cover
Contact Name
Marlon
Contact Email
marlon.benu@staf.undana.ac.id
Phone
+6281339807217
Journal Mail Official
marlon.benu@staf.undana.ac.id
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui, Kupang, NTT, Indonesia.
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Chemistry Notes
ISSN : 26221071     EISSN : -     DOI : -
This journal publishes reserach(es) in the field organic, inorganic, biochemistry, physical and analytical chemistry, applied chemistry including materials, medicines and agricaltural based chemistry applications and educational chemistry. This bilingual journal (in English or in Bahasa Indonesia) is issued in 2 (two) volumes (July and December) every year.
Articles 75 Documents
APLIKASI 2,4,5 -TRIMETOKSI KALKON SEBAGAI SENSOR LOGAM Cr(VI) Lerrik, Reinner I.; Lomi, Daniel S.U.; Nitbani, Febri O.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.23037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa 2,4,5-trimetoksi kalkon sebagai sensor untuk deteksi ion logam Cr(VI). Senyawa kalkon dipilih karena memiliki sifat fluoresensi dan mampu berinteraksi dengan ion logam berat, terutama Cr(VI). Pembuatan larutan kalkon dilakukan melalui reaksi kondensasi aldehida dengan asetofenon, kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan spektrum serapan dan λmaks. Sensor ini menunjukkan respons positif terhadap keberadaan ion Cr(VI), ditandai dengan adanya pergeseran λmaks dan peningkatan absorbansi sesuai dengan peningkatan konsentrasi ion Cr(VI). Pengujian kualitatif dan kuantitatif menunjukan bahwa senyawa kalkon mampu mendeteksi keberadaan Cr(VI) secara sensitif dan selektif dengan sistem ON-OFF fluoresensi. Hasil penelitian ini mendukung pemanfaatan kalkon sebagai alternatif sensor logam berat yang murah, mudah, dan akurat dalam aplikasi lingkungan.
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) SEBAGAI BIOINDIKATOR DI PERAIRAN TELUK KOTA KUPANG Nitti, Fidelis; Nalle, Tamara Baba; Boymau, Benyamin; Anait, Johanes R.; Kadang, Luther; Ola, Antonius R.B.; Baunsele, Since D.; Naat, Johnson N.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.23042

Abstract

Microplastic pollution in coastal areas has become a serious concern due to its impact on marine environments and human health. This study examined the presence of microplastics in the digestive tracts of the tongkol fish (Euthynnus affinis) collected from two locations in Kupang Bay, namely PPI Oeba and Pasar Oesapa. A total of 16 fish samples were analyzed visually using a microscope, followed by polymer identification using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Results showed that fish from PPI Oeba contained 25 microplastic particles, while those from Pasar Oesapa had 20 particles. Film-type microplastics dominated, accounting for 68% in PPI Oeba and 75% in Pasar Oesapa, followed by fibers (20% and 25%, respectively), and fragments were only found in PPI Oeba (12%). Detected polymers included polyethylene (PE), polypropylene (PP), and polyvinyl chloride (PVC). This study confirms that tongkol fish can serve as effective bioindicators for monitoring microplastic pollution in the coastal waters of Kupang City.
PENURUNAN KADAR KEKERUHAN, COD DAN TSS PAD LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN METODE OZONISASI Ledoh, Sherlly M.F.; Abbas, Farah Diba; Lerrik, Reiner I.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.25104

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang penurunan kadar kekeruhan, COD dan TSS pada limbah cair tahu menggunakan metode ozonisasi. Industri tahu merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah organik. Limbah industri tahu yang dihasilkan dapat berupa limbah padat dan cair. Limbah cair tahu mengandung bahan-bahan organik khususnya protein. Adanya senyawa organik menyebabkan limbah cair tahu mengandung Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. (O3). Metode ozonisasi berbasis ozon merupakan salah satu metode pengolahan limbah yang dapat digunakan untuk mendegradasi senyawa organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak dalam menurunkan kadar kadar kekeruhan, COD dan TSS pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi maksimum dari proses ozonisasi diperoleh pada waktu 80 menit dengan penurunan kadar kekeruhan dari limbah sebelum ozonisasi adalah 26,4 NTU dan setelah ozonisasi adalah 9,60 NTU dan Persentase penurunan adalah 63,63%, Kadar TSS dari limbah sebelum ozonisasi adalah 482 mg/L dan setelah ozonisasi adalah 208 mg/L dengann persentase penurunan adalah 63,67%, kadar COD limbah sebelum ozonisasi adalah 24 mg/L dan setelah ozonisasi adalah 10 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 61,53%.
PENGEMBANGAN SENSOR BERBASIS KERTAS DENGAN DETEKTOR SMARTPHONE UNTUK ANALISIS BORAKS DALAM MATRIKS MIE BASAH Tambaru, David; Kusmawan, Zipora A.; Nauledo, Gregorius; Nitti, Fidelis
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.26342

Abstract

Mie adalah salah satu makanan yang sangat umum di masyarakat termasuk Indonesia. Namun, mie kadang mengandung boraks, suatu zat kimia yang bersifat racun sehingga sangat berbahaya. Oleh karena itu, pengujian kandungan boraks pada mie, khususnya mie basah, perlu dilakukan secara rutin. Metode analisis boraks yang ada selama ini, biasanya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Namun mentode tersebut membutuhkan biaya mahal, dan kurang praktis untuk digunakan di lapangan. Sementara itu, sensor berbasis kertas telah menjadi alternatif dalam deteksi berbagai analit karena murah, praktis, tidak membutuhkan peralatan canggih, serta penggunaan sampel dan pereaksi yang sedikit. Selain itu metode ini dapat dibuat lebih praktis lagi dengan menggunakan smartphone sebagai detektor yang dapat dibawa ke mana-mana. Sistem deteksi boraks dengan metode ini didasarkan pada reaksi antara boraks dengan kurkumin dalam suasana asam untuk membentuk senyawa rososianin yang berwarna merah. Pereaksi terlebih dahulu diimobilisasi pada kertas kertas saring yang telah dipotong membentuk lingkaran berdiameter 0.6 mm, dan setelah kering, siap digunakan sebagai sensor boraks dengan meneteskan sampel di atas kertas yang telah mengandung pereaksi. Reaksi dengan boraks akan menyebabkan terbentuknya warna merah pada sensor, yang kemudian difoto dengan kamera smartphone. Dengan pencitraan digital, foto dianalisis dan intensitas warnanya. Pada kondisi optimum, hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas merah hasil reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi boraks pada rentang 0,05-1,0 ppm dan 30 – 100 ppm, dengan persamaan regresi linear masing-masing adalah y = 13,24x + 11,63 dan y = 0,196x + 45,45 dan koefisien korelasi (R2) berturut-turut adalah 0,995 dan 0,992.
PENENTUAN KANDUNGAN FENOLAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DIKLOROMETANA EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN Sterculia foetida L. Lulan, Theodore Y. K.; Asanab, Fitriani; Gauru, Imanuel; Rozari, Philipi D.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.26455

Abstract

Sterculia foetida L. diketahui memiliki kandungan senyawa fenolat yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat dan sebagai agen antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total kandungan fenolat tumbuhan S. foetida serta mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan fraksi diklorometana tumbuhan S. foetida. Total kandungan fenolat ditentukan dengan metode Follin- Ciocalteu. Pengujian aktivitas antioksidan S. foetida dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode 1,1-difenil-2- pikrilhidrazil (DPPH). Prinsip dari metode ini adalah penurunan intensitas warna atau absorbansi larutan DPPH yang sebanding dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan. Hasilnya dinyatakan dengan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menunjukkan konsentrasi suatu senyawa antioksidan yang mampu menangkal 50% radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukan bahwa total kandungan fenolat sebesar 87.76 ± 0.85 mg GAE/g dan fraksi diklorometana ekstrak kulit batang tumbuhan S. foetida memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 45.4521µg/mL.
ANALISIS PENGARUH ION Na+, K+, DAN Ca2+ PADA UJI KREATININ MENGGUNAKAN SENSOR BERBASIS KERTAS Tambaru, David; Merna, Diana; Gauru, Imanuel; Benu, Marlon J.R.
Chemistry Notes Vol 7 No 2 (2025): Chem. Notes, 7(2), 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v7i2.27313

Abstract

Kreatinin adalah suatu senyawa yang terdapat dalam tubuh dan telah digunakan sebagai indikator gangguan fungsi ginjal. Kadar kreatinin yang tinggi baik dalam darah maupun urin menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal. Pengukuran kreatinin umumnya dilakukan berdasarkan reaksi Jaffe dimana adanya kreatinin direaksikan dengan asam pikrat dalam suasana basa yang menghasilkan senyawa berwarna merah-orange. Intensitas warna yang dihasilkan berbading lurus dengan kreatinin yang terdapat dalam sampel. Namun kompoisi sampel yang biasanya mengandung berbagai senyawa atau ion lain, berpotensi menyebabkan bias pada pengukuran. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, pengaruh ion Na+, K+ dan Ca2+ dalam analisis kreatinin dengan menggunakan sensor kertas diamati. Sensor kertas terbuat dari kertas saring Whatman 42 dibuat berbentuk lingakran berdiameter 0.6 cm menggunakan pelubang kertas, dan ditetesi dengan asam pikrat 0.04 M dan NaOH 2%. Kreatinin murni dan kreatinin yang ditambahkan ion-ion dalam konsentrasi dan kombinasi yang bervariasi diukur dengan menggunakan sensor berbasis kertas dan dibaca dengan menggunakan smartphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ion-ion Na+, K+ dan Ca2+, baik secara individu maupun bersama-sama, menyebabkan penurunan atau peningkatan signal pada pengukuran kreatinin. Ion kalium secara individu baik pada kosentrasi rendah (260 ppm) maupun normal (1560 pm) dalam urin, menyebabkan peningkatan pada signal kreatinin. Sementara, ion natrium dan kalsium menyebabkan penuruan signal dengan meningkatnya konsentrasi kedua ion tersebut. Kecenderungan yang sama diperoleh ketika gabungan dari dua atau tiga dari ion-ion tersebut, menunjukkan bahwa keberadaan kalium dalam konsentrasi di bawah dan normal menyebakan peningkatan signal berapapun konsentrasi ion Na+, dan Ca2+.
Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (Zea Mays L.) dan Tepung Limbah Ikan Lele (Clarias Sp.) menggunakan Metode Kjeldahl Irene - Bhoki; Dodi Darmakusuma; Luther Kadang
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.27115

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (zea mays L.) dan Tepung Limbah Ikan Lele (clarias Sp.) Menggunakan Metode Kjeldahl. Penelitian ini bertujuan untumenganalisis kandungan protein pada campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele menggunakan metode Kjeldahl, membandingkan kualitas proteinnya dengan pellet komersial, serta menentukan formula terbaik sebagai pakan ternak babi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Kjeldahl yang meliputi tahapan destruksi, destilasi, dan titrasi. Sampel terdiri dari 3 formula utama dengan 2 variasi pakan berbasis ampas jagung dan tepung limbah ikan lele (kepala dan tulang) dengan perbandingan komposisi 75:25, 70:30, dan 65:35 (% ), serta tiga jenis pellet komersial sebagai pembanding. Analisis dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein pada sampel berkisar antara 15,29% hingga 22,28%, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya proporsi tepung limbah ikan lele. 3. Formula yang memenuhi sebagai pakan ternak babi adalah formula A dan B yang menghasilkan kadar protein sebesar 15-20 %. Sedangkan, Formula C tidak memenuhi untuk pakan babi karena kadar protein yang dihasilkan lebih dari 20 %. Dibandingkan dengan pellet komersial, beberapa formula sampel menunjukkan kadar protein yang setara bahkan lebih tinggi. Dengan demikian, campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan pakan ternak babi yang bernilai gizi, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Karakterisasiasam Amino dan Gugus Fungsi pada Tepung dan Ekstrak Belalang Dodi Darmakusuma; Yohanita D.P. Parada; Bibiana D. Tawa
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.27133

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asam amino dan gugus fungsi pada tepung dan ekstrak belalang dilakukan melalui analisis protein, asam amino, dan gugus fungsi. Tahapan penelitian meliputi pembuatan tepung dan ekstrak belalang, proses ekstraksi, analisis asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), penentuan kadar protein menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta identifikasi gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung belalang mengandung protein sebesar 12,6%, sedangkan ekstrak belalang mengandung protein sebesar 10,1%. Analisis HPLC mengidentifikasi keberadaan asam amino sistin sebagai salah satu komponen utama. Spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan khas gugus O–H, N–H, dan C=O yang mengindikasikan keberadaan senyawa protein dan asam amino. Temuan ini memberikan gambaran mengenai komposisi kimia serta potensi biologis tepung dan ekstrak belalang sebagai sumber pangan dan pakan yang berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Sistem Kondensasi Berbasis Tenaga Surya sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Luther Kadang; Johanes Nasur; Sherlly M.F. Ledoh
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.27178

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit adalah sebuah institusi kesehatan yang menyediakan layanan medis, perawatan, dan pengobatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil samping dari aktivitas rumah sakit, tentunya akan menghasilkan limbah. Salah satu limbah utama yang dihasilkan oleh rumah sakit adalah air limbah, yang dapat menyebabkan masalah pencemaran. Persoalan ini menjadi tantangan yang harus diatasi. Salah satu alternatif untuk mengelola air limbah yaitu menggunakan sistem kondensasi. Alternatif ini merupakan pilihan yang efektif untuk mengelola air limbah menggunakan energi panas dari sinar matahari. Penelitian pada September-Oktober 2025 ini mengevaluasi kualitas air hasil kondensasi menggunakan alat berbasis tenaga surya dengan luas permukaan kondensasi 6.738,44 cm², menghasilkan rata-rata 194,8 mL air per hari dalam 7 jam. Parameter fisik (suhu, TDS) dan kimia (pH, TSS, amonia) diuji sesuai SNI yang berlaku dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014. Hasil menunjukkan sistem kondensasi memiliki kemampuan untuk mereduksi suhu, TDS 99,16%, pH 21,04%, TSS 83,33% dan amonia 91,37%, membuktikan hasil kondensasi air limbah rumah sakit telah memenuhi baku mutu limbah rumah sakit sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.
Identifikasi Metaboli Sekunder dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Bunga Jantan Lontar (Borassus Flabellifer L.) Shelline Tyoko Djahamou; Dodi Darmakusuma; Bibiana D. Tawa
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.28289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi bunga jantan lontar dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 4×24 jam dan diperoleh rendemen sebesar 8,04%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sabun padat menggunakan metode melt and pour dengan penambahan Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa sabun bunga jantan lontar mengandung flavonoid, alkaloid, saponin (terdeteksi kuat), dan fenol (terdeteksi sedang), sedangkan terpenoid tidak terdeteksi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan variasi konsentrasi 10%, 5%, dan 1%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% diperoleh zona hambat sebesar 11,25 mm (kategori kuat), konsentrasi 5% sebesar 9 mm (kategori sedang-kuat), dan konsentrasi 1% sebesar 7,25 mm (kategori sedang). Kontrol positif (amoxicillin) menghasilkan zona hambat sebesar 17,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sabun bunga jantan lontar (Borassus flabellifer L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, terutama pada konsentrasi 10%.