No. 2 Desember (2003): Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2003): Jurnal Teknologi Dirgantara More Issue