cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Prevalence and Risk Factors for Needle Stick Injuries among Health Workers at Hospitals: A Literature Review Balgahoom1, Najwa Tasha Nagieb; Hanifah, Naura; Pou, Rudy; Chudri, Juni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.1.2024.11-20

Abstract

Background: Needle Stick Injury (NSI) is the main cause of infections in health workers that are transmitted through blood, such as human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B and hepatitis C. The incidence of NSI exposure in the workplace in developing countries is estimated to be much higher and most cases are not even reported. by 75%. The purpose of writing this literature review is to determine the prevalence of NSI among health workers and identify risk factors for NSI so that there is increased awareness of NSI among health workers. Method: search for articles in Google Scholar, PubMed and Crossref databases using the keywords: risk factors + needle stick injury + health workers + hospital. The inclusion criteria for research subjects are healthcare workers, articles published in 2018-2023, accessible (open access), saved in portable document format (PDF) which can be downloaded for free, and in English. Results: The prevalence of NSI in each country is different, due to the many risk factors that cause NSI.. Conclusion: by understanding the risk factors for NSI, prevention efforts can be made. Hospital management can evaluate and improve existing programs and standard operating procedures, evaluate working hours and conduct training programs related to occupational health and safety.
Pemetaan Kualitas Bakteriologis Air Bersih dan Kondisi Lingkungan Berdasarkan Kasus Diare di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur 2022 Rosywidya Putri Utami
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 4 (2023): Volume 18 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.4.2023.19-26

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan, yang salah satu faktor penyebabnya adalah faktor lingkungan, seperti air bersih, sarana pembuangan tinja manusia (jamban), sarana pembuangan air limbah (SPAL), dan tempat pembuangan sampah. Di NTT, diare menjadi salah satu masalah utama yang menjadi perhatian karena angka kesakitan diare yang masih mengalami peningkatan dari tahun 2017-2020 terutama pada Kabupaten Sumba Timur yang memiliki angka prevalensi diare di atas prevalensi diare provinsi dan prevalensi diare nasional. Dengan Geographic Information System (GIS), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas bakteriologis air bersih dan kondisi lingkungan berdasarkan kasus diare di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan incidental retrospektive kasus diare tiga bulan terakhir sebelum penelitian, yaitu Bulan September-November 2022. Kemudian, digambarkan dengan Geographic Information System (GIS) dan dianalisis menggunakn metode Interpolation dan Average Nearest Neighbor. Hasil: Sebanyak 49 kasus diare memiliki pola sebaran clustered (mengelompok). Sumur gali merupakan jenis sumber air bersih yang paling banyak digunakan dan 68,4% diantaranya mengandung bakteri E.coli. Kondisi lingkungan lainnya yang berkaitan dengan penularan penyakit adalah kepemilikan sarana pembuangan tinja manusia (jamban), sarana pembuangan air limbah (SPAL), sarana pembuangan sampah (tempat sampah), dan kandanag hewan ternak. Kesimpulan: Zona oranye-merah meliputi wilayah aliran Sungai Kambaniru perbatasan Kelurahan Lambanapu dan Kelurahan Mauliru hingga Kelurahan Mauliru bagian selatan merupakan wilayah dengan jumlah bakteri E.coli tinggi dan sebagian besar penderita diare tidak memiliki jamban, SPAL, tempat sampah, dan memiliki kandang hewan ternak.
Hubungan Inisiasi Menyusui Dini, ASI Eksklusif, dan Pengetahuan Ibu terkait Nutrisi dengan Kejadian Stunting Paramesti, Khansa Firyallely; Balgis, Balgis; Putri, Anak Agung Alit Kirti Estuti Narendra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.1.2024.21-27

Abstract

Latar belakang: Stunting ialah isu multifaktorial di dunia dan Indonesia. IMD, ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu terkait nutrisi merupakan beberapa faktor yang dinilai mempengaruhi kejadian stunting. Tujuan penelitian ini yakni guna mencari tahu hubungan IMD, ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu terkait nutrisi dan kejadian stunting. Metode: Metode yang dipergunakan yakni metode observasional analitik melalui desain penelitian case control. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik simple random sampling yang terdiri dari 38 balita stunting serta 38 balita tidak stunting usia 24-59 bulan di Puskesmas Gilingan. Pengumpulan data dilangsungkan dengan membagikan kuesioner kepada responden. Uji statistik yang dipergunakan untuk analisis bivariat adalah chi square serta analisis multivariat menggunakan analisis multivariat mempergunakan analisis multivariat regresi logistik berganda. Hasil: Tidak adanya hubungan signifikan diantara IMD dan kejadian stunting (p=0,090), adanya hubungan signifikan diantara ASI eksklusif dan kejadian stunting (p=0,034), tidak adanya korelasi yang substansial diantara pengetahuan ibu terkait nutrisi dan kejadian stunting (p=0,472), beserta adanya korelasi yang substansial diantara IMD dan ASI eksklusif dan kejadian stunting (p=0,018). Kesimpulan: Ada korelasi signifikan ASI eksklusif dan kejadian stunting serta IMD dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Tidak ada hubungan signifikan di antara IMD dengan kejadian stunting serta pengetahuan ibu terkait nutrisi dan kejadian stunting.
Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bantul Tahun 2022 Novi Hidayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 4 (2023): Volume 18 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.4.2023.27-33

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun ke tahun relatif tinggi terutama wilayah Kabupaten Bantul yang menjadi salah satu kabupaten dengan kasus DBD tertinggi di DIY. Penyakit DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan yang penularanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang menyebabkan kasus ini menyebar luas dalam satu wilayah ke wilayah lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sebaran kejadian penyakit DBD dihubungkan dengan angka bebas jentik, kepadatan penduduk, dan tingkat curah hujan di Kabupaten Bantul tahun 2022 dengan sampel sebanyak 75 kalurahan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain studi ekologis dengan pendekatan retrospektif. Data yang digunakan berupa data sekunder kasus DBD, kepadatan penduduk, angka bebas jentik dan tingkat curah hujan. Data dianalisis secara hotspot analysis dan autokorelasi spasial Indeks Moran dan LISA menggunakan Geoda 1.20.  Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis hotspot daerah yang memiliki risiko kejadian dbd merupakan daerah yang memiliki IR yang tinggi. Analisis yang menunjukan pola spasial kejadian DBD di Kabupaten Bantul tahun 2022 mengelompok dengan adanya autokorelasi spasial. Analisis autokorelasi spasial dengan indeks moran menghasilkan hubungan spasial antara kejadian DBD dengan kepadatan penduduk. Analisis secara lokal menghasilkan hubungan spasial antara kejadian DBD dengan ABJ, kepadatan penduduk dan tingkat curah hujan. Kesimpulan: Kejadian penyakit DBD setiap kalurahan di Kabupaten Bantul tahun 2022 memiliki pola spasial mengelompok antar wilayah.                 Abstract  Background: Cases of Dengue Fever Dengue (DHF) in the Special Region of Yogyakarta from year to year is relatively high, especially in the Bantul Regency which is one of the districts with the highest DHF cases in DIY. Dengue fever is an environment-based disease whose transmission is influenced by environmental conditions which causes this case to spread widely from one region to another. The purpose of this study was to describe the distribution of the incidence of DHF associated with larvae-free numbers, population density, and rainfall levels in Bantul Regency in 2022 with a sample of 75 sub-districts. Methods This research method uses an ecological study design with a retrospective approach. The data used are secondary data on DHF cases, population density, larvae free numbers and rainfall levels. Data were analysis using hotspot analysis and autocorrelation analysis with of Moran Index and LISA using Geoda 1.20. Results: Based on the results of the study by analysis hotspots, areas that have a high risk of dengue incidence are areas that have a high IR. The analysis shows the spatial pattern of DHF events in Bantul Regency in 2022 grouped with spatial autocorrelation. Spatial autocorrelation analysis with the moran index produces a spatial relationship between DHF incidence and population density. Local analysis yielded a spatial relationship between the incidence of DHF and ABJ, population density and rainfall levels.                              
Identifikasi Pengetahuan, Perilaku, dan Sikap Ibu terhadap Pencegahan Balita Stunting di Desa Burai, Provinsi Sumatera Selatan Najmah, Najmah; Rahma, Nurul; Yani, Novia Sri Anda; pridamayanti, Arviana; Maulaya, Najmah; Saphira, Bella Rino; Naomi, Christara Cicelia; Oktaviani, Dedis; Zahirah, Aliyyah; Ashilah, Athiyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.1.2024.28-33

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kelainan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai usia akibat dari kekurangan gizi dan penyakit infeksi. Dalam jangka waktu pendek Stunting berdampak pada kecerdasan dan pertumbuhan fisik anak. Sedangkan dalam jangka waktu panjang Stunting menyebabkan penurunan kemampuan belajar serta meningkatkan risiko berbagai penyakit. Pada tahun 2022 prevalensi Stunting di Indonesia sebesar 21,6%, sedangkan prevalensi Stunting di Sumatera Selatan turun menjadi 18,6% dengan Musi Rawas (25,4%), Ogan Ilir (24,9%), Banyuasin (24,8%), dan Muara Enim (22,8%) adalah daerah yang angka prevalensi Stunting-nya di atas nasional, sehingga menyebabkan pemfokusan lebih lanjut terhadap upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam edukasi pencegahan Stunting. Desa Burai merupakan daerah yang berkemungkinan tinggi terjadinya fenomena Stunting. Faktor lingkungan yang tidak terjaga sanitasinya, serta rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan keluarga terkait Stunting menjadi faktor dari tingginya kemungkinan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan Stunting di Desa Burai secara lebih lanjut. Metode: Metode observasional desain studi potong lintang (cross-sectional) di Desa Burai pada 3 Maret 2023 dengan sampel responden ibu mempunyai balita sebanyak 70 responden. Instrumen berupa kuesioner dan interview, data dianalisisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Uji Chi Square menyatakan p-value untuk pengetahuan, perilaku, dan sikap ibu masing-masing yaitu p= 0,36; p= 0,326; p= 0,015. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan/berarti antara pengetahuan maupun perilaku yang dimiliki ibu terhadap status gizi balita di Desa Burai. Namun, terdapat hubungan signifikan/berarti antara sikap yang dimiliki ibu terhadap status gizi balita di Desa Burai.
Pengaruh Aktifitas Fisik Terhadap Hipertensi meyke herlin indriani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 4 (2023): Volume 18 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.4.2023.1-5

Abstract

Abstrak Latar belakang: Angka kejadian hipertensi terus meningkat. Hipertensi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Beberapa faktor risiko terjadinya hipertensi antara lain faktor risiko mayor (tidak dapat dikendalikan) dan faktor risiko minor (dapat dikendalikan). Kurangnya aktivitas fisik pada penderita hipertensi dapat menyebabkan tekanan darah selalu berada pada kisaran tinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Proses pencarian artikel hanya sebatas menggunakan database seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Kata kunci yang digunakan adalah aktivitas fisik, hipertensi, dan aktivitas fisik DAN hipertensi. Hasil: Hasil analisis artikel secara umum menyatakan bahwa terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi, baik dalam intervensi penatalaksanaan pencegahan hipertensi. Aktivitas fisik mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian hipertensi menurut studi literatur. Kesimpulan: Semakin besar aktivitas fisik maka semakin rendah kejadian hipertensi. Selain itu, aktivitas fisik membantu dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Artikel ini sebagai dasar dalam pengembangan intervensi aktivitas fisik untuk penderita hipertensi.                  Abstract  Background: The incidence of hypertension continues to increase. Hypertension can be caused by several conditions. Several risk factors for hypertension include major risk factors (uncontrollable) and minor risk factors (can be controlled). Lack of physical activity in people with hypertension can cause blood pressure to always be in the high range. Methods: This research uses a literature review method. The article search process was limited to using databases such as Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink. The keywords used are physical activity, hypertension, and physical activity AND hypertension. Results: The results of the analysis of the article generally state that there is an influence of physical activity on the incidence of hypertension, whether in intervention management of prevention of hypertension. Physical activity has a significant influence on the incidence of hypertension according to literature studies. Conclusion: The greater the physical activity, the lower the incidence of hypertension. Additionally, physical activity helps in the prevention and management of hypertension. This article is the basis for developing physical activity interventions for hypertension sufferers.                     
HUBUNGAN PENGETAHUAN POLA ASUH DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DIDESA TANJUNG GARBUS KAMPUNG Sinaga, Haripin Togap
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 1 (2024): Volume 19 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.1.2024.7-10

Abstract

Background.  Child caring is an interaction between children and parents during parenting activities. The activities including educating, guiding and caring for children, taking care of food, drink, clothing, cleanliness, environment sanitation. This study aims to asess the relationship between parents knowledge and environmental sanitation on the nutritional status of children. Method. This research was carried out in the village of Tanjung Garbus, the village of Pagar Merbau District. This type of research is descriptive using a cross sectional design. Total sample is 45 families who have children. The data collected included parents knowledge, environmental sanitation, age, sex, weight and height of children. Data was collected by interview using a questionnaire. Nutritional status data was processed using the WHO Anthro application after which it was analyzed using the SPSS 20 application. Results. A total of 15.5% of respondents with poor knowledge had stunted children. There was a meaningful relationship between parents knowledge and stunting (p-value 0.002). A total of 13.4% of respondents with poor sanitation had stunted children. Statsitically showded that there was a relationship between poor sanitation and stunting (p-value of 0.010).  Parents need more information on environmental and nutritional education
Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Komunikasi Orangtua-Remaja dan Sikap Remaja Mengenai Perkawinan Usia Muda Gustina, Erni -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.1-8

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kehamilan remaja sering mendahui terjadinya perkawinan usia muda, ketika risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan meningkat dan mengancam kesejahteraan remaja. Hal ini terjadi karena remaja tidak terinformasi dengan benar terkait permasalahan kesehatan. Orangtua adalah sumber informasi yang bisa dipercaya oleh remaja. Namun, komunikasi orang tua-remaja tentang masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas masih beragam dan dianggap “tabu”. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin, pengetahuan dan komunikasi orangtua-remaja dengan sikap remaja mengenai perkawinan usia muda. Metode: Rancangan cross-sectional digunakan dalam penelitian observasional ini, melibatkan 146 responden yaitu remaja berusia 15-19 tahun, belum menikah. Cluster random sampling digunakan sebagai teknik sampling penelitian ini. Kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Analisis data meliputi univariabel, bivariabel menggunakan Chi square test dan mulitivariabel menggunakan regresi logistik pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Penelitian menemukan hampir setengah remaja memiliki pengetahuan yang rendah dan sikap setuju mengenai perkawinan usia muda, lebih dari setengah remaja memiliki komunikasi kurang baik dengan orangtua. Remaja perempuan memiliki peluang lebih besar untuk memiliki sikap setuju mengenai perkawinan usia muda dibandingkan dengan remaja laki-laki (AOR=0,67; 95%CI=0,30-1,50), pengetahuan (AOR=2,63; 95%C1=1,32-5,23) dan komunikasi orangtua-remaja (AOR=2,08; 95%CI=1,05-4,13) secara konsisten menjadi faktor yang mendorong  remaja memiliki sikap setuju mengenai perkawinan usia muda. Kesimpulan: Intervensi program kesehatan seksual dan reproduksi remaja yang melibatkan orang tua mungkin memiliki dampak signifikan pada mengurangi perilaku seks bebas dan menyebabkan kehamilan tidak diinginkan yang berujung perkawinan usia muda.                  Abstract  Background: Adolescent pregnancies often precede early marriage, when the risk of pregnancy and childbirth complications increases and threatens the well-being of adolescents. This occurs because adolescents are not well informed about health issues. Parents are a source of information that teenagers can trust. However, communication between parents and adolescents on reproductive health and sexuality remains varied and "taboo." The purpose of this study is to examine the relationship between gender, knowledge, and parent-adolescent communication, as well as adolescent attitudes toward early marriage. Method: This observational study used a cross-sectional design and included 146 respondents, who were unmarried adolescents aged 15 to 19 years. This study uses cluster random sampling as its sample technique, with questionnaires used to collect data. The data was analyzed as univariable, bivariable using the Chi-square test, and multivariable using logistic regression at a 5% significant level. Result: This study revealed that almost half of the adolescents lacked knowledge and agreed attitudes toward early marriage, and the majority of the adolescents had poor communication with their parents. Adolescent girls are more likely than boys to have agree attitudes about early marriage (AOR=0.67; 95%CI=0.30-1.50). Knowledge (AOR=2.63; 95%C1=1.32-5.23) and parent-adolescent communication (AOR=2.08, 95%CI=1.05-4.13) are consistently trigger factors for adolescents to have agree attitudes about early marriage. Conclusion: Adolescent sexual and reproductive health program interventions, including those by parents, may have a major influence on reducing promiscuous sexual behavior and the occurrence of unwanted pregnancies that lead to early marriages.                        
The Impact of Lean Management Implementation on Inpatient Discharge Prescription Services at Pertamina Central Hospital Hermawati, Ajitya Kurnia; Kristin, Erna; Firman, Firman
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 3 (2024): Juli - September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.3.2024.25-31

Abstract

Background: The lead time of inpatient discharge prescription services affects the overall discharge process. In 2022, lead times at Pertamina Central Hospital's Inpatient Pharmacy varied, requiring continuous efforts to meet target times and avoid disrupting discharge plans. This research aims to evaluate the impact of lean management on reducing these lead times. Methods: The study employs a combined quantitative and qualitative research design with an action research approach. It was conducted from March 4 to May 8, 2023, involving pharmacists, pharmaceutical technical personnel, compounders, and pharmacy couriers. Data analysis included measuring lead time changes pre- and post-lean management implementation and narrative analysis of qualitative findings. Results: After implementing lean management, the lead time for non-compounded prescriptions decreased from 42.6 to 25 minutes, with value added ratio (VAR) increasing from 18.9% to 27%. For compounded prescriptions, lead time dropped from 67 to 45.7 minutes, and VAR rose from 25.2% to 37.9%. The Mann-Whitney U test confirmed the significant difference in average lead time. Conclusion: The implementation of lean management in inpatient discharge prescription services has been proven to improve lead time and increase process efficiency (VAR).
Implementasi dan Tantangan Puskesmas X dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 bagi Tenaga Puskesmas di Lampung Lestari, Delvi Indah Ayu; Denny, Hanifa M.; Jayanti, Siswi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 2 (2024): JKMI Volume 19 Nomor 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.2.2024.27-35

Abstract

Latar Belakang: Dampak negatif akibat pandemi COVID-19 menyebabkan banyaknya jumlah kasus positif pada tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Puskesmas sebagai garda terdepan memiliki risiko tinggi dalam penanganan COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggali implementasi dan tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Puskesmas X Kabupaten Tanggamus Lampung. Metode: Metode kualitatif dipilih sedangkan pengambilan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam kepada pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan yang mewakili setiap unit pelayanan maupun tenaga non kesehatan. Standar KMK No. HK.01.07/ Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus disease 2019 (COVID-19), hasil observasi dan dokumentasi terhadap fasilitas pencegahan penularan COVID-10 digunakan untuk mengelaborasi implementasi dan tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat riset. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Maret 2022. Hasil: Dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Puskesmas dilakukan melalui penerapan kewaspadaan isolasi, pengendalian administratif, pendidikan dan pelatihan. Tetapi dalam implementasinya terdapat tantangan baik dari pihak internal maupun eksternal puskesmas. Kesimpulan: Dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19, Puskesmas telah menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan sesuai dengan pedoman untuk melindungi staf puskesmas. Tetapi dalam implementasinya terdapat tantangan ketidakpatuhan dari dalam dan luar sehingga transmisi COVID-19 di Puskesmas tersebut masih terjadi.