cover
Contact Name
Muhamad Fuat Asnawi
Contact Email
fuatasnawi@unsiq.ac.id
Phone
+628122806605
Journal Mail Official
pasak@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
PASAK: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan
ISSN : -     EISSN : 30266998     DOI : https://doi.org/10.32699/pasak
Core Subject : Engineering,
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan merupakan media komunikasi dan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik Sipil, Bangunan dan Arsitektur. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo secara berkala dua kali dalam satu tahun pada bulan September dan Maret.
Articles 30 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PADA BUS RAPID TRANSIT (BRT) ANTARA DAERAH TRAYEK DATAR DAN TRAYEK PERBUKITAN DI KOTA SEMARANG Purnomo, Mego; Dermawan, Moch Husni; Khotimah, Indra Hesty Nur
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v2i2.9436

Abstract

Bus Rapid Transit (BRT) merupakan salah satu angkutan umum yang ada di kota semarang. BRT dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan atau bepergian selama beraktivitas. Kota Semarang memiliki 8 (delapan) koridor BRT dengan rute yang berbeda. Pada tahun 2021, tarif yang ditetapkan BRT di Kota Semarang adalah Rp. 3500,- untuk penumpang umum dan Rp. 1000,- untuk mahasiswa. Karena tarifnya yang murah. Banyak masyarakat yang masih menggunakan BRT sebagai transportasi sehari-hari. Tarif angkutan umum biasanya didasarkan pada Biaya Operasional Kendaraan (BOK).Tarif yang diberikan Bus Rapid Transit Semarang pada tahun 2021 untuk sekali perjalanan adalah Rp. 1000 / penumpang dan Rp. 3500 untuk pelajar / mahasiswa. Tarif yang diberlakukan pada setiap transportasi publik harus ditentukan dengan bijak agar memberikan hasil yang dapat diterima oleh masyarakat dan perusahaan penyedia transportasi. Salah satu cara penentuan tarif suatu kendaraan adalah dengan melihat biaya operasional yang dikeluarkan pada jenis kendaraan tersebut. Perhitungan Biaya Operasional kendaraan ini dihitung dengan menggunakan metode Kementrian Perhubungan. Kota semarang merupakan kota dengan garis besar wilayah yang berbeda-beda, di Semarang bagian utara, garis konturnya lebih rendah dari bagian selatan. Karena kontur yang berbeda tersebut, angkutan umum di Semarang memiliki Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang berbeda untuk daerah dataran rendah dan perbukitan, salah satunya adalah Bus Rapid Transit (BRT) Trans semarang.Penelitian akan dilakukan dengan mengambil data-data yang dibutuhkan untuk perhitungan biaya operasional kendaraan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara atau bertanya langsung dengan pihak perusahaan terkait. Setelah pengambilan data, maka data tersebut dimasukkan kedalam rumus hingga diperoleh hasil biaya operasional kendaraan pada masing-masing koridor. Pada penelitian ini, hasil perhitungan biaya operasional kendaraan adalah Rp. 5.997,89,-/km untuk koridor V dan Rp. 8.400,24-/km untuk koridor VIII. Terdapat perbedaan hasil dalam perhitungan pada kedua koridor, oleh karena itu perlu adanya kajian lebih lanjut untuk penetapan tarif. Tarif yang berlaku tidak bisa jika hanya berpatokan pada perhitungan biaya operasional kendaraan, perlu adanya kajian mengenai Ability to Pay dan Willingness to Pay.
PENGENDALIAN RISIKO PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH BANGUNAN PABRIK (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI SIPIL PABRIK AFI 3 TEGAL) Annafis, Hanan Fatur; Sari, Cremona Ayu Novita; Hidayat, Irfauji Firman
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v3i1.9994

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada sektor konstruksi, yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun, Hal ini menunjukkan perlunya sistem pengendalian risiko yang efektif, khususnya pada pekerjaan struktur bawah yang memiliki potensi bahaya. Penelitian ini dilakukan pada proyek Konstruksi Sipil Pabrik AFI 3 Tegal dengan tujuan mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja, analisis pengendalian risiko, dan menilai efektivitas pengawasan K3. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, dengan analisis menggunakan Indeks Kepentingan Relatif (IKR). Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan tiang pancang merupakan aktivitas paling berisiko, selanjutnya adalah pekerjaan galian dan timbunan serta pembesian struktur. Pengendalian risiko paling efektif yaitu Rekayasa Teknis dengan menjaga jarak aman dari alat berat, pemasangan pagar pengaman, pemasangan pelindung mesin, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pengawasan dilakukan secara rutin melalui toolbox meeting, pemeriksaan kelengkapan kerja, dan peringatan pesan-pesan keselamatan. Meskipun telah diterapkan, peningkatan kedisiplinan dan konsistensi masih dibutuhkan untuk menekan angka kecelakaan kerja secara optimal.
Analisis Kondisi Dan Prediksi Sisa Umur Jembatan Logawa Dengan Metode BMS dan BCR pamungkas, Fiki; Azizi, Amris; Wibowo, Mukti Agung
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v3i1.9999

Abstract

Sebagai prasarana tranportasi darat, jembatan berfungsi untuk menghubungkan jalan yang terputus akibat adanya rintangan seperti sungai. Oleh karena itu, kegagalan dalam suatu struktur jembatan dapat menghambat arus lalu lintas, sehingga menganggu kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang. Dengan demikian, kondisi jembatan harus dipertahankan agar penggunanya merasa nyaman karena memiliki peranan penting dalam masyarakat. Penanganan yang tepat diperlukan untuk jembatan yang mengalami kerusakan di beberapa komponennya. Umur suatu jembatan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lama dibangunnya jembatan sejak diberikan beban layan, tetapi selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi aktual, termasuk kerusakan yang dapat diamati oleh visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kondisi, prediksi sisa umur jembatan serta tahapan penangan yang harus dilakukan pada suatu jembatan Logawa Karanglewas sesuai dengan kondisi jembatan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode Bridge Management System dan Bridge Conditional Rating. Dalam penilaian metode BMS untuk nilai yang diperoleh pada suatu jembatan Logawa yaitu 2 (Rusak Ringan), sedangkan untuk penilaian metode BCR diperoleh dengan nilai 5,861 (Rusak Ringan). Berdasarkan nilai kondisi yang diperoleh dari metode BMS maka untuk prediksi sisa umur jembatanya yaitu 19 tahun, sedangkan untuk metode BCR yaitu prediksi sisa umur jembatanya 33 tahun. Mengacu pada perbandingan kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa penanganan berupa Pemeliharaan Rutin Dan Berkala agar kinerja jembatan sesuai dengan umur rencana.
ASSESSMENT GREEN CONSTRUCTION MENGGUNAKAN MODEL ASSESSMENT GREEN CONSTRUCTION (MAGC) (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN DP MALL EXPANSION SEMARANG) Wardani, Meisya Isnaeni; Juara, Agus; Abdussalam, Ashal
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/pasak.v3i1.10241

Abstract

Kegiatan konstruksi memberikan konstribusi besar terhadap lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon, penggunaan energi yang tinggi, dan produksi limbah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, konsep green construction diterapkan sebagai upaya menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan konsep green construction pada Proyek DP Mall Expansion yang mencakup 6 aspek, 16 faktor, dan 142 indikator. Metode penelitian meliputi survei, wawancara, dan pengisian kuisioner oleh pihak proyek. Data dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghitung bobot tiap aspek dan tingkat penerapan green construction. Hasil analisis didapatkan bahwa proyek telah menerapkan prinsip green construction dengan nilai NGC 10,95 atau 49,95% dari NGCIdeal 21,92. Capaian ini menunjukkan bahwa proyek sudah mulai menerapkan prinsip green construction, namun penerapannya belum maksimal. Terdapat kendala pada faktor tepat guna lahan dikarenakan keterbatasan ruang, yang disiasati dengan penyediaan rooftop garden di lantai 3 gedung eksisting.
Perancangan Jepara Creative Center Layal, Muhammad Badrul
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/y4vx1j17

Abstract

Jepara Creative Center adalah fasilitas yang berperan dalam mengembangkan dan memberdayakan ekonomi kreatif di kota Jepara. Tempat ini berfungsi sebagai pusat inovasi dan kekayaan intelektual, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat promosi dan pemasaran, pusat pengembangan industri perangkat lunak dan konten, serta pusat inkubasi bisnis. Jepara Creative Center merupakan sarana pendukung ekonomi kreatif bagi para pelaku usaha di sektor tersebut dalam meningkatkan kapasitas jejaring ekonomi kreatif dan menjadi ikon ekonomi kreatif kota Jepara. Fasilitas yang akan dibangun adalah ruang kantor, auditorium, ruang fashion, food lab, ruang pameran, sharing office, studio musik, lab komputer, ruang kelas, multipurpose area, studio foto, dan bioskop mini.
Analisa Pengaruh Kerja Overtime Terhadap Produktivitas Pembangunan Pelat Lantai Proyek Gi Sktt Bkms Jiipe Achmad Dani Prasetyo; Agus Setiawan; Mohammad Mukhdif Al-Afghoni; Muhammad Amiruddin Khilmi; Octavi Laila Kamaratih
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/f02gf241

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kerja lembur (overtime) terhadap produktivitas dan efektivitas pekerjaan pembesian pelat lantai pada proyek pembangunan Gardu Induk SKTT BKMS di kawasan industri JIIPE. Secara konseptual, manajemen proyek menuntut pengaturan sumber daya untuk mencapai target waktu dengan pembagian tanggung jawab yang jelas. Namun, percepatan pekerjaan melalui lembur berpotensi menimbulkan konsekuensi, karena lembur yang berlebihan dapat memicu kelelahan dan stres, mengganggu keseimbangan kerja–kehidupan, menurunkan fokus, serta berujung pada penurunan produktivitas dan efektivitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara pihak terkait, yang kemudian diperkuat dengan perhitungan produktivitas berbasis volume pekerjaan dan waktu kerja. Objek yang dianalisis meliputi pelat seluas 1.226,79 m² dengan kebutuhan tulangan wiremesh M12 sebesar 268 lembar dan total berat tulangan sekitar 37.757,85 kg, sehingga koefisien kebutuhan material mencapai 30,77 kg/m². Produktivitas pembesian tercatat stabil dengan rata-rata 5,55 kg/jam/orang. Untuk pekerjaan pelat dengan volume pengecoran 142,19 m³ dan tenaga kerja 9 orang, skema lembur 7 hari × 12 jam/hari (84 jam) menghasilkan produktivitas 0,188 m³/jam/orang, lebih tinggi dibanding skema normal 11 hari × 8 jam/hari (88 jam) sebesar 0,179 m³/jam/orang. Dengan demikian, lembur meningkatkan efektivitas sekitar 5% dan memperpendek durasi penyelesaian (7 hari vs 11 hari). Namun, hasil pembahasan menunjukkan bahwa peningkatan output melalui lembur berpotensi menurunkan keselamatan dan efektivitas jangka panjang akibat kelelahan, serta menimbulkan risiko ketidaksesuaian terhadap ketentuan ketenagakerjaan. Kesimpulannya, sistem lembur dapat digunakan untuk percepatan terbatas, tetapi harus dikendalikan melalui pengaturan jam kerja, pengawasan ketat, dan manajemen tenaga kerja agar produktivitas meningkat tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan proyek
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN BUS ANTAR KOTA PADA RUTE TERMINAL RAJEKWESI-BAURENO DENGAN METODE CSI (Customer Satisfaction Index) Zamroni Septian Rohmatika; Agus Setiawan; Intan Maya Sari; Ellke Faraz Afwika; Alfin Sahila
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/arhymk15

Abstract

Transportasi darat memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah dengan intensitas pergerakan tinggi seperti Kabupaten Bojonegoro. Layanan bus antar kota masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antardaerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna layanan bus pada rute Terminal Rajekwesi–Baureno menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), sebagai dasar evaluasi kualitas layanan dan peningkatan pelayanan di masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Sebanyak 50 responden yang telah menggunakan layanan bus tersebut dilibatkan. Lima dimensi SERVQUAL digunakan sebagai indikator utama, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Data diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS, kemudian dianalisis lebih lanjut dengan Microsoft Excel untuk perhitungan nilai CSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSI berada pada angka 81,62%, yang termasuk dalam kategori “Sangat Puas.” Dimensi Empathy dan Tangibles menjadi faktor dengan kontribusi terbesar terhadap kepuasan pengguna, menunjukkan pentingnya aspek keramahan petugas dan kenyamanan fasilitas fisik. Sementara itu, aspek ketepatan waktu dan kejelasan informasi layanan masih menunjukkan kelemahan yang perlu diperbaiki. Secara keseluruhan, layanan bus antar kota pada rute Rajekwesi–Baureno telah memenuhi harapan pengguna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyedia layanan dan Dinas Perhubungan Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas transportasi publik yang berkelanjutan.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Balok 40x20 Lantai 2 Klinik Mabarrot Hasyimiyah Manyar M. Syaiful Amin Andreas Tianto; Annisa' Carina; Intan Maya Sari; Yusuf Effendhy; Rizki Wasiat Rismawan
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/zxawej91

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor kunci dalam pencapaian efisiensi biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan balok lantai 2 di proyek pembangunan Klinik Mabarrot Hasyimiyah NU Manyar serta membandingkannya dengan standar produktivitas nasional berdasarkan Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui observasi langsung di lapangan terhadap empat jenis pekerjaan, yaitu pembesian, begisting, pengecoran beton, dan curing. Hasil pengamatan menunjukkan rata-rata produktivitas pembesian sebesar 133,88 kg/OH, begisting sebesar 9,15 m²/OH, pengecoran sebesar 2,44 m³/OH, dan curing sebesar 164,7 liter/OH. Dibandingkan standar Permen PUPR, produktivitas pembesian masih lebih rendah daripada standar 138,89 kg/OH dengan selisih −5,01 kg/OH, sedangkan produktivitas begisting sedikit lebih tinggi dari standar 9,00 m²/OH dengan selisih +0,15 m²/OH. Produktivitas pengecoran juga berada di bawah standar 3,33 m³/OH dengan selisih −0,89 m³/OH. Untuk pekerjaan curing, tidak tersedia standar baku dalam Permen PUPR No. 8 Tahun 2023 sehingga tidak dapat dilakukan perbandingan langsung, namun nilai aktual lapangan tetap disajikan sebagai dasar evaluasi internal proyek. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan pengendalian metode kerja, dan manajemen waktu yang lebih efektif, terutama pada pekerjaan pembesian dan pengecoran, agar produktivitas dapat memenuhi atau melampaui standar nasional.
Analisis Kerusakan Jalan Aspal Baru Studi Kasus (Case Study) Jalan Kepohbaru-Gunungsari Tegar Julianto; Agus Setiawan; Donny July Prasetyo; Lutfi Arie Ardianto; Sanjung Melani
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/rnn8ce60

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan aspal pada ruas Jalan Raya Kepohbaru–Gunungsari menggunakan metode evaluasi Direktorat Jenderal Bina Marga. Ruas jalan ini merupakan penghubung antar kecamatan yang penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, namun mengalami penurunan kondisi akibat beban lalu lintas, umur perkerasan, dan faktor cuaca. Metode penelitian dilakukan melalui survei visual langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan utama, meliputi retak buaya, retak memanjang, lubang (potholes), stripping, dan kerusakan tepi. Kerusakan diklasifikasikan sesuai standar Bina Marga, kemudian dihitung luas dan persentasenya untuk memperoleh nilai kondisi jalan serta dasar penentuan prioritas penanganan. Hasil analisis menunjukkan dominasi kerusakan berupa retak buaya dan lubang, dengan tingkat kerusakan berada pada kategori sedang hingga berat. Nilai kondisi jalan rata-rata diperoleh sebesar 1,9 (19/10). Prioritas penanganan dihitung menggunakan rumus Urutan Prioritas = 17 − (Kelas LHR + Nilai Kondisi Jalan), sehingga diperoleh Urutan Prioritas = 17 − (5 + 1,9) = 10,1. Nilai >7 termasuk kategori Prioritas A, yang berarti ruas jalan masuk program pemeliharaan rutin untuk meningkatkan kenyamanan berkendara (riding quality) tanpa menambah kekuatan struktur. Meskipun demikian, mengingat kerusakan tergolong sedang hingga berat, diperlukan tindakan penanganan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari tambalan, pelapisan ulang (overlay), hingga rekonstruksi sebagian pada segmen tertentu. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan pemeliharaan dan rehabilitasi jalan agar fungsi layanan jalan kembali optimal serta mendukung kelancaran transportasi dan perekonomian wilayah.
Analisis Produktivitas Pekerja Pada Pekerjaan Pembesian Kolom K1 Proyek Gardu Induk SKTT BKMS JIIPE Gresik Muhel Brian Heriyanto; Annisa`' Carina; Mohammad Mukhdif Al-Afghoni; Mohammad Alfi Ariskinnaja; Bhakti Kharisma
Pasak: Jurnal Teknik Sipil dan Bangunan Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/9wqcpc96

Abstract

Produktivitas tenaga kerja menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keberhasilan proyek konstruksi. Setiap aktivitas dalam proyek ini saling berkaitan, sehingga keterlambatan pada satu aktivitas dapat memengaruhi aktivitas lain, yang berpotensi mengakibatkan keterlambatan keseluruhan proyek serta penyimpangan terhadap estimasi biaya dan waktu yang telah direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pelaksanaan pekerjaan balok serta menganalisis Produktivitas tenaga kerja pada pemasangan tulangan kolom K1 di Proyek Pembangunan Gardu Induk di JIIPE Gresik. Fokus utama penelitian adalah menganalisis Produktivitas aktual di lapangan kemudian membandingkannya dengan standar Produktivitas yang tercantum dalam Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Pengamatan dilakukan secara langsung selama lima hari kerja dengan mencatat jumlah tenaga kerja, volume pekerjaan, serta durasi waktu kerja pada pelaksanaan pekerjaan Kolom K1. Kegiatan pengamatan dilakukan setiap hari kerja mulai pukul 08.00–12.00 WIB, dilanjutkan setelah istirahat pukul 13.00–16.00 WIB, dengan pencatatan hasil dilakukan pada akhir jam kerja. Data yang diperoleh diolah untuk mengetahui alur pelaksanaan serta nilai Produktivitas tukang besi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata Produktivitas tukang besi dalam pekerjaan pemasangan tulangan Kolom K1 adalah sebesar 632,322 kg/OH, dengan Produktivitas terendah tercatat 561,810 kg/OH pada hari ke-4 dan Produktivitas tertinggi sebesar 668,920 kg/OH pada hari ke-5. Sementara itu, standar Produktivitas berdasarkan Permen PUPR No. 8  Tahun 2023 adalah 625 kg/OH. Dari perbandingan tersebut, diperoleh rasio antara Produktivitas lapangan dan standar Permen sebesar 1,0117 kali, yang menunjukkan bahwa Produktivitas aktual sedikit lebih tinggi dibandingkan nilai standar nasional.

Page 3 of 3 | Total Record : 30