cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 269 Documents
Analisis Pola Global dan Lokal Determinan Prevalensi Stunting di Jawa Tengah Tahun 2024 Menggunakan Geographically Weighted Regression Nugroho, Ivan Wahyu; Febriansyah, Candra Rifki Eka; Rahmadhani, Oktavia Suci; Murti, Basugandhi Sasangka; Sabil, Safina; Zuhdi, Shaifudin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.48-56

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah. Pendekatan analisis global sering kali belum mampu menangkap perbedaan pengaruh determinan stunting secara local. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola global dan lokal determinan stunting di Jawa Tengah menggunakan. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan data sekunder agregat dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Analisis dilakukan menggunakan regresi global Ordinary Least Squares (OLS) dan dilanjutkan dengan Geographically Weighted Regression (GWR) untuk mengidentifikasi variasi spasial pengaruh determinan stunting. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya heterogenitas spasial yang signifikan. Variabel persentase bayi mendapatkan ASI eksklusif dan  variabel proporsi perempuan yang melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun berperan signifikan secara lokal pada kabupaten/kota tertentu, sementara variabel lain tidak menunjukkan pengaruh yang konsisten secara global. Model GWR mampu menjelaskan variasi spasial prevalensi stunting dengan lebih baik dibandingkan model OLS dengan nilai koefisien determasi  bernilai 0,165 vs 0,620. Kesimpulan: Determinan stunting di Jawa Tengah tidak bersifat homogen secara spasial. Pendekatan GWR efektif dalam mengungkap pola pengaruh lokal dan mendukung perlunya kebijakan penanganan stunting yang spesifik wilayah.
Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pengrajin Tembaga: Studi Kasus di Boyolali Efendi, Muhammad-Rizal; Nurullita, Ulfa; Handoyo, Wahyu; Wardani, Ratih-Sari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.23-29

Abstract

Latar belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan saraf akibat tekanan pada saraf medianus, umum terjadi pada pekerja dengan aktivitas repetitif dan paparan getaran, seperti di industri kerajinan tembaga CV. Muda Tama Gallery memiliki potensi risiko tinggi CTS akibat pekerjaan tangan intensif dan berulang. Penelitian ini menyoroti lima variabel dugaan penyebab CTS: usia, masa kerja, frekuensi gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran alat kerja. Tujuan: menganalisis hubungan antara karakteristik individu, gerakan repetitif, lama paparan, dan intensitas getaran dengan keluhan CTS pada pekerja pengrajin tembaga.. Metode: Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional dan total sampling pada 43 pekerja. Data dikumpulkan melalui kuesioner (usia, masa kerja), Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ), observasi 1 menit (gerakan repetitif), dan pengukuran getaran menggunakan vibration meter. Analisis menggunakan uji Spearman dan Pearson. Hasil: Rata-rata usia responden 38,51 tahun, masa kerja 13,60 tahun, frekuensi gerakan repetitif 82,93 kali/menit, lama paparan getaran 2,30 jam/hari, dan intensitas getaran 8,68 m/s². Skor rata-rata CTS pada skala keparahan 22,26 dan skala fungsional 13,05. Uji hubungan dengan CTS menunjukkan usia (p=0,000), masa kerja (p=0,000) dengan CTS pada kedua skala. Gerakan repetitif dengan skala keparahan (p=0,044), gerakan repetitif dengan skala fungsional (p=0,057), lama paparan (p=0,058; p=0,157), dan intensitas getaran (p=0,481; p=0,394). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia, masa kerja, dan gerakan repetitif dengan keluhan CTS pada pengrajin tembaga, sementara lama paparan dan intensitas getaran tidak berpengaruh signifikan. Meski tidak berpengaruh pada skala fungsional, gerakan repetitif tetap memperburuk gejala CTS.
KINERJA BIDAN TERHADAP CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP: STUDI KASUS DI PUSKESMAS BATUWARNO Afifah, Selisha Nurul; Herawati, Yennike Tri; Ridzkyanto, Ricko Pratama
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.57-65

Abstract

Latar belakang: Capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Jawa Tengah mengalami fluktuasi dan belum mencapai target Renstra pada beberapa tahun terakhir, dengan penurunan signifikan terjadi di tingkat kecamatan seperti di Puskesmas Batuwarno. Kinerja bidan sebagai pelaksana utama memegang peranan krusial dalam keberhasilan program ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bidan terhadap cakupan imunisasi dasar lengkap ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi di Puskesmas Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatanstudi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada bulan Januari 2024 hingga Oktober 2025. Informan terdiri dari penanggung jawab program (informan kunci), bidan desa (informan utama), dan Kepala Puskesmas (informan tambahan). Hasil: Kinerja bidan pada aspek perencanaan dikategorikan baik, meliputi penentuan sasaran, perencanaan logistik, dan sosialisasi. Pada aspek pelaksanaan, pelayanan telah sesuai SOP dan tersentralisasi, namun terkendala beban kerja ganda (pencatatan manual dan aplikasiASIK) serta ketidakpastian stok vaksin. Pada aspek pemantauan, evaluasi rutin dilakukan melalui PWS dan pelacakan drop-out, namun capaian UCI terhambat oleh mobilitas penduduk (boro). Kesimpulan: Secara umum kinerja bidan telah sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun 2017, namun efektivitasnya terhambat oleh faktor eksternal seperti sistem logistik vaksin, beban administrasi digital dan mobilitas penduduk.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PERKOTAAN Masitoh, Siti; Syam, Heriza; Jehanara, Jehanara; Kusumastuti, Ani; Debbiyantina, Debbiyantina; Aulani, Fitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.30-35

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gizi yang signifikan di Kota Serang adalah prevalensi stunting. Asupan gizi, khususnya ASI eksklusif dan makanan tambahan, berdampak signifikan terhadap pertumbuhan balita dan merupakan faktor penyebab stunting. Tujuan: Untuk menguji korelasi antara ASI eksklusif dan makanan pendamping, bersama dengan usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan paritas, dengan prevalensi stunting di wilayah Puskesmas Singandaru, Kota Serang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, menggunakan sampel 77 wanita dengan anak usia 2 hingga 5 tahun. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Temuan: ASI eksklusif pada balita berkorelasi kuat dengan terjadinya stunting (p = 0,001 dan OR 8,833). Demikian pula, ketersediaan nutrisi tambahan yang sesuai berkorelasi substansial dengan kejadian stunting (p = 0,001 dan OR 9,818). Usia dan pendidikan ibu menunjukkan korelasi yang signifikan dengan prevalensi stunting (p = 0,027 dan p = 0,011), namun pekerjaan dan paritas ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kasus stunting. Kesimpulan: Analisis statistik menunjukkan hubungan yang kuat antara pemberian ASI eksklusif dan MPASI (makanan pendamping ASI) yang tepat dengan kasus stunting di wilayah Puskesmas Singandaru, Kota Serang.
ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT OF GROUNDWATER NITRATE AND NITRITE EXPOSURE AMONG FARMERS IN COASTAL AREA OF REMBANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA Irawati, Septiria; Putri, Cita Fitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.66-70

Abstract

Background: The increasing use of fertilizers and pesticides in agricultural areas maycontaminate groundwater with nitrate and nitrite, posing health risks. Objective: This study aimed to assess the health risk from nitrate and nitrite exposure through groundwater consumption among farmers in the coastal area of Rembang, Central Java. Methods: A crosssectional study was conducted in Gunungsari Village, Kaliori Subdistrict. Groundwater samples from seven households were analyzed using spectrophotometry and compared with national drinking water standards. Respondent characteristics were obtained through questionnaires, and Chronic Daily Intake (CDI) and Risk Quotient (RQ) were calculated for children and adults. Results: This study showed that nitrate concentrations were below the limit (10 mg/L), while one sample exceeded the nitrite standard (8 mg/L vs. 1 mg/L). CDI values ranged from 0.017–0.021 mg/kg/day in adults and 0.082 mg/kg/day in a child, all with RQ<1. Conclusion: Groundwater samples in the agricultural area of Rembang generally indicated no immediate health threat of nitrate and nitrite contamination. Suggestion: Continuous monitoring and community education are needed to prevent chronic exposure and potential long-term effects from endogenous nitrosation
Burnout pada Bidan dan Perawat: Sebuah Scoping Review Kirana, Sekar Putri; Setyaningsih, Yuliani; Suryawati, Chriswardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.1-9

Abstract

AbstrakLatar belakang: Semenjak dunia mengalami pandemi Covid-19 pada akhir tahun 2019 hingga 2023 silam, begitu banyak perubahan dan adaptasi yang telah dijalani terutama di sektor kesehatan dan berdampak besar terhadap tenaga keperawatan. Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan yang terjadi secara berkala dan berkepanjangan, sehingga menyebabkan burnout, yang merupakan suatu konsep multidimensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali faktor yang berkaitan dengan burnout pada bidan dan perawat di rumah sakit. Metode: Scoping review dengan menggunakan artikel yang diperoleh dari 4 database, yaitu Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan Crossref. Pencarian literatur menggunakan keyword atau kata kunci berupa “midwife” OR “midwives” AND “nurse” OR “nurses” AND “burnout” OR “burn out”. Kriteria inklusi ditetapkan untuk menyelaraskan topik artikel yang akan ditelaah. Setelah dilakukan telaah literatur, diperoleh 11 artikel. Hasil: Faktor-faktor yang berkaitan dengan burnout meliputi faktor organisasi dan faktor individu. Hal ini dilakukan dengan menggunakan beberapa survei dan aplikasi yang meliputi pengkajian individu, psikologis, organisasi. Kedua faktor tersebut apabila tidak seimbang akan memengaruhi ritme sirkadian tubuh dan metabolisme para pekerja. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan kesulitan pada tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis untuk menangani burnout. Kesimpulan: Burnout pada bidan dan perawat merupakan suatu fenomena yang kompleks dan multifaktorial, dengan prevalensi tinggi dan dapat menyebabkan dampak buruk yang signifikan terhadap pekerja itu sendiri, organisasi, serta sistem pelayanan kesehatan.Abstract Background: Since the global outbreak of the Covid-19 pandemic from late 2019 to 2023, numerous changes and adaptations have occurred, particularly affecting the healthcare sector. Frequently changing policies in healthcare services have had a significant impact on healthcare workers, including midwives and nurses, which may lead to recurrent and prolonged fatigue, resulting in burnout, a multidimensional concept consisting of three dimensions: emotional exhaustion, depersonalization, and reduced personal accomplishment. This study’s aim is to explore factors associated with burnout among midwives and nurses in hospitals. Methods: This study employed a scoping review design. Articles were obtained from four databases: Google Scholar, ProQuest, PubMed, ScienceDirect, and Crossref. Following the literature screening and review process, a total of 11 articles were included. Topic used is burnout in midwives and nurses working in hospital. Results: Factors associated with burnout were categorized into organizational factors and individual factors. These factors were examined using various surveys and assessment tools that evaluated individual, psychological, and organizational aspects. An imbalance between these factors may disrupt circadian rhythms and metabolic processes among healthcare workers. This can lead to physiological and psychological difficulties in coping with burnout. Conclusion: Burnout among midwives and nurses is a complex and multifactorial phenomenon with a high prevalence, which may result in significant negative impacts on individuals, organizations, and the healthcare service system.
VIDEO EDUKASI SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN LITERASI KANKER PAYUDARA: DAMPAK PADA PENGETAHUAN DAN SIKAP PROAKTIF SADARI REMAJA PUTRI INDONESIA Setyaningrum, Dyah Ayu Woro
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.36-41

Abstract

Latar Belakang: Pergeseran usia penderita kanker payudara ke kelompok muda (<40 tahun) dan rendahnya cakupan skrining di Indonesia mendorong perlunya edukasi dini pada remaja. Kesadaran dan pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) masih rendah, sehingga diperlukan intervensi edukatif sejak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas edukasi terstruktur berbasis media audio-visual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai kanker payudara dan SADARI. Metode: Penelitian pre–post tanpa kelompok kontrol dilakukan pada 54 siswi SMA pada Maret 2025. Instrumen berupa kuesioner Google Form menilai pengetahuan (%) dan sikap (skor 1–4) sebelum dan sesudah intervensi edukasi video “Mari Sadari Sadanis” dari Kementerian Kesehatan RI. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk dan analisis perbedaan pre–post dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil: Rata-rata usia responden 17,48 tahun. Skor pengetahuan meningkat dari 41,56 ± 7,98 menjadi 52,98 ± 9,70 (peningkatan 11,42 poin atau 27,5%; p < 0,001; r = 0,61). Skor sikap meningkat dari 2,61 ± 0,22 menjadi 3,04 ± 0,25 (peningkatan 0,44 poin atau 17%; p < 0,001; r = 0,60). Sebagian besar responden menunjukkan perubahan kategori pengetahuan dari “kurang” menjadi “cukup” dan sikap dari “kurang” menjadi “positif.” Kesimpulan: Edukasi berbasis media audio-visual efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kanker payudara dan SADARI secara signifikan. Namun, peningkatan sikap yang lebih rendah menunjukkan perlunya inovasi pendekatan psikoedukatif berbasis digital dan peer group untuk memperkuat perubahan perilaku preventif.
Evaluasi Program Kader Remaja Kesehatan Jiwa (Kareja) Puskesmas Gondomanan, Kota Yogyakarta Handayani, Lina; Alfa-Reza, Muhammad Dhimas; S, Aufatcha Ayutya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.10-15

Abstract

Background: Data results on emotional mental disorders in Yogyakarta, the highest prevalence of permil is in Yogyakarta City at 13.98%, second place is in Gunung Kidul Regency at 13.60%, and third place is in Bantul Regency at 11.19%. The high rate of mental disorders in Yogyakarta Province means that this problem receives special attention from the government, such as programs that can prevent and overcome mental disorders. Method: This research was located at the Gondomanan Community Health Center, Yogyakarta City. This research employed qualitative methods, with a case study approach. Research subjects were recruited using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. The criteria for selecting informants are inclusion and exclusion. Results: The results of the KAREJA program are quite good but still require continuous improvement.  There are still shortages of funds, infrastructure, SOPs, reporting and monitoring in the KAREJA program. Conclusion: There are still deficiencies in the implementation of the KAREJA program so that further evaluation and follow-up regarding the KAREJA program is needed such as funds, infrastructure, SOPs, reporting and monitoring.
Pengendalian Hipertensi secara Mandiri Melalui Penerapan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) Berbasis Aplikasi Android Rozikhan, Rozikhan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 21, No 1 (2026): Vol 21 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.21.1.2026.42-47

Abstract

AbstractBackground: Hypertension, one of a non-communicable disease in many communities, evenbecoming a cause of death such as heart disease (45%) and stroke (51%). Hypertension cancausing cardiovascular, cerebrovascular and kidney disorders. The nonpharmacological therapyby diet control, reduce salt intake, add of amount potassium and magnesium intake, and physical exercise are recomended. The activity is a important to preventing hypertension complications.The recommended diet for hypertension patient is Dietary Approaches to Stop Hypertension(DASH). The development of health information systems through mobile devices makes itpossible to track cases of hypertension and help manage hypertension suffered. The aims of the study ware determine decreasing blood pressure in hypertensive patients by controllingindependently using an android application. Method: An experimental study with one grouppretest posttest design, located in Kumpulrejo Village, Kaliwungu District, Kendal Regency inAugust 2025. Sampling technique with accidental sampling, 30 respondents. The independentvariable is The DASH diet is an independent variable and dependengt variable is blood pressure.Data analyzed with paired t test. Results: The analysis test showed that there was a difference in systolic before and after treatment with p value of 0.001 < 0.05 which means that there was a significant decrease in systolic pressure before and after treatment. Diastole pressure also had a difference with p value of 0.016 < 0.05 which means there was a significant decrease.Conclusion: Intensive health education is highly recommended to increase self-assessment forhealthy life by applying daily DASH to help control blood pressure and prevent hypertensioncomplications.