cover
Contact Name
Rinawati Tarigan
Contact Email
rinatarigan75@yahoo.com
Phone
+628126582080
Journal Mail Official
lppmstikesmalahayatimedan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cendrawasih No.161, Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara 20123
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 29630797     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Mal el Hayat : Jurnal kesehatan. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Malahayati Medan. Jurnal Mal el Hayat mewadahi publikasi hasil kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Dosen-dosen program studi keperawatan atau peneliti yang bidangnya sesuai dengan scope ilmu keperawatan sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Mal el Hayat merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023): Juli" : 5 Documents clear
EVALUASI PENERAPAN TUJUH LANGKAH KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Supriati, Supriati; Okwerita, Okwerita
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan program tujuh langkah keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Melati Perbaungan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap lima informan yang terdiri dari Wadir Keperawatan, Pengurus Unit Keselamatan Pasien, Kepala Ruang, dan Perawat Pelaksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun langkah-langkah keselamatan pasien telah diterapkan dengan baik, masih ada beberapa tantangan dalam implementasinya. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pengawasan yang kurang intensif, serta sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung sistem keselamatan pasien. Selain itu, meskipun pelatihan keselamatan telah dilakukan, pelaksanaannya belum terjadwal secara rutin dan terstruktur, yang menghambat pemahaman staf terhadap prosedur keselamatan yang berlaku. Komunikasi antar tim medis dan administrasi rumah sakit juga perlu diperkuat untuk memastikan keselamatan pasien dapat diterapkan secara konsisten di setiap unit. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan yang terjadwal secara rutin, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan fasilitas dan teknologi yang mendukung implementasi keselamatan pasien secara lebih efektif.
PENERAPAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN SERTA PEREDARAN NARKOBA (P4GN) DI MASYARAKAT Damanik, Rina Anggraini; Nisa, Widiya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Narkoba (P4GN) di Kota Medan memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi masalah narkoba yang terus berkembang. Dalam upaya untuk mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba, berbagai langkah telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan P4GN di Kota Medan, dengan fokus pada efektivitas implementasi, tantangan yang dihadapi, serta peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga informan utama yang terdiri dari Kabid/Petugas BNN Kota Medan, Staff BNN Kota Medan, dan Kelompok Teman Sebaya dari komunitas di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program P4GN telah dijalankan dengan berbagai kegiatan penyuluhan, seminar, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, tantangan yang dihadapi cukup signifikan. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam program P4GN, kurangnya koordinasi antara lembaga terkait, dan terbatasnya fasilitas rehabilitasi menjadi hambatan utama dalam mencapai tujuan kebijakan ini. Selain itu, meskipun media sosial telah digunakan sebagai sarana penyuluhan, masih terdapat gap dalam efektivitas komunikasi yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar lebih banyak upaya dilakukan untuk memperkuat koordinasi antar lembaga, meningkatkan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat, serta memperbesar akses fasilitas rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Dengan dukungan yang lebih kuat dari masyarakat dan pemerintah, kebijakan P4GN diharapkan dapat lebih efektif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Medan.
EVALUASI IMPLEMENTASI STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE (DOTS) DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS Siregar, Riski Agussalim; Apriliani, Apriliani; Sarah Fadhila Siregar
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) telah menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan TB. Namun, efektivitas implementasinya di tingkat pelayanan primer, khususnya puskesmas, masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan strategi DOTS dalam program pengendalian TB di Puskesmas Medan Area Selatan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan pada Oktober hingga Desember 2023 melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan terdiri atas tujuh orang, yaitu Wasor TB, kepala puskesmas, dua petugas TB, dua pasien TB, dan satu Pengawas Menelan Obat (PMO). Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi DOTS telah mengikuti pedoman nasional, namun terdapat kendala pada aspek kepatuhan pasien, keterbatasan sarana diagnostik, distribusi obat, serta sistem pelaporan digital SITB yang belum optimal. Peran PMO dan dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Implementasi strategi DOTS di Puskesmas Medan Area Selatan perlu diperkuat melalui pelatihan petugas, perbaikan infrastruktur pelaporan digital, dan peningkatan peran serta keluarga dan masyarakat dalam mendukung pengobatan TB.
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN MATERNAL MELALUI KONSELING GIZI PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PRAKTEK BIDAN MANDIRI X KOTA MEDAN Muhshsanah, Muhshsanah; Bebby Alfiera Riyandina Hardja; Muhammad Rezebri
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 27,7% pada tahun 2023. Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetrik seperti persalinan prematur, perdarahan postpartum, berat bayi lahir rendah, hingga kematian ibu dan bayi. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif untuk menurunkan kejadian anemia adalah melalui intervensi konseling gizi yang terstruktur dan berkelanjutan di layanan primer, termasuk pada praktek bidan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling gizi terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Praktek Bidan Mandiri X Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen, yaitu one group pre-test and post-test design. Sebanyak 45 responden ibu hamil trimester II–III yang mengalami anemia ringan hingga sedang dipilih secara purposive sampling. Intervensi konseling gizi diberikan secara individual sebanyak tiga kali selama satu bulan, disertai dengan media edukasi dan pemantauan konsumsi tablet zat besi. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat hemoglobin digital, dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin meningkat dari 9,80 g/dL menjadi 10,70 g/dL setelah intervensi. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung = 13,92 dengan p-value = 0,000, yang berarti terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) setelah konseling gizi diberikan. Konseling gizi secara individual dan terstruktur terbukti efektif meningkatkan status hemoglobin pada ibu hamil anemia. Intervensi ini dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal di praktek bidan mandiri sebagai strategi preventif dan promotif berbasis komunitas.
GAMBARAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN PENGELOLAAN GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 1 RANTAU SELATAN MELALUI PROGRAM PENYULUHAN KESEHATAN Marito, Lily Putri; Deli Syaputri; Rani Suraya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang dialami perempuan menjelang menstruasi. Pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola PMS secara tepat sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan prestasi belajar. Namun, literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih tergolong rendah, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pemahaman dan strategi pengelolaan gejala PMS pada remaja putri di MTsN 1 Rantau Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 60 siswi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang mencakup aspek pengetahuan dan cara mengelola gejala PMS. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden memiliki tingkat pemahaman yang baik, 33,3% cukup, dan 10,0% kurang. Dalam pengelolaan PMS, 78,3% responden memilih istirahat cukup, 73,3% mengonsumsi makanan sehat, 63,3% menggunakan kompres hangat, dan hanya 41,7% yang melakukan olahraga ringan. Sementara itu, 20,0% responden menggunakan obat pereda nyeri. Mayoritas remaja memiliki pemahaman yang baik terhadap PMS dan memilih strategi pengelolaan non-farmakologis. Namun, partisipasi dalam pengelolaan aktif seperti olahraga masih rendah. Intervensi edukatif yang terstruktur diperlukan untuk meningkatkan literasi dan praktik pengelolaan PMS di kalangan remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5