cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
HUBUNGAN PENGAWASAN DAN SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN KEJADIAN UNSAFE ACTION DI PERUSAHAAN PEMBANGKIT LISTRIK Ruznaiza, Emylia; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.37-41

Abstract

Latar belakang: Pengawasan dan sosialisasi keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) merupakan hal penting mengingat tingginya angka tindakan tidak aman yang dapat membahayakan keselamatan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pengawasan dan sosialisasi K3 yang dilakukan perusahaan dengan frekuensi kejadian unsafe action serta untuk memberikan rekomendasi perbaikan dalam implementasi program K3 di lingkungan kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan univariat dan bivariat antara pengawasan K3 dan sosialisasi K3 dengan kejadian unsafe action di PT X, sebuah perusahaan pembangkit listrik, dengan sampel 85 responden. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa tindakan tidak aman (56,5%), pengawasan (52,9%) dan sosialisasi K3 (55,3%). Hasil analisis bivariat diperoleh hubungan yang signifikan antara pengawasan (p=0,011 dan OR=3,500) sedangkan sosialisasi K3 (p=0,002 dan OR=4,511) dengan kejadian unsafe action. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengawasan dan sosialisasi K3 dengan kejadian unsafe action di PT X, di mana pengawasan yang kurang baik dan sosialisasi K3 yang tidak efektif meningkatkan risiko tindakan tidak aman (unsafe action) di tempat kerja.
Hubungan Karakteristik Individu, Safety Sign, Kondisi APD, dan Pengawasan dengan Penggunaan APD Depo Lokomotif Semarang Poncol Gardinia, Genoveva; Setyaningsih, Yuliani; Wahyuni, Ida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.17-23

Abstract

Latar belakang: Pekerja bagian pemeriksaan dan perawatan Depo Lokomotif Semarang Poncol memilki potensi bahaya tinggi karena pada pekerjaannya dituntut untuk berinteraksi langsung dengan sumber bahaya yaitu lokomotif. Alat pelindung diri (APD) wajib digunakan pada saat bekerja sebagai upaya pengendalian potensi bahaya yang diterima oleh pekerja pada saat melakukan pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan lokomotif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu, safety sign, kondisi APD, dan pengawasan dengan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Depo Lokomotif Semarang Poncol dengan sampel penelitian seluruh pekerja bagian pemeriksaan dan perawatan yang berjumlah 35 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Chi-square dan Rank Spearman. Hasil: Analisis data menghasilkan sebagian besar responden berusia dewasa awal sebanyak 88,6% (p=0,635), memiliki tingkat pendidikan SMA/SMK/sederajat sebanyak 82,9% (p=0,211), memiliki masa kerja lama sebanyak 77,1% (p=0,039), memiliki pengetahuan baik sebanyak 88,6% (p=0,008), memiliki sikap baik sebanyak 51,4% (p=0,137), merasa safety sign baik sebanyak 82,9% (p=0,017), merasa kondisi APD baik sebanyak 77,1% (p=0,021), merasa pengawasan baik sebanyak 65,7% (p=0,889), serta penggunaan APD baik sebanyak 60%.. Kesimpulan: Terdapat kesimpulan bahwa adanya hubungan antara masa kerja, pengetahuan, safety sign, dan kondisi APD dengan penggunaan APD. Namun, ditemukan tidak adanya hubungan antara usia, tingkat pendidikan, sikap, dan pengawasan dengan penggunaan APD.
Hubungan Aktivitas Fisik, Jenis Kelamin dan Usia Terhadap Obesitas Pada Pekerja di Perusahaan Pembangkit Listrik Rahmawati, Titik Dwi; Inayah, Zufra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.47-51

Abstract

AbstrakLatar belakang: Obesitas merupakan kondisi kelebihan akumulasi lemak pada jaringan adiposa tubuh yang dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik, usia dan jenis kelamin. Angka kejadian obesitas di Indonesia cenderung meningkat dilihat dari data Riskesdas tahun 2007, 2013, dan 2018, yaitu 10,5%, 14,8%, dan 21,8%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik, jenis kelamin, dan usia terhadap kejadian obesitas. Metode: Jenis penelitian termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 80 orang yang mengalami overweight dan obesitas. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebesar 36,6% responden overweight dan 63,8% obesitas. Sebagian besar responden berusia <20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan signifikan dengan aktivitas fisik (p =0,025), jenis kelamin (p =0,010), dan usia (p =0,016). Kesimpulan: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik, jenis kelamin, dan usia.
HOW PHASEOLUS VULGARIS L (CHEAKPEA) CAN REDUCE OF BLOOD SUGAR PRESURE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS Marta, Arnia Sactya; Hikmawati, Isna; Isnaini, Nur; Ramdani, Meida Laely
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.32-36

Abstract

Background: Diabetes over the past 10 decades has increased from 4.7% to 8.5% of the world population, Diabetes Mellitus Type 2 can be controlled by physical activity, diet, consumption of fruits and vegetables. The aim is to determine the effectiveness of chickpea juice on lowering blood sugar in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: Research with quasy experiment design. This sample uses a categorical descriptive formula obtained 22 respondents who are categorized into 22 intervention groups and 22 control groups. Sampling using purposive sampling with inclusion criteria in diabetes millitus patients aged 53 - 77 years. The instrument used in this study used a questionnaire sheet, chickpea juice, and a blood sugar level checker using a blood sugar meter. Data analysis using wilcoxon test with α = 5%. Results: The study showed that most of the elderly were 54.55%, the most gender was female as much as 65.91%. In this study obtained results as many as 5 respondents (11.4%) with normal blood sugar and 17 respondents (38.6%) with hyperglycemia. There is a relationship between blood sugar levels in the intervention group given chickpea juice with a value (ρ value = 0.001, α = <0.005) and a decrease in SD of 94.5 mg/dL. Conclusion: There is a relationship between chickpea juice to reduce blood sugar levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus.
Determinan Sosial Kesehatan Pemberian Imunisasi pada Anak Usia 12 – 23 Bulan : Literature Review Alfiani, Ika Fitri; Anshari, Dien
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.1-10

Abstract

Latar belakang: Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit infeksi. Anak usia 12–23 bulan memerlukan imunisasi wajib seperti campak, gondong, rubela, polio, dan hepatitis B untuk memberikan perlindungan dini. Cakupan imunisasi yang tinggi dapat secara signifikan menekan risiko penularan penyakit, menciptakan kekebalan kelompok, melindungi kelompok rentan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Memahami determinan sosial kesehatan (DSK) sangat penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Tinjauan literatur ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh DSK terhadap cakupan imunisasi pada anak usia 12–23 bulan serta memberikan rekomendasi untuk mengatasi kesenjangan yang ada. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Studi kuantitatif dari Asia dan Afrika yang diterbitkan antara 2019–2024 dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Basis data utama yang digunakan meliputi Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Sage Journals, dengan kata kunci seperti "determinant," "social," "demography," "gender," "education," "vaccination," "immunization," dan "child." Artikel yang ditemukan dianalisis dengan mengekstraksi variabel utama, seperti pendidikan ibu, status sosial ekonomi, akses layanan kesehatan, dan cakupan imunisasi, kemudian disintesis untuk mengidentifikasi pola, tren, dan kesenjangan penelitian. Hasil: Dari 113 artikel yang teridentifikasi, empat studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa DSK seperti pendidikan ibu, lokasi geografis, status sosial ekonomi, akses layanan kesehatan, dan kepercayaan agama berperan penting dalam memengaruhi cakupan imunisasi. Anak-anak dari ibu yang berpendidikan dan tinggal di perkotaan lebih cenderung mendapatkan imunisasi lengkap. Sebaliknya, hambatan ditemukan di komunitas terpencil dan berpenghasilan rendah akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.. Kesimpulan: DSK seperti pendidikan ibu, status ekonomi, dan lokasi geografis berperan penting dalam memengaruhi cakupan imunisasi anak. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan fokus pada aspek DSK di konteks lokal diperlukan untuk mengembangkan intervensi yang spesifik dan efektif. Rekomendasi kebijakan meliputi peningkatan pendidikan ibu, akses layanan kesehatan, dan pendekatan lintas sektor untuk mendukung cakupan imunisasi di Indonesia.
Hubungan antara Intensitas Kebisingan dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja di Stasiun Semarang Tawang Az-zahro, Putri Rahmawati; Setiani, Onny; Darundiati, Yusniar Hanani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.52-57

Abstract

Latar belakang: Kebisingan di stasiun berasal dari padatnya lalu lintas kereta api yang beroperasi selama 24 jam yang mengganggu lingkungan. Dampak dari kebisingan kereta api terjadinya gangguan fisiologis, salah satunya yaitu hipertensi. Tujuannya ialah melihat hubungan intensitas kebisingan di stasiun dengan hipertensi pada pekerja. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional metode analisis kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 128 pekerja di Stasiun Semarang Tawang. Pengambilan sampel metode purposive sampling dan menggunakan rumus Lemeshow yang dengan jumlah sampel 100 pekerja. Analisis bivariat dengan uji Chi Square (α<0,05) untuk menguji hubungan variabel. Hasil: Responden rata-rata berusia 41 tahun yang didominansi laki – laki (70%) dan mempunyai masa kerja ≥5 tahun (87%). Hasil pengukuran intensitas kebisingan tertinggi 94 dB(A), terendah 80 dB(A) dan rata – rata 85,5 dB(A) dengan NAB kebisingan 85 dB(A). Hasil tabulasi silang di dapatkan sebanyak 40 responden (40%) mengalami hipertensi. Rata-rata sistolik di dapatkan 127,95 mmHg dan diastolik di dapatkan rata – rata 81,94 mmHg. Hasil uji statistik mendapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan hipertensi (p=0,001) dan RP=4,104 (95% CI=1,897–8,878) dimana bekerja pada lingkungan bising di atas 85,5 dB(A) berisiki lebih dari 4 kali untuk mengalami hipertensi. Kesimpulan: intensitas kebisingan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi bagi pekerja di lingkungan stasiun kereta api.
PENGARUH PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA BAGIAN PRODUKSI INDUSTRI FABRIKASI BAJA Kusumawardani, Ananda Febri; Pasca Budiono, Nugrahadi Dwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.24-31

Abstract

Latar belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mempunyai peranan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja, dengan penerapan program K3 yang efektif, risiko kecelakaan dapat berkurang secara signifikan, dan akan meningkatkan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan program K3 terhadap prdouktivitas kerja.  Metode: penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 orang, dengan sampel sebanyak 44 pekerja yang dihitung yang diambil menggunakan teknik simple random sampling, penelitian menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebanyak 23 pekerja (52%) dengan kategori kurang dan sebanyak 21 pekerja (48%) dengan kategori baik. Hasil univariat dari produktivitas kerja sebanyak sebanyak 23 pekerja (52%) dengan kategori kurang dan sebanyak 21 pekerja (48%) dengan kategori baik. Analisis data uji validitas menunjukkan hasil yang valid sebesar (0,2973), uji reabilitas (>0,60), uji regresi logistik sederhana, menunjukkan hasil bahwa nilai p-value 0,004 yang H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap produktivitas kerja dengan p-value 0,004.
PENGARUH QUALITY WORK LIFE TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI RUMAH SAKIT Pamungkas, Agung Wahyu; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.42-46

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini ingin menelusuri bagaimana Quality of Work Life (QWL) memengaruhi tingkat produktivitas karyawan di Rumah Sakit tipe B. Dengan kompleksitas dan tingginya tekanan dalam pekerjaan di sektor kesehatan, sangatlah vital untuk menjaga semangat dan kesejahteraan para tenaga kerja. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan di Rumah Sakit tipe B dengan jumlah populasi 233 perawat, dan diambil 75 orang sebagai sampel berdasarkan rumus Slovin. Variabel independent dan dependen adalah QWL dan produktivitas kerja. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner QWL dan produktivitas. Analisa data meliputi analisis univariat, bivariat mengunakan Uji Regrensi Liner. Hasil: Mayoritas perawat berjenis kelamin perempuan (98.7%), Sebagian besar berusia >50 tahun (77.3%). Hasil uji regresi linier menunjukkan QWL berpengaruh terhadap produktivitas kerja (p= 0,001) Kesimpulan: Produktivitas kerja perawat dipengaruhi QWL sehingga manajemen Rumah Sakit perlu meningkatkan kualitas hidup perawat agar produktivitasnya baik
Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Media Video terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pekerja Sektor Informal di Kota Pontianak Katriana, Katriana; Suwarni, Linda; Selviana, Selviana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 19, No 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.19.4.2024.11-16

Abstract

Background: Occupational Health and Safety (K3) risks are higher in the informal sector, including MSMEs. The lack of access to K3 promotion causes the knowledge and attitudes of workers in the informal sector to be inadequate. The aim of this research is to determine the effectiveness of K3 promotion using video media in increasing the knowledge and attitudes of informal sector workers in Pontianak City. Methods: his research is a pre-experimental research with a one group pretest-posttest design approach. The population in this study were all MSMEs in Pontianak City, with a total sample of 31 people (purposive sampling). The time of research implementation was in August 2024. Data were analyzed univariately and bivariately (paired t test with a confidence level of 95%). Results: The average knowledge score before the K3 promotion using video was 7.19, and after it was 9.03 (delta mean knowledge was 1.84). The average attitude score before the K3 promotion using video was 30.32, and after it was 33.19 (delta mean attitude score was 2.87). The results of the paired t test show that there is a significant difference between K3 promotion using video media on increasing knowledge and attitudes (p value < 0.05). Conclusion: Video media on the application of K3 in the home industry is effectively used to increase the knowledge and attitudes of informal sector workers. It is necessary to develop other similar educational video media in the form of video demonstrations, especially regarding ergonomic working positions, and efforts to prevent and improve occupational health and safety.