cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
The Degrees of Hearing Loss and Hearing Handicap Inventory for the Elderly-Screening muyassaroh - -; dwi - marliyawati; joyo - wardoyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 17, No 4 (2022): Volume 17. No. 4 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.4.2022.15-19

Abstract

Background: Hearing loss causing communication problems and affect the quality of life. The Hearing Handicap Inventory for the Elderly-Screening (HHIE-S) can be used as a screening tool for assessing the impact of hearing loss. Objective: To determine the correlation between the degree of hearing loss and The Hearing Handicap Inventory for the Elderly-Screening (HHIE-S). Method: This was an analytic observational study with a cross-sectional design on 86 elderly who met the inclusion and exclusion criteria. Hearing loss was determined by audiometric examination. HHIE-S was used to assess the impact of hearing loss. The ethical approval was obtained from the Research Ethics Commission of Dr Kariadi Central Hospital, Semarang. Data were analyzed using the Spearman's Correlation test. P-value of <0.05 was considered significant. Result: There was no significant correlation between age and sex with HHIE-S (p = 0.115; r = 0.302). There was a significant correlation between the degrees of hearing loss and HHIE-S (p = 0.000, r = 0.379). Conclusion: The degrees of hearing loss was correlated to HHIE-S.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BADUTA TERHADAP PARTISIPASI IBU DALAM IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS DEPOK JAYA Rosmala Atina Rusadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 1 (2023): Volume 18. No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.1.2023.10-15

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Adanya covid 19 yang terjadi secara global sejak ditetapkan sebagai Public Helath Emergency of International Cencern (PHEIC), memberikan dampak pada pelaksanaan program kesehatan khususnya pelayanan imunisasi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian kesehatan dan UNICEF menunjukkan bahwa 84 % dari semua fasilitas kesehatan melaporkan pelayanan imunisasi terganggu salah satunya adalah puskesmas. Profil kesehatan Kota Depok cakupan UCI tahun 2020 79,37 % masih dibahwah target UCI yaitu 80 %. Penurunan UCI di Kota Depok diikuti dengan penurunan Cakupan Imunisasi dasar lengkap  tahun 2019 (99,60 %) dari pada tahun 2020 (76,54 %). Tujuan : Mengetahui hubungan karakteristik dengan partisipasi Ibu baduta dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel sebanyak 80 responden menggunakan Teknik  sampling purposive . Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner daring dengan platform google form yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data penelitian berupa analisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan dari 80 responden sebagain besar mempunyai tinkat pendidikan tinggi , dengan ibu balita mayoritas memiliki sikap yakin yaitu 93,8 %. Hasil analisis Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan dan persepsi terhadap status kelengkapan imunisasi dasar pada balita nilai p value < 0,005 (CI 95% : 17.083). Kesimpulan : Persepsi kurang baik menyebabkan balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama covid 19Kata Kunci : Imunisasi dasar lengkap, Persepsi Ibu, Covid 19
Behavior staff of the Covid-19 Vaccine in UMKT Sri Sunarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 17, No 4 (2022): Volume 17. No. 4 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.4.2022.7-11

Abstract

Background: Background: The implementation of the Covid-19 vaccination is an important strategy for the current government as an effort to prioritize the health and safety of the citizens of the education unit, to accelerate the implementation of limited PTM. If there are educators or education personnel who have not been vaccinated against Covid-19, it is advisable to provide PJJ services from home. Objective: To determine the behavior of the Covid-19 vaccine in UMKT education staff. Methods: This type of research is descriptive research. Data was obtained by filling out an online questionnaire (google form). The number of research samples was 56 using the Simple Random Sampling technique. Results: The results showed that knowledge was good 94.6%, positive attitude was 87.5%, family environment supported vaccine behavior 91.1%, and services provided were satisfied at 67, 9% Conclusion: Behavioral factors for vaccinating, namely the family environment, knowledge, attitudes, and services for the implementation of the Covid-19 Vaccine for Education Personnel at UMKT are all good and satisfied with the service, in addition to the above, the behavior of the vaccine is due to the regulation that to do WFO (Work from Office) as an educational staff, one of the requirements for vaccines is to vaccinate. So it is necessary to socialize about vaccines and conduct health education about the Covid-19 vaccine
Evaluation of The Jalatista Tap Water Program at Universitas Padjadjaran Tantan Gumilar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 1 (2023): Volume 18. No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.1.2023.1-9

Abstract

Introduction: Water is an essential natural resource for human life as almost 70% of the human body consists of water. In 2018, Universitas Padjadjaran had 32,481 students in which they require a lot of drinking water. This university has initiated a program called the Jalatista to provide drinking water. The result of a survey conducted by BEM Universitas Padjadjaran 2018 found that around 41,8% of students had never used the Jalatista. Methods: This research used mixed methods with a sequential explanatory design. The quantitative stage by conducting a survey involving 430 students and testing the microbiological quality of the drinking water at 10 points (20 water samples). The qualitative stage approach by conducting in-depth interviews with 2 managers. Results and Discussion: The result showed that in terms of context, the implementation of the Jalatista run quite well. The input aspect, it needed to increase the capacity of human resources and develop facilities so to make the program better. The process of socialization by the management was less optimal and lack of discipline in monitoring. The product aspect, students who have never used the Jalatista facility reached 52.8% (95% CI: 48.1% -57.5%), the quality of drinking water is still not suitable for drinking at 6 sample out of a total of 20 sample, and the level of user confidence is still found to be poor. Conclusion: The Jalatista program must pay great attention to the aspect of maintenance to improve the quality of drinking water produced at all points.
Pemetaan Pola Pencemaran Chrom Dari Limbah Pewarnaan Jeans Berdasarkan Jarak Dan Jenis Sumur Gali Mifbakhuddin Mifbakhuddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 1 (2023): Volume 18. No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.1.2023.27-30

Abstract

Latar Belakang: Efek yang ditimbulkan dari berkembangnya industri pewarnaan jeans ini akan membuang limbah cair ke dalam lingkungan, sehingga menimbulkan pencemaran air dan menimbulkan masalah kesehatan bagi lingkungan sekitarnya. Adanya kandungan Chrom yang dibuang ke lingkungan dan akan berpengaruh pada keberadaan kualitas air sumur di sekitar buangan, baik berdasarkan jarak maupun jenis dinding sumur yang ada. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pola pencemaran Chrom dari sumber buangan limbah pewarnaan jeans berdasarkan jarak dan jenis dinding sumur gali di Desa Babalan Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan metode kuantitatif dengan Observasi dan pengukuran variabel dilakukan sesaat (crossectional). Sampel pada penelitian ini adalah air limbah dan 24 sampel air sumur gali pada jarak 25 meter dan 95 meter dari sumber buangan limbah industri pewarnaan jeans. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada jarak <25 meter, semua sumur gali (100%) terdapat kandungan kadar Chrom (mg/L) yaitu 0.003; 0.004; 0.001 (2 sampel), sedangkan pada jarak >25 Meter terdapat kandungan Chrom (mg/L) pada 5 sampel (83,3%) yaitu 0.002 (2 sampel) dan 0.001 (3 sampel). Kandungan kadar Chrom hexavalent berdistribusi tidak normal (p value=0,000). Ada perbedaan yang signifikan untuk kandungan kadar Chrom berdasarkan jenis dinding sumur gali dengan p value 0.000 dan berdasarkan jarak sumur gali dengan p value 0.006. Kesimpulan: Ada perbedaan pemetaan pola pencemaran Chrom dari sumber buangan limbah pewarnaan jeans berdasarkan jarak dan jenis dinding sumur gali. Kata Kunci: Jarak sumur gali, Jenis sumur gali, kadar Chrom Hexavalen
Metaverse dan Layanan Kesehatan: Tinjauan Narasi Singkat Sidhi Laksono Purwowiyoto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 17, No 4 (2022): Volume 17. No. 4 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.4.2022.11-14

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman menuntut sistem layanan kesehatan untuk melakukan perkembangan dan perubahan. Ditambah dengan pandemi COVID-19, sistem layanan kesehatan semakin beralih ke arah kesehatan digital. Kesehatan digital memiliki manfaat yang cukup besar bagi dokter dan pasien. Metaverse merupakan bagian dari kesehatan digital dengan berbagai ekosistemnya. Metaverse memudahkan pasien dan dokter untuk berkomunikasi melalui dunia virtual. Layanan kesehatan beralih ke dunia virtual, dari konsultasi hingga perawatan pasien. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai Metaverse dan layanan kesehatan.
Pengaruh Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah terhadap Kejadian Stunting di Kabpaten Tanggamus, Provinsi Lampung sutarto sutarto; Ratna Dewi puspita Sari; Winda Trijayanthi Utama; Reni Indriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 2 (2023): Volume 18. No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.2.2023.14-21

Abstract

Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis disertai dengan komplikasi penyakit. Prevalensi stunting anak balita di Indonesia 29,9% dan provinsi Lampung 27,4% serta terbanyak di pedesaan. Kondisi prevalensi stunting di Lampung pada posisi di bawah angka nasional tetapi masih di atas 20% (target WHO kurang dari 20%). Kabupaten Tanggamus angka sunting turun menjadi 3,3%, namun demikian terdapat 25 desa yang mempunyai angka prevalensi stunting di atas 10%. Desa dengan lahan pekarangan yang rata rata cukup luas dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai lahan ekonomis dan perlu penanganan, sehingga dapat menjadi program percepatan pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh pemanfaatan lahan pekarangan rumah terhadap kejadian stunting di Kabupaten Tanggamus.Motode menggunakan disain case control dengan lokasi di 16 desa wilayah kerja kabupaten Tanggamus sebanyak 200 responden, menggunakan analisa regresi logistik ganda.Terdapat 2 variabel dari 12 variabel secara simultan berpengaruh terhadap kejadian stunting yaitu motivasi kepala keluarga dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah, pengalaman kepala keluarga dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah.  Motivasi pengalaman memanfaatkan lahan pekarangan yang kurang baik secara tidak langsung berpengaruh terhadap kejadian stunting di Kabupaten Tanggamus sebesar 27,6% dan 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain.
Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil terhadap Kejadian Stunting: Studi Literatur Mira Maria Mirza; Sunarti Sunarti; Lina Handayani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 2 (2023): Volume 18. No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.2.2023.22-27

Abstract

Pendahuluan: Kejadian stunting pada anak saat ini menjadi masalah kesehatan penting di lingkungan masyarakat. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kejadian stunting pada anak. Faktor dari orang tua menjadi penyebab utama kejadian stunting yang dapat dilihat dari kondisi status gizi Ibu saat hamil. Tujuan: Mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting Metode: Literatur review dilakukan dengan pencarian artikel melalui database elektronik (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink) dengan menggunakan kata kunci stunting dan status gizi ibu hamil dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Duapuluh artikel terpilih untuk dianalisis berdasarkan kriteria inklusi artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan Nasional dan Internasional, tahun terbit artikel dalam rentang 10 tahun terakhir, teks lengkap, open access, dan tidak ada batasan terkait desain penelitian di dalam artikel. Artikel dianalisis menggunakan tabel matriks dan skema Prisma. Hasil: Berdasarkan tinjauan literatur didapatkan bahwa beberapa faktor penyebab kejadian stunting pada anak dipengaruhi oleh faktor orang tua. Dalam hal ini, faktor orang tua seperti pengetahuan ibu terkait pola asuh akan memengaruhi kejadian stunting serta status gizi saat hamil akan memengaruhi bayi lahir rendah yang secara tidak langsung menjadi penyebab stunting. Kesimpulan: Stunting sangat rentan terjadi pada anak-anak saat ini karena beberapa faktor terkait. Adanya pengaruh status gizi ibu hamil dan kejadian stunting menjadi bagian penting dalam pembentukan program pemantauan gizi ibu hamil.Introduction: The incidence of stunting in children is currently an important health problem in the community. Several factors can cause stunting in children. Parental factors are the main cause of stunting which can be seen from the condition of the mother's nutritional status during pregnancy. Objective: To determine the effect of the nutritional status of pregnant women on the incidence of stunting. Methods: Literature review was conducted by searching articles through electronic databases (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink) using the keywords stunting and nutritional status of pregnant women in Indonesian and English. Twenty articles selected for analysis were based on the article inclusion criteria used, namely articles published nationally and internationally, year of publication in the last 10 years, full text, open access, and no restrictions regarding the research design in the article. Articles are analyzed using matrix tables and Prism schemes. Results: Based on a literature review, it was found that several factors causing stunting in children were influenced by parental factors. In this case, parental factors such as mother's knowledge regarding parenting will influence the incidence of stunting and nutritional status during pregnancy will affect low birth weight babies which indirectly cause stunting. Conclusion: Stunting is very vulnerable to occur in children today due to several related factors. The influence of the nutritional status of pregnant women and the incidence of stunting is an important part of establishing a program to monitor the nutrition of pregnant women.
Stunting itu Bukan Hanya Pendek: Studi Kualitatif Persepsi Ibu tentang Stunting dan Faktor Penyebabnya Asmuni Asmuni; Hapzah Hapzah; Nurbaya Nurbaya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 2 (2023): Volume 18. No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.2.2023.28-34

Abstract

Latar Belakang:Persepsi berperan penting mempengaruhi perilaku karena berfungsi sebagai prediktor atau landasan dalam berperilaku. Tanpa informasi yang utuh mengenai apa itu stunting, penyebab dan dampaknya, berarti tidakada dasar awal pembentukan persepsi yang memadai atau bahkan memunculkan persepsi yang kurang adekuat. Tujuan:Penelitian bertujuan untuk kajian persepsi ibu terhadap stunting dan berbagai faktor risiko stunting di KecamatanPamboang, Kabupaten Majene. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. informan dipilih secara sampling dengan metode snowball sampling menargetkan mereka yang memiliki anak balita stunting. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan data dianalisis dengan menerapkan teknik open-coding untuk menyarikan dan mengategorisasikan makna yang diberikan oleh informan. Hasil:Persepsi ibu bahwa meskipun hasil pengukuran status gizi balita informan menunjukkan stunting, namun semua informan mengatakan bahwa anak mereka tidak stunting karena perkembangan anak mereka kelihatan normal seperti bicara lancar dan berjalan sesuai umur. Sedangkan persepsi ibu tentang penyebab stunting menyebutkan ada 6 faktor utama penyebab stunting yaitu 1) karena ibu KEK, 2) kurang pemberian ASI, 3) pemberian MP-ASI yang kurang tepat, 4) bayi malas makan, 5) Pola asuh orang tua, dan 6) Pneumonia. Kesimpulan: Persepsi ibu tentang stunting bukan hanya tentang kurangnya tinggi badan dan berat badan balita, namun juga pada perkembangan balita seperti kemampuan bicara dan berjalan.
IDENTIFIKASI SPESIES LARVA ANOPHELES PADA GENANGAN AIR DI KECAMATAN GUNUNG MEGANG KABUPATEN MUARA ENIM Yustini Ardillah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 2 (2023): Volume 18. No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.2.2023.1-8

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit tular vektor dari gigitan nyamuk Anopheles yang banyak terjadi di wilayah beriklim topis dan sub-tropis salah satunya Indonesia. Kabupaten Muara Enim memiliki 13 Kecamatan salah satunya yaitu Kecamatan Gunung Megang, pada tahun 2019 di wilayah kerja puskesmas Gunung Megang terdapat kasus malaria sebanyak 34 kasus. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi spesies larva Anopheles apa saja yang terdapat di genangan air di Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim. Metode : Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu semua larva nyamuk Anopheles yang tertangkap pada saat survei larva dilakukan dengan pengambilan sampel menggunakan cara purposive sampling. Analisis data berupa analisis univariat yaitu penggambaran dengan menggunakan tabel dan gambar. Hasil : Hasil penelitian ini yaitu adanya empat habitat perkembangbiakan larva Anopheles di kecamatan Gunung Megang berupa Gorong-gorong, Rawa, Danau dan Kolam. Memiliki suhu air 26,4-28,3◦C, pH air berkisar 6,56-7,06 serta salinitas air di setiap habitat 0 o/oo. Terdapat tiga spesies larva Anopheles yang ditemukan di Kecamatan Gunung Megang yaitu spesies yang paling banyak An.barbirostris, An.sinensis dan An.umbrosus. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu habitat perairan yang terdapat di Kecamatan Gunung Megang berpotensi dan termasuk habitat ideal untuk tempat habitat perkembangbiakan larva Anopheles tempat bertelur dan berkembangbiak. Saran yang diberikan yaitu adanya pengendalian terhadap habitat perairan ditemukannya larva Anopheles dengan cara penyebaran larvasida atau ikan predator pemakan larva di habitat yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan larva Anopheles.