cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Diani Octaviyanti Handajani; Endah Mulyani; Aidha Rachmawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.288 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.195-202

Abstract

Latar Belakang: Periode emas merupakan masa pertumbuhan seorang anak dan perkembangan anak secara optimal, dimana periode tersebut dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi / nutrisi yang sesuai, oleh sebab itu semua orang tua harus mengetahui hal tersebut, karena ketidaktahuan merupakan penyebab utama masalah kurang gizi, khususnya pada anak – anak dibawah 2 tahun, dan pemberian Makanan Pendamping ini yang betul merupakan solusi untuk menanggulangi masalah tersebut. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu pada balita. Metode: Penelitian Cross Sectional melibatkan 30 ibu yang mempunyai anak berusia di bawah lima tahun di Desa Domas Kabupaten Gresik. Variabel penelitian mencakup pemberian MP-ASI dan beberapa faktor internal dan eksternal. Uji Statistik yang digunakan adalah uji normalitas Chi Square. Hasil: Usia ibu sebagian besar berusia < 35 tahun sebanyak 24 ibu (80%), pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan > SMA sebanyak 19 ibu (63.3%), pekerjaan ibu sebagian besar menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) sebanyak 16 ibu (53.3%), dan pendapatan keluarga sebagaian besar > UMR sebanyak 21 ibu (70%). Kesimpulan: Faktor tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, penyuluhan petugas kesehatan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi ibu.
Peranan Kesehatan Masyarakat di Arena Perumahsakitan untuk Meningkatkan Kesehatan Individu Penyintas COVID-19 Sidhi Laksono Purwowiyoto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.215 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.189-194

Abstract

Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) telah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka kesakitan akibat COVID-19 di Indonesia terus meningkat, menyebabkan tingginya pasien yang dirawat inap di rumah sakit (RS). Namun tidak sedikit yang mengalami perbaikan atau kesembuhan yang dikenal dengan nama penyintas COVID-19 (COVID-19 survivors). Permasalahan tidak hanya didapat pada fase akut COVID-19, ternyata penyintas COVID-19 pun juga memiliki problem paska infeksi COVID-19, diantaranya kelelahan yang persisten, sesak, nyeri sendi ataupun nyeri dada. Penyintas COVID-19 pun dapat terkena infeksi ulangan (reinfeksi) COVID-19. Telah banyak tatalaksana dan panduan yang dikeluarkan oleh banyak perkumpulan atau organisasi kesehatan yang diterapkan di RS, sayangnya tidak banyak artikel atau panduan yang diterapkan oleh RS untuk pasien penyintas COVID-19. Artikel ini akan memberikan ulasan singkat mengenai peranan kesehatan masyarakat di RS untuk meningkatkan kesehatan individu penyintas COVID-19. Dimana kesehatan masyarakat bagi penyintas COVID-19 berperan dalam pencegahan primer, sekunder dan tersier. Dengan pengaturan pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan bagi individu penyintas COVID-19
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Risiko Penularan Virus Covid-19 pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu Siti Nurazisah; Henni Febriawati; Bintang Agustina Pratiwi; Oktarianita Oktarianita; Wulan Angraini; Riska Yanuarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.118 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.160-167

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 mewabah dengan cepat keseluruh penjuru dunia karena keunikan model penyebarannya, sehingga pergerakan dan penyebaran virus terus meningkat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan virus Covid-19 pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cros sectional. Sampel sebanyak 96 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-quare. Hasil: penelitian menunjukan dari 96 responden sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 66,7%, dengan masyarakat mayoritas memiliki sikap positif yaitu 56,3% dan 69,8% masyarakat berisiko rendah tertular Covid-19. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan risiko penularan Covid-19 (p value < 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dari masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat membuat masyarakat melakukan tindakan nyata untuk mengurangi risiko tertular Covid-19.
Hubungan Riwayat Tuberkulosis Paru pada Keluarga dengan Terjadinya Limfadenitis Tuberkulosis pada Anak Muhammad Ali Shodikin; Putri Prameswari Nastiti Ayu; Adelia Handoko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.167 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.168-176

Abstract

Latar Belakang: Limfadenitis Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit radang kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis (MTB). Faktor risiko limfadenitis TB pada anak antara lain adanya kontak dengan penderita TB dewasa. Tujuan: Mengetahui hubungan riwayat TB paru pada keluarga dengan terjadinya limfadenitis TB pada anak. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional (case control). Populasi penelitian adalah pasien limfadenitis anak (usia < 18 tahun) di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember tahun 2018 – 2020. Kelompok kasus adalah pasien limfadenitis TB, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien limfadenitis non TB. Teknik total sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian. Uji Chi-square digunakan untuk analisis data. Hasil: Didapatkan masing-masing 23 pasien limfadentis TB dan non TB, semua pasien mengeluhkan adanya benjolan. Dari 23 pasien limfadenitis TB anak didapatkan 17 anak (74%) memiliki riwayat TB paru pada keluarga. Analisis data menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat TB paru pada keluarga dengan limfadenitis TB pada anak: p-value=0,003 (OR = 6,476). Kesimpulan: Riwayat TB paru pada keluarga berhubungan erat dengan kejadian limfadenitis TB pada anak.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta Ikha Widyastuti; Anisa Catur Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.76 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.136-147

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi dan penurunan kualitas hidup penderita. Pada penderita diabetes melitus akan terjadi perubahan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional yang menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 81 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,569) dan sikap (p=1,000) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Surakarta. Mayoritas penderita diabetes memiliki pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman pada keluarga dengan riwayat diabetes melitus. Namun, kebanyakan penderita menunjukkan sikap dan menilai kualitas hidupnya dengan biasa saja. Kesimpulan: Penderita diabetes dan masyarakat diharapkan lebih aktif untuk mencari informasi mengenai diabetes melitus secara menyeluruh agar memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih baik guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang Wirdawati Wirdawati; Ria Risti Komala Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.776 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.177-181

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan di Indonesia dalam bidang sanitasi adalah jamban sehat. Jamban sehat merupakan fasilitas sanitasi keluarga yang wajib dimiliki oleh semua rumah tangga. Data menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak memiliki jamban sehat. Desa Penyak Lalang merupakan salah satu desa di Kabupaten Sintang dimana masih banyak masyarakatnya yang tidak memiliki jamban sehat.Tujuan: Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Penyak Lalang Kabupaten Sintang. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 150 responden yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistik yang di gunakan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat ekonomi (p value = 0,003), budaya (p value = 0,00), pengetahuan (p value = 0,00) dan sikap (p value = 0,00) dengan kepemilikan jamban sehat. Kesimpulan: Budaya masyarakat dalam buang air besar sembarangan merupakan salah satu penyebab rendahnya kepemilikan jamban sehat di Desa Penyak Lalang. Perlunya pendekatan yang intensif kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama agar budaya masyarakat buang air besar tidak pada jamban yang sehat bisa dirubah.
Analisa Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan Sutarto Sutarto; Adilla Dwi Nur Yadika; Reni Indriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.254 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.148-153

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, termasuk dalam 1000 hari pertama kehidupan anak dan tidak terwujudnya periode emas anak pada usia 0-24 bulan yang dapat disebabkan oleh tidak diberikannya ASI eksklusif. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (usia 24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan. Metode: Observasional analitik dengan rancangan case control. Data riwayat pemberian ASI eksklusif diperoleh dari wawancara pada ibu balita menggunakan kuesioner. Daftar balita stunting diperoleh dari catatan di Puskesmas Way Urang. Data tinggi badan balita diperoleh melalui pengukuran kembali tinggi badan balita menggunakan microtoise dan antropometri. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Balita dengan riwayat pemberian ASI tidak eksklusif memiliki risiko sebesar 8,2 kali akan menjadi stunting dibandingkan dengan balita yang memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Terdapat hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (usia 24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Way Urang Kabupaten Lampung Selatan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Surakarta Reliza Octariviani Zovancha; Anisa Catur Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 3. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2428.541 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.3.2021.182-188

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan penanganan serius yang melibatkan penderita dan keluarga dalam penatalaksanaan perawatan DM. Dukungan keluarga sangat membantu penderita DM dalam melakukan perawatan diri yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup. Tujuan: Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 82 orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Surakarta p-value=0,041. Simpulan: Penderita DM tipe 2 diharapkan dapat lebih terbuka dan menaruh kepercayaan kepada keluarga mengenai kesehatannya. Keluarga penderita DM tipe 2 diharapkan senantiasa memberikan dukungan positif dan melakukan upaya-upaya untuk memberikan motivasi, informasi, dan dorongan kepada penderita DM tipe 2 untuk menjalankan penatalaksanaan DM sehingga kualitas hidup penderita DM tipe 2 dapat meningkat.
Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada Anak di Negara Maju Izzania Oktaviani; Desie Rahmawati; Yulianti Nataya Rame Kana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 4. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.991 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.4.2021.218-226

Abstract

Background: Anemia is a global public health problem that occurs in developed countries or in developing countries. The prevalence of anemia in children aged 1-5 years in the United States is 3.9% and iron anemia is 1.1%. This review discussed prevalence and the risk factors and anemia in children in developed countries. Method: The method used is a literature review, the data source in the form of research articles is obtained from online databases, namely Google Scholar and Science Direct. The articles reviewed were 10 articles that met the inclusion criteria. Result: Based on several studies, iron deficiency or deficiency is the most common cause in children in developed countries. 8% of children under five in the United States have iron deficiency, and 2-3% of them are iron deficiency anemia. Risk factors for anemia include lack of serum zinc, low levels of 25 (OH) D, exclusive breastfeeding without iron fortification, Low Birth Weight (LBW), food intake factors, history of asthma and eczema, and maternal education. Iron deficiency anemia in childhood has been shown to have a negative effect on cognitive and psychomotor development. Prevention of anemia that can be done include giving iron supplements and food recommendations. Conclusion: Risk factors for anemia include lack of serum zinc, low 25 (OH) D levels, exclusive breastfeeding without iron fortification, Low Birth Weight (LBW), food intake factors, history of asthma and eczema, and maternal education.
Hubungan Dukungan Orang Tua dan Sekolah terhadap Sexual Abstinence pada Remaja Arum Setyanandini; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 4. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.855 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.4.2021.253-259

Abstract

Background: Reproductive health problems such as STI and HIV/AIDS, and Unwanted Pregnancy are vulnerable to be experienced by adolescents if they do not have the ability and confidence to perform sexual abstinence. Parents and schools are considered appropriate parties to provide support to adolescents to perform sexual abstinence. Objective: This study was to analyze the relationship between parental and school support for sexual abstinence in high school adolescents in Pugung District, Lampung Province. Methods: this type of research is analytic observational with a cross sectional approach. Sampling using Proportional Random Sampling technique, with a total sample of 130 respondents. The statistical test of this study used the Fisher exact test. Results: there is no relationship between parental support (p-value 0.672 > 0.05) and school (p-value 1,000 > 0.05) with sexual abstinence in high school adolescents in Pugung District. Conclusion: It is necessary to explore other appropriate sources of support for adolescents and to expand the scope of research for further research, both in urban and rural areas.