cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 269 Documents
Health Behavior among Health Promotion Officers at Primary Health Care in East Kalimantan Riza Hayati Ifroh; Indah Nur Imamah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.14-21

Abstract

Background: A health promotion officer or health educator as well-being proficient has an essential well-being care in supporting and empowering the community of health behavior. They are real examples in the community required to progress the quality of life and diminish the risk of non-communicable illnesses. Aim: To assess the different levels of health-promoting lifestyle based on socio-demography, working experiences, and body mass index among health promotion officers in primary health care in East Kalimantan. Method: A cross-sectional study was performed with data collected by socio-demography, working experience, BMI, and Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II) of six dimensions. Data was taken by an online self-administered questionnaire. Participants were recruited by convenience sampling on 74 health promotion officers at 191 of primary health care in East Kalimantan. The descriptive and inferential statistics were analysis approaches. Result: Mean score of 2.99 (good) for total HPLP (67.6%). As overall, there were no differences between HPLP with socio-demographic (p-value: 0.293); working experiences (p-value: 0.098) and BMI (p-value: 0.396). In detailed, there were differences statistically in physical activity between gender (p-value = 0.016), and the residence (p-value = 0.007). There were differences statistically in nutrition (p-value = 0.043), and interpersonal relationship (p-value = 0.011) based on marital status. Conclusion: Since the HPLP indicators scores were good, there is a need to enhance and promote a healthy lifestyle. Further identification is needed to determine the causes of lack causes of nutrition and physical activity. Aspects that must be maintained are health responsibilities, interpersonal relationships and spiritual growth.
Survei Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat di Kabupaten Banyumas Ikrimah Nafilata
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.22-28

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: COVID-19 saat ini sedang menjadi permasalahan dunia. Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 dan dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet). Penyakit tersebut dapat dicegah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, menghindari kerumunan dan tempat yang ramai, menjaga jarak minimal 1 meter. Hal tersebut belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Kabupaten Banyumas.  Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 450 orang dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner menggunakan kuesioner daring. Hasil: perilaku sering Mencuci Tangan dengan Sabun dan air mengalir selama 20 detik (50,4%), sering menggunakan hand sanitizer sebesar (50,4%), sering sekali Memakai masker di dalam toko, mall, restoran, atau fasilitas  umum lainnya seperti rumah ibadah dll. (76,4%), sering berada di tempat keramaian atau bertemu dengan orang lain saya akan mengatur jarak 1-2 meter (60,2%).   Kesimpulan: Masih perlu peningkatan perilaku untuk mencegah tertularnya Covid-19, karena proporsi responden sering melakukan perilaku pencegahan sekitar tidak lebih dari 90% dari total sampel.
Determinan Keluhan Subyektif Pernafasan Pada Penjual Sate di Kota Palembang Agung Rezki Wijaya; Dini Arista Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.40-47

Abstract

Latar Belakang: Arang merupakan bahan pembakaran yang terdiri dari 85%-95% bahan karbon. Proses pembakaran arang menghasilkan polutan berupa gas karbon monoksida. Gas karbon monoksida merupakan gas toksik yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya keluhan subyektif gangguan pernafasan pada penjual sate. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi Keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 dengan 58 Responden penjual sate. Variabel pada penelitian ini adalah Konsentrasi gas karbon monoksida, Indeks Massa Tubuh, Lama pajanan, Kebiasaan merokok, Penggunaan APD dan Keluhan Subyektif Pernafasan. Data primer diperoleh melalui pengukuran udara ambien dan kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil: Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara Konsentrasi gas karbon monoksida (p=0,002) dan Kebiasaan merokok (p=0,048) dengan Keluhan subyektif pernafasan, serta Nilai risiko adjusted dari variabel konsentrasi gas karbon monoksida mempengaruhi keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang setelah dikontrol oleh variabel confounding (p= 0,004;PR=8,513;CI=1,951-37,141). Kesimpulan: Konsentrasi karbon monoksida berhubungan dengan Keluhan subyektif pernafasan pada penjual sate di Kota Palembang.
UJI EFEKTIFITAS ANTIMIKROBA MENGGUNAKAN HAND SANITIZER BERBAHAN DASAR ALAMI PIPER BETLE L. DAN ALOE VERA Muthi'ah Irbah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.48-52

Abstract

Hands are one of a part of the body that are susceptible to pathogenic microorganisms and non-pathogenic microorganisms. Therefore, keeping hands clean is very important to prevent illness, one of which is using hand sanitizer. Chemical-based hand sanitizers often cause skin problems, so there is an innovation about creating a natural-based hand sanitizer. Piper betle L. and aloe vera were chosen as the basic ingredients for making natural-based hand sanitizer because they have antimicrobial properties and are easy to find in the community; This study aims to determine the effectiveness of antimicrobial using natural-based hand sanitizer of Piper betle l. and Aloe vera; The study was conducted in September 2021 with 25 students of Medical studies program from 2018 and 2019 classes as the sample. The method used in this study was an experimental quantitative analysis with a design using Pre-Test Post-Test One Group Design; The results showed a decrease in microorganisms on hands in 23 students. The average number of colonies of microorganisms using natural-based hand sanitizers of betel leaf and aloe vera is 1114.64 (before) and 504.64 (after). It can be concluded that the natural-based hand sanitizer of betel leaf and aloe vera is effective as an antimicrobial.Keywords: hand sanitizer, betel leaf, aloe vera
Analisis HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control) di PT. X Kota Cilegon pada Tahun 2021 Istianah Surury
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 17. No. 3. Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.3.2022.29-39

Abstract

Latar Belakang: HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment dan Determining Control) merupakan prosedur perencanaan strategis untuk melakukan analisis terkait potensi potensi yang mungkin terjadi kepada tenaga kerja di area kerja. Lembaga International Labour Organization (ILO) mempublikasikan hasil penelitian pada tahun 2012 terdapat lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja mengalami penyakit akibat kerja. Selain itu, terdapat 1,2 juta pekerja yang meninggal akibat kecelakaan di tempat kerja dan penyakit akibat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran Bahaya Risiko Kecelakaan Kerja dan Pengendalian Bahaya Terhadap Pekerja dengan Menggunakan Metode HIRADC di PT Cilegon Fabricator pada tahun 2021. Hasil: Terdapat potensi bahaya yang paling terlihat pada bagian Grinding, Gas Cutting. Bahaya yang paling terlihat potensinya adalah dari golongan fisik seperti Panas, Debu, Bising, Luka Bakar/Kebakaran. Kesimpulan: Pengendalian Bahaya yang diterapkan untuk proses Grinding dan Gas Cutting yaitu dengan modifikasi alat (Engineering Control), Substitusi, dan APD (Personal Protective Equipment). Memperhatikan jarak area kerja dan pada saat melakukan pekerjaan agar tidak mengganggu karyawan lain, mencegah bahaya tertular kepada pekerja lain seperti contohnya gram gerinda dan debu.
Kombinasi Teknologi Filtrasi Dan Anaerobik Buffled Reaktor (ABR) Untuk Mengolah Air Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Annisa Rifka Alifia; Pungut Pungut; Sugito Sugito; Joko Sutrisno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.19-24

Abstract

Latar belakang: Pencegahan pencemaran air limbah domestik di kota-kota besar seperti di Kota Surabaya dapat dilakukan jika masyarakat memiliki komitment yang sama untuk melakukan pengolahan secara mandiri. Masyarakat umumnya langsung membuang limbah ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Secara umum air limbah domestik mengandung banyak zat pencemar yang dapat membuat lingkungan menjadi berubah peruntukannya. Pengolahan air limbah domestik dengan sistem filtrasi maupun dengan sistem Anaerobic Baffled Reactor (ABR) hanya diterapkan pada satu sistem pengolahan diantara dua pengolahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji kemampuan reaktor kombinasi dengan filtrasi dan ABR dalam mereduksi kadar BOD dan COD pada air limbah domestik. Metode: Teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kombinasi teknologi filtrasi dan ABR dalam mereduksi zat pencemar pada limbah domestik. Keunggulan dari kedua penerapan teknologi ini adalah nilai peningkatan efisiensi yang relatif besar meskipun waktu dalam pengumpulan data yang singkat. Media filtrasi yang digunakan yaitu media bioball dan karbon aktif, sedangkan pada teknologi ABR menggunakan sistem tersuspensi dengan memanfaatkan 4 kompartemen sebagai pemisah antar ruang. Proses pengambilan data dilakukan selama 5 hari setelah masa seeding dan aklimatisasi guna mendapatkan hasil yang maksimal. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel yang memuat data penurunan kadar pencemar dan efisiensi. Hasil: Penggunaan dua teknologi sekaligus memberikan pengaruh terhadap hasil yang diperoleh yakni untuk kadar BOD5 nilai efisiensinya adalah 79% dan efisiensi COD sebesar 68%. Simpulan: Kombinasi teknologi filtrasi dan ABR mampu menurunkan beban pencemar BOD5 dan COD, namun hanya parameter COD yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH PADA PEDAGANG SATE DI KOTA PALEMBANG Annisa Oliviani; Dini Arista Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 1 (2023): Volume 18. No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.1.2023.21-26

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran udara merupakan masalah yang masih terus-menerus terjadi seiring dengan semakin merebaknya perindustrian serta kendaraan bermotor. Salah satu polutan berbahaya dan sering diperhatikan adalah karbon monoksida karena konsentrasi nya yang cenderung meningkat setiap tahun. Bahaya utama dari karbon monoksida yakni menimbulkan gangguan pada darah. Karbon monoksida sangat cepat berikatan dengan hemoglobin yang membuat terganggunya aliran darah sehingga memicu peningkatan tekanan darah. pedagang sate merupakan salah satu profesi yang rentan mengalami gangguan tekanan darah akibat paparan karbon monoksida dari asap pembakaran sate. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengruhi tekanan darah serta faktor paling dominan dalam mempengaruhi tekanan darah pada pedagang sate di kota Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah 50 pedagang sate sebagai sampel. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda model faktor resiko. Hasil: Sebanyak 62% hasil ukur kadar karbon monoksida pada area pedagang sate melebihi nilai baku mutu. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh bahwa variabel kadar karbon monoksida dan kebiasaan mengkonsumsi kopi memiliki hubungan yang bermakna dengan tekanan darah dengan p-value sebesar 0,015 dan 0,026. Pada analisis multivariat terdapat satu variabel yang memiliki nilai p value  < 0,05 yakni variabel Karbon Monoksida, artinya ada hubungan yang signifikan antara paparan karbon monoksida terhadap tekanan darah (p-value = 0,038). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara variabel paparan karbon monoksida dan variabel kebiasaan konsumsi kopi dengan tekanan darah. Variabel paparan karbon monoksida merupakan variabel paling dominn dalam mempengaruhi tekanan darah.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Persepsi Orang Tua Mengenai Pendidikan Seksualitas Kepada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Karangnongko Retno Listyorini; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 17, No 4 (2022): Volume 17. No. 4 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.4.2022.20-28

Abstract

Latar Belakang: Banyaknya pandangan masyarakat yang menganggap pendidikan seksualitas adalah hal yang tabu, membuat orang tua tidak mengajarkan pendidikan seksualitas untuk anaknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan pengalaman mendapat pendidikan seksualitas dengan persepsi orang tua mengenai pendidikan seksualitas pada anak usia sekolah dasar di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 109 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan (p = 0,032) dan pengetahuan (p = < 0,001) dengan dengan persepsi orang tua mengenai pendidikan seksualitas pada anak usia sekolah dasar. Tidak ada hubungan antara pengalaman mendapat pendidikan seksualitas (p = 0,205) dengan persepsi orang tua mengenai pendidikan seksualitas pada anak usia sekolah dasar di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Kesimpulan: Orang tua harus menghilangkan persepsi negatif terhadap pendidikan seksualitas pada anak usia sekolah dasar yang mana dapat dijadikan sebagai pengetahuan, pengenalan, pembelajaran yang sehat dan anak mampu menjaga diri pada saat anak telah tumbuh remaja nanti.
The Role of Women's Education and Work on Marriage Patterns from a Pup Perspective in Papua Province Mona Safitri Fatiah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 18, No 1 (2023): Volume 18. No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.18.1.2023.16-20

Abstract

MUKP is still well below the 2020 – 2024 BKKBN Renstra target which wants female MUKP in 2020 by 22 years. The purpose is information aboutthe role of socioeconomic factors on marriage patterns in the perspective of PUP in Prov. PapuaMethod: This study was designed cross-sectionally with a total sample of 414 WUS respondents in Papua Province. This study used DHS 2017. The variabels included were educational level, working status, social economic status, the first age of intercourse & unwamted pregnancy. Analysis of risk logistic regressions in this study.Result: there is an educational role (OR with a score of 0.66 and a score of 95% CI of 0.32-1.38)) and women's employment (OR with a score  of 1.89 & score of 95% CI=0.92 – 3.81) with mating patterns in pup perspective after being controlled with variable confonding (the first age of intercourse). Conclusion: The advice in this study is: the need for cross-sectoral cooperation for the Papua Provincial government with the PUPR Office and the Papua Provincial Education Office to eradicate illiteracy in children in rural Papua
Tingkat Risiko Sumber Air di Kabupaten Kolaka Tahun 2021 : Model Natural Break Map Jumakil Jumakil; Suhadi Suhadi; Muhamad Sadarudin; Sri Raoda Buna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 17, No 4 (2022): Volume 17. No. 4 Tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.17.4.2022.1-6

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Kolaka pada tahun 2020 seluruh penduduknya sudah memiliki akses terhadap air minum berkualitas (layak) yang berkelanjutan. Ada sekitar 36% penduduk yang menanfaatkan air perpipaan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak, dan 64% menggunakan air non perpipaan. Dari segi jumlah sarana di Kabupaten Kolaka telah memenuhi, namun dari segi risiko pencemaran terhadap sumber air, perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan: untuk mengetahui tingkat risiko sumber air tercemar setiap kecamatan, berdasarkan tiga variabel yaitu sumber air tidak terlindung, penggunaan sumber air tidak aman, dan kelangkaan air. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan sistem informasi geografi. Hasil: Sumber air tidak terlindung di Kabupaten Kolaka dengan risiko rendah sebanyak 2 kecamatan, risiko sedang 3 kecamatan, risiko tinggi 4 kecamatan dan risiko sangat tinggi sebanyak 3 kecamatan. Penggunaan sumber air tidak aman risiko rendah sebanyak 4 kecamatan, risiko sedang 2 kecamatan, risiko tinggi 5 kecamatan dan risiko sangat tinggi 1 kecamatan. Kelangkaan air risiko rendah sebanyak 6 kecamatan, risiko sedang 3 kecamatan, risiko tinggi 2 kecamatan dan risiko sangat tinggi sebanyak 1 kecamatan. Kesimpulan: Masih ada beberapa kecamatan di Kabupaten Kolaka masuk dalam kategori risiko tinggi dan sangat tinggi terkait air bersih.